[FF Freelance] Forever Love With You (Oneshot)

TITLE: FOREVER LOVE WITH YOU (SEQUEL LOVING YOU)

AUTHOR: Keyindra_clouds

MAIN CAST: Yesung Super Junior, Yuri SNSD, Onew Shinee, Sunny SNSD

Support cast : Temukan sendiri!!!

GENRE: Romance, Sad, Angst, Comedy, mix, temukan sendiri!!!!!

LENGHT: ONE SHOOT

Annyeonng………aku balik lagi dengan FF ku selanjutnya…. sebelumnya aku berterimah kasih banyak karena udah ada yang ngerespon FF pertamaku. Oh, ya sengaja iseng aku membuat sekuel dari FF pertamaku…sebelum membaca sekuel ini, ku anjurkan membaca yang judulnya LOVING YOU dulu ( numpang promosi..hehehe…….). oke ceritanya tak jauh beda dari sebelumnya ( alias ngawur tingkat dewa). Ceritanya terinspirasi dari kata – kata dari sebuah novel ( author bungkuk 900 bwt minta izin ke pengarang novelnya). Ini pure ide author yang gak jelas tujuannya…(dari pada ngedengerin author kebanyakan ceramahnya…langsung saja check this out)……… OH YA JADI LUPA,,,AKU BUTUH KOMENTAR KALIAN UNTUK PENULISAN FF KU SELANJUTNYA KEDEPAN TERSERAH MAU KRITIK, SARAN DSB…PLEASE DIBUTUHKAN COMMENT YANG SEBANYAK – BANYAKNYA. Sekedar info disini aku nambahin karakter Yuri sama Yesung.OK…

Mian kalo masih banyak typo…..#BOW..ditimpuk readers.

###########################

 

Yuri POV

Kusibak tirai jendela kamarku agar cahaya matahari masuk kedalamnya, kusiapkan dua buah baju untuk kedua malaikat kecilku yang masih belum bangun dari tidurnya. Dan kulihat seorang namja yang masih terlelap dengan indahnya pada mimpinya, belum juga bereaksi. Kulihat salah satu malaikat kecilku tengah menggeliat dan seketika itu ia bangun dan langsung tengkurap dan tersenyum padaku……..Manis sekali. Aku pun mendekati dia dan duduk disebelahnya, tapi kenapa kembarannya malah masih tertidur??,,,omo pasti mirip dengan sifat appanya.

“Nam Young – ah, selamat pagi chagi…”. kukecup bibir mungilnya dan ia pun memberikan senyum termanisnya. “chagiya, bisakah kau bangunkan oppa dan Appamu yang sulit dibangunkan ini?”. Seperti mengikuti isyaratku Nam Yong pun meraba – raba pipi appanya untuk mendapatkan reaksinya.

Kemudian malaikatku yang lain terbangun dang menguletkan tubuhnya. Satu persatu pun terbangun, tapi kenapa nampyeon ku belum bangun juga. Kudekati malaikatku yang lain dan kukecup juga bibir mungilnya…”pagi chagiya…”

“chagi, kau  lupa denganku  ya?”. Masih dengan mata terpejam dia berbicara manja padaku. Kurasa ia hanya pura – pura tertidur.

“yak,,, Oppa cepatlah bangun, kau  lupa jika hari ini kau yang harus jaga mereka?, aku ada ujian akhir jam 9, jadi sekarang bangunlah dan mandi!!!”

“morning kiss,,,,,,,,!!!”. Ucapnya masih dengan mata terpejam.

“shirreo,,,,!!” tolakku….. Jong Woon segera menarik pergelangan tanganku, secara reflek aku terjatuh diatas dada bidangnya..

“oppaaa…..jangan seperti ini,,,jeball…dua jam lagi aku ada kuliah”. Dia hanya menggelengkan kepalanya dengan mata masih terpejam. “morning kiss,,”.

“ Oppa…”. Baiklah,,,,, aku menyerah kukecup bibirnya sekilas tapi dia malah membalasnya semakin dalam, tapi aku menikmatinya dengan masih posisi tidur diatasnya.

“….pa…pa…”. yak suara Jae Woon mengangetkanku,, sontak aku melepaskan ciumanku. Dan menatapnya yang tiba – tiba jatuh pada bantal dan tersenyum, lalu diikuti oleh adiknya Nam Yong yang langsung amburuk disebelahnya dan akhirnya mereka pun tertawa, mungkin melihat adegan kami?..

“oppa, lihat anakmu memperhatikan adegan kita, menyebalkan,,,gerutunya. ”itu tak baik untuk mereka!!.. Jong Woon oppa hanya tersenyum evil sambil beranjak dari ranjangnya.

“omo, anak Eomma sekarang sudah bisa bicara,,,cerdas sekali…” ku usap lembut kepala kedua anakku. “sekarang saatnya mandi.”

Aku bahagia sekali karena hidupku begitu lengkap mempunyai dua orang malaikat kecil yang tampan dan cantik yang hampir memasuki usia 7 bulan. Meskipun awalnya pernikahanku dan Jong Woon terkesan tak kuketahui tapi aku bahagia dengan hidupku sekarang ini.

Jong Woon POV

pa…pa..”. kudengar suara Jae Woon memanggilku begitupun dengan Nam Young terus – terusan mengikuti gaya kakaknya.”

“wae, chagi?..saatnya hari ini kita bersenang – senang tanpa Eomma dirumah,,,dan kalian berdua harus makan setelah mandi agar pipi kalian tetap gembul.”

Seakan mengerti, keduanya pun tersenyum. Kulihat Yuri sepetinya bingung mencari – cari buku di mejanya, entahlah, setelah menikah dengannya baru ku ketahui bahwa yuri adalah yeoja yang pelupa, untungnya dia tidak lupa siapa suaminya….hehehe#plakkk

“chagi, kau sedang mencari apa?.”

“anii oppa,,kau lihat bukuku yang berwarna hitam dan ada garisnya putih?.”.

“maksudmu yang itu,, kataku sambil menunjukkan buku yang sedang diperebutkan oleh Jae Woon dan Nam Young. Yuri langsung berlari menghampiri bukunya. Dia menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya tanda dia kecewa..” chagi, kenapa  hari ini ada yang berbeda darimu?, kau begitu cantik”. Godaku.

“apa aku tidak boleh cantik oppa?” tanyanya masih mengerucutkan bibirnya. “kalau aku tidak cantik oppa tak mungkin menikahiku”. Jawabnya lagi ,masih dengan muka sebalnya dan kepedeannya. “sekarang oppa lebih baik menyuapi mereka, aku  mau pergi kuliah dulu, jaga mereka baik – baik ya”. Dengan cepat ia berlari menuju keluar apartemen, dan aku hanya menatapnya melongo.

Ya begitulah kehidupanku sekarang ini, Yuri akhirnya memberiku dua orang malaikat kecil, awalnya dia ingin menundanya karena takut beasiswa kuliahnya dicabut. Tapi aku menyuruhnya untuk melepas beasiswa tersebut karena pada saat itu Yuri tengah hamil 4 bulan dan juga sibuk – sibuknya kuliah. Aku takut terjadi apa – apa dengannya, maka aku suruh dia ambil cuti dan melepas beasisiwanya sehingga kini aku yang menyekolahkannya.

Author POV

Ponsel Jong Woon pun bedering menandakan bahwa ada panggilan masuk. Ternyata dokter Shin yang memberitahukannya untuk segera mengimunisasi kedua anakku.

“yak, kenapa Yuri tak memberi tahuku bahwa hari ini ada jadwal imunisasi”. Gerutunya. Dia pun segera berganti baju dan menggantikan baju kedua anaknya. “waktunya menjadi super dad untuk hari ini”. Gumamnya.

Sesampainya di rumah sakit, teman – teman Jong Woon yang seprofesinya heran melihatnya. Karena mendorong kereta bayi yang berisi dua orang bayi manis dan lucu.

“aigoo lucu sekali mereka Jong Woon – sshi,,, siapa mereka?, apa mereka keponakanmu?,..” tanya dokter park.

“yak, mereka itu anakku tahu Hyung. Apa kau tak lihat wajah merka mirip dengan ku?”.

“hahaha…….aKu hanya bercanda  Jong Woon – sshi. Kenapa denganmu , tiba – tiba membawa anakmu kemari?, dimana Eommanya?”

“anii,, Yuri sedang ada ujian akhir untuk semester akhirnya, jadi apa boleh buat aku yang harus menjaga mereka, aku tak mau merepotkan eommonim Kwon lagi sedangkan Kau taulah Eommaku hobbinya travelling terus hingga lupa sama anak sendiri”.

Ia kembali terkekeh…”jong woon – sshi, itu  lah resikonya menikahi seorang mahasisiwa”

Dasar,, hanya menghina, tapi tak apalah dari pada kau  hyung sampai sekarang masih menjomblo. Umpatnya…

YURI POV

 

@SEOUL UNIVERSITY

Sekarang aku duduk menghadapi soal. Hidup dan matiku sekarang ini taruhannya. Oke memang tugas skripsi akhirku sudah selesai sebulan lalu. Tapi karena aku dulu  sempat mengambil cuti selama setahun, karena harus fokus pada kedua anakku. Jadi aku pun harus mengulang satu tahun lagi, sehingga aku sekarang ditinggal sunny yang sudah lulus duluan tahun kemarin.

“huh…” helaku saat ujian berakhir. Entahlah berapa pun hasilnya pokoknya aku harus lulus bulan depan.”

Aku keluar meninggalkan ruangan dan segera ingin secepatnya pulang. Kemudian bertemu Eunji dan mengajakku pulang bersama. Sebelum pulang aku mengajak Eunjii mampir ke sebuah Baby shop  untuk membelikan para malaikat kecilku hadiah, karena mereka adalah alasanku menjalani hidupku penuh arti serta meraka begitu lucu dan menggemaskan. Entah mengapa sejak adanya mereka aku lebih hidup, tidak kesepian lagi.

*********************

@ JONG WOON APARTEMENT

 

Kubuka pintu apartemen, tak kulihat seseorang pun didalam sana. Kupelankan kakiku memasuki kamar, ternyata pintu kamarnya tidak tertutup. Kuintip Jong Woon oppa tengah berbicara pada malaikat kecilku yang terlelap sambil mengusap kepalanya dengan lembut. Aku tersenyum melihatnya. Kubuka pintu yang setengah terbuka itu.

“chagi,, kau sudah pulang?, bagaimana ujian mu hari ini?.”

“ hmm, lumayan oppa. Kuharap aku lulus bulan depan.”

“mian, oppa aku lupa memberitahumu kalau hari ini Jae Woo dan Nam Young ada jadwal untuk  Imunisasi,,, mianhae….aku malah merepotkanmu untuk mengurus mereka berdua.”

Aku memeluknya, kerengkuhkan tanganku pada punggungnya dan kubisikkan kata – kata padanya. “ kau tahu kenapa aku begini ini semua karena hanya ada satu orang yang berarti dalam hidupku, yaitu kau”. Gomawo, kau telah hadir dalam hidupku dan memberi semua kebahagiaan ini.

“Cheomano oppa…”

Aku tersenyum memandangnya, manis sekali. Tatapan matanya yang teduh, perlahan – lahan dia mendekatkan bibirku padanya, aku pun segera menutup mata. Dan…………….

_____Chu_______

Terjadilah ciuman manis antara aku dan Jong Woon , hanya sedikit menempel dengan penuh cinta dengan pelukan hangat. Hingga akhirnya satu sama lain saling melepaskan. Karena suatu teriakan suara.

JONG WOON POV

 

“yak, kalian berdua, sedang apa?” . “Apa yang kalian lakukan?.”.  “Kenapa melakukan itu dihadapan anak kalian!…..”

Terdengar suara teriakan dari luar kamar. Ternyata Eomma tiba- tiba datang. Aku hanya mengeluarkan smirk ku, dan kulihat yuri menunduk malu. Karena Eomma melihat ku berciuman.

“kenapa Eomma bisa masuk, dan kenapa Eomma tiba – tiba pulang?”.

“Jadi Eomma mu ini tak boleh pulang?.”. “ Kau pikir Eomma tak tahu kode apartemenmu heh?,

“Omo cucuku…..lucu sekali..”.

Seperti biasa selalu medadak kalau pulang, tak pernah memberi kabar tapi kali ini kulihat Appa juga pulang bersama Eomma. Selalu sifatnya tak berubah berteriak – teriak, dan sok anak muda banget. Entahlah mereka selalu menitipkan rumahnya pada pembantunya, mungkin pembantunya bisa memiliki rumah itu kali. Hehe…

“lihat Eomma, kau membangunkan mereka. Kau tau sangat sulit menidurkan mereka”. Gerutuku.

“Eomma tak menggangu, Eomma  hanya kangen mereka. Omo, lucu sekali mereka,,,sekarang waktunya ikut dengan halmeoni dan Harabeoji”

“Yuri – ya, apa boleh aku membawa mereka ke rumah kami?. Ayolah chagi, Eomma sudah kangen dengan mereka.”

“tapi  Eomma, apa tidak merepotkan eomma?. Aku takut mereka rewel.”

“Gwenchana chagi,,,Eomma akan mejaga mereka dan nanti kalian harus datang untuk makan malam dirumah Eomma. “ Jong Woon kau tak keberatankan kan?”. Tatapan Eomma menjadi tatapan horor ketika melihatku.

Apa boleh buat, selalu saja jika bertemu dengan Eomma aku mengalah daripada tanduknya keluar dan tatapan setannya keluar. “hem…, nanti malam mereka kami jemput”.

Segera berteriaklah Eommaku memanggil appa untuk membantu membawa kedua malaikatku, dan segera menuju rumahnya. Kulihat appa ku hanya geleng – geleng kepala melihat kelakuan eomma.

****************************

Beberapa saat kemudian……….

YURI POV

Aku segera melangkah kedapur setelah eomma pulang membawa kedua malaikatku. Segera ku mencari bahan makanan yang ada di kulkas untuk kumasak menjadi makan siang. Tiba – tiba seseorang memeluk pinggangku dari belakang dan meletakkan dagunya di bahuku serta menghirup aroma tubuhku.

“oppa aku sedang masak, jangan ganggu aku… apa kau tak mau makan siang hari ini?”. Tanyaku sambil melepas pelukannya dan membalikkan badanku serta memelototinya, aku mengerucutkan bibirku. Bukannya malah takut dia malah  menciumku sambil memamerkan senyum smirknya. Aku langung memegang bibirku….” Kalau begitu sekarang oppa segera bantu aku memasak agar cepat makan”…teriakku.

“kalau tidak mau bagaimana?”. Jawabnya. Aku memukul bahunya dan dia berlari menghindarinya. Hingga kami kejar – kejaran seperti anak kecil. “oppa berhenti……”teriakku.

Dan………………

Sleeet…….Jong Woon oppa terjatuh karena terpeleset air yang entah dari mana dan aku yang dibelakangnya menjadi tidak seimbang, hingga aku terjatuh diatasnya. Aku meronta untuk dilepaskan, tapi sejenak ku tatap mata sipitnya yang berwarna coklat itu. Tanpa sengaja aku mendekatkan bibirku padanya dan mulai mengecupnya. Entah apa yang merasuki ku. Aku ingin posisi seperti ini terus. Ciuman ini awalnya hanya menempel tapi lama kelamaan menjadi ciuman yang dalam. Aku menikmati sensasi dibibirnya. Dia memeluk pinggangku erat, masih dalam keadaan aku terjatuh diatasnya. Tiba – tiba…………………………

Ting tong……………………..

Bunyi bel apartemen berdering. Aku segera melepaskannya dan mengatur napas  begitupun dia. “ oppa , kau genit”.

“kau yang memulainya chagiya”….kekehnya…….”oppa,,,aku buka pintu dulu.”

“ ne chagiya.”

Kubuka pintu apartemen,, kudapati sahabatku tersenyum dan tengah membawa seorang anak kecil.

“ sunny –ah”….ucapku  rindu padanya dan langsung memeluknya serta tak lupa mencium pipinya.

“hey, kau kenapa masih seperti anak kecil,, kau ini seorang Eomma?. Aku ingin bertemu dengan kedua anakmu sudah 6 bulan aku tidak bertemu dengannya”.

“ jadi kau tidak rindu padaku?.” Ucapku sambil mengerucutkan bibir……….“siapa, gadis kecil yang cantik ini?”.

“aku lupa, kenalkan ini calon anakku”………”mwo,,,calon anak???, jadi selama 6 bulan ini dia menghilang, dan sebentar lagi akan menikah”.

“annenyeong ahjumma,,,,Ga Eun Imnida”.

“ chukkae Sunny – ah..akhirnya kau menikah juga,,” annenyeong…. Yuri  Imnida.” Sapaku pada anak kecil itu.

Aku mengelus ramputnya dan menatap matanya. Anak itu mempunyai pandangan yang berbeda dari anak lain ini sekilas ku memperhatikan bentuk matanya.

“gomawo”,,,”Hey, yuri – ya..dimana anakmu?.”

“mereka sekarang dibawa oleh eomma kerumahnya, katanya kangen.”……” annyeong, oppa.”

“ annyeong, sunny – sshi.”…………..” Ya sudah, Yuri – ya. Aku pamit, aku kesini hanya ingin bertemu anak kalian, aku pamit oppa”,,,,,,” ayo Ga Eun kita pulang Eomma mau kita jalan – jalan hari ini”.

“kau tak mau masuk dulu Sunny – ya?.”

“ anii, karena tidak ada anak kalian,, jadi lain kali saja…”…bye ….bye Yuri..

Sejenak masih kuperhatikan wajah gadis kecil itu yang sepertinya tak asing bagiku. Tapi mirip siapakah dia?. Aku masih bertanya – tanya tapi tak mau ambil pusing…

“chagi, ayo kita lanjutkan adegan yang tadi….”. suara itu memecah pikiranku

“mwo??.. mataku membulat dan blush pipiku pun memerah..

“oppa, kau genit………” omelku

 

AUTHOR POV

Tepat jam 7 malam KST mereka berdua akan pergi kerumah orang tua Yuri. Yuri menggunakan Dress hitam selutut dan high heels, sedangkan Jong  Woon memakai setelan jas berwarna hitam dengan kemeja birunya.  Mereka tiba dirumah Eomma Jong Woon untuk makan malam. Disana pun tidak hanya mereka tapi ada Eomma dan Appa kandung Yuri. Dan taeng Eonni dan Jung soo oppa.

“Appa, Eomma…..annyeong” sapa yuri sambil memeluk kedua orang  tuanya.

“yuri ya bagaimana kuliahmu?”……..” Baik Eomma.

Sesampainya mereka dirumah orang tua Jong Woon. Yuri segera menghampiri malaikatnya dan mereka segera memulai makan malam.

“Yuri – ya,, Jong  Woon,,, apa kau tak mau memberi cucu lagi bagi kami?.”

“uhuk…uhuk… . Jong Woon dan Yuri secara bersamaan tersedak makanan.. “ Anii Appa,, untuk saat ini belum,,asal appa tahu mengurus mereka berdua itu sangat sulit, apalagi ditambah anak lagi.. lagi pula Yuri belum  lulus kuliah dan kami belum siap pula.”

“ Ne,,Appa Eomma, sementara ini aku ingin fokus pada kuliahku dan karirku dulu.. “

“ dan kau Jung soo,,,kapan kau akan menikahi anak perempuanku ini?.”

“jinjja….secepatnya ajusshi….”

Tiba – tiba ponsel Jong Woon berdering dan menyuruhnya untuk kerumah sakit yang mendadak jadi dia tak bisa ikut makan malam sampai selesai. Dia hanya meminta maaf sekilas mencium bibir Yuri dihadapan para keluarganya, dan langsung membuat mukaYuri semerah tomat dihadapan semua orang.

YURI POV

Sudah dua hari ini oppa tidak pulang katanya ada pasien yang harus ditangani secara intensif dan hingga akhirnya dia lembur dirumah sakit. Jam menunjukan pukul 21.00 KST. Tapi kenapa oppa belum pulang juga, apa dia sudah makan malam bagaimana keadaannya selama dua hari tidak pulang. Aku jadi gelisah sendiri memikirkannya. Segera ku telpon eomma untuk menjaga kedua anakku. Aku segera bergegas menuju rumah sakit meskipun cuaca agak sedikit dingin.

 

@ HOSPITAL

Ku telusuri lorong rumah sakit dan aku menuju ruangan paling selatan rumah sakit.

Krekk……

Kubuka pintu ruangan, aku masuk perlahan – lahan. “ oppa”…………..tidak ada jawaban.

Kudapati ia tengah tertidur di meja kerjanya sambil memegang pena yang masih lengket dengan tangannya. Kupandangi wajahnya sekilas , kulihat wajahnya begitu lelah sekali. Apa dua hari ini ia tidak tidur. Apa dia sudah makan?.

“ oppa….oppa.”. tidak ada reaksi ia hanya bersuara euhmm…. . “Oppa, kau  kelihatan capek.”

Ku rengkuh bahunya dan mengangkat bahunya menuju sofa, matanya masih terpejam sambil mengigau. Lucu sekali

“huh, berat sekali”.

Kurebahkan dia disofa dan melepas sepatuya dan kuselimuti dia, tak lupa ciuman selamat malam dibibirnya.  Ku tata meja kerjanya, dan kudapati setumpuk laporan pasien rumah sakit yang masih belum tersentuh. Aku mencoba membaca dan melanjutkan laporan yang dikerjakannya. Ini tak terlalu sulit bagiku, sebentar lagi aku juga  akan bekerja seperti ini.

Jam menunjukkan pukul 05.00 pagi. Mataku serasa berat untuk dibuka hingga akhirnya rasa kantuk yang menguasaiku.

JONG WOON POV

Euhmm…..aku  mencoba mengerjap – ngerjapkan mataku dan mengumpulkan sedikit – sedikit nyawa ku agar lengkap. Omo, kenapa aku bisa tertidur dan sejak kapan aku tertidur di sofa , laporan ku…..segera aku menuju meja kerjaku. Kudapati Yuri tengah menelungkupkan kepalanya dimejaku. Sejak kapan dia ada disini?, kudekati dirinya dan melihat semua laporanku sudah tertata rapi dan dikerjakan. Dan…..really, semua laporanku benar. Apa dia yang mengerjakannya semalam?.

“chagiya”. Ku elus rambutnya dan mengangkat kepalanya. Tapi ia hanya mengulet. Kusandarkan dia diatas kursi kerjaku dan kurapikan rambut serta poninya. Kurasa semalaman ia begadang mengerjakan laporanku. “ gomawo chagiya”,,,kukecup keningnya, lama – lama turun menuju bibirnya. Cukup lama aku menciumnya hingga ia sadar karena kehabisan napas.

“op………………pa………..euhmmm………”.

“morning chagiya…”,,,,, “sejak kapan kau ada disini?.”

“ oppa,,,jebal aku masih ngantuk oppa, biarkan aku tidur 5 menit lagi”.

Belum dijawab pertanyaanku ia sudah tertidur kembali. Pasti dia hanya tidur sekitar 2 jam, selalu kebiasaannya seperti ini. Tapi kasihan juga aku melihatnya, kubiarkan dia tertidur masih dengan kepala ditelungkupkan. Aku segera bergegas mandi dan segera menyerahkan laporan kepada ketua tim dokter.

08.30 KST @ RUANGAN JONG WOON

“ chagiya, ayo bangun…. ini sudah lebih dari 5 menit bahkan hampir dua setengah jam , tapi kenapa kau belum bangun juga,, ayolah bangun chagiya.”

Kulihat ia mulai mengangkat kepalanya dan mengerjap – ngerjapkan matanya.

“morning chagiya,,”

“pagi oppa…5 menit lagi ya Oppa..”

“anii,,,,kenapa kau tadi malam pergi kesini?,,, Jae Woon dan Nam Yong kau titipkan pada siapa?,,, dan apa kau tadi malam kau yang mengerjakan laporanku?….”

“aku khawatir dengan mu oppa kenapa kau tak pulang dua hari, mereka ada pada Eommaku,,eumm aku hanya ingin membantu oppa saja.” ucapku sambil menggaruk – garuk kepalanya dengan mata yang sedikit terpejam.”

“gomawo chagiya……kau tahu laporan yang kau kerjakan ternyata bagus dan benar……”

“jinjaa?…”. senyum merekan mulai berkembang di bibirnya dan matanya mulai terbuka sepenuhnya.

“ne,,,, kajja…sekarang kita sarapan dulu…kau tahu aku sekarang sudah sangat lapar.”

YURI POV

“jinjaa?…”. mataku langsung terbuka melebar. Benarkah, berarti kemungkinan besar aku bisa  menjadi perawat semakin dekat. aku berdiri dari kursi dan menuju sofa untuk segera makan. Ternyata oppa sudah menyiapkan sandwich dan susu untuk sarapan.

“ne,,,, kajja…sekarang kita sarapan dulu…kau tahu aku sekarang sudah sangat lapar.”

“ Yuri – ya, kalau minum jangan belepotan, Seperti Jae Woon saja.”….sebuah tangan berhasil menghapus noda susu di bibirku. Dia mencoba mendekatkan wajahnyanya ke wajahku, deru napasnya sudah terasa dibibirku lama – lama ia melumat bibirku. Dan……………..Ckrekk…….

”Jong………………Wo……on…..sshi.”

sontak aku mendorong tubuh Jong Woon menjauhi tubuhku, dan menengok siapa yang datang.

“wae, suster choi?.” tanya Jong Woon..

“anii,,,,”.

Aku segera mengelap bibirku. Kulihat wajah suster itu hampir berkaca – kaca kemudian berlari keluar. Oke ku akui aku dan Jong Woon salah dalam hal ini karena melakukan adegan yang kurang nyaman dilihan orang, tapi kenapa dengan suster itu. Apa dia menyukai Jong Woon dan Cemburu melihat kami bersama?. tapi ya sudahlah..yang penting aku mengerti bagaimana kondisi Jong Woon saat berhadapan dengan wanita. Tak berapa lama kemudian muncul Dokter Lee yang segera masuk dengan muka masam dan menahan emosi.

“yak, Jong Woon Hyung apa yang kau lakukan pada suster choi ?, kau tahu dia cemburu melihatmu dengan wanita lain.”

“wanita lain?. maksudmu istriku sendiri……..”

“mwo istri?…sejak kapan kau menikah?.”

“oh ya aku belum memberitahumu kalau aku sudah menikah hampir 2 tahun lalu dan 7 bulan lalu aku resmi menjadi seorang appa bagi kedua anakku”.

“mwo?,,,kk…..au….serius?.”. “ kau tahu choi sooyoung suka padamu. Tegasnya  pada Jong Woon.

“oppa, cepat kau kejar Suster Choi,, perintahku….aku percaya padamu”. Kusuruh dia mengejar suster choi..

Ku ikuti mereka. Kulihat oppa mulai berbicara padanya. Aku melihat dan mendengar Jong Woon mejelaskan semuanya, dia memang menangis, Jong Woon memberikan sebuah sapu tangan untuk menghapus tangisan Yeoja itu. Tapi aku langsung berjalan kearahnya dan mencoba mendekati serta berbicara padanya. Tapi sebelum berbicara dia sudah pergi menjauhi ku. Oke masalah ini cukup sampai disini karena dia mungkin mengerti keadaan antara aku dan Jong Woon.

**************************

Aku berjalan pulang sambil bercanda bersama Jong Woon. Oppa selalu mengkomentari jika style ku seperti anak muda yang hanya mengenakan Jeans dan Kaos lengan panjang, itu tampak seperti yeoja berumur 20 tahun sehingga status sebagai Eomma beranak dua tertutupi oleh styleku yang Casual ini. Tapi aku selalu tak mau mendengar untuk hali ini, aku memang baru berusia 22 tahun jadi masih ingin menjadi anak muda, bahkan aku lebih suka berpakaian ala kadarnya, dan inilah yang membuat teman – temannya bahwa dia dan aku hanya berpacaran. Bahkan kalau tadi ia tak menjelaskannya mungkin aku dikira kekasihnya atau mungkin malahan adiknya.

“Yuri- ya, sebentar ada yang ketinggalan.”

“ya oppa.”

ku alihkan pandangan pada semua orang yang ada dirumah sakit. pandanganku tertuju pada seorang anak kecil yang tempo hari dikenalkan Sunny padaku. Ya, tak salah lagi itu Ga Eun. Tapi Ga Eun sedang bersama siapa di rumah sakit ini?, aku lihat sesosok laki – laki keluar dari ruang praktik dokter. Dan betapa kagetnya diriku…………….

“ Ji……….n….ki……….!!!!”

*************************

JONG WOON POV

Sejak dari tadi kuperhatikan Yuri diam terus dalam mobil dan hanya memperhatikan jalanan sekitar. Apa dia cemburu dengan  suster Choi?, karena aku memperlakukannya seperti itu. Aku tertawa dalam hati kemudian senyum – senyum sendiri membayangkan Yuri tengah mencemburuiku.

“ wae,,,Oppa?…suaranya sukses menghentikan tawaku.

“anii, aku tahu kau mencemburuiku kan?”.

“nde?”…………

“ Sudahlah jangan bohong?.”

“maksud oppa apa?,,aku tak cemburu soal hal itu?.”

Kulihat dia masih bingung dengan apa yang kukatakan. Kuhentikan mobil yang sudah sampai di Apartemen. Dia masih menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya bahwa dia tidak cemburu. Aku menatapnya dan sekilas tersenyum, segera kubekap dia dengan ciumanku, kulumat bibir merah mudanya.

“Nah, sekarang sudah tidak cemburu lagi kan?” kekehku….. .

“ Oppa…………..” teriaknya.

***************************

YURI POV

Aku memikirkan seorang laki – laki yang ku lihat tadi?, benarkah itu Jinki –sshi?. Apa benar itu Ga Eun yang bersamanya?. Apa jangan – jangan Ga Eun adalah anak dari Sora Eonni?.. Ya Tuhan pikiran itu kenapa muncul tiba – tiba kenapa laki – laki itu kembali kesini lagi. Ga Eun,,,,,Jinki,,,,,Kenapa dengan ini semua. Aku hanya bisa menghela napas dan memandang jalanan sekitar agar pikiran itu hilang.

“ wae,,,Oppa?…kulihat ia tersenyum sendiri melihatku….

“anii, aku tahu kau mencemburuiku kan?”.

“nde?”…………Cemburu????. bahkan aku menganggap biasa saja suster itu, meskipun Jong Woon oppa memberi sapu tangan untuk gadis itu. Tapi bagiku itu tidak membuatku mencemburuinya..Bagaimana aku menjelaskan masalah ku bertemu dengan Jinki?. lebih baik aku diam dulu karena pikiranku kacau gara – gara orang yang bernama Jinki itu  hadir lagi.

“ Sudahlah jangan bohong?.”

“maksud oppa apa?,,aku tak cemburu soal hal itu?.”……..Dan secara sengaja dia menciumku, lalu terkekeh mentertawaiku….Sudahlah hari ini aku tak ingin memikirkannya.

***********************************

“Eomma pulang……..”. kulihat Eommaku keluar dari kamarku karena mendengar suaraku. Aku mulai memasuki kamar lalu kutemui dua malaikatku tengah asyik meminum susu dari botolnya. Lucu sekali, sejenak perasaan itu pun hilang. Eomma kusuruh pulang karena aku yakin semalaman terlihat jelas dari wajahnya. mungkin ia begadang menjaga Jae Woon dan Nam young yang mungkin tidak mau tidur kalau tak dipeluk Appa atau Eommanya. Sesaat kemudian aku Menggendong Nam Young, kemudian Jong Woon oppa masuk dan menggendong Jae Woon. Beberapa menit kemudian mereka sudah tertidur dan kuletakkan mereka pada ranjangku.

“oppa….keluarlah dulu aku mau ganti baju..”

“kalau kau mau ganti baju,,ganti saja aku masih ingin disini,,,kau tak perlu malu denganku sayang…..”

kenapa dia suka menggodaku?,,,,padahal pertama bertemu dia sangat romantis,,,tapi lama – lama dia ternyata orang yang jahil dan suka menggoda……Huh….dasar….

“Oppa…..”suaraku agak meninggi dan aku berkacak pinggang menatapnya horor serta mengerucutkan bibirku kembali….Tapi dia malah semakin mendekatkan dirinya padaku…”Sejak kapan oppa berotak yadong begini?”. Kusentil dahinya saat mendekat kearahku…..” dasar pervert”,, ucapku sambil berlari dan membanting pintu kamar mandi..

Blammmmmmmm……………….

***************************

AUTHOR  POV

Hari ini Yuri berinisiatif untuk berbelanja kebutuhan mumpung mereka semua pada tidur. Sesampainya di supermaket ia tanpa sengaja bertemu dengan adik kelasnya jurusan kedokteran sekaligus rekan satu tim nya dalam praktik di kampus.

“Annenyeong Yuri noona…”

“Anneyeong Taemin – ah…”

“ noona sendirian kesini?.”

“yeah….”

“ mau pulang bersama?.” Tawarnya.

“OK, apartemenku hanya dua blok dari sini”

“benarkah noona?. Aku juga 4 blok dari sini?,,,jadi kita bertetangga?,,,apa jangan – jangan ….”

“yeah… kita bertetangga….”

***********************************

@SEOUL PARK

“Noona apa boleh kita duduk sebentar sambil melihat lihat kota Seoul ke peralihan musim dingin ke musim semi?.”

“ne….belanjaanku juga berat…..kajja kita duduk.”

“tunggu sebentar ya noona,,”.

Tak berapa lama kemudian,,,,,,seseorang menyodorkan sebotol minuman Kearah yuri…

“kamshamida….”

“noona….bolehkah aku bertanya sesuatu?..

“ne…”

“noona…..jika sendainya kita menyukai wanita tapi wanita itu belum bereaksi terhadap cinta yang kita berikan?,,bagaimana pendapat noona?..tanyanya sambil menengguk sekaleng minuman.

“saranku adalah,,,,,sebaiknya kau katakan perasaanmu pada dia,,jangan kau pendam nanti dia malahan jatuh cinta pada orang lain,,,diterimanya atau tidak itu urusan nanti…arrasso”

“nee…….Gomawo…..noona”

“cheomano.. dan satu lagi bersikaplah romantis serta apa adanya dihadapan dia”.

YURI POV

Huh….waktu dua jam membuatku lupa pada Jong Woon kalau dia butuh makan tapi aku malah ngobrol keasyikan dengan temanku. Tanpa terasa aku pamit duluan untuk segera membuat makan siang. Tapi saat menyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri sebuah mobil silver hendak menabrakku tapi untungya aku hanya kaget dan terduduk dijalan. Seorang laki – laki keuar dari mobil itu dan mencoba menolongku diikuti langkah kaki anak kecil.

“kau tak apa – apa Agasshi?”

“gwenchana….aku hanya kaget…”

Aku menengok siapa orang itu. Dan betapa shocknya aku melihat siapa orang itu. Begitupun orang itu kaget melihat aku.

“JJJJ……IN…..KI”.

“Yuri – ya…….”

Aku segera berdiri. Lidahku kelu mau berucap apa. Masa lalu yang membuatku tak ingin mengenalnya dan mengingatnya lagi. 4 tahun lalu ia sudah membuat satu – satunya seseorang yang berarti dalam hidupku pergi dan mennggalkan luka yang teramat dalam bagi orang yang kusayangi, mungin luka itu belum sembuh benar hingga beberapa tahun ini. Dan satu lagi kulihat seorang gadis kecil berdiri sambil menyebut “Ahjumma”…Ga Eun.,,,,,,anak kecil yang tempo hari kutemui. Jadi benar Ga Eun adalah anak dari Sora Eonni yang selama ini Jinki bawa pergi dan tak mau diketahui keberadaannya.

“Ahjumma……..”

Aku mencoba berdiri dan hanya menoleh padanya serta sekilas menatapnya,,menatap Jinki. Aku pergi meninggalkannya, andai aku dapat memutari waktu mungkin aku akan menghajar Jinki semampuku agar dia tidak melakukan kesalahan sebesar itu. Aku langsung pergi dan mungkin sekarang aku akan menangis mengingatnya lagi.

*****************************

Kuhapus air mataku agar Jong Woon oppa tak mengetahui aku habis menangis. Aku memasuki pintu apartemen,,,,,,syukurlah sepi kulirik jam ternyata jam 4 sore. Aku segera beranjak ke dapur untuk memasak makanan, tapi mengapa pikiran itu masih terus menghantuiku….

Jinki oppa, kenapa kau melakukan itu pada Sora Eonni. Kenapa  kau melakukannya?…….. . Tanpa terasa air mataku turun kembali, tapi aku segera menghapusnya karena mendengar seseorang memencet bel apartemenku,,. Aku segera beranjak untuk membukakannya.

“annenyeong……..noona”.

“taemin – sshi…..Annenyeong………kau tahu alamat apartemenku?…wae kau kemari sore – sore begini?, tadi kita kan sudah bertemu ditaman?.”

“apa aku tak boleh mengunjungi noonaku sendiri?,,,”noona setidaknya kau mempersilahkan tamu mu masuk dulu..”

“masuklah……….!!!,,,,,,duduklah….”

Aku heran kenapa orang ini datang keapartemenku?..sikapnya seolah – olah ia ingin dekat denganku dan ia selalu perhatian padaku..jangan – jangan………….

“noona……ada yang ingin ku katakan…………”

“Wae?…….”

“aku……..aku……..aku……..”saranghae noona”…noona sendiri yang mengatakan bahwa aku harus mengatakan perasaanku yang sejujurnya terhadap orang yang kita suka dan bersikaplah romantis dan apa adanya pada orang itu…orang itu adalah noona,,,,sejak pertama bertemu aku sudah menyukai noona, walaupun noona lebih tua daripada ku…”

“mwo?….”. apa yang dikatakan orang ini……….”Taemin – sshi…….kau jangan bercanda?….”

“anii noona…………aku tidak bercanda……”noona, terimalah bunga ini jika aku memang menyukaimu.. Kulihat dia memakaikan cincin dijari tanganku.

“Chagiya, kau tahu Jae Woon sudah bisa mem……….mang…..gilmu ma……ma…..”. Sebuah suara mengagetkanku. Jong Woon oppa sudah bangun dan dia sedang menggendong Jae Woon. Aku segera menoleh ke sumber suara itu dan diikuti Taemin yang membelakakan matanya karena kaget. Apalagi taemin sedang memberikan cincin serta sebuket padaku.

“ oppa,,,,,,,,,,oppa bisa kujelaskan ini semua!!..”

“No…ona, jadi selama ini kk…..au… . Taemin frustasi dan mengacak – acak rambutnya sendiri.

“Taemin – sshi…..,,,jebal aku bisa menjelaskan ini semua.”

“ kenapa noona tidak mengatakannya dari dulu”.

Kulihat Jong Woon oppa kembali ke kamar dengan raut  muka kecewa begitupun Taemin keluar dari apartemen dan menjatuhkan cincin yang ia berikan padaku. Aku bingung harus memilih yang mana, kupungut cincin itu dan aku berlari mengejar Taemin. Taemin duduk ditaman dekat apartemen ku. Kulihat dia menangis, ku hampiri dia dan kuberikan sapu tangan yang tak sengaja ku bawa. Ku sodorkan sapu tangan itu  dan dia pun mengambilnya. Aku duduk diampingnya.

“Taemin- sshi….”

“Sejak kapan noona menikah?….dan Kenapa Noona memberikan harapan palsu padaku?.”  Marahnya sambil menangis.

“Mianhae,,Taemin…aku tak tahu jika kau menyukaiku…jebal,,,,berhenti kau untuk menyukaiku”,,,,” Kau tahu setahun lalu aku menghilang dari kampus, itu karena aku hamil 4 bulan Taemin – sshi dan Jong Woon oppa yang menyuruhku untuk cuti dari kuliah dan rela melepaskan beasiswaku. Jebal taemin – sshi, lupakan aku karena aku mencintai seseorang yang kini telah memberi kebahagiaan.” Asal kau tahu Taemin –sshi sekarang aku sudah bahagia bersamanya dan kau tahu kini aku sudah memiliki dua anak.”

“ Tapi,,noona… . Kau tahu kau adalah cinta pertamaku noona!!!”

Aku hanya tersenyum memandangnya. “kau tahu cinta pertama belum tentu cinta sejatimu, wanita didunia ini bukan hanya aku masih banyak cinta yang dapat kau temukan didunia ini.”

“Tapi, noona………”

“sssttt…..temukan cinta sejatimu,,,,lupakan aku…. . Dan gomawo kau sudah mencintaiku meskipun aku tidak bisa membalas cintamu…. Kulihat ia mengerti apa yang kuucapkan, dia tersenyum padaku.

“ noona, bolehkah aku memelukmu…Gwencana….hanya pelukan terima  kasih”.

Aku tersenyum, dan dia memelukku. Hanya pelukan seorang  teman. Keberikan cincin yang ia jatuhkan tadi. “ temukan cinta sejatimu”

“ gomawo noona”

****************************

Aku memasuki pintu apartemen. Aku merasa bersalah dengan apa yang kulakukan tadi. Aku memasuki kamar, kulihat Jae Woon dan Nam Young sedang bermain dalam boxnya. Dan Jong Woon apa dia pura – pura tertidur?. Ku naiki ranjang dan kulihat dia sedang tidur miring membelakangiku.

“ oppa….”. tidak ada jawaban

“ oppa,,,mianhae……….” masih tidak ada jawaban. Ku goyang – goyangkan badannya.

“oppa,,,mianhae……….” masih tidak ada jawaban lagi

“ oppa,,,jebal jangan diamkan aku seperti ini…” kurasa air mataku sudah mulai turun.

“oppa,,,,. “ tangisku mulai pecah karena tak mendapat reaksi darinya.

JONG WOON POV

“oppa,,,, jebal jangan diamkan aku seperti ini. “

Kudengar dia sudah mulai menangis. Sekarang dia berada disebelah ranjang terduduk dan menutup wajahnya karena menangis. Aku segera bangun dan membuka tangan yang menutupi wajahnya. Kulihat dia menagis tersedu – sedu. Aku memeluknya, tapi dia masih terisak.

“oppa,,,mianhae…jebal jangan diamkan aku seperti ini,,,aku butuh dirimu oppa”.

Aku membelai rambutnya dan kuhapus air matanya. Kukecup dahinya sekilas. Kubenamkan dia dalam dadaku dan memeluknya erat.

“ mianhae chagiya….”

“oppa….. . mianhae oppa aku tak bermaksud seperti itu”. Hiks…hiks….Tapi aku hanya mencintai oppa.. aku bahkan tak ada hubungan spesial dengan taemin – sshii ,,,aku bahkan tak tahu jika Taemin akan menyatakan cintanya padaku,, asal oppa tahu aku menganggapnya tak lebih dari seorang dongsaeng….. .

“chagiya…” . Aku mengangkat dagunya agar ia menatapku. Kulihat matanya masih mengeluarkan air mata. Aku kembali menghapusnya dan menatap matanya.

“Yuri – ya,,asal kau tahu aku mencemburuimu karena aku begitu mencintaimu hingga aku takut kehilanganmu. Aku hanya mau kau terus bersamaku.”

“aku selalu bersamamu oppa..”

Kudekatkan wajahku dengan wajahnya kurasakan deru nafasnya di wajahku aku menatap matanaya dan dia mulai memejamkan matanya. Dan……………..

“ ma…ma… . “. Aku menoleh kearah box bayi.

“Nam Young – ah…kau ini menggangu acara appa dan eomma mu saja.” Aku segera mengambil Nam Young dari box bayi beserta Jae Woon yang sedari tadi tersenyum. “ Kalian berdua tahu appa jadi tak bisa mencium Eomma mu karena kalian mengagalkannya.”

“yak, oppa apa yang kau katakan.”. dia menyentil pelan dahiku pelan.  Dia lalu mengambil Jae Woon dari gendonganku. Aku tersenyum menatapnya karena dia sudah berhenti menangis.

******************************

YURI POV

Drttttt…………drttttttttt

“Yeobseo……….sunny – ah,,,,,,jinja?……ne…aku dan Jong Woon oppa akan datang…”

@Japanese Restaurant

Aku melambaikan tangan kepada Sunny dia sedang duduk berhadapan dengan calon Nampeyeonnya. Lidah ku kelu tak bergerak sedikitpun ketika kulihat sosok dihadapan Sunny. Aku memutar bola mataku,, entah sekarang pikiranku menjadi kacau ketika menatapnya. Begitupun dia terlihat  terdiam ketika bertemu denganku. Masa lalu  yang mungkin menyakitkan bagiku karena kehilangan seseorang hanya karena dicampakan olehnya.

“Annenyeong….Jinki Lee Imnida….dia membungkukkan badannya seraya mengucapkan salam. Jong Woon membalasnya, tapi aku hanya menatapnya kosong sambil kupaksakan tersenyum.

Makan malam dimulai. Tapi aku enggan menyantapnya. Bahkan air mataku hampir jatuh. Aku meminta izin pergi ke kamar mandi, karena aku akan menangis jika mengingatnya.

Aku tak tahu kapan tepatnya jinki mengkutiku. ……..

“Yuri – ya, kita bertemu lagi?”

“wae?….” aku sebisa mungkin bersikap dingin padanya. “ Jinki – sshi, jawab pertanyaanku?,,, apa benar Ga Eun adalah anak dari Sora Eonni yang kau bawa pergi 4 tahun lalu?.”

Dia hanya terdiam. Tak menjawab satu patah katapun.

“ kau tak  menjawabnya??,,,berarti benar Ga Eun adalah anak Sora Eonni.” Kurasa air mataku mulai turun. Aku mengahapusnya agar tidak terlihat menangis. Aku pergi meninggalkannya. Dan menuju kembali ke meja makan. Di otakku hanya ada kemarahan.

“ Yuri – ya,,,ku mau kau hadir di acara pernikahan ku dan Jinki oppa”. Paksa Sunny. Tak berapa lama kemudian Jinki kembali duduk .

“Sunny – ah,, aku pamit dulu,, kurasa  Jae Woon dan Nam Young tak mau ku tinggal lama,,annenyeong….

AUTHOR POV

Empat tahun…ya 4 tahun adalah waktu yang cukup lama untuk membuang semua masa lalu Yuri  yang kehilangan orang tua serta kakak perempuannya. Tapi kenyataannya Jinki kembali lagi dan membuka luka lama Yuri. Dan Ga Eun orang yang selama ini Sora Eonni rindukan keberadaannya. Dan sekarang apalagi yang akan dilakukan Jinki terhadap sahabatnya sendiri….pikiranYuri melayang kembali saat Sora Eonni mengatakan

“ kehilangannya membuatku punya harapan. Dan harapan yang membuatku bisa terus berjalan…Andai aku bisa menunggunya sepanjang umurku……..“

Ya,,Do’a itu adalah harapan terakhir dari Sora Eonni yang ia inginkan sebelum kanker getah bening yang merenggutnya 4 tahun silam. Dan itu menyisakan duka yang mendalam bagi Yuri. Disaat kakaknya sekarat, Jinki tidak menemani tetapi malahan membawa putri mereka entah pergi kemana.

2 hari kemudian…………….

YURI POV

Aku berniat mengunjungi Boutique baru Eomma yang baru saja lima bulan  lalu diresmikan karena hari ini aku ingin sejenak refreshing sejenak. Ku lihat seseorang pelanggan yang aku kenal…Sunny –ah …… . Ia tengah mengambil Gaun pengantinnya yang ia pesan beberapa waktu lalu.

“ Yuri – ya…. . “seseorang menepuk pundakku.

“ Sunny- ah…. .”

“ Yuri – ya.. kau kenapa disini?.”

“oh,,,ini boutique milik Eomma ku

“Jinjaa….?”

“annenyeong Sunny – sshi.”

“annenyeong Ahjumma…..”

“Sunny – sshi…Chukkae atas pernikahanmu,,,sekarang kau boleh mencoba gaun pengantinmu,,dan apabila ada yang kurang silahkan kau beri tahu kami,, Yuri – ya,,,Jae Woon dan Nam Young ada di dalam kantor eomma, mereka kelihatannya lelah dan tertidur.

“Ne Eomma…”

Sesosok pria tengah berjalan kearah kami bertiga. Dia menghampiri kami, tapi aku langsung membuang muka dan pergi dari hadapannya, tak menghiraukannya.

Beberapa menit kemudian………..

“ Yuri – ya,, apa kita bisa bicara sebentar!!!.

Aku menolehnya dan menghapus air mata ku lagi. “semuanya sudah selesai,, apa yang perlu dibicarakan lagi?”.

“Yuri – ya,, dimana Sora?,, jebal…..aku ingin betemu dengannya?,,”

“ kemana kau selama ini?,, apa kau masih mempedulikan Sora Eonni lagi heh?…”

“ mianhae….Jebal, Ga Eun harus tahu siapa ibu kandungnya..” ucapnya lirih.

“apa cukup kata – kata maaf kau ucapkan,, setelah sekian lama kau menyiksa Eonniku?,,,” dimana kau saat Sora Eonni membutuhkanmu? Belum puas kau menyiksa Sora Eonni dengan memisahkan anak dan ibunya sendiri,,,,sekarang kau kembali dan kau akan menikah?,,dimana perasaanmu Jinki Lee?.”. Tangisku pecah tah terbendung lagi. Aku hanya ingin melampiaskan kemarahanku karena perbuatan yang ia lakukan.

“miannhae,,,,tapi jujur sampai sekarang aku masih mencintai Sora atau setidaknya izinkan Ga Eun bertemu ibu kandungnya.”

“kk….aa..uu..bilang cinta.. Apa kau tahu rasanya mencintai seseorang hanya sepihak??,,Apa kau tahu perasaan Sora Eonni terluka mengetahui setiap malam kau berkencan dengan kekasihmu..itu kau sebut cinta… Asal kau tahu Sora Eonni tahu jika kau tak pernah mencintainya, tapi dia tetap bersabar dan tetap mencintaimu,, aku tahu kenapa kau menikahi Sora Eonni, kau ingin menebus dosamu yang telah menabrak Appa dan Eomma ku saat kau mabuk kan?.. Dan apa kau berpikir betapa terlukanya hati Sora Eonni ketika tahu kau lah yang secara tak sengaja menghilangkan nyawa kedua orang tuaku. “ dan lebih parahnya lagi kenapa Sora Eonni bisa mencintaimu?.

“kkk…au..tahu dari mana itu semua?”. Memang aku yang menabrak kedua orang tua mu dan aku menebus kesalahan dengan menikahi Sora,,, tapi lambat laun aku mencintainya, bahkan sampai sekarang…jika aku dapat memilih aku akan membatalkan pernikahanku dan menebus semua kesalahanku dengan kembali padanya.”

“Nyonya Lee Hang Ah atau ibumu sendiri yang memberitahuku semua.” Sekarang kau dapat dengan mudah mengatakan kau ingin kembali lagi, lalu kau mau kemanakan Sunny?”. Aku segera pergi meninggalkanya tapi dia tetap berteriak memanggilku.

“Yuri –ya….Asal kau tahu…..aku akan menebus semuanya pada Sora…karena selamanya aku akan mencintai Sora..

JONG WOON POV

Aku mencoba menghubungi Yuri, tapi tidak ada jawaban. Berkali – kali ku kirim SMS tai tak pernah ada balasan. Chagiya,,kau pergi kemana?.. sudah 2 hari ini kau meninggalkan rumah. Apa kau tak kasihan melihat Jae Woon dan Nam Young, mereka membutuhkanmu. Jeball kembalilah. Berulang kali ku hubungi teman – teman Yuri menanyakan dimana dia tapi nihil mereka tak tahu semua. Sebelum ia pergi meninggalkan rumah ia sempat pergi ke boutique Eommanya. Dan setelah itu ia menghilang dengan alasan ia ada urusan mendadak di kampusnya. Tapi hingga hari ini ia tak ada kabarnya. Tapi ada yang aneh dengannya selama beberapa hari ini, Ia terlihat tak bersemangat seperti biasanya.  Ada satu tempat yang belum aku kunjungi untuk menemukan Yuri.

“ Chagiya,, Jebal kembalilah,,jika ada masalah kita bisa menyelesaikannya bersama”. Aku mengusap kepala kedua malaikatku sambil menitikkan air mata.

@ Rumah Keluarga Kang

Ku ketuk pintu rumah itu beberapa kali. Tapi tidak ada respon sama sekali dari dalam rumah. Kudengar suara televisi menyala, sepertinya ada orang di dalam tapi kenapa aku mengetuk pintu sekeras ini tak ada yang membukakannya. Aku mencoba mendobrak pintu itu, dan mencoba mencari Yuri berada. Pandanganku tertuju pada pintu kamar yang mengeluarkan sumber suara. Aku tertegun ketika menemukan seorang wanita tergelatak di lantai disebelah ranjang. Ya Tuhan…..”Yuri – ya”… tangannya menggenggam pecahan gelas dan memegang sebuah buku diary, kamar itu pun penuh dengan beberapa kertas dan sebuah DVD player  pun menyala menayangkan sebuah video tentang kenangan. Dia terlihat kusut dan pucat ditambah lagi darah masih mengalir dari tangannya. Aku segera membawanya menuju rumah sakit.

Beberapa saaat kemudian…………….

“ Yuri – ya,,,jebal bangunlah..kau tahu kami membutuhkanmu”. Aku hanya bisa menangisi keadaan Yuri yang seperti ini dia mengalami depresi ringan dan diperparah dengan keadaannya yang tidak memakan suatu apapun selama dua hari ini. Jadi selama ini memikirkan apa sehingga aku tak tahu ia depresi. Kenapa ia tak menceritakan masalahnya, kenapa ia menanggung masalahnya sendiri, hingga ia seperti ini. Tuhan tolong jaga orang yang benar – benar kucintai ini.

***********************

YURI POV

“ Eonni,…..”. aku sekarang berada ditempat yang aku sendiri pun tak tahu semuanya berwarna putih dan aku hanya melihat Sora Eonni berjalan menuju kearahku.

“ Yuri – ya…”

“ Eonni,,,akhirnya kau kembali….”

“ Yuri – ya….Jebal…Maafkanlah Jinki oppa,,aku tahu dia membuat kesalahan yang besar..tapi dia melakukan itu semata – mata dia mencintai Eonni.”

“tap….i Eon..ni..”

“ ssst…izinkan dia mencari kebahagiaaan,, Ga Eun butuh sosok seorang Eomma disisinya. Dan Eonni ingin Jinki mencintai seseorang yang dapat membahagiakannya. … maafkan dia,, izinkanlah dia mencari kebahagiaan,,hapus rasa bencimu pada dia,,Eonni disini sudah memaafkannya, kenapa kau belum bisa memaafkannya?..Jebal maafkanlah dia..”

“ Eon….ni….”. kulihat Eonni hanya menciumku sambil tersenyum kearahku, kemudian ia menghilang lagi….”

********************************

“ Eonni…………..” teriakku. Akupun terbangun dari tidurku dan mendapati diriku di suatu kamar rumah sakit. Jong Woon menghampiriku dan memelukku. Aku menangis sejadi – jadinya, yang ku ingat adalah peristiwa malam itu.

FLASHBACK………….

“ kau berani – beraninya datang kerumahku,,urusan kita sudah selesai semua”.

“ dimana Sora?.. Bentak Jinki.”

“ untuk apa kau mencari Sora Eonni?..Pergilah kau dan dia sudah tak memiliki hubungan apa – apa, kau bahkan sudah menceraikannya.”

“ mwo, menceraikan?????, aku bahkan tak pernah bilang untuk bercerai dengannya..”

Aku segera menuju ke dalam rumah mengambil sebuah map yang berisi berkas – berkas perceraian Sora Eonni. “ kau masih mau mengelak?.” Ucapku sambil menangis penuh kemarahan.  Jinki memegang map itu dan membacanya, ia terbelalak kaget melihat tanda tangannya dan Sora Eonni yang menyatakan secara sah bercerai.

“Yuri – ya,,asal kau tahu aku tak pernah menceraikan Sora,, persetan dengan tanda tangan ini….Sekarang pertemukan aku dengan Sora… cepat!!!”

Dia mencengkeram pundakku aku tak bisa berkutik karena cengkeramannya. “ Jinki – sshi, kau terlambat untuk menemuinya, Eonni sudah pergi!!!!!..”

“ maksudmu??.”, Jebal berikan alamatnya padaku sekarang..”

“ dia telah pergi meninggalkan dunia ini…..”. Jinki melepaskan cengkeramannya dari lenganku. “ ini adalah tahun ke -4 kematian Sora Eonni,, ia menderita kanker getih bening. Saat hamil 2 bulan Sora Eonni divonis kanker Getah bening stadium 4 harapan hidupnya semakin kecil, tapi dia tidak memberitahumu tentang penyakitnya karena tak mau membebanimu, meskipun ia harus meninggal ia lebih memilih Ga Eun untuk diselamatkan.” Kulihat Jinki menangis, kakinya lunglai untuk menopang tubuhnya, ia terjatuh.

“ asal kau tahu saja, dia mengetahui kau sering berkencan dengan kekasihmu. Tapi dia berusaha dan pura – pura tidak mengetahuinya,, dan Saat Ga Eun lahir kau malah membawanya pergi dan menjauhkannya dari ibunya?”. Aku kembali masuk kedalam dan menyerahkan beberapa kotak yang berisi DVD peninggalan Eonni.”

“ ini adalah pesan terakhir Sora Eonni sebelum dia meninggal.. Pergilah dari hadapanku karena aku tak ingin melihatmu lagi.” Aku segera menutup pintu rumah dan menuju kamar, aku hanya bisa menangis dan menangis..ku buka sebuah buku diary berwarna hijau didalam laci. Kemudian aku membacanya………..

Seoul, 27 July 2008

Untukmu Bahagia Kutitipkan

Keniscahyaan sebuah penantian, Apakah itu kamu yang setia menjadi satu – satunya?

Mungkin tak sampai. Seikat masa di tangkai pagimu mengaburkan pesan maafku. Mungkin……….

“di antara do’a dan airmata, bahagia ini kutitipkan”

Malaikatku…Eomma selalu berdoa untukmu

 

Seoul, 29 July 2008

Melupakan mu?. Tidak………..

Selambat atau secepat apa kita melupakan?. Tidak ada jawaban yang tersirat, pun tersurat.

Selama ingatan adalah akarnya, melupakan adalah milik ku; kapan pun itu.

Aku telah melupakanmu!. Mungkin, makna sebenarnya adalah “ aku (merasa) telah melupakanmu. “ faktanya tidak!”

Biarkan waktu yang melupakanmu karena aku tak mampu membunuh ingatanku.

Melupakan semua tentangmu? Tak mungkin; karena kamu tinggal dalam ingatan.

Aku menangis kembali membaca dua lembar buku itu. Tanpa kurasa gelas yang ada disampingku pecah dan tanpa sadar pula aku menggenggam pecahan gelas itu. Darah yang keluar dari tanganku pun tak terasa olehku. Tetapi sesaat kemudian semua pening…dan lama – lama gelap..

******************************

JONG WOON POV

Yuri terbangun dari sadarnya,, ia berteriak memanggil kakaknya. Ia menangis lagi, aku mencoba menenangkannya dengan memeluknya. Yuri – ya,, Jebal sebenarnya apa yang terjadi padamu. Kenapa kau bisa begini.

“ Yuri – ya,, kau kenapa?.”. Kulihat dia masih menangis dan tak mau berucap apa – apa. Ya Tuhan sebenarnya apa yanag terjadi padanya…

“ Yuri – ya,,,jebal jangan seperti ini..”.

“op……..pa…Yuri memelukku kembali.”..

“ kau kenapa chagi?,,,,kenapa bisa seperti ini??.”

“Jin….ki…sshhi…”

“ Jinki –sshi??…” maksudmu Jinki calon suaminya Sunny?..”. “ wae dengan dia chagiya?”

Segera yuri menelpon seseorang dengan telepon rumah sakit ia terlihat begitu serius menelpon. Dia mencatat sebuah nomor telepon yang akan dihubunginya kemudian.

“ Yeobseo…..ahjummma???”

“ Kang Yuri,,, boleh aku berbicara dengan Lee Jinki..”

“Yeobseo…..Jinki Lee.. apa kita bisa bertemu untuk membicarakan tentang itu?”.

“ kk….au membatalkan semuanya,, kau gila belum puas kau menyakiti orang – orang yang berarti untukku……….”

Yuri menutup telepon secara kasar dia menyibak selimutnya dan mencabut secara paksa jarum infus yang menancap di tangannya kemudian ia ingin berjalan pergi. Aku mencegahnya, kenapa akhir – akhir ini sifatnya berubah…

“ Jebal,,oppa lepaskan aku, aku ingin menyelesaikan masalahku sendiri.”

“ Yuri – ya kenapa kau tak mengatakan kau mempunyai masalah yang berat, kenapa kau memendamnya,, kau anggap apa aku ini Yuri – ya??..”

Aku mulai emosi sikap Yuri yang seperti ini. Dia meronta meminta untuk keluar dari rumah sakit meski dengan keadaan yang seperti ini…. “ Yuri – ya, izinkan aku membantu menyelsaikan masalahmu..”

“apa oppa mau?….”

“ ne..chagiya…..”

“ oppa sekarang pergilah ke pernikahan Sunny,,, dan izinkan aku pergi keluar rumah sakit sebentar…” kini dia sudah berlutut di hadapanku . Aku hanya bisa menyetujui perkataan Yuri dan mengizinkannya pergi karena jika berdebat dengannya pasti kalah, apalagi sifatnya yang keras kepala.

AUTHOR POV

Yuri sekarang berada di pemakaman Sora Eonni, karena Jinki ingin bertemu dengannya di tempat ini. Dia melihat betapa bersalahnya Jinki terhadap kakaknya. Sebuah perasaan iba menyelimutinya. Kini ia memberanikan dirinya memepuk pundak Jinki dan membicarakannya secara baik – baik.

“Jinki – sshi, ikhlaskan Eonni ku pergi, biarkan dia tenang disurga.”

“ Mianhae,,Yuri – ya………..aku baru sadar jika Sora sangat berharga bagi diriku.”

Yuri hanya tersenyum simpul menanggapinya. “ kau sudah melihat video – video itu?.”

“Yuri – ya,,,kau tidak membenciku lagi?…”. Yuri hanya membalasnya dengan senyum.

“Kau tahu Eonni ku saja yang ada di surga sudah memaafkanmu, apalagi aku yang hanya manusia biasa bahkan kau sama sekali tak menyakitiku…….. mianhae, aku terlalu egois memikirkan amarahku… dan kenapa kau meninggalkan pernikahan mu?.”

Jinki terdiam………..

“ Kembalilah,,, atau selamanya aku akan membenci dirimu karena menyakiti dua orang yang sangat kusayangi.”

Jinki kembali tersenyum……..” Kembalilah, nikahi Sunny…kau tahu Ga Eun butuh sosok seorang ibu..”

Jinki kembali tersenyum kemudian dan segera memelukku..” Gomawo Yuri – ya….”.

Jinki kembali ke gereja tempat dimana dia akan mengikat janji suci dengan Sunny. Yuri hanya bisa terharu mengingat masa lalu Eonni ku yang menerima keadaan apa adanya dan ia pun mencoba memaafkan kakak iparnya itu. Kini Yuri dan Jinki sampai di depan gereja.

“ Yuri – ya apa kau tak mau masuk kedalam?.”

“anii,, kau tahu aku harus kembali kerumah sakit dan apa kau tak lihat jika pakaianku hanya piyama???….”

Jinki memeluk kembali Yuri tapi ini merupakan pelukan seorang kakak pada adiknya.

“Gomawo Yuri – ya,,,Jebal jangan panggil aku Jinki –sshi, panggil aku Jinki Oppa seperti kau memnggilku dulu.” Kini tangan Jinki memgenggam erat tangan Yuri.” Yuri hanya bisa tersenyum memandangnya. “ masuklah….” lirih Yuri.

Tak jauh dari mereka sepasang mata tengah memperhatikan kebersamaan kakak beradik yang baru saja baikan. Ia hanya tersenyum memperhatikan mereka berdua, dan ia pun berlalu meninggalkan mereka.

YURI POV

Aku melihat sekilas pernikahan Jinki dan Sunny yang sukses berjalan lancar. Ku putuskan aku tak mau kembali ke rumah sakit, sekarang aku merasa sudah lebih sehat. aku ingin pulang kerumah. Perasaan ku lega karena semua terselesaiakan dengan baik. Aku teringat sesuatu bahwa beberapa hari ini aku menelantarkan Jong Woon oppa dan kedua malaikatku. Sungguh aku merasa bersalah kepada mereka. Aku segera mengganti bajuku serta menuju dapur untuk memasak, aku ingin setidaknya menebus sedikit kesalahanku pada mereka.

Kudengar derap langkah kaki berjalan dan sedang bercanda bersama dengan anak kecil. Tebakan ku pasti benar bahwa dia adalah oppa. Aku mencoba membersihkan semua bahan makanan tapi….prangg….. . Aku memecah beberapa piring karena hanya menggunakan tangan satu sebagai tumpuanku.

“ Yuri – ya?….”

“oppa….”aku segera memeluknya,, merasakan pelukannya lagi. Beberapa hari aku terlalu mementingkan diriku sendiri.

“mianhae, oppa…”. kurasakan dia membelai rambutku lagi.

“ kenapa kau pulang dari rumah sakit?…..kajja kita kembali kesana!!….”

“ anii…oppa,, aku tak betah disana.”

“kenapa kau merahasiakan semua masalahmu padaku,, kau tahu aku hampir frustasi mencarimu dua hari lalu, kau tak pulang, ponselmu mati.” ..” aku takut kehilangan mu…..”

“ mianhae oppa…..”. kurasa air mataku turun lagi. “ oppa kau tahu darimana semua tentang itu?.”

“ Jinki – sshi yang menceritakan semuanya padaku,, setelah acara pernikahan selesai”… “ aku bangga padamu chagiya…”

Aku segera melepas pelukan dari Jong Woon. Karena aku merasa ada sesuatu yang aneh dengan perutku..

Hoekkk…..hoekkk…. hoekkk….tapi hanya cairan bening yang keluar. Benar…..karena aku hampir dua hari ini aku tidak makan sesuatu apapun.

“ Chagiya,, gwenchana ???..ayo kita kembali ke rumah sakit…??”

“ anii,, aku hanya ingin makan oppa, kau tahu aku belum makan sama sekali sejak dua hari yang lalu..”

“ baiklah chagiya,,, kau mau makan apa ?”.

“ terserah oppa saja..”. Aku melihatnya sedang memasak,, aku tak salah jika mencintai dia. Bahkan dia pun tak marah dan kecewa terhadap sikap yang ku lakukan belakangan ini. Aku memeluknya dari belakang dan mendekatkan tubuhku pada punggungnya.

“ Gomawo oppa,, saranghae…”

“ nado…chagi.” dia membalikkan badan dan mengecup keningku sekilas.

********************************

JONG WOON POV

Akhirnya Yuri kembali seperti semula. Ia tersenyum lagi setelah semua masalahnya dengan Jinki selesai. Sekarang ia sedang bercanda dengan Jae Woon dan Nam Young dimeja makan. Aku terenyum lega melihatnya. Kurasakan seseorang sedang memelukku dari belakang.

“ Gomawo oppa,, saranghae oppa..”

Aku membalikkan badan dan menatapnya. Kukecup keningnya, ia semakin erat memelukku.

“ nado…chagi.

Aku mengangkat sedikit dagunya, segera kutempelkan bibirku padanya. Hanya sekilas untuk merasakan kerinduan padanya…

“ ma…….ma……”

“ wae..chagi,, kau ingin seperti ini?.”. Aku segera mengambil Jae Woon dan Nam Young dari kereta bayinya dan mencium mereka sekilas.”. bagaimana,,appa adil kan pada kalian?”. Kulihat yuri terkekeh memandangku.

***************************

“ Chagiya,, hari kau ada rencana apa?”….

“ hari ini aku akan berencana mengajak Jae Woon dan Nam Young jalan – jalan belanja kebutuhan mereka oppa..”. Oppa sendiri ada jam praktek hari ini?..”

“ ne….mungkin bahkan sampai malam baiklah aku pergi dulu.. ada sesuatu hal yang harus kulakukan.”

Beberapa detik setelah keluar dari apartemen……………

“ wae oppa kau kembali lagi?.”

“morning kiss,, ayolah chagi kau tahu hampir tiga hari kau tak memberikan morning kiss,, ayolah chagi hanya 5 menit.”

“tapi, sebentar lagi Nam Yong dan Jae Woon akan bangun..”

“sebentar saja…”. aku segera mencium bibirnya melumat bibir merah mudanya dan menggigit bibir bawahnya, Yuri mengalungkan tangannya pada tengkukku. Hingga Yuri melepas ciumannya karena mereka berdua sudah bangun…

“ oppa kau ini…………..”. aku hanya terkekeh dan segera pergi.

**************************

YURI POV END

Cuaca hari ini begitu cerah tapi agak sedikit dingin. Aku berjalan – jalan menuju mal terdekat dari apartemenku bersama kedua malaikatku yang ku letakkan didalam kereta dorong. Hari ini aku tersenyum pada semua orang dan menyapa pada orang yang aku kenal. Aku berjalan menuju lift yang akan kunaiki hingga sampai lantai 3. Aku berjalan menuju baby shop sambil mendorong kereta bayi yang berisi dua orang bayi yang bisa dibilang menggemaskan.

“ oppa,, aku ingin anak kita selucu dan menggemaskan seperti bayi itu”.

Aku yang mendengarnya hanya sekilas tersenyum. Segera aku menuju tempat koleksi baby sweater dan hoody untuk kupilihkan bagi mereka.

“ Jae Woon apa kau suka dengan sweater coklat ini?.” . aku menoleh mendapati kedua malaikatku sudah tak ada dalam kereta bayinya.

“ Jae Woon – ah….Nam Young ah….. “ aku setengah berteriak mencari mereka. Semua tempat disekitar baby shop telah kucari bahkan aku menanyakan kepada setiap orang yang ada di toko itu…aku mencoba menghubungi oppa tapi nihil tidak ada jawaban. Aku tidak boleh menyerah mencari mereka. Oppa akan bilang apa jika aku gagal menjadi Eomma untuk Jae Woon dan Nam Young. Tba – tiba seorang laki – laki datang menghampiriku.

“ mianhae, agasshi….apa kau mencari dua bayi yang ditengah digendong orang tadi.”

“ jebal, katakan siapa yang membawa kedua anakku!!..” ia hanya menyerahkan sebuah kertas da setangkai bunga mawar. Aku membaca surat itu yang isinya bahwa sesorang itu mencintaiku.. dan  bunga mawar itu ada satu gulungan kertas yang bergambar hati

 

lebih karena mencintai adalah karunia, aku pun memustukan untuk tidak mengacuhkan seribu tanya mengapa kemudian aku memilihmu.

Aku tak peduli dengan isi dari surat itu. Peduli apa aku tentang cinta orang ini aku hanya ingin bertemu dengan anakku.”

“ kau bisa tunjukkan kearah mana orang yang menculik kedua anakku?”. Aku segera mengikuti orang tersebut. Ditengah jalan aku mendapat telpon dari sesosok orang yang tidak ku kenal.

“ Yeobseo……Jebal beri tahu dimana kedua anakku…aku mohon..?”. orang itu hanya tertawa dan menyuruhku untuk tidak menghubungi siapa – siapa. Aku hanya pasrah mengikuti kemauan orang itu asal orang itu tidak melukai kedua anakku. Orang itu kemudian bilang kalau aku harus menemukan beberapa petunjuk agar bisa bertemu anakku”.

“ agasshi…sepertinya ini petunjuk selanjutnya”.

Aku kembali menemukan sebuah surat  dan setangkai mawar, kembali yang ada gulungan kata “ YOU”  didekat halte bus. Aku kembali membaca surat itu….

Tentangmu yang tak mampu kutepikan , apa lagi kulupakan. Tentangmu yang setia kujaga dan kusimpan rapi disudut hati terdalam. Inilah kuasa pilihanku, inilah yang tertulis dihatiku. Aku mencintaimu.

Apa orang ini gila. Setidaknya ia tahu kalau mencintaiku percuma juga, dan harus pula ia ketahui bahwa aku telah memiliki anak.

Sudah sekitar hampir 5  jam aku mencari anakku bersama orang yang aku tak kenal ini.

“ ajusshi…..apa kau serius mau menbantuku mencari anakku. Kau bilang sebentar lagi…kapan sebentar lagi itu akan selesai, apa kau mau mempermainkanku?… bentakku, aku kini frustasi karena tak kunjung menemukan anakku…

“ nona,, sepertinya itu petunjuk selanjutnya”,, orang itu mengambil sebuah surat dan bunga mawar yang terdapat gulungan kertas yang terdapat dibelakang tempat sampah didepan gereja. Lagi….lagi dan lagi sekarang bertuliskan kata “ 4EVER”  orang itu menyerahkannya padaku.. aku kembali membacanya..

Satunya – satunya kesalahanku adalah mencintaimu

Kesalahan berlapis – lapis yang kusyukuri, karena bisa mencintaimu adalah sebuah keajaiban sempurna yang mengakar lekang dalam barisan hari. Hari itu ketika kita bersama mengucap janji, tunduk teduh pada keakuan hati, detik ini dan selamanya, nanti.

Absurd tapi absolut. Itulah yang kualami ketika bersamamu.

Aku menoleh kepada orang tersebut tapi orang itu tidak ada lagi dihadapanku. Apa yang harus kulakukan sekarang, bagaimana aku mencari anakku lagi. Tuhan aku tahu jika ujianmu tidak aka melebihi kekuatan dari umatmu.. aku hanya bisa menangis dan menangis. Sekarang aku hanya bisa mengadu pada Tuhan agar mempertemukn aku dengan Jae Woon dan Nam Young. Aku berjalan menuju gereja didepanku dengan tatapan kosong.

Sekilas kudengar sesorang mendentingkan sebuah piano dari dalam gereja. Aku kenal dentingan piano itu aku hafal irama – irama lagu itu. Aku segera berlari menuju sumber suara itu. Aku memasuki gereja, kulihat seorang namja yang aku kenal sosoknya menyanyikan lagu favoritku…

Maybe if i got over you

Perhaps i wouldn’t know such tears

My heart was once loving

But farewell makes it not calm anymore

The one i love won’t come back again

The one i’m madly in love with

My heart is only faithful to you

Waiting is all can do…..

I love you, and…

Throughout the night i try erase you from my mind

You’re right in front of me, yet i cannot reach you

I can’t forget you

I miss you

What i breath is like death

I am too scared

 Tangisku semakin menjadi,, ketika aku tak dapat menjaga malaikat keciku. Aku takut oppa kecewa padaku. “ op….pa,,”

“ Jae Woon…Nam Young……..” . aku melihat kaget kedua anakku sedang duduk diatas piano, dan tengah tertawa memandangku.

Jong Woon oppa menghampiriku dan menggendong kedua malaikatku. Oppa mendekatiku dan menurunkan Jae Woon dan Nam Young untuk duduk di kursi gereja.  Dia menghapus air mataku. Aku langsung memeluknya.

“ HAPPY ANNIVERSARY KE 2, kau ingat tempat ini?. Ini adalah tempat dimana kita mengikat janji suci 2 tahun lalu!!. ”……..Aku hanya bisa menangis kembali. Ternyata aku lupa bahwa hari ini adalah hari peringatan ulang tahun pernikahanku yang kedua.

“ wae chagi, kau menangis lagi?”

“oppa kau jahat,, kenapa kau mempermainkanku. Aku hampir gila jika aku benar – benar kehilangan mereka.

“ mianhae chagi, tapi kau suka kan?..” Jong Woon  kembali memelukku.

JONG WOON POV END

“ HAPPY ANNIVERSARY KE 2. kau ingat tempat ini?. Ini adalah tempat dimana kita mengikat janji suci 2 tahun lalu!!.” Kulihat dia menangis kembali….“ wae chagi, kau menangis lagi?”.

“oppa kau jahat,, kenapa kau mempermainkanku. Aku hampir gila jika aku benar – benar kehilangan mereka.

“ mianhae chagi, tapi kau suka kan?..” aku kembali memeluknya. Segera kurogoh saku celanaku menegeluarkan sebuah benda yang berbentuk kotak.” aku memberinya hadiah sebuah kalung yang bertuliskan huruf “J” dan “Y”. Segera kupakaikan pada leher jenjangnya. Kukecup keningnya dan tak lupa kembali memeluknya. Ku dengar suara Jae Woon dan Nam Young menangis segera kami berdua pun mengambil mereka.

“ Yuri – ya.. apa kau sudah membaca semua surat dari ku?…….”

“ jadi……oppa yang menulis surat itu semua…”

“ ne……kau gabungkan kata – kata dalam surat itu,,itu merupakan sebagian kecil ungkapan rasa cintaku padamu.”

“LOVE YOU FOREVER oppa…………………..gomawo oppa kau sudah mencintaiku…. saranghae….jeongmal saranghae………..”

“ nado Saranghae chagiya…………..,,, terima kasih banyak kau telah memberiku semua ini. Kau telah memberiku kebahagiaan dan dua orang malaikat yang tak ternilai harganya……..

Kukecup keningnya kembali lalu bibirnya dan merasakan hangat cinta yang diberikan olehnya lewat bibirnya. Cukup lama kami berciuman sambil menggendong Jae Woon dan Nam Young, hingga kami saling melepaskan. Aku dan Yuri kini duduk menghadap Tuhan dan berdo’a semoga aku selalu bersamanya. Kulihat kedua malaikat kami tengah tertidur dipangkuanku dan Yuri. Yuri meletakkan kepalanya pada dibahuku. Aku tersenyum melihatnya, kucium puncak kepalanya…. Tuhan, terimasih karena kau memberi kebahagiaan sebesar ini tak akan kubiarkan kebahagiaanku ini berakhir begitu saja. Selamaya aku akan menjaganya……….LOVE YOU FOREVER………

————-THE END—————

Sedikit tambahan…………………..

*     Yuri sekarang sudah bertemu orang tua kandungnya yaitu tuan dan nyonya Kwon ( baca Loving You)

*     Jinki adalah suami dari kakak (Yuri Kang Sora) sebelum ia bertemu orang tuanya.

*     mian, klo masih banyak typo #bow..ditimpuk readers..

About these ads

27 thoughts on “[FF Freelance] Forever Love With You (Oneshot)

  1. dri awal yuri slalu harus menerima cobaan…. kasihan yuri nya, konflik nya dpt, tpi aq kurang dong pas diary nya^^
    so sweet bgt surprise jongwoon utk yuri,, bgs bgttttt

  2. dari awal yuri selalu harus menerima cobaan…. kasihan yuri nya, konfliknya dpt banget, romance nya nempel trs, so sweet bgt surprise jongwoon untuk yuri, :) <3 :)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s