Pain In My Life {Part 7}

Main Cast :

– Lee Jinki

– Lee Taemin

– Lee Tae Ri

– Kim ‘Key’ bum

– Cho Kyuhyun

 

Namaste 🙂 , saya kembali lagi dengan FF Gaje ini. Maaf yah udah nunggu lama… Selamat Membaca . Aku tunggu komentar kalian

 

Tae Ri POV

 

”Aaah, aku tdak tau apa yg harus aku kenakan, semuanya terlihat jelek”. Aku tau siapa yg dapat membantuku. Aku mengambil selfonku kemudian memijit nomor hp yg sudah kuhapal luar kepala.

 

”Yoboseo?” sahut seorang yeoja dri balik selfonku.

”Ah, Hye Ri. Bisa kau kerumahku. Sekarang…. sudahlah tdak ada waktu lgi cepat” aku mematikan selfonku sebelum mendengar jawaban Hye Ri . Kalau tdak begitu, dia pasti akan mengoceh lgi di telepon.

 

15 menit kemudian

 

TING TOONG

Ah, seseorang memencet bel rumah, pasti Hye Ri. Aku segera berlari menuruni tangga. Kemudian menghampirinya.

 

”Kau ini bagaimana bisa kau menyuruh seseorang datang kerumahmu dengan cepat” omelnya

”sudahlah aku butuh bantuanmu sekarang, maukah kau membantu sahabatmu ini?” tanyaku memohon

”baiklah apa yg bisa kubantu?” tanyanya

”bantu aku memilih baju”

”eh tdak biasanya kau sperti ini, apa kau ada kencan hah?”  aku hanya mengangguk sambil tersenyum

”Siapa orang yg meluluhkan hatimu itu?”

”ah, sudahlah kita bicara di kamar saja”

 

—————————————-

 

Baiklah , aku sudah siap, hri ini aku pergi menggunakan dress berwarna biru langit, pita jeans biru dan sneakers jeans biru. Kalian pasti bertanya kenapa biru? Itu karena aku suka biru. Kami akan bertemu di bioskop jam 2. Ini jam 1 sebaiknya aku segera berangkat. Perlahan Aku menuruni tangga

 

”Tae Ri kau mau kemana?” suara Jinki oppa berhasil membuat jantungku melompat keluar.

”Eh… Sbenarnya aku… Baiklah aku tdak bisa berbohong padamu oppa, aku ada janji dengan kyuhyun hari ini di bioskop. Tolong jangan bilang hal ini pda taemin oppa”

”kenapa?”

”sudahlah pokonya rahasiakan saja” aku tdak bisa memberitahukan hal ini pda taemin oppa, setelah melihat pembicaraan yg serius antara taemin oppa dan kyuhyun spertinya taemin oppa benar2 tdak meyukai kyuhyun.

 

——————————–

 

Hah,ha,hah… Aku berlari kerah gedung bioskop. Aku melihat seorang namja sedang melihat kearahku sambil melambaikan tangannya.

 

”hah,.hah Maahaf akhhu terlhambhat” kataku berusaha menyesuaikan nafasku.

”Tenang kau hanya terlambat 3 menit kok”

”Apa filmnya sudah dimulai?”

”Belum, spertinya 15 menit lagi bru mulai.”

”Syukurlah”

”hey spertinya kita berjodoh ya??”

”MWO?”

”Warna baju kita sama, pdahal kita tdak janjian hehehe”

”Ahhehehe…” benar juga dia menggunakan Kemaja kotak2 biru, rambut hitamnya mengkilat sekali.

 

—————

 

Taemin POV

 

”Hyung~ kau lihat tae Ri?” aku menghampiri Jinki-hyung yg sedang membaca diruang baca.

”Mungkin dengan minho”

”Tidak minho pergo berkencan dengan Hye Ri”

”Mereka kekasih?”

”Ne…”

”Sejak kapan”

”Emmh .. Ahh tidak penting. Sekarang apa kau melihat dimana tae Ri?”

”Ya aku melihatnya”

”Dimana?”

”Dia bilang aku harus merahasiakannya drimu”

”Wae??”

”Molla…”

”Katakan hyung dimana dia ini penting”

”Kalau ku katakan maukah kau membelikanku Satu box besar Ayam goreng?” Jinki oppa melepas kacamatanya dan menatap kearahku.

”Ya sudah kalau kau tidak mau, aku tdak akan memberikan lokasi Tae Ri”

”Tapi hyung~~ ini penting dia dik kita Hyuung~~”

”Yaa dan aku sudah berjanji pdanya”

”Ah baiklah Hyuung~~ akan kubelikan kau Ayam Gorengmu itum sekarang cpat beritau diamana Taeri?”

”Dia pergi dgan Kyuhyun ke Bioskop”

 

Mendengar nama itu disebut, Hatiku langsung was-was. Ternyata kata2 nya benar. Awas kau kyuhyun kalau sampai kenapa2 dengannya kau yg akan kusalahkan.

 

Aku mengambil motorku, dan menancap gas. Entah kemana aku harus mencari mereka skrang. Aku mengemudikan motorku sambil aesekali menengok kearah trotoar jalan.

 

Ketemu! Mereka duduk dekat jendela di sebuah cafe Ice cream di dekat bioskop. Aku memarkir Motorku. Kemudian berjalan Masuk kedalam Cafe menghampiri sepasang manusia yg sedang asik mengobrol sambil menikmati es krim mereka.

 

”Tae Ri ayo pulang”

 

Tae Ri POV

 

”Tae Ri Ayo pulang” aku terkejut mendengar suara itu, aku menengadahkan kepalaku dan melihat seseorang yg sangat familiar .

 

”Oppa… Kenapa kau bisa disini?” pasti Jinki-oppa yg memberitahunya. Kenapa sih dia tdak bisa menjaga rahasia.

”Ayo pulang Tae Ri”

”Tpi oppa… ”

” aww oppa sakit ” jeritku , saat oppa menarik paksa lenganku .

”Oppa setidaknya biarkan aku mengucap salam perpisahan pada Kyuhyun” kataku menahan air mataku. Melihatku sperti itu perlahan ia melepaskan genggaman tanganya driku.

 

”Mianhae, jeongmal Mianhae Kyuhyun”

”Cheonmaneyoo.. Aku mengerti pergilah, selesaikan masalahmu. Hubungi aku lgi nanti”

”Kuharap tidak..” kata taemin oppa

”Kami permisi pulang” sekarang giliranku yg menarik lengan oppa.

 

————————-

Aku berlari masuk kedalam rumah.

 

”Kau sudah pulang Tae Ri” sambut jinki oppa. ”Aku membencimu oppa”

”Terserah kau saja…” apa? Oppa berkata sperti itu. Rasa sakit dihatiku semakin perih kurasa. Air mataku jatuh , aku berlari ke kamar tpi taemin oppa menahan langkahku.

 

”Wae oppa? WAEE??” teriakku

”Sopanlah pda oppamu” kata Jinki oppa, kenapa ini mereka saling membela?

”Jauhi dia Tae Ri?” kata Taemin oppa lirih.

”Wae? Kenapa aku harus menjauhinya? Apa kau punya alasannya?”

”Aku…aku tidak bisa menceritakannya padamu”

”Kalau kau tidak bisa menjelaskannya, aku tdak akan menjauhinya” kataku kemudian melepaskan tangan oppa.

 

”DIA MEMBUNUH CINTA PERTAMAKU” teriak taemin oppa. Aku menghentikan langkahku kemudian berbalik menuju taemin-oppa yg sedang menangis di salah satu anak tangga.

 

Sekarang aku merasa bersalah krena kelakuanku.

”Mianhae oppa, jeongmal mianhae oppa”

”Gwenchana Tae Ri ”

”Sebenarnya aku tidak mengerti apa yg terjadi disini, tpi aku mengerti bagaimana perasaan taemin sekarang ini”

”Hyung~~”

”Ceritakan padaku oppa jebal”

”Kau ingat Hwang Jae In?”

”Anak angkat Nyonya Kim, adik tiri Kibum oppa. Apa dia? Cinta pertamamu?” Taemin oppa hanya mengangguk pelan kemudian mengalihkan pandangannya kearah pemandangan diluar jendela.

 

”3 Tahun yg lalu…..

 

FLASH BACK

 

”Lagi-lagi kau terlambat Kyuuhyuuunn” kata Taemin dan  kiibum bersamaan

”Miaanhae Hyuuung~~”

”TOLLOOOOONNGG!!”

”suara siapa itu?” tanya taemin

”Jae In…..”

kemudian mereka bertiga berlari kearah halaman rumah kibum. Mereka melihat seorang Yeoja berada diatas pohon.

 

”Jae In apa yg kau lakukan disitu?” Tanya Kibum

”Aku mau menyelamatkan Kucing , tpi kakiku tersangkut di ranting pohon ini”

”Hey, Hyung apa yg kau lakukan?” Tanya Kyuhyun

”Sudah pasti menolongnya”

 

Taemin sampai di dahan tempat yeoja itu berdiri. Tapi sial, dahan tempat yeoja itu berdiri hampir patah. Kemudian

 

KRAAKK !!

”Jae In jangan lepaskan peganganmu”

”Aku takut oppaa~~”

”Melompatlah…”

”Mwo?! Kau ingin aku mati?!”

”Andwee… Kyuhyun dan Kibum hyung akan menangkapmu”

”Shiroo! Bagaimana kalau mereka tidak menangkapku?”

”Percayalah… Bantuan pasti akan datang”

”Aku percaya”

 

Kemudian Jae In melompat dan kyuhyun menangkap tubuhnya dan memeluknya.

 

1 tahun berlalu sejak kejadian itu, kami jadi 4 sekawan yg tak terpisahkan . Sampai saat itu

 

”Kyuhyun aku menyukaimu.” ucap Jae In

”Mwo?!”

”Sejak kejadian 1 tahun lalu, aku mulai menyukaimu”

”Mian, Jae In. Kau tidak cinta padaku, kau hanya ingin balas budi ”

”Andwee aku tau aku cinta padamu, aku benar2 mencintaimu”

”Mianhae jae In aku tidak bisa menerima cintamu. Aku menyukai orang lain” .

 

Kemudian kyuhyun berlalu, meninggalkan Jae In yg sedang menangis tersedu sedu.

Melihat Hal itu taemin sangat marah Pada kyuhyun. Kemudian ia menghampiri Kyuhyun yg sedang tertawa dengan teman2nya.

Taemin melangkah kearah kyuhyum dan melayangkan satu pukulan ke arah rahangnya.

 

”Kenapa?! Kenapa kau membuat dia menangis?”

”Aku tidak mencintainya Hyung” wajah dingin Kyuhyun terlihat sperti Seorang playboy yg mencampakkan seorang yeoja dimata taemin.

 

Sejak saat itu Hubungan mereka mulai merenggang. Apalagi saat kematian Jae In. Mereka benar2 tidak memiliki hubungan lagi kecuali Kibum dan Taemin

 

FLASH BACK END

 

”Aku sempat Menangkap tangannya sperti aku menangkap tangannya saat terjatuh dri balkon apartemennya” kata Taemin Oppa lirih.

”Kau benar Taemin” Kibum oppa muncul dri arah pintu depan.

”Kenangan itu benar2 kenangan yg paling indah…” lanjutnya lagi

”Bagaimana aku tdak tau hal ini?” tanyaku

”Ya aku juga” tanya Jinki-oppa

” Kalian berdua sedang di Amerika saat itu Jinki-hyung menemani Tae Ri yg sedang dirawat karena Kecelakaan hebat yg menimpamu 2 tahun lalu”

” ya, walau kau bercerita sperti itu. Aku tidak membenci kyuhyun sama sekali. Kupikir dia memang tidak mencintai Jae In”

”Kumohon Tae Ri Jauhi dia” kata Taemin oppa

”Shiroo”

”TAERII..” taemin oppa berteriak padaku

”Kau tau TaeRi …” kibum oppa mulai berbicara

”Tau apa?”

”Kyuhyun membohongimu”

”Tentang cerita itu? Kupikir dia tdak ingin menceritakannya padaku”

”Bukan…”

”Lalu tentang apa?”

”Tentang Statusnya……..

 

~TBC~

 

JYaaaaah maaf ya klo GJ please Don’t Forget to comment 🙂

 

I Love My Manager {Part 5}

Main Cast :

  • All Member SHINee
  • Go Ha Ni aka manager SHINee
  • Park Yoochun
Hello To SHINee

I Love My Manager Part 5 Cover

Hai-hai author GJ ini kembali lagi …. 🙂 nah selamat membaca aja deh , And ditunggu komentarnya ….

Ha Ni POV

‘Mwo?!’

”Eh, taemin lepaskan pelukanmu. Aku tidak mengerti maksudmu…” kataku sambil berusaha melepaskan pelukan taemin, tpi itu hnya membuatnya semakin erat.

”Ha Ni maukah kau menjadi yeojachingu ku?” ”Mwo?!” Disaat itu juga Onew oppa pergi ke kamar dengan sdikit menghentakan kakinya.

Taemin POV

Aku melihat onew hyung pergi dengan mengepalkan kedua tangannya.

‘Sudah, kuduga. Kenapa dia tdak nyatakan perasaannya sja?’

”Taemin jangan bercanda”

”Aku tidak bercanda Hyung~ aku menyukai Ha Ni” kataku pda hyungku. Mereka tdak boleh tau rencana ku yg sebenarnya. Ini semua karena hal itu

FLASH BACK

Aku sedang berjalan menusuri Jalanan di seoul. Tiba2 mataku tertuju pda seorang yg aku kenal.

‘Onew Hyung daan… Hah? Ha Ni sedang apa mereka berduaan , berpegangan Tangan?? Apa mereka kencan? Ini bagus aku akan segera mendapatkan adik baru ‘

FLASH BACK END

”Aku mau istirahat Dulu” kata Ha Ni, spertinya ia Marah padaku. Aku akan mengikutinya. Aku masuk ke kamarnya.

”Taemin, pergilah aku lelah” katanya kukira ia menangis

”Mianhae Noona, sbenarnya aku melakukan itu.. Karena aku ingin membuat Hyung~ menyatakan cintanya padamu”

”Mwo?! Apa yg kau bicarakan Taemin?”

”Kau tdak menyadari? Onew Hyung menyukai mu”

”Drimana kau tau?”

”Aku melihatmu pergi kencan dengan Hyung”

Ha Ni POV

”Aku melihatmu pergi kencan dengan hyung” Jlegerr sperti petir menyambar kepalaku, Taemin tau aku kencan dengan onew oppa. Apa member yg lain tau?

Key POV

Taemin masuk kedalam kamar Ha Ni, kami (Minho dan Jjong) penasaran dan mengikuti mereka. Kami bersembunyi dibelakang Tembok, krena Kamar HaNi tdak memiliki Pintu.

”Kau tidak menyadari? Onew Hyung menyukaimu?” terdengar suara Taemin. Jdi Onew Hyung menyukai Ha Ni?. Kami yg mendengar hal itu hanya saling bertatapan.

”Aku melihatmu pergi kencan dengan hyung” suara taemin terdengar lagi, Jadi kemarin mereka berkencan? Aku menatap jjong dia tersenyum tidak dia tersenyum jahil. Sepertinya dia memiliki rencana lain.

Taemin POV

”jADI hani apa kau menyukai Onew Hyung?”

”Aku tdak tau taemin, aku tdak mengerti”

”Kau menyukainya”

”Mwo?!”

”Aku dpat melihat dri raut wajahmu saat kau menatapnya”

”Kukira iya aku menyukainya”

Benar, sudah kuduga. Hehehehe.

”Kau menyukaiku” ah? Suara itu Onew hyung! Aku segera membalikkan badanku benar saja disitu ada onew hyung dan member lain.

”Hyung~ ”

”Taemin ayo kita keluar, aku sudah masakkan sesuatu untukmu”

Onew POV

”Kukira aku menyukainya?” apa dia menyukaiku? Dia menyukaiku?

”Kau menyukaiku?” kata2 itu keluar dri mulutku, ia hanya menatap ku terkejut. Sekarang tidak ada siapa2 di ruangan ini hanya Ada aku dan dia

Author POV

”Sejak kapan kau disana” Tanya Ha Ni Gugup. ”Sejak kau mengatakan kau menyukaiku” jawab onew sambil menggaruk2 kepalanya yg tdak gatal.

”Itu…itu… Belum selsai ha ni bicara onew memeluknya dengan erat.

”Saranghaeyo Ha Ni” tpi hani hanya diam tak tau harus berkata apa,

Onew melepaskan pelukannya dan memandang Ha Ni aneh.

”Ha Ni? Gwenchana?”

”Ah ne Gwenchana”

”Jadi?..”

”Apa yg harus aku katakan?”

”Mwo?! Kau tdak tau?” Ha ni hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tdak mengerti.

”Apa kau menyukaiku?” Hani menganggukan kepalanya, kemudian ia menunduk.

”Kalau begitu kau harus bilang Na do saranghae Oppa”

Ha Ni POV

”Kalau begitu kau Harus bilang Na Do saranghae Oppa” kemudian dia memelukku, aku merasakan dekapannya yg hangat.

”Nado Saranghae oppa” Kataku lirih. Ya spertinya aku mencintainya tidak Aku benar2 mencintainya.

”CHUKKAAAEE” eh?! Ternyata semua member ada disni? Hatiku senang sekali, aku tdak peduli lagi apakah aku melanggar peraturanku atau apapun. Tpi aku sadar ternyata kebahagiaan kulah yang terpenting dlam hidupku.

—————————

Hri ini kami ada konser,  Seperti biasa. Tpi aku tdak dapat ikut denganmereka karena aku harus mengadakan perjanjian dengan sebuah Majalah.  Jadi aku hanya dapat melakukan tugas mengawasi mereka dri hp saja.

“Kau yakin kau tidak mau ikut?”  Tanya Onew,  yg berstatus namjachinguku mulai tdi malam.

“Iya aku yakin, kalian bisa sendiri kan?” Onew hanya cemberut  melihatku berkata sperti itu.

“Kau harus ikut “ Kata Key

“Siapa yg akan menyemangati kami kalau kau tidak pergi?” Tanya Taemin

“Kau itu sperti bumbu penambah energy, apalagi untuk onew hyung” kata Jjong menggoda onew oppa.

“Baiklaaah aku akan ikut, tpi aku hanya mengantar kalian saja. Setelahnya aku harus pergi ke kantor majalah , Stasiun TV, kemudian  Kantor berita”

“Yeeeesss” Teriak taemin seraya memeukku, tpi onew oppa melepaskan pelukannya. Kukira dia cemburu.

—————————

“Baiklah hati2 ok? Kalau kau butuh bantuan telepon aku” kata onew oppa

“Tentu pasti aku bisa” kataku smabil melihatkan senyumku yg paling manis.

“Jadi kau tidak turun?” tany key lagi

“Key jangan membujukku , lagipula kalian akan ditemani oleh manager  Kim Hari ini. Dia akan menggantikan tugas ku”

“Arassou ……” kata Key sambil menghela napas.

Aku menyetir mobilku berputar menuju dorm untuk mengambil barangku spertinya hari ini aku akan pulang malam. Aku akan menonton konser mereka dri tv saja, toh, hari ini ada manager Kim jadi aku tdak perlu khawatir dengan mereka. Konferensi pers diundur menjadi besok. Makanya aku masih ada waktu untuk membuat janji dengan klien.

Onew POV

Ini membosankan, hari tanpa dirinya benar2 terasa membosankan. Aku ingin segera mengakhiri ini, kemudian pulang dan menemuinya.

————————————————————-

Konser sudah Berakhir 9 jam yg lalu, kami sekarang sudah berada di dorm. Tpi dia belum juga pulang ke Dorm. Kulihat kamarnya sudah terpasang pintu baru, spertinya ia menyuruh seseorang memperbaikinya saat kami konser tdi. Hah baru 14 jam tdak bertemu saja aku sudah merindukannya …..

Ha Ni POV

Ini sudah pukul 8 malam , aku tinggal menemui satu klien lagi kemudian pulang ke Dorm. Aku sdah tidak sabar mendengar cerita mereka tentang konser tdi siang. Aku memasuki sebuah Café kulihat seseorang sedang duduk, itu pasti dia.

“Annyeonghaseyo” kataku menyapanya

“Ahh, Ha Ni apa kabarmu “ tanyanya seraya memelukku.

“Baik, bagaimana denganmu  Park Yoochun? Tanyaku padanya, Ya park yoochun adalah sahabatku saat di Korea Juga Di Amerika. Dia sering satu sekolah bahkan satu kelas denganku saat di Amerika dulu. Kami sama2 mengambil jurusan managemen .

“Lihat dirimu, 3 tahun kita tidak bertemu kau makin cantik saja”

“Hahahaha, kau bisa saja. Kau juga.  sekarang kau sudah menjadi manager muda yg hebat di perusahaan ayahmu”

“Ya aku memang bekerja keras untuk jabatan ini”

Akhirnya aku dan Yoochun berbincang-bincang melepaskan rindu. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam .

“Hah sudah jam 11 malam, aku harus segera pulang, sampai jumpa lagi yoochun senang bertemu dgan mu”kataku sambil berjalan, tapi ia menahan lenganku.

“biar aku anatarkan kau pulang”

“aku bawa mobil.”

“kalau begitu biar aku mengantarkanmu sampai mobilmu”

“Ah, baiklah aku tdak dapat menolak”

Kami berjalan, kearah parkiran mobil. Aku berlari kearah mobilku.

“wae?”  tanyanya

“Sepertinya ban mobilku kempes’ kataku samba memperhatikan ban mobiku

“Hah, spertinya ini memang keberuntunganku  untuk  mengantarmu  pulang hahahaha” tawanya.

“hah, ya spertinya ini meman hri keberuntunganmu”

Pada akhirnya, Aku diantar oleh yoochun pelang ke dorm SHINee . sampai juga..

“Disini kau tinggal?’’

“Iya…” aku hanya tersenyum, aku membuka pintu mobil tpi kemudian Yoochun melarangku.

“eh , tunggu biar aku yg membukakan pintu untukmu” katanya kemudian berlari dan membukakan pintuku sperti seorang putri.

“Silahkan tuan putri …..”

“heheheh terimakasih …” aku hanya terkekeh pelan melihat kelakuan sahabatku itu.

Onew POV

Aku mendengar suara mobil berhenti di depan Dorm kami. Aku berlari kearah ruang tamu untuk menjemputnya. Tapi, itu bukan mobil Ha Ni. Seseorang turun dri pintu mobil, kemudian ia membukakan pintu untuk seseorang .  seorang yeoja turun dri mobilnya . Ha Ni ! siapa yeoja itu?? Apa hubunganmu dengannya?

~TBC~

Kyyaaa maaf kalo udah nunggu lama terimakasih sudah membaca jangan lupa komenatnya ok?

I Meet You [one shoot]

 hi, ketemu lagi…aku buat one shoot lagi nih.

setelah baca jangan lupa comment ya. ^^

Tittle :

I MEET YOU  

Starring:  

Key, 20 Years Old  

Park Jiyeon, 16 Years Old      

 

All Story Key POV

Hari ini seakan sudah terlalu biasa untuk ku dan anggota SHINee. Melakukan kegiatan sesuai yang di jadwalkan oleh Manager Jung dengan persetujuan pihak SM Entertaiment. Sehabis kami ingin pulang dari Indonesia, tiba-tiba aku dan Jonghyun hyung masuk rumah sakit karena kelelahan dan pergelangan kaki terkilir cukup parah. Yang membuat kami tidak melanjutkan jadwal. Jujur saja aku tidak terlalu menyukai rumah sakit, karena menurutku rumah sakit itu adalah tempat terseram dan sebagainya.

 

“ Key~” panggil seseorang padaku.

“ Ne, wae hyung?” kata ku sambil melirik kearah Jonghyun hyung.

“ Bolehkah aku disini? Di kamarku hawanya sangat panas” kata Jonghyun hyung sambil menenteng masuk infus.

“ Err .. boleh” kata ku mempersilahkan Jongyun hyung.

“ Kau pernah dengar tidak?” tanya Jonghyun hyung mencoba menakutiku.

“ Dengar apa, hyung?” tanya ku balik.

“ Aku dengar kalau di rumah sakit ini ada yang pernah mencoba bunuh diri” kata Jonghyun hyung.

“ Bunuh diri?” kata ku membulatkan mataku.

“ Ne, dan sampai sekarang penyebabnya belum diketahui. Tapi, yang aku ketahui kalau dia masih di rawat karena koma 2 bulan. Tapi, aku tidak tahu dia sudah sadar atau belum” kata Jonghyun hyung sambil duduk menyenderkan kepalanya di sofa.

“ Kau bercandakan, hyung? Aku ini sudah 20 tahun, hyung dan mana mungkin aku masuk kedalam permainan aneh mu itu” kata ku sambil menarik selimutku keatas dan bersiap untuk tidur.

Keesokan harinya, aku bangun jam 8 pagi. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh kamarku dan tidak menemukan Jonghyun hyung. Aku berpikir ‘mungkin dia sudah kembali ke kamarnya’.

“ Err .. badan ku terasa pegal, sepertinya aku harus pergi jalan-jalan di sekitar rumah sakit ini” gumamku sambil bersiap untuk jalan-jalan.

 

—(^^)—

  Saat aku berjalan-jalan ke taman, aku melihat seorang yeoja yang sedang menyanyi sambil menyenderkan kepalanya dan juga memejamkan matanya. Suaranya indah dan sangat merdu. Aku ingin sekali melihat wajahnya.   Aku mencoba mendekat dengan perlahan dan mencoba duduk disampingnya. Seperti yang ku duga dia terlihat kaget melihat ku duduk disampingnya. Namun, dia tersenyum dan terus melanjutkan nyanyiannya yang sangat indah untuk di dengar.

“ Suaramu indah” kata ku yang membuatnya berhenti dari aktivitas nyanyinya dan menatapku heran.

“ Tapi, aku bernyanyi hanya untuk sementara. Karena, aku akan pergi” katanya sambil berdiri dan melentangkan kedua tangannya.

“ Kau akan pergi? Bukankah terlalu cepat? Aku baru menemukanmu” kata ku dengan raut wajah kecewa.

“ Menemukanku? Aku pergi memang sudah ditakdirkan” kata yeoja itu.   ‘di takdirkan?’ gumamku dalam hati.

“ Kalau boleh tahu siapa namamu?” tanyaku kepada yeoja itu.

“ Jiyeon .. Park Jiyeon” kata yeoja itu sambil bergerak untuk pergi.

“ Namaku Key, salam kenal Park Jiyeon” kata ku sambil berteriak.

Pertemuan ku cukup singkat, dan tidak ada yang istimewa. Namun, karena pertemuan itu aku tidak bisa melupakannya dan selalu ingin terus datang ketempat dimana pertama kali aku bertemu dengan Jiyeon.

Ternyata, dugaan ku benar dia sedang bernyanyi dengan kepala yang menyender di dekat pohon. Tanpa ragu-ragu aku mencoba untuk menyapanya.   “ Hello” sapaku kepadanya, dia menatap kerarahku dan tersenyum.

“ Kau kesini lagi?” tanyaku padanya.

“ Ya, karena ini tempat persembunyianku” kata Jiyeon.

“ Apa kau sedang sakit? Wajahmu tampak pucat” kata ku yang menyadari perubahan raut mukanya.

“ Tidak, mungkin aku sedikit kelelahan” kata Jiyeon yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.

“ Syukurlah, aku kira tadi kau sakit” kata ku sambil menghela nafas.

“ Kau sendiri?” tanya Jiyeon.

“ Sama, aku juga kelelahan dan terkilir. Karena, berjuang untuk menghadiri suatu acara di Indonesia” kata ku yang membuat matanya terbelalak.

“ Sebenarnya kau itu siapa?” tanya Jiyeon yang menaruh curiga kepadaku.

“ Aku seorang anggota Boyband” kata ku dengan percaya diri.

“ Boyband?” tanya Jesang kembali.

“ Ya, boyband yang beranggotakan aku, onew hyung, jonghyun hyung, minho dan taemin si magnae” kata ku.

“ Oh, aku kira kau seorang turis yang nyasar” kata Jesang sambil tertawa.   Hari ini adalah hari pertama aku melihat dia tertawa, dan aku harap dengan keberadaan ku dia tetap terus tertawa.

“ Kalau boleh tahu umurmu berapa?” tanya Jiyeon.

“ 20 tahun” jawabku singkat.

“ Berarti kau lebih tua daripada aku” kata Jiyeon sambil meneruskan nyanyiannya.

“ Berarti mulai sekarang kau harus memanggilku oppa” kata ku sambil tersenyum.

“ Itu kemauanmu” kata Jiyeon sambil tertawa cekikikan.

“ Aku ingin sekali mempunyai seseorang yang memanggilku oppa. Tapi, bukan fans ku” kata ku.

“ Kalau aku memanggilmu oppa sama saja aku nanti dikira fans mu” kata Jiyeon sambil menjulurkan lidahnya.

“ Kan aku bilang kecuali fans ku” kata ku yang membuatnya menatap ku.

“ Ya, sudah lain kali aku akan memanggilmu dengan sebutan ‘oppa’ dan seterusnya aku akan memanggilmu seperti itu” kata Jiyeon yang membuatku tersenyum.

“ Kau memang anak yang pintar” kata ku mengelus kepalanya lembut.   Semenjak kejadian itu aku terus dipanggil olehnya dengan sebutan ‘oppa’. Aku selalu ingin mengetahui banyak tentang dia. Dan, selalu ingin berada dekat dengannya.

“ Kalau aku boleh tahu .. kau sakit apa?” tanyaku yang membuat dia menatap tajam kearahku.

“Aku mempunyai urusan di tempat ini dan maaf jika aku tidak bisa menceritakan semuanya kepada mu oppa” kata Jiyeon sambil menunduk, terlihat jelas raut muka nya yang menahan tangis.

“ Walau aku tidak tahu pasti, aku ingin kau memperjuangkannya” kata ku sambil tersenyum.

“ Gamsahamnida” kata Jiyeon.

—(^^)—

  Semenjak hari itu, aku tidak pernah melihatnya di taman itu. Tidak ada alunan suara yang membuatku selalu ingin di dekatnya. Dan, sekarang aku sangat merindukannya. Merindukan suaranya yang selalu memanggilku dengan sebutan ‘oppa’.

Tidak terasa sudah seminggu aku dan Jonghyun hyung di rawat dan sudah 4 hari ini aku tidak melihat Jiyeon di taman itu. Berat rasanya aku beranjak keluar dari rumah sakit itu tanpa berpamitan dengan Jesang. Akhirnya, aku pergi ke taman itu dan menemukannya dengan wajah yang sangat pucat dan tangannya yang membeku. Ketika aku menanyakan keadaannya dia hanya tersenyum.

“ Oppa, aku sudah berusaha. Tapi, Tuhan sudah berkehendak lain. Aku menunggumu di ruang 2709” kata Jiyeon sambil tiba-tiba menghilang dari pandanganku.

“ Jiyeon~” aku berteriak sekencang-kencangnya.

 

—(^^)—

  “ Key, bangun ..” terdengar suara Jonghyun hyung.

“ Err .. hyung?” kata ku sambil berusaha untuk duduk.

“ Semalam kau bermimpi apa? Kenapa berteriak-teriak? Apa kau masih ingat dengan ceritaku itu?” tanya Jonghyun hyung.

“ Aku ..”

“ Dan, kenapa kau memanggil orang yang bernama Jiyeon?” tambah Jonghyun hyung.

“ Bukankah kita sudah ingin pulang, hyung?” tanya ku balik.

“ Kau itu .. kita baru semalam di rumah sakit ini, apa jangan-jangan kau bermimpi kita sudah seminggu disini!” kata Jonghyun hyung terlihat sangat kesal.

“ Mwo? Baru semalam? Yang benar saja.. lalu Jiyeon?” tanya ku pada Jonghyun hyung.

“ Jiyeon? Siapa itu Jiyeon?” tanya Jonghyun hyung balik.

“ Arggghhh.. Jiyeon kemana kau? Tidak tunggu dulu .. kamar 27 .. 2709” kata ku sambil berusaha untuk berdiri.

“ Heh, kau mau kemana key?” tanya Jonghyun hyung.

Aku berlari sekencang-kencangnya dan mencoba mencari kamar 2709. Ketika aku sudah ada persis di depan kamar itu. Perasaanku campur aduk, siapa sebenarnya Jiyeon itu? Dan kenapa dia ada di dalam mimpiku? Bahkan, aku sempat mencintainya walaupun waktu di dalam mimpi itu sangatlah singkat.   Ketika aku membuka kenop pintu, terlihat sebuah bunga mawar berada di atas tubuh Jiyeon dan terlihat banyak orang yang menangis. Ketika aku bertanya, ternyata Jiyeon adalah orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri.

Alasannya, karena dia sudah terlalu lelah dengan penyakit kanker otak yang membuat dia berhenti untuk menunjukkan bakat menyanyinya.

“ Nak, apakah kau yang bernama Key?” tanya seseorang.

“ Ne, aku Key” kata ku.   “ Kami orang tuanya Jiyeon dan ingin memberikan surat ini” kata orang tua Jiyeon sambil memberikan surat tersebut kepadaku.

Ketika aku membukanya, aku benar-benar terkejut. Di surat itu ada beberapa fotoku saat sedang bersamanya.      

 

Dear, Key Oppa

Mianhae, aku tidak dapat jujur padamu..  

Aku diberi Tuhan waktu untuk bertemu olehmu melalui mimpi.

Karena, sebenarnya aku sudah koma sejak berbulan-bulan lamanya.  

Aku menyuruh seorang suster untuk membuatkan surat ini untukmu.  

Karena, aku tidak sanggup untuk menulisnya sendiri.  

Terimakasih oppa sudah memberiku nafas dengan ucapanmu yang harus memperjuangkannya.  

Aku sudah berusaha semampuku. Namun, tuhan sudah mengatakan lain.  

Mianhae, mungkin aku sudah membuatmu takut.  

Tapi, aku melakukannya karena aku merasa kesepian.  

Dan, satu lagi …. lagu yang selalu ku nyanyikan itu..  

hanya untukmu ..  

Saranghaeyo Key Oppa.

 

Aku menutup surat itu dan mencoba tersenyum. Seharusnya aku yang berterimakasih padamu, karena aku telah di izinkan bertemu denganmu.

“ Tapi, aku bernyanyi hanya untuk sementara. Karena, aku akan pergi” aku masih ingat dengan ucapannya di mimpi ku.

Perlahan air mata ku jatuh ke pipiku. Ternyata, ini jawabannya. Jawaban ini mencakup semua pertanyaanku yang belum terjawab olehnya. Mengapa kau terlihat pucat? Kau sakit apa?

“ Walau aku tidak tahu pasti, aku ingin kau memperjuangkannya” itu adalah perkataan yang pernah terucap oleh ku.

Tapi, sekarang kata-kata itu sudah berubah menjadi “ Kau sudah memperjuangkannya Jiyeon dan semoga kau tetap mengingatku walau kita tidak penah bertemu di dunia nyata”.

 

THE END

       

Pain In My Life {Part 6}

Haaaaiii___ saya kembali lagi maaf ya klo udah nunggu lama selamat mebaca and don’t forget to leave us your comment ok?

Tae Ri POV

aku berjalan kerah namja itu, kemudian ia membalikkan badannya menghadapku lalu tersenyum kepadaku.

‘Dia lagi mau apa dia kemari?’

”Apa maumu Kim Son Woo? ” kataku

”Aku kesini untuk menanyakan kabamu Tae Ri”

”Aku baik2 saja pulanglah” aku berjalan melewatinya. Tpi dia terus mengikutiku. Sialnya supirku belum menjemput. Aku berbalik kearahnya.

”Apa maumu? ”

”Saranghaeyo Tae Ri ahh”

”Mwo?! Sudah berapakali aku katakan padamu aku tdak mencintai…”

PLAKK! Apa son woo menamparku? Aku tersudut ia mengurungku dengan kedua tangannya bersandar di tembok. Siang itu jalanan sepi sekali. Ia memegang daguku mengangkatnya hingga aku menghadap wajahnya.

”Lepaskan tanganmu!” Seseorang berteriak, suara yg baru aku kenal. Son woo melemparku, hingga kepalaku membentur tembok. Pandanganku memudar aku dapat melihat orang itu samar-samar kemudian aku tidak sadarkan diri.

Kyuhyun POV

aku melihat Tae Ri ditampar oleh seorang namja, aku berlari kearah mereka kemudian….

”Lepaskan Tanganmu” kataku , aku melihat ia melempar tubuh Tae Ri dengan kasar. Aku yg melihat hal itu tidak dapat menahan amarahku. Aku meninjunya tepat pada rahangnya. Kemudian dia pergi dengan sedikit mengancam .

Aku segera berlari menghampiri Tae Ri yg terkapar tidak sdarkan diri. Kemudian seorang supir datang.

”Apa yg terjadi dengan nona tuan?” Rupanya dia adalah supir Tae Ri. Kami berdua menggendongnya masuk kedalam mobil, aku juga ikut masuk *enggak tau malu itu namanya*. Aku ingin memastikan kalau Tae Ri Baik2 saja.

Tae Ri POV

Aku terbangun dikamarku. Aku mendengar seseorang sedang berbincang2 dikamarku.

”Opp..aa” kataku lirih

”Tae Ri kau sudah sadar?” suara onew oppa; aku hanya tersenyum.

”Syukurlah tae Ri , tdi kyuhyun membantumu”

”Kyuhyun…?” tanyaku berusaha mengingat nama itu

”Tae Ri Gwenchana?” tanya kyuhyun.

”Gwenchana…”

”Tae Ri siapa yg melakukan ini pdamu?” Tanya Jinki oppa

”Tidak usah dibahas oppa”

”Aku pamit pulang dulu” kata Kyuhyun

”Ah ne, kamshamnida Kyuhyun-ssi sekali lagi kau menyelamatkan adikku” kata Jinki oppa mengantarkan Kyuhyun keluar .

——————————-

”Oppa, mna taemin oppa? ” tanyaku

”Dia sedang Ada audisi. Aku tdak bisa memberitahunya keadaanmu pdanya”

”Gwenchana… Bgaimana dengan Kibum-oppa” ”Dia tdak berkunjung hri ini”

”Minho, apa dia sudah pulang?”

”Dia tdak pulang hri ini. Dia akan menginap di rumah kibum”

”Umma? ”

”Dia sedang……… Dimana umma?? Aku tdak ingat, kenapa kau banyak tanya sekali?? Sudah cepat istirahat”

”Ne … Oppa”

——————————

@makan malam

”Tae Ri, kudengar kau kecelakaan tdi”

”Hah, apa taemin? tae ri kecelakaan? Kapan? Dimana? Kenapa kau tdak blang padaku? ” tanya Jinki-oppa bertubi tubi.

”Oppa mungkin maksud Taemin oppa yg tdi siang?”

”Kau kecelakaan tdi siang? Kenapa kau ada disni?”

”Sudahlah biarkan oppamu itu. Sekarang ceritakan padaku bagaimana kejadiannya?” lanjut taemin oppa .

“Oppa , kau tau Son Woo? “ Taemin oppa hanya mengangguk.

“Dia Menamparku tdi, Kemudian mendorongku hingga Kepalaku terbentur?” kataku yg diikuti eksperesi terkejut Taemin dan Jinki Oppa.

“Bagaimana Bisa? Mianhae Tae Ri aku tdak disana untunk membantumu”

“Gwenchana Oppa, Kyuhyun membantuku” kataku tersenyum, tpi aku melihat Raut wajah Taemin oppa perlahan berubah dri sedih menjadi marah. Taemin oppa kemudian tidak melanjutkan makannya. Semalaman ia mengurung diri di kamar . berulang kali aku mengetuk pintu kamarnya, tpi ia tdak menajawab. Apa ada yg salah dgan perkataan ku tdi?

@School

“Hey Tae Ri Gwenchana?” Tanya Hye Ri

“Gwenchana “

“Bohong” Hah dia sudah mengenalku dri umur 5 tahun. Aku hanya menghela nafas panjang.

“Jadi kenapa? Ceritakan padaku?”

“Apanya?”

“Tentu saja masalah mu, Kau ini…”

“Taemin Oppa, Dia marah padaku”

“Jinjja?” aku hanya mengangguk sambil memanyunkan bibirku.

“Apa kau berbuat salah?”

“Molla…. Tdi pagi bahkan kami tdak berangkat  bersama. Aku akan menemuinya hari ini”

“Aku akan membantumu”

“Bagaimana hubungan mu dengan Minho? Kalian sudah jadian?”

“Eh Mwo? Apa yg kau bicarakan Tae Ri-ah…”

“Jangan berbohong padaku, Aku dpat membaca pikiranmu “

“Oh, Jinjja? Aaah ~~ baiklah aku mengaku, Kami sudah jadian”

“Chukkae ,Benar dugaanku”

“apa kau hnya menduga? Kupikir kau bnar2 Bisa membaca pikiranku”

ISTIRAHAT

“hey kau melihat Oppaku?” Tanyaku pda salah seorang teman Taemin oppa.

“Dia di ruang latihan”

Aku berjalan kearah ruang latihan Dance yg disediakan Sekolah ini. Dri bawah tangga aku dpat mendengar lagu ‘LUCIFER’ Diputar dengan Keras. Aku segera berlari menaiki tangga. Kemudian membuka pintu.Aku melihat Oppa sedang Menari, Benar2 Indah tpi tidak dengan Raut Mukanya Marah sperti ingin Balas dendam. Kemudian dia berteriak sekencang yg dia bisa dan terjatuh . kemudian aku mendengarnya menangis. Oppa, apa yg sebnarnya terjadi? Kenapa tidak kau ceritakan padaku? . Aku berjalan perlahan kearah Sound System kemudian mematikannya. Kemudian aku menghampiri Oppa yg sedang menangis.

“Oppa……” kataku sembari merangkulnya Tpi dia hanya menepis tanganku.

“Pergilah Tae Ri …….. Jangan lihat aku sperti ini” katanya

“Oppa kau marah padaku? Aku minta maaf oppa kalau aku membuatmu kesal, Tpi oppa aku benar2 tidak tau apa salahku. Kuharap kau mau memaafkanku. Makanlah Jaga kesehatanmu “ Aku menaruh sebungkus Roti disamping Taemin Oppa. Kemudian aku berjalan perlahan keluar.

Taemin POV

“Oppa kau marah padaku? Aku minta maaf oppa kalau aku membuatmu kesal, Tpi oppa aku benar2 tidak tau apa salahku. Kuharap kau mau memaafkanku. Makanlah Jaga kesehatanmu “

Aku mendengar langkah kakinya semakin menjauh. Kemudian aku melihat Sebungkus Roti yg ia berikan padaku.

‘Tae Ri………’ Aku berlari- menuruni tangga , aku melihat sesosok bayangan yg aku kenal. Aku merindukannya, Tae Ri. Aku berlari berusaha mengajarnya kemudian, Memeluknya dri belakang.

“Jeongmal Mianhae Tae Ri “ kataku Lirih

“Oppa……..” Kudengar dia menangis, ia membalikkan badannya, kemudian membalas pelukanku.

“Mianhae Tae Ri, Mianhae ..” hanya itu yg dpat aku katakan.

Tae RI POV

Aku sudah berbaikkan dengan Taemin Oppa, senang sekali Rasanya J . Oppa dan aku berjalan Keluar Gerbang, aku melihat seorang Namja di depan gerbang. Tapi, spertinya aku mengenalnya oh .

“Kyuhyun-ssi” aku berlari kearahnya

“Apa kabarmu Tae Ri?” tanyanya , Kemudian tersenyum.

“Baik, sedang apa kau disini? Tanyaku

“Mencarimu?”

“Aku? Hahaha aku baik-baik saja. Kamshamnida telah membantuku kemarin “ kataku seraya membungkukan badanku.

“Oh, Oppa kemari…. Kenalkan Temanku oppa”

Taemin POV

“Kyuhyun-ssi”

mendengar nama itu dipanggil aku langsung menengok kearah Tae Ri. Dia berlari kearah seorang Namja yg Bernama Kyuhyun itu

. Aku berdiri mematung aku tdak menyangka setelah 2 tahun berlalu, aku masih bisa melihat Saengku itu berdiri dihadapanku . Yg dulu menghancurkan Cinta Pertama ku bahkan Membunuhnya tidak Membunuh cintanya.

Kini dia berusaha Merusak hidup ku lagi. Ia memasangnya lagi senyum palsu yg sama sperti yg ia Berikan pda Jae In. Cara sama yg ia gunakan Untuk merebut hati Jae In .

“Oppa Kemari… Kenalkan temanku” teriak Tae Ri, Aku menghela napas panjang dan berjalan pelan kearah Mereka.

Sekarang dia tepat berada dihadapanku, aku menatapnya tajam . ia terlihat sperti terkejut melihatku, Kemudian memasang senyum palsunya lagi.

“Annyeong haseyo Cho Kyuhyun Imnida”

Aku Tidak menjawab salamnya, aku hanya menatapnya dingin. Rasanya ingin sekali aku menikamnya. Tae Ri mencubit perutku .

“Aww” jeritku , kemudian menatapnya

“Annyeonghaseyo LEE TAEMIN Imnida”

Kyuhyun POV

“Annyeonghaseyo LEE TAEMIN imnida” katanya, aku rasa ia marah benar2 marah

Hyung~~ taukah kau aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku rindu saat-saat denganmu, Kibum-Hyung dan Jae In dulu. Entah kenapa sejak kematian Jae In kalian marah kepadaku. Aku benar2 tidak mencintai Jae In. Apa salahku Hyung? Apa salah kalau aku mengungkapkan perasaanku?

“Ayo Tae Ri kita pergi.” Kata Taemin oppa mebuyarkan lamunanku.

“Kami pergi dulu kyuhyun-ssi” kata Tae Ri, aku hanya tersenyum kearahnya yg dibalas oleh tatapan tajam Taemin Hyung, Ia tidak masuk kedalam mobil, melainkan menutup pintu mobil dan menghampiri ku dengan tatapan dinginnya.

“Kyuhyun, kau masih ingat aku?”

“Sangat, aku sngat mengingatmu Hyung~”

“Kalau begitu Jauhi Tae Ri” katanya kemudian berlalu

“Shiroo~~ aku tidak bisa mengikuti perintahmu … “ Kataku sedikt berteriak.. ia berhenti dan berbalik kemudian berjalan kearahku dengan tatapan tak kalah tajam.

“wae?”   Tanyanya sambil menyunggingkan senyumnya.

“Karena, aku .. aku menyukainya…. Jadi aku tidak akan menjauhinya” kataku

‘Aish~~ kenapa aku mengatakannya? Ini sama saja aku mengajak perang dengannya’

Ia Hanya tertawa.

“Kau menyukainya Kyuhyun ? kalau begitu langkahi dulu mayatku baru kau ambil dia driku” kemudian ia pergi meninggalkan aku yg terpantung melihatnya pergi.

Taeri POV

Eh? Kenapa Taemin Oppa tdak masuk? Ia menghampiri Kyuhyun? Bukankah mereka baru mengenal? Tapi spertinya perbincangan mereka serius sekali……

Oppa berjalan kearah mobil, kemudian masuk dengan muka sedih.

“Oppa apa yg kalian bicarakan tdi?” kataku membuka pekerjaan, kemudian ia menatapku dan tersenyum seakan-akan ia tidak pernah menampakkan muka masamnya tdi.

“Rahasia” katanya sambil tertawa.

“Oppa tdak baik memendam masalh sendiri. Nanti kau bisa terkena penyakit Hati”

“Eh?! Penyakit apa itu? Aku tdak pernah mendengarnya hahahahaha kau pintar mengarang Tae Ri”  aku ikut tertawa melihatnya tertawa. Tawa ku seolah dpat mengembalikan wajah Tampan nya lgi.

Tae Min POV

Tae Ri, kau berhasil mengjhilangkan sakit dlam hatiku. Dengan hanya melihatmu bahagia aku senang . aku berjanji tdak akan pernah membiarkan senyummu diambil oleh orang sperti Kyuhyun. Aku  tdak akan pernah rela . Maaf Tae Ri belum saatnya untuk menceritakan apa y terjadi,. Tpi. Bila saatnya tiba aku tau kau pasti sudah Jatuh Cinta pada Kyuhyun………

~TBC~

Kyaaaa~~~ maaaf klo udah pada nunggu lama buat FF yg satu ini ….. Jangan Lupa Comment yaaaaaa J . kalau gak comment nanti kerja keras saya sia-sia doong L so, don’t forget to Comment ok ?

Goodbye My Love [oneshot]

Annyeong…

aku orang baru nih disini, suka banget bikin fanfiction… dan ini salah satu FF ku yang “oneshot”. semoga pada suka… dan ga lama ini aku lagi bikin FF juga.

jangan lupa comment ya…

gomawo

 

Tittle:

Goodbye My Love

Starring:

  • Kim Ki Bum – SHINEe
  • Jung Jin Woon – 2Am
  • Lee Ji Eun – IU
saran.. music backsound “Goodbye My Love” *eight Eight-Goodbye_My_Love

“Ya! Kita harus berjanji bersahabat selamanya. Arrasoe?”, teriak Ki Bum dengan suara cemprengnya. Aku menengok kearah Ji Eun yang ada disampingku, dia tersenyum dan menunjuk kelingking kanannya.

“Yaksssooo!”, seru Ji Eun semangat.

Apakah harus berjanji seperti itu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri padanya, apa memang kita hanya akan menjadi sahabat. Aku terdiam sesaat.

“Nee, Yakssooo!”,  aku dan Ki Bum melakukan hal yang sama dengan Ji Eun, kemudian kami melingkarkan ke tiga  jari kelingking kami. Ji Eun dan Ki Bum tertawa lepas.

Apa aku benar-benar berjanji? Anniiyyoo,, aku tak sebodoh itu aku masih menginginkan Ji Eun menjadi pacarku. Ki Bum dan Ji Eun tidak melihat, dibelakang badanku aku menghubungkan jari tengah dan telunjukku saat kelingking kananku masih melingkar dengan kelingking mereka. Dan itu semua artinya aku sedang berbohong. Tapi tunggu dulu, mataku menangkap tangan kiri Ji Eun yang bersembunyi dibelakang badannya. Dia melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan tadi. Apa maksudnya? Apa dia juga tidak menginginkan diantara kami hanya ada ikatan sahabat? Ji Eun masih tertawa, dia tidak sadar aku melihatnya.

Setelah tawanya reda. Perlahan Ji Eun meletakkan kepalanya diatas pundak Ki Bum yang berada disebelah kanannya. Aku tersenyum kecut melihatnya kemudian aku mengacak-acak rambut Ji Eun lembut. Ahhh…persaan ini lagi. Kami masih duduk beralaskan pasir putih dan merasakan angin laut yang mulai menusuk tubuh. Aku mengangkat wajahku, menatap langit yang menghitam dengan hanya dihiasi beberapa bintang. Kurasakan tangan kananku hangat, dan mataku menangkap tangan kiri Ji Eun memeluknya, tapi kepalanya masih menyender dipundak Ki Bum.

Sejenak,aku menikmati menatap wajahnya. Mungkin dia merasa terganggu dan membalas menatapku. Kami bertukar pandang dan tersenyum lalu menghadap langit lagi.

—(^^)—

“Jin Woon….!!”, teriak seseorang mengganggu lamunanku saja. Saat ini aku di rumah menikmati liburan akhir tahun kelulusan kelas kami. Dan orang yang berusan ini adalah Ki Bum, teman terbaikku sejak aku pindah ke Seoul 4 tahun yang lalu.

“kenapa teriak-teriak? Habis menang taruhan dengan siapa?”

“jangan asal ngomong! Tadi sebelum aku ke rumahmu aku bertemu dengan Ji Eun”, Ki Bum menepuk pundakku dan duduk disebelahku yang masih mengutak-atik computer.

“aku ingin memberitahukan sesuatu padamu”, lanjutnya.

“ternyata ada seseorang yang mencintaiku!”, ucapnya bangga.

Aku sedikit terkejut dengan ucapan Ki Bum, tidak biasanya anak ini curhat tentang cinta. Apakah di sekolah ada perempuan yang diam-diam suka Ki Bum…aku mulai mengabsen murid perempuan di sekolah kami. Apa mungkin Nicole. Dia kan suka banget mengintai Ki Bum kemana-kemana. Ahh..syukurlah kalau perempuan itu sudah menyatakan perasaannya.

“kau tahu siapa?”, aku menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu. “dia..Ji Eun..”. Kalian tahu apa yang aku rasakan saat ini?, jantungku serasa ingin berhenti berdetak, ada palu besar yang siap mengahantam kepalaku.Seketika aku menoleh kearah Ki Bum.

“kkau.. tahu darimana?”, tanyaku gelagapan.

“tidak ada yang memberitahuku tapi aku merasa dia menyukaiku. Kau tahu tadi pagi saja dia tiba-tiba memelukku erat tanpa alasan yang jelas. Mungkin Ji Eun tidak mau pisah kali ya sama aku, takut kehilangan. Hehe…”, ucapnya panjang lebar dengan senyum yang ga jelas.

Aku tertawa menaggapinya. “kau terlalu percaya diri Ki Bum. Pantas saja kau terlihat bodoh”, ujarku tidak begitu yakin dengan apa yang dikatakan Ki Bum barusan.

“aiishh..kenapa kau malah tertawa? Akan kubuktikan padamu sore ini, aku akan menyatakan cinta pada Ji Eun”

Seketika tawaku berhenti, “kau serius?”

I feel like I can’t di this any other way

It was really hard. When I loved you

Nothing happened the way I wanted it to

I keep promising myself to stop bothering you

—(^^)—

Seketika tawaku berhenti. “kau serius..?”

“tentu saja!”

“bagaimana dengan Nicole?”, aku berusaha menggagalkan niatnya.

“Nicole? ada apa dengannya?”, tanya Ki Bum heran. Jadi dia belum tahu perasaan Nicole padanya.

“kau benar-benar menyukai Ji Eun?”, tanyaku tidak mempedulikan pertanyaanya.

“nee, akhir-akhir ini aku merasa senang didekatnya”,ujar Ki Bum sambil tersenyum.

Tapi aku sudah dua tahun menyukainya sedangkan Ki Bum baru akhir-akhir ini.

“kau lupa dengan janji kita dua tahun yang lalu?” .Ini kesempatan terakhirku untuk membatalkan niatnya.

“aku ingat! Tapi kan aku tidak tahu akan seperti ini dan Ji Eun pasti akan mengerti. Sudahlah aku harus mempersiapkan semuanya. Doakan aku Jin Woon!”. Dia menepuk pundakku lagi lalu pergi meninggalkanku yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Lihat Jin Woon apa yang sudah kau lakukan?. Selama dua tahun kau menunggunya tapi hanya berakhir seperti ini? Kau memang namja yang malang. Kenapa kau tidak mengatakannya saat Ji Eun bertanya tentang yeoja yang kusukai dulu? Aaaaaaarrrgghhttttttt SSiiaaaaaaall. Pabo sekali aku ini! Aku terus memukul-mukul kepalaku.

— Ji Eun POV

“kau bawa aku kemana? Cepatlah aku tidak suka gelap!”.

Aku heran dengan sikapnya ini, dia menutup kedua mataku dengan kedua tangannya. Dia bilang dia mau memberikan kejutan untukku. Apa disini juga ada Jin Woon?

“sudahlah jangan cerewet.. sebentar lagi sampai”. Ku rasakan kakiku menyentuh pasir lembut. Aku tersenyum kecil. Ki Bum pabo! Aku tahu kau membawaku kemana.

“tttaaaarrraaaa..”, dia membuka mataku. Luccu! Ratusan bintang laut yang diwarnai warna pink membentuk kata ‘SARANGHAEYO CINGUDEULKU’ di atas hamparan pasir putih. Aku menutup mulutku.Tapi apa maksudnya?Aku menatap Ki Bum heran.

Ki Bum tersenyum. “Saranghaeyo….”, bisiknya. Dia menarik kedua tanganku.

“kau jangan mempermainkanku. Kau lupa dengan janji kita disini? Kau sendiri yang membuat janji itu!”, seruku ketus.

“aiissshh. Saat itu kan aku tidak tahu aku akan menyukaimu. Sudahlah Tuhan juga pasti mengerti!”, serunya mantap..sejenak kami diam.

“mmmhhmmm..Ki Bum apa ini beneran?”, tanyaku polos.

“PLETTAK”, dia menjitakku keras.

“dari tadi kau menganggap semua ini bohongan? Apa kau tidak tahu mewarnai ratusan bintang laut itu susah. Sudahlah! Kau jawab saja apa kau menyukaiku atau tidak?”, cerocosnya yang semakin membuatku jengkel.

“aaiissshh kau tak usah menjitakku”, aku mengusap-usap kepalaku. “baiklah aku akan jawab.. sebenarnya.. mmmhhmmm… akuu..

—(^^)—

Akhir pekan ini, Ki Bum dan Ji Eun dengan semangat membuat rencana berlibur ke pantai yang memang sudah lama kami impikan bersama. Pantai berpasir putih yang terkenal akan kecantikannya. Sebenarnya aku tahu, dibalik ini semua mereka berdua tengah merayakan kebahagiaan mereka menjadi sepasang kekasih yahh..walaupun Ki Bum belum memberitahuku malam pernyataan itu. Ah..apa mereka tak tahu bahwa perasaanku sangat sakit. Ki Bum tetap ingin aku ikut sedangkan Ji Eun sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk perjalanan liburan ini. Aku pun pasrah, akhirnya aku ikut juga karena aku tak ingin Ji Eun kecewa.

“Ji Eun jangan di dapur terus!”, teriak Ki Bum. Aku mendengarnya hanya bisa tersenyum melihat Ki Bum yang sudah mulai seperti suami yang memarahi istrinya. Andai saja aku berada di posisinya aku tak akan berteriak ke Ji Eun. Tak lama Ji Eun keluar dengan bawaan bekal buatannya.

Ji Eun terlihat  cantik dengan baju barunya. Syal merah yang dipakainya terlihat serasi dengan baju. “Ji Eun-ah..kau cantik”, kataku dan tanpa menatap mata Ji Eun aku langsung masuk kedalam mobil. Aku sangat senang karena tanpa Ji Eun tahu aku baru saja membidikkan kameraku padanya. Awal yang bagus bukan.

“kita naik bis itu saja”, rengek Ji Eun.

“terus mobil kita taruh mana? Tak mungkin kita menitipkannya disini, apalagi kita tak mengenal pemilik cafe ini kalau terjadi apa-apa dengan mobilnya, gmana? Kalian mau bertanggung jawab?”, cerca Ki Bum tak mau kalah. Aku hanya menggelengkan kepala, aku menepuk pundak Ki Bum supaya lebih rileks.

“aku akan bicara dengan pemiliknya, kalian tunggu saja dan Ji Eun segera beli tiketnya”, kataku. Ji Eun mengangguk sedangkan Ki Bum mendengus kesal.

Dan, kita bertiga akhirnya menaiki bis tour sesuai keinginan Ji Eun. Aku bersyukur bisa membuat Ji Eun tersenyum yang sebelumnya cemberut. Ji Eun dan Ki Bum asyik bermain tebak-tebakan dan aku yang duduk di hadapan mereka menyibukkan diri memotret pemandangan walaupun sesekali aku mengambil gambar Ji Eun dan Ki Bum.

“ya…! Jin Woon-ah kenapa sibuk sendiri. Kemari!”, ajak Ki Bum.

“ani..aku disini saja kalian main saja, aku akan mengambil gambar untuk kalian”. Saat ini kami berada di pantai selatan.

“kau juga harus berfoto dengan kita”, kata Ji Eun.

Aku menggeleng, “bersenang-senanglah”. Sesuai janjiku aku mengambil gambar mereka. Aku abadikan momen ini dengan kameraku. Kuharap mereka akan bahagia selamanya. Aku tak peduli lagi cintaku yang tak terbalas, aku malah senang karena Ji Eun memiliki Ki Bum yang notabene sangat menyayangi dan mencintainya.

—(^^)—

Aku berjalan sendirian menikmati udara pantai yang sejuk. Sudah lama sekali aku tak merasakan kepuasan seperti ini. Aku mulai memotret lagi, mencari obyek yang layak aku abadikan. Mobilku terpakir di seberang jalan dan aku ingin mengambil bekal untuk makan siang kami. Saat aku hendak menyebrang, ada seseorang yang memanggilku.

“JIN WOON…!! BAWAKAN BEKAL!!”, yah ternyata Ki Bum walau tak jelas ia bicara apa, aku tahu kalau dia menyuruhku mengambil bekal.

“ARA!! KALIAN TUNGGU SAJA DISITU”, baru saja aku ingin melangkah lagi. Ji Eun memanggilku lagi, entah mengapa suaranya terdengar sangat jelas.

“SO…HYUN…AAAAWWWWAAASSSS!!!”. Itu teriakan Ji Eun. Kenapa dia mengatakan itu.

Aku menoleh kesamping  dan “BBRRRRUUUKKK..”

Ku rasakan tubuhku terpental jauh…….. aaaahhh ada apa ini…

“ya! Kiittaaa harus berjanjjiiii. .Youngwonhiiii Saaahhaaabbaatttt arasseoo?”

“can you see Im not alone. So don’t worry about me. I’m loving someone, I have someone to love.”

“its You…”.

“yeoja itu bernama Kim Ji Eun”

“dia Jin Woon…”.

“aaahh…seperti inilah hidup. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas”

Kilatan-kilatan gambar itu bermunculan satu persatu. “BRRUUKK”. Aku menabrak aspal. Tulang-tulangku terasa remuk. Aaaaiissshh Tuhan apa kau sedang mempermainkanku?.

“JIN WOON…”.Suara itu milik Ji Eun….. apa kau bisa memperkecil suaramu itu. Kau menghancurkan keheningan yang sedang kunikmati. Ku rasakan dia merangkul tubuhku kedalam pangkuannya.

“Jin Woon… banguuuunn..!”.Dia mengguncang-guncangkan tubuhku.

Aku berusaha membuka kedua kelopak mataku. Terasa perih dan berat. Yang pertama kulihat adalah air matanya yang terus keluar. Aku tersenyum kecil dengan sekuat tenaga aku mengangkat tangan kananku yang tidak mempunyai tenaga lagi. Tanganku mendarat dipipinya.

“mianhae…”, itulah kataku terakhir dan semuanya mendadak terasa gelap.

Goodbye my love, I’ll let you go now

The remembrances and the memories, I’ll forget them all

I’ll erase and erase and empty out every drop of love from my heart

One time, just one more time. If I am to see you

Again, how nice would that be…

This lingering attachment, these tears I’ll erase everything

—(^^)—

Pemakaman Jin Woon segera dilaksanakan. Semua keluarga, kerabat dan teman-teman datang menghadirinya. Ji Eun ditemani Ki Bum berusaha menerima takdir yang tak adil buat mereka. Takdir yang sangat menyakitkan untuk diingat, Ji Eun tak kuasa menahan tangisnya sedangkan Ki Bum berusaha terlihat tegar walaupun kenyataannya dia sangat rapuh dan tak sekuat itu. Jin Woon tak bisa meninggal dalam keadaan seperti ini, meninggalkan kedua sahabat yang sangat menyayanginya. Benar-benar pemakaman yang sangat sendu…

Seminggu setelah pemakaman Jin Woon, keadaan Ji Eun dan Ki Bum belum berjalan seperti biasanya. Baying-bayang Jin Woon selalu menghantui langkah mereka, sakit sekali jika harus menerima kenyataan bahwa Jin Woon sudah meninggal dunia.

“Ji Eun..”, sapa Ki Bum yang mampir ke rumah.

“ada apa?”

“gwencana?”

Ji Eun mengangguk pelan, Ki Bum mendekat dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“aku ingin memberimu ini”, Ki Bum memberi amplop kepada Ji Eun.

“didalamnya ada foto dari kamera Jin Woon saat ia bawa waktu liburan. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya. Aku ingin kau yang menyimpannya”

“kenapa aku? Kau tak mau?”, tanya Ji Eun.

“aku sudah mengambil beberapa. Dan sepertinya kau yang lebih berhak memilikinya, ada sesuatu yang ingin disampaikan Jin Woon lewat foto-foto itu padamu. Aku pergi dulu”, tanpa menunggu Ki Bum yang pergi, Ji Eun segera masuk ke kamarnya dan menumpahkan isi amplop itu.

Betapa terkejutnya Ji Eun, bahwa foto-foto itu adalah gambar dirinya. Semua pose yang ia punya, tercipta di selembar kertas foto itu. Tidak ada yang luput dari penglihatan Jin Woon, semua hasil memotretnya benar-benar sempurna. Dan ada satu gambar yang menarik hatinya. Sebuah foto bergambarkan, pasir pantai yang tertulis “SARANGHAEYO KIM JI EUN”. Tanpa disadarinya, ia menggenggam foto tersebut dengan erat. Sambil menahan air mata yang mau keluar.

“nado..saranghae Jin Woon-ah…”,kata Ji Eun serak.

I thought I would forget you as time goes by

But you keep finding your way into my heart again

And again

THE END

COMMENT…^^

I Love My Manager {Part 4}

Main Cast :

  • All Member SHINee
  • Go Ha Ni aka Manager

I Love My Manager Part 4 Cover

Genre : G

Hai… hai sya balik lagi , maaf klo lama nunggunya … so SELAMAT MEMBACA and JANGAN LUPA COMMENT thanks *bow*

Tae Ri POV

”Huaaaahhmmm…..” aku terbangun, kemudian meregangkan tubuhku.

‘Hah dingin sekali, tdi malam aku tidur dgan pintu terbuka. Karena kemarin aku tdak sempat membeli pintu yg baru. Tapi setidaknya kemarin benar menyenangkan aisssh~~ Ha Ni Rules Number 1. Jangan sampai jatuh cinta dengan rekanmu.’

Trliiinnngg……

Hp ku berbunyi, 1 email masuk. Aku membukanya..

”Ini jadwal yg kau minta. Jangan lakukan kesalahan lagi” ternyata pamanku ia mengirimkan jadwal SHINee Utama minggu ini.

Oh, hri ini mereka ada konser di KBS jam 11.00 . Aku segera berlari keruang makan.

”Hey cepat abiskan makanan kalian , Kalian ada konser di KBS siang ini”

”MWOAYO??” aku melihat mereka bergegas makan, bahkan  taemin sampai tersedak.

”Oh ya gunakan Kaos Berwarna Putih” kataku lagi. Mereka hanya mengangguk. Aku berlari ke kamarku untuk mandi dan bersiap2. Sebelum masuk kamar mandi , aku menelepon Supir van SHINee di SM entertaiment untuk menjemput Kami pukul 8 . Ini adalah pekerjaan pertamaku sebagai manager mereka.

—————

Jalanan macet, Untung aku menyuruh supir menjemput kami pukul 8 jdi kmi sampai pkul 9 , artinya 2 jam sebelum concert. Kami berjalan kearah Ruang artis untuk di make-up, jam segini belum ada Fans yg datang. Aku tau cara mengindari fans saat bersama ‘Kesha’ Dulu.

Sekarang mereka mulai di make-up. Para bintang tamu yg lain mulai berdatangan . Ada TVXQ, SNSD, Super Junior, F(X)  dan lain2 . Aku berjalan2 keluar Ruangan, melihat-lihat setiap artis yg di make-up, dan membungkuk setiap kali ada orang yg menyapa. Ini sangat berbeda dari kebiasaan di amerika. Kukira disini lebih sopan.

Aku berjalan ke Studio, Sudah banyak fans yg menunggu. Oh, ini waktunya reherseal . Aku kembali ke ruangan mereka.

”Hey waktunya reherseal”

”Ne…. ” jawab mereka serempak.

Mereka mulai berlatih diatas panggung tpi tdak sampai kelelahan. Kemudian Key menarikku keatas panggung.

”Yya shawols, ini manager Baru kami Cantik bukan” kata Key , semua yeoja yg disebut SHawols itu berteriak histeris.

”Annyeong Haseyo Go Ha Ni imnida” kataku, mereka semakin histeris.

”Hey kalian tau dia adalah Istri ke 2 appa kami stelah key Umma” ini memalukan, kenapa taemin berkata seperti itu. Aku hanya tersenyum. Kamera media Memotret kami, entah apa yg akan mereka gossipkan. Kami turun dri panggung. Media masih saja jeprat-jepret kearahku dan member SHINee, sementara Para Fans Berteriak histeris memanggil nama para member. Sedangkan aku hanya tertunduk malu . tpi aku sudah memutuskan…

“Permisi, bisakah kami mewawancarai anda? “ sapa seorang Reporter kepadaku .

“Tentu…”

“Kamshamnida , bisa kita mulai?”

“Ne … “

“Pertanyaan pertama Siapa nama anda?”

“Nama saya Go Ha Ni “

“Dimana Kampung halaman anda?”

‘eh kampung halaman? Ini aneh aku tdak pernah ditanya kampung halaman saat di amerika dulu’

“Aku lahir di Busan Tahun….1989 (22 tahun) “ kataku berbohong .

“Apakah anda pernah menjadi seorang manager dulu?”

“Oh, Aku pernah menjadi asisiten manager sekali “ kataku berbohong  padahal seumur hidup aku tidak pernah menjadi asisten manager .

“Benarkah? Berarti Ini kali pertama anda menjadi seorang manager?”

“Ne….” inilah tugas reporter mengorek semua rahasia orang lain , menyebalkan sekali .

“Apakah cita-cita anda sebagai manager SHINee?”

“Aku akan membuat mereka terkenal diseluruh pelosok dunia, tpi akan membuat mereka lebih santai di setiap pekerjaan mereka”

“Wah anda mempunyai cita-cita yg luar biasa untuk SHINee… Apakah anda mampu untuk memenuhi cita2 anda itu?”

“Tentu aku mampu. Kalau tidak aku tidak akan menyebutkanya pada anda” kataku sambil tersenyum.

“Apa kesibukkan SHINee Bulan Ini?” Tanyanya sambil mengeluarkan senyumnya mengejekku.

“Besok mereka ada Konfersi pers Untuk album baru mereka . kamis, mereka akan menajalani Tour di Tokyo sampai hari sabtu, Minggu sampai Senin kosong . Hari selasa mereka ada pemotretan Di sebuah majalah , Kemudian Rabu mereka Akan Berada di acara Salah satu Stasiun TV, Kamis-sabtu mereka Libur , kemudian 1 minggu ke depan mereka akan Tour di Singapore “ kataku panjang Kali lebar.

‘Huuh untung saja aku membaca seluruh jadwal mereka tdi, jdi aku langsung hapal”

“Sepertinya mereka banyak Mendapat libur bulan ini”

“Itu untuk memulihkan tenaga mereka, kemungkinan perubahan jadwal itu bisa terjadi kapan saja “

“Ah, kebetulan sekali Kalian berkumpul disini?” kata Reporter itu, ternyata sedari tadi mereka melihatku . hwaaah apa yg harus aku lakukan . apa mereka tau aku berbohong? Tpi ini demi kebaikan mereka.

“Bagaimana menurut kalian tentang manager baru kalian?”

“Kami senang sekali memilik manager sperti dia “ kata taemin

“Ya dia adalah sosok manager sekaligus noona yg baik bagi kami semua” kata minho

“Kupikir dia cantik” kata onew yg sukses membuat wajahku merona.

“Dia juga mengajariku resep masakan yg baru “ kata key

“Dia benar2 hebat , mampu menghapal jadwal kami sebulan. Padahal kami tau dia baru mendapatkan salinan jadwal kami tdi pagi “ kata jonghyun

“Benarkah? “

“Ne…” Kataku mengangguk pelan.

“Kalau begitu terimakasih sudah meluangkan waktu kalian”

@ruang artis SHINee

Aku membungkukan badan ku 90 derajat. Di hadapan seluruh member .

“Kamshamnida, karena telah membantuku tdi” kataku

“Kami tidak membantumu kami hanya menyatakan pendapat kami “ Kata Jjonghyun

“Walau begitu aku tetap berterimakasih pada kalian”

Mataku berepapasan dengan mata Onew Oppa , aku menundukan kepalaku berusaha menyembunyikan wajahku .

“Hey Sudah saat kalian tampil “ kataku sambil memeriksa jam ditanganku”

“Kami pergi….”

“Hey FIGHTING” kataku mengepalkan tanganku dan tersenyum kearah mereka. Taemin menghampiriku dan memelukku .

“Kamsahamnida umma” katanya lirih

“Hey jangan menangis sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki make-up mu sekarang”

Aku dapat melihat member lain menundukan kepala mereka.

“Sudah cepat lah pergi … lari aku akan memantau kalian dri sini”

“Ne……”

Mereka tampil sangat memukau membawakan lagu Lucifer , Seisi Studio bergema menyambut nyanyian mereka dengan penuh semangat . seprtinya aku tdak akan menyesali profesiku sebagai manager SHINee..

@dorm SHINEE

Huahh Brak !!! kami langsung merebahkan diri diatas sofa .

“Ini hari yg melelahkan, tpi aku senang sekarang aku tau lebih banyak tentang Umma baru ku, kau lahir di Busan Umma?” Kata Taemin Polos

“Tentu sja tidak taemin, kau ini memang polos “  kataku

“Lalu kau lahir dimana?” Tanya key penasaran

“Aaah, aku lahir di Tokyo tahun 1992 (19 Tahun) “ kataku lagi

“Umur berapa kau pindah ke Amerika? “ Tanya Onew dri belakang sofa

“Apa? Itu saat umurku tepat berusia 7 Tahun “ Kataku sambil tersenyum

“Hyung~~ bagaimana kau tau dia pindah ke Amerika” Tanya Minho

“Dia menceritakannya padaku “ kata onew santai

Aku yg mendengar hal itu hanya menelan ludah. Tenggorokanku sperti tercekat tak bisa bicara.

“benarkah itu umma? Kapan ? kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” Tanya taemin

“Eh apa? Itu..itu.. karena …. Karena.. kupikir ….. kau..kau …. tidak akan tertarik”

“Hyung~~ kemana kalian berdua kemarin? Kukira kalian pergi membeli pintu baru untuk Kamar Ha Ni dan membawa jadwal kami”

‘Apa yg harus aku jawab….. bagaimana kalau onew bicara seenaknya? Tamat lah riwayatku sebagai manager professional…’

‘Tidak aku tidak bisa biarkan ini terjadi……..’

“Ah, Kami hanya pergi makan saja, sebenarnya kami tidak tau dimana toko material juga saat itu sedang jam makan siang. Jdi kami putuskan untuk pergi makan”

‘hah untung saja dia berkata sperti itu’

“Aish~~ kenapa kalian Tidak mengajakku appa , umma ”

”Aku sudah mengajakmu Taemin, tpi kau sedang pergi dngan Minho”

Aaaaahhh taemin lucu sekali ia sedang menggembungkan pipinya. Aku sudah tidak tahan.

”Aaaaahhh Taemin…. Kau lucu sekali…. Kyaaa” aku mencubit pipi taemin dengan gemas.

”Hehehehe umma kau menyayangiku” aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian taemin memelukku.

”Ha Ni Saranghaeyo …..”

‘MWO?!’

~TBC~

Mianhae klo Pendek and GJ soalnya udah deadline …. Don’t forget to comment ok?

say that you love me [ one shoot ]

author: park cillaa

Rate: Romance, Happy Ending \(^o^)/

cast:

– Kyuhyun

– Eunhyuk

– jocha

– Miina

annyeooong, abis nge post still love you oppa, author langsung saja nge post ini, karena emang udh di bikin sebelum nya.. dan gak tau mau nge post dimana, jadi di sini aja deh ^^  hohoho, don’t like? don’t read! don’t want? don’t don! *di kata lagu suju-_-* sudah jangan berlama-lama lagi *padahal author yang bikin lama* kita langsung baca saja.

————

Aku Menatap Cermin Di depan ku.. aku Berfikir Kenapa bisa aku ada di dunia ini? Hanya di temani onnie ku. Onnie ku yang sangat aku cintai. Goo Miina namanya..

” Jochaa~ ” aku menoleh ke arah suara itu.

Continue reading

Still Love You Oppa [ chapter 2 ] [ end ]

author: park cillaa

Genre: romance, chapter, pemaksaan, kekerasan

Cast:

– lee jotha

– lee donghae

 

annyeooong ,, datang lagi dengan part 2 *joget bonamana* huahaha, ini FF gaje sangat. author buat dengan kecepatan tinggi,  15 menit sudah jadi. wkwk,  don’t like? don’t read! don’t want? don’t don! *di kata lagu suju-_-* sudah jangan berlama-lama lagi *padahal author yang bikin lama* kita langsung baca saja.

————————————————————————————

 

CHAPTER 2

Lee jotha P.O.V

“MWO?!?” aku membulatkan mataku, dan menatap donghae lekat

“ aishh, wae? Bayar “ paksa donghae membayar semua belanjaan nya

“ hyaa! Ne.. ara ara “ aku hanya pasrah dan membayar semua belanjaan nya. Aish, apa yang aku lakukan? Aku sebenarnya sudah tau donghae akan meminta aku yang bayar, setiap belanja dengan nya pasti duit ku terkuras. Padahal kan dia kaya? Member super junior, anak pemilik SMent. Aigoo~

—**—**

Sepulang dari belanja kita, ah tepat nya donghae makan di foodcourt, kali ini aku lagi yang bayar, entah kenapa setiap aku jalan dengan nya, selera ku untuk belanja, makan, itu semua hilang.. ya tau lah, duitku Cuma cukup untuknya, kalau aku ikut makan dan belanja, uang gabakal tersisa

“ oppa! Pulang yah” regek ku

“ kenapa? Baru juga jam 8 “ donghae yang lagi makan tersentak saat aku minta pulang kepadanya

“ aku lelah oppa “ kata ku

“ tapi aku tidak” tegas donghae yang terus melalap makanannya

“ aigoo, kau tidak liat? Aku hanya membawa semua barang bawaan mu kemana pun kau pergi, kau makan, aku gak makan, ini semua juga aku yang bayar “ jelas ku, aku keluarkan juga semua apa yang ingin ku katakana

“ aaah! Ayo kita pulang “ donghae menatap ku kesal dan dia langsung pergi duluan

“ aissh, lagi-lagi aku di tinggal, dan membawa semua

Belanjaan nya “ gerutuku kesal, aku mengikuti nya dari belakang dengan jalan yang agak susah, karena belanjaan nya itu

aku tidak di antar pulang sama donghae, aku di bawa ikut ke rumah nya, apa boleh buat, aku ikut masuk ke dalam rumah hae.

“ ambil kan aku minum “ perintah hae kepadaku, dia merebahkan badannya di sofa dan melepas kacamatanya

“ ne oppa “ kata ku dan langsung menuju ke dapur

Ihh, kenapa donghae selama 3 bulan ini menyiksa ku terus sih? Aissh, aku capek ‘ batinku dalam hati

–author p.o.v—

Yak! Donghae mengalami perubahan sejak hari itu, hari dimana umma dan appa nya berpisah, umma nya pergi meninggal kan appa nya dan mengambil semua harta milik appa nya donghae, mungkin mereka tidak jatuh miskin.. tapi, hal itu membuat donghae luka batin, perlakuan umma nya yang selama ini ternyata hanya menginginkan harta milik appa nya membuat donghae berfikiran bahwa semua yeoja itu sama, hanya memandang harta. Donghae melampiaskan dendam nya ke umma nya kepada jotha.. donghae pelan-pelan, morotin hartanya jotha, jotha tau akn hal itu, tapi dia tetap pasrah.

— pov end —

— donghae p.o.v –

CUIH!

“ teh apa ini? Kenapa rasanya hambar? Kau lupa memasukan  gula ya? “ bentakku ke jotha, dia hanya menunduk, aku tau apa yang aku lakukan ini salah.. tapi umma ku telah merubah sifat ku.. ini semua karena dia!! Umma yang ku pikir baik dan penuh kasih sayang tapi ternyata hanya menginginkan harta appa ku!

“ arrggh !! “

PRANK!

Aku melempar gelas kaca itu hingga pecah kelantai, kulihat wajah jotha yang ketakutan. Aku menarik tangan jotha dan mendorongnya ke tembok, aku kurung dia dengan kedua tangan ku

“ bikin teh saja tidak becus! Kau belum jadi istri ku tahu! “ tiba-tiba wajah jotha berubah menjadi wajam umma ku! Karena melihat itu, tangan ku melayang ke pipi jotha, aku mendorong nya dan melempar nya ke sofa, aku sedikit menindih nya dengan kedua tangan ku sebagai tumpuhan ku.

“ oppa.. apa.. kenapa kau begitu kejam padaku ? “ Tanya jotha mulai meneteskan air mata

Aku memegang dagu jotha dan mendekatkan nya ke wajah ku

“ karena kau mirip umma ku! “ saat aku mengucap kan itu, tanpa sadar aku membuat nya merasa ketakutan, aku merasa tangan nya gemetar, keringat mulai berjatuhan, dan dia menangis

“kenapa? Aku tidak seperti umma mu!  Mungkin mata ku saja yang membuat ku agak mirip dengan umma mu, tapi tidak dengan hati ku. “ dia terduduk dan membuat ku melepas tindihan ku, dia menuntun tangan ku ke hati nya

“ aku beda dengan umma mu oppa, beda di sini.. di hati ku, apa aku terlihat seperti menguras harta mu? Justru kau yang menguras harta ku oppa “ kata-kata jotha membuat ku tidak bisa berkata-kata, aku sadar, sejak kejadian itu, aku melampiaskan semua amarah ku kepada nya, bahkan aku sempat memukul nya, menampar nya, tapi dia tidak marah. Entah kenapa, hatiku sekarang merasa sangat bersalah, di sisi hatiku yang paling dalam aku sangat mencintai jotha lebih dari umma ku.

“ kenapa kau diam oppa? Apa aku ini pantas di sebut calon istrimu, belum menikah saja, kau sudah menyiksaku. Semua perempuan juga tidak suka di siksa seperti ini oppa “ dia tetap mempertahankan tangan ku di hatinya, kurasakan detak jantung nya, dia menangis lagi, air mata nya jatuh di tanggan ku. Aku paling gak bisa liat dia menangis.

Aku melepas kan genggamannya, aku memeluknya erat

“ mian hae, maaf aku telah menyiksa mu, dan membuat mu tidak nyaman, aku sadar tindakan ku sudah terlalu jauh, aku memandang mu layaknya umma ku dan aku melampiaskan semuanya kepada mu, mianhe, jeongmal mianhe “ kata ku, aku terus mempererat pelukanku

“ gwenchana oppa” aku merasakan tangannya mengelus punggung ku

“ saranghae “ bisik ku di telinganya

“ nado oppa “ balas nya

 

-end-

 

hueh, akhirnya end juga, gaje yak? haha tak apalah. tinggal kan jejak kalian..

 

don’t be a sillent reader 🙂

Pain In My Life {Part 5}

JJIIIIAAAAAH Mianheee klo postnya lama, tdi koneksi internetku sempet mati jdi lama deh nge-post nya *reader: enggak nanya* ya sudah Selamat membaca !!!! Jangan Lupa RCL (READ>COMMENT>LIKE)

 

Jinki POV

 

aku mengendarai mobilku secepat yg aku bisa. Kibum ikut denganku. Aku mencari alamat yg dimaksud.

 

”Di depan” kibum mengagetkan ku lagi

”ah benar” tpi bagaimana dia bisa tau? Ah, nanti saja aku pikirkan.

aku memasuki halaman apartemen. Aku dapat melihat Tae Ri berdiri disamping seorang Namja. Ia terlihat seperti preman. Pakaiannya berantakan. Aku memarkir mobilku, kemudian berlari memeluk Tae Ri yg sedang tersenyum menatapku. Entah kenapa kibum tdak turun dri mobil.

 

”oppa- Gwenchana?”

”seharusnya aku yg bilang begitu”

”oh, oppa perkenalkan ini temanku cho kyuhyun. Dia yg menyelamatkanku dri preman di taman bermain, dan membiarkan aku menginap di tempatnya”

”Annyeong.. Cho kyuhyun imnida”

”annyeong.. Lee Jinki imnida”

”Kamshamnida.. Telah menyelamatkan dongsaeng ku” kataku lagi

”Cheonmaneyo” ia tersenyum, spertinya aku pernah melihatnya. Tpi dmana? Wajahnya tidak pantas berada di lingkungan kumuh sperti ini.

”kalau begitu kami permisi” kataku sambil menarik lengan Tae Ri

”Kamshamnida Kyuhyun-ssi” kata Tae Ri

 

Kyuhyun POV

 

Ternyata itu kakaknya , awalnya kupikir namjachingunya…

”Kamsahamnida kyuhyun-ssi” kata Tae Ri sambil melambaikan tangannya. Aku membalasnya dengan melambaikan tanganku. Aku melihatnya masuk kdalam mobil . Aku memperhatikan ada seseorang di jok depan. Sorot matanya menatap tajam kearahku. Tatapan mata yg aku kenal. Mungkinkah dia….

 

Kibum POV

 

Sudah lama sekali aku tdak bertemu dengannya… Kini dia berada di depanku. Sedang berbincang2 dengan temanku. Persis seperti 3 tahun yg lalu. Aku menatapnya lekat-lekat. Kemudian dia melihat kearahku. Sepertinya dia tidak menyadari kalau itu aku. Dia tersenyum pada Tae Ri, tidak ini tdak bsa dibiarkan.

Sudah cukup aku kehilangan orang yg kusayang karena dirimu Cho Kyuhyun! .

 

Tae Ri POV

 

Jinki-oppa menjemputku.

 

”Kamshamnida kyuhyun-ssi” kataku melambaikan tangan pada kyuhyun. Aku masuk kemobil. Kulihat kibum oppa di jok depan menatap kearah kyuhyun. Kenapa dia tdak turun. Ah, mungkin sedang tdak ingin.

 

”Oh, kibum-oppa juga ikut?” tanyaku pada kibum-oppa tpi ia tdak menjawab. Ia hanya memfokuskan pandangannya pada kyuhyun. Saat mobil kami berputar pun ia tetap memandang kyuhyun lewat kaca spion.

 

———

 

”Aku pulaaaaaaaang” teriakku

”Taaaaaaaeeee Riiiiiiiii” taemin oppa berlari kearahku sambil membuka kedua lengannya lebar2. Aku menghampirinya. Tapi taemin oppa malah mencubit pipiku dengan gemas.

 

”Kenapa.. Kau bisa menghilang hah?”

”aww.. Oppa sakkitt” jeritku

”kau tau betapa aku mengkhawatirkan mu. Betapa frustasinya aku karna tdak bisa berbuat apa2? ” kata taemin-oppa seraya memelukku erat.

”Jeongmal Mianhae oppa” kataku lirih, aku menangis di pelukan taemin oppa .

 

”Tae Ri…..” suara seorang yeoja yg sangat aku kenal

”Umma..” aku melepaskan pelukanku, dan berjalan perlahan kearah umma. Ia menatapku, air matanya mengalir di kedua pipinya yg mulai berkerut. Aku merindukannya sangat, sangat merindukannya. Aku tdak pernah membencinya tidak pernah, walau ia menelantarkan aku dan oppa2ku tpi kami tdak pernah membencinya.

 

Aku berlari memeluknya. Ia masih hangat seperti dulu.

 

”Jeongmal mianhae Tae Ri ah” katanya lirih

”Gwenchana Umma”

aku melepaskan pelukannya dan menghapus airmataku.

 

”Kapan kau sampai?”

”Aku pulang ke korea karena merasakan ada hal buruk yg terjadi pda kalian, kemudian Taemin meneleponku, ternyata kau hilang” firasatny masih saja benar

”aku senang kau disini umma” kataku sambil tersenyum kearahnya.

 

——-

Kibum POV

 

”taemin aku ingin bicara sesuatu padamu”

”ah…eumm ne hyung”

 

aku dan taemin berjalan kearah taman rumah Lee family.

 

”ada apa hyung?”

”Taemin, kau masih ingat Cho Kyuhyun”

”Ingat kenapa kau tanyakan itu…. Apa kau bertemu dengannya?”

”iya aku bertemu dengannya, aku bertemu dengannya tdi saat jinki menjemput Tae Ri”

”Dia mengenalimu? ”

”Tidak spertinya tidak”

”Tpi mengapa dia bersama Tae Ri ?”

”Dia menyelamatkan Tae Ri. Itu yg aku dengar”

”Apa?! Apa maksudmu hyung? Dia mendekati adikku?”

”Aku rasa sperti itu”

”Aku harus mencegahnya masuk kedalam hidup Tae Ri”

”Kumohon Taemin lakukanlah sebisamu”

”Aku mengerti hyung”

”aku tdak ingin Kejadian Sperti Hwang Jae In terjadi lagi”

”Aku taU Hyung”

 

Taemin POV

 

Tidak akan kubiarkan Kyuhyun mendekati taeri sperti dia Mendekati Hwang Jae In

 

FlashBack

 

Aku berlari di koridor. Aku menaiki tangga dengan tergesa-gesa. Apartemennya masih jauh. Kumohon tuhan selamatkan dia. Selamatkan Jae In. Jangan Ambil dia dariku. Pintu apartemennya terkunci.

 

”JAE IN BUKA PINTUNYA” teriakku. Karena tidak sabar aku mendobraknya.

”Jangan mendekat taemin, jangan mendekat”   Aku melihatnya berdiri di balkon apartemennya.

”Kumohon jae In jangan lakukan ini, kumohon” kataku berjalan perlahan kearahnya. Aku mendengar Seseorang berlari ke apartemen Jae In.

”Jae In. Jangan jae in” suara kibum oppa

”Percuma kalian datang, aku akan tetap melakukannya. Aku tdak bisa hidup tanpa kyu. Aku mencintainya”

”TAPI DIA TIDAK MENCINTAIMU JAE IN , SADARLAH”

”aku tidak bisa menerima kenyataan ini Taemin”

”Kumohon jae in sadarlah.. Dia bahkan mencampakkan mu”

”Mianhae Taemin, Oppa Sarangahaeyo, oppa Jeongmal Mianhe ….

”Na do saranghae Jae In …. Kemudian ia menjatuhkan dirinya. Aku berlari, aku sempat menangkap tangannya. Aku melihatnya menangis. Orang2 telah berteriak histeris dibawah.

 

”Jangan lepaskan Jae in, kumohon bertahanlah… Kumohon…” aku menitikkan air mataku sementara kibum oppa berusaha menelepon tim SAR

”Kamshamnida Taemin , kamshamnida untuk cintamu. Jeongmal mianhae taemin, semoga kau mendapat seseorang yg lebih baik driku. Yg mencintaimu”

”Jangan bicara sperti itu Jae In. Bertahanlah. Bantuan akan segera datang” namun tanganku mulai basah , aku berusaha tetap memegangnya. Memegang tangan hangat orang yg paling aku cintai.

 

”Selamat tinggal taemin” ia melepaskan peganganku .

”Tidak JAE IN JANGAAAAAAANN … JAE IN” ia jatuh… Ia mati dihadapanku. Saranghaeyo Jae In . Bahkan sampai akhir hidupnya dia tidak mencintaiku.. Tapi kenapa, rasa cintaku begitu besar kpadanya.

 

FLASH BACK END

 

”Hey oppa apa yg kalian lakukan disini? Diluar dingin ayo masuk. Ibu membuatkan makanan hangat untuk kita semua”

 

Taeri datang, senyumnya mengembang. Matanya bersinar terang. Saat melihatnya aku terbayang wajah Jae In sedang tersenyum. Andai Jae In masih hidup. Jae In apa kau baik2 saja disana? Kuharap begitu .

 

Jae In ~ Bogoshippoyo~

 

“Oppa apa yg sedang kau lakukan melamun diluar dengan udara sedingin ini , kalau kau mau keluar kenakanlah sweater atau jaketmu. Kalau tidak kau akan sakit “ kata tae ri sembari memakaimkan ku jaket . aku hanya tersenyum mendengar perkataannya ..

“Kau juga Kibum-oppa “ .

“Hey, sebenarnya apa yg sedang kalian rundingkan disini? “ tanyanya lagi . aku berdiri kemudian membisikkan sesuatu ketelinganya .

“Kau mau tau ?” dia mengangguk

“Itu rahasia “ kemudian aku berlari kedalam rumah

“YYa oppa, beritahu aku… Opaa jangan lari …. “

 

Kukira aku bisa melupakanmu Hwang Jae In tpi sepertinya tidak. Akan kusimpan kenangan bersamamu sebagai kenangan yg terindah dlam hidupku .

 

Tae Ri POV

 

Taemin Oppa mengerjaiku laagi …. Tpi kehangatan sperti inilah yg membuat lengkap hidupku. Aku masuk ke ruang makan. Aku melihat Umma . aku masih senang dia bisa menyempatkan diri untuk pulang melihat kondisi kami .

 

“ Bagaimana sekolahmu Tae Ri “ Umma membuka pembicaraan

“ Baik-baik saja “

“ Oh yak au sudah kenal Minho ? “

“ Tentu, dia sekelas Denganku “ kataku sambil menatap Minho.

“ Semoga kau betah disini Minho “ Kata Umma sambil tersenyum kearah Minho.

“ Kamsahamnida …. “ kata Minho kemudian melanjutkan makannya.

“ Tae Ri bagaimana kau bisa bertemu dengan siapa tdi ? “

“ Cho Kyuhyun … “ kataku pada Jinki Oppa

 

Uhuk…uhuk…uhuk…. Eh kenapa taemin Oppa …

“ Hey Taemin-Ah Gwencahana ? “ Tanya Jinki Oppa sembari menyodorkan segelas air putih.

“ gwencahan Hyung ~~ Gomawo “

Taemin oppa melirik kearah kibum oppa . begitu juga dengan kibum oppa. Mereka aneh ….. apa sebenarnya yg mereka bicarakan tdi ?

“ Taemin kau sudah hampir lulus SMA, Kau akan melanjutkan kemana? “ Tanya umma

“ Aku belum memikirkannya Umma “

“ Kalau begitu mulai sekarang pikirkanlah “

“ Ne umma “

 

 

@sekolah

 

“ Taeee RIiiiii “ seseorang memanggilku . aku malas menengok ke belakang .

“YYAA Tae Ri-ah Kau sudah melupakanku?” Tanya yeoja itu

“Aissh ~~ Kim Hye Ri kaulah yg melupakan sahabatmu ini. Kemana saja kau 3 hari tidak masuk sekolah. Kau tau betapa sepinya sekola ini tanpamu “

“Mianhae Tae Ri aah …. Aku harus Pergi ke London menemani Umma ku belanja. Hey ku dengar ada anak baru ? siapa dia ? “

“Hah itu dia sudah datang “ kataku memajukan bibirku menunjuk Kearah minho .

“Dia ?! omo~~ Tampan sekali dia Tae Ri “ kata Hye Ri sambil mengedip-ngedipkan matanya.

 

Minho yg menyadari ada Aura hitam di kelas langsung menengok kearah Hye Ri . bak model catwalk dia berjalan kearah Hye Ri .

 

Hyeri menatapku sambil melirik kearah minho . aku menaikkan kedua alisku tanda tidak mengerti. Ia menunjuk dirinya kemudain menunjuk minho .

 

“Kau menyukainya?” tanyaku tanpa suara.

Ia menggeleng. Aneh sekali dia 3 hari di London sikapnya berubah total. Aku menagacak2 rambutku aku benar2 tidak mengerti bahasa isyarat yg dia kenakan.

 

“Kenalkan Aku ppabo ! “ katanya sambil tersenyum kearah minho kemudian menatap tajam kearahku. Oh jdi itu maksudnya kenpa dia tdak bilang dri tdi?

 

“Oh, Minho kenalkan ini temanku Namanya Kim Hye Ri . kau mungkin barumengenalnya karena 3 Hari ini dia … aww “ Hye ri mencubit perutku.

 

“Annyeong Haseyo Kim Hyeri Imnida “

“Annyeong Haseyo Choi Minho Imnida “

 

 

Pulang sekolah

 

“ Hey Tae Ri ada seorang namja yg menunggumu di gerbang “ kata teman sekelasku

“ Apa siapa? Taemin oppa? “

“ sepertinya bukan. Ia dri SMU lain seragamnya pun berbeda dengan kita. Wajahnya tampan sperti foto model itu siapa namanya …….

 

“Aaah~~ ne Arassou arassou “

 

Siapa lagi ini? Kenapa mereka senang sekali mengganggu hidupku.

 

Aku berjalan kea rah gerbang. Aku melihat seorang namja sedang bersandar di gerbang. Ia memang bukan SMU disini siapa dia? Dilihat dri samping dia memang tampan …………….

 

~TBC~

 

JJJJiaaaaa~ maaf klo GJ Yaaaa…. Don’t forget to RCL (READ>COMMENT>LIKE) ok?

Still Love You Oppa :) [ chapter 1 ]

Author : park cillaa

Title: Still Love You Oppa

Genre : romance, chapter

Cast:

– Lee Jotha

– Lee DongHae

–  Cho KyuHyun

–  Goo Jocha

anyyeoong, Ini FF kedua ku loh setelah he’s gone,

mian kalau FF ini kurang panjang, atau kurang memuaskan karena author bukan eunhyuk yang pintar memuaskan *plak

langsung aja baca FF nya ya.. tinggal kan coment!!

CHAPTER 1

Lee Jotha P.O.V

Aku  Lee Jotha, panggil aku jotha saja, banyak yang bilang aku yeoja yang beruntung. Ha? Kenapa? Ya mungkin karena aku berpacaran dengan seorang member Super Junior, Lee Donghae, lebih akrab di panggil Donghae atau Hae. Tapi pendapatku berbeda dengan mereka yang menganggap ku beruntung, awal nya mungkin asik berpacaran dengan donghae, tapi sekarang tidak.

— FlashBack –

* SJ university *

“ saranghaeyo Lee Jotha!” Seru seorang pria dari luar kelas ku

Sentak aku kaget dan langsung menoleh ke luar kelas, omo~ lee donghae? Sedang apa dia? Meneriaki nama ku dari luar kelas? Malu nya aku.. semua mata murid di kelas menuju pada ku setelah melihat donghae dari luar kelas, meneriaki nama ku dengan membentuk tangannya seperti hati.

Donghae salah satu murid terkenal di sekolah ini, dengan di temani 12 temannya, yang terbentuk dalam boyband super junior, dia membentuk universitas ini, juga dengan bantuan orang tua nya tentunya, sukses membuat ku malu di dalam kelas.

“Bagaimana kalau aku di pukuli fans nya hae?

Bagaimana kalau aku di musuhi semua yeoja di sini yang mayoritas nya ELFishy ? omoo~ nyali ku semakin menciut.. “ batinku

Aku hanya tertunduk malu di buat nya.. Bu Sicca guru Sains ku, kembali menenangkan kelas atas keributan yang di buat donghae.

—– ISTIRAHAT —–

*di kantin*

“ milos.. ada apa dengan lee donghae? Kenapa di meneriaki mu dengan kata saranghae seperti itu? “ Tanya teman ku yang bernama jocha

“ stop memanggil ku milos! Aku bukan Miranda polos lagi! “ kata ku kesal

Aku paling tidak suka di panggi milos, milos itu berartikan polos, dan Miranda itu nama lain ku , aku tidak polos, mungkin dulu aku polos. Tapi sekarang? Tidak!

“ mianhae.. jelaskan padaku, kenapa dia seperti itu? “ Tanya teman ku yang bernama jocha

“ anyioo “ kata ku tanpa panjang lebar

“ kau coba membohongi ku? Bilang saja kau sudah menjalin hubungan kan dengan nya? Ayoolah, waktu kyuhyun menyatakan cintanya pada ku saja aku ceritakan padamu, masa kau tidak? “ jocha trus memaksa ku dan mendesak ku untuk menceritakannya

“ ah.. ne ne.. aku baru seminggu jadi kekasih nya, tapi di…” belum selesai bicara jocha sudah kaget dan teriak sangking kaget nya

“ MWO?!?!?!? “ kata jocha kaget, aku tersentak dan hamper terlempar dari bangku kantin karena kaget

“ sstttt, kau akan membunuh ku jika semua tau aku berhubungan dengan hae “ bisik ku pelan

“ ah.. ara ara~ tapi kenapa kau takut? Aku saja yang sudah 4 bulan lebih menjalin hubungan dengan kyuhyun biasa aja, tidak ada yang membunuh ku “ jawab jocha santai

“ anyioo, popularitas kyuhyun tidak sebanding dengan donghae.. kau tau hae, dia pemilik sekolah ini, anak pemimpin SMentertaiment “ balas ku mencoba menjelaskan ke jocha yang sedikit agak pabbo itu *kayak author dong*

“ heee, kau tak akan di bunuh, untuk apa ELFishy membunuh mu Cuma gara-gara itu? Toh nanti mereka mengerti, suatu saat nanti bias mereka memiliki pasangan hidup masing-masing, jadi mereka harus menerima nya dari sekarang, sparkyu pun kini bisa menerima kedatanganku sebagai Calon Istrinya Kyuhyun HEHE ._.v “ jelas jocha, kadang-kadang dia memang agak pintar tanda kutip “ AGAK “

“ iya juga sih “ kata ku pelan sambil menghela nafas

“ nah iya,, “ jocha berdiri , apa yang akan dia lakukan? Omo` jangan bilang dia akan member tahu satu kantin lagi.. dan benar saja, belum sempat aku mencegah nya dia sudah melakukan aksinya

“ SEORANG LEE JOTHA MAMPU MELULUHKAN HATI LEE DONGHAE! SEKARANG MEREKA BERPACARAN! “ seru jocha berdiri di atas kursi kanti

“ hey,, kau turun lah jochaa, kau mempermalukan ku “ kata ku sambil menarik-narik tangannya dari bawah agar dia kembali duduk

“ wae? Aku tidak mempermalukanmu, aku justru membantumu membuka identitas mu” kata jocha sambil tersenyum dengan muka pabbo yang cantik itu *cantikan mana sama author? *

“ ahh! Kau memang sama saja dengan kekasihmu kyuhyun itu, sama-sama iseng, jail, kalian berdua benar-benar evil, dan sangat cocok “ kata ku sedikit geram menahan emosi

“ tentunya “ kata jocha sambil mengeluarkan jurus andalan nya dengan kyuhyun, yaitu Evil Smile

Mulai saat itu, saat sahabat ku yang pabboya member tahu semua orang.. umpung saja, ELFishy bisa mengerti jika suatu saat nanti donghae akan punya kekasih, jadi mereka sudah siap mental untuk itu *tapi untuk author belom siap >.< *

— FlashBack END —

Sarangi ireohge ggeutmeoril boyeodo ibyeoli eoneusae naege dagawa annyeong insal geonnedo
Ajik naegen neol naeryeonohneun ge eoryeoungeol jogeumman siganeul jwo
I can’t live without you, My all is in you

Bunyi dering telfon dari hp ku, aku yang sedang tidur pulas pun terbangun

“ ahh,, siapa sih? Ini hari minggu aku ingin istirahat “ kata ku mengeluh

Di layar hp tertulis nama “Lee Donghae Jelek”

Kenapa lagi dia? Ingin menyiksa ku lagi? Haa! Dasar jelek!

“ yo… “ belum selesai aku bicara dia sudah memotong pembicaraan ku

“ Cepat kerumah ku! Kita akan pergi “ kata nya dengan cepat

“kemana…”

Tut tut tut

“ hyaa! Namja ini! Makin lama makin membuat ku kesal! Bagus lah, nama mu di hp ku itu “ Lee Donghae Jelek”

Sesuai lah dengan kelakuan mu itu, yang gak bisa memperlakukan yeoja dengan baik “ gerutuku kesal

—-**—-**—-**

TING TONG

Aku membunyikan bel rumah hae.

“annyeoong” panggil ku

Tidak ada jawaban, jangan-jangan aku di kerjain sama donghae? Ahh.

“ oppa! Kau di dalam? “ sahutku kembali dari luar

Kali ini ada jawaban, akhirnya..

“ne, tunggu sebentar “

Pintu rumah donghae terbuka, dan…..

dia keluar!! Seorang Lee donghae!! OMO~ ganteng banget! dengan kemeja nya, dan kacamata nya ia terlihat fresh! but wait..

” kau mengubah warna rambut mu oppa? ” tanya ku

” ne.. wae? kau tak suka? bukannya aku tampan seperti ini? ” goda nya

aisshh, padahal contact name nya di hp ku ” Lee DongHae Jelek” apa iya aku harus menggantinya dengan “Lee DongHae Ganteng” omo~~ tapi bagaimana pun, mau dia jelek kek dia ganteng kek, dia tetap namja chingu ku yang ku sayang

ini dia!! lee donghae.. ganteng bukan ? *author mupeng*

” tunggu apa lagi? ayo pergi! ” donghae menarik tanggan ku kasar..

” aww ” rintih ku pelan

lagi dan lagi, namja ini kasar sekali, memegang tangan ku saja tidak becus!

—————————————————————————————————

* seoul mall*

” kita mau kemana oppa? ” tanya ku

” aku akan belanja” donghae menjawab datar. ga ada ekspresi senyum ke padaku sedikit pun.

dia berubah! bukan donghae yang dulu! dia sekarang jarang senyum, dan sering berlaku kasar. batinku sambil menatap nya lakat

” waeyo ?” donghae membuyarkan tatapan ku

“aa.. anyioo” jawabku sedikit gagap di buat nya

Aku hanya menemani nya belanja, aku tidak belanja karena aku emang gak suka shopping * kalau author sih satu mall admin beli (sok kaya ) *

– Donghae P.O.V

” berapa semuanya? ” aku meletakkan barang belanjaaan ku di meja kasir

” 700 ribu *dalam bahasa indo-_-* ” kata tukang kasir

” jotha~ ” panggil ku lirih

” ne oppa? ” tanya nya yang langsung menatap ku lekat

” bayar belanjaan ku ” pinta ku ke jotha

” MWOO?!? ”

TBC

mian gak seru!! aku bikin FF ini hanya sekedar iseng, dan kehabisan akal, dan akhirnya buat jadi berchapter aja, mian juga terlalu pendek * jitak author*

don’t be sillent reader 🙂 

He’s Gone!

author: park cillaa

cast:

– yesung

-ryeowook

ff ini sembelum nya udh pernah di post di wordpress ku, tapi aku post di sini juga. coment ya ^^

—————————————————————————————————————————

YESUNG P.O.V

Aku Yesung, Aku hidup dengan keluarga broken home, umma ku bernama lee sungminie, dan appa ku bernama cho kyuhyun, karena hubungan appa dan umma yang semakin bikin aku capek, aku memutuskan untuk tidak perduli lagi dengan mereka. umma dan appa ku mungkin akan bercerai. Haha, aku tidak peduli, memangnya kenapa kalau appa dan umma ku cerai? Tidak ada penting nya untuk ku.

 

 Setiap hari pasti ada aja benda yang pecah di rumah, kalau bukan gelas mungkin piring, atau kaca? Hmm, silahkan aja deh banting semua barang di rumah ini. Aku sudah capek. Masalah umma dan appa ku itu karena kesibukan mereka dengan pekerjaan sendiri. Hingga gak ada waktu untuk bicara, berkumpul, dan melakukan hal-hal yang bisa keluarga lain lakukan

 

==*==

 

tok..tok..tok..

 

“ yesung buka pintunya..” suara umma terdengar dari luar pintu kamarku

 

“ masuk saja umma” kata ku dari dalam kamar

 

Umma masuk dan menghampiriku yang sedang berbaring di kasur.

 

“ mian, umma dan appa gak bisa lagi mempertahankan keluarga kita” kata umma

 

“ gak apa-apa. Mungkin ini jalan terbaik buat umma dan appa” kata ku

 

“ ne.. mian hae, jeongmal mian hae..” kata umma yang merasa bersalah dengan permasalahan ini hingga umma dan appa harus bercerai .

 

==*==

 

Aku punya seorang adik, namja yang manis.. namanya ryeowook, tapi biasa di panggil wookie. Wookie kelas 3 SMP. Dan aku kelas 1 SMA. Aku sangat menyayanginya, aku akan menjaga nya apapun yang terjadi. Jika suati hari appa dan umma sudah bercerai, aku tidak akan memilih tinggal dengan salah satu orang tuaku, aku akan lebih memilih tinggal bersama wookie, di tempat lain, dan hidup tentram.

 

“ aku pulang “ suara ryeowook yang baru saja pulang sekolah

 

“ wookie kau sudah pulang?” aku menyambut wookie di depan pintu kamarku

 

“ ne.. ah~  apa umma dan appa bertengkar lagi?” Tanya wookie kepadaku

 

“ ne, seperti biasa lah. Dan kali ini mereka sudah memutus kan untuk bercerai “ kata ku

 

“ lebih baik mereka bercerai.. aku gak tahan lagi dengan kelakuan mereka “ kata wookie sambil melempar tas nya ke kasur

 

“ kamu harus yang sabar, kita harus bisa hadapi masalah ini dengan kepala dingin “ kata ku sambil menepuk pundak wookie

 

“ ne.. hyung jangan tinggal kan aku ya, mungkin setelah appa dan umma bercerai hanya yesung hyung lah harapan ku” kata wookie dengan raut wajah yang sedih

 

“ ne, tenang saja.. aku sangat menyayangi mu.. aku tidak akan meninggal kan mu sedetik pun “ katata ku

 

“ jadi kalau aku ke toilet, hyung tetap akan ikut dengan ku?” kata wookie ngelawak

 

“ hahaha enggak lah, sudah lah yang penting, kamu masih ada aku..” kata ku

 

==*==

 

Tanggal 14 bulan mei, jam 11.00, hari ini di pengadilan appa dan umma ku sedang menjalani sidang perceraian. Aku dan wookie tidak datang. Aku dan wookie hanya diam di rumah menunggu mereka pulang dan mendengar kata kata “ Umma dan Appa sudah cerai” haha pasti rasanya lega..

 

==*==

 

Sudah pukul 3 sore, suara mobil sudah terdengar di halaman.. umma dan appa masuk ke rumah..

 

“ umma dan appa sudah cerai “ kata umma

 

“ akhirnya umma dan appa cerai juga, aku lega dan aku gabakal lagi mendengar suara piring pecah, gelas, kaca, atau apalah. Bagus lah. Selamat ya.  “ kata ku

 

“ kamu senang dengan perceraian ini? Anak macam apa kamu.. orang tua bercerai sedang kan kamu senang kalau umma dan appa cerai. Pernikahan itu bukan hal yang main-main ya! “ kata appa ku marah

 

“ sudah lah appa. Masalah sudah selesai. Umma dan appa sudah bercerai.. tidak ada yang perlu di pikirkan. Sekarang cari jalan masing-masing “ kata wookie membela ku

 

==*==

 

Umma masuk ke kamar nya dan langsung keluar kamar dengan membawa semua baju-baju dan perlengkapan nya ke luar kamar.

 

“ umma akan pergi dari rumah ini, kalian ikut umma atau appa?” Tanya umma

 

“ aku tidak akan tinggal dengan siapapun di antara umma dan appa, aku akan tinggal bersama wookie di rumah ini.. appa juga akan keluar dari rumah sini kan?” kata ku

 

“ iya! Appa akan keluar dari rumah ini. Dan mencari kesenangan appa sendiri! “ kata appa

 

“ baik lah, semua berarti selesai kan. Wookie dan aku akan tentram disini “ kata ku santai

 

== * ==

 

 Umma dan appa sudah pergi meninggal kan rumah, entah kenapa tiba-tiba aku menangis, serasa aku menyesal telah membiarkan mereka bercerai. Tapi mau gimana? Kalau mau di bicarakan baik- baik sudah gak mungkin lagi.

“ kenapa umma dan appa harus bercerai seperti ini? Appa dan umma sekarang udah bebas dan sudah mencari jalan nya masing – masing, tinggal kita berdua wookie “ kata ku sambil melirik wookie

 

“ ne, hyung. Aku janji aku gabakal buat hyung kesal dan marah sama aku, aku akan jaga hubungan kita dengan baik “ kata wookie

 

== *==

 

Setelah berminggu – minggu di lewati.. berbulan- bulan.. aku dan wookie nyaman- nyaman aja. Gak ada masalah. Walaupun kadang-kadang wokie bikin kesel aku karena main game terus dan gak pernah belajar.Tapi gak apa-apa lah. Namanya juga masih remaja.

 

Di malam hari…

 

“ GOOOLLLLLL !!!! “ teriak wookie  membangunkan ku saat tidur

 

“ ada apa ? “ kata ku

 

“ ini aku baru saja menang main game bola “ kata wookie girang

 

“ ini sudah malam, sebaik nya kamu tidur. Dan jangan berteriak seperti itu lagi. Aku akan marah padamu “ kata ku

==*==

 

Aku masuk ke dalam kamar, dan tidur kembali

 

Aku paling gak bisa tidur di ganggu, aku akan marah jika ada seseorang yang membangunkan tidur ku yang lelap..

 

Beberapa saat kemudian..

 

“ YAAH!! “ teriak wookie lagi

 

 Wookie membangunkan aku lagi, aku akan marah padanya, aku keluar kamar dan menghampiri wookie

 

“ wookie! Tolong lah. Aku ingin istirahat. Aku besok ada presentasi di sekolah , sebaiknya kamu tidur sekarang! “ kata ku mulai marah

 

“ ah! Kenapa hyung gak bisa biarin aku sedikit aja senang main game.  “ kata wookie gak nyantai

 

“ sudah sebaiknya kamu tidur!! hyung gak mau kamu terlalu sering main game. “ kata ku

 

“ tapi hyung, aku itu ingin jadi seorang gamers professional” kata wookie mengelak

 

“ sudah, hyung gak mau tau alasan mu, pokoknya kamu tidur. hyung akan simpan semua games mu! “ kata ku marah

 

“ terserah hyung! Aku mau tidur! “ kata wookie mulai kesal

 

Wookie masuk ke kamar nya dengan kesal, dia membanting pintu kamarnya dengan keras. Ya begitulah, wookie gemar sekali bermain game, dia sampai lupa waktu kalau bermain game..

 

==*==

 

Aku tidak nyaman  tidur rasa nya, kalau aku dan wookie sedang ada masalah. Apa lagi soal main game, aku tahu wookie sangat gemar main game, dan aku sudah menghalangi kegemarannya main game. Aku coba masuk ke kamarnya. Sepertinya di sudah tertidur

 

“ wookie, maaf ya mungkin aku terlalu keras pada mu, habisnya kamu main game terus, kamu juga butuh istirahat. Kalau kamu sakit karena ke banyakan main game, aku pasti bakal sedih dan bakal repot ngrurusin kamu, apa lagi kamu punya penyakit vertigo, aku tidak sanggup untuk kehilangan mu “ kata ku sambil mengelus rambut nya saat dia tidur

 

Aku tahu, sebenarnya wookie belum tidur, dia pasti mendengar semua perkataan ku tadi. Aku pun keluar kamar dan aku merasa lega, aku bisa tidur dengan tenang..

 

“ hyung aku juga mencintai mu “ terdengar suara wookie dalam kamar nya

 

“ ne.. aku juga mencintai mu “ kata ku sambil meninggalkan kamar nya dan masuk ke kamarku

 

==*==

 

 

Keesokan harinya aku pergi ke sekolah dan pulang pukul 3 sore. Saat aku pulang sekolah, aku melihat ke kamar wookie.

 

“ wookie masih tidur? Seharusnya kan dia sekolah? “ kata ku bingung

 

Aku menghampiri wookie yang sedang tidur lelap

 

“  wookie, bangun! Kan sudah kubilang jangan main game te… “ kata- kata ku terhenti saat aku memegang badannya, dingin! Seperti mayat!

 

“ wookie? Kamu gak apa-apa? “ aku panik dan aku segera membawa nya ke rumah sakit

 

==**==

 

3 jam wookie di dalam ruang UGD. Itulah akibat terlalu sering main game! Sudah ku bilang jangan main game terus. Nanti sakit! Apa lagi wookie punya penyakit vertigo, aku gak sanggup kalau kehilangan wookie!! Aku sama aja sebagai seorang kakak yang gagal.

 

==*==

 

Dokter keluar dari ruang UGD

 

“ bagaimana keadaan adik saya? “ Tanya ku kepada dokter itu

 

“ ayo ikut saya, ada hal yang mesti saya bicarakan ke kamu di ruangan saya” kata dokter itu

 

==*==

 

Aku pun di bawa ke ruangan dokter

 

“ jadi apa dok masalah nya?” Tanya ku

 

“ jadi, ryeowook harus di rawat lebih intensif lagi, karena penyakit vertigo nya juga semakin parah, kanker nya sudah memasuki stadium 4, kami pihak rumah sakit tidak tau harus melakukan apa, kami sedang mencari jalan keluar nya “ kata dokter

 

“ dok.. bagaimana pun cara nya wookie harus selamat! Aku gamau kehilangan wookie! Kalau perlu ambil saja otak ku dok, pindahkan ke kepala wookie!” kata ku

 

“ tidak semudah itu, dan biaya nya juga sangat mahal “ kata dokter

 

“ emang kenapa dok? Berapa biaya nya?” kata ku

 

“ otak mu harus di sesuaikan dulu dengan kepala ryewook dan kondisi fisiknya ryeowook, biaya nya sebesar 7 milyar rupiah” kata dokter

 

“ duit ku cukup untuk biaya operasi, aku kan minta ke umma dan appa. Untuk kali ini saja aku meminta tolong ke umma dan appa. , kalau soal penyesuaian otak ku, tolong atur semuanya dok” kataku

 

“ baik akan aku atur semua nya” kata dokter

 

“KAKAK YANG GAGAL! KAKAK YANG GAGAL!“ kata-kata ini menghantui pikiran ku terus, aku gabakal sanggup di cap sebagai kakak yang gagal, yang gak bisa ngelindungin adik nya sendiri, adik yang paling aku cintai.

 

==**==

 

Operasi di mulai hari ini, sebelum aku di operasi, aku menemui ryeowook yang sedang ada di ruang UGD

 

“ wookie ku, aku rela mati buat adik ku tercinta. Perjalanan kamu masih panjang, aku mau kamu menikmati dunia ini, sampai akhir nya kamu nyusul aku ke surga. Mungkin berat, aku sebagai kakak, sudah berjanji waktu umma dan appa bercerai tidak akan meninggalkan mu, tapi sepertinya, semua berkata lain. Aku harus pergi duluan, aku ingin tidur lelap, aku akan memberikan kehidupan ku untuk mu, adik ku tercinta, saranghaeyo “ kata ku

 

== ** ==

 

Di ruang operasi, semua nya gelap,  bunyi mesin bedah pun sudah berbunyi, jarum suntik bius pun sudah menancap di tubuh ku, semua mulai terasa sepi, sunyi, dan aku sudah terbius…

 

==**==

 

Sudah 6 jam aku di ruangan operasi dan akhirnya operasi selesai, dan berjalan lancar.

 

“ ah,. Kepalaku sakit sekali “ kata ku

 

“ yesung resiko dari operasi ini sangat bahaya! Mungkin saja sangking kamu gak kuat menahan sakit, kamu bisa meninggal” kata dokter

 

“ gak apa-apa dokter, aku rela mati demi ryeowook, adik ku. Bagaimana keadaanya?” kataku

 

“ dia sudah pulih dan sudah membaik” kata dokter

 

“ dok,, ryeowook ingin bertemu dengan yesung “ kata seorang suster

 

“ baiklah, suruh ryeowook masuk” kata dokter

 

“ hyung!! Kenapa kamu melakukan ini! Kamu rela mengorbankan otak mu Cuma ingin agar aku hidup? Kenapa kau ini?! Aku kecewa dengan mu oppa! Aku kecewa “ kata ryeowook menangis, sambil memukul dada yesung

 

“ gak apa- apa wookie, hyung akan bertahan! Bertahan demi adik ku yang tercinta ini “ kata ku tersenyum sambil mengelus kepala ryeowook

 

“ ah ~ hyung! Kenapa kamu melakukan ini kepadaku? Aku gabisa terima! hyung!!!!!! “ kata ryeowook menangis semakin menjadi-jadi

 

“ wookie, dengarkan aku! Kalau aku nanti udah gak ada, hyung udah di surga, percaya deh. hyung pasti bakal jagain kamu, walaupun hyung gak kelihatan di hadapan wookie, kamu harus tegar walaupun hyung gak ada ya, nanti suatu saat kamu menikah dan punya anak, jaga anak kamu baik-baik, ajarkan dia main game, supaya jadi pemain game professional kayak kamu, dan percaya deh, suatu saat nanti wookie pasti bakal liat hyung di surga, kita bakal main game bareng di surga, di surga enak deh, gak ada yang larang kamu main game lagi loh. hyung sayang sama kamu wookie!” kata ku sambil tersenyum

 

“ hyung, jangan ngomong begitu, bagaimana pun aku gak sanggup kalau gak ada hyung! “ kata ryeowook bersedih

 

“ wookie, hyung harus pergi sekarang, hyung ada urusan. Kamu baik-baik ya. Saranghaeyo. “ kata

 

 

Tuuuuutttt…… menandakan  yesung hyung sudah meninggal

 

“ dok..  yesung hyung… hyung.. sudah gak ada dok!! “ kata ryeowook menangis

 

“ maaf, ryeowook mungkin sudah ini yang harus terjadi, kamu harus terima, oh iya, sebelum yesung di operasi dia mengirimkan surat ini kepada ku, dan memintanya memberikannya kepada mu “ kata dokter

 

“ ryeowook, adik ku. Maaf kan hyung karena harus meninggal kan mu terlalu cepat, aku tahu kau masih ingin hidup di dunia ini lebih kama kan? Jadi hyung berikan hidup hyung untuk kamu, gunakan hidup kamu sebaik mungkin, hyung sayang banget sama kamu, sayang banget.. kamu gak tau perjuangan hyung, demi kamu hidup, demi kamu… maaf kan , hyung banyak urusan yang harus di urusi, dan harus meninggal kan mu lebih cepat. hyung akan selalu ada di sisi mu mesti gak keliatan. hyung akan melindungimu, kamu bisa mengambil semua game mu di laci di kamar hyung. Jadi pemain game yang professional ya. aku yakin kamu bisa! hyung bakal dukung kamu di tempat lain, di tempat yang nanti juga akan kau kunjungi saat kamu tua dan sudah gak ada. Sampai jumpa ryeowook, saranghaeyo… “

 

From

Yesung hyung

 

Begitu lah  isi surat nya, ryeowook menangis gak berhenti membaca surat ini

 

“ hyung!!! hyung!! hyung ku, kau tahu mungkin aku terlalu sering main game dan membuat mu marah padaku, hingga aku seperti ini. Tapi bukan maksud ku seperti ini, aku minta maaf hyung. Semoga hyung tenang di surga, aku yakin hyung pasti akan senang di sana, hyung kan baik, manis, pintar, pasti di sana malaikat banyak yang naksir sama hyung deh “ kata ryeowook mencoba menenangkan diri

 

==*==

 

Pada saat pemakaman  yesung hyung, umma dan appa datang

 

“ yesung… mian hae, umma gak bisa ngurusin kamu sampai akhir hidup mu “ kata umma

 

“ yesung, appa minta maaf sudah membuat mu susah “ kata appa

 

Yesung sudah di kuburkan, dan sudah tertutup tanah

 

“ selamat jalan hyung! Saranghaeyo, aku akan jadi gamers professional “ kata ryeowook

 

Author p.o.v

Akhirnya yesung hyung meninggal demi ryeowook dan ryeowook pun tinggal dengan umma nya, dan meneruskan cita-cita menjadi gamers professional 

-end-

mianhae FF nya gak seru, ini sistem kebut semalam waktu buat nya :p coment ya 😀

I Love My Manager {Part 3}

Main Cast :

  • Lee Jinki
  • Go Ha Ni
  • Kim ‘Key’ Bum
  • Lee Tae Min
  • Kim Jonghyun

Genre : R

I Love My Manager Part 3

Haaaaai   …. Author Gj Ini kembali lagiii ….. Setela tdi pagi Nge-post Pain In My Life Part 4 dngan segera aku nge-post lagi I Love My Manager Part 3 . Maaf ya klo GJ . jangan Lupa RCL . demi kselamatan membaca . DONT BE A SILENT READER . !!

Ha Ni POV

Akh! Silau… Apa ini sudah pagi? Aku sebaiknya bangun. ukh aku dpat mendengar burung2 mulai bernyanyi berarti ini memang sudah pagi. Emm?? Kenapa ranjangku jadi sempit sperti ini??

Aaaaaaaaaaa!!!

”Umma~~ Bogoshippoyooo”

Taemin, apa yg dilakukanya di kamarku?

Akkkkkkh ?!!!

”Taemin jangan memelukku sperti ini…. Aku bkan Umma-mu, lepaskan aku…Aaaaaa” Aku berusaha melepaskan pelukan taemin, tpi percuma.

”Taemin…Jebal.. Lepaskan pelukanmu…Ohok…ohok..Tae..min.. Aku sulit ber…napas”

BRAKKK!

Apa-apaan lagi ini seseorang mendobrak pintu kamarku! Tuhan Ini masih Pagi……. Banyak sekali masalah yg kau berikan padaku pagi ini ..

”Yya.. Kenapa kau rusak pintu kamaaaar ku….” hah, rasanya percuma aku marah, itu sudah terjadi.

”Ah, mian. Aku hanya mendengarmu berteriak. Jdi ku pikir…….” key datang lengkap dengan Cefronnya

”AAAAKKKKHHH!” teriaknya Memekakkan telingaku,

‘Bagus, sekarang Apa lagi’ batinku.

”Aish~~ hyung kenapa kau berteriak di kamar? Berisik sekali..” akhirnya Seseorang disampingku bangun juga

”Kibum-ah kenapa pagi2 sudah berteriak” Onew datang menghampiri Key yg sudah ‘Speechles’ di depan pintu kamarku yg terbelah menjadi 2.

”Kibum… kau berisik sekali. Sampai Minho pun ikut terbangun karena teriakanmu” suara Jjong, ia datang menghampiri kedua orang yg sudah ‘Speechless’ di depan pintu.

”Seseorang bantu aku………….!!”

”Ada ap…

”TAEMIN !!” Teriak mereka bertiga, aku dan minho yg baru datang pun menutup Telinga kami.

”Hyuung~~ ada apa?”

”Taemin-ah Ireonaa” kata minho berusaha Membuatnya sadar, Tpi percuma matanya masih tertutup rapat. Ia masih mengalungkan tangannyya di leherku. Kepalanya masih bersandar dipundakku.

”Hyuung~ bantu aku.. Ppalli”

”Ah..ne…”

mereka bertiga berusaha melepaskan tangan taemin dri ku…. Tapi PERCUMA.

Jjong :”Hah, aku lelah. Ini percuma saja”

Onew:”Aku sudah lapaaar”

Key : ”biar aku lihat apa nasi sudah masak”

Minho : ”Hyung, ayo kita coba lagi”

Jjong : ”kau saja minho, aku dan onew-hyung capek. Tangan taemin sperti gembok tidak mau terbuka tanpa kunci”

Onew : ”ya seperti gembok” sambil menggerak2kan tangannya membentuk gembok.

Pada akhirnya mereka malah asik berbincang-bincang tentang masalah Mereka. Melupakan aku yg masih berusaha melepaskan taemin.

Akhirnya aku berinisiatif untuk membangunkannya dengan berpura2 sebagai ummanya. Aku mengusap rambutnya.

”Taemin bangunlah ini sudah pagi” kataku

seperti mukzizat ia langsung terbangun.

”Selamat Pagi umma” ia menyapaku, kemudian berlari keluar kamar.

”Bagaimana kau bisa…”

Mereka memandangku penuh takjub. Tapi, aku juga merasa aneh.

” Sudahlah aku lapar” aku berlari pergi menuju meja makan. Kemudian mereka bertiga menyusul kami ke meja makan.

Aku membantu key menyiapkan makanan. Onew duduk disamping taemin, minho disebelah jjong dan Aku disebelah key.

”Selamaat maakaan”

”Kami makaan”

aku rasa mereka tidak pernah bangun sepagi ini. Karena mereka (kec:key dan taemin) makan dengan mata tertutup.

”Key, bagaimana dengan pintu kamar yg kau rusak?” tanyaku membuka pembicaraan. Tiba-tiba onew membuka matanya dan berbicara.

”Kami akan memperbaikinya”

”Wae??” teriak member lain seraya menurunkan sumpitnya dan menatap pda onew.

”tentu saja, inikan karena taemin juga karena key” kata onew

”apa salahku hyung~?” tanya taemin

”kau tidak ingat taemin??” tanya jjong, taemin hanya menggeleng.

”Aissh~ kau tidur di kamar ha ni seperti ini ” kata jjong seraya memperagakan kata2nya. Member yg lain hanya mengangguk-angguk .

———–

Siangnya Di dorm SHINee

”Onew, kau sudah mandi?” tanyaku

”sudah memang kenapa?”

”aku akan membeli pintu baru dan pergi ke Kantor paman untuk mengambil jadwal baru kalian”

”lalu hubungannya denganku?”

”Oppaaa~~ kau tidak mengerti??” ia hanya menggelengkan kepalanya.

”aissh~~ oppa antarkan aku yaa? Kau mau kan?”

”Kenapa kau tdak pergi dengan key saja?”

”kalau dia bisa, aku akan pergi dengannya. Sayangnya hari ini dia tidak bisa”

”bagaimana dengan jjong?”

”dia ada kencan”

”minho?”

”dia sedang Olahraga”

”taemin?”

”Menemani minho”

”aku….

”aah sudahlah kalau kau tidak mau, aku bisa pergi sendiri”

”eh tunggu disitu, aku ambil kunci mobil dulu lalu aku akan menemanimu”

‘Akhirnyaaaa~~ lama sekali dia berpikir, apa Dia benar2 leader SHINee?’

————

”Hei, dimana toko material di korea?” tnya ku

”Molla.. Kupikir kau tau” jawabnya

”Molla, aku mengajakmu karena kupikir kau tau”

”Jadi kemana kita sekarang” tanyanya

”ke kantor paman saja”

”Ini jam makan siaang”

”Mwo?!Kalau begitu pulang saja”

”Aku lapar”

”Mwo?! Benar juga ini sdah siang” onew hanya mengangguk

”Klo begitu kita cari kedai saja”

”shiro,,”

”Wae??”

”Aku mau pergi ke restoran romantis saja”

”mwo?! Apa maksudmu?”

”Kita kencan saja hari ini”

”Eh…?”

Onew POV

”Kita kencan saja hari ini” apa? Apa yg aku bicarakan? Aissh~~ aku ini.. Ottokhaeanya?? Aisshhh… Aku tidak berani menatapnya.

”Baiklah Hari ini kita kencan”

”jinjja?”

”ne..” ia tersenyum padaku, Lucu sekali dia.

”Gomawo..”

——–

”Kemana kita?”

”Sudah ikut saja” Tanpa sengaja Aku memegang tangannya

”Ah, mianhamnida” kataku sambil melepaskan tanganku.

”Cheonmaneeyoo, pegang saja lagi. Bukankah kita sedang berkencan?” eh? Apa yg dia bicarakan?

”Ah ne kamsahamnida” Dengan takut aku memegang tangannya. Lembut sekali.

——————–

”kita sampai ” kataku

”Disini?” aku mengangguk

”kau pesan apa?” tanyaku

”yg spertimu saja, aku tdak terlalu mengerti makanan disini”

”kalau begitu 2 porsi kimchi”

”kimchi? Kudengar itu adalah makanan khas korea”

”benar, waktu aku masih kecil . Aku selalu membantu orangtuaku membuat kimchi”

”Apapun akan terasa enak jika kau makan bersama-sama dengan keluargamu”

”kau benar, eh Gwenchana? Kau menangis?”

”ahneo.. Aku hanya kelilipan”

”Maaf, sepertinya ini tidak akan menjadi Romantis”

”Andwee… Aku menyukai ini. Kau memperkenalkan budaya ku yg seharusnya aku tau ”

”Kau tdak pernah ke korea?”

”Ahni, aku dua tahun di korea. Kemudian umma dan appa ku pindah Ke amerika. Jadi aku tdak sempat mempelajari budaya korea”

”Mian …”

”Ah sudah datang..”

”selamat makan” Kenapa dia hanya memandang makananya sperti itu?

”Hei buka mulutmu” kataku

”Mwo?! Wae..?”

”Sudah buka saja” kemudian aku menyuapinya .

”Bagaimana? ”

”Mashita oppa~~ ini sangat berbeda dengan makanan yg biasa kumakan”

”Jinjja? Joa !”

”Ne, oppa habis ini kita akan kemana?”

”eumm.. Nanti saja aku pikirkan”

——–

”Apa ini pusat perbelanjaan di korea?”

”ne, ini ‘Itaewon’ -klo di indonesia itu malioboro- ”

”Wah.. Liat ini oppa~~ cantik bukan?” katanya sambil menunjuk kearah sebuah jepitan rambut berwarna Aqua. Kemudian ia berlalu ketempat lain.

”Berapa ini? ” tanyaku pada penjual jepit rambut tadi

”1500 won” akupun setuju untuk membelinya

”Oppa~~ Ppalli” entah kenapa sikap noonanya  saat pertama kali bertemu kami, hilang begitu saja. Kini yg aku lihat hanyalah. Seorang yeoja cantik . Kami melihat-lihat. Sepanjang jalan senyumnya selalu mengembang. Matahari tenggelam.

”Ha Ni kajja…” aku menarik lengannya.

———

”Kita sampai” aku berjalan sambil menutup mata Ha Ni. Kemudian aku membukanya

”woaaahh…. Tempat ini…. Bagaimana kau tau?”

”Aku hanya menebak saja, kupikir kau tidak akan suka…. Tapi..

”wuaaahh gomawo oppa~ , gomawo kau sudah membawaku kemari. Sudah lama aku ingin kemari” Ia memelukku?!

”ah ne g-g-gwenc-c-anna”

Ia berlari, kemudian berputar-putar di tengah halaman bekas Kerajaan Korea saat malam, lampu disini Menyala warna warni. Pemandangannya pun indah.

”kajja!” dia menarikku untuk berlari, Ini musim dingin tpi kenapa hatiku hangat sekali?

Hah,hah,hah, ia berhenti. Napasnya membentuk awan putih di udara. Kemudian ia tersenyum, senyum yg paling manis yg ia pernah berikan. Aku rasa.

”Oppa~ mIanhe aku sudah membuatmu berlari” katanya sambil mengajakku duduk di taman.

”Ahni.. Gwenchana”

”gomawo oppa, dri dulu aku sering bermimpi akan menjadi seorang putri kerajaan kelak. Ahahaha.. Kenapa aku menceritakannya padamu”

”Cheonmaneyo.. Semua orang punya mimpi yg berbeda” kamipun diam sejenak

”Ha Ni ” kataku

”wae?” aku mengeluarkan jepit yg tadi ku beli, kemudian aku sematkan di rambutnya.

”sudah kuduga itu terlihat bagus saat kau memakainya” aku tersenyum, ia melihatku kemudian menundukan kepalanya.

——–

Kami sampai di dorm. Entah apa yg akan dikatakan member lain.

”oppa~~ kamsahamnida ini adalah kencan pertama dan terbaik dalam hidupku chu~~” ia mengecup pipiku. Kemudian masuk , meninggalkan aku yg masih mematung di depan pintu.

”Hyung~~…” ah key mengagetkan ku.

”Kalian dri mana? ” tanya minho.

”Apa yg kalian lakukan?” tanya jjong.

”Kenapa kau meninggalkanku appa?” tanya taemin.

Aku hanya tersenyum tidak menjawab. Kemudian aku menerobos ke-empat member lain yg berteriak memanggilku. Hari ini aku sangat senang… Sangat senang… Oh Tidak kami melupakan tujuan utama kami Membeli pintu baru dan Mengambil jadwal ………………..

Mianhe, Klo GJ and salah nulis . SOO RCL OK !!

Pain In My Life {Part 4}

Tae Ri POV

 

”Hyung kami ingin menanyakan sesuatu… Apakah kau…

 

”ah Taemin.. Bukankah kau Punya tugas Matematika? Lebih baik kau selesaikan, mari aku bantu ” Aku terkejut saat Kibum-oppa memotong kata2 Taemin-oppa.

 

” eh..eh..baiklah tpi…aku …

 

” sudahlah.. Tae ri sebaiknya kau dan Jinki segera pergi ” kata kibum-oppa,

 

‘Jangan tanya hal itu, sembuhkanlah Oppamu’ bisik Kibum-oppa di telingaku kemudian berlalu bersama Taemin-oppa.

 

Aku berusaha mencerna apa yg dibisikkan Kibum-oppa. Ternyata aku LOLA juga seperti Oppa-ku. Tapi Bagaimana dia bisa tau aku akan menanyakan sesuatu?. Ah, tpi benar seharusnya aku menghibur Jinki oppa sekarang .

 

”Kajja Oppa” aku menarik lengan Oppa

 

”Eodika??”

 

”Taman bermain”

 

@TAMAN BERMAIN

 

”Oppa2 cepat aku mau boneka itu” kataku menarik lengan oppa.

 

”Kkunde, Tae Ri kau sudah memeluk 2 buah boneka ditanganmu”

 

”Ahni, oppa Lakukan saja”

 

”Aish~ kau ini…” akhirnya Jinki-oppa mengalah juga.

 

”Sedikit lagi oppa”

SHOOT!

”Yaaaayyyy! ” aku dan oppa bersorak kegirangan tdak peduli orang2 memperhatikan kami .

 

”Sekarang Bagaimana kau membawa ke tiga boneka ini Tae Ri?”

”Itu bukan punyaku oppa, itu punyamu” kataku sambil menunjuk Boneka Kelinci yg dipegang jinki-oppa .

”Gomawo, Kkundae kenapa kau memberiku kelinci?”

”Karena gigimu seperti kelinci” kemudian aku berlari

”hey kau jangan lari, kembali kau adik kecilku..” oppa berlari mengejarku

 

hah, Hah , aku sepertinya berlari terlalu jauh. Aku lupa kalau Jinki-oppa itu tdak kuat berlari jauh. Walau gigi nya sperti kelinci, tpi ternyata kakinya tdak sperti kelinci. Aku tersenyum sendiri. Kemudian berusaha mencari keberadaan oppa. Tidak ada! Aku mebalikkan badanku, Tidak ada! Ottokhae? Ottokhaeanya? Aku takut. Hari sudah semakin gelap. Aku berusaha untuk tidak menangis. Aku bisa pulang sendiri pikirku! .

 

Aku merogoh sakuku. Sial! Aku tidak membawa dompet dan HPku. Sekarang bagaimana?. Aku terduduk lesu di bangku taman. Aku masih memeluk 2 bonekaku yg tdi Jinki-oppa kasih padaku. Aku memeluknya erat, aku takut, takut sekali tdak bisa bertemu lgi dengan oppa-oppaku. Aku ingin berteriak memanggil Jinki-oppa, tpi aku takut itu akan memancing perhatian. Kemudian, aku melihat ke arah kanaku. Kenapa disini banyak preman?! .

 

”Hai nona, kau ditinggal pacarmu?” tanya salah seorang dri mereka. Aku tidak menjawab. Aku berusaha bangkit dri dudukku, tapi terlambat aku dikepung. Oppa, seseorang tolong aku…………..

 

Kyuhyun POV

 

”Toloooong!!” aku mendengar teriakan Seorang yeoja.

 

”hah, mereka mulai lagi” kata Donghae

 

tpi entah kenapa aku ingin sekali menolong yeoja ini.

 

”hei kau mau kemana Kyu?” kata Ryeowook  aku berjalan tanpa mendengar perkataan teman geng-ku yg lain.

 

”Kyu, jangan bilang kau akan menolong yeoja itu. Kita ini bukan Batman atau superhero lainnya” kata eunhyuk mulai mengoceh. Tapi aku tidak peduli aku berlari kearah yeoja itu.

 

”Kyu! Kyu !”

 

aku melompat melayangkan tendanganku kearahh salah seorang dri geng mereka. Tepat mengenai kepalanya. Setelah Melihatku mereka lari terbirit-birit.

Aku menoleh kearah yeoja itu. Aku terkejut saat dia tidak mengeluarkan air mata setetespun. Tpi aku tidak bisa melihat seluruh wajahnya karena tertutup oleh bonekanya.

 

Ia menatapku. Matanya berwarna hitam pekat.

 

”Kamshamnida” katanya dengan lantang, aku sedikit terkaget dengan kelakuannya. Kemudian aku tertawa.

 

”wae?? Yya ! kenapa Kau tertawa?” tpi aku tidak dpat berhenti tertawa.

 

”Yya! Berhentilah tertawa. Aku malu. Semua orang melihat kita” aku mencoba menahan tawaku .

 

”Pftt..pftt.. BWAHAHAHAHA” tpi gagal, dan membuat tawaku semakin parah. Beberapa menit kemudian aku mulai berhenti tertawa . Aku menatapnya. Ia menundukan kepalanya.

 

”kau sudah berhenti tertawa? Kau sudah puas? Kau PUASS? ” Ia berteriak, ia menengadahkan kepalanya. Eh?! Dia menangis?! Ottokhaeanya?! . Akh! Kyu bodoh sekali kau membuat seorang yeoja menangis.

 

”Yya! Kyu-ah kenapa kau membuat yeoja ini menangis” tanya Donghae menghampiri ku

 

”ahni… Mollaaa”

 

”Nona siapa yg membuatmu menangis?” tanya ryeowook . Kemudian yeoja itu menunjukku, Tidak! Tepatnya ia menunjuk hidungku. Hyungku melihat kearahku tajam.

 

”aissshh~ menyusahkan sekali kajja” aku menarik lengan yeoja itu.

 

—–

aku mengajaknya berjalan2, mengelilingi taman dan membelikannya es krim.

 

” Jdi kenapa kau bisa sendiri disitu?”

 

”Aku tidak dapat menemukan oppaku”

 

‘Namjachingu-nya? Tentu saja wanita secantik dia mana mungkin belum memiliki namjachingu… Aissshh~~ Kyu apa yg kau pikirkaan sih?’

 

Kami berhenti disebuah taman, sepi sekali disini.

 

”Sini.. ” katanya sambil2 menepuk-nepuk bangku taman disebelahnya. Aku hanya menurut

 

”Jdi siapa namamu?” aku membuka pembicaraan

 

”maaf aku lupa memperkanalkan diriku, lee tae ri imnida, kau sendiri”

 

”Cho Kyuhyun Imnida”

 

”Kyuhyun, terimakasih karena telah menjadi malaikat penyelamatku hari ini ” ia menatapku dan tersenyum.

 

‘Ia terlihat cantik sekali dibawah sinar bulan… Kulitnya terlihat mulus. Aissh~~ kyu jngan berpikiran macam2’

 

”Ne gwenchana..”

 

”Aah~~ sudah larut sekaliiiii… Aku capek,.” katanya sambil meregangkan badan.

 

”kyu, pinjamkan aku bahumu” katanya kemudian ia bersandar di bahuku.

 

”Oppa~~oppa~~bogoshippoyoo~~”

 

‘ia tertidur, tpi masih memikirkan namjachingu-nya yg tidak bertanggung jawab itu. Benar2 beruntung yg mendapatkanmu. Andai kita bertemu lebih awal Tae Ri’ kenapa hatiku terasa sakiit?… Sangat sakit, tanpa terasa aku meneteskan air mata. Aisshh kenapa aku ini…………

 

Onew POV

 

Tae Ri Kau dimana?? Kenapa? Kenapa?!.  Aku menangisi kebodohanku yg tidak dapat menjaga adikku sendiri.

 

‘Andai saja aku tidak bertanya’

‘Andai saja aku menahannya’

‘Andai saja aku berlari lebih cepat’

‘Andai saja aku dapat menangkapnya’

 

Ini semua salahku !

 

Drrt..drtt..drrt hp ku bergetar. Taemin menelepon. Apa yg harus kukatakan padanya? Apa aku harus bilang kalau aku gagal menjadi seorang kakak? Aku mengangkat teleponnya.

” Yoboseo…” sahut taemin di telepon, aku hanya diam. Menahan tangis

”Hyung, hyung? Apa kau disit.. Hyung kau menangis? Hyung apa yg terjadi? Mana Tae Ri? Kalian baik2 saja bukan? Hyung bicaralah sesuatu… Katakan sesuatu tdak menimpa tae ri”

”aku gagal taemin.. Aku gagal..”

”hyung ada apa sbenarnya?”

”Tae Ri Hilang….”

”Jangan bercanda Hyung, ini sudah malam. Mana Tae Ri? Aku ingin bicara dengannya”

”aku serius taemin… Aku serius”

 

aku dapat mendengar isakan tangis taemin, Aku menutup teleponku. Aku tdak bisa melapor ke polisi karena Tae Ri menghilang belum sampai 24 jam. Ini benar2 bencana.

 

Tae Ri POV

 

Silaau… Apa ini sudah pagi? Aku pasti tertidur di bangku taman. Tpi kenapa empuk sekali?

 

”Hei kau sudah bangun.?” siapa itu? Aku memaksakan diri untuk membuka mataku.

 

”Cepat makan nanti kau sakit, aku membawamu kesini. Karena aku tidak tau rumahmu dimana.” katanya lagi

 

”Kyu?”

 

”Tenang aku tidak berbuat macam2” katanya sambil membawa panci yg masih mengeluarkan uap.

 

”Kamshamnida, aku sudah banyak merepotkanmu” kataku

 

”ah .. Ne Gwenchana.. Ppali makanlah nanti mienya keburu dingin”

 

”Aku makaaan” ini aneh, ini hanya mie biasa. Aku juga hanya berbagi mie dengannya. Tapi kenapa rasanya jdi sangat enak.

 

”Selesai makan teleponlah keluargamu atau namjachingumu”

 

Uhuk..uhuk..uhukk.. Aku tersedak.

 

”Eh?? Gwenchaanaa?” katanya smbil menyodorkan segelas air putih.

 

”ne, gwenchana”

 

Selesai makan ia menyodorkan hpnya kepadaku. Langsung saja aku menekan nomor jinki-oppa.

 

Jinki POV

 

Drrt…drtt…drrt

aku berusaha mencapai hpku. Dapat! Nomor tak dikenal? Aku langsung membenarkan posisi dudukku. Kemudian aku mengangkat teleponku.

 

”Yoboseo?..” kataku

”oppa…” suara yg aku kenal

”Tae Ri…. Kau dimana? Kau baik2 saja? Jeongmal mianhe tae ri-ah”

”gwenchana oppa, bisa kau jemput aku nanti aku smskan alamatnya padamu”

”tentu, aku akan kesana sekarang”

 

Aku menutup teleponku, Tae Ri akhirnya aku tau kau dimana.

 

”Tae Ri?” kibum, ia membuatku kaget. Aku hanya menganggu mantap.

 

Tlit..tlit..tlit

 

SMS masuk. Ok tunggu tae Ri aku akan menjemputmu.

 

Kibum POV

 

tlit..tlit..tlit

 

eh? Ada sms masuk. Jinki? Aku mengendap2 mencoba membaca sms apa itu. Eh alamat rumah?! Itu……….. Kau dalam Masalah Tae Ri.

 

~ TBC ~

 

Apa masalah yg akan datang pada tae ri ? bagaimana Kibum bisa tau alamat kyu? Apa rahasia yg akan  terbongkar di episode selanjutnya? Ikutin terus yaa . Please RCL

In Our Dorm {One SHooT}

  

In Our Dorm Cover

In Our Dorm Cover Special SHINee

 

Yay, Finally saya keluarin FF one shot Pertama saya jdi Maaf, klo saya GJ lagi di FF ini but please. Hargai kerja saya Dgan Setidaknya *Read Comment Like* Selamat membaca !!

————————————————————————————————–

 

author POV

 

Pagi yg cerah…

Seseorang terbangun dri tempat tidurnya, ia mengucek2 matanya lalu menatap sekelilingnya dan tersenyum.

‘aku pertama lagi’ Batinya . Ia kemudian Pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya. Keluarnya dri kamar mandi temannya menyapa .

 

”Kau sudah bangun jjong”

”Harusnya aku yg bertanya begitu, kau sudah bangun key?”

”Aissh~~ apa bedanya”

”Tentu saja berbeda ”

”Kau Ini..

sedang asik2nya berdebat tentang sapaan pagi hari. Mereka terkejut saat seseorang keluar dri kamar .

”YYA! Pagi2 sperti ini kalian sudah membuat seisi dorm Terbangun ”

”Hyung kalian kenapa?” kata Taemin sambil mengucek2 matanya.

Ternyata Onew dan taemin terbangun karena Perdebatan yg terjadi antara key dan jjong .

 

”Kukira tidak seisi dorm Hyung,” Kata jjong

”Apa maksudmu… Oh ya si Raja” Kata Onew

”Ya! Dia pasti Masih tertidur” Kata key

”Kalau begitu bangunkan di Jjong ” kata onew

”Shiroo!”

”Wae??”

”Aku sudah berulangkali mencoba membangukannya tpi ia tetap tdak mau bangun” kata jjong

”Kapan? Kapan kau membangunkan minho?” Tanya key menyipitkan matanya pada jjong.

”Ehm… 1 tahun yg lalu” jawab jjonghyun cengengesan . Ketiga temannya hanya menggelengkan kepalanya dan berdecak kagum dengan pengakuan Kim Jonghyun itu.

”Baiklah Biar aku yg membangunkannya” Jawab key, namun lengan key ditahan oleh Ketiga temannya .

”Wae?!”

”Lebih baik kalau kau buatkan kami makanan dulu lalu kau bangunkan ‘raja tidur’ itu. Kasihan kami sudah lapar sekali  ” kata onew yg dibantu oleh puppy eyes taemin dan senyum menggoda Jonghyun..

”Arassou..arassou ” kata key pasrah

”Yes ! ” kata ketiga temannya serempak.

 

Key POV

Onew,jjong, dan taemin Menunggu di ruang TV. Hari ini kami libur. Tapi sepertinya kami hanya akan mengahabiskan Liburan ini di rumah sepeti biasa.

”Ini makanannya ..” kata ku …

”Eitss…. Tunggu dulu ” kataku menjauhkan Makanan Dri Sumpit jjong .

”selesai makan, CUCI PIRING KALIAN ” kataku menekankan Kata2 Terakhirku . Aku paling benci dengan kebiasaan mereka meninggalkan piring di wastafel. Akhirnya akulah yg akan mencuci piring bekas makan mereka.

”Aishh~~ comm’on kami sudah lapar” kata jjong

”Ayolah hyung~~” Bujuk taemin dgan puppy eyesnya

”Tidak, aku tidak akan terbujuk dengan Kalian, sebelum kalian berjanji Akan mencuci piring kalian” Aku masih berusaha menjauhkan makanan yg kupegang dri sumpit jjong yg mulai mencoba mengambil daging dri tanganku.

 

”Sudahlah.. Cepat berjanji Aku sudah lapar ” Kata Onew

”Kau juga Hyuung~~” Kata Jjong

”Kalau begitu kita mengucapkan janji bersama saja” kata taemin

” ok kalau begitu 1,2,3 Kami berjanji akan mencuci piring setelah makan ” kata mereka serempak .

”Ulangi ! ” Kataku

”Eh? Kenapa? ” tanya taemin

”Jjong keluarkan suaramu, Jangan berusaha membodohiku ”

”Aissh~~ bagaimana kau bisa tahu’

”Aigoo~~ cepatlah aku sudah ingin makan ayam goreng ituuu” kata onew . Kemudian mereka mengulangi janji mereka lagi

”Kami Berjanji Kami akan mencuci piring kami selesai makan” kali ini jjong ikut berjanji. Akupun menaruh makannya diatas meja. Aku segera berlari kekamar kami untuk membangunkan Si ‘Raja Tidur’ Aka Choi Minho .

Cklek! Aku membuka pintu. Kulihat ia masih tertidur. Menggunakan selimut menutupi seleruh tubuhnya sampai kepala2nya. Aku berdiri di sisi ranjang Minho. Aku menarik napas Dalam2 . Kemudian ….

”CHOI MINHOOO IREONAAAAA!!” teriakku ,

‘eh tidak bergerak??’ batinku

”ya minho-ah ireona.. Aku menggoyang2kan ranjang minho”

Cklek! Kudengar pintu kamar terbuka .

”Ada apa hyung?!” aku membalikkan badanku kulihat Minho di depan pintu. Aku segera membuka Selimut di ranjang Minho.

‘Bantal Guling….?? Minho-ah… Akan kubunuh kau hari ini !’

Minho POV

Hehehe,, aku sengaja mebiarkan bantal gulingku tertutup selimut. aku ingin mengerjai Kibum-hyung .

”CHOI MINHOOO IREOOONAAA !!” teriaknya dalam kamar

‘hehehe, dia tdak tau aku sdah dalam kamar mandi, akan kukagetkan saja dia’

cklek , aku membuka pintu kamar

”Ada apa hyung” kataku dengan tampang Innocent . Ia menatap ku kemudian membuka selimut diranjangku . Ia menatapku.. Aku melihat mukanya merah pasti ia marah besar. Aku langsung lari Kearah ruang TV.

 

”Mengerjai Key lagi?” Tanya jjong-hyung . Aku hanya mengangguk senang.

”Bagaimana ekspresinya?” tanya onew-hyung

”Marah” kataku sambil sesekali mengintip ke belakang tembok.

”Hah.. Aku penasaran Kapan ia akan memutuskan pita suaranya kalau seperti itu terus” tanya Jjong-hyung dengan mulut penuh makanan.

”Molla.. Sepertinya kita harus mengatur jadwal piket untuk membangunkan minho” Kata onew-hyung lagi sambil menggigit ayam goreng di tangan kanannya.

Aku hanya duduk menyandar di tembok. Jantungku berdegup kencang. Aku takut kalau key umma akaaan menangkapku.

”Yyaaa! Minho-ah …” teriak key-umma

”Dia datang cepat abiskan sarapanmu” Kata jjong. Kemudian memasukan daging sebanyak yg ia bisa kedalam mulutnya. Mereka Bertiga lari entah kemana. aku Berusaha lari. Tpi kerah bajuku Ditarik. Alhasil aku tercekek.

 

”Mau kemana kau hah?” Tanya key-umma

 

”aissh~~ mian umma, aku tdak tau kau akan membangunkanku” aku berbohong.

 

BLETAKK , sendok nasi berhasil mendarat mulus dikepalaku.

 

”Aaw.. ” Jeritku

”Hukumanmu adalah mencuci piring hari ini” kata Key-umma

”Shiroo…”

”ahnio… Jngan membantah, sebagai bonusnya makanlah itu ” key-umma menunjuk makan yg diatas meja. Disana masih ada 1 porsi nasi. 2 potong ayam goreng dan seporsi Ddokbogi  Lumayaan !.

”Ah.. Ne Hyung” kataku teretawa. Sedang asik2nya makan taemin tiba2 duduk disampingku. ”hyung aa–” kata taemin sambil menunjuk nunjuk kearah mulutnya. Aku menyuapinya Ddokbogi, kemudian ia pergi.

 

Tak lama taemin pergi Jjong-hyung datang. Aku menyuapinya ddokbogi kemulutnya kemudian ia pergi.

Lalu onew hyung datang, aku hendak meyuapinya Ddokbogi tpi ia menggeleng2kan kepalanya menunjuk kearah ayam goreng, dengan ikhlas aku memberikan ayam gorengku padanya.

Kemudian taemin datang lagi dan begitu seterusnya sampai hanya Ada nasi yg tersisa. Aku menahan marahku. Akhirnya aku hanya memakan Nasiku. Selesai! Aku hendak pergi ke kamarku tpi tiba2 Kibum-hyung datang .

 

”Kau mau kemana? Cuci piringnya”

”Shiroo… Aku bahkan tidak makan dagingnya”  ”Ppabo anya? Seharusnya kau tdak memberi makan hyung dan saeng mu. itu salahmu” katanya sambil melipat kedua tangannya di dada.

”Aishh~~ Nee hyung” kataku sambil berjalan Gontai ke wastafel

”Aigoo~~ Ppabo, Kenapa kau tidak makan?? Hyungmu itu kejam sekali. Ini makanlah ” kata key-umma memberikanku Sepotong ayam goreng .

”Darimana kau mendapat ayam ini hyung?”

”Aku merebutnya dri Onew-hyung, dia sekarang sedang menangis dikamar karena ayamnya aku ambil. Biarkan saja cepat makan”

”Aku tidak enak pda Onew-hyung” kataku lalu mulai mengusap piring2 itu dengan sabun

”Aissh~~ Minho-ah kau terlalu baik, kau bisa mati. Karena kebaikanmu itu ”

”Tak apa Hyung, asal aku tdak menyakiti hati Onew-hyung yg selembut tahu itu” kataku sambil membilas Piring2 yg kucuci

”Kau dengar itu hyung?” ‘eh?’

”Minho-ah mian, jeongmal mianhe ” kata onew hyung sambil menangis tersedu-sedu

”Kami juga Minho” Kata Jjong keluar dri persembunyiannya .

”Hyung….” aku melihat hidung dan mata taemin sudah merah.

”ahaha.. Sejak kapan kalian disitu?” kataku menggaruk-garuk kepalaku yg tdak gatal

 

”Entahlah” kata jjong-hyung seraya mengangkat bahunya

 

”Jadi Apa kau bermaksud memberikan ayammu padaku Hyung?” tanyaku pada onew-hyung . Settt ! Tangan onew hyung menyambar ayam yg kupegang .

 

”annio, tentu saja tidak. Aku lebih memilih ayam dripada kau” Kata onew-hyung sambil memakan ayamnya .

 

”aishh~~ Hyuung… Kau ini” Onew hyung hanya menjulurkan lidahnya .

”Sudahlah .. Nanti aku bikinkan lagi” Kata key-umma

”Tidak aku ingin Yg dipegang Hyung” kataku sambil berlari mengejar Onew-Hyung.

 

Fin

I Love My Manager {Part 2}

Cover ILM Part 2

MAIN CAST :

  • Onew
  • Go Ha Ni
  • Key
  • Jonghyun
  • Minho
  • Taemin

GENRE : G

Haaai …. saya balik lagi *reader: enggak ada yg nanya* Kali ini ILM part 2 udah keluar . Belum tau nih endingnya di part berapa tpi santai ja kayaknya masih panjang . Ok! deh Jangan banyak bacot lagi Langsung aja ! selamat membaca !! JANGAN LUPA RCL !!!!!!!!!!

————————————————————————————————–

Ha Ni POV

”Chamkamann Noona ….

‘eh noona?’ Batinku, aku melirik kearah Pamanku, Ia sedang menahan tawa begitu juga aku.

”Excusme, Siapa yg kau panggil noona, oppa?” Tanyaku pada Jjong .

”Kau, oppa? Eh? Bagaimana…” Tanya jjong bingung

”Baik2 Umurku Memang Bru 19 ” jawabku sambil tersenyum.

”Apa?! Ajussi  bagaimana anak umur 19 bisa menjadi manager kami?” tanya key bingung.

”Ahaha, bagaimana ya… Kau tau ‘Jessica minnerston?’ *maaf ya ini hanya fiksi jdi nama juga bukan beneran* Tanya pamanku.

”Ah, iya bukankah ia manager ‘Kesha’? Apa?! Jangan bilang kalau dia manager kesha, benarkah itu ajusshi?!” tanya Key tertawa. Yg diikuti wajah terkejut para member.

”Iya tentu saja dialah Jessica, Tpi skrang panggil dia Ha Ni. Kalian akan kena masalah kalau media sampai tau hal ini arassou?”

”Arassou” Jawab mereka serempak

”Baiklah, aku pergi dulu. Aku ingin istirahat di hotelku ” kataku belum aku berjalan, aku membalikkan badanku. Aku melihat mereka masih kaget dengan khadiranku.

”Paman, dimana aku harus tinggal” tanyaku pada paman .

”Oh ya, aku hampir lupa. Tentu saja di Dorm SHINee. Kalian tidak keberatan kan?” Tanya paman

”Apa?!”  tanya mereka terkejut

‘apa?’ aku berteriak dalam batinku

”Tentu saja kalian akan sibuk , maka aku menaruh dia di dorm kalian. Agar tidak terlalu jauh. Kau tidak keberatan kan Ha Ni? ” tanya paman padaku.

”apa? Apa? Oh tt…ee.nn.ttuu paman” jawabku terbata2

‘apa ini?! aku mungkin manager artis, tpi aku tidak pernah menjadi manager Seorang namja apalagi 5  namja sekaligus, Bisa mati aku’ batinku menyesal

”Tunggu apa lagi? antar manager baru kalian ke dorm”

”Ah ne, kajja Ha Ni biar kami antarkan” Kata Onew.

Aku hanya diam selama perjalanan, aku tidak satu Van dengan mereka. Aku meminta paman untuk menyuruh orang mengantarku ke dorm mereka.

@Dorm SHINee

”Selamat datang” kata mereka serempak. Aku hanya membungkuk tanpa suara.

”Dimana aku bisa istirahat?” Tanyaku dingin

” Ah disana Ikut aku ” Kata key

” Permisi ” kataku singkat

Aku Tau mereka hanya dpat melihatku tanpa bicara. Aku tidak bisa bersikap dingin kepada mereka terus. Aku harus professional. Harus !

” Disini ” Kata key . Membuyarkan lamunanku

”ah, Terimakasih” kataku sambil tersenyum pada key . Kemudian aku masuk ke kamar meninggalkan key.

Key POV

‘Aku Masih kaget dia Jessica? Mantan Manager Kesha? Beruntung sekali kita’ senyum ku Dalam hati.

Aku berjalan kearah Ruang Tamu, aku dpat melihat member SHINee yg lain sedang berbincang-bincang.

”Bagaimana dia hyung?” Tnya taemin

”Dia sdah ku antar ke kamarnya”

”Aku heran, kenapa ajussi menaruhnya di Grup kita? Kukira ia lebih pantas klo di Suju ” kata Jjong-hyung sambil membuka kulkas

”aku juga berpikiran sperti itu ”

”Apa dia akan menjadi umma baruku?”

Brusst…. Aku menyemprotkan Air yg sedang aku minum membuat bajuku dan baju Jjong-hyung basah.

”kibum-ah apa yg kau lakukan aissh~~”

” Mian hyung , aku tidak sengaja”

”Hyung kau kenapa?” Kata minho menatapku tajam.

”anni.. Aku hanya tersedak tadi”

” Berarti dia akan menjadi umma baruku, appa kau punya anae baru” Kata taemin seraya memeluk onew-hyung .

Uhuk.uhuk.uhuk tiba2 aku tersedak.

” Kau aneh hyung ” kata Minho

”Sayang kau kenapa?” Tanya jjong menggodaku . Ia baru saja mengganti bajunya yg tdi basah karena air yg aku sempritkan ke bajunya.

”Annio hyung.. Gwenchana”

Onew POV

‘Ini aneh, ada apa dengan Key? Aku tau dia penggemar kesha. Tapi kenapa dia? Ada yg aneh. Ada yg aneh. Ah berpikir keras sperti ini membuatku ingin makan ayam. semoga saja Manager baru ini bsa membuat kan Ayam yg enak, yg melebihi masakan key , hehehe ‘

Taemin POV

‘Hari ini aku punya umma baru , appa punya anae baru, apa aku akan punya adik baru?. Hehehe.’

Jjong POV

‘Aish~~ manager Baru ini kalau dipikr2 cantik juga, tpi aku sudah pnya sekyung. Aku penasaran apa sekyung akan cemburu ya? Hehehehe’

Key POV

‘Dia dalah mantan manager Kesha, aku penasaran apa dia masih punya kontak kesha? Aku Adalah penggemar berat kesha. aku akan tanyakan dia hehehe’

Minho POV

Suasana sepi sekali. Kemana hyungku? . Aku menghentikan kegiatan bermain HP-ku. Eh? Sedang apa mereka? Rupanya sedang asik Dengan Pemikiran mereka sendiri. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat mereka ber4 Tersenyum senyum sendiri sperti orang gila.

Ha Ni POV

aku terduduk dipinggir ranjang. spi sekali diluar, sedang apa mereka? Apa mereka mati kelaparan? Sebaiknya aku keluar memastikan mereka baik2 saja.

Cklek ! Aku membuka pintu, dengan mengendap2 aku keluar kamar dan berjalan kearah Ruangan Tv *kyak pencuri aja*. Aku melihat, Mereka ber4 tersenyum2 sendiri. Sedang Minho sepertinya masih waras.

Minho menatapku. Kemudian aku menatapnya Seperti menanyakan ‘kenapa’ . Ia mengangkat kedua bahunya menunjukan ia tdak tau . Aku berjalan mendekati sofa tempat mereka berlima duduk.

”Hey apa kalian lapar?” Tanyaku pada mereka berempat. Aku tau minho sudah lapar. Karena aku dpat mendengar perutnya berteriak.

”Hey … APA KALIAN LAPAR?? Teriakku yg sukses membuyarkan lamunan mereka ber4 .

”Ayam!” kata onew kaget.

”Dongsaeng-ku!” Kata taemin kaget.

”Sekyung!” Kata Jjong kaget.

”Nomor HP! ” kata Key kaget.

Mereka ber4 saling menatap bingung. Melihat tingkah mereka sperti ini, Lucu sekali. Innocent kata yg tepat untuk mereka.

”apa yg tdi kau katakan Ha Ni?” tanya onew

”Apa kaliaan .. Ah sudahlah aku sdah tau jawabannya ” kata ku smbil nyelonong ke dapur. Mereka hanya saling berpandangan melihatku aneh.

Aku pergi melihat bahan di kulkas Bregg! Aku membuka kulkas.

Apa Ini?! Hanya ada Kacang merah, Kedelai , Mie Rebus , Air , Tahu , Dan … Apa ini? celana di dlam freezer . Apa2an mereka . Aku menggeleng2kan kepalaku . Brakk ! Kutaruh Celana Yg sudah menjadi es Batu itu dia atas meja makan . Benar2 Dorm Namja . Mereka Ber5 datang ke dapur . Mereka menatapku bingung . Kemudian mata mereka tertuju pada benda aneh diatas meja makan.

”apa ini? ” tanya key

” Ada sesuatu di dalamnya” kata onew

” bentuknya aneh” Kata minho

” itu celana-ku yg 2 bulan lalu aku cari2 ” teriak taemin Memeluk celana-nya, namun ia lempar lagi karena sadar Celananya berubah menjadi es batu yg dingin.

Aku menatap Jjong. Ia terkekeh, ini pasti ulahnya . Kasihan taemin .

”Sini ” kataku mengambil celana atau bisa dibilang Es Batu itu sekarang.

”Mau dibawa kemana? ” tanya taemin mengikutiku .

”Tenang, ini nanti akan bersih lagi” kataku mengisi air di ember . Lalu merendam es batu itu di dalam ember .

” Siapa yg biasa masak disini?” tanyaku pada taemin

”Key-umma ” jawabnya polos

”key?”

”iya”

”ada apa namaku disebut sebut2” tanya key     ”Ahni.. ” kataku menarik tangan Key

”antar aku berbelanja ”

”Bawa mobil?”

”Tidak usah kita jalan kaki saja, aku dengar ada Swalayan baru didekat sini” Kataku mengambil dompet dan hp ku

”Jinjja? Tunggu bagaimana kau tau … Kau kan baru …

”sudah ayo! Kasihan hyung dan donsaengmu sudah lapar ” kataku memotong omongan key .

Hehehe key psti berpikir klo aku Punya kekuatan supranatural . Padahal aku hnya mendengarkan tetangga sebelah Berbicara dri jendelaku

~OTW

Key POV

Aku diajak Ha Ni berbelanja. Aku tdak tau drimana dia tau swalayan di dekat sini .  Tpi spertinya ajussi tdak salah pilih manager untuk kami .

Sepanjang Jalan kami tdak banyak berbicara . Sekarang dia hnya menggunakan sweater abu2 bergambar Mickey mouse . Celana jeans . Sepatu bot berbulu . Penutup Kuping . Rambutnya juga diikat Kuda seperti biasa tergerai hitam dan panjang . Maklum sekarang sedang musim dingin. Tpi ia hnya menggunakan sweater . Apa ia tdak dingin ? . Aku menatapnya ia berjalan menundukkan kepalanya . Tangannya ia masukan ke dalam saku Sweater nya. Pipinya dikembungkan . Bibirnya berwarna Merah muda menggoda Omonaa~~ ternyata ia cantik juga.

Ha Ni POV

Aku menyadari dri tadi Key menatapku . Jujur aku agak Risih dengan tatapannya. Ini pertama kali dalam hidupku aku berjalan dengan seorang namja. hanya berdua!. Sial! Dingin sekali disini. Bdoh sekali aku tdak menggunakan Jaket. Aku hanya menggunakan sweater Tipis ini Cih! . Akhirnya kami sampai di swalayan. Tanpa banyak bicara aku segera memilih bahan , dan membayarnya di kasir . Key banyak membantu , rupanya memang ia pandai memilih makanan. Kami sudah sampai di dorm lagi .

” Kami Pulaa… ” omonganku Terhenti saat taemin memelukku ,

” umma kenapa kau tdak mengajakku ? ”

Eh umma? Apa-apaan anak ini? Seenaknya saja memanggilku umma. Tpi sudahlah . Member yg lain Datang melihat kami .

” Kenapa kalian hanya Pergi ber2 saja? ” tanya jjong sambil memajukan bibirnya

” akan lebih lama jika aku mengajak kalian semua ”

”Ah umma, biar aku bantu bawakan belanjaanmu Ke dapur ”

” gomawo , taemin ”

” Gwenchana.. ”

Aku mulai beraksi di dapur, Key berinisiatif membantuku dengan memasak nasi. Tpi lama sekli dia . Aku menghampiri key yg sedari tdi aku perhatikan Sedang mencuci beras.

”Key, Berapa kali kau mencuci beras? ” tnyaku penasaran

”Ehm , lima dengan ini ”

” apa lima?! Kalian bisa pingsan diatas panggung kalau kau mencuci beras terlalu lama ” kataku mengambil alih pekerjaan Key.

” Jinnja? ” aku hanya mengangguk.

30 Menit kemudian .

Aku bisa melihat mereka terbangun dri meja makan sambil mengendus2.

”selamat makaan” Mereka mulai satu suap.

Kemudian saling menatap satu sma lain*?* Aku heran apakah makananku tdak enak? Aku mengambil spotong daging yg kumasak tdi… Enak.. Tdak ada yg salah. Aku menatap mereka . Eh?! Kenapa mereka menangis???

”Umma… Ini enak sekali ..” Kata taemin mengunyah makanannya sambil mengusap air mata dipipi nya.

‘nyehehe… Ternyata karena enak tooh ‘ batinku. Kemudian aku tersenyum .

Apa kalian tau Apa yg kulakukan 25 menit didalam kamar? Aku mensurvei mereka satu per satu . Aku mencari tau apa yg mereka suka dan yg tidak mereka suka. Apa yg Mereka mau dan yg mereka hindari. Bagaimana sikap Fans dan anti fans terhadap mereka. Aku tau hanya dlam 25 menit. Aku ini memang seorang manager sekaligus pembantu yg hebat. Aku tau kenapa paman ingin aku yg menjadi manager mereka. Pasti! Karena masalah itu …….

-TBC-

Jiaah~~ Kira2 Masalah Apa yaa? RCL ya … *read,comment,Like*