[FF Freelance] Ahjussi, I Love You (Part 2 – End)

Author                  :               Rezky Wulandary [YeMinsGirlfriend]

Cast                       :               Park Jung Soo / Leeteuk [Super Junior], Hwang Hee Hyo [OC].

Genre                   :               Fluffy Angst, Romance, Lolicon

Length                  :               5 Pages [Microsoft Word 2007]

Other Cast          :               Lee Sungmin [Just Name], Kim Ryeowook, Han Chae.

 

Ehem, sorry kalau part bagian ini pendek. Otak mampet, gak ada ide lagi. Kalau kepanjangan bisa – bisa malah jadi garing. Dan mungkin sepertinya part ini agak mengecewakan anda sekalian. Soalnya aku mau ngelanjutin ini fanfiction but gak ada ide gt. Jadi ya hasilnya seperti inilah. Maaf kalau mengecewakan. Dan ff ini pernah ku publish di blog sendiri, www.gueyesungminfans.wordpress.com Thanks for reading ^^

 

[Say No To ‘Plagiat’!!]

 

**

 

“Kau kenapa? Menghilang hampir dua minggu lalu seperti kembali ke permukaan dengan wajah biasa – biasa saja. Kemana saja kau selama hampir dua minggu ini?” Tanya Chae kesal sekaligus khawatir pada sahabatnya, Hyo. “Karena kau, aku menunda pernikahanku!” Lanjutnya dengan wajah cemberut.

“Aku hanya menenangkan diri. Hm,” Jawab Hyo lalu tersenyum kecil. “Maaf, hanya karena aku kau menunda pernikahanmu. Padahal kan aku tau bahwa kau sangat menginginkan memiliki anak segera, haha.” Lanjut Hyo lalu tertawa ngakak yang membuat Chae hampir melemparkan hak tinggi yang dipakainya sekarang ke wajah Hyo.

Lalu keduanya terdiam ketika Hyo melihat tatapan menyelidik dari Chae ditujukan padanya. Hyo hanya menelan ludahnya ketika tatapan itu mengintemidasinya. “Kenapa? Ada yang salah padaku?” Tanya Hyo yang merasa tidak nyaman dengan tatapan itu.

“Ada masalah? Tidak biasanya kau menghilangkan diri hampir selama dua minggu. Ini baru terjadi untuk kedua kalinya, sama seperti saat kau kehilangan Sungmin pada waktu itu.” Ucap Chae serius.

“Aku tidak papa. Tidak ada masalah, kan sudah ku bilang aku hanya ingin menenangkan diri saja. Tidak ada masalah apapun,”

“Kau kira aku yakin dengan ucapanmu?”

Hyo hanya memandang kesal pada Chae yang seperti sedang meintrogasinya. Seakan – akan dia seperti seseorang yang baru saja melakukan sebuah kesalahan besar, “Terserah kau. Aku tidak peduli.” Hyo lalu mengaduk – ngaduk minuman yang berada didepannya dengan seksama. Pikirannya menerawang jauh. Ia baru sadar bahwa ini kejadian untuk yang kedua kalinya terjadi pada dirinya, kejadian yang sama disaat ia ditinggalkan oleh Sungmin, ia terus – terusan mengurung diri dan enggan melakukan aktifitas apapun selama di London. Kedua orang tuanya cemas dan terpaksa memindahkannya ke Seoul setelah membelikan satu buah apartemen untuknya, berharap Hyo bisa mencari ketenangan selama di Seoul.

Lalu, ini mengapa terjadi lagi? Terjadi pada dirinya yang tengah mencintai seseorang yang umurnya sangat terpaut jauh dengannya. Bahkan orang itu bisa saja menjadi adik angkat kedua orang tuanya. Ia tak bisa melupakan begitu saja semua tentang Leeteuk. Ahjussi itu sudah terlampau jauh merebut hatinya. Bahkan sekarang mungkin telah merebut semua hatinya. “Apa aku salah kalau jatuh cinta lagi?” Gumam Hyo lalu menatap kearah Chae. Chae hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan merasa aneh ketika gadis didepannya ini raut wajahnya berubah seketika.

“Salah? Apanya yang salah? Semua berhak jatuh cinta. Tidak ada yang bisa melarang perasaan seseorang.” Ucap Chae lalu dengan seksama memperhatikan wajah Hyo. “Kau….Jatuh cinta dengan Ahjussi itu?” Lanjutnya yang hanya dibalas anggukan kecil dari Hyo. Senyum tipis merekah diwajah Chae. “Kurasa, diapun begitu denganmu.” Ucap Chae yang membuat Hyo menatapnya seakan ingin tahu apa maksud dari ucapannya.

“Tidak! Dia tidak mencintaiku.” Hyo menggeleng kecil, lalu tatapannya tak sengaja mengarah pada luar café tempat mereka berada sekarang. Seseorang keluar dari sebuah mobil berwarna hitam dan dengan mesranya menggandeng lengan wanita disebelahnya. Hyo menatapnya tanpa berkedip, mereka berjalan mengarah ke sebuah hotel yang terletak disebelah café. “Dia benar – benar tidak mencintaiku…” Lanjutnya, miris.

**

Hyo menatap keluar jendela. Menghirup udara dipagi hari yang sangat cerah, matahari bersinar terang, menandakan bahwa musim dingin telah berlalu. Udara hangat langsung menerpa tubuhnya yang beberapa hari ini mengigil kedinginan.

Ia melangkah gontai kearah meja disamping tempat tidurnya. Ditatapnya lekat sebuah photo berbingkai, dimana terdapat dua orang yang tengah tersenyum manis. Mereka sangat terlihat bahagia. Ia tersenyum kecil lalu tangannya mengambil photo tersebut.

“Sungmin-ah, apa kabar? Aku sangat merindukanmu. Ohya—aku teringat saat kita pertama bertemu. Kau sebagai sunbae ku di Junior High School. Aku masih ingat bagaimana kau memarahiku karena aku selalu salah saat melakukan sesuatu. Aku sama sekali tidak menyangka kalau akhirnya kita bisa bersama,” Ucap Hyo lalu terkekeh kecil.

Photo dimana Sungmin dan dirinya tengah mengabadikan moment mereka disaat autumn tiba. Mengabadikan moment mereka dibawah pohon besar ditengah bukit dengan pemandangan yang mengarah ke bawah bukit. Pemandangan yang sangat indah.

Ia kembali menatap photo itu sembari menghela napas berat, sebuah senyuman tersungging dibibirnya. “Kau tau? Aku sekarang telah kembali merasakan cinta. Maafkan aku, bukan aku bermaksud untuk membuatmu merasakan diduakan. Kau akan selalu ada didalam hatiku. Tidak akan pernah berubah.” Ucapnya, tenang. “Aku sekarang mencintai seorang Ahjussi. Umurnya sangat terpaut jauh denganku. Bayangkan, 15 tahun. Tapi, wajahnya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dia telah berkepala tiga. Dia masih sangat tampan dan wajahnya juga masih imut. Sayangnya, dia sama sekali tidak menyadari keberadaanku. Dia sangat suka berkencan dengan semua wanita silih berganti dan yang membuatku sangat yakin dia tidak mungkin mencintaiku adalah semua wanita yang ia bawa itu semuanya sangat cantik dan modis. Ehm, walaupun aku tau, kau selalu bilang bahwa aku ini sangat cantik dan juga imut.” Lanjutnya, larut dalam bercerita dengan sebuah photo.

“Dia orangnya sangat ramah dan baik. Sewaktu aku disuruh untuk mengurusi dia, ku kira awalnya dia itu ahjussi yang sangat merepotkan dan juga cerewet. Namun, semua perkiraanku itu salah. Dia sering membantuku mengerjakan sesuatu, membantuku membersihkan apartemennya yang lumayan sangat besar. Ehm,”

“Dan dari situlah aku merasakan benih – benih cinta tumbuh dihatiku.” Gumam Hyo kecil. Ia kembali meletakkan photo tersebut ke tempatnya. “Sungmin-ah, tidak papa kan aku jatuh cinta lagi? Aku berjanji tidak akan pernah melupakanmu. Aku berjanji akan selalu menempatkanmu nomor satu dihatiku. Karena kau telah mencintaiku dengan tulus dan mencintaiku sampai takdir memisahkan kita berdua.” Ia melirik sekilas pada photo yang baru saja diletakkannya lalu tersenyum kembali.

Ia melangkahkan kakiknya mengambil handuk yang tergantung dibelakang pintu kamarnya. Ia merencanakan untuk masuk kuliah kembali karena sudah hampir 1 bulan ia mengambil cuti kuliah. Saatnya memulai hal yang baru. Semoga dengan kembalinya ia ke kuliah, ia bisa meredam semua sakit hatinya walaupun untuk sementara.

**

“Hwang Hee Hyo!” Pekik seseorang yang membuat Hyo berbalik. Ia mendapati Han Chae menatapnya dengan tatapan kaget sekaligus senang melihatnya telah kembali melakukan aktifitasnya seperti semula. “Aku kangen melihatmu di sini. Walaupun, kemarin sudah bertemu denganmu! Hehe.” Lanjutnya lalu menggandeng lengan Hyo.

“Nde—kurasa dengan seperti ini, semua jadi lebih baik.” Gumam Hyo pelan. Chae mengangguk senang lalu dengan riangnya menggeret Hyo pergi ke taman belakang. Hyo hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan aneh ketika melihat Chae tidak biasanya membawa ke taman belakang yang sepi seperti ini. “Kenapa kau membawaku kesini? Tidak biasanya.” Ucap Hyo yang membuat Chae tersenyum.

“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu,” Ucap Chae tenang. Matanya menari – nari mencari sosok seseorang yang dikatakannya ingin bertemu dengan Hyo. “Nah, itu dia!” Tunjuk Chae pada seseorang yang tengah berjalan mengarah pada mereka.

Hyo menajamkan penglihatannya dan menemukan sosok yang tidak ingin ditemuinya tengah berjalan mendekati mereka. “Lepaskan tanganku! Aku ada urusan!” Teriak Hyo keras sambil mencoba melepaskan cengkraman tangan Hyo dilengan kirinya.

“Ya! Hyo-ah, biarkan dia menemuimu.” Ucap Chae memelas.

Hyo menggeleng tegas, ia terus mencoba melepaskan tangannya dan berhasil. “Aku tidak ada urusan dengannya! Jadi aku tak perlu untuk menemuinya, dan kau..” Tunjuk Hyo tepat diwajah Chae. “Telah merusak moodku hari ini!” Bentak Hyo lalu segera pergi dari sana sebelum Leeteuk berhasil menyusulnya.

“Maaf, sepertinya dia memang enggan bertemu denganmu.” Ucap Chae dengan nada menyesal. Leeteuk lalu duduk disampingnya dan mengelus bahu gadis itu pelan.

“Tidak papa. Dia sepertinya marah padaku.” Leeteuk lalu tertawa kecil dan segera beranjak dari sana. “Lebih baik aku pulang dulu. Terima kasih atas bantuanmu, dan maaf telah membuat Hyo marah padamu.” Lanjutnya dan membuat Chae mendongak kearahnya.

“Oppa, apa kau tak menemuinya dulu? Mengejarnya?” Tawar Chae. Oppa? Ya, Han Chae adalah adik kandung dari Park Jung Soo. Park Han Chae adalah adik kandung dari Park Jung Soo. Tidak banyak yang mengetahui tentang hal ini. Karena, keduanya memang sengaja untuk merahasiakan semuanya.

“Tidak. Aku ada urusan sebentar,” Tolak Leeteuk. Chae hanya mengangguk dan membiarkan Leeteuk beranjak untuk meninggalkannya.

**

Hyo melangkah gontai kearah apartemennya sendiri. Ditatapnya lekat pintu apartemen yang terbuat dari kayu cendana dan memiliki aroma khas tersendiri, aroma yang sangat menyengat indera penciumannya.

“Mengapa kau selalu menghindar dariku?”

Hyo terdiam ditempat ketika mendengar suara yang tidak asing lagi berada ditelinganya. Ia membeku seketika, tidak bisa menggerakkan seluruh badannya. Bibirnya gemetar, “Heh?” Hyo mencibir. “Menghindar? Siapa yang menghindarimu? Waktuku hanya terbuang sia – sia melakukan hal bodoh seperti itu.” Lanjutnya mencoba menstabilkan nada suaranya yang terdengar gemetaran. Ia masih menatap pintu yang hanya bergaris corak – corak didepannya. Tak berani menghadapkan tubuhnya pada orang yang tengah berbicara dengannya.

Hyo mengarahkan tangannya pada gagang pintu apartemennya. Namun lagi – lagi tangannya harus ditahan oleh Leeteuk –orang tadi– dengan cengkraman yang cukup kuat, mau tidak mau harus membuatnya berbalik pada sosok yang tengah menatapnya tajam. Menatapnya mencari sebuah jawaban. “Aku hanya meminta kau jujur padaku! Semua yang kau lakukan selama ini hanya membuatku tersiksa! Aku seakan – akan tidak bisa hidup tanpamu. Aku hampir gila karena mendapati apartemenku sunyi, tidak seperti disaat kau ada disana. Bayang – bayangmu selalu menghantuiku. Kau penyebab semuanya!” Bentak Leeteuk keras yang membuat Hyo terdiam seketika. Matanya mencari suatu kebohongan didalam bola mata hitam milik lelaki didepannya ini, namun sia – sia. Tak ada suatu kebohongan terpancar dari pemilik mata teduh itu. Semua yang dikatakannyanya seakan – akan sebuah hal yang jujur. “Apa yang kau lakukan padaku hingga aku bisa seperti ini? Selama ini tak pernah ada gadis yang bisa membuatku seperti ini. Namun kenapa gadis yang masih kecil sepertimu bisa membuatku seperti ini, hah? KENAPA?! APA YANG KAU LAKUKAN PADAKU?!!”

“Tanyakan pada dirimu sendiri mengapa kau bisa seperti itu.” Ucap Hyo terkesan dingin. Wajahnya tanpa ekspresi yang membuat Leeteuk mengacak – ngacak rambutnya, frustasi. “Kau tau? Bukan kau saja yang merasakan hal seperti itu. Aku juga merasakan hal yang sama. Namun, itu dulu. Aku tidak bisa lagi mencintaimu, melihatmu bersama wanita yang kau kencani silih berganti membuat semua cintaku terhadapmu luntur begitu saja.”

Leeteuk terduduk lemas didepan pintu apartemen Hyo. Matanya memerah, menandakan bahwa ia sedang menahan tangisnya sendiri. Ia mengacak – ngacak rambutnya hingga wajah tampannya juga ikut terlihat lusuh seperti keadaannya sekarang. “Apa aku mencintaimu?” Gumamnya, pelan namun masih bisa terdengar oleh Hyo yang masih berdiri tegap menatapnya. “Aku hampir gila karena terus – terusan memikirkanmu. Aku tidak bisa menghapus semua bayang – bayangmu didalam otakku. Hal yang dapat membuatku melupakanmu selama sejenak hanya dengan mengencani wanita yang hanya kujadikan sebagai mainan kecilku.” Ucap Leeteuk dengan suaranya yang mulai serak. “Selama dua belas tahun terakhir, baru kali ini aku merasakan jatuh cinta lagi dan itu Kau! Hanya kau yang bisa meluluhkan hatiku yang selama ini membeku.” Lanjutnya. Terdengar isakan kecil dari Leeteuk yang tengah menutup kepalanya dengan kedua tangannya.

Hyo hanya terdiam membatu mendengarkan semua penuturan Leeteuk. Perih, hatinya sangat perih ketika mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut lelaki yang terduduk lemas didepannya. Tak sadar, sesuatu yang hangat mengalir diwajahnya yang mulus. Dengan cepat ia menghapus air matanya yang keluar tanpa diminta olehnya. “Ku kira aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi. Ku kira pintu hatiku sudah tertutup rapat dan tak akan pernah lagi merasakan hal yang disebut dengan ‘Jatuh Cinta’. Sejak kejadian dimana kekasihku dulu meninggalkanku bersama pria lain, kejadian itu merubah drastis hidupku. Karena kejadian itu aku sangat suka sekali mempermainkan wanita, mengencani mereka silih berganti. Namun, sejak kedatangan kau, aku merasakan sesuatu yang tak pernah ku rasakan lagi sejak kejadian itu. Kau…kau telah bisa merubah hidupku kembali. Merasakan kembali suatu hal yang disebut dengan cinta –menurut kebanyakan orang.”

“Aku bukan orang yang pandai berbohong..” Hyo membuka suaranya yang sedari tadi hanya diam mendengarkan semua cerita tentang Leeteuk. “Aku bukan orang yang pandai menyembunyikan perasaan. Aku bukan orang yang mudah menghapus perasaanku terhadap seseorang. Aku bukan orang yang bisa menghapus perasaan secara sekejab, perlu waktu yang lama untuk menghapus perasaan cinta dihatiku.” Lanjutnya tenang. Sebuah senyuman tipis mengembang diwajahnya yang cantik. Ia menjongkokkan badannya, menyamai tinggi Leeteuk yang tengah terduduk lemas didepannya. Ia mengelus tangan kekar Leeteuk yang membuat lelaki itu mendongak kearahnya, “Aku masih menyimpan perasaanku terhadapmu, Ahjussi. Aku masih mencintaimu. Kau telah merebut semua hatiku. Membuat hidupku tak sedetikpun melupakanmu.” Lanjutnya yang membuat Leeteuk menatapnya tidak percaya. Ada perasaan senang dan gembira dari pancaran matanya. “Ahjussi, I Love You.”

**

“Ehem,” Dehem seseorang ketika mendapati Leeteuk dan Hyo tengah asyik bercanda didalam apartemen Leeteuk. Membuat mereka berdua segera mendongak kearah pintu dan mendapati Chae dan Kim Ryeowook –kekasih Chae– berdiri didepan pintu, keduanya mengulas senyum simpul. “Terlihat sangat mesra ya, coba lihat sebelum – sebelumnya. Mereka ini seperti anjing dan kucing, kalau bertemu selalu berantem.” Sindir Chae, matanya mengerling jail kearah Leeteuk dan Hyo yang membuat Leeteuk tersipu malu, sedangkan Hyo sama sekali tak menghiraukan ucapannya.

“Kalian? Kenapa kalian bisa berada disini?” Tanya Hyo yang sedikit kaget dengan kedatangan mereka berdua. Mereka –Leeteuk dan Chae– tersenyum misterius dan membuat Hyo menatap secara bergantian kepada mereka berdua.

“Yak! Hwang Hee Hyo! Apa kau tak sadar ada sesuatu yang telah disembunyikan?” Teriak Ryeowook jahil dan membuat Hyo menatap mereka dengan wajah polos.

“Sesuatu yang disembunyikan?” Tanyanya bingung.

“Bodoh!” Sindir Ryeowook yang membuat Hyo membulatkan matanya, melotot kearahnya. “Apa kau tak sadar kalau mereka berdua memiliki marga yang sama?” Lanjut Ryeowook yang membuat Hyo berpikir sejenak. Leeteuk dan Chae hanya mengulum tawa mereka melihat ekspresi polos yang dipancarkan dari wajah Hyo.

“Park Jung Soo? Park Han Chae? Hmm,” Gumamnya pelan. Satu detik. Dua detik. Tiga detik… “YA! APA KALIAN BERDUA BERSAUDARA HAH? JADI SELAMA INI AKU DIBOHONGI? YAAAAAA!!!!!! HAN CHAEEE!! AHJUSSHII GILAAAAAAAAAAAA! KALIAN BERDUA BERSEKONGKOL HAH? JADI WAKTU ITU CHAE SENGAJA MENYURUHKU UNTUK BEKERJA DIRUMAH AHJUSSHI GILA INI? KALIAN BERDUAA, KU CEKEK KALIAN!!” Teriak Hyo garang dan membuat kedua orang itu lari kesana kemari. Hyo sudah memegang bantal yang cukup besar dikedua tangannya siap melemparkan kearah Chae dan Leeteuk.

“JANGAN PANGGIL AKU AHJUSSHI! AKU INI MASIH SANGAT  TAMPAN!” Teriak Leeteuk dan mendapat pelototan tajam dari Hyo. Ryeowook hanya tertawa ngakak didepan pintu melihat Chae dan Leeteuk sudah kalang kabut.

“TIDAK ADA HUBUNGANNYA, BODOH!”

“Aku sengaja menyuruhmu karena ingin melihat Ahjusshi tua ini berubah sifatnya. Dan tidak lagi mempermainkan wanita! DAN TERNYATA BERHASIL. BAHKAN AHJUSSHI GILA INI TAK BISA HIDUP TANPAMU! HAHAAHA.”

“DIAM KAU! KALIAN BERDUA! AWAS KALIAAAAAN!”

**

–        The End    –

About these ads

19 thoughts on “[FF Freelance] Ahjussi, I Love You (Part 2 – End)

  1. Aku dh baca part 1-2, ceritanya kocak abiss.
    Ga nyangka, usia Leeteuk disini 35 thn. Tua n msh tampan ya n dsukai seorg yoeja 20 thn…
    Lg ngebayangin secara nyata, keren juga hehehe. Aku suka ceritanya.

  2. kekeke lucu thour.tpi kok leeteuk disni umurnya jdi 35 –.overall ceritany bagus dan mood authour yg katany jelek sma skali g keliatan

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s