Pain In My Life {Part 7}

Main Cast :

– Lee Jinki

– Lee Taemin

– Lee Tae Ri

– Kim ‘Key’ bum

– Cho Kyuhyun

 

Namaste 🙂 , saya kembali lagi dengan FF Gaje ini. Maaf yah udah nunggu lama… Selamat Membaca . Aku tunggu komentar kalian

 

Tae Ri POV

 

”Aaah, aku tdak tau apa yg harus aku kenakan, semuanya terlihat jelek”. Aku tau siapa yg dapat membantuku. Aku mengambil selfonku kemudian memijit nomor hp yg sudah kuhapal luar kepala.

 

”Yoboseo?” sahut seorang yeoja dri balik selfonku.

”Ah, Hye Ri. Bisa kau kerumahku. Sekarang…. sudahlah tdak ada waktu lgi cepat” aku mematikan selfonku sebelum mendengar jawaban Hye Ri . Kalau tdak begitu, dia pasti akan mengoceh lgi di telepon.

 

15 menit kemudian

 

TING TOONG

Ah, seseorang memencet bel rumah, pasti Hye Ri. Aku segera berlari menuruni tangga. Kemudian menghampirinya.

 

”Kau ini bagaimana bisa kau menyuruh seseorang datang kerumahmu dengan cepat” omelnya

”sudahlah aku butuh bantuanmu sekarang, maukah kau membantu sahabatmu ini?” tanyaku memohon

”baiklah apa yg bisa kubantu?” tanyanya

”bantu aku memilih baju”

”eh tdak biasanya kau sperti ini, apa kau ada kencan hah?”  aku hanya mengangguk sambil tersenyum

”Siapa orang yg meluluhkan hatimu itu?”

”ah, sudahlah kita bicara di kamar saja”

 

—————————————-

 

Baiklah , aku sudah siap, hri ini aku pergi menggunakan dress berwarna biru langit, pita jeans biru dan sneakers jeans biru. Kalian pasti bertanya kenapa biru? Itu karena aku suka biru. Kami akan bertemu di bioskop jam 2. Ini jam 1 sebaiknya aku segera berangkat. Perlahan Aku menuruni tangga

 

”Tae Ri kau mau kemana?” suara Jinki oppa berhasil membuat jantungku melompat keluar.

”Eh… Sbenarnya aku… Baiklah aku tdak bisa berbohong padamu oppa, aku ada janji dengan kyuhyun hari ini di bioskop. Tolong jangan bilang hal ini pda taemin oppa”

”kenapa?”

”sudahlah pokonya rahasiakan saja” aku tdak bisa memberitahukan hal ini pda taemin oppa, setelah melihat pembicaraan yg serius antara taemin oppa dan kyuhyun spertinya taemin oppa benar2 tdak meyukai kyuhyun.

 

——————————–

 

Hah,ha,hah… Aku berlari kerah gedung bioskop. Aku melihat seorang namja sedang melihat kearahku sambil melambaikan tangannya.

 

”hah,.hah Maahaf akhhu terlhambhat” kataku berusaha menyesuaikan nafasku.

”Tenang kau hanya terlambat 3 menit kok”

”Apa filmnya sudah dimulai?”

”Belum, spertinya 15 menit lagi bru mulai.”

”Syukurlah”

”hey spertinya kita berjodoh ya??”

”MWO?”

”Warna baju kita sama, pdahal kita tdak janjian hehehe”

”Ahhehehe…” benar juga dia menggunakan Kemaja kotak2 biru, rambut hitamnya mengkilat sekali.

 

—————

 

Taemin POV

 

”Hyung~ kau lihat tae Ri?” aku menghampiri Jinki-hyung yg sedang membaca diruang baca.

”Mungkin dengan minho”

”Tidak minho pergo berkencan dengan Hye Ri”

”Mereka kekasih?”

”Ne…”

”Sejak kapan”

”Emmh .. Ahh tidak penting. Sekarang apa kau melihat dimana tae Ri?”

”Ya aku melihatnya”

”Dimana?”

”Dia bilang aku harus merahasiakannya drimu”

”Wae??”

”Molla…”

”Katakan hyung dimana dia ini penting”

”Kalau ku katakan maukah kau membelikanku Satu box besar Ayam goreng?” Jinki oppa melepas kacamatanya dan menatap kearahku.

”Ya sudah kalau kau tidak mau, aku tdak akan memberikan lokasi Tae Ri”

”Tapi hyung~~ ini penting dia dik kita Hyuung~~”

”Yaa dan aku sudah berjanji pdanya”

”Ah baiklah Hyuung~~ akan kubelikan kau Ayam Gorengmu itum sekarang cpat beritau diamana Taeri?”

”Dia pergi dgan Kyuhyun ke Bioskop”

 

Mendengar nama itu disebut, Hatiku langsung was-was. Ternyata kata2 nya benar. Awas kau kyuhyun kalau sampai kenapa2 dengannya kau yg akan kusalahkan.

 

Aku mengambil motorku, dan menancap gas. Entah kemana aku harus mencari mereka skrang. Aku mengemudikan motorku sambil aesekali menengok kearah trotoar jalan.

 

Ketemu! Mereka duduk dekat jendela di sebuah cafe Ice cream di dekat bioskop. Aku memarkir Motorku. Kemudian berjalan Masuk kedalam Cafe menghampiri sepasang manusia yg sedang asik mengobrol sambil menikmati es krim mereka.

 

”Tae Ri ayo pulang”

 

Tae Ri POV

 

”Tae Ri Ayo pulang” aku terkejut mendengar suara itu, aku menengadahkan kepalaku dan melihat seseorang yg sangat familiar .

 

”Oppa… Kenapa kau bisa disini?” pasti Jinki-oppa yg memberitahunya. Kenapa sih dia tdak bisa menjaga rahasia.

”Ayo pulang Tae Ri”

”Tpi oppa… ”

” aww oppa sakit ” jeritku , saat oppa menarik paksa lenganku .

”Oppa setidaknya biarkan aku mengucap salam perpisahan pada Kyuhyun” kataku menahan air mataku. Melihatku sperti itu perlahan ia melepaskan genggaman tanganya driku.

 

”Mianhae, jeongmal Mianhae Kyuhyun”

”Cheonmaneyoo.. Aku mengerti pergilah, selesaikan masalahmu. Hubungi aku lgi nanti”

”Kuharap tidak..” kata taemin oppa

”Kami permisi pulang” sekarang giliranku yg menarik lengan oppa.

 

————————-

Aku berlari masuk kedalam rumah.

 

”Kau sudah pulang Tae Ri” sambut jinki oppa. ”Aku membencimu oppa”

”Terserah kau saja…” apa? Oppa berkata sperti itu. Rasa sakit dihatiku semakin perih kurasa. Air mataku jatuh , aku berlari ke kamar tpi taemin oppa menahan langkahku.

 

”Wae oppa? WAEE??” teriakku

”Sopanlah pda oppamu” kata Jinki oppa, kenapa ini mereka saling membela?

”Jauhi dia Tae Ri?” kata Taemin oppa lirih.

”Wae? Kenapa aku harus menjauhinya? Apa kau punya alasannya?”

”Aku…aku tidak bisa menceritakannya padamu”

”Kalau kau tidak bisa menjelaskannya, aku tdak akan menjauhinya” kataku kemudian melepaskan tangan oppa.

 

”DIA MEMBUNUH CINTA PERTAMAKU” teriak taemin oppa. Aku menghentikan langkahku kemudian berbalik menuju taemin-oppa yg sedang menangis di salah satu anak tangga.

 

Sekarang aku merasa bersalah krena kelakuanku.

”Mianhae oppa, jeongmal mianhae oppa”

”Gwenchana Tae Ri ”

”Sebenarnya aku tidak mengerti apa yg terjadi disini, tpi aku mengerti bagaimana perasaan taemin sekarang ini”

”Hyung~~”

”Ceritakan padaku oppa jebal”

”Kau ingat Hwang Jae In?”

”Anak angkat Nyonya Kim, adik tiri Kibum oppa. Apa dia? Cinta pertamamu?” Taemin oppa hanya mengangguk pelan kemudian mengalihkan pandangannya kearah pemandangan diluar jendela.

 

”3 Tahun yg lalu…..

 

FLASH BACK

 

”Lagi-lagi kau terlambat Kyuuhyuuunn” kata Taemin dan  kiibum bersamaan

”Miaanhae Hyuuung~~”

”TOLLOOOOONNGG!!”

”suara siapa itu?” tanya taemin

”Jae In…..”

kemudian mereka bertiga berlari kearah halaman rumah kibum. Mereka melihat seorang Yeoja berada diatas pohon.

 

”Jae In apa yg kau lakukan disitu?” Tanya Kibum

”Aku mau menyelamatkan Kucing , tpi kakiku tersangkut di ranting pohon ini”

”Hey, Hyung apa yg kau lakukan?” Tanya Kyuhyun

”Sudah pasti menolongnya”

 

Taemin sampai di dahan tempat yeoja itu berdiri. Tapi sial, dahan tempat yeoja itu berdiri hampir patah. Kemudian

 

KRAAKK !!

”Jae In jangan lepaskan peganganmu”

”Aku takut oppaa~~”

”Melompatlah…”

”Mwo?! Kau ingin aku mati?!”

”Andwee… Kyuhyun dan Kibum hyung akan menangkapmu”

”Shiroo! Bagaimana kalau mereka tidak menangkapku?”

”Percayalah… Bantuan pasti akan datang”

”Aku percaya”

 

Kemudian Jae In melompat dan kyuhyun menangkap tubuhnya dan memeluknya.

 

1 tahun berlalu sejak kejadian itu, kami jadi 4 sekawan yg tak terpisahkan . Sampai saat itu

 

”Kyuhyun aku menyukaimu.” ucap Jae In

”Mwo?!”

”Sejak kejadian 1 tahun lalu, aku mulai menyukaimu”

”Mian, Jae In. Kau tidak cinta padaku, kau hanya ingin balas budi ”

”Andwee aku tau aku cinta padamu, aku benar2 mencintaimu”

”Mianhae jae In aku tidak bisa menerima cintamu. Aku menyukai orang lain” .

 

Kemudian kyuhyun berlalu, meninggalkan Jae In yg sedang menangis tersedu sedu.

Melihat Hal itu taemin sangat marah Pada kyuhyun. Kemudian ia menghampiri Kyuhyun yg sedang tertawa dengan teman2nya.

Taemin melangkah kearah kyuhyum dan melayangkan satu pukulan ke arah rahangnya.

 

”Kenapa?! Kenapa kau membuat dia menangis?”

”Aku tidak mencintainya Hyung” wajah dingin Kyuhyun terlihat sperti Seorang playboy yg mencampakkan seorang yeoja dimata taemin.

 

Sejak saat itu Hubungan mereka mulai merenggang. Apalagi saat kematian Jae In. Mereka benar2 tidak memiliki hubungan lagi kecuali Kibum dan Taemin

 

FLASH BACK END

 

”Aku sempat Menangkap tangannya sperti aku menangkap tangannya saat terjatuh dri balkon apartemennya” kata Taemin Oppa lirih.

”Kau benar Taemin” Kibum oppa muncul dri arah pintu depan.

”Kenangan itu benar2 kenangan yg paling indah…” lanjutnya lagi

”Bagaimana aku tdak tau hal ini?” tanyaku

”Ya aku juga” tanya Jinki-oppa

” Kalian berdua sedang di Amerika saat itu Jinki-hyung menemani Tae Ri yg sedang dirawat karena Kecelakaan hebat yg menimpamu 2 tahun lalu”

” ya, walau kau bercerita sperti itu. Aku tidak membenci kyuhyun sama sekali. Kupikir dia memang tidak mencintai Jae In”

”Kumohon Tae Ri Jauhi dia” kata Taemin oppa

”Shiroo”

”TAERII..” taemin oppa berteriak padaku

”Kau tau TaeRi …” kibum oppa mulai berbicara

”Tau apa?”

”Kyuhyun membohongimu”

”Tentang cerita itu? Kupikir dia tdak ingin menceritakannya padaku”

”Bukan…”

”Lalu tentang apa?”

”Tentang Statusnya……..

 

~TBC~

 

JYaaaaah maaf ya klo GJ please Don’t Forget to comment 🙂

 

I Love My Manager {Part 5}

Main Cast :

  • All Member SHINee
  • Go Ha Ni aka manager SHINee
  • Park Yoochun
Hello To SHINee

I Love My Manager Part 5 Cover

Hai-hai author GJ ini kembali lagi …. 🙂 nah selamat membaca aja deh , And ditunggu komentarnya ….

Ha Ni POV

‘Mwo?!’

”Eh, taemin lepaskan pelukanmu. Aku tidak mengerti maksudmu…” kataku sambil berusaha melepaskan pelukan taemin, tpi itu hnya membuatnya semakin erat.

”Ha Ni maukah kau menjadi yeojachingu ku?” ”Mwo?!” Disaat itu juga Onew oppa pergi ke kamar dengan sdikit menghentakan kakinya.

Taemin POV

Aku melihat onew hyung pergi dengan mengepalkan kedua tangannya.

‘Sudah, kuduga. Kenapa dia tdak nyatakan perasaannya sja?’

”Taemin jangan bercanda”

”Aku tidak bercanda Hyung~ aku menyukai Ha Ni” kataku pda hyungku. Mereka tdak boleh tau rencana ku yg sebenarnya. Ini semua karena hal itu

FLASH BACK

Aku sedang berjalan menusuri Jalanan di seoul. Tiba2 mataku tertuju pda seorang yg aku kenal.

‘Onew Hyung daan… Hah? Ha Ni sedang apa mereka berduaan , berpegangan Tangan?? Apa mereka kencan? Ini bagus aku akan segera mendapatkan adik baru ‘

FLASH BACK END

”Aku mau istirahat Dulu” kata Ha Ni, spertinya ia Marah padaku. Aku akan mengikutinya. Aku masuk ke kamarnya.

”Taemin, pergilah aku lelah” katanya kukira ia menangis

”Mianhae Noona, sbenarnya aku melakukan itu.. Karena aku ingin membuat Hyung~ menyatakan cintanya padamu”

”Mwo?! Apa yg kau bicarakan Taemin?”

”Kau tdak menyadari? Onew Hyung menyukai mu”

”Drimana kau tau?”

”Aku melihatmu pergi kencan dengan Hyung”

Ha Ni POV

”Aku melihatmu pergi kencan dengan hyung” Jlegerr sperti petir menyambar kepalaku, Taemin tau aku kencan dengan onew oppa. Apa member yg lain tau?

Key POV

Taemin masuk kedalam kamar Ha Ni, kami (Minho dan Jjong) penasaran dan mengikuti mereka. Kami bersembunyi dibelakang Tembok, krena Kamar HaNi tdak memiliki Pintu.

”Kau tidak menyadari? Onew Hyung menyukaimu?” terdengar suara Taemin. Jdi Onew Hyung menyukai Ha Ni?. Kami yg mendengar hal itu hanya saling bertatapan.

”Aku melihatmu pergi kencan dengan hyung” suara taemin terdengar lagi, Jadi kemarin mereka berkencan? Aku menatap jjong dia tersenyum tidak dia tersenyum jahil. Sepertinya dia memiliki rencana lain.

Taemin POV

”jADI hani apa kau menyukai Onew Hyung?”

”Aku tdak tau taemin, aku tdak mengerti”

”Kau menyukainya”

”Mwo?!”

”Aku dpat melihat dri raut wajahmu saat kau menatapnya”

”Kukira iya aku menyukainya”

Benar, sudah kuduga. Hehehehe.

”Kau menyukaiku” ah? Suara itu Onew hyung! Aku segera membalikkan badanku benar saja disitu ada onew hyung dan member lain.

”Hyung~ ”

”Taemin ayo kita keluar, aku sudah masakkan sesuatu untukmu”

Onew POV

”Kukira aku menyukainya?” apa dia menyukaiku? Dia menyukaiku?

”Kau menyukaiku?” kata2 itu keluar dri mulutku, ia hanya menatap ku terkejut. Sekarang tidak ada siapa2 di ruangan ini hanya Ada aku dan dia

Author POV

”Sejak kapan kau disana” Tanya Ha Ni Gugup. ”Sejak kau mengatakan kau menyukaiku” jawab onew sambil menggaruk2 kepalanya yg tdak gatal.

”Itu…itu… Belum selsai ha ni bicara onew memeluknya dengan erat.

”Saranghaeyo Ha Ni” tpi hani hanya diam tak tau harus berkata apa,

Onew melepaskan pelukannya dan memandang Ha Ni aneh.

”Ha Ni? Gwenchana?”

”Ah ne Gwenchana”

”Jadi?..”

”Apa yg harus aku katakan?”

”Mwo?! Kau tdak tau?” Ha ni hanya menggelengkan kepalanya tanda dia tdak mengerti.

”Apa kau menyukaiku?” Hani menganggukan kepalanya, kemudian ia menunduk.

”Kalau begitu kau harus bilang Na do saranghae Oppa”

Ha Ni POV

”Kalau begitu kau Harus bilang Na Do saranghae Oppa” kemudian dia memelukku, aku merasakan dekapannya yg hangat.

”Nado Saranghae oppa” Kataku lirih. Ya spertinya aku mencintainya tidak Aku benar2 mencintainya.

”CHUKKAAAEE” eh?! Ternyata semua member ada disni? Hatiku senang sekali, aku tdak peduli lagi apakah aku melanggar peraturanku atau apapun. Tpi aku sadar ternyata kebahagiaan kulah yang terpenting dlam hidupku.

—————————

Hri ini kami ada konser,  Seperti biasa. Tpi aku tdak dapat ikut denganmereka karena aku harus mengadakan perjanjian dengan sebuah Majalah.  Jadi aku hanya dapat melakukan tugas mengawasi mereka dri hp saja.

“Kau yakin kau tidak mau ikut?”  Tanya Onew,  yg berstatus namjachinguku mulai tdi malam.

“Iya aku yakin, kalian bisa sendiri kan?” Onew hanya cemberut  melihatku berkata sperti itu.

“Kau harus ikut “ Kata Key

“Siapa yg akan menyemangati kami kalau kau tidak pergi?” Tanya Taemin

“Kau itu sperti bumbu penambah energy, apalagi untuk onew hyung” kata Jjong menggoda onew oppa.

“Baiklaaah aku akan ikut, tpi aku hanya mengantar kalian saja. Setelahnya aku harus pergi ke kantor majalah , Stasiun TV, kemudian  Kantor berita”

“Yeeeesss” Teriak taemin seraya memeukku, tpi onew oppa melepaskan pelukannya. Kukira dia cemburu.

—————————

“Baiklah hati2 ok? Kalau kau butuh bantuan telepon aku” kata onew oppa

“Tentu pasti aku bisa” kataku smabil melihatkan senyumku yg paling manis.

“Jadi kau tidak turun?” tany key lagi

“Key jangan membujukku , lagipula kalian akan ditemani oleh manager  Kim Hari ini. Dia akan menggantikan tugas ku”

“Arassou ……” kata Key sambil menghela napas.

Aku menyetir mobilku berputar menuju dorm untuk mengambil barangku spertinya hari ini aku akan pulang malam. Aku akan menonton konser mereka dri tv saja, toh, hari ini ada manager Kim jadi aku tdak perlu khawatir dengan mereka. Konferensi pers diundur menjadi besok. Makanya aku masih ada waktu untuk membuat janji dengan klien.

Onew POV

Ini membosankan, hari tanpa dirinya benar2 terasa membosankan. Aku ingin segera mengakhiri ini, kemudian pulang dan menemuinya.

————————————————————-

Konser sudah Berakhir 9 jam yg lalu, kami sekarang sudah berada di dorm. Tpi dia belum juga pulang ke Dorm. Kulihat kamarnya sudah terpasang pintu baru, spertinya ia menyuruh seseorang memperbaikinya saat kami konser tdi. Hah baru 14 jam tdak bertemu saja aku sudah merindukannya …..

Ha Ni POV

Ini sudah pukul 8 malam , aku tinggal menemui satu klien lagi kemudian pulang ke Dorm. Aku sdah tidak sabar mendengar cerita mereka tentang konser tdi siang. Aku memasuki sebuah Café kulihat seseorang sedang duduk, itu pasti dia.

“Annyeonghaseyo” kataku menyapanya

“Ahh, Ha Ni apa kabarmu “ tanyanya seraya memelukku.

“Baik, bagaimana denganmu  Park Yoochun? Tanyaku padanya, Ya park yoochun adalah sahabatku saat di Korea Juga Di Amerika. Dia sering satu sekolah bahkan satu kelas denganku saat di Amerika dulu. Kami sama2 mengambil jurusan managemen .

“Lihat dirimu, 3 tahun kita tidak bertemu kau makin cantik saja”

“Hahahaha, kau bisa saja. Kau juga.  sekarang kau sudah menjadi manager muda yg hebat di perusahaan ayahmu”

“Ya aku memang bekerja keras untuk jabatan ini”

Akhirnya aku dan Yoochun berbincang-bincang melepaskan rindu. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam .

“Hah sudah jam 11 malam, aku harus segera pulang, sampai jumpa lagi yoochun senang bertemu dgan mu”kataku sambil berjalan, tapi ia menahan lenganku.

“biar aku anatarkan kau pulang”

“aku bawa mobil.”

“kalau begitu biar aku mengantarkanmu sampai mobilmu”

“Ah, baiklah aku tdak dapat menolak”

Kami berjalan, kearah parkiran mobil. Aku berlari kearah mobilku.

“wae?”  tanyanya

“Sepertinya ban mobilku kempes’ kataku samba memperhatikan ban mobiku

“Hah, spertinya ini memang keberuntunganku  untuk  mengantarmu  pulang hahahaha” tawanya.

“hah, ya spertinya ini meman hri keberuntunganmu”

Pada akhirnya, Aku diantar oleh yoochun pelang ke dorm SHINee . sampai juga..

“Disini kau tinggal?’’

“Iya…” aku hanya tersenyum, aku membuka pintu mobil tpi kemudian Yoochun melarangku.

“eh , tunggu biar aku yg membukakan pintu untukmu” katanya kemudian berlari dan membukakan pintuku sperti seorang putri.

“Silahkan tuan putri …..”

“heheheh terimakasih …” aku hanya terkekeh pelan melihat kelakuan sahabatku itu.

Onew POV

Aku mendengar suara mobil berhenti di depan Dorm kami. Aku berlari kearah ruang tamu untuk menjemputnya. Tapi, itu bukan mobil Ha Ni. Seseorang turun dri pintu mobil, kemudian ia membukakan pintu untuk seseorang .  seorang yeoja turun dri mobilnya . Ha Ni ! siapa yeoja itu?? Apa hubunganmu dengannya?

~TBC~

Kyyaaa maaf kalo udah nunggu lama terimakasih sudah membaca jangan lupa komenatnya ok?

I Meet You [one shoot]

 hi, ketemu lagi…aku buat one shoot lagi nih.

setelah baca jangan lupa comment ya. ^^

Tittle :

I MEET YOU  

Starring:  

Key, 20 Years Old  

Park Jiyeon, 16 Years Old      

 

All Story Key POV

Hari ini seakan sudah terlalu biasa untuk ku dan anggota SHINee. Melakukan kegiatan sesuai yang di jadwalkan oleh Manager Jung dengan persetujuan pihak SM Entertaiment. Sehabis kami ingin pulang dari Indonesia, tiba-tiba aku dan Jonghyun hyung masuk rumah sakit karena kelelahan dan pergelangan kaki terkilir cukup parah. Yang membuat kami tidak melanjutkan jadwal. Jujur saja aku tidak terlalu menyukai rumah sakit, karena menurutku rumah sakit itu adalah tempat terseram dan sebagainya.

 

“ Key~” panggil seseorang padaku.

“ Ne, wae hyung?” kata ku sambil melirik kearah Jonghyun hyung.

“ Bolehkah aku disini? Di kamarku hawanya sangat panas” kata Jonghyun hyung sambil menenteng masuk infus.

“ Err .. boleh” kata ku mempersilahkan Jongyun hyung.

“ Kau pernah dengar tidak?” tanya Jonghyun hyung mencoba menakutiku.

“ Dengar apa, hyung?” tanya ku balik.

“ Aku dengar kalau di rumah sakit ini ada yang pernah mencoba bunuh diri” kata Jonghyun hyung.

“ Bunuh diri?” kata ku membulatkan mataku.

“ Ne, dan sampai sekarang penyebabnya belum diketahui. Tapi, yang aku ketahui kalau dia masih di rawat karena koma 2 bulan. Tapi, aku tidak tahu dia sudah sadar atau belum” kata Jonghyun hyung sambil duduk menyenderkan kepalanya di sofa.

“ Kau bercandakan, hyung? Aku ini sudah 20 tahun, hyung dan mana mungkin aku masuk kedalam permainan aneh mu itu” kata ku sambil menarik selimutku keatas dan bersiap untuk tidur.

Keesokan harinya, aku bangun jam 8 pagi. Aku mengedarkan pandanganku keseluruh kamarku dan tidak menemukan Jonghyun hyung. Aku berpikir ‘mungkin dia sudah kembali ke kamarnya’.

“ Err .. badan ku terasa pegal, sepertinya aku harus pergi jalan-jalan di sekitar rumah sakit ini” gumamku sambil bersiap untuk jalan-jalan.

 

—(^^)—

  Saat aku berjalan-jalan ke taman, aku melihat seorang yeoja yang sedang menyanyi sambil menyenderkan kepalanya dan juga memejamkan matanya. Suaranya indah dan sangat merdu. Aku ingin sekali melihat wajahnya.   Aku mencoba mendekat dengan perlahan dan mencoba duduk disampingnya. Seperti yang ku duga dia terlihat kaget melihat ku duduk disampingnya. Namun, dia tersenyum dan terus melanjutkan nyanyiannya yang sangat indah untuk di dengar.

“ Suaramu indah” kata ku yang membuatnya berhenti dari aktivitas nyanyinya dan menatapku heran.

“ Tapi, aku bernyanyi hanya untuk sementara. Karena, aku akan pergi” katanya sambil berdiri dan melentangkan kedua tangannya.

“ Kau akan pergi? Bukankah terlalu cepat? Aku baru menemukanmu” kata ku dengan raut wajah kecewa.

“ Menemukanku? Aku pergi memang sudah ditakdirkan” kata yeoja itu.   ‘di takdirkan?’ gumamku dalam hati.

“ Kalau boleh tahu siapa namamu?” tanyaku kepada yeoja itu.

“ Jiyeon .. Park Jiyeon” kata yeoja itu sambil bergerak untuk pergi.

“ Namaku Key, salam kenal Park Jiyeon” kata ku sambil berteriak.

Pertemuan ku cukup singkat, dan tidak ada yang istimewa. Namun, karena pertemuan itu aku tidak bisa melupakannya dan selalu ingin terus datang ketempat dimana pertama kali aku bertemu dengan Jiyeon.

Ternyata, dugaan ku benar dia sedang bernyanyi dengan kepala yang menyender di dekat pohon. Tanpa ragu-ragu aku mencoba untuk menyapanya.   “ Hello” sapaku kepadanya, dia menatap kerarahku dan tersenyum.

“ Kau kesini lagi?” tanyaku padanya.

“ Ya, karena ini tempat persembunyianku” kata Jiyeon.

“ Apa kau sedang sakit? Wajahmu tampak pucat” kata ku yang menyadari perubahan raut mukanya.

“ Tidak, mungkin aku sedikit kelelahan” kata Jiyeon yang sepertinya menyembunyikan sesuatu dariku.

“ Syukurlah, aku kira tadi kau sakit” kata ku sambil menghela nafas.

“ Kau sendiri?” tanya Jiyeon.

“ Sama, aku juga kelelahan dan terkilir. Karena, berjuang untuk menghadiri suatu acara di Indonesia” kata ku yang membuat matanya terbelalak.

“ Sebenarnya kau itu siapa?” tanya Jiyeon yang menaruh curiga kepadaku.

“ Aku seorang anggota Boyband” kata ku dengan percaya diri.

“ Boyband?” tanya Jesang kembali.

“ Ya, boyband yang beranggotakan aku, onew hyung, jonghyun hyung, minho dan taemin si magnae” kata ku.

“ Oh, aku kira kau seorang turis yang nyasar” kata Jesang sambil tertawa.   Hari ini adalah hari pertama aku melihat dia tertawa, dan aku harap dengan keberadaan ku dia tetap terus tertawa.

“ Kalau boleh tahu umurmu berapa?” tanya Jiyeon.

“ 20 tahun” jawabku singkat.

“ Berarti kau lebih tua daripada aku” kata Jiyeon sambil meneruskan nyanyiannya.

“ Berarti mulai sekarang kau harus memanggilku oppa” kata ku sambil tersenyum.

“ Itu kemauanmu” kata Jiyeon sambil tertawa cekikikan.

“ Aku ingin sekali mempunyai seseorang yang memanggilku oppa. Tapi, bukan fans ku” kata ku.

“ Kalau aku memanggilmu oppa sama saja aku nanti dikira fans mu” kata Jiyeon sambil menjulurkan lidahnya.

“ Kan aku bilang kecuali fans ku” kata ku yang membuatnya menatap ku.

“ Ya, sudah lain kali aku akan memanggilmu dengan sebutan ‘oppa’ dan seterusnya aku akan memanggilmu seperti itu” kata Jiyeon yang membuatku tersenyum.

“ Kau memang anak yang pintar” kata ku mengelus kepalanya lembut.   Semenjak kejadian itu aku terus dipanggil olehnya dengan sebutan ‘oppa’. Aku selalu ingin mengetahui banyak tentang dia. Dan, selalu ingin berada dekat dengannya.

“ Kalau aku boleh tahu .. kau sakit apa?” tanyaku yang membuat dia menatap tajam kearahku.

“Aku mempunyai urusan di tempat ini dan maaf jika aku tidak bisa menceritakan semuanya kepada mu oppa” kata Jiyeon sambil menunduk, terlihat jelas raut muka nya yang menahan tangis.

“ Walau aku tidak tahu pasti, aku ingin kau memperjuangkannya” kata ku sambil tersenyum.

“ Gamsahamnida” kata Jiyeon.

—(^^)—

  Semenjak hari itu, aku tidak pernah melihatnya di taman itu. Tidak ada alunan suara yang membuatku selalu ingin di dekatnya. Dan, sekarang aku sangat merindukannya. Merindukan suaranya yang selalu memanggilku dengan sebutan ‘oppa’.

Tidak terasa sudah seminggu aku dan Jonghyun hyung di rawat dan sudah 4 hari ini aku tidak melihat Jiyeon di taman itu. Berat rasanya aku beranjak keluar dari rumah sakit itu tanpa berpamitan dengan Jesang. Akhirnya, aku pergi ke taman itu dan menemukannya dengan wajah yang sangat pucat dan tangannya yang membeku. Ketika aku menanyakan keadaannya dia hanya tersenyum.

“ Oppa, aku sudah berusaha. Tapi, Tuhan sudah berkehendak lain. Aku menunggumu di ruang 2709” kata Jiyeon sambil tiba-tiba menghilang dari pandanganku.

“ Jiyeon~” aku berteriak sekencang-kencangnya.

 

—(^^)—

  “ Key, bangun ..” terdengar suara Jonghyun hyung.

“ Err .. hyung?” kata ku sambil berusaha untuk duduk.

“ Semalam kau bermimpi apa? Kenapa berteriak-teriak? Apa kau masih ingat dengan ceritaku itu?” tanya Jonghyun hyung.

“ Aku ..”

“ Dan, kenapa kau memanggil orang yang bernama Jiyeon?” tambah Jonghyun hyung.

“ Bukankah kita sudah ingin pulang, hyung?” tanya ku balik.

“ Kau itu .. kita baru semalam di rumah sakit ini, apa jangan-jangan kau bermimpi kita sudah seminggu disini!” kata Jonghyun hyung terlihat sangat kesal.

“ Mwo? Baru semalam? Yang benar saja.. lalu Jiyeon?” tanya ku pada Jonghyun hyung.

“ Jiyeon? Siapa itu Jiyeon?” tanya Jonghyun hyung balik.

“ Arggghhh.. Jiyeon kemana kau? Tidak tunggu dulu .. kamar 27 .. 2709” kata ku sambil berusaha untuk berdiri.

“ Heh, kau mau kemana key?” tanya Jonghyun hyung.

Aku berlari sekencang-kencangnya dan mencoba mencari kamar 2709. Ketika aku sudah ada persis di depan kamar itu. Perasaanku campur aduk, siapa sebenarnya Jiyeon itu? Dan kenapa dia ada di dalam mimpiku? Bahkan, aku sempat mencintainya walaupun waktu di dalam mimpi itu sangatlah singkat.   Ketika aku membuka kenop pintu, terlihat sebuah bunga mawar berada di atas tubuh Jiyeon dan terlihat banyak orang yang menangis. Ketika aku bertanya, ternyata Jiyeon adalah orang yang pernah mencoba untuk bunuh diri.

Alasannya, karena dia sudah terlalu lelah dengan penyakit kanker otak yang membuat dia berhenti untuk menunjukkan bakat menyanyinya.

“ Nak, apakah kau yang bernama Key?” tanya seseorang.

“ Ne, aku Key” kata ku.   “ Kami orang tuanya Jiyeon dan ingin memberikan surat ini” kata orang tua Jiyeon sambil memberikan surat tersebut kepadaku.

Ketika aku membukanya, aku benar-benar terkejut. Di surat itu ada beberapa fotoku saat sedang bersamanya.      

 

Dear, Key Oppa

Mianhae, aku tidak dapat jujur padamu..  

Aku diberi Tuhan waktu untuk bertemu olehmu melalui mimpi.

Karena, sebenarnya aku sudah koma sejak berbulan-bulan lamanya.  

Aku menyuruh seorang suster untuk membuatkan surat ini untukmu.  

Karena, aku tidak sanggup untuk menulisnya sendiri.  

Terimakasih oppa sudah memberiku nafas dengan ucapanmu yang harus memperjuangkannya.  

Aku sudah berusaha semampuku. Namun, tuhan sudah mengatakan lain.  

Mianhae, mungkin aku sudah membuatmu takut.  

Tapi, aku melakukannya karena aku merasa kesepian.  

Dan, satu lagi …. lagu yang selalu ku nyanyikan itu..  

hanya untukmu ..  

Saranghaeyo Key Oppa.

 

Aku menutup surat itu dan mencoba tersenyum. Seharusnya aku yang berterimakasih padamu, karena aku telah di izinkan bertemu denganmu.

“ Tapi, aku bernyanyi hanya untuk sementara. Karena, aku akan pergi” aku masih ingat dengan ucapannya di mimpi ku.

Perlahan air mata ku jatuh ke pipiku. Ternyata, ini jawabannya. Jawaban ini mencakup semua pertanyaanku yang belum terjawab olehnya. Mengapa kau terlihat pucat? Kau sakit apa?

“ Walau aku tidak tahu pasti, aku ingin kau memperjuangkannya” itu adalah perkataan yang pernah terucap oleh ku.

Tapi, sekarang kata-kata itu sudah berubah menjadi “ Kau sudah memperjuangkannya Jiyeon dan semoga kau tetap mengingatku walau kita tidak penah bertemu di dunia nyata”.

 

THE END

       

Pain In My Life {Part 6}

Haaaaiii___ saya kembali lagi maaf ya klo udah nunggu lama selamat mebaca and don’t forget to leave us your comment ok?

Tae Ri POV

aku berjalan kerah namja itu, kemudian ia membalikkan badannya menghadapku lalu tersenyum kepadaku.

‘Dia lagi mau apa dia kemari?’

”Apa maumu Kim Son Woo? ” kataku

”Aku kesini untuk menanyakan kabamu Tae Ri”

”Aku baik2 saja pulanglah” aku berjalan melewatinya. Tpi dia terus mengikutiku. Sialnya supirku belum menjemput. Aku berbalik kearahnya.

”Apa maumu? ”

”Saranghaeyo Tae Ri ahh”

”Mwo?! Sudah berapakali aku katakan padamu aku tdak mencintai…”

PLAKK! Apa son woo menamparku? Aku tersudut ia mengurungku dengan kedua tangannya bersandar di tembok. Siang itu jalanan sepi sekali. Ia memegang daguku mengangkatnya hingga aku menghadap wajahnya.

”Lepaskan tanganmu!” Seseorang berteriak, suara yg baru aku kenal. Son woo melemparku, hingga kepalaku membentur tembok. Pandanganku memudar aku dapat melihat orang itu samar-samar kemudian aku tidak sadarkan diri.

Kyuhyun POV

aku melihat Tae Ri ditampar oleh seorang namja, aku berlari kearah mereka kemudian….

”Lepaskan Tanganmu” kataku , aku melihat ia melempar tubuh Tae Ri dengan kasar. Aku yg melihat hal itu tidak dapat menahan amarahku. Aku meninjunya tepat pada rahangnya. Kemudian dia pergi dengan sedikit mengancam .

Aku segera berlari menghampiri Tae Ri yg terkapar tidak sdarkan diri. Kemudian seorang supir datang.

”Apa yg terjadi dengan nona tuan?” Rupanya dia adalah supir Tae Ri. Kami berdua menggendongnya masuk kedalam mobil, aku juga ikut masuk *enggak tau malu itu namanya*. Aku ingin memastikan kalau Tae Ri Baik2 saja.

Tae Ri POV

Aku terbangun dikamarku. Aku mendengar seseorang sedang berbincang2 dikamarku.

”Opp..aa” kataku lirih

”Tae Ri kau sudah sadar?” suara onew oppa; aku hanya tersenyum.

”Syukurlah tae Ri , tdi kyuhyun membantumu”

”Kyuhyun…?” tanyaku berusaha mengingat nama itu

”Tae Ri Gwenchana?” tanya kyuhyun.

”Gwenchana…”

”Tae Ri siapa yg melakukan ini pdamu?” Tanya Jinki oppa

”Tidak usah dibahas oppa”

”Aku pamit pulang dulu” kata Kyuhyun

”Ah ne, kamshamnida Kyuhyun-ssi sekali lagi kau menyelamatkan adikku” kata Jinki oppa mengantarkan Kyuhyun keluar .

——————————-

”Oppa, mna taemin oppa? ” tanyaku

”Dia sedang Ada audisi. Aku tdak bisa memberitahunya keadaanmu pdanya”

”Gwenchana… Bgaimana dengan Kibum-oppa” ”Dia tdak berkunjung hri ini”

”Minho, apa dia sudah pulang?”

”Dia tdak pulang hri ini. Dia akan menginap di rumah kibum”

”Umma? ”

”Dia sedang……… Dimana umma?? Aku tdak ingat, kenapa kau banyak tanya sekali?? Sudah cepat istirahat”

”Ne … Oppa”

——————————

@makan malam

”Tae Ri, kudengar kau kecelakaan tdi”

”Hah, apa taemin? tae ri kecelakaan? Kapan? Dimana? Kenapa kau tdak blang padaku? ” tanya Jinki-oppa bertubi tubi.

”Oppa mungkin maksud Taemin oppa yg tdi siang?”

”Kau kecelakaan tdi siang? Kenapa kau ada disni?”

”Sudahlah biarkan oppamu itu. Sekarang ceritakan padaku bagaimana kejadiannya?” lanjut taemin oppa .

“Oppa , kau tau Son Woo? “ Taemin oppa hanya mengangguk.

“Dia Menamparku tdi, Kemudian mendorongku hingga Kepalaku terbentur?” kataku yg diikuti eksperesi terkejut Taemin dan Jinki Oppa.

“Bagaimana Bisa? Mianhae Tae Ri aku tdak disana untunk membantumu”

“Gwenchana Oppa, Kyuhyun membantuku” kataku tersenyum, tpi aku melihat Raut wajah Taemin oppa perlahan berubah dri sedih menjadi marah. Taemin oppa kemudian tidak melanjutkan makannya. Semalaman ia mengurung diri di kamar . berulang kali aku mengetuk pintu kamarnya, tpi ia tdak menajawab. Apa ada yg salah dgan perkataan ku tdi?

@School

“Hey Tae Ri Gwenchana?” Tanya Hye Ri

“Gwenchana “

“Bohong” Hah dia sudah mengenalku dri umur 5 tahun. Aku hanya menghela nafas panjang.

“Jadi kenapa? Ceritakan padaku?”

“Apanya?”

“Tentu saja masalah mu, Kau ini…”

“Taemin Oppa, Dia marah padaku”

“Jinjja?” aku hanya mengangguk sambil memanyunkan bibirku.

“Apa kau berbuat salah?”

“Molla…. Tdi pagi bahkan kami tdak berangkat  bersama. Aku akan menemuinya hari ini”

“Aku akan membantumu”

“Bagaimana hubungan mu dengan Minho? Kalian sudah jadian?”

“Eh Mwo? Apa yg kau bicarakan Tae Ri-ah…”

“Jangan berbohong padaku, Aku dpat membaca pikiranmu “

“Oh, Jinjja? Aaah ~~ baiklah aku mengaku, Kami sudah jadian”

“Chukkae ,Benar dugaanku”

“apa kau hnya menduga? Kupikir kau bnar2 Bisa membaca pikiranku”

ISTIRAHAT

“hey kau melihat Oppaku?” Tanyaku pda salah seorang teman Taemin oppa.

“Dia di ruang latihan”

Aku berjalan kearah ruang latihan Dance yg disediakan Sekolah ini. Dri bawah tangga aku dpat mendengar lagu ‘LUCIFER’ Diputar dengan Keras. Aku segera berlari menaiki tangga. Kemudian membuka pintu.Aku melihat Oppa sedang Menari, Benar2 Indah tpi tidak dengan Raut Mukanya Marah sperti ingin Balas dendam. Kemudian dia berteriak sekencang yg dia bisa dan terjatuh . kemudian aku mendengarnya menangis. Oppa, apa yg sebnarnya terjadi? Kenapa tidak kau ceritakan padaku? . Aku berjalan perlahan kearah Sound System kemudian mematikannya. Kemudian aku menghampiri Oppa yg sedang menangis.

“Oppa……” kataku sembari merangkulnya Tpi dia hanya menepis tanganku.

“Pergilah Tae Ri …….. Jangan lihat aku sperti ini” katanya

“Oppa kau marah padaku? Aku minta maaf oppa kalau aku membuatmu kesal, Tpi oppa aku benar2 tidak tau apa salahku. Kuharap kau mau memaafkanku. Makanlah Jaga kesehatanmu “ Aku menaruh sebungkus Roti disamping Taemin Oppa. Kemudian aku berjalan perlahan keluar.

Taemin POV

“Oppa kau marah padaku? Aku minta maaf oppa kalau aku membuatmu kesal, Tpi oppa aku benar2 tidak tau apa salahku. Kuharap kau mau memaafkanku. Makanlah Jaga kesehatanmu “

Aku mendengar langkah kakinya semakin menjauh. Kemudian aku melihat Sebungkus Roti yg ia berikan padaku.

‘Tae Ri………’ Aku berlari- menuruni tangga , aku melihat sesosok bayangan yg aku kenal. Aku merindukannya, Tae Ri. Aku berlari berusaha mengajarnya kemudian, Memeluknya dri belakang.

“Jeongmal Mianhae Tae Ri “ kataku Lirih

“Oppa……..” Kudengar dia menangis, ia membalikkan badannya, kemudian membalas pelukanku.

“Mianhae Tae Ri, Mianhae ..” hanya itu yg dpat aku katakan.

Tae RI POV

Aku sudah berbaikkan dengan Taemin Oppa, senang sekali Rasanya J . Oppa dan aku berjalan Keluar Gerbang, aku melihat seorang Namja di depan gerbang. Tapi, spertinya aku mengenalnya oh .

“Kyuhyun-ssi” aku berlari kearahnya

“Apa kabarmu Tae Ri?” tanyanya , Kemudian tersenyum.

“Baik, sedang apa kau disini? Tanyaku

“Mencarimu?”

“Aku? Hahaha aku baik-baik saja. Kamshamnida telah membantuku kemarin “ kataku seraya membungkukan badanku.

“Oh, Oppa kemari…. Kenalkan Temanku oppa”

Taemin POV

“Kyuhyun-ssi”

mendengar nama itu dipanggil aku langsung menengok kearah Tae Ri. Dia berlari kearah seorang Namja yg Bernama Kyuhyun itu

. Aku berdiri mematung aku tdak menyangka setelah 2 tahun berlalu, aku masih bisa melihat Saengku itu berdiri dihadapanku . Yg dulu menghancurkan Cinta Pertama ku bahkan Membunuhnya tidak Membunuh cintanya.

Kini dia berusaha Merusak hidup ku lagi. Ia memasangnya lagi senyum palsu yg sama sperti yg ia Berikan pda Jae In. Cara sama yg ia gunakan Untuk merebut hati Jae In .

“Oppa Kemari… Kenalkan temanku” teriak Tae Ri, Aku menghela napas panjang dan berjalan pelan kearah Mereka.

Sekarang dia tepat berada dihadapanku, aku menatapnya tajam . ia terlihat sperti terkejut melihatku, Kemudian memasang senyum palsunya lagi.

“Annyeong haseyo Cho Kyuhyun Imnida”

Aku Tidak menjawab salamnya, aku hanya menatapnya dingin. Rasanya ingin sekali aku menikamnya. Tae Ri mencubit perutku .

“Aww” jeritku , kemudian menatapnya

“Annyeonghaseyo LEE TAEMIN Imnida”

Kyuhyun POV

“Annyeonghaseyo LEE TAEMIN imnida” katanya, aku rasa ia marah benar2 marah

Hyung~~ taukah kau aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku rindu saat-saat denganmu, Kibum-Hyung dan Jae In dulu. Entah kenapa sejak kematian Jae In kalian marah kepadaku. Aku benar2 tidak mencintai Jae In. Apa salahku Hyung? Apa salah kalau aku mengungkapkan perasaanku?

“Ayo Tae Ri kita pergi.” Kata Taemin oppa mebuyarkan lamunanku.

“Kami pergi dulu kyuhyun-ssi” kata Tae Ri, aku hanya tersenyum kearahnya yg dibalas oleh tatapan tajam Taemin Hyung, Ia tidak masuk kedalam mobil, melainkan menutup pintu mobil dan menghampiri ku dengan tatapan dinginnya.

“Kyuhyun, kau masih ingat aku?”

“Sangat, aku sngat mengingatmu Hyung~”

“Kalau begitu Jauhi Tae Ri” katanya kemudian berlalu

“Shiroo~~ aku tidak bisa mengikuti perintahmu … “ Kataku sedikt berteriak.. ia berhenti dan berbalik kemudian berjalan kearahku dengan tatapan tak kalah tajam.

“wae?”   Tanyanya sambil menyunggingkan senyumnya.

“Karena, aku .. aku menyukainya…. Jadi aku tidak akan menjauhinya” kataku

‘Aish~~ kenapa aku mengatakannya? Ini sama saja aku mengajak perang dengannya’

Ia Hanya tertawa.

“Kau menyukainya Kyuhyun ? kalau begitu langkahi dulu mayatku baru kau ambil dia driku” kemudian ia pergi meninggalkan aku yg terpantung melihatnya pergi.

Taeri POV

Eh? Kenapa Taemin Oppa tdak masuk? Ia menghampiri Kyuhyun? Bukankah mereka baru mengenal? Tapi spertinya perbincangan mereka serius sekali……

Oppa berjalan kearah mobil, kemudian masuk dengan muka sedih.

“Oppa apa yg kalian bicarakan tdi?” kataku membuka pekerjaan, kemudian ia menatapku dan tersenyum seakan-akan ia tidak pernah menampakkan muka masamnya tdi.

“Rahasia” katanya sambil tertawa.

“Oppa tdak baik memendam masalh sendiri. Nanti kau bisa terkena penyakit Hati”

“Eh?! Penyakit apa itu? Aku tdak pernah mendengarnya hahahahaha kau pintar mengarang Tae Ri”  aku ikut tertawa melihatnya tertawa. Tawa ku seolah dpat mengembalikan wajah Tampan nya lgi.

Tae Min POV

Tae Ri, kau berhasil mengjhilangkan sakit dlam hatiku. Dengan hanya melihatmu bahagia aku senang . aku berjanji tdak akan pernah membiarkan senyummu diambil oleh orang sperti Kyuhyun. Aku  tdak akan pernah rela . Maaf Tae Ri belum saatnya untuk menceritakan apa y terjadi,. Tpi. Bila saatnya tiba aku tau kau pasti sudah Jatuh Cinta pada Kyuhyun………

~TBC~

Kyaaaa~~~ maaaf klo udah pada nunggu lama buat FF yg satu ini ….. Jangan Lupa Comment yaaaaaa J . kalau gak comment nanti kerja keras saya sia-sia doong L so, don’t forget to Comment ok ?

Goodbye My Love [oneshot]

Annyeong…

aku orang baru nih disini, suka banget bikin fanfiction… dan ini salah satu FF ku yang “oneshot”. semoga pada suka… dan ga lama ini aku lagi bikin FF juga.

jangan lupa comment ya…

gomawo

 

Tittle:

Goodbye My Love

Starring:

  • Kim Ki Bum – SHINEe
  • Jung Jin Woon – 2Am
  • Lee Ji Eun – IU
saran.. music backsound “Goodbye My Love” *eight Eight-Goodbye_My_Love

“Ya! Kita harus berjanji bersahabat selamanya. Arrasoe?”, teriak Ki Bum dengan suara cemprengnya. Aku menengok kearah Ji Eun yang ada disampingku, dia tersenyum dan menunjuk kelingking kanannya.

“Yaksssooo!”, seru Ji Eun semangat.

Apakah harus berjanji seperti itu. Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri padanya, apa memang kita hanya akan menjadi sahabat. Aku terdiam sesaat.

“Nee, Yakssooo!”,  aku dan Ki Bum melakukan hal yang sama dengan Ji Eun, kemudian kami melingkarkan ke tiga  jari kelingking kami. Ji Eun dan Ki Bum tertawa lepas.

Apa aku benar-benar berjanji? Anniiyyoo,, aku tak sebodoh itu aku masih menginginkan Ji Eun menjadi pacarku. Ki Bum dan Ji Eun tidak melihat, dibelakang badanku aku menghubungkan jari tengah dan telunjukku saat kelingking kananku masih melingkar dengan kelingking mereka. Dan itu semua artinya aku sedang berbohong. Tapi tunggu dulu, mataku menangkap tangan kiri Ji Eun yang bersembunyi dibelakang badannya. Dia melakukan hal yang sama dengan apa yang kulakukan tadi. Apa maksudnya? Apa dia juga tidak menginginkan diantara kami hanya ada ikatan sahabat? Ji Eun masih tertawa, dia tidak sadar aku melihatnya.

Setelah tawanya reda. Perlahan Ji Eun meletakkan kepalanya diatas pundak Ki Bum yang berada disebelah kanannya. Aku tersenyum kecut melihatnya kemudian aku mengacak-acak rambut Ji Eun lembut. Ahhh…persaan ini lagi. Kami masih duduk beralaskan pasir putih dan merasakan angin laut yang mulai menusuk tubuh. Aku mengangkat wajahku, menatap langit yang menghitam dengan hanya dihiasi beberapa bintang. Kurasakan tangan kananku hangat, dan mataku menangkap tangan kiri Ji Eun memeluknya, tapi kepalanya masih menyender dipundak Ki Bum.

Sejenak,aku menikmati menatap wajahnya. Mungkin dia merasa terganggu dan membalas menatapku. Kami bertukar pandang dan tersenyum lalu menghadap langit lagi.

—(^^)—

“Jin Woon….!!”, teriak seseorang mengganggu lamunanku saja. Saat ini aku di rumah menikmati liburan akhir tahun kelulusan kelas kami. Dan orang yang berusan ini adalah Ki Bum, teman terbaikku sejak aku pindah ke Seoul 4 tahun yang lalu.

“kenapa teriak-teriak? Habis menang taruhan dengan siapa?”

“jangan asal ngomong! Tadi sebelum aku ke rumahmu aku bertemu dengan Ji Eun”, Ki Bum menepuk pundakku dan duduk disebelahku yang masih mengutak-atik computer.

“aku ingin memberitahukan sesuatu padamu”, lanjutnya.

“ternyata ada seseorang yang mencintaiku!”, ucapnya bangga.

Aku sedikit terkejut dengan ucapan Ki Bum, tidak biasanya anak ini curhat tentang cinta. Apakah di sekolah ada perempuan yang diam-diam suka Ki Bum…aku mulai mengabsen murid perempuan di sekolah kami. Apa mungkin Nicole. Dia kan suka banget mengintai Ki Bum kemana-kemana. Ahh..syukurlah kalau perempuan itu sudah menyatakan perasaannya.

“kau tahu siapa?”, aku menggelengkan kepala pura-pura tidak tahu. “dia..Ji Eun..”. Kalian tahu apa yang aku rasakan saat ini?, jantungku serasa ingin berhenti berdetak, ada palu besar yang siap mengahantam kepalaku.Seketika aku menoleh kearah Ki Bum.

“kkau.. tahu darimana?”, tanyaku gelagapan.

“tidak ada yang memberitahuku tapi aku merasa dia menyukaiku. Kau tahu tadi pagi saja dia tiba-tiba memelukku erat tanpa alasan yang jelas. Mungkin Ji Eun tidak mau pisah kali ya sama aku, takut kehilangan. Hehe…”, ucapnya panjang lebar dengan senyum yang ga jelas.

Aku tertawa menaggapinya. “kau terlalu percaya diri Ki Bum. Pantas saja kau terlihat bodoh”, ujarku tidak begitu yakin dengan apa yang dikatakan Ki Bum barusan.

“aiishh..kenapa kau malah tertawa? Akan kubuktikan padamu sore ini, aku akan menyatakan cinta pada Ji Eun”

Seketika tawaku berhenti, “kau serius?”

I feel like I can’t di this any other way

It was really hard. When I loved you

Nothing happened the way I wanted it to

I keep promising myself to stop bothering you

—(^^)—

Seketika tawaku berhenti. “kau serius..?”

“tentu saja!”

“bagaimana dengan Nicole?”, aku berusaha menggagalkan niatnya.

“Nicole? ada apa dengannya?”, tanya Ki Bum heran. Jadi dia belum tahu perasaan Nicole padanya.

“kau benar-benar menyukai Ji Eun?”, tanyaku tidak mempedulikan pertanyaanya.

“nee, akhir-akhir ini aku merasa senang didekatnya”,ujar Ki Bum sambil tersenyum.

Tapi aku sudah dua tahun menyukainya sedangkan Ki Bum baru akhir-akhir ini.

“kau lupa dengan janji kita dua tahun yang lalu?” .Ini kesempatan terakhirku untuk membatalkan niatnya.

“aku ingat! Tapi kan aku tidak tahu akan seperti ini dan Ji Eun pasti akan mengerti. Sudahlah aku harus mempersiapkan semuanya. Doakan aku Jin Woon!”. Dia menepuk pundakku lagi lalu pergi meninggalkanku yang tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

Lihat Jin Woon apa yang sudah kau lakukan?. Selama dua tahun kau menunggunya tapi hanya berakhir seperti ini? Kau memang namja yang malang. Kenapa kau tidak mengatakannya saat Ji Eun bertanya tentang yeoja yang kusukai dulu? Aaaaaaarrrgghhttttttt SSiiaaaaaaall. Pabo sekali aku ini! Aku terus memukul-mukul kepalaku.

— Ji Eun POV

“kau bawa aku kemana? Cepatlah aku tidak suka gelap!”.

Aku heran dengan sikapnya ini, dia menutup kedua mataku dengan kedua tangannya. Dia bilang dia mau memberikan kejutan untukku. Apa disini juga ada Jin Woon?

“sudahlah jangan cerewet.. sebentar lagi sampai”. Ku rasakan kakiku menyentuh pasir lembut. Aku tersenyum kecil. Ki Bum pabo! Aku tahu kau membawaku kemana.

“tttaaaarrraaaa..”, dia membuka mataku. Luccu! Ratusan bintang laut yang diwarnai warna pink membentuk kata ‘SARANGHAEYO CINGUDEULKU’ di atas hamparan pasir putih. Aku menutup mulutku.Tapi apa maksudnya?Aku menatap Ki Bum heran.

Ki Bum tersenyum. “Saranghaeyo….”, bisiknya. Dia menarik kedua tanganku.

“kau jangan mempermainkanku. Kau lupa dengan janji kita disini? Kau sendiri yang membuat janji itu!”, seruku ketus.

“aiissshh. Saat itu kan aku tidak tahu aku akan menyukaimu. Sudahlah Tuhan juga pasti mengerti!”, serunya mantap..sejenak kami diam.

“mmmhhmmm..Ki Bum apa ini beneran?”, tanyaku polos.

“PLETTAK”, dia menjitakku keras.

“dari tadi kau menganggap semua ini bohongan? Apa kau tidak tahu mewarnai ratusan bintang laut itu susah. Sudahlah! Kau jawab saja apa kau menyukaiku atau tidak?”, cerocosnya yang semakin membuatku jengkel.

“aaiissshh kau tak usah menjitakku”, aku mengusap-usap kepalaku. “baiklah aku akan jawab.. sebenarnya.. mmmhhmmm… akuu..

—(^^)—

Akhir pekan ini, Ki Bum dan Ji Eun dengan semangat membuat rencana berlibur ke pantai yang memang sudah lama kami impikan bersama. Pantai berpasir putih yang terkenal akan kecantikannya. Sebenarnya aku tahu, dibalik ini semua mereka berdua tengah merayakan kebahagiaan mereka menjadi sepasang kekasih yahh..walaupun Ki Bum belum memberitahuku malam pernyataan itu. Ah..apa mereka tak tahu bahwa perasaanku sangat sakit. Ki Bum tetap ingin aku ikut sedangkan Ji Eun sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk perjalanan liburan ini. Aku pun pasrah, akhirnya aku ikut juga karena aku tak ingin Ji Eun kecewa.

“Ji Eun jangan di dapur terus!”, teriak Ki Bum. Aku mendengarnya hanya bisa tersenyum melihat Ki Bum yang sudah mulai seperti suami yang memarahi istrinya. Andai saja aku berada di posisinya aku tak akan berteriak ke Ji Eun. Tak lama Ji Eun keluar dengan bawaan bekal buatannya.

Ji Eun terlihat  cantik dengan baju barunya. Syal merah yang dipakainya terlihat serasi dengan baju. “Ji Eun-ah..kau cantik”, kataku dan tanpa menatap mata Ji Eun aku langsung masuk kedalam mobil. Aku sangat senang karena tanpa Ji Eun tahu aku baru saja membidikkan kameraku padanya. Awal yang bagus bukan.

“kita naik bis itu saja”, rengek Ji Eun.

“terus mobil kita taruh mana? Tak mungkin kita menitipkannya disini, apalagi kita tak mengenal pemilik cafe ini kalau terjadi apa-apa dengan mobilnya, gmana? Kalian mau bertanggung jawab?”, cerca Ki Bum tak mau kalah. Aku hanya menggelengkan kepala, aku menepuk pundak Ki Bum supaya lebih rileks.

“aku akan bicara dengan pemiliknya, kalian tunggu saja dan Ji Eun segera beli tiketnya”, kataku. Ji Eun mengangguk sedangkan Ki Bum mendengus kesal.

Dan, kita bertiga akhirnya menaiki bis tour sesuai keinginan Ji Eun. Aku bersyukur bisa membuat Ji Eun tersenyum yang sebelumnya cemberut. Ji Eun dan Ki Bum asyik bermain tebak-tebakan dan aku yang duduk di hadapan mereka menyibukkan diri memotret pemandangan walaupun sesekali aku mengambil gambar Ji Eun dan Ki Bum.

“ya…! Jin Woon-ah kenapa sibuk sendiri. Kemari!”, ajak Ki Bum.

“ani..aku disini saja kalian main saja, aku akan mengambil gambar untuk kalian”. Saat ini kami berada di pantai selatan.

“kau juga harus berfoto dengan kita”, kata Ji Eun.

Aku menggeleng, “bersenang-senanglah”. Sesuai janjiku aku mengambil gambar mereka. Aku abadikan momen ini dengan kameraku. Kuharap mereka akan bahagia selamanya. Aku tak peduli lagi cintaku yang tak terbalas, aku malah senang karena Ji Eun memiliki Ki Bum yang notabene sangat menyayangi dan mencintainya.

—(^^)—

Aku berjalan sendirian menikmati udara pantai yang sejuk. Sudah lama sekali aku tak merasakan kepuasan seperti ini. Aku mulai memotret lagi, mencari obyek yang layak aku abadikan. Mobilku terpakir di seberang jalan dan aku ingin mengambil bekal untuk makan siang kami. Saat aku hendak menyebrang, ada seseorang yang memanggilku.

“JIN WOON…!! BAWAKAN BEKAL!!”, yah ternyata Ki Bum walau tak jelas ia bicara apa, aku tahu kalau dia menyuruhku mengambil bekal.

“ARA!! KALIAN TUNGGU SAJA DISITU”, baru saja aku ingin melangkah lagi. Ji Eun memanggilku lagi, entah mengapa suaranya terdengar sangat jelas.

“SO…HYUN…AAAAWWWWAAASSSS!!!”. Itu teriakan Ji Eun. Kenapa dia mengatakan itu.

Aku menoleh kesamping  dan “BBRRRRUUUKKK..”

Ku rasakan tubuhku terpental jauh…….. aaaahhh ada apa ini…

“ya! Kiittaaa harus berjanjjiiii. .Youngwonhiiii Saaahhaaabbaatttt arasseoo?”

“can you see Im not alone. So don’t worry about me. I’m loving someone, I have someone to love.”

“its You…”.

“yeoja itu bernama Kim Ji Eun”

“dia Jin Woon…”.

“aaahh…seperti inilah hidup. Merasakan angin dan melihat semuanya dari atas”

Kilatan-kilatan gambar itu bermunculan satu persatu. “BRRUUKK”. Aku menabrak aspal. Tulang-tulangku terasa remuk. Aaaaiissshh Tuhan apa kau sedang mempermainkanku?.

“JIN WOON…”.Suara itu milik Ji Eun….. apa kau bisa memperkecil suaramu itu. Kau menghancurkan keheningan yang sedang kunikmati. Ku rasakan dia merangkul tubuhku kedalam pangkuannya.

“Jin Woon… banguuuunn..!”.Dia mengguncang-guncangkan tubuhku.

Aku berusaha membuka kedua kelopak mataku. Terasa perih dan berat. Yang pertama kulihat adalah air matanya yang terus keluar. Aku tersenyum kecil dengan sekuat tenaga aku mengangkat tangan kananku yang tidak mempunyai tenaga lagi. Tanganku mendarat dipipinya.

“mianhae…”, itulah kataku terakhir dan semuanya mendadak terasa gelap.

Goodbye my love, I’ll let you go now

The remembrances and the memories, I’ll forget them all

I’ll erase and erase and empty out every drop of love from my heart

One time, just one more time. If I am to see you

Again, how nice would that be…

This lingering attachment, these tears I’ll erase everything

—(^^)—

Pemakaman Jin Woon segera dilaksanakan. Semua keluarga, kerabat dan teman-teman datang menghadirinya. Ji Eun ditemani Ki Bum berusaha menerima takdir yang tak adil buat mereka. Takdir yang sangat menyakitkan untuk diingat, Ji Eun tak kuasa menahan tangisnya sedangkan Ki Bum berusaha terlihat tegar walaupun kenyataannya dia sangat rapuh dan tak sekuat itu. Jin Woon tak bisa meninggal dalam keadaan seperti ini, meninggalkan kedua sahabat yang sangat menyayanginya. Benar-benar pemakaman yang sangat sendu…

Seminggu setelah pemakaman Jin Woon, keadaan Ji Eun dan Ki Bum belum berjalan seperti biasanya. Baying-bayang Jin Woon selalu menghantui langkah mereka, sakit sekali jika harus menerima kenyataan bahwa Jin Woon sudah meninggal dunia.

“Ji Eun..”, sapa Ki Bum yang mampir ke rumah.

“ada apa?”

“gwencana?”

Ji Eun mengangguk pelan, Ki Bum mendekat dan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

“aku ingin memberimu ini”, Ki Bum memberi amplop kepada Ji Eun.

“didalamnya ada foto dari kamera Jin Woon saat ia bawa waktu liburan. Maaf tidak memberitahumu sebelumnya. Aku ingin kau yang menyimpannya”

“kenapa aku? Kau tak mau?”, tanya Ji Eun.

“aku sudah mengambil beberapa. Dan sepertinya kau yang lebih berhak memilikinya, ada sesuatu yang ingin disampaikan Jin Woon lewat foto-foto itu padamu. Aku pergi dulu”, tanpa menunggu Ki Bum yang pergi, Ji Eun segera masuk ke kamarnya dan menumpahkan isi amplop itu.

Betapa terkejutnya Ji Eun, bahwa foto-foto itu adalah gambar dirinya. Semua pose yang ia punya, tercipta di selembar kertas foto itu. Tidak ada yang luput dari penglihatan Jin Woon, semua hasil memotretnya benar-benar sempurna. Dan ada satu gambar yang menarik hatinya. Sebuah foto bergambarkan, pasir pantai yang tertulis “SARANGHAEYO KIM JI EUN”. Tanpa disadarinya, ia menggenggam foto tersebut dengan erat. Sambil menahan air mata yang mau keluar.

“nado..saranghae Jin Woon-ah…”,kata Ji Eun serak.

I thought I would forget you as time goes by

But you keep finding your way into my heart again

And again

THE END

COMMENT…^^

I Love My Manager {Part 4}

Main Cast :

  • All Member SHINee
  • Go Ha Ni aka Manager

I Love My Manager Part 4 Cover

Genre : G

Hai… hai sya balik lagi , maaf klo lama nunggunya … so SELAMAT MEMBACA and JANGAN LUPA COMMENT thanks *bow*

Tae Ri POV

”Huaaaahhmmm…..” aku terbangun, kemudian meregangkan tubuhku.

‘Hah dingin sekali, tdi malam aku tidur dgan pintu terbuka. Karena kemarin aku tdak sempat membeli pintu yg baru. Tapi setidaknya kemarin benar menyenangkan aisssh~~ Ha Ni Rules Number 1. Jangan sampai jatuh cinta dengan rekanmu.’

Trliiinnngg……

Hp ku berbunyi, 1 email masuk. Aku membukanya..

”Ini jadwal yg kau minta. Jangan lakukan kesalahan lagi” ternyata pamanku ia mengirimkan jadwal SHINee Utama minggu ini.

Oh, hri ini mereka ada konser di KBS jam 11.00 . Aku segera berlari keruang makan.

”Hey cepat abiskan makanan kalian , Kalian ada konser di KBS siang ini”

”MWOAYO??” aku melihat mereka bergegas makan, bahkan  taemin sampai tersedak.

”Oh ya gunakan Kaos Berwarna Putih” kataku lagi. Mereka hanya mengangguk. Aku berlari ke kamarku untuk mandi dan bersiap2. Sebelum masuk kamar mandi , aku menelepon Supir van SHINee di SM entertaiment untuk menjemput Kami pukul 8 . Ini adalah pekerjaan pertamaku sebagai manager mereka.

—————

Jalanan macet, Untung aku menyuruh supir menjemput kami pukul 8 jdi kmi sampai pkul 9 , artinya 2 jam sebelum concert. Kami berjalan kearah Ruang artis untuk di make-up, jam segini belum ada Fans yg datang. Aku tau cara mengindari fans saat bersama ‘Kesha’ Dulu.

Sekarang mereka mulai di make-up. Para bintang tamu yg lain mulai berdatangan . Ada TVXQ, SNSD, Super Junior, F(X)  dan lain2 . Aku berjalan2 keluar Ruangan, melihat-lihat setiap artis yg di make-up, dan membungkuk setiap kali ada orang yg menyapa. Ini sangat berbeda dari kebiasaan di amerika. Kukira disini lebih sopan.

Aku berjalan ke Studio, Sudah banyak fans yg menunggu. Oh, ini waktunya reherseal . Aku kembali ke ruangan mereka.

”Hey waktunya reherseal”

”Ne…. ” jawab mereka serempak.

Mereka mulai berlatih diatas panggung tpi tdak sampai kelelahan. Kemudian Key menarikku keatas panggung.

”Yya shawols, ini manager Baru kami Cantik bukan” kata Key , semua yeoja yg disebut SHawols itu berteriak histeris.

”Annyeong Haseyo Go Ha Ni imnida” kataku, mereka semakin histeris.

”Hey kalian tau dia adalah Istri ke 2 appa kami stelah key Umma” ini memalukan, kenapa taemin berkata seperti itu. Aku hanya tersenyum. Kamera media Memotret kami, entah apa yg akan mereka gossipkan. Kami turun dri panggung. Media masih saja jeprat-jepret kearahku dan member SHINee, sementara Para Fans Berteriak histeris memanggil nama para member. Sedangkan aku hanya tertunduk malu . tpi aku sudah memutuskan…

“Permisi, bisakah kami mewawancarai anda? “ sapa seorang Reporter kepadaku .

“Tentu…”

“Kamshamnida , bisa kita mulai?”

“Ne … “

“Pertanyaan pertama Siapa nama anda?”

“Nama saya Go Ha Ni “

“Dimana Kampung halaman anda?”

‘eh kampung halaman? Ini aneh aku tdak pernah ditanya kampung halaman saat di amerika dulu’

“Aku lahir di Busan Tahun….1989 (22 tahun) “ kataku berbohong .

“Apakah anda pernah menjadi seorang manager dulu?”

“Oh, Aku pernah menjadi asisiten manager sekali “ kataku berbohong  padahal seumur hidup aku tidak pernah menjadi asisten manager .

“Benarkah? Berarti Ini kali pertama anda menjadi seorang manager?”

“Ne….” inilah tugas reporter mengorek semua rahasia orang lain , menyebalkan sekali .

“Apakah cita-cita anda sebagai manager SHINee?”

“Aku akan membuat mereka terkenal diseluruh pelosok dunia, tpi akan membuat mereka lebih santai di setiap pekerjaan mereka”

“Wah anda mempunyai cita-cita yg luar biasa untuk SHINee… Apakah anda mampu untuk memenuhi cita2 anda itu?”

“Tentu aku mampu. Kalau tidak aku tidak akan menyebutkanya pada anda” kataku sambil tersenyum.

“Apa kesibukkan SHINee Bulan Ini?” Tanyanya sambil mengeluarkan senyumnya mengejekku.

“Besok mereka ada Konfersi pers Untuk album baru mereka . kamis, mereka akan menajalani Tour di Tokyo sampai hari sabtu, Minggu sampai Senin kosong . Hari selasa mereka ada pemotretan Di sebuah majalah , Kemudian Rabu mereka Akan Berada di acara Salah satu Stasiun TV, Kamis-sabtu mereka Libur , kemudian 1 minggu ke depan mereka akan Tour di Singapore “ kataku panjang Kali lebar.

‘Huuh untung saja aku membaca seluruh jadwal mereka tdi, jdi aku langsung hapal”

“Sepertinya mereka banyak Mendapat libur bulan ini”

“Itu untuk memulihkan tenaga mereka, kemungkinan perubahan jadwal itu bisa terjadi kapan saja “

“Ah, kebetulan sekali Kalian berkumpul disini?” kata Reporter itu, ternyata sedari tadi mereka melihatku . hwaaah apa yg harus aku lakukan . apa mereka tau aku berbohong? Tpi ini demi kebaikan mereka.

“Bagaimana menurut kalian tentang manager baru kalian?”

“Kami senang sekali memilik manager sperti dia “ kata taemin

“Ya dia adalah sosok manager sekaligus noona yg baik bagi kami semua” kata minho

“Kupikir dia cantik” kata onew yg sukses membuat wajahku merona.

“Dia juga mengajariku resep masakan yg baru “ kata key

“Dia benar2 hebat , mampu menghapal jadwal kami sebulan. Padahal kami tau dia baru mendapatkan salinan jadwal kami tdi pagi “ kata jonghyun

“Benarkah? “

“Ne…” Kataku mengangguk pelan.

“Kalau begitu terimakasih sudah meluangkan waktu kalian”

@ruang artis SHINee

Aku membungkukan badan ku 90 derajat. Di hadapan seluruh member .

“Kamshamnida, karena telah membantuku tdi” kataku

“Kami tidak membantumu kami hanya menyatakan pendapat kami “ Kata Jjonghyun

“Walau begitu aku tetap berterimakasih pada kalian”

Mataku berepapasan dengan mata Onew Oppa , aku menundukan kepalaku berusaha menyembunyikan wajahku .

“Hey Sudah saat kalian tampil “ kataku sambil memeriksa jam ditanganku”

“Kami pergi….”

“Hey FIGHTING” kataku mengepalkan tanganku dan tersenyum kearah mereka. Taemin menghampiriku dan memelukku .

“Kamsahamnida umma” katanya lirih

“Hey jangan menangis sudah tidak ada waktu untuk memperbaiki make-up mu sekarang”

Aku dapat melihat member lain menundukan kepala mereka.

“Sudah cepat lah pergi … lari aku akan memantau kalian dri sini”

“Ne……”

Mereka tampil sangat memukau membawakan lagu Lucifer , Seisi Studio bergema menyambut nyanyian mereka dengan penuh semangat . seprtinya aku tdak akan menyesali profesiku sebagai manager SHINee..

@dorm SHINEE

Huahh Brak !!! kami langsung merebahkan diri diatas sofa .

“Ini hari yg melelahkan, tpi aku senang sekarang aku tau lebih banyak tentang Umma baru ku, kau lahir di Busan Umma?” Kata Taemin Polos

“Tentu sja tidak taemin, kau ini memang polos “  kataku

“Lalu kau lahir dimana?” Tanya key penasaran

“Aaah, aku lahir di Tokyo tahun 1992 (19 Tahun) “ kataku lagi

“Umur berapa kau pindah ke Amerika? “ Tanya Onew dri belakang sofa

“Apa? Itu saat umurku tepat berusia 7 Tahun “ Kataku sambil tersenyum

“Hyung~~ bagaimana kau tau dia pindah ke Amerika” Tanya Minho

“Dia menceritakannya padaku “ kata onew santai

Aku yg mendengar hal itu hanya menelan ludah. Tenggorokanku sperti tercekat tak bisa bicara.

“benarkah itu umma? Kapan ? kenapa kau tidak menceritakannya padaku?” Tanya taemin

“Eh apa? Itu..itu.. karena …. Karena.. kupikir ….. kau..kau …. tidak akan tertarik”

“Hyung~~ kemana kalian berdua kemarin? Kukira kalian pergi membeli pintu baru untuk Kamar Ha Ni dan membawa jadwal kami”

‘Apa yg harus aku jawab….. bagaimana kalau onew bicara seenaknya? Tamat lah riwayatku sebagai manager professional…’

‘Tidak aku tidak bisa biarkan ini terjadi……..’

“Ah, Kami hanya pergi makan saja, sebenarnya kami tidak tau dimana toko material juga saat itu sedang jam makan siang. Jdi kami putuskan untuk pergi makan”

‘hah untung saja dia berkata sperti itu’

“Aish~~ kenapa kalian Tidak mengajakku appa , umma ”

”Aku sudah mengajakmu Taemin, tpi kau sedang pergi dngan Minho”

Aaaaahhh taemin lucu sekali ia sedang menggembungkan pipinya. Aku sudah tidak tahan.

”Aaaaahhh Taemin…. Kau lucu sekali…. Kyaaa” aku mencubit pipi taemin dengan gemas.

”Hehehehe umma kau menyayangiku” aku hanya mengangguk sambil tersenyum. Kemudian taemin memelukku.

”Ha Ni Saranghaeyo …..”

‘MWO?!’

~TBC~

Mianhae klo Pendek and GJ soalnya udah deadline …. Don’t forget to comment ok?

say that you love me [ one shoot ]

author: park cillaa

Rate: Romance, Happy Ending \(^o^)/

cast:

– Kyuhyun

– Eunhyuk

– jocha

– Miina

annyeooong, abis nge post still love you oppa, author langsung saja nge post ini, karena emang udh di bikin sebelum nya.. dan gak tau mau nge post dimana, jadi di sini aja deh ^^  hohoho, don’t like? don’t read! don’t want? don’t don! *di kata lagu suju-_-* sudah jangan berlama-lama lagi *padahal author yang bikin lama* kita langsung baca saja.

————

Aku Menatap Cermin Di depan ku.. aku Berfikir Kenapa bisa aku ada di dunia ini? Hanya di temani onnie ku. Onnie ku yang sangat aku cintai. Goo Miina namanya..

” Jochaa~ ” aku menoleh ke arah suara itu.

Continue reading