Can I Become a Princess {Part 4}

Main Cast :

  • Lee Jinki
  • Kim Hye Ri
  • Kim Heechul

Genre : R

Latar : Zaman Modern

Author : Lee Tae Ri

Can I Become a Princess Cover Part 4

Hallo saya kembali lagi Dengan FF GJ ini sekarang udah part 4 ya… Enggak tau deh kapan tamatnya. Ini buatnya ngebut, jdi maaf aja klo GJ and Gak berkualitas #PLAKK . ok deh selamat membaca yaaaa *BOW* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA JEBAL …

 

HYERI POV

“ YYA ! Kenapa kau menamparku?” tanyaku padanya, dan yang ditanya hanya duduk santai di bangku.

“Mwo?! Aku tidak menamparmu, Ada nyamuk dipipimu chagi~” jawabnya santai

“Mwo?!” aku melihat pipiku, ada sesuatu yg menempel . oh Hehehe ternyata benar ada serangga menempel dipipiku

“Hey, apa pukulan ku tdi sakit chagi?”

“emm.. sedikit” kataku sambil mengangguk

“Mianhae, Sini biar aku sembuhkan chu~” Katanya kemudian mengecup pipiku yg tdi ditamparnya.

“YYAAA apa yg kau lakukan? Kau pangeran otak yadong”

“MWO?! Aku berusaha menyembuhkannya …. Lagipula aku mencium istriku sendiri apa aku salah”

“Jangan Gunakan alasan itu…”

“HAHAHA…. Mianhae Chagiyaa~ aku hanya bercanda”

“Tidak lucu?”

“Mwo?!  Aishh~ kau marah yaa?”

“Iya aku marah sudah aku mau tidur” kata ku kemudian beranjak dri tempat dudukku dan pergi  ke tempat tidur.

JINKI POV

‘Hihihihihi Aku tau kau tdak marah chagi. Kau menyukai perlakuanku padamu tdi kau memang pintar menyembunyikan perasaanmu tpi kau tidak akan pernah bisa menyembunyikan perasaanmu dri ku’ Batinku dalam hati sambil memperhatikannya , kukira ia sudah tertidur pulas .

Aku berjalan kearah ranjang, kemudian aku naik keatas ranjang. Aku memandangi wajahnya, Dia lucu sekali saat sperti ini. Aku membelai rambutnya dan mengecup keningnya.

“Selamat malam Chagiya~ mimpikan aku ya” bisikku di telinganya

Kemudian aku merebahkan tubuhku dan tertidur.

HYE RI POV

‘Aku tau dia sedang menatapku, dia pasti mengira aku sdah tertidur pulas. ‘ batinku. Ah! Dia berjalan kearah sini. Awas kalau kau macam-macam denganku , kau akan tertangkap basah. Aku cepat-cepat memejamkan mataku.

Apa-apaan dia menyentuh rambutku dan mengecup keningku , dan

“Selamat malam Chagiya~ mimpikan aku ya” bisiknya di telingaku . jantungku berdebar cepat akibat perlakuannya. Kemudian aku melihatnya tertidur. Ternyata dia memang menyayangiku. Dia bahkan tidak berbuat macam-macam padaku .

Aku bangun dan duduk memandangi punggungnya

“Liat apa yg kau lakukan Jinki~ kalau aku terus bersamamu . lama kelamaan aku akan terkena penyakit serangan jantung” Gumamku , entah kenapa aku tersenyum sendiri mengingat semua yang Ia lakukan padaku.

—————————————————————-

Ukh silau! Ini sudah pagi? Badanku sperti tertimpa benda yg berat. Aku berusaha membuka mataku dan melihat apa yg menimpaku …

“KYAAAAAAAAA”

BUGG! BUGG! BUGG! . aku memukul badannya, tpi ia tetap tidak bergerak dri tempatnya… Ia memelukku . kalau aku tendang, aku takut dia akan terluka.

“Jinkiiii Ireonaaaa”

“Morning Chagi~~” ucapnya dan kembali memelukku

“KYAAA”

BUG! Reflek tendanganku meluncur dan BRUG! Ia terjatuh dri tempat tidur. Aduh, lagi-lagi aku lose controls .. aku bangun dan berlari untuk melihatnya . ia meringis kesakitan, aku jongkok disebelahnya.

“Jinki- Gwenchana?” kataku kemudian memegang lengannya, tpi tiba-tiba ia menepis lenganku dengan kasar.

“Lepaskan, pergi kau” ucapnya membuat hatiku sakit.

“Mianhae , jinki” ucapku

“Sudah, kubilang cepat pergi” aku sedikit tersentak dengan ucapannya tdi.

“Miaan..” ucapku kemudian berlalu menjauhinya..

JINKI POV

Aku melihatnya berlalu dengan wajah ditekuk sperti kertas lipat. Aku sedikit merasa bersalah juga padanya. Mianhae chagi~~ ini baru permulaan dri permainan hri ini . hehehehe *devil Laugh*

“Aww….” BTW tendangannya cukup keras juga, Sukses membuatku kesakitan. Sebenarnya dia itu yeoja atau namja sih? Kuat sekalii…. Hihihihihi

HYE RI POV

DI RUANG MAKAN

Jinki dia masih marah padaku, bahkan tdi pagi dia menolak untuk ku pakaikan dasi …. Ini menyedihkan . aku selalu saja salah. Aku benar-benar pabo. Memang kenapa kalau dia memelukmu Hye Ri ? Toh , dia adalah suamimu secara sekarang. Aku memang pabo, pabo. Aku menatap nya. Wajahnya dingin sepertinya ia benar-benar marah padaku.

“Kenapa dengan kalian berdua?” Tanya Ratu selesai dia makan

“Aku selesai “ ucap jinki kemudian beranjak dri tempat duduknya dan pergi meninggalkanku.

“Jika kalian sedang bertengkar, cepatlah selesaikan. Aku memaklumi pasangan baru sperti kalian. Aku juga dulu sperti itu Ohohohoho”

“Ne mama.. aku permisi” kataku kemudian berjalan .

Aku Melihat kearah kanan- dan kearah kiriku *kayak mau nyebrang aja* . akhirnya aku menemukan sesosok namja sedang duduk dipinggir balkon sambil membaca sebuah buku. Aku berjalan menghampirinya, ia melihatku sebentar kemudian melanjutkan kegiatan membacanya.

“Jinki- soal tdi pagi jeongmal mianhae, itu reflex”

“…….” Tidak ada jawaban drinya

“Jinki- kumohon maafkan aku ….”

“………..” tidak ada jawaban lagi. Ini menyebalkan aku sperti bicara dengan mayat hidup, yg sudah tuli.

“Yang mulia Jam pelajaran sudah mulai” Dayang Chang mengingatkanku

“Oh, ne …  Yang Mulia aku pamit dulu”

“……………” Tidak ada jawaban lagi, ini menyebalkaaaan sekali rasanya  aku ingin meremukkan tubuhnya dan menjadikannya roti panggang. Issh~ ini menyebalkan . aku berlalu, kemudian berhenti dan menatapnya lagi, ia masih focus pada bukunya. Cih aku melanjutkan Lagkahku, kenapa dia yang marah sih? Harusnya aku yang marah… karena berlaku tidak sopan padaku.

JINKI POV

Dia sudah pergi haah….  Kasian dia . mianhae Chagiya~ . aku melihatnya berlalu . sedih juga tidak dapat berbincang dengannya…

HYE RI POV

Hari ini aku berlajar cara berjalan menggunkan High Heels . Tapi, rasanya percuma aku tidak bisa konsentrasi dengan apa yg dikatakan Dayang Hang (kepala Dayang) padaku.

“Yang mulia berkonsentrasilah dengan langkahmu…” kata dayang hang padaku yg berkali-kali jatuh menggunakan High heels . kakiku sudah membiru , rasanya aku sudah terkilir sampai 7 kali di pergelangan kakiku.

“Mianhae, jeongmal mianhae “ kataku sambil membungkukan badan ku dihadapan mereka

“Eh, apa yg kau lakukan yang mulia, kau tidak perlu minta maaf kami hanya disuruh mengajarimu”

“Ah, begitu ya? Maaf aku sudah merepotkan kalian karena sikapku ini.”

“Ahni, Yang mulia . kami tidak merasa kerepotan sma sekali”

“Kepala Dayang Istana. Bisakah kita hentikan pelajaran sampai sini? Kakiku sakit sekali”

“Oh ya ampun jeongmal mianhae yang Mulia, kenapa yang mulia tidak bilang dri tadi.. aduuh ini harus segera diobati”

“Aah,, tidak usah Dayang Hang , aku baik-baik saja. Aku bisa mengobatinya sendiri. Lagipula aku hanya butuh istirahat.”

“Kalau yang mulia berkata sperti itu kami tidak bisa berbuat apa-apa. Dayang Chang”

“Ye.. Mama-nim (nyonya)”

“Antarkan yang mulia ke kamarnya”

“Arassou… mari Yang Mulia , Yang Mulia anda Masih kuat berjalan?”

“Ne… Tenang saja , dulu di SMA aku juara 1 lomba lari. Kakiku malah pernah terkilir lebih dri ini”

“Benarkah itu yang mulia?”  Tanya mereka –Para dayang pengikut- kami masi terus berjalan menuju pavilion ku

“Tentu saja… aku ini kuat sperti seorang Namja” kataku membanggakan diriku

“Hahaha… anda memang seorang yang hebat yang mulia” Ucap dayang chang masih membopongku

“Yang mulia kita sudah sampai…”

“Kamshamnida Dayang Chang”

“Oh, itu sudahh tugas kami yang mulia.”

Kemudian  aku masuk ke pavilion ku  yang juga pavilion Jinki. Aku melihat kesekeliling kamar, dia tidak ada.  Aku berjalan menuju balkon, kaki kiri ku menopang tubuhku sedang kaki kananku ku seret . aku duduk di bangku balkon.

Aku mengingat lagi apa yg dilakukan jinki padaku tdi pagi, tiba-tiba hatiku menjadi sakit. Air mataku tak terbendung lagi. Aku menangis, menjadi-jadi. Hari mulai gelap bulan mulai menampakkan wujudnya.  Aku hanya memandangi langit, dan menitikkan air mataku.

CKLEK . tiba-tiba pintu kamar terbuka. Apakah itu jinki? Oh bukan itu dayang chang.

“Yang Mulia makan malam, sudah siap “

“Dayang Chang , aku sedang tidak enak badan. Tolong sampaikan permintaan maafku pada yang Mulia ratu dan yang Mulia Raja.”

“Apakah saya perlu membawakan makanan anda kemari Yang Mulia?”

“Tidak usah… “

“Kalau begitu permisi”

CKLEK pintu tertutup kembali.

Lagi-lagi aku hanya menatap bulan dengan pandangan kosong, Jinki- bahkan tidak ingin meliatku lagi. Ottokhaeanya?

JINKI POV

Dayang chang datang tpi ia tidak bersama Hye Ri ada apa ini? Perasaanku tidak enak, apa perlakuanku terlalu berlebihan.

“Dayang Chang Dimana Hye Ri?” Tanyaku

“joisunghamnida~ Yang mulia Putra Mahkota, Tpi Yang mulia berkata padaku bahwa ia sedang tidak enak badan, bahkan yang mulia tidak mau dibawakan makanannya kekamarnya. Dia juga menyampaikan Permintaan maafnya Pada Yang Mulia Raja Dan Yang Mulia Ratu” ucapan dayang chang tadi membuatku Shock.

Aku segera mengambi 1 porsi makanan, Umma hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkahku. Aku  berlari menuju pavilion ku, kemudian membuka pintunya.

“Dayang Chang sudah kubilang aku tidak lapar” kata Hye ri yang sedang menatap langit malam sambil menangis.

“Kau pikir aku dayangmu?” tanyaku mebuyarakan lamunannya

“Oh, jinki, Mianhae aku tidak tau kalau itu kau” katanya seraya bangun dri tempat duduknya , aku melihatnya berjalan kearahku. Kaki kanannya diseret , apa yang terjadi. Aku menaruh piring di atas rak buku. Kemudian menghampiri dan membopongnya ke tempat tidur.

Aku melihatnya masih menangis..

“Berhenti menangis cengeng” ucapku

“Yya, siapa yg kau bilang cengeng hah?”

“Tentu saja kau..”

“Jinki-ah mianhae….”

“Aku akan memaafkanmu asal kau berjanji akan memanggilku yeobo”

“Ne… arassou yeobo…”

“Saranghaeyo Chagiya~”

“apa kau benar-benar mencintaiku? “ tanyanya dengan wajah polos

“Mwo?! Tentuu saja kau perlu bukti..”

Kkruyuuk~kryuuk..

“HAHAHAHAHA, kau bilang kau tdak ingin makan chagiya~ tpi spertinya kau memang kelaparan”

“Jangan menertawakanku Yeobo”

Aku mengambil  makanan yg tdi kutaruh di atas rak buku.

“Ayo makan”

“Waah, enak sekali….”

“Nih..” kataku sambil menyodorkannya piring berisi makanan

“Shiroo! Aku ingin kau yg menyuapiku.. yeobo”

“Baiklaah…. Buka mulutmu “

——————————————

“Haaah aku kenyaang…” ucapnya sambil menepuk-nepuk perutnya yg sekarang sudah membuncit karena kekenyangan.

“Gomawo yeobo… “ katany lagi , aku hanya membalasnya sambil tersenyum

“Yeobo.. jebal kakiku tidak bisa digerakkan … “

~TBC~

Hwaaa.. miaan ini kalo salah and kepanjangan …… Authior ngebut bikinnya niih jdi maaf klo banyak slah…. PLEASE I NEED YOUR COMMENT OK? TINGGALKAN KOMENTAR ANDA… *bow*

Can I Become a Princess {Part 3}

Main Cast :

©       Lee Jinki

©       Kim Hye Ri

©       Kim Heechul

Genre : R

Latar : Zaman Modern

Author : Lee Tae Ri

 

Hallo-Hallo , author GJ ini kembali Lagi dengan FF GJ ini maaf yaaa klo tidak sempurnaa *sperti lagu andra & the Backbone* . Ok langsung aja selamat membaca,…..  JANGAN LUPA KOMENTAR , bagi YANG BACA ENGGAK NINGGALIN KOMENTAR MATANYA BAKALAN BINTITAN *sumpahnya author yg beriman selalu manjuur loh hahahahaha* ….

 

Hye Ri POV

“Appa, aku pergi dulu” aku berpamitan pada appaku

“Ne… jaga dirimu baik-baik, Jinki-ah jaga putriku arassou?” kata ayah pada jinki

“Ne… ajussi” kata jinki

Hari ini aku terpaksa ikut dengan jinki pulang ke Kerajaan , aku tidak ingin membuat appa dan oppa ku khawatir. Jinki benar-benar menyebalkan . aku rasa dia hanya berbohong dengan perkataannya saat malam sebelum pernikahan kami. Jika, aku tau hal ini akan terjadi, aku akan melarikan diri saja saat itu. Tpi, sudahlah itu sudah terjadi. Kami, tidak mungkin bercerai itu adalah aib bagi Negara. Biar aku kerjai saja dia nanti.

“Chagiya~~…. Jeongmal mianhae , karena kemarin aku menertawakanmu..” katanya membuka pembicaraan, saat kami di mobil menuju kerajaan.

“Sudahlah tidak usah dibahas , aku malas”

“Andwee, ini harus di perjelas. Jadi, saat itu

FLASH BACK

 

JINKI POV

 

Aku melihatnya berlari menuju pintu keluar, aku benar-benar merasa bersalah padanya.

 

Aku, tidak bisa mengejarnya karena ibuku menahan tanganku. Aku berusaha melepaskannya dan aku berhasil. Aku mengejarnya tpi dia sudah keluar. Aku mencarinya di tengah keramaian kota seoul.

 

“Tuan, anda mencari Pengantin anda?” Tanya seorang ajussi padaku

“Ah, ne kau melihatnya?”

“Ne.. dia berlari kearah sana. Cepat kejar dia”

“Kamshamnida ajussi”

 

 

Aku berlari kearah yg telah ditunjukkan oleh ajussi tdi, aku melihatnya. Aku tidak berani menahannya aku tau dia pasti marah besar padaku, jika aku menahannya sekarang mungkin saja dia tidak akan pulang ke rumahnya. Dan berbuat hal nekat.

 

Akhirnya aku putuskan untuk mengikutinya dri belakang saja, dan menjaganya kalau-kalau terjadi sesuatu yg berbahaya padanya di jalan. Aku terus mengikutinya , sampai ia masuk kedalam rumahnya dan aku merasa benar-benar sudah aman untuk menemuinya sekarang.

 

JINKI POV END

 

FLASHBACK END

 

Setelah mendengar cerita itu drinya, aku hanya terdiam. Aku tau dia benar , dia berusaha melindungiku. Apakah dia benar-benar serius ya? .

 

“Chagiya~~ kau mau memaafkan ku?”

“Molla….”

“Hey, jawab aku , aku serius”

“kkurae, aku memaafkanmu”

“Gomawoo Chagi~~” katanya seraya memelukku.

 

Dalam hatiku aku belum bisa memaafkannya secara utuh dri lubuk hatiku, aku masih kecewa pada sikapnya semalam.

“Oh iya ini , ini hadiah untukmu. Bukankah kemarin kau berulang tahun?” katanya sambil memberikanku kotak yg terbungkus dengan hiasan pita berwarna ungu ditutupnya.

 

“Kau tau hal itu?”

“Tentu saja aku tau hal itu dri dulu…”

“Mwo?!”

“Ah, ahni maksudku aku tau dri emm..emm.. appamu ya dri appamu”

“Jdi apa isinya?” kataku sambil memandangi kotak itu

“Kau buka saja…” katanya

Aku membuka hadiah yg diberikannya padaku, Boneka?

“Kau suka?”

“Boneka ini? Bagaimana kau tau aku menyukainya? “ dia hanya tersenyum,

“Baguslah kalau kau menyukainya, aku hanya menebak saja” katanya

 

‘menebak? Bagaimana bisa kebetulan sperti itu? Setiap lewat toko itu, aku selalu memperhatikan boneka ‘Teddy bear’ Yang terpajang di etalase toko itu. Mungkin memang kebetulan atau dia jodoku? Aissh~~ apa yg aku pikirkan sih? ’ batinku

 

Kami sampai di kerajaan, Rupanya Ratu sudah menunggu.

“Kau..  Kau Seorang putri kerajaan , keberadaanmu akan selalu disorot media. Kau ingin mengkhianati negaramu? “ Tanya ratu

“Mianhae mama.. jeongmal Mianhae, aku tidak akan melakukan kesalahan sperti itu lagi” kataku sambil membungkuk

“Mulai, sekarang aku akan menyuruh kepala dayang Istana untuk mengajarimu tata krama di kerajaan, arassou?”

“Ne.. arassou Mama” jawabku , kemudian aku melihat ratu pergi diikuti dayangnya.

 

Kurasa dia tidak menyukai keberadaanku disini, hidupku akan tertekan  disini. Tpi, aku tidak akan menyerah. Aku akan menaklukan tempat ini. Liat saja nanti *Jahanam Juga*.

 

“Maafkanlah ibuku, dia hanya Khawatir” kata jinki

“Ahni kurasa aku memang salah karena aku lari dri kerajaan tdi malam”

“Sudahlah, tidak usah dibahas . ayo kita masuk”

 

Aku dan Jinki berjalan melewati setiap serambi yg ada di kerajaan, aku tau para dayang memperhatikan ku bahkan berbisik-bisik dibelakangku, aku memang melakukan kesalahan karena lari dri kerajaan . Mungkin, ini hukuman Dewa untukku.

 

”Apa yg kalian lakukan disini?! Bukankah kalian harus Bekerja?! Cpat pergi”

”Ah, mianhae Yang mulia putra mahkota” kata para dayang itu kemudian pergi entah kemana.

Rupanya Jinki memperhatikanku, aku harap aku dapat mempercayai perbuatan baik yg dia lakukan untuk membantuku.

”Chagi~ bertahanlah, aku akan membantumu di sini. Selama kau terus bersamaku ” katanya tanpa menatapku.

”Arrasou.. Yeobo~” ucapku tanpa sengaja kata itu keluar begitu saja dri mulutku. Dia yg mendengar kata itu langsung berhenti dan menatapku aneh.

” Apa kau sakit?”

” Mwo?! Ahni, Mianhae, tidak akan terulang”

” Andwee, aku senang kau mengucapkan kata itu”

” Sudah kubilang Tidak akan terulang lagi” kataku kemudian berjalan mendahuluinya.

” Aisshh~ chagi… Jebaal ” katanya mengikutiku dri belakang

” Shiroo ”

” Umm.. Chagiyaa~ ” rengeknya

” Shiroo ”

 

langkahku terhentikan, saat seorang dayang dan pengikutnya(?) membungkuk memberi hormat.

”Eh, chagii~ kenapa kau… , oh Kepala Dayang Istana . Ada apa?”

”Yang mulia Ratu memerintahkan kami, untuk mengajari Yang mulia putri Pelajarannya”

”Mwo?! Ah, ne… Yang Mulia, aku permisi”

”Ah, Ne… Belajar yg Baik Hye Ri”

 

Disitu, aku berpisah dengan Jinki. Aku merasa takut saat jauh dengannya. Aku, pergi mengikuti dayang itu.

 

”Yang Mulia, Ini dayang Chang mulai hari Ini dia akan melayanimu”

”Hormatku padamu Yang mulia” kata dayang chang dan 2 orang dayang pengikutnya(?) sambil memberi Hormat.

”Mohon Bantuannya dayang Chang”

”Yang mulia, hari ini kita akan berkeliling Istana agar yang mulia dapat menghapal setiap tata letaknya”

”Ah ne..”

”Mari saya antarkan” Ucap Kepala Dayang.

 

Hari Itu, kami keliling seluruh istana hingga sore hari. Aku dapat dengan mudah menghapal jalannya karena aku memang terbiasa menghapal jalan saat Travelling. Akhirnya, kami sampai tempat terakhir Ialah paviliun ku dan Putra mahkota.

 

”Oh, cha . Ah maksudku hye ri kau sudah sampai?” tanya jinki

”Kamsahamnida Yang mulia telah mengikuti pelajaran dengan sangat baik. Besok, Saya akan datang lagi untuk mengajari yang mulia pelajaran baru” kata Kepala Dayang membungkuk dan berlalu.

”Yang Mulia, makan malam sudah siap” kata seorang Dayang pada kami (Jinki-dan-aku) .

”Baiklah aku akan kesana” kata jinki.

 

Aku hanya menghela nafas panjang, hari ini berlalu dengan melelahkan dan membosankan. Dan bahkan besok pun akan sperti itu lagi. Aku ingin kehidupan yg normal, menjadi ibu rumah tangga yang baik. Mengerjakan pekerjaan rumah tangga sperti halnya wanita-wanita di luar sana.

 

”Chagiyaa~ kau tidak apa? Wajahmu benar-benar kusam ” tanya jinki.

”Gwenchana…”

 

Hye Ri, kau kuat. kau pasti bisa, kau harus melakukannya. Kau harus membuktikannya pada negaramu. FIGHTING!!

 

”Kajja… Chagiyaa~~ ” kata jinki seraya menggenggam tanganku.

 

Kami berjalan kearah ruang makan disana sudah ada Raja Dan Ratu.

 

”Maafkan aku umma, appa karena terlambat . Aku harus menunggu Anaeku selesai pelajarannya” kata Jinki. Kemudian kami berdua duduk berseblahan.

 

Aku benar-benar sedang tidak nafsu makan. Aku bosan, benar-benar bosan. Mereka, makan dengan tenang. Tidak ada suara yg keluar dri mulut mereka. Selesai makan..

 

” Hye Ri maafkan aku, tdi marah padamu.. Aku bukan bermaksud sperti itu..” ucap ratu membuka pembicaraan

” Ahni, aku tau aku memang salah mama..”

” jadi Jinki, kapan kalian akan punya anak”

 

DEG ! Rasanya jantungku berhenti berdetak.

 

” Ahaha, kami tidak tau Umma.. ” kata jinki.

” Bagaimana denganmu Hye Ri, bagaimana malam pertama Kalian.”

” Ah.. Itu.. Menyenangkan..” kataku sedikit gugup

” Hahaha.. Pasangan Bahagiaa..” Tawa Ratu

” Umma.. Kami pergi dulu.. ” kata jinki sambil mengedipkan sebelah matanya.

” Aah.. Aku mengerti, Ppalli… ” kata ratu seperti mengerti

 

Kami keluar dri ruang makan itu, Aku lega sekali. Rasanya aku tidak ingin pertanyaan macam tadi menghujani kami.

 

” chagi~ sini duduk disini ” kata jinki sambil menepuk-nepuk bangku disebelahnya. Kami sekarang berada di balkon Paviliun.

” Jinki.. Berhenti memanggilku chagi ”

” Wae? Aku menyukainya ”

” Aku tidak enak bila didengar para dayang”

” Mwo?! Kau malu ”

” Ahni, bukan maksudku sperti itu ”

” kalau begitu aku akan terus memanggilmu chagi ”

” Haah… Terserah kau saja ”

” Mengenai perkataan umma… Apa yg kau maksud dengan menyenangkan? ”

” Mwo?! Itu… Sudahlah jangan memulai pembicaraan yg canggung sperti itu ”

” Itu tidak canggung.. Itu wajar, bukankah kita pasangan suami istri? ”

” Kau benar…  Lanjutkan saja aku tidak akan menjawab pertanyaan Konyolmu lagi”

” Hahaha, kau ini benar-benar lucu, chagiya~ aku benar2 bahagia bisa menikah dengan mu”

“ Berhenti memujiku “

“ Oh hohoho liat wajahmu sekarang benar-benar merah”

“ Mwo?! Jinjja? “ Kataku sambil memegangi pipiku .

“ Chagi~ panggil aku yeobo”

“ Shiro ! “

 

PLAKK! Eh ? apa dia menamparku? Kenapa ? Tuhaan,,, apalagi salahku kali ini?

 

~TBC~

 

Huaah, selesai juga Part 3nya. GJ Gak? Pasti iya…. Maaf klo kependekkan or penulisan yg salah MOHON TINGGALKAN KOMENTAR ANDA GOMAWO *BOW*

 

[FF REQUEST] Yeoja Babo

YUHUUUU…

saya datang dengan FF baru, berhubung ada yang minta FF SUJU n After School aku buatin deh ,,, mian kalau kurang puas. karena saya ga terlalu paham ama After School. oke deh… saatnya baca nih FF…. semi COMEDY_ROMANCE

Tittle:

            YEOJA BABO

 

Starring:

            Lee Hyuk Jee a.ka Eun Hyuk – Super Junior

            Kim Yoo Jin a.ka UEE – After School

 

 

Eun Hyuk PoV

Aku berusaha untuk konsentrasi kepada barang yang sedang kumainkan, yup! PSP milik dongsaengku-Kyuhyun. Tapi, semakin aku berusaha untuk berkonsentrasi aku semakin memikirkan sesuatu yang sedari tadi sore sudah mengusik pikiranku. Aish.. kenapa bayangannya selalu muncul di otakku, sejak dulu!

TAK TOK TAK TOK

Aish.. siapa pula ini yang melempari kaca jendela kamarku dengan kerikil ? berisik sekali.

SRETTTTT

Kubuka tirai jendela dan kudapati seorang yeoja tengah berdiri mendongakkan kepalanya keatas menghadapku sambil tersenyum lebar dan mengacungkan sebungkus es krim di tangannya dan sekantong kresek di tangannya yang lain. Aigoo.. mau apa dia malam-malam begini? Mengganggu saja.

“YAA! Babo! sedang apa kau hah?! mengganggu saja!” teriakku dari jendela kamarku.

“MWO?! Babo?! YA! Cepat turun!!! aku mau memberimu sesuatu! PPALLI !!!” teriaknya sangar.

Aigoo.. buat apa seorang Kim Yoojin yang notabene ‘cewek jadi-jadian’ *Dilempar bakiak ama yang punya nama* berdiri dengan muka penuh harap menghadapku dari bawah sana?!

“aish..ne..ne. Bawel,” ucapku asal dan segera beranjak pergi. Bisa kudengar dia masih mengomel tak karuan. Hahahaha, dasar bawel.

“ada apa malam-malam begini memanggilku? Mengganggu saja,” ucapku kesal padanya.

“aku cuman mau memberimu ini,” ucapnya sambil membuka kantong kresek yang dari tadi dibawanya. Tanpa sadar aku langsung menyunggingkan senyum lebar dan mau meraih kantong kresek itu tapi Yoojin buru-buru menarik kresek itu dan menyembunyikan kantong kresek berisi barang kesukaanku di balik punggunggnya.

“eits, kamu mau ini?” tanyanya jahil.

Aku hanya mengangguk dengan mata berbinar-binar setelah tau barang apa yang ada di dalam kantong kresek itu.

“tidak segampang itu kamu bisa mendapatkannya,” katanya.

Aish.. ini nih yang nggak aku suka dari ‘yeoja babo’ satu ini, aku baru inget kalo dia ngasih aku sesuatu pasti ada maunya. Seperti tadi dia bilang ‘cuman mau memberiku ini’ ternyata… ckckck.

“ne…ne..kau mau apa?” tanyaku malas-malasan.

Dia langsung tersenyum lebar dan menyodorkan beberapa biji buku tulis padaku yang entah darimana datangnya dan kini sudah ada tepat di depanku.

“tolong bantu aku kerjakan peer-ku! Please!” ucapnya sambil menelangkupkan kedua tangannya memohon padaku. Aish.. sudah kuduga pasti ini kemauannya.

“apa ini saja bayarannya?” tanyaku singkat.

“mwo?” jawabnya bingung.

“hah.. apa cuman ini bayarannya?” aku menghela napasku dan bertanya lagi sambil menunjuk kantong kresek itu. Dia terlihat kebingungan. Dia terus berpikir lama sekali. Aigoo.. cewek ini babo sekali, ditanyai seperti itu saja berpikirnya hampir satu jam.

“YAA! Cepat jawab. Kenapa malah bengong,” ucapku judes karena sudah menunggu lama dan mulai mengantuk.

“errr.. kalo gitu aku tambah deh tawarannya. Aku mentraktirmu di kantin sekolah besok,” tawar Yoojin. Cuman sehari? Tawaran yang tidak bermutu, pikirku.

“3 hari,” ucapku.

“Mwo? 2 hari,” ucapnya.

“3” ucapku lagi.

“2!!” ucapnya sengit.

“hemm..ara ara kalo tidak mau ya sudah aku pulang dulu annyo..”

“eiitttss.. chankkaman!! oke oke 3 hari!” ucapnya sambil menarik ujung kaos ku. Aku tersenyum penuh kemenangan.

“deal,” ucapku menyetujui, sambil menyembunyikan senyumanku.

“nah gitu dong.. sini kemarikan kresek-mu,” pintaku pada Yoojin yang manyun.

“cih ne..ne.. dasar pelitttt!!” teriaknya sambil menyodorkan kresek berisi beberapa bungkus jajangmyeon kesukaanku.

“gomawo,” ucapku sambil tersenyum manis, mengacak pelan rambut Yoojin dan membawa kresek itu pulang ke rumah.

Kulihat wajahnya berubah warna jadi merah merona. Mwo? Dia malu? Bwahahahahaha XD lucu sekali dia. Padahal biasanya gayanya tomboy dan ‘slengekan’ kayak namja tapi kalo digituin ternyata jinak juga. Dasar yeoja babo. Ya, dia babo sekali. Nilai matematika paling tinggi adalah 5, bahasa inggris 6, IPA 5, sastra 4. Aish.. kalo sejelek itu kenapa dia bisa naik kelas sampai SMA? Itu dia yang aku bingung sampai sekarang. Dia bilang setiap kali ulangan kenaikan kelas dia serasa mendapat keajaiban. Duh, dasar udah umur berapa sih? Kok masih percaya sama begituan. Dasar babo!

“aku pulang dulu yah,” pamitku. Dia hanya menggangguk sebisanya dan langsung melahap es krim yang mulai mencair. Sebelum membalikkan badan, aku sempat melihat tetesan-tetesan es krim yang cair di sudut bibirnya. Duh, ni cewek bego, babo ato polos sih? Makan es krim kayak anak teka.

Aku mengelap sudut bibirnya dengan ibu jariku dan menjilat es krim yang kini menempel di ibu jariku.

“ternyata cuman badannya doang yang tambah gede, tapi kelakuan masih kayak anak teka. Ckckck,” ucapku dengan nada sengaja mengejek.

Kulihat dia hanya melongo kebingungan. Tuh kan, dasar yeoja babo! Tapi, lama kelamaan pipinya bersemu merah. Waaahh dia malu rupanya. Aku pun segera beranjak berbalik meninggalkannya dan tak lupa membawa peer-nya.

“YA!!! LEE HYUK JEE!!! AISSSHH,” teriaknya kesal dari kejauhan. Aku hanya bisa tertawa senang. Hahahaa….

—(^^)—

Keesokan harinya…

Yoojin Pov

Baru saja aku melangkah memasuki gerbang sekolah, sudah ada banyak teriakan-teriakan centil dari seluruh penjuru lapangan yang tertuju untuk orang paling diminati di sekolah yang sekarang sedang berjalan dengan santainya seakan tak terjadi apapun disebelahku, yup! Lee Hyuk Jee atau sering dipanggil Eunhyuk.

Aish.. apa menariknya cowok maniak yadong ini yang tidak pernah mau mengalah padaku dan selalu mengambil keuntungan dari setiap ‘deal’ yang kami berdua sepakati.

Yah, sebenarnya kalo diliat dari tampang sih Eunhyuk itu termasuk cowok cakep yang mungkin bisa bikin nenek-nenek pun suka padanya. Sudah cakep, dancer, putih, menarik, pintar pula. Alamak.. sempurna sekali sebagai seorang cowok. Sedangkan aku hanyalah gadis biasa yang biasa Eunhyuk sebut ‘yeoja babo’ aku sih terima-terima aja dikatain kayak gitu. Lah.. pada dasarnya emang itu sesuai kenyataan.

Aku yeoja babo yang kecowok-cowokan, maksudku tomboy, gak begitu ngerti apapun tentang barang cewek. Sebutan babo sangat cocok denganku karena tiap kali ujian harian setiap mata pelajaran nilaiku tak lebih dari angka 7. Bayangkan, kau mendapat nilai seperti itu selama 3 tahun kedepan. Tapi, anehnya setiap kali aku ujian kenaikan kelas saat SMP dan SD dulu aku selalu merasakan keajaiban. Hohoho! Lucky me!

—(^^)—

Eun Hyuk PoV

Sorry Sorry Sorry Sorry~~~

Bel tanda istirahat berdentang dengan nyaring dan membuat seluruh penghuni kelas keluar untuk menikmati masa-masa istirahat mereka tak terkecuali aku dan yeoja babo yang sedang berjalan dengan santainya di sebelahku dengan gaya berjalan ala cowok.

Ah, iya mianhae aku lupa memperkenalkan diri. Aku Hyuk Jee, para reader pasti sudah mengenalku *narsis mode on*. Seorang namja tampan bin pinter yang jadi pujaan seluruh wanita di sekolah. Sedangkan dia *nunjuk yeoja babo disebelahnya* itu Kim Yoojin. Yeoja babo yang selalu tomboy, yeoja babo yang selalu meminta bantuanku untuk belajar apalagi mengerjakan peer, yeoja babo yang selalu tersenyum lebar, yeoja babo yang selalu menikmati hidupnya apa adanya dan yeoja babo yang selalu membuat jantungku berdebar-debar melihat segala tingkah lakunya. Kurasa cukup penjelasan tentang yeoja ‘babo-ku’. Oh ya, ditambah lagi dia teman sejak kecilku bahkan eomma kami sudah seperti saudara.

“YAA! Babo, jangan lupa janjimu kemarin,” ucapku sambil berjalan mendahuluinya.

“ne..ne.. aku tidak akan lupa. Omong-omong dimana peer-ku?” tanyanya sambil mencoba untuk menyamai langkahnya dengan langkahku. Maklum dia kan pendek *plakkk*

“Ada di tas ku,” jawabku sekenanya.

“Gomawo,” jawabnya yang kini sudah berhasil menyamai langkahnya denganku.

–Di kantin

“KYAAAAA~ Eun Hyuk sunbae~~~,” teriak beberapa fans-ku yang mungkin dari kalangan anak kelas 1, sedangkan aku kelas 2.

“eun Hyuk sunbae, ini kubawakan bekal buatanku sendiri. Tolong diterima,” kata salah seorang yeoja kelas 1 sambil menyerahkan kotak bekal berwarna hijau muda.

“Gomawo. Tapi, aku sedang ditraktir temanku. Jadi lain kali saja,” jawabku sedikit dingin kepada yeoja yang menyerahkan bekalnya tadi.

“Hiks..hiks… Eun Hyuk sunbae, jahat…hiks,” isak yeoja itu pelan tapi tidak dapat dipungkiri lagi kalo yeoja itu menangis. Aku tetap diam tanpa memperdulikannya. Tiba-tiba ada yang memukul kepalaku dari belakang.

BUKKK

“YAA! Sakit tau!” teriakku kesakitan sambil mengelus-elus bekas pukulannya.

“YAA!! Eun Hyuk BABO!!! kau apakan gadis ini sampai menangis hah? Dia ini anak orang tau,” teriak yeoja babo a.k.a Yoojin sambil sebelah tangannya memegang nampan berisi semangkuk jajangmyeon pesananku.

“YAA!! Yoojin BABO!! aku juga tau kalo dia itu anak orang,” teriakku balas.

“sudah cup..cup.. jangan nangis ya..sudah letakkan saja bekal itu di meja, nanti biar aku yang menyuruhnya untuk memakan bekalmu.” Kulihat Yoojin sedang menepuk-nepuk kepala yeoja yang menangis tadi dengan lembut.

“gomawo Yoojin onnie,” kata yeoja itu sambil memeluk Yoojin dan bergegas pergi meninggalkanku dengan Yoojin diikuti segerombolan teman-temannya yang hanya bisa berdiam diri melihatku adu mulut dengan Yoojin tadi.

“huh.. kau itu gak pernah berubah ya,” ucap Yoojin sambil memandangku yang sedang asik menyantap jajangmyeon traktiran.

“mwo?” ucapku dengan mulut penuh jajangmyeon.

“selalu saja dingin kepada gadis-gadis manis seperti mereka tadi,” ucap Yoojin lagi sambil membuka bekal yang tadi diberikan oleh fansku.

“UWAAAA~~” teriaknya kagum yang membuatku sedikit kaget dan tersedak.

“uhuk..uhuk.. wae?” tanyaku.

“bekalnya kelihatan enak sekaliiiii~” ucap Yoojin dengan mata berbinar-binar.

“makan saja,” ujarku.

“mwo? Jinjja? Gomawo~” Yoojin langsung melahap bekal itu dan berteriak.

“mashitdaaaaa!!~”

“berisik,” ucapku kesal dengan tingkah babo-nya yang bikin jantungku berdebar-debar seperti biasanya. Tapi, lucu juga liat dia makan kayak gitu. Udah belepotan kayak gak makan setaon. Style makannya anak teka banget~ hahaha.

Setelah aku selesai makan, aku beranjak dan hendak pergi duluan ke kelas. Saat melewati Yoojin yang masih sibuk dengan bekalnya aku menepuk kepalanya pelan. “Gomawo traktirannya. Dasar anak teka,” ucapku sambil menyunggingkan senyum evilku.

“MWO?! EUN HYUK BABO!” tereaknya balik. Aku hanya tersenyum senang melihatnya kesal padaku. Hahahaha. Dasar yeoja babo!

—(^^)—

Beberapa hari kemudian…

Yoojin PoV

“annyeong eomma~” ucapku sambil mengecup pipi eomma.

“annyeong.. cepat sarapan dan berangkat. Eomma tidak mau kamu telat,” ucap Eomma.

”ne.. eomma,” jawabku dan bergegas melahap dua buah roti bakar.

“eomma, aku berangkat. Annyeong,” kataku sembari mengecup pipi eomma lagi dan berangkat ke sekolah.

“hati-hati di jalan sayang,” kata eomma. “ne eomma!” balasku dengan senyuman lebar.

Syalalalala~ aku bersenandung kecil saat dalam perjalanan masuk ke gerbang sekolah. Saat sedang enak-enaknya bersenandung, aku melihat pemandangan yang entah kenapa membuat dadaku sedikit sakit.

Aku melihat sahabatku sejak kecil, Eun Hyuk sedang menggandeng tangan seorang gadis yang berbadan mungil, berambut lurus sedikit melebihi bahu, berkulit putih mulus, dan senyuman kebahagiaan terpasang dengan jelas di wajahnya dan kulihat wajah Eunhyuk juga memancarkan kebahagiaan. Aku tak pernah melihatnya tersenyum lebar seperti itu. Kuperhatikan lagi wajah gadis itu dan aku merasa familiar dengannya, tapi aku lupa siapa dia?

Yoojin PoV

Hah..aku menghela napas berkali-kali sejak kemarin. Dadaku terus terasa sakit mengingat kejadian itu. Ya, kejadian pagi hari yang indah berubah menjadi MENYEBALKAN. Entah kenapa aku tidak suka melihat Eunhyuk dengan yeoja itu. Yah.. meskipun aku nggak tau dan nggak mau tau siapa yeoja itu, tapi rasanya sakit sekali.

Sebenarnya siapa yeoja itu? Yeojachingu nya Eunhyuk? sejak kapan Eunhyuk punya pacar? kenapa dia tidak memberitahuku? apa dia berusaha menyembunyikan sesuatu dariku? semua ini membuatku pusing! AAAAARRRRRGGGHHHHHH

KLOTAK !!

Aish..sapa itu? Berisik! nggak tau apa kalo aku lagi pusing?!

“MWO?” tanyaku ketus pada orang yang ada dibawah. Yup ! it’s Eun Hyuk. Orang paling babo sejagad raya.

“bisakah kau turun sebentar? Aku ingin bicara padamu,” ucapnya.

“ogah,” jawabku jelas, tegas, singkat, dan padat.

“cepat turun babo! Ato aku yang akan naik ke atas!” ucapnya dengan nada mengancam.

“silahkan~” jawabku tak peduli dan kembali tidur-tiduran di ranjang.

Paling dia hanya menggertakku saja. Syalalalalala~ aku bersenandung kecil, berusaha melupakan kejadian pagi itu. Tapi sebuah suara mengagetkanku.

HUP

Aku kaget dengan pemandangan yang ada di depanku. Eun Hyuk sedang berjongkok di jendela kamarku dengan senyum evil terpampang jelas di wajahnya.

“YAA! Apa yang kau lakukan?!” teriakku.

“seperti yang aku bilang tadi, kalo kamu gak mau turun, maka aku yang akan naik,” jawabnya santai sambil melangkah mendekat padaku yang sedang duduk di pinggiran ranjangku.

Eunhyuk semakin lama semakin mendekat padaku dan menempelkan keningnya pada keningku. Aku yang kaget hanya bisa diam tak berkutik.

“kau tidak panas, kau tidak sakit,” ucapnya bingung.

“MWO?!” tanyaku ketus yang sebenarnya dalam hatiku aku menjerit ‘huwaaaaaaahhhh’ mukaku pasti merah sekarang.

“MWOOO?!?! Apa maksudmu?!” kukernyitkan dahiku, bingung.

“kau! Kenapa hari ini bersikap aneh?” tanyanya dengan suara yang melembut.

“aku? Hari ini? Baik-baik aja kok,” jawabku sekenanya. Apa kamu nggak tau? Aku tersiksa tau! Tersiksa melihatmu bersama yeoja yang entah aku tak tau siapa dan aku tak mau tau siapa dia! Tapi, kau yang melakukannya kenapa hatiku yang sakit??? *nah loh.. babonya mode on lagi deh*

“jeongmal???” Eunhyuk tidak percaya dengan jawabanku. Aigoo.. ni anak musti diapain sih biar pecaya?

“ne~” aku menjawab dengan malas.

“aku tidak percaya,” jawabnya dengan tatapan mata tajam yang sedang menatapku lekat-lekat seakan tatapan itu mencari kebenaran di mataku.

“aigoo.. aku harus berbuat apa agar kau percaya? Lagipula kenapa kau ngotot sekali sih? Kita ini kan hanya teman. Kau seperti eomma-ku saja. Terlalu khawatiran,” dumelku gak karuan.

“eehm.. kalo ada apa-apa ceritakan padaku. Aku akan mendengarnya dengan senang hati agar kau lega,” ucapnya tanpa menggubris ucapanku yang sebelumnya. Tatapan matanya berubah menjadi lebih lembut dan hangat.

Hey! Sejak kapan aku jadi berdebar-debar seperti ini? Apa gara-gara namja babo satu ini? Mana mungkin! dia kan hanya temanku, HANYA temanku! Aigoo.. ada angin apa dia bisa sekhawatir ini denganku? Eomma-ku? Bukan. Namjachingu-ku? Juga bukan. Appa-ku? Apa lagi ini …jelas bukan! Tapi kenapa dia bisa jadi seperhatian ini setelah membuatku selalu kelihatan bodoh jika disampingnya? Arrrggghhhhhh.

“boleh aku tanya satu hal?” pintaku.

“hemm?”

“dia.. apa dia yeoja..chingumu?” tanyaku hati-hati.

“hah? Nugu?” dia mengernyitkan dahinya tak mengerti.

“itu tuh.. yeoja yang tadi pagi jalan dan bergandengan tangan denganmu. Yang kau ajak ke kantin sama-sama.. ke perpus sama-sama.. sampe ke wc pun kau menunggunya diluar begitu juga sebaliknya,” ucapku panjang kali lebar sama dengan luas persegi panjang ^^

“kau.. kau memperhatikan sampai sedetil itu?” tanyanya tak percaya.

Aku hanya mengangguk dengan wajah polos dan tak berdosa.

Seketika tawa Eunhyuk meledak.

“BWAKKAKAKAKAKKAAKKAKAKAKKAA!!!!!”

“hyaaa! Jangan keras-keras! Nanti eomma-ku bangun! Dasar babo!” makiku kepada Eunhyuk sambil melempar mukanya dengan bantal.

“aigoo.. hahahaa.. kau.. kau.. mbanyol bangettt!” ucapnya tak karuan karena masih tertawa.

“ciih,” cibirku.

“mau tau siapa yeoja itu?” Eunhyuk bertanya dengan nada menggoda.

“heeh…,” aku mengangguk-anggukan kepalaku.

“ehm.. mau tau aja~” ucap Eunhyuk yang berujung aku mencubit perutnya hingga dia berteriak LAGI.

“aigoo.. sakit tauk!”

“makanya kasih tau. Tinggal ngasih tau doang apa susahnya sih?” ucapku kesal.

“dia saudara sepupu yang paling dekat denganku. Otomatis aku sangat menyayanginya. Dia kelas 1 di sekolah kita. Bukannya kamu udah kenal? Itu loh.. si Hyei..Lee Hyeri.. udah lupa ya? Emang kenapa sih segitu pengennya tau?” cerocosnya balik dengan mimik wajah ‘masih’ kesakitan.

“….” aku diam. Ooh.. si Hyeri toh. Pantes kayak pernah liat. Hatiku legaaaa~. Oh ya.. kenapa ya aku sampe segitu pengennya tau? Lagian.. bukan urusan ku kali! Ah dasaaaarrr baboyaaaaaa!

“hey, kok bengong?” Eunhyuk mencubit pelan kedua pipiku.

“aniii~ Eunhyuk, aku mau tanya”

“mwo?”

“ehhm.. Kalo.. kalo misal kita berdebar-debar deket seseorang itu apa aku sakit jantung?” tanyaku polos.

“hah? Maksud?” Eunhyuk menampakkan wajah berkerutnya. #plakplakplak

“ya gituuu.. aku berdebar-debar tiap kali deket ama kamu. Wajahku panas. Kepalaku pusing mendadak. Aku bingung. Entah kenapa aku nggak suka liat kamu jalan sama yeoja lain selain aku meskipun itu saudara sepupumu! Apa ini tanda-tanda mau mati???” tanyaku sangaaaaat polos.

“…..” Eunhyuk hanya terdiam melongo mendengar semua ucapanku. Sesaat kemudian aku merasakan dekapan hangat yang lebih hangat dari selimut tebalku. Lebih hangat dari pemanas ruangan. Lebih hangat dari sengatan matahari *mulai ngaco*

Eunhyuk memelukku erat. Sangaaaaat erat. Hingga aku merasakan hangat nafasnya di leherku. Tanpa kusadari aku pun membalas pelukannya. Dan kurasakan seluruh kehangatan itu menjalar sampai keujung kakiku. Ada apa denganku? Aku merasa pelukan Eunhyuk sangat nyaman. Lebih nyaman dari kasurku. Lebih nyaman dari sofa empuk di kamarku. Lebih nyaman dari pelukan eomma-ku *mulai lagi deh ngaco-nya*

“babo…,” ucap Eunhyuk pelan. Sangaaat pelan tapi aku tetap dapat mendengarnya. Secara dia ngomong tepat di telingaku.

“mwo?! Kenapa kau selalu saja mengataiku babo?!” ucapku tak terima.

“kau memang babo”

“arggghhh. Capek aku ngomong sama kamu,” omelku.

“itu tandanya.. kau mencintaiku.. babo…” ucapnya dengan senyuman termanisnya.

“EH?????” aku kaget nggak karuan.

“iya.. kau menyukaiku.. kau mencintaiku.. kau menyayangiku… kau cemburu melihatku dengan yeoja lain..,“ ucapnya sejelas-jelasnya yang kusambut dengan tatapan shock.

“….” aku diam. Nggak tau mau ngomong apa ato respon apa, yang jelas mukaku sekarang panas!

Kami berdua diam. Eunhyuk masih tetap memelukku. Hangat dan nyaman. Tak ada yang memulai pembicaraan sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk berbicara terlebih dahulu.

“Eunhyuk..”

“hmm?”

“apa.. apa kau menyukaiku?” tanyaku ragu-ragu plus takut-takut.

“hmm….”

“jawab aku. Jangan hanya ber’hmm’ saja,” desakku.

“ehm.. kalo aku bilang iya, kamu mau apa?” tanya Eunhyuk balik nanya.

“eh.. ni anak ditanyain malah balik nanya,” dumelku sambil melepaskan pelukan Eunhyuk.

“kok ngambek sih? Kan aku cuman nanya..,” ucap Eunhyuk memelas sambil mencubit kedua pipiku. Tumben banget si Eunhyuk berlagak kayak gini, jarang-jarang lho..

“makanya jangan buat orang kesel, babo,” aku cemberut bebek.

“mianhae…,” ucapnya tulus.

“yaudah jawab aku!” Eunhyuk mengangguk kecil.

“apa kau menyukaiku?” tanyaku.

“tidak,” jawabnya singkat. Sakit. Itu yang kurasakan, tapi aku berusaha untuk tegar.

“apa kau menginginkanku disisimu?”

“tidak,” hatiku mulai hancur mendengar jawabannya.

“apa kau…” belum sempat kuselesaikan ucapanku, Eunhyuk sudah menaruh telunjuknya tepat didepan bibirku.

“shhhttt.. sudah selesai pertanyaannya?” tanyanya lembut. Aku hanya memandangnya lemah. Rasanya aku ingin menangis sekarang juga. Ottokhajyo?????

“Kim Yoojin.. aku tidak menyukaimu,” ucapannya yang terpotong membuatku cukup terpuruk.

“tapi.. aku mencintaimu,” ucapnya lanjut dengan penuh senyum. Mwo? Apa aku tidak salah dengar?

“Kim  Yoojin.. aku tidak menginginkanmu…,” ucapnya lagi.

“tapi.. aku membutuhkanmu berada disisiku, mendampingiku, hingga akhir hayatku,” ucapnya tuntas. Refleks badanku memeluknya erat. Sangaaaat eraaatt. Seakan tak ada esok hari untuk bertemu lagi dengan Eunhyuk.

Eunhyuk membalas pelukanku. Eunhyuk mengecup puncak kepalaku. Mengecup kedua pipiku. Mengecup kedua kelopak mataku. Mengecup hidungku dan terakhir mengecup bibirku pelan.

“saranghae Eunhyuk…..,” ucapku tulus.

“nado saranghaeyo… my babo jagiya~” balasnya.

“YA!!! BABO?!?!?!” teriakku kesal.

“HAHAHAHHAHAHAHA” Eunhyuk tertawa kencang. Akhirnya aku pun ikut tertawa. Bahagianyaaaaa….

THE END

Can I Become a Princess {Part 2}

Main Cast :

– Kim Hye Ri

– Kim Heechul

– Lee Jinki

 

Genre : R

Latar : Zaman sekarang

Author :Lee Tae Ri

CBP Part 2 Cover

Can I Become a Princess Cover

 

Holla….. 🙂 saya balik lagi *reader: kgak nanya* AWAS YA KALAU UDAH BACA ENGGAK NINGGALIN KOMENTAR MATANYA BINTITAN (NYATA) selamat membaca…

 

Hye Ri POV

” kau udah siap? ” katanya, aku hanya mengangguk mantap, aku berjalan perlahan kedalam aula. Mengenakan Hak tinggi dan gaun pengantin. Kami berjalan perlahan menuju meja , dia menuntunku sperti nenek yang akan menyebrang jalan. Kakiku bergetar hebat. Aku benar-benar belum terbiasa dengan sepatu ini.

 

Akhirnya kami sampai di meja paling depan, semua orang menatap kami entah mereka iri atau Mereka sedih… Aku tidak peduli !

 

‘Aah hidungku gatal, aku ingin bersin . Ottokaheanya? Aku sudah tidak kuat’

 

HAACCHU ! Akhirnya ….

PRAANG! Eh? Kenapa semua gelas tiba2 pecah? Aku menatap Jinki heran. Dia menatapku spertinya dia marah, tpi sedetik kemudian dia tertawa keras. Sehingga, seluruh aula ikut menertawakanku.

 

Aku merasa malu, benar-benar malu. Aku ingin berlari dri ruangan ini… Mereka msih menertawakanku.. Aku menahan tangisku. Aku benar-benar malu, aku berlari kearah pintu utama aula, satu-satunya pintu untuk keluar dri aula ini, aku berlari semua orang menatapku dan tetap menertawakanku.

 

Hanya satu pintu tpi jaraknya benar-benar jauh. Aku berlalari masih dengan menggunakan Spatu berhak dan ….

 

Brrug !

Aku terjatuh, tawa mereka semakin menjadi-jadi. Aku melepaskan sepatuku kemudian berlari dan terus berlari.

 

Aku skarang sudah di luar kerajaan. Jalanan di seoul begitu ramai, semua orang memperhatikan ku karena bajuku yg mencolok ini.Untung saja hari sudah malam jdi mereka tdak mengenali wajah putri kerajaan ini dengan baik.

 

Aku sangat merindukan tempat ini, aku berlari masuk perlahan.

 

”Hye ri apa yang kaulakukan disini? Bukankah kau ada acara?” tanya appa, ia berdiri mengahampiri ku yg masih Berdiri mematung sperrti seorang manekin yg menggunkana gaun pengantin,hanya bedanya hidungku merah sperti badut. Aku terus menangis, hatiku sakit benar-benar sakit.

”Hye Ri Gwenchana?  Mianhae..” kata appa.

”Gwenchana?? Appaa…..” aku memeluk appaku, aku benar-benar menderita.

”Beristirahatlah nak..”

 

Aku berjalan perlahan masuk ke kamarku, aku benar-benar merindukan kamar ini. Bahkan jinki tidak mengejarku. Aissh~~ apa yang aku pikirkan? Jinki hanya berpura2 mencintaiku untuk naik ke singgasana raja. Pasti karena hal itu.

 

Tangisanku semakin menjadi-jadi. Aku masih menggunakan gaun ini, aku menyukai gaun ini tpi bukan untuk berpasangan dengan orang yg tidak punya hati sperti jinki.

 

Ini hari ulang tahunku, Jinki tidak mengetahuinya. Ini hari ulang tahun yg paling menyedihkan di hidupku. Karena aku harus mati konyol di aula tdi tepat di hari ulang tahunku.

 

Heechul POV

 

”Yoboseo?..” kataku .

Heechul cepatlah pulang ke rumah, Hye Ri lari dari kerajaan..” sahut ayah

”MWWO?? Bagaimana bisa?”

”molla~ spertinya ia bertengkar dengan putra mahkota”

”Sudah kubilang ayah, ini bukan rencana yg baik. Aku akan kesana sekarang”

 

‘Jika sesuatu terjadi pada yeodongsaeng ku tersayang, aku berjanji akan membunuh pangeran itu, aku benar2 tdak peduli apakah dia pangeran, putra mahkota, atau raja sekalipun’

 

—————————————–

 

Jinki POV

 

”Hye Ri, Buka Pintunya…. Buka Pintunya.. Hye Ri Mianhae, Hyeri jeongmal Mianhae”

”Pergilah Jinki… Kau sudah mendapatkan yg kau mau..” jawab Hye Ri dri dalam kamar, terdengar suaranya serak

”Jebaal, buka pintunya.. Aku bisa menjelaskan ini”

”SHIRRROOO!!”

”Hye Ri….”

 

———————————-

HEECHUL POV

 

”SHIRRROOOOO!!” itu suara Hye Ri, aku berlari kearah kamar Hye Ri, aku melihat seorang Namja di depan kamar Hye Ri. Pasti dia,

 

”Jinki…”

”Nuguneyo?..”

”Berani sekali kau membuat yeodongsaengku menangis”

 

BUKK! Aku meninju perutnya.

 

Hye Ri POV

 

”Jinki.. ” Suara heechul oppa. Ini akan menjadi Masalah.

 

Bugg! Terdengar suara pukulan.

 

”Ahh..” itu suara jinki.

 

Aku berlari dan segera membuka pintu,

 

”Oppa…” Kataku

”Hye Ri gwenchana?” kata oppa menghampiriku

”Ne,, gwenchana oppa..” aku menatap kearah jinki ia terduduk kesakitan memegangi perutnya. Aku tidak tega melihatnya, Kemudian aku berjalan perlahan kearahnya.

 

”Jeo–ngma–ll Mia–n–hae… Hye–Ri” katanya sambil meringis. Aku dapat melihat kakakku sudah pergi.

”Pulanglah, istirahatlah ” kataku kemudian berdiri

”Aku tidak akan pulang jika kau tdak pulang” ucapnya

“Pulanglah, aku tidak akan pulang denganmu hari ini”

“Kalau begitu aku akan ikut denganmu “

“Terserah kau saja“

“Kkurae, aku akan tidur di kamarmu malam ini”

“Kau gila ….” Ucapku

“Ne,,, aku memang sudah gila”

“Hentikan Jinki..”

“Panggil aku yeobo , aku akan pulang”

“Shiroo”

“Kalau begitu aku akan tidur diranjangmu hari ini”

“Terserah kau saja aku akan tidur di sofa” Langkahku tertahan. Dia memegang tanganku.

 

“Jangan, kau harus tidur denganku”

“MWO?! SHIRO”

“Wae? Kau istriku, tidak bolehkah kita tidur bersama?”

“Aku mungkin memang istrimu.. tpi kita menikah karena Perjodohan, Aku bahkan tidak punya perasaan padamu.”

“Jinjja?” katanya kemudian menarik lenganku , hingga wajahku dan wajahnya sangat dekat sekarang. Lengannya yang satu melingkar di pinggangku. Matanya menatap tajam kearahku. Jantungku berdegup kencang, aku yakin pipiku sudah sperti kepiting rebus sekarang.

 

“Lepaskan Jinki…” kataku mengalihkan pandanganku

“Benarkah kau tidak memiliki perasaan kepadaku?” tanyanya lagi sekarang ia memajukan wajahnya hingga wajah kami berdua hanya berjarak 5 cm .

“Lepaskaan …!” Ucapku sedikit memberontak dri pelukannya. Tpi pelukannya semakin erat .

“Aku dapat merasakannya, bahkan aku dapat mendengarnya sekarang detak jantungmu, benar-benar berdetak dengan cepat. Kau berbohong padaku chagiya~”  katanya kemudian melepaskan ku dri pelukannya. Wajah kami sudah tidak saling berdekatan lagi sekarang. Aku memegangi dadaku. Menarik napas dalam-dalam agar detak jantungku teratur kembali .

 

Dia hanya menatapku,

“Kkurae, aku akan tidur bersamamu. Asal kau janji tidak akan berbuat macam-macam padaku arrasou? “

“Ne arassou… gomawo chagiyaa~” katanya sambil mengembangkan senyuman yg paling kusuka dri dirinya.

 

————————————————————–

Aku sudah mengganti pakaian ku dengan piyama, aku meminjamkannya baju kakaku. Aku juga sudah meluruskan permasalahan ini pada kakaku walau aku tidak mengatakan kejadian sbenarnya. Untung tidak ada media disana jdi aku tidak akan terlalu malu.

 

“Ya chagiyaa~~ Ini kamarmu? Kau yeoja kan? Kau bukan namja kan? Kamamrmu seperti kamar namja.”

“Diamlah, aku ini yeoja kau puas.?”

“Mmm~~” dia hanya mengangguk anggukan kepalanya matanya terus memandang kearah poster-poster Band Rock Amerika yang kupasang di kamarku .

“Hey, besok kita pulang ya.” Katanya kemudian ia merebahkan dirinya di sampingku.

“Shiro!”

“Wae?”

“aku masih belum memaafkanmu”

“Mana bisa begitu. Bukankah kau sudah berjanji tidak akan meninggalkanku?”

“Ya aku memang berjanji sperti itu, Tpi aku akan meninggalkan mu kalau kau mempermalukanku sperti tdi.” Kataku sambil membalikkan badanku hingga aku berhadapan dengannya.

“Mianhae… aku tidak bermaksud sperti itu” katanya menundukan sambil kepalanya

“Sudahlah aku tidak ingin membicarakannya, sebenarnya aku yg salah…” kataku

“ Tidak aku yg salah” katanya sambil menatapku

“Aku..”

“Aku..”

“Aku..’

 

“Aahh sudahlah aku mau tidur capek” kataku kemudian membalikkan badanku kearah yg berlawanan

“Hey…. Caghiya~ Jangan membelakangiku sperti itu”

“Wae?”

“Jika kau tidur sperti itu aku berpikiran aku sedang tidur dengan setan”

“MWO?” kataku kemudian membalikkan badanku lagi kearahnya.

“Ah, bagus sperti itu….”

“Geez kau ini benar-benar menyusahkan sekali, aku sperti merawat seorang  bayi kau tau”

“Mian…. Jadi besok kau mau pulang denganku?” aku hanya menggangguk.

“Yeeee..” katanya seraya memelukku ,

“Hey apa yg kau lakukan lepaskan”

BUGG!  Tanpa sengaja aku menendangnya hingga jatuh.

“Aaah..”  jeritnya

“Gwenchana?” tanyaku sambil mengintipnya

“Ahh, kepalaku sakit…”

“hah? Mana ? dimana yg sakit” kataku sambil memeriksa dahinya. Tidak ada yg luka.

“hehehehe, kau mengkahawtirkan ku yaaa?”

“aaahhh, kau membohongiku”

PLAAKK !

Aku menampar dahinya ……

“Aaah…. Sekarang benar-benar sakit”

“Rasakan makanya jangan suka berpura-pura sakit”

 

—————————————————————————————

 

~TBC~

 

GYAA maafkan author yang GJ ini karena sudah membuat FF GJ sperti ini, *bow* TINGGALKAN KOMENTAR ANDA YAA 🙂