Love Light [Part 1]

Title : Love Light [Part 1]

Author : Shineelover14

Main Cast :

  • Choi Siwon (Super Junior)
  • Im Yoona (SNSD)
  • Kwon Yuri (SNSD)

Support Cast :

  • Lee Donghae (Super Junior)

Rating : PG-13

Genre : Romance

Lenght : Chapter

Credit Poster : @ Vania_MinKey0923

Disclaimer : Kembali lagi dengan FF Ge Je dan gak jelas banget. Hahahaha (*Dasar author aneh !!) Oke. FF ini terinspirasi waktu ngeliat foto-foto Yoona eonni yang cantik banget dan ada juga beberapa request dari para readers yang minta FF Yoonwon couple di perbanyak lagi. Sesuai dengan janji akhirnya terealisasi juga. (*Hahaha .. Bahasanya ..)

A/N : Buat yang suka Yoonwon couple, jangan lupa RCL yagh!! Semakin banyak responnya, semakin cepat FF selanjutnya di post. Oke, GOMAWO ..

***

Siwon P.O.V

Aku baru saja kembali dari Prancis, karena kedua orang tua ku berniat menjodohkan ku dengan seorang gadis pilihan mereka. Aku tidak menentang perjodohan ini, karena aku lebih memilih menuruti segala keinginan kedua orang tua ku. Ditambah lagi ini adalah balas budi atas jasa serta kebaikan yang ku terima karena mereka telah menjadikan ku bagian dari keluarga Choi.

Aku seorang anak yatim piatu yang diadobsi oleh keluarga Choi ketika berumur 5 tahun. Waktu itu aku masih belum mengerti apa arti dari sebuah kasih sayang seorang ibu. Namun ketika aku bertemu dengan eomma untuk pertama kalinya, ia menciptakan sesuatu yang aneh di hatiku. Ia membuat ku merasa nyaman ketika berada didekatnya.

Dan appa pun sangat menyayangi ku. Ia benar-benar sosok ayah yang sangat baik dan tegas. Aku diberi tempat tinggal yang layak serta pendidikan yang baik. Oleh sebab itu, apa pun yang Appa inginkan aku akan menurutinya.

Aku melangkah keluar dari jalur kedatangan luar negeri. Aku terdiam sejenak menghirup udara kota Seoul yang sangat ku rindukan.

‘Sudah 5 tahun berlalu,’ gumam ku pelan, kemudian berjalan menuju mobil Audi hitam yang telah terparki di hadapan ku.

Tiba-tiba seorang pria paruh baya berjas turun dari mobil itu dan berjalan menghampiri ku.

“Selamat datang kembali di Korea Tuan Muda Choi,” sapa pria itu ramah sembari membungkuk hormat. Aku pun membalasnya dengan tersenyum kemudian segera masuk ke dalam mobil.

Mata ku berbinar ketika melihat gedung-gedung tinggi menjulang khas kota Seoul. Selama hampir 1 jam menempuh perjalanan, akhirnya aku sampai di depan rumah. Ku lihat tak banyak yang berubah dari rumah ini. Masih tetap berdiri megah dengan interior mewah di setiap sudutnya.

Tak lama sebuah suara memanggil ku. Suara yang sangat ku rindukan, suara lembut eomma.

“Siwon~a.”

Aku menoleh kearah eomma kemudian tersenyum. Ku lihat wajahnya tak semuda dulu. Aku pun berjalan menghampirinya lalu memeluk sosok yang sangat ku rindukan itu.

“Eomma,” gumam ku pelan ketika berada dalam pelukannya. Ia membelai lembut rambut ku dengan penuh kasih sayang. Cukup lama kami dalam posisi seperti ini.

“Kau semakin tampan anak ku,” ucap eomma ketika melepaskan pelukannya dan memegang ke dua pipi ku.

Ku lihat matanya mulai berkaca-kaca, lalu ku seka sudut matanya yang menggenang.

“Jangan menangis eomma. Aku akan sedih jika eomma menangis.” Buru-buru eomma menghapus air matanya. Kemudian tersenyum kembali. Ku tuntun tangan eomma untuk menggandeng tangan ku, lalu kami berjalan masuk kedalam rumah megah itu.

Siwon P.O.V end

***

Author P.O.V

Seorang gadis berjalan sembari mengenggam erat bunga mawar putih di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang sebuah tongkat sebagai penuntun jalan.

Gadis itu tersenyum ketika langkahnya terhenti di depan makam kedua orang tuanya. Perlahan gadis itu berlutut kemudian meraba tanah berumput yang berada di atas  makam ayah dan ibunya.

Ia meletakkan bunga mawar putih itu di tengah-tengah nisan keduanya lalu menyatukan kedua tangannya dan terpejam.

Gadis itu mulai memanjatkan doa, meminta perlindungan serta kebebasan jiwa kedua orang tuanya agar mereka dihidup tenang di surga. Doa itulah yang selalu gadis itu ucapkan setiap harinya ketika akan mendoakan orang yang dicintainya.

Setelah selesai berdoa, matanya terbuka kembali kemudian berdiri. Ia mengarahkan tongkatnya ke tanah untuk menuntu langkahnya kembali pulang ke rumah.

***

Siwon mematut bayangannya di cermin besar yang ada di sudut kamarnya. Ia mengenakan kemeja berwarna putih dengan setelan jas berwarna hitam serta dasi yang berwarna senada.

Setelah merapikan jasnya, Siwon keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ruang makan. Malam ini Tuan Choi mengundang calon besannya makan malam di rumah mereka untuk membicarakan prihal pertunangan Siwon dengan putri semata wayang Tuan Kwon.

Semua mata tertuju pada Siwon ketika sosok pria tampan itu hadir di tengah-tengah perbincangan antar dua keluarga terpandang tersebut.

“Selamat malam,” sapa Siwon sembari membungkuk hormat.

“Siwon~ssi. Ayo bergabung bersama kami di sini,” ucap Tuan Kwon sumringah ketika melihat sosok calon menantunya yang tampan.

Siwon tersenyum tipis kemudian berjalan menuju meja makan. Ia mengambil posisi tepat di samping seorang gadis yang sedari tadi menatapnya takjub.

“Annyeonghaseo, cheoneun Choi Siwon imnida” sapa Siwon sembari memperkenalkan dirinya kepada gadis yang ada di sampingnya

“Ne, annyeonghaseo Kwon Yuri imnida,” balas gadis itu sembari memamerkan senyum terbaiknya.

“Bagaimana menurutmu? Apa Yuri sangat cantik?” tanya Tuan Choi ketika melihat anak dan calon menantunya itu saling tersenyum satu sama lain.

“Ne, dia sangat cantik appa,” ucap Siwon sedikit malu. Yuri yang mendengar ucapan Siwon hanya tertunduk menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.

Terdengar gelak tawa kedua keluarga tersebut ketika melihat tingkah laku anak mereka yang masih canggung.

“Yeobo, coba lihat. Mereka sangat serasi bukan,” ucap Ny. Kwon memuji keduanya.

“Ne, kau benar Ny. Kwon. Siwon pasti akan sangat bahagia bila memiliki istri secantik Yuri,” sahut Ny. Choi menambahkan dan di sambut anggukan dari Tuan Choi dan Tuan Kwon bersamaan.

“Aku akan sangat bangga bila mempunyai menantu yang tampan serta berpendidikan seperti Siwon,” ucap Tuan Kwon membuka pembicaraan kembali.

“Ne, aku juga bangga bila putri cantik mu menjadi bagian dari keluarga kami,” ucap Tuan Choi membalas pujian Tuan Kwon.

“Sepertinya dari ucapan anda tadi mengisyaratkan bahwa anda setuju dengan perjodohan ini.”

“Tentu saja. Bukankah sudah ku katakan dari awal,” ucap Tuan Choi yakin.

“Kalau begitu tak perlu menunggu lebih lama lagi. Bulan depan kita akan mengadakan acara pertunangan untuk mereka. Bagaimana, apakah anda setuju?”

“Ne, tentu saja kami setuju. Mari bersulang “ ucap Tuan Choi sembari mengangkat gelas winenya.

Setelah makan malam selesai, Siwon mengajak Yuri berjalan-jalan ke taman belakang. Mereka duduk disalah satu gazebo taman.

Yuri menatap lekat kearah Siwon. Senyumnya terpancar membayangkan pria yang ada dihadapannya ini akan segera menjadi suaminya.

Tak lama seorang pelayang datang membawakan dua gelas cocktail untuk mereka. Namun tanpa sengaja pelayang itu tersandung dan membuat cocktail yang dibawanya tumpah dijas Siwon.

“Ya! Dimana mata mu?!” pekik Yuri ketika melihat jas Siwon yang basah.

“Maafkan saya nona, saya tidak sengaja,” ucap pelayang tersebut ketakutan.

“Maaf saja tidak cukup! Kau tau harga jas ini sangat mahal, bahkan 10 tahun pun kau membayarnya dengan gaji mu tidak akan cukup!” ucap Yuri murka.

Pelayang itu menangis sembari berlutut memohon ampun. Namun Yuri masih tetap mencaci pelayang itu tanpa ampun.

“Sudahlah tidak apa-apa. Kau kembali bekerja saja,” ucap Siwon tak tega melihat pelayannya diperlakukan kasar oleh Yuri.

“Siwon~ssi. Mengapa kau menyuruhnya kembali bekerja? Seharusnya kau memecat pelayan yang tidak berguna seperti dia,” ucap Yuri heran dengan perlakuan Siwon.

“Ini tidak seberapa. Aku bisa membeli jas baru lagi nanti.” Yuri meremas gaun malamnya. Ia kesal dengan tindakan Siwon yang terlalu dermawan itu.

“Kalau kau mendiamkan hal seperti ini lebih lama, mereka akan menginjak-injak mu Siwon~ssi,” ucap Yuri ketus.

“Sudah jangan dibahas lagi. Aku masuk kedalam untuk mengganti pakaian. Kau tunggu dulu disini,” ucap Siwon kemudian berlalu meninggalkan Yuri sendirian di taman.

Yuri menatap lekat punggung Siwon yang mulai menghilang dari pandangannya dengan tatapan sinis.

‘Kau terlalu baik Choi Siwon,’ gumam Yuri pelan.

***

 Seorang gadis tersenyum sumringah setelah mendengar seseorang memanggil namanya. Ia menoleh mencari-cari sumber suara tersebut.

“Oppa cepat kemari, apa bunga yang ku tanam ini sudah mulai tumbuh?” tanya gadis itu pada seseorang yang ada di sebelahnya.

“Bunga mu sudah tumbuh Yoona, bahkan mereka mulai merekah dengan indah,” ucap pria itu sembari menatap wajah gadis yang ada di sampingnya.

“Benarkah oppa? Aku ingin tahu, bunganya warna apa?” tanya Yoona.

“Putih, sama seperti warna dress yang kau kenakan sekarang.”

Yoona tersenyum setelah mendengar jawaban Donghae, pria yang sudah dianggap Yoona sebagai oppanya.

“Apa makna dari warna putih itu sendiri oppa?” tanya Yoona penasaran.

“Warna putih itu melambangkan kesucia Yoona, sama seperti hati mu.”

“Benarkah oppa? Andai aku bisa melihatnya, pasti bunga-bunga yang ku tanam ini sangat cantik.”

“Tentu saja sangat cantik. Tapi tidak secantik wajah mu,” ucap Donghae mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona. Ia mengamati setiap inci lekuk wajah gadis itu dengan seksama, membuat jantungnya berpacu cepat.

“Yeppo,” gumam Donghae pelan dan nyaris tak terdengar oleh Yoona.

Tiba-tiba gadis yang ada dihadapanya itu berdiri membuat Donghae menjauhkan wajahnya dari wajah Yoona.

“Oppa, aku lupa kalau aku harus mengantar makan siang untuk Bibi Min. Aku pergi dulu, sampai nanti,” ucap Yoona kemudian menuntun tongkatnya untuk menunjukkan arah yang benar.

“Oppa akan mengantar mu,” ucap Donghae mensejajarkan posisinya.

“Tidak usah, aku bisa pergi sendiri. Bukankan oppa harus bekerja.”

“Pekerjaan bisa ku tunda sebentar.”

“Andwe! Oppa tidak boleh menunda pekerjaan. Ayo cepat pergi sana,” ucap Yoona tetap berjalan tanpa menghiraukan Donghae yang sedang menatapnya lekat. Ia tak sadar bahwa oppa tersayangnya itu menyimpan perasa lebih padanya.

***

Yoona melangkah dengan hati-hati sembari tetap berkonsentrasi ada ujung tongkat yang menuntunya berjalan. Tangan kirinya menggenggam erat tas bekal makan siang milik Bibi Min, orang yang selama ini mengasuh Yoona sejak kematian kedua orang tuanya.

Bibi Min sangat baik padanya dan telah menganggap Yoona seperti anaknya sendiri. Terlebih lagi Bibi Min merupakan adik tiri dari ibu Yoona.

“Annyeonghaseo,” sapa Yoona ketika ia masuk kedalam sebuah toko bunga.

“Ne, masuklah jagi. Bibi sedang merangkai bunga,” ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Bibi Min.

Yoona melangkahkan kakinya mencari sumber suara bibinya.

“Bibi, kau ada dimana?” tanya Yoona ketika ia mulai kehilangan arah.

“Bibi disini jagi,” ucap Bibi Min meraih tangan Yoona yang menggapai-gapai udara. Yoona tersenyum senang ketika ia berhasil menemukan sosok yang dicarinya.

“Ini makan siang untuk bi.” Yoona menyerahkan tas bekal itu pada bibinya.

“Gomawo jagi,” ucap bibi Min sembari mengelus pelan rambut panjang Yoona.

Yoona kembali tersenyum. Matanya menatap kesegala arah, membayangkan tempat yang sering didatanginya ini dipenuhi rangkaian bunga yang cantik.

“Ada apa? Apa kau mencari sesuatu?” tanya Bibi Min ketika melihat Yoona yang sedang mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan.

“Tidak, aku hanya membayangkan seperti apa bentuk dekorasi toko bunga ini. Pasti disini banyak sekali bunga-bunga yang cantik,” ucap Yoona sembari tersenyum.

“Tentu saja jagi. Dan bibi selalu berharap suatu saat nanti kau dapat melihat seluruh keindahan itu.”

“Semoga saja bi,” ucap Yoona masih dengan senyum yang terkembang.

“Ini,” ucap Bibi Min memberikan 6 tangkai bunga mawar putih pada Yoona.

“Terima kasih bi. Aku pergi dulu,” pamit Yoona kemudian berjalan menuju ampang pintu.

“Hati-hati jagi, setelah dari pemakan langsung pulang saja. Sebentar lagi bibi akan pulang.”

“Ne,” ucap Yoona.

Yoona melangkah dengan pasti menuju sebuah area pemakaman. Ia sudah hafal betul jalan yang harus dilewatinya untuk sampai ke pemakanan itu. Tentu saja ia sangat hafal, karena sudah hampir 18 tahun Yoona selalu datang ke pemakanan itu setiap sorenya untuk berdoa.

Author P.O.V end

***

Siwon P.O.V

Aku mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Hari ini eomma meminta ku menemaninya ke Busan untuk berkunjung ke makam kakek dan nenek ku.

“Siwon~a, apa kau menyukai Yuri?” tanya eomma membuka pembicaraan.

“Ia gadis yang cantik eomma, siapa pun pria yang melihatnya pasti akan jatuh cinta,” jawab ku.

“Eomma tidak membicarakan pria lain. Yang eomma tanyakan, apakah kau menyukainya?” tanya eomma tidak puas dengan jawaban ku.

Aku terdiam sejenak, berusaha mencari tahu kedalam hati ku apakah aku menyukai gadis yang bernama Yuri itu atau tidak. Namun sulit sekali bagi ku untuk menenukan jawabanya.

“Entahlah eomma. Aku baru mengenalnya kemarin,” jawab ku berusaha jujur dengan apa yang kurasakan.

“Eomma harap kau dapat menyukainya kelah. Ia gadis yang baik.”

“Tentu saja eomma, apa pun keinginan appa dan eomma pasti akan ku turuti.”

Sesampainya di Busan, eomma meminta ku untuk berhenti di sebuah toko bunga yang tak jauh dari pemakaman kakek dan nenek. Eomma membeli dua buah keranjang bunga yang di dalamnya terdapat berbagai jenis bunga.

Aku keluar dari mobil ketika kulihat eomma sedikit kesusahan membawa kedua keranjang tersebut sekaligus.

“Biar ku bawa eomma,” ucap ku sembari meraih dua keranjang itu dari tangan eomma.

“Gomawo, Siwon~a.” Eomma tersenyum kemudian berjalan masuk kedalam mobil. Aku membuka pintu bagasi dan memasukkan keranjang bunga tersebut, setelah itu ku pacu kembali laju mobil ku menuju pemakaman.

Sesampainya disana, aku mengeluarkan keranjang bunga tadi dan membawanya menuju makam kakek dan nenek. Aku mengikuti langkah eomma dari belakang.

Pandangan ku mengedar mengamati suasana pemakaman yang hening. Angin berhembus pelan menerbangkan dedaunan yang telah jatuh berguguran.

Ku letakkan kedua keranjang tersebut di atas makam kakek dan nenek yang bersebelahan. Aku menunduk memberi hormat pada keduanya. Kemudian mengikuti eomma yang sedang berdoa dengan khusyuk.

Setelah selesai memanjatkan doa, mata ku terbuka kembali. Sekilas arah pandangan ku menangkap sosok gadis yang ada di seberang sana. Ia memejamkan matanya sembari tersenyum manis.

‘Sedang bedoakah ia?’ tanya ku penasaran. Tak biasanya orang yang berkunjung ke pemakaman bisa tersenyum semanis itu.

Mata ku tak lepas dari sosoknya yang cantik. Ia memiliki mata yang indah serta senyum yang mampu membuat ku merasakan sesuatu yang aneh. Jantung ku berdetak cepat tatkala senyum itu kembali mengembang.

Ku lihat gadis itu berjalan menggunakan sebuah tongkat. Apakah ia buta? Aku hendak menyusulnya namun langkah ku tertahan ketika eomma memanggil ku.

“Siwon~a, kau mau kemana? Eomma sudah selesai berdoa. Ayo kita pulang, eomma tidak ingin kita pulang terlalu larut,” ucap eomma membuat ku menoleh.

“Baiklah, tunggu sebentar eomma.” Baru saja hendak ku palingkan kembali wajah ku untuk melihat gadis itu, namun sosoknya telah menghilang.

Aku merebahkan tubuh ku begitu sampai di rumah. Perjalanan pulang pergi menuju Busan cukup melelahkan. Ku pandangi langit-langit kamar ku yang berwarna biru dominan.

Ingatan ku terputar mengingat wajah gadis itu sedang tersenyum. Pikiran ku sudah dipenuhi oleh bayang-bayangnya.

“Aku harus kembali ke Busan besok …”

To Be Continue …

Sengaja Part 1-nya belum dibuat panjang. Aku mau lihat respon readers semua, kalo komentarnya rame’ bakal di perpanjang lagi deh di part berikutnya, so jangan lupa komentar yagh ..

About these ads

74 thoughts on “Love Light [Part 1]

  1. jyah…yoonwon…asyik…seru thor..
    smoga skr Yoonwon g sedih2 aahhh…kasian ma Yoona klo sedih2
    semangat
    lanjut thor

  2. Aku reader baru thor.mohon bimbingannya…
    .FF keren…
    .seru dan bikin orang penasaran di chapter selanjutnya apakah yoona bertemu sma siwon…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s