I am A Lucifer [Part 2]

Title: I am A Lucifer [Part 2]

Author: Lee Tae Ri

Main Cast:

  • Lee Taemin
  • Kim Taeyeon
  • Kim ‘Key’ Bum

Genre : R

Length : Chapter

 

Terimakasih kepada lagu hello-hellonya Ft.island, Life SHINee dan MV SUJU yang It’s You 🙂 akhirnya saya menyelesaikan FF ini… heheheh Selamat membaca.. SILENT READERS GO TO HELL ….

 

Taeyeon POV

 

Ini aneh, kenapa wajah Taemin berubah menjadi sepucat hantu? Tunggu bahkan, Key tdak dpat menyentuh taemin… apa aku menikah dengan seorang Hantu? Ini kereeeeennn…… -.-“

Aku bingung melihat hal ini, ketika tiba-tiba…

 

BWUSSSHHH !

 

Alat yg dipegang key mengeluarkan asap

 

“BWAHAHAHAHAHAHA” Taemin tertawa dengan keras, aku berani bertaruh Key tdak dpat mendengarnya tertawa.

“Sudah, kuduga alat ini tdak berguna..” ucap key sambil melemparkan alat yg di pegangnya keluar jendela.

“Maaf , itu pasti karena aku” ucapku sambil membungkukan badan

“Ahniyoo… ini bukan karena kau..”

“Jeongmalyo?”

“Ne.. jdi dimana suamimu itu?”

“oh..” aku melirik kearah taemin yg masih berada dipojok dinding, ia menyilangkan jarinya.

“aah, spertinya dia tidak pulang lagi malam ini, dia selalu mabuk-mabukkan, berjudi dan bermain dengan yeoja-yeoja cantik. Kemudian meninggalkan ku sendiri disini” kataku kemudian melirik kearah Taemin, dia mengepalkan tangannya dan menunjukku, aku hanya menatapnya sinis.

“Eoh? Jinjja? Siapa namanya?”

“eh.. namanya? Kim Taesung ya…”

“Kim Taesung… mm, ah spertinya aku harus pergi… Annyeong Taeyon” kata key kemudian pergi.

 

Aku menarik napas, dan berbalik . Betapa terkejutnya ketika Taemin dengan wajah evilnya berdiri didepanku.

 

“Kau akan mendapat hukuman..”

“Apa aku menyebut namamu tdi?”

“ehm.. sebenarnya tidak..”

“Lalu…”

“AAh.. terserah kau saja… aku lapar, masakan sesuatu”

“Tpi, aku tidak lapar jdi kau masak saja sendiri” ucapku santai, sudah pasti itu menyulut kemarahan Taemin.

“Kau…. Issh Baiklah aku akan memasak sendiri” Katanya kemudian berlalu ke dapur.

 

Aku duduk di sofa dan memutar TV. Memijit tombol remote TV tidak ada yg seru…

 

KLONTANG,KLONTANG,KLONTANG

Dia menjatuhkan Penggorengan… aku masih focus pada saluran televise

PRANGG !

Dia memecahkan Piring …. Aku hanya membuka SMS dri temanku.

PRAAK !

Entah apa yg dia patahkan…

“MAU KUBANTUU?” Teriakku

“TIDAK BUTUH” Teriaknya dri dapur

“Baiklaah….” Aku kemudian melanjutkan permainan di HP ku…

 

PRAK ! PRANG ! KLONTANG,KLONTANG,KLONTANG! BRUG

 

Baiklah aku mulai Khawatir dengannya , bagaimana bila dia membakar seisi rumah ?  Aku berlari ke dapur untuk memastikan dia baik-baik saja.

 

“Ya Ampuunnn … Apa yg terjadii?” kataku menutup mulutku

“Kau tidak melihatnya? Ini yg terjadi..”

“Kau memang Sombong, sini biar aku buatkan makanan untukmu. Bersihkan badanmu itu”

 

Apa dia memang ‘Tidak Pandai’ Masak? Kenapa dia masukkan Mie yg masih terbungkus plastik, Kerang Yg masih dicangkang, telur yg belum dipecahkannya, dan apa Ini? Kemasan susu cair? Ia menggabungkan semuanya kedalam baskom mengisinya dengan air , mengocoknya jdi satu lalu? Memakannya (?) Pantas saja badannya sperti itu… ternyata………. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku melihat semua yg dia lakukan.

 

TAEMIN POV

Sebenarnya aku bisa membuat makanan dengan praktis tanpa bantuannya, tpi tenagaku sudah habis. Aku sudah meledakkan alat pelacak milik key dan bahkan mungkin aku meledakkan Mobilnya yg diparkir di depan supermarket. Hah ini bahaya kenapa Key bisa disini?

 

—————————————————————————————————

Taeyeon POV

 

“Ini makanlah..”  kataku sambil memberinya Sepiring makanan. Ia makan tanpa mengucapkan terimakasih padaku. Apa dia benar-benar hantu ?! oh iya aku harus tanyakan.

“Kenapa Key tdak dapat melihatmu? Bahkan menyentuhmu?” tanyaku , ia menatapku dingin. Kemudian mendekatkan mukanya ke mukaku. Tpi, aku membalasnya dengan tatapan tak kalah menyeramkan (?)

“Kau mau tau?” aku hanya menganggukkan kepalaku

“Tidak sekarang, sebaiknya kau jauhi key..” kemudian dia melanjutkan makannya

“Wae? Dia baik…”

“Kau polos … ikuti kata-kataku , jangan dekati dia “

“Apa kau bisa kupercaya?”

“Mwo?!”

“Apa kau bisa kupercaya?”

“Aku mendengarnya… aku Tanya apa maksudmu..”

“Aaah~”

“Terserah, kau mau percaya atau tidak aku hanya berusaha melindungimu…”

“Melindungiku? Sejak kapan kau mulai melindungiku Lee Taemin?”

“Aku selesai… ini benar-benar tidak enak” katanya sambil bangkit dri duduknya dan pergi kearah kamar.

“YYA kalau begitu kenapa kau habiskan?”

“Kalau aku merasa lapar apa saja bisa terasa enak” katanya, kemudian melanjutkan langkahnya

“cih, pembohong” cibirku

 

CTAKK !

 

“Aww,, apa yg kaulakukan?” tanyaku saat dia menyetil dahiku

“Aku mendengarnya Ppabo!” jawabnya kedua tangannya bertumpu pada sofa . kini wajah kami berhadap-hadapan . dia menatapku kemudian mengalihkan pandangannya dan pergi ke kamar. Dia benar-benar aneh.. aku memanyunkan bibirku sambil mengusap dahiku..

 

TAEMIN POV

 

Jantungku berdegup kencamg saat melihat wajahnya, wajahku panas >///< kenapa aku ini? Bukankah seharusnya aku sudah tidak memiliki perasaan hangat sperti sekarang? Sekarang ini dia belum bisa melihat sayap jelekku (?), jdi sebaiknya aku tidak menceritakan yg sbenarnya padanya.

 

TAEYEON POV

Aku jdi harus tidur larut malam karena harus membersihkan kekacauan yg dibuat Taemin tdi.. menyebalkan sekali. Aku masuk ke kamar. Taemin tdak ada? Kemana dia? Apa aku harus mencarinya? Mungkin dia dikamar mandi… aku menaruh tas dan jaketku.

Kemudian merebahkan diri ku di kasur, ini sudah hampir 30 menit. Kenapa taemin belum keluar dri kamar mandi? Sebaiknya  aku melihatnya.. apa dia baik-baik saja..

 

SREEG! Aku mengeser pintu kamar mandi, dan betapa terkejutnya aku menemukan Taemin tergeletak diakamar mandi.

 

“kkhemarrhi (kemari)” ucapnya, perlahan aku mendekat kearahnya

“Lhebhih dhekhat (lebih dekat) “ aku menurutinya , tiba-tiba dia memelukku. Aku kaget, tpi aku hanya membiarkannya saja. Mungkin sekarang dia merasakan kalau jantungku berdegup kencang, tidak Taeyeon kau tidak boleh memilik rasa dengan orang sekejam dia… Semenit kemudian dia bangun dan melepaskan pelukannya. Dia terlihat sehat.

 

Apa sebenarnya yg tidak aku tau? Apa yang dia dan Key ketahui?  Eh apa ini? Bulu?

 

“eh, Apa ini?” kataku sambil membolak-balikkan  bulu itu dihadapanku.

 

TAEMIN POV

 

“Eh? Apa ini?” katanya aku membalikkan badanku dan aku dapat melihat, ada sehelai bulu di genggamannya sekarang. Aku Terkejut, harusnya aku tau jika bulu sayapku jatuh. Tpi yg ditangannya berbeda… warnanya putih sperti milik seorang ‘Angel’ sedangkan milikku berwarna hitam . aku mendekatinya kemudian mengambil tidak lebih pasnya merebut bulu itu dri tangannya. Dia hanya cemberut menatapku. Aku sibuk memperhatikan bulu itu, ya warnanya memang putih. Tapi kenapa seorang angel datang kesini? Hah , aku mengantuk untuk apa aku memikirkan hal yang tidak aku ketahui? Lebih baik aku pergi tidur…

Besok aku akan menganggu seseorang lagi, tidak seru mengerjai Taeyeon… dia tidak mudah dikerjai, bahkan dia yg mengerjaiku.. hishh~~

 

Taeyeon POV

 

Menjijikan sekali, tidur sambil tersenyum-senyum sendiri , entah apa yg sedang dalam mimpinya sekarang. Aku masih memikirkan kejadian tdi siang… Key, aku sperti mengenalnya. Tapi, entah kenapa aku tidak pernah ingat… aku ingin bertemu dengannya sekali lagi . aku ingin memastikan dimana aku pernah bertemu dengannya… haah sudah lah besok akan kucari dia, tidak peduli apa yg Taemin katakan.

 

KEY POV [In Other Place]

 

Taeyeon? Kenapa ingin sekali aku mengenalnya? Mungkin karena kami baru kenal  jdi aku ingin mengenalnya. Pasti karena itu.

 

———————————————————————————————————————

 

Taeyeon POV

 

Aku sedang memasak ketika kudengar bunyi sesuatu jatuh dri Kamar Taemin. Aku masuk saja, dan melihatnya sudah tertidur dilantai.

 

“Appoo~~…”

“Hahahahahaha…….. kau mimpi apa semalam?” tanyaku sambil membantunya berdiri

“Mwo?!”

“Sudahlah lupakan, ayo bangun dan mandi. Aku sedang menyiapkan makanan untukmu”

 

——————————————————————-

 

KEY POV

 

Aku, sedang berjalan sambil melihat-lihat ke sekeliling ku, Aku terkejut saat melihat TAEMIN !. sedang apa dia? Ah berani sekali dia berjalan-jalan di tempat ramai sperti ini. Ini kesempatan bagus aku akan menangkapnya.

Aku melakukan kekuatanku untuk menghampirinya dan aku tau dia terkejut melihatnya menemukannya.

 

“Lama tidak berjumpa Taemin..” ucapku mengeluarkan senyuman devil ku

“Kau…..”

 

~TBC~

 

Waaah maaf yak lo GJ beneran GJ, hehehehe….. seGJ apapun tetep Komentar Ya…. Enggak sabar pengen baca komentar kalian 🙂

 

 

Can I Become A Princess [Part 5 END]

Title : Can I Become a Princess Part 5 [END]

Author : Lee Tae Ri

Main Cast :

  • Lee Jinki
  • Kim Hye Ri

Genre :  R

Length :  Chapter

 

Annyeooong~~~ maaf FF ini lama banget ya lanjutannya… hehehehehehe ,,,  saya liat banyak yg udah nyari FF ini di mesin pencari (?) Mianhae yaaah reader…  Akhirnya FF ini END juga. Kirain bakalan panjang, taunya Cuma sampai segini … hehehehe… habis ini ada Prolognya tpi bakalan saya Protect… Yang mau minta Passwordny sms aja ke no aku disini 085721876612 seratakan alamat FB kalian yah, siapa tau HP ku habis pulsa hehehehe…..Ok deh selamat membaca RCL OK? SILENT READERS GO AWAY ………………

 

Hye Ri POV

 

“Yeobo, jebal…kakiku tdak dpat kugerakkan”

“Jeongmal? Hye ri… Kakimu… kenapa bisa sperti ini?”

“Jebaal ….”

 

Jinki oppa menggendongku dan berlari kearah halaman dimmana ia memarkirkan mobilnya. Ia memasukkan ku ke mobil. Kemudian menancap gas dan pergi menuju rumah sakit. Dia mengeluarkanku dan memasukanku kedalam UGD. Yang terasa saat ini adalah kakiku mati rasa.

 

—————————————————————————————————–

 

2 Minggu Kemudian

 

Ini sudah 2 Minggu semenjak kejadian itu, aku sekarang hanya terduduk di kursi roda. Tidak berguna. Selama 2 Minggu aku tidak banyak bicara juga tidak nafsu makan. Aku hanya terpaku memandang keluar halaman Istana. Ini mengenaskan, aku menitikkan air mataku. Butuh waktu 1 bulan untuk memulihkan kondisiku.

 

“Chagii~ jangan menangis lagi , kata dokter  2 minggu lagi kakimu akan sembuh. Bukan? Ayolah kau mau kita jalan-jalan?” kata jinki dri belakang kursi rodaku dan mengahapus air mataku. Aku tidak menjawab. Aku benar-benar malu, menatapnya sekarang .

 

“Chagi~ bersabarlah…. Aku akan disini menjagamu…” ucapnya sedikit berbisik ditelingaku , kemudian mendorong kursi rodaku pergi.

 

Jinki POV

 

Aku benar-benar sedih melihat keadaan Hye Ri sekarang, dia tidak banyak bicara. Semangatnya yg dulu hilang entah kemana. Aku sedang mendorong kursi rodanya . Ini adalah hari terapinya. Aku akan mengantarkannya . tpi, aku tidak bisa menemaninya terapi hari ini. Ayah, sedang keluar negri dan menyerahkan tugas kerajaan sebagian padaku.

 

“Chagi~ aku mengantarmu sampai sini. Kau tidak apa kan? Ini selfonmu. Telepon aku jika terapimu sudah selesai. Aku akan menjemputmu.”  Ucapku memberhentikan kursi rodanya didepan sebuah pintu  dimana Hye Ri akan melakukan terapinya hari ini.

Dia hanya menganggukan kepalanya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

———————————————————————————–

 

Sebenarnya aku agak khawatir meninggalkannya sendirian tpi, apa yg bisa kulakukan? Aku akan menyuruh pengawal kerajaan untuk menemaninya.

 

————————————————————————————————–

 

HYE RI POV

 

Jam latihan terapi akan dimulai 1 jam lagi. Spertinya hari ini jinki mengantarku terlalu pagi (?) . aku menggerakkan stik di kursi rodaku,  berjalan keluar rumah sakit. Tpi, aku dihadang oleh seorang yeoja dengan  setelan serba hitam. Spertinya dia adalah pengawal kerajaan yg disuruh jinki untuk menjagaku. Aku tidak memperdulikannya aku mendorong tubuhnya  pelan agar dia minggir dari depan  kursi rodaku

 

“Aku disuruh Yang mulia Putra Mahkota untuk menemanimu” katanya mengikutiku

“Aku Tau…”

“Yang Mulia anda akan kemana?” tanyanya lagi

“Terapi dimulai 1 jam Lagi aku ingin berjalan-jalan dahulu”

“Tapi…. Yang Mulia”

“Kalau kau tidak mau ikut aku bisa sendirian” ucapku sambil terus menjalankan Kursi rodaku tanpa menengok kebelakang.

“Baiklah kau ingin kemana yang mulia?”

“Antarkan aku ke Tepi Sungai Han”

“MWO?! Ah, joisunghamnida Yang Mulia”

“Tenang saja kan ada kau, aku tidak akan berbuat nekat”

 

Akhirnya dia setuju dan  mengantarku dengan mobil ke tepi sungai Han. Ia membantuku turun dri mobil dan mempersiapkan kursi rodaku yg disimpannya di bagasi.  Aku kemudian duduk di kursi rodaku dan mengarahkannya ke tepi sungai han.

 

“Yang mulia jangan terlalu dekat… “ ucapku mengejarku dan menyamakn berdirinya disampingku.

“Apa kau merasa repot mengurusiku?” tanyaku tanpa mengaluhkan pandanganku sedikitpun dri pemandangan sungai Han.

“Tentu saja tidak Yang Mulia”

“Jeongmal?”

“Ye Yang Mulia”

“Aku merasa tidak berguna….”

“…………….”

“Bagaimana seorang spertiku bisa menjadi tuanmu? Hahaha “

“Yang Mulia Terapi akan dimulai”

“Biarkan saja… aku bosan menjalani terapi itu”

“Tapi………”

“Kemarikan selfonmu”

“Tapi Yang Mulia.”

“Sudah kemarikan Saja… aku tidak akan merusaknya“

“Baiklah yang Mulia” katanya kemudian dengan ikhlas memberikan selfonnya padaku.

“Aku akan menonaktifkannya. Aku tidak ingin Yang Mulia Putra Mahkota menemukanku” Kataku  kemudian membuka baterai selfon milik pengawal itu dan miiikku.

JINKI POV

 

Aku masih berkutat dengan komputerku. Saart kulirik jam tanganku . Sudah Jam 5 ! Terapi seharusnya sudah usai 1 jam yang lalu. Kenapa dia belum juga meneleponku. AKu mengambil selfonku dan menemukan namanya di dial cepat .

 

“Nomor yang tuju sedang tidak aktif” operator. Kenapa dia mematikan teleponnya?  Aku semakin khawatir dengan keberadaannya sekarang. Aku menelepon pengawal yg kusuruh untuk menjaga Hye Ri. Tpi, sama selfonnya tidak aktif. Apa hye ri yg melakukannya?.

 

Aku berlari kemobilku dan menancap gas menyusuri jalanan Seoul siapa tau aku bisa menemukannya. Ah, tidak aku tau dia dimana.

 

—————————————————————————————————————-

 

AUTHOR POV

 

“Yang Mulia sudah waktunnya pulang…” ucap Pengawal Yeoja dibelakangnya

“Aku mengerti…” kata Hyeri kemudian berusaha membalikkan kursi rodanya menuju mobil saat tiba-tiba

“YANG MULIA MENUNDUK” Teriak pengawal itu

 

DOOR!

 

Suara tembakan berasal dri sebelah kiri, Hyeri menengok dan melihat seorang namja berjalan mengacungkan pistol kearah Mereka.

 

“Kau Permaisuri istana kan? Kenapa kau ada disini?” Tanya si penembak dengan tangan tetap mengacungkan pistolnya

“Aku senang disini….” Kata Hyeri Mengalihkan Pandanganya Kearah sungai Han

“Kau senang disini?” tanyanya agak aneh

“Siapa yg tidak menyukai pemandangan seindah ini?”

“Kukira kau suka pemandangan perkotaan”

“Kau pikir aku menyukainya itu? Hey apa yg kau mau hah? Kau mau membunuhku? bunuh saja aku”

“Apa..? oh kau benar…. Tpi aku akan rugi jika membunuhmu, Polisi akan mengejarku jika mereka tau aku membunuhmu”

“Kau benar.. kalau begitu kau minta tebusan saja” jawaban bodoh keluar dri mulut Hyeri

“Percuma, mereka tetap akan mengejarku”

 

“HYERI” tiba-tiba seorang namja berlari kearah Hyeri. Terkejut dengan teriakan itu, Penembak tdi mengacungkan pistolnya kearah Jinki.

 

“Turunkan pistolmu kumohon” Pinta Hye Ri

“Bunuh aku kalau kau mau tpi jangan sakiti Istriku” ucap jinki. Si penembak itu semakin bingung ia mengarahkan Pistolnya kearah Hyeri kemudian kembali kearah Jinki dan berulang-ulang.

 

“BERHENTI! Hentikan …. Jika tidak aku akan menembak kalian semua” Teriak si penembak itu.

Hye Ri dan Jinki terdiam di tempat mereka .   mreka saling pandang…………

 

“Aku akan melepaskan kalian, asal kalian berjanji tdak akan menangkapku”

“Kami berjanji” ucap jinki. Setelah yakin akan perkataan jinki tdi, si penembak pun berlalu. Meninggalkan jinki dan hye ri yg masih saling pandang.

 

“Pengawal kau pulanglah dulu” ucap jinki berkata pada pengawal hye ri

“Arassou… Yang mulia Putera mahkota”

 

Beberapa menit kemudian , mobil pengawal itu pergi. Sekarang tinggal Jinki dan Hye Ri.. Mereka masih saling pandang. Hari mulai Malam.

 

“Berjalanlah kearahku…” ucap jinki memecah keheningan diantara mereka berdua.

“Mwo?” Tanya Hye Ri heran

“Kenapa kau tidak bisa ?”

“Kau menantangku? Aku bisa… menyebalkan sekali..”

 

Hye Ri POV

 

Aku bangkit dri kursi rodaku, Jinki menantangku untuk berjalan kearahnya. Cukup jauh memang tpi aku tidak akan meneyerah. Aku berjalan

 

1 langkah…. Lancar

2 langkah … tubuhku menjaga keseimbanganku agar tidak terjatuh.

3 langkah… aku terjatuh tpi berusaha  berdiri lagi, Jinki Bahkan tidak bergerak sdikit pun dri tempat nya untuk membantuku berdiri. Benar dia memang menantangku.

 

JINKI POV

 

Langkah ke 3 dia terjatuh, tubuhku bergerak agak maju. Tpi aku mengurungkan niatku.. aku yakin dia bisa. Dengan susah payah dia bangkit dan berjalan lagi kearahku.

 

Langkah ke4 , langkah ke5, 6, 7, 8, 9 ,10 , 11,…….20.

 

BRUG! Dia terjatuh tepat dipelukanku. Aku tersenyum bangga, aku merasa kemejaku basah karena air matanya.

 

“Aku tau kau bisa.. chagiya~” bisikku ditelinganya.  Dia hanya menangis sesenggukan. Aku memeluk tubuhnya hangat. Menciium keningnya.

 

HYE RI POV

 

Aku berhasil, aku berhasil. Sekarang aku tidak perlu lagi menggunakan kursi roda itu, aku bisa berlari  kemana aku mau  Karena Dia, Aku bisa melompat sesukaku Karena Dia… Semua karena Dia. Bahkan Aku sudah dpat berjalan 2 minggu bih awal dri perkiraan dokter, ini semua karena dia. Beruntungnya aku menadapatkan seorang yg menyayangiku sperti dia.

————————————————————————————————————————

 

Kami pulang ke istana, para dayangku terkejut sekaligus senang mehatku sudah bisa kembali berjalan. Mereka sempat menyalahkan diri mereka sendiri, karena kecelakaan High heels itu. Tapi, aku hanya tertawa aku bahkan tdak pernah menyalahkan mereka.

 

JINKI POV ….

 

Aku senang bisa melihatnya tertawa lagi, aku bahkan ingin melihatnya selalu tertawa sperti ini..hmm…. bahagia sekali hidupku bisa menemukan seseorang sperti dia.

 

FLASH BACK

 

JINKI POV

 

Aku kabur lagi dri kerajaan, aku bosan sekali, berada disini. Kemana aku pergi para dayang mengikutiku. Diluar kerajaan pun para pengawal mengikutiku. Aku pergi ketempa kesukaanku. Sungai Han. Aku sampai…. Hehehe aku berdiri dan mengayu-ayunkan tanganku dan hampir terjatuh. Tiba-tiba.

 

“HEY APA YANG KAULAKUKAN?” teriak seorang Namja (?) dri  belakangku, aku menengok kebelakangku dan melihat ternyata seorang Yeoja suaranya sperti seorang namja.

“Hey, percuma kalau kau mau bunuh diri disini…. Kau akan selamat” apa bunh diri? Siapa yg ingin bunuh diri?

“Kau sudah pernah mencobanya ?” tanyaku heran.

“Bukan aku…”

“lalu?” aku semakin penasaran dengan ceritanya

“Tera….” Ucapnya lagi

“Tera? Siapa dia?”

“Kau tidak tau? Ah, benar… kau belum mengenalku… Tera itu kucingku.. hahaha” apa kucingnya sendiri? Bagaimana dia bisa membuangnya ke sungai? Seolah bisa menebak pikiranku dia menjawab.

“Aku, tidak berniat membuangnya.. tpi dia memberontak saat kupeluk jdi aku lepaskan, kemudian dia tercebur. Kukira dia sudah bosan hidup dan ingin mengakhiri hidupnya .. jdi kutinggal saja”

“Hahahahahahaha….” Ini lucu sekali… apa dia sepolos itu?

“Hey, ini bukan lelucon aku serius” katanya dengan wajah serius menatapku

“Kau serius..? hahahahaha” dia serius melakukannya… aku yakin dia benar-benar polos. Aku menyukai gadis ini. Aku menyukai semangatnya

“Aaah… kau ini pasti kau menganggapku yeoja aneh…” katanya tertunduk

“Mianhae… aku tidak bermaksud mengejekmu..” ucapku menghentikan tawaku

“Tidak, kau tidak mengejekku… ah, sudah sore.. aku harus segera pulang… oppa pasti mencariku… annyeoong” katanya kemudian berlari pergi..

“HEEY SIAPA NAMAMU?” Teriakku, aku melihatnya berhenti.

“HYE RI , KIM HYE RI”

 

‘Kim Hye Ri, Kim Hye Ri’ aku mengingat nama itu. Tidak aku harus melakukan sesuatu agar tdak kehilangan dirinya. Aku berlari kearahnya , kemudian berhenti agak jauh drinya.  Cara berjalannya sperti seorang Namja. Akhirnya , aku memutuskan untuk mengikutinya sampai rumah agar tau dimana dia tinggal. Dia sampai, aku menghapal jalan kerumahnya kemudian pulang ke istana.

 

Keesokan Harinya,  seseorang datang ke istana . kata ayah, dia adalah seorang pengusaha hebat di korea namanya Kim Haesuk. Kim? Ah tidak banyak marga kim di Korea . aku menemani ayah, menemuinya.

 

“Kau tau.. aku memiliki seorang putri yg berumur sama denganmu Yang mulia”

“Jeongmal?” ucapku

“Ya, tpi dia kekanak-kanakan sekali. Sifatnya seperti seorang namja”

“Oh…” aku menganggukkan kepalaku

“Iya dia bahkan pernah menceburkan kucingnya kesungai Han, menyuruh anjingnya memakan nasi, memelihara piranha dan ikan koki dalam satu aquarium . hhaaah” mendengar perkataan paman ini aku jadi semakin penasaran.

“Paman, siapa nama anakmu?” tanyaku sudah tdak bsa menahan rasa penasaranku.

”Mwo?! Oh namanya Kim Hye Ri..” dugaanku benar, dia adalah jodohku .

 

——————————————

Paman itu selesai kemudian berpamitan pulang, aku menarik lengan paman itu. Kemudian dia menoleh kearahku.

”Yang Mulia ada apa?”

”Jodohkan aku dengan Putrimu”

Paman, itu berjanji akan memikirkannya, setiap hari aku tdak berhenti mengikuti Hye Ri , Aku tau jadwalnya setiap hari.

Jadi sebenarnya, perjodohanku dengan Hye Ri bisa dibatalkan .

 

FLASHBACK

 

”Yeobo…” Perkataan Hye ri , menyadarkan ku. Aku melihatnya di depanku dengan puppy eyesnya

”Wae?!”

”Kau melamuun..” ucapnya, sekarang kami duduk berdua saja di balkon kamar.

”Kau ini, pertama menyeburkan Kucingmu ke sungai Han, Menyuruh anjingmu makan Nasi, Memelihara Ikan Piranha Dan Koi dalam 1 akuarium, aku meragukan kalau kau ini Yeoja”

”Darimana kau mengetahuinya??”

”Aku tau banyak Tentangmu..”

”Kau curaang , kau tau banyak denganku.. Tpi, aku tdak tau satupun mengenai mu , beritau aku ppalii”

”Shiroo,, kau Harus mencaritahunya sendiri… Hehehehe”

”YAAA kau menyebalkan sekali”

 

Mungkin dia bukan Sosok Princess yg baik bgi tata Kerajaan, But for me she become a princess in my heart.

 

~FIN~

 

Hwaa.. Ending Deh entar ada prolognya niih.. Tpi diprotek Jdi klo mau PWnya Sms Aja ke no aku 085721876612 sertakan juga alamat email atau FB , siapa taU HP ku hbis pulsa dan satu janji harus koment klo enggak , enggak akan dikasih PWnya.. heheheheh.. Ok deh.. Komentar yaa..

Simple Of Love

 (Aku tidak membutuhkan yang lain, hanya kau)

When you ask again, it’s only you

(Ketika kau bartanya lagi, itu hanya kau)

Even if you already have another love

(Sekalipun kau sudah memiliki cinta yang lain)

I can’t forget you, I can’t turn back around

(Aku tak bisa melupakanmu, Aku tak dapat kembali)

[Hwang Min Hyo POV]

Aku memandang sosokmu yang menjulang tinggi di hadapanku. Wajahmu yang rupawan, suaramu yang indah serta senyumanmu yang begitu di gilai oleh kaum hawa membuat seluruh system tubuhku bekerja keras. Kulitmu putih seperti pahatan porselin, rambut pendekmu terjuntai indah menutupi pelipis matamu. Kedua matamu yang terukir bak bulan sabit menambah ketampanan yang di ciptakan Tuhan dengan sempurna.

Continue reading

I am A Lucifer {Part 1}

Title : I am A Lucifer

Author : Lee Tae Ri

Genre : R

Main Cast :

– Lee Taemin SHINee

– Kim Taeyon SNSD

– Kim ‘Key’ Bum SHINee

 

Setelah Melihat Preview-nya Lumayan banyak yg minta maka saya keluarkan Part 1 nya… Oke deh langsung aja , jangan lupa comment yaah..

 

Taeyon POV

 

”MWO?!” Tanyaku terkejut, dia hanya menatapku dingin (?). Apa-apaan dia kita baru bertemu dia sudah mengajakku menikah. Apa dia masih waras?

”Shiro.. Annyeong” kataku melambaikan tanganku kemudian pergi meninggalkannya.

Taemin POV

”Shiro.. Annyeong” Katanya kemudian aku melihatnya berlalu. Aku tdak perlu mengejarnya. Dengan mengetahui namanya saja , aku bisa langsung berada didepannya. Mungkin Kau menolakku sekarang Taeyon, tpi aku tau sebentar lagi kau akan menerima tawaran ku. Karena kita saling membutuhkan… He *evil smile*

 

Taeyon POV

Aku berjalan Gontai memasuki ruangan Dokter,

”Sore Dok”

”Sore.. ”

”Dok, tidak bisakah oprasi Ibu saya ditunda sampai saya mendapatkan Pinjaman?”

”Saya rasa tidak bisa, jika operasi ditunda maka nyawa ibu anda dipertaruhkan”

”Begitu ya? Kalau begitu saya permisi dulu dok”

 

sempat terpikir tawaran Namja aneh tdi, tapi… Aissh apa yg kupikirkan Sudah pasti dia tdak waras. Sekarang bagaimana caranya mendapatkan Pinjaman?…. Hmm..

 

WUUSSSHH  aku merasakan ada angin berhembus dri belakangku, bahkan rambutku sampai terbang(?) , aku menengok dan Namja Tdi..

 

”Kau mau??” tanyanya dengan senyum yg menurutku menawan. Aku tidak menjawab, Aku sedang mempertimbangkan Kewarasan Orang di depanku ini. Akhirnya aku memberanikan diriku untuk bertanya…

”Kau masih Waras kan?” aku melihatnya terkejut, aku takut dia marah. Tpi kemudian Dia tertawa.

”Mwo?! Hahhahahaha Aku? Tentu saja.. Hahaha Kau ini.. Ekhm maaf.. Tentu saja aku masih waras”

”Oh, begitu.. Ya.. Jdi kenapa kau ingin aku menikah dengan mu? Apa kau mencintaiku?”

Mendengar kata-kataku tdi spertinya raut wajahnya berubah menjadi Agak marah.

”Tidak ada kata cinta, dlam diriku” katanya dingin

”begitu yaa… Sayang sekali, kau akan mendapatkan Kebahagiaan jika kau memiliki cinta dalam Hidupmu”

”Itu tdak sebahagia apa yg kau pikirkan” Katanya sambil merenung, kali ini raut wajahnya menjadi Sedih.

”Kau memiliki pengalaman Buruk..”

”Ya.. Kau benar.. Jdi apa kau mau?”

”Aku butuh uang, jadi Aku akan menerimanya”

”Baguslah jika sperti itu, ini uang yg kujanjikan.”

”Gomawo..” Ucapku, ada sedikit rasa penyesalan pada kata-kataku tdi. Tpi, demi ibuku aku rela menikah dengan orang yg tidak mencintaiku sama sekali. Ibu, kuatkanlah dirimu . Aku akan menyelamatkanmu, kehidupan kita akan membaik. Aku berjanji..

 

———————————————

”Benarkah itu ? Kau akan menikah?” tanya ibuku setelah Sadar dri Proses Operasinya. Aku hanya mengangguk, tersenyum dan menitikkan air mataku.

Sementara Taemin hanya berdiri Diam di sebelah ranjang Ibuku.

”Siapa namamu nak?” tanya ibuku pda taemin

”Annyeong Haseyo Lee Taemin Imnida..” Ucapnya seraya mengeluarkan Senyumnya lagi.

”Taemin Kumohon jaga Anakku Taeyon..”

”Ne.. Arassou..”

Aku yakin seyakin yakinnya bahwa dia tidak mengerti . Entah, apa yg terjadi setelah kami menikah nanti.

 

POV End

——————————————

Di TeMpat Lain…

 

”Apa? Kalian tdak dpat menemukannya? Sial.. Bersembunyi dimana dia? Menyebalkan..” Taemin dimana Kau ? Dia pasti sudah mematikan Sinar pelacaknya.

”Key, Bawalah dia Kembali kemari.. Aku yakin kau bisa.”

”Ah.. Tuanku.. Tentu aku akan turun ke bumi dan membawanya padamu..”

”Ya, dia pasti bersembunyi pada seorang Giver”

———————————————

Taeyon POV

 

Ini hari pernikahanku, dia -taemin- sudah berdiri di depan Altar wajahnya terlihat lemah. Aku memandang ibuku yg sedang duduk di kursi roda ia mengusap air matanya dan tersenyum kearahku.

Aku sampai, sekarang aku berdiri Tepat di sampingnya.

”Kau Lee Taemin bersediakah kau menerima Kim Taeyoon sbagai istrimu Bersamanya selalu dalam suka maupun duka?”

”Aku bersedia…” Ucapnya lemah, aku tdak tau kenapa tpi dia terlihat tidak enak badan hari ini.

”Dan kau Kim Taeyoon Bersediakah kau Menerima Lee Taemin Menjadi Suamimu Bersamanya selalu dalam suka maupun duka”    ”Aku..aku..aku bersedia” ucapku sambil menitikkan air mataku

”Pengantin Pria boleh Mencium Pengantin Wanita”

dia menatapku, berjalan perlahan kearahku kemudian mengusap air mataku , dan berbisik di telingaku.

”Jangan menangis ISTRIKU” katanya sambil tersenyum dan kemudian menciumku, aku merasakan bibirnya dingin.

 

———————————————-

Kami sampai di depan sebuah rumah mewah, aku membopong tubuhnya. Ia terjatuh saat berjalan keluar Gereja. Sudah kuduga ia sedang tidak sehat. Kami masuk, rumah ini Indah, Lantai dan dindinganya terbuat dri kayu. Interiornya Pun sempurna. Terdapat 3 Kamar disini. 1 Ruang makan + dapur. 1 Ruang TV. Bahkan ada kebun dibelakang Rumah.

 

”Permisi apa ada orang disini?” kataku, setelah lelah berkeliling aku tdak dpat menemukan seorangpun disini. Apa dia tinggal sendiri? Aku menghampirinya yg sedang tiduran , tubuhnya menggigil kedinginan. Ini gawat. Aku mengambil beberapa selimut dri kamar. Dan mencari beberapa obat tpi nihil aku tdak menemukan satu obat pun.

 

Aku berlari dan menutupi tubuhnya dengan beberapa helai Selimut yg kubawa. Tpi, kurasa sakitnya semakin parah.

”Ayo kita kedokter” ucapku kepadanya

”Ssshirrro, Jebbballl..” ucapnya dengan mulut gemetar. Aku tidak kuat melihatnya aku menangis kemudian memeluknya..

‘Kumohon sembuhlah… Tuhan sembuhkanlah dia’ rintihku dalam Hati.

 

Taemin POV

 

Dia memelukku, sambil menangis. Apa-apaan dia ? Apa dia pikir dengan memelukku, akan menyembuhkanku?. Tpi, ini aneh lama-lama tubuhku kembali hangat, bahkan sekarang aku mulai berkeringat.

”Aku sudah baikkan” Ucapkku kemudian beranjak dri sofa dan meninggalkannya yg masih tersenyum melihat sebuah keajaiban.

Ini aneh dia dapat menyembunyikanku bahkan dpat menyembuhkanku. Siapa dia?

 

————————————–

 

Kami berada di dalam kamar sekarang , aku terduduk dipinggir ranjang menatap keluar jendela. Aku memikirkan ibuku, jam segini biasanya kami nonton TV bersama. Aku sudah menyewa seorang perawat untuk merawat ibuku di rumah. Taemin tdak ingin aku sering bertemu dengan ibuku.

Tiba-tiba seseorang berjalan dan melempar dirinya keatas Ranjang.

”Hey, tidurlah aku tidak ingin memiliki anak denganmu” ucapnya dingin.

DEG ! Entah kenapa hatiku terasa sakit mendengar perkataan itu.

 

————————————————

”Taemin Ireona…” ucapku sambil mengguncangkan Tubuhnya pelan.

”Aah.. Mengganggu saja..” katanya seraya menepis tanganku kasar.

”Mianhae..” Ucapku kemudian pergi keluar kamar.

Aku memandang masakan yg sudah kumasak untuknya. Aku merobek sehelai note kemudian menulis sesuatu disana dan pergi keluar Rumah.

 

———————————————

Taemin POV

 

Aku terbangun karena mencium bau masakan. Aku keluar kamar dan melihat ada makanan tpi tdak menemukan keberadaanya, kemudian aku melihat note yg bertuliskan.

 

”Aku Pergi membeli bahan makanan, aku sudah memasakanmu makanan. Makanlah, aku yakin kau akan lapar saat bangun nanti.”

 

 – Taeyon

 

Begitulah, hah. Dia pergi yah? Baguslah, aku jdi tdak perlu menyembunyikan ketidaksukaan ku padanya. Aku menatap makanan yg sudah dia siapkan padaku. Spertinya lezat. Aku mencicipinya.. Mashitaa…

Taeyon, kau adalah seorang istri yg baik dan berbakat (?). Tpi, kenapa kai menikah dengan Lucifer Spertiku. Itu bukan urusanku.

 

——————————–

Taeyon POV

 

Aku berjalan dengan menenteng sekeresek Belanjaan. Beraat.. Jalanku agak linglung dan..

BRAAKKK !

 

Aku menabrak orang, kenapa sih aku sering sekali menabrak seseorang?!

 

”Mianhae.. Jeongmal Mianhae..” Ucapku seraya membungkuk..

”Ne… Cheon.. Tpi dimana alatnya..”

”Mwo?! Alat apa?”

”warnanya hijau dan ada titik merah ditengahnya.”

”Biar aku bantu cari..” kataku kemudian jongkok dan melihat ke sekeliling..

 

————————————————-

”AnnyeongHaseyo Key Imnida” katanya,

”Key? Siapa nama aslimu?”

”Key”

”Aku tau teman-temanmu memanggilmu sperti itu. Yg aku tanya nama aslimu”

”Key”

”Baiklah, terserah kau saja tdak ingin memberitau nama aslimu”

 

Kami, tdak dapat menemukan benda aneh yg dicari-cari oleh. ‘Key’ nama panggilan yg lucu. Jdi kami memutuskan untuk mengobrol di sebuah cafe.

 

”Apa nama benda yg kaucari ‘key’?”

”Pelacak, sebuah pelacak”

”Mwo?! Pelacak? Aku pernah melihat benda itu di film-film barat yg ku tonton”

”Ooh~” katanya sambil menganggukan kepalanya.

”Jadi, apa yg kau cari dengan pelacak itu?”

”Seorang Lucifer” ucapnya santai

”Mwo?! Lucifer? Mworago?”

”Ahniyoo, kau tdak akan mengerti.”

”Aah~” kataku menganggukan kepalaku.

”Ada sesuatu yg ingin kutanyakan”

”Ehm? Boleh..”

”Jika, seseorang merasakan jantungnya berdebar dengan kencang saat berada disamping seseorang, perasaan apa itu?”

”Itu cinta”

 

——————————–

KEY POV

 

” Itu Cinta ”

 

Apa? Cinta? Sudah lama aku tdak merasakannya. Semenjak aku menjadi seorang ‘Lucifer’ Aku tdak pernah merasakannya lagi. Tpi, ini aneh saat di samping Taeyon perasaan yg hangat sperti dulu kembali lagi.

 

Apa aku mecintainya?! Tidak mungkin seorang Lucifer sperti kami tdak dpat merasakan Cinta lagi. Jdi ini pasti bukan Cinta. Sudah pasti bukan.

 

——————————————

Taeyon POV

 

Hari ini, aku bertemu dengan ‘Key’. Dia mengantarku pulang dengan mobilnya. Jdi aku mengajaknya untuk masuk dan bertemu dengan Taemin. Tpi saat Kami masuk rupanya Taemin tdak ada di rumah.

 

——————————————-

Taemin POV

Aku sampai di depan Pintu rumah, kemudian memencet tombol. Dan seorang yeoja yg sudah kunikahi membukakan pintu untukku. Aku berjalan mengabaikannya , dan betapa terkejutnya aku saat melihat Key ada disini dia menatapku apa dia melihatku? Tidak, dia tidak melihatku. Taeyon Ada disini

 

”Key.. Perkenalkan Ini…” ucap Taeyon

‘ Jangaaann’ batinku

 

TLIT, TLIT, TLIT bunyi apa itu?

 

”Oh apa ini?” tanya Taeyon, sambil mengeluarkan sesuatu dri Saku Jaketnya

”Itu punyaku..” ucap key

”Hahaha… Jdi ini yg kau cari..”

”Tpi kenapa alat ini menyala? Apa dia ada disini?”

”Siapa?”

”Ahniyoo”

 

Itu alat Pelacak untukku, … Bagaimana Ini? Dia berjalan semakin dekat kearahku……… Taeyon Tdak dpat membantuku jika Key menggunakan pelacak.

 

~TBC~

 

Hwwaah Maaf ya klo agak GJ. Buatnya udah malam sih, jdi maklum klo otak saya udah agak error hehehehe… Komentar yaah … *bow*