Angel [Part 1]

Anneyong Haseyo Chingudeul
saya kembali dengan yang baru ^^
Hope You Like It
Happy Reading ^^

 

Cast :

©    Lee Sungmin

©    Lee Hyun Ae

 

we don’t know when love will come

even in the unpredictable time

love will always be there

 

Hujan turun begitu deras di kawasan Apgujeong-do. Terlihat seorang namja berlari, berusaha kabur dari kejaran beberapa orang yang mengejarnya. Namja itu bersembunyi di balik tembok sehingga tak ketauan oleh para pengejar.

Hosh hosh

Namja itu terengah-engah. Dia bersandar pada tembok itu dan terduduk.

“auch” setiap tetesan hujan mengenai bagian tangannya yang terluka karena tak sengaja tertusuk tadi sehingga membuat rasa sakit yang tak tertahankan.

Namja itu tertidur karena kedinginan serta menahan sakit yang ada di tangannya. Beharap hujan segera berhenti.

 

*

 

HyunAe baru saja pulang kerja part time job. HyunAe yang masih kuliah tentu saja membutuhkan uang saku tambahan.

“kenapa hujan hari ini deras sekali?” kata nya kesal. Sambil berjalan ke pintu gerbang rumahnya. Ia melihat seseorang duduk disamping tembok rumahnya tertidur pulas.

“nuguya?” tanya HyunAe sambil memperhatikan namja yang tertidur itu. Ia pun memayungi namja itu dan berusaha membangunkannya.

“Ya! Jangan tidur disini!” katanya sambil mengguncangkan lengan namja itu namun tak kunjung bangun. “ottoke?” tanya HyunAe bingung. HyunAe pun menaruh payungnya di sampingnya, lalu memapah namja itu dan membawa masuk kedalam rumahnya.

 

*

 

-Sungmin Pov-

Argh kepalaku terasa pusing sekali dan mataku juga silau saat ini. tunggu! Dimana aku? Rasanya tadi aku ada di pinggir jalan tadi. Apa aku tertangkap? Ah bahaya ini!

Aku melihat sekelilingku. Aku berada di sebuah kamar dengan cat berwarna oranye muda dengan furniture yang sebagian warnanya berwarna pink mulai dari lemari, dan juga meja didekat ranjang. Entah mengapa aku merasa aman disini.

Pintu kamar tiba-tiba saja terbuka, aku pun memejamkan mataku pura-pura tertidur. Aku mengintip sedikit dan melihat seorang yeoja tengah menaruh semangkuk sup di meja didekat ranjang itu dengan perlahan. Aku mengintip seraya menganalisa yeoja itu.

“kau sudah sadar, oppa” kata yeoja itu. Sepertinya Ia menyadari ku yang sudah bangun daritadi.

“ne” jawab ku sambi berusaha terduduk. namun aku merasakan sakit dibagian tangan kananku saat aku berusaha duduk. Iapun membantuku duduk bersandar.

“apa masih sakit oppa?” tanya yeoja itu.

“sedikit” jawab ku sambil menahan sakit ditangan ku.

“gomawo sudah menolong ku” kata ku sambil tersenyum kepadanya. “boleh ku tau siapa namamu?” tanya ku penasaran.

“Lee HyunAe imnida” kata memperkenalkan diri.

“Lee Sungmin imnida” kata ku memperkenalkan diri kepadanya.

“oppa makan sup dulu ya” katanya sambil mengambil sebuah mangkuk kecil dan menyendok beberapa sendok sup dari mangkuk berukuran sedang. Aku pun berniat mengambil mangkuk itu dari tangannya setelah ia selesai, namun ia malah menjauhkan mangkuk itu dari ku.

“tanganmu masih belum pulih sepenuhnya oppa, biar aku suapi ya” katanya seraya tersenyum kepada ku.

“ayo buka mulutnya oppa. Aaaa” ia pun menyuapi ku makan sup perlahan. Aku merasakan pipiku panas. Bukan karena demam atau sakit, tapi karena malu. Belum pernah aku disuapi seperti ini sejak ku kecil, termasuk ibuku sendiri. Kedua orang tuaku terlalu sibuk dengan urusan pekerjaannya. Kalau aku sakit, hanya pak Lee saja yang mengurusku.

*

 

-Author Pov-

“cheosomianhamnida tuan, ia berhasil lolos” kata seorang namja dengan jas tuxedo hitamnya yang berantakan kepada orang didepannya yang duduk dan mengenakan tuxedo putih.

“kalian ini bagaimana!?” bentak orang dengan tuxedo putih. “masa menangkap bocah seperti itu saja tak bisa!?”

“ahjussi bagaimana ini?” tanya seorang yeoja, memakai gaun merah darah selutut, bagian atasnya tertutup.

“tenang saja ia tak akan jauh dari sini, Micha-ya” jawab namja itu sambil menepuk pundak yeoja yang bernama Micha.

“aku akan membawamu kembali, Lee Sungmin”

 

*

 

“oppa kenapa bisa sampai kesini?” tanya HyunAe yang terduduk di dekat ranjang. Mengenakan kaus pink dan celana pendek putih selutut.

“aku kabur dari rumah, Hyun-ah. Sebelum mereka memaksaku berjalan di pelaminan dengan sih penyihir itu” jawab Sungmin.

“penyihir? Tak ada penyihir didunia ini, oppa” kata HyunAe nenjelaskan. “semua itu hanya ada di dongeng”

“tentu saja ada, HyunAe-ya. Ia telah memberikan mantra kepada seluruh anggota keluarga ku, agar aku bias menikah dengannya” jelas Sungmin yang tidak setuju dengan pendapat HyunAe.

“oppa, ini ada-ada saja” kata HyunAe sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lalu mengangkat nampan yang berisi 2 mangkuk tadi lalu membawanya keluar kamar.

“Hyun-ah boleh aku tinggal ditempat mu sementara?” tanya Sungmin. HyunAe pun menghentikan langkahnya menuju pintu dan berbalik menoleh ke belakang melihat Sungmin.

“tentu saja oppa. Tinggallah selama kau mau, lagipula tanganmu juga masih harus kuobati” jawab HyunAe.

“Gomawo, HyunAe-ya” kata Sungmin sambil tersenyum manis dan mengedipkan mata kanannya kearah HyunAe.

“cheonmaneyo oppa” balas HyunAe sambil tersenyum simpul.

 

*

 

-disisi lain-

Disebuah kamar berbalut warna emas disetiap dindingnya, furnitur yang hampir semuanya terbuat dari perak, seorang yeoja tengah duduk merias dimeja riasnya. Ia menyisir rambut panjangnya didepan cermin. Ia pun tersenyum licik ketika sedang menyisir

rambutnya itu. ia meletakkan sisir itu lalu duduk tegak sambil menatap cermin didepannya.

“bagaimana putriku, Micha, hari ini?” tanya seseorang yang terlihat dari kaca tersebut. Seorang namja menggunakan jubah hitam dengan pakaian didalamnya berwarna hitam.

“baik appa” jawab yeoja yang bernama Micha itu. “appa sendiri?”

“tentu saja appa baik-baik saja” jawab namja yang ternyata adalah appanya Micha. “bagaimana rencanamu, Micha-nie?”

“namja itu kabur appa. Saat ini orang-orang suruhan Lee ahjussi masih sibuk mencarinya” jawab Micha.

“ia satu-satunya yang berhasil tau identitas kita Micha-nie. Jangan sampai ia membocorkannya. Kau ingat apa yang appa bilang waktu itukan?”

“tentu saja appa”

 

“shut their mouth with death”

 

-TBC-

 

otte? mau dilanjutkan?

please leave your comment

 

Kamsahamnida ^^

 

nb : skalian promosi nih

Please Watch This and Support for Dance Competition

Dance Cover

Advertisements

32 thoughts on “Angel [Part 1]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s