This is My Love Story [Oneshot]

Title : This is My Love Story

Author : shineelover14

Main cast : Im Yoona SNSD, Choi Minho SHINee

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Lenght : Oneshot

A/N : FF ini terinspirasi dari kisah cinta author sendiri. Haha .. Curhat colongan deh disini. Mian yagh kalo ceritanya aneh, author udah berusaha sebaik mungkin. Jujur susah banget buat gambarin semua perasaan author disini, karena author memang masih banyak kurangnya. Maafin yagh. Happy reading ajah n mohon commentnya.

 

<><><><><>

Ku tatap gaun pengantin yang akan kukenakan besok. Gaun putih dengan hiasan berlian disetiap bagiannya membuat gaun itu semakin cantik. Ya, besok adalah hari pernikahan ku. Pernikahan ku bersama seorang namja yang aku yakin aku tidak akan pernah menyesal sedikit pun untuk mengabdikan sisa hidup ku bersamanya.

Aku menatap langit-langit kamar ku yang berwarna biru. Pikiran ku menerawang mengingat sebuah kisah cinta yang mungkin tiada akhirnya. Kisah itu berawal ketika aku berumur 13 tahun. Segera ku raih sebuah buku harian berwarna choklat yang selalu tergeletak dengan manis di meja yang berada disisi kanan tempat tidur ku. Kubuka halaman pertamanya. Disana tertulis ..

Im Yoona

Incheon, 14 Januari 1989

This is My Love Story ..

***

Aku tidak pernah menyesal pernah mencintainya ..

Merasakan cinta yang selalu ku bendung dengan penuh rasa takut ..

Sampai kapan pun akan terus mencintainya hingga batas waktu yang tidak pernah ku tentukan ..

Biarlah semua berkata bahwa aku adalah seorang pengecut karna ke egoisan ku ..

Tapi itulah aku yang mencintainya hanya dalam hati ku saja ..

Tak perlu orang lain tau bagaimana tersiksanya aku mencintainya ..

Tak perlu orang lain tau bagaimana aku merasakan cintanya ..

Karena mereka tidak akan pernah mengerti bagaimana aku bahagia yang hanya mencintainya untuk diri ku sendiri ..

<><><><><>

Tgl 16 September 2002

Aku baru saja pindah dari Incheon. Karena urusan bisnis, appa terpaksa membawa ku ikut serta bersama nya ke Seoul. Tadi aku baru saja berkenalan dengan teman baru ku. Namanya Park Hyemi, kami duduk sebangku ia terlihat sangat cantik. Tapi ada yang lebih menarik perhatian ku. Di kelas aku melihat seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Matanya bulat, hidungnya mancung dan bibirnya berwarna pink. Ia terlihat sangat manis sekali. Tapi aku tidak memiliki cukup keberanian untuk berkenalan dengannya …

 

Tgl 19 September 2002

Aku baru tau kalau anak laki-laki itu bernama Minho. Lengkapnya Choi Minho. Aku tau dari Hyemi. Hyemi sering sekali bercerita tentang Minho pada ku. Ia tau banyak tentang Minho karna dulu waktu disekolah dasar mereka bersekolah disekolah yang sama …

 

Tgl 5 Oktober 2002

Hari ini aku sedikit tidak enak badan. Tapi tidak mematahkan semangat ku untuk sekolah. Aku tetap memaksa appa untuk mengantar ku ke sekolah. Aku tidak bisa walau sehari pun tanpa melihatnya. Aku lebih  memilih pergi kesekolah dalam keadaan sekarat sekali pun dari pada harus beristirahat seharian dikamar dan tak bisa melihat senyumnya …

 

Tgl 8 Desember 2002

Besok adalah hari ulangtahunnya. Semalaman aku tidak tidur, aku membuat cake dengan balutan coklat hitan dan putih diatasnya. Tak lupa ku tulis ‘HAPPY BIRTHDAY CHOI MINHO’ dengan lelehan coklat berwarna pink. Aku berharap ia menyukainya.

 

Tgl 9 Desember 2002

Akhirnya tiba juga saat-saat itu. Aku terus saja memandangi sekotak kue yang ku pegang dengan kedua tangan ku. aku menunggunya didepan pintu kelas seusai pelajaran. Ternyata ia ada pelajaran tambahan.

Aku berusaha mengumpulkan semua keberanian ku untuk memberikan kue yang kubuat semalam. Dan tanpa sengaja seseorang menyenggol tubuhku dan seketika kue itu jatuh berhamburan kelantai. Semuanya hancur. Aku hanya bisa meratapinya. Aku menangis seraya berlutut didepan kue yang kubuat tadi. Rasanya semua yang kulakukan sia-sia saja. Akhirnya aku langsung pulang tanpa bertemu dengan Minho. Aku malu sekali harus berhadapan dengannya.

 

Tgl 25 Desember 2002

Merry Christmas ..

Hari ini natal pertama yang ku lewati di Seoul. Aku tak pernah minta banyak pada Tuhan setiap tahunnya, karena aku selalu merasa cukup dengan yang Tuhan berikan pada ku selama ini. Biasanya aku hanya minta kepada Tuhan untuk memberikan kebahagiaan pada eomma yang sudah dipanggil kesisinya lebih awal dari aku dan ayah. Tapi tahun ini berbeda. Aku meminta begitu banyak kepada Tuhan. Aku meminta agar Minho selalu diberi kesehatan, karena aku selalu ingin melihatnya disekolah. Aku juga meminta agar Minho menyadari keberadaan ku. Dan ada satu hal lagi, aku meminta agar kami tak pernah terpisahkan.

 

Tgl 16 April 2004

Hari ini adalah hari kelulusan ku. Semua teman-teman ku merasa sangat bahagia ketika menerima hasil kelulusannya, tapi tidak dengan ku. Aku tidak ingin semuanya berakhir begitu saja. Aku sedih aku tidak bisa melihatnya lagi setelah hari ini. Aku benar-benar sangat takut. Dan hingga detik ini mengapa Tuhan belum memberiku kekuatan dan keberanian untuk sekedar menyapanya. Pernah waktu itu aku berdiri dibelakang Minho, aku berniat menyapanya. Tapi seketika lutut ku melemah dan suara ku tertahan. Aku benar-benar bingung dengan diri ku sendiri. Aku benci! Aku benci dengan diri ku yang begitu pengecut.

 

Tgl 17 Agustus 2004

Seharian ini aku terus saja mengurung diri dikamar, tidak makan, tidak mandi dan tidak bicara kepada siapa pun. Aku marah sekali ke pada appa. Ia mendaftarkan ku di SM Senior High School, padahal aku sangat menginginkan bisa masuk ke Seoul Senior High School karna ku dengar dari Hyemi bahwa Minho akan masuk ke Seoul Senior High School. Aku benar-benar kesal, mengapa orang tua selalu memutuskan sesuatu secara sepihak? Aku benci appa! Andai saja eomma masih hidup, ia pasti sangat mengerti apa yang ku inginkan. Eomma, aku sangat merindukan mu. Appa sangat jahat pada ku.

 

Tgl 19 Agustus 2004

Selama 2 hari aku marah kepada appa, hingga akhirnya mau tidak mau aku harus masuk kesekolah. Awalnya aku malas-malasan datang kesekolah itu tapi ketika aku melihat sosok itu dari kejauhan, sosok yang sangat aku rindukan aku jadi bersemangat untuk terus bersekolah. Appa, terima kasih sudah mendaftarkan ku di SM Senior High School. Aku sangat senang sekali. Maafkan aku sudah membenci appa. Begitu pulang sekolah, aku segera berlari kepelukan appa dan memberinya begitu banyak ciuman. Aku benar-benar sayang appa. Saranghae !

 

Tgl 5 September 2004

Tadi aku menonton Minho bermain basket. Ia benar-benar hebat dan tentu saja membuat ku semakin terpesona akan karismanya. Terekam dengan jelas ketika ia berhasil mencetak 3 point, ia berlari mengelilingi lapangan seraya tersenyum penuh kemenangan. Aku suka sekali melihat senyum itu, sangat suka sekali. Dan seketika itu pula semua gadis-gadis yang menontonya berteriak histeris. Aku benci saat-saat seperti ini. Rasanya semakin banyak saja gadis-gadis yang mengejar-ngejarnya. Lalu bagaimana dengan ku? Aku hanya bisa pasrah merenungi nasib ku.

 

Tgl 19 September 2004

Aku ingin mati saja setelah mengetahui ia memiliki seorang yeojachingu yang berasal dari sekolah lain. Aku menulis dengan penuh linangan air mata. Aku benci gadis itu. Sangat membencinya, dan aku mengutuk hubungan mereka.  Semoga saja hubungan mereka tidak berjalan dengan lancar! Choi Minho, Saranghae ..

 

Tgl 7 Oktober 2004

Hari ini aku janjian dengan Hyemi di sebuah cafe yang terletak disudut mall. Ia benar-benar sangat lamban. Aku mulai kehilangan mood ku. Dan tiba-tiba mata ku tertuju pada sepasang kekasih yang sedang bergandengan tangan. Itu Choi Minho. Oh tuhan, jangan sekarang. Aku tidak siap melihatnya bermesraan dengan wanita lain. Tapi sayangnya semua itu telah terjadi, Minho menggandeng seorang gadis yang sangat cantik sekali. Ia memiliki rambut berwarna hitam bergelombang, wajahnya mungil dan bibirnya sangat tipis. Sepertinya gadis itu adalah tipe idaman Minho. Apa aku harus mengubah warna rambut ku juga??? Tuhan aku bingung ..

 

Tgl 9 Oktober 2004

Akhirnya apa yang kutakutkan terjadi juga. Aku benar-benar mengubah warna rambut serta potongan rambut ku menjadi seperti gadis yang kulihat beberapa hari yang lalu di mall bersama Minho. Aku merubah semuanya demi Minho. Aku tidak perduli apa kata orang nantinya. Tapi beginilah cara ku mencintainya. Hyemi sempat marah dengan keputusan ku karna itu akan membuatku semakin kecewa saja. Karna pada kenyataannya Minho tetap mencintai gadis itu dan bukan aku. Aku memang sungguh sangat egois karna tidak pernah memikirkan hati ku yang sakit karnanya. Karena aku bahagian mencintainya untuk diri ku sendiri.

 

Tgl 9 Desember 2004

Happy Birthday Choi Minho ..

Aku terus menunggunya seharian ini. Aku menunggu saat yang tepat untuk memberikan sebuah tas sport yang kubeli jauh hari sebelumnya. Aku menunggunya hingga sore dan tanpa terasa hari mulai semakin gelap. Ia terus saja memdribel bola baksetnya menuju ring dan melemparnya. Aku mulai kelelahan menunggunya. Dan tak lama ku lihat ia sedang bersiap-siap untuk pulang. Jantung ku semakin berdetak kencang, akhirnya saat-saat yang ku nanti datang juga. Ia melangkah dengan pasti meninggalkan lapangan dan aku mengikutinya dari belakang. Tapi tiba-tiba langkah ku terhenti ketika kulihat seorang gadis berjalan mendekatinya. Gadis itu adalah gadis yang ku lihat di mall beberapa waktu lalu. Gadis itu mengecup pipi Minho lalu memberinya sekotak kue. Minho terlihat sangat bahagia bersama gadis itu. Semakin lama nafasku terasa sesak karna tangisanku yang tak terbendungkan lagi. Aku tidak kuat melihat pemandangan itu, segera aku berlari pulang tanpa memberikan kado yang ku bawa tadi.

 

Tgl 15 Desember 2004

Tak pernah aku bosan memandanginya dari kejauhan. Ia tertawa dengan lepasnya hari ini. Entahlah apa yang membuatnya begitu senang, aku juga ikut tertawa setiap kali ia tertawa. Hahaha .. Mungkin aku sudah gila. Terserahlah teman ku yang lain ingin berkata apa. Aku tak pernah ambil pusing.

Hyemi pernah berkata sesuatu pada ku ..

“Sebaiknya kau cari namja lain saja Yoona~a. Ia tidak pernah menyadari keberadaan mu. Lupakan lah ia. Aku tidak sanggup terus-terusan melihat mu selalu mengaguminya seperti ini. Mencintainya akan membuat mu tersiksa.”

Dan aku menjawab ..

“Aku tidak perduli Hyemi betapa tersiksanya aku ketika mencintainya. Ini cara ku. Aku memang sangat bodoh mencintai namja seperti dia. Tapi aku benar-benar bahagia mencintainya seperti ini.”

 

Tgl 30 Desember 2004

Aku menghitung detik pergantian tahun, tahun ini aku merayakannya bersama teman-teman sekolah. Tentu saja Choi Minho akan datang keperayaan tahun baru ini. Aku sudah mempersiapkan hati ku jika nanti aku melihat hal terburuk didalam hidup ku. Tentu saja hal terburuk itu adalah melihat Minho berciuman dengan gadis lain dihadapan ku. Tapi keberuntungan berpihak pada ku, ia tidak membawa gadis itu. Apa mereka sudah putus? Entahlah aku harus bertanya pada Hyemi.

Satu hal yang tak pernah akan ku lupakan dalam hidup ku, tadi aku berdiri bersebelahan dengan Minho untuk pertama kalinya ketika pertunjukan pesta kembang api. Aku sama sekali tidak memperhatikan jutaan kembang api yang bergemuruh dilangit dengan indahnya, menari-nari di atas awan dan membuat semua mata berdecak kagum. Mata ku hanya fokus ke arahnya. Oh Tuhan, ia benar-benar tampan. Entah kekuatan dari mana yang membuat ku dapat bertahan berdiri berdampingan dengannya.

 

Tgl 14 Januari 2005

Happy Birthday Im Yoona ..

Anniversary ke 16. Selamat ulang tahun Yoona. Hahahaha .. Aku mengucapkan selamat ulang tahun pada diri ku sendiri ketika jam 12 berdentang. Aku segera memohon diberi umur yang panjang agar selama sisa hidup ku nanti, aku akan terus mencintainya tanpa lelah. Saranghae Choi Minho. Tuhan .. Appa .. Eomma .. Aku tidak ingin lagi boneka barbie koleksi terbaru, aku tidak ingin lagi dress mini cantik berwarna pink, aku tidak ingin lagi pergi makan direstoran mahal bersama appa, aku tidak ingin lagi pergi berlibur keluar negeri setiap aku ulang tahun. Tahun ini, aku tidak ingin sesuatu yang mewah. Aku hanya ingin Choi Minho. Itu saja. Dia benar-benar harta yang paling berharga yang pernah ku temukan dalam hidup ku.

Sudah 2 tahun lebih aku mencintainya tanpa ada rasa lelah sedikit pun. Ternyata aku seperti appa yang selalu setia kepada eomma. Hehehe .. Appa, terima kasih karena telah mewariskan kesetiaan yang begitu besar pada ku hingga aku mampu bertahan menanti cintanya hingga detik ini.

 

Tgl 7 Februari 2005

Aku berencana pergi kemall bersana Hyemi. Ia meminta ku menemaninya berbelanja. Ya, beginilah kehidupan wanita-wanita korea. Hahaha ..

Aku cukup bersenang-senang bersama Hyemi. Ia adalah sahabat terbaik yang pernah ku miliki. Saranghae Park Hyemi ..

Oh ya aku lupa, Hyemi menceritakan sesuatu yang sangat membuat ku sangat bahagia. Ternyata Choi Minho telah berpisah dengan gadis itu. Aku tidak tau kapan pastinya dan aku memang tidak mau tau hal itu. Im Yoona, siapkan diri mu.

Tgl 14 Februari 2005

Valentine Day ..

Aku sudah menyiapkan sekotak coklat untuk Minho. Tentu saja semua coklat itu adalah buatan tangan ku. Tadi waktu  istirahat aku menaruh coklat itu di loker nya. Tapi bodohnya, aku tidak meninggalkan sepucuk surat ke dalam coklat itu. Dasar Yoona babo! Lalu bagaiman Minho bisa tahu kalau yang memberi coklat itu adalah aku? Apa aku harus mengatakannya secara langsung? Aaaaiiissssh .. Aku tidak punya keberanian untuk itu. Ottoke?!

 

Tgl 7 April 2005

Tadi Hyemi membawa seseorang kerumah ku. Seorang gadis bernama Shin Hera. Gadis itu cantik. Rambutnya pendek sebahu dengan berwarna coklat gelap dominasi. Ia adalah sahabat Hyemi waktu kecil dan baru pindah ke korea beberapa hari yang lalu. Sebelumnya Hera menetap di Jepang hingga akhirnya ia memutuskan kembali kekorea. Dia anak yang baik. Ku rasa aku akan bersahabat juga denganya. Oh ia, aku lupa kalau Hera sekolah di Seoul Internasional High School. Sekolah elit dan disana banyak anak-anak pejabat yang mendominasi sekolah itu.

 

Tgl 20 Juni 2005

Aku memang baru berkenalan dengan Hera bebarapa bulan yang lalu, tapi hubungan kami sudah seperti kakak adik. Ia sudah seperti seorang eonni bagi ku. Ia sering sekali menginap dirumah ku. Kebetulan kami sama-sama anak tunggal. Beberapa hari yang lalu Hera bercerita kalau dia sedang jatuh cinta dengan seorang namja tampan. Ia bertemu dengan namja itu ketika ia pergi berbelanja ke sebuah mini market. Aku tidak tau apa yang membuatnya jatuh cinta pada namja itu, tapi aku berharap nasib kisah cintanya tidak seperti diri ku karena ku yakin Hera pasti tidak akan sanggup. Hehe ..

Tuhan, tolong bantu Hera mendapatkan cintanya .. Ia benar-benar sahabat terbaik ku ..

 

Tgl 9 Agustus 2005

Hari ini adalah hari ulang tahun Hera yang ke 17. Ia mengundang ku dan Hyemi di acara pesta ulang tahunnya. Awalnya berjalan sangat lancar, hingga akhirnya semua hati ku hancur begitu saja. Kalian tau kenapa? Hera baru saja mengenalkan seorang namja yang sangat ia cintai ke pada ku. Dan tau kah kalian siapa namja itu? Ya, tentu saja Choi Minho. Ia terlihat sangat bahagia bersama Hera, begitu pula dengan Hera yang bahagia bersama Minho.

Aku tak sanggup lagi, dan aku meminta izin pada Hera untuk pulang lebih awal dengan alasan appa menyuruh ku segera pulang. Hyemi mengkhawatirkan ku. Ia juga ikut pulang bersama ku.

Kata Hyemi ..

“Jangan bersedih. Aku tidak tahan melihat air mata mu terus saja mengalir seperti ini karenanya.” Ia berusaha menenangkan ku. Ia memang sahabat terbaik ku, selalu mengerti segala kondisi ku. Aku menangis dalam pelukannya, hati ku benar-benar sakit. Apa lagi setelah ku ketahui laki-laki yang dicintai Hera adalah Minho.

 

Tgl 10 Agustus 2005

Aku mengurung diri dikamar. Lagi-lagi tidak makan, tidak minum, tidak mandi, tidak sekolah dan tidak mau berbicara dengan siapa pun. Aku sadar aku terlalu egois dengan perasaan ku. Aku sadar semua adalah salah ku yang terlalu pengecut. Aku sadar semuanya tidak akan seperti ini jika aku lebih berani memulainya terlebih dahulu. Hera benar-benar sangat beruntung dan Tuhan sangat menyayanginya. Doa ku benar-benar terkabulkan, tapi kenapa semua doa yang panjatkan untuk diri ku sendiri tidak pernah satu pun ada yang terkabulkan. Tuhan benar-benar tidak adil. Tuhan benar-benar tidak mengerti apa mau ku. Tuhan jahat!

 

Tgl 15 Agustus 2005

Kurasa perasaan ku mulai membaik. Tidak lagi menangis, walau pun masih terasa sangat perih dihati ku. Tapi aku mencoba untuk tetap tersenyum. Hera datang kerumah ku hari ini. Ia sangat khawatir pada ku setelah tau kalau sudah 5 hari aku tidak masuk sekolah. Aku menatap matanya, dan dia benar-benar sangat tulus dengan semua rasa sayangnya pada ku.

Hera~ya, maafkan aku yang terlalu egois ..

Maafkan aku ..

Aku bertekat untuk mulai menata hidupku menjadi lebih baik. Dan aku berharap Hera dapat selalu bahagia bersama Minho.

 

Tgl 6 Juni 2006

Lama aku tidak menulis lagi dan menceritaka semua kejadian tentangnya. Aku berusaha mengubur semua perasaan ku padanya, tapi tetap saja tak bisa. Hingga detik ini aku tetap mencintainya. Kurasa tidak salah jika tetap mencintainya secara diam-diam seperti ini. Kuminta Hyemi tidak memberitahukan masalah ini kepada Hera. Cukup aku saja yang mencintainya untuk diri ku sendiri, itu sudah lebih dari cukup.

 

Tgl 12 Juni 2006

Hera mengajak ku dan Hyemi berlibur ke Jeju. Sebenarnya aku malas sekali ikut dengannya, karena ku tau pasti Minho juga akan ikut. Tapi mau bagaimana lagi, mau tak mau aku harus ikut karena seharian kemarin Hera membujuk ku terus menerus.

Aku berharap Tuhan mencabut penglihatan serta pendengaran ku saja saat ini. Aku benar-benar tak tahan melihat dan mendengar mereka berdua bermesraan. Hyemi cuma bisa pasrah melihat semua itu. Ia tau betul bagaimana perasaan ku saat ini.

 

Tgl 13 Juni 2006

Tadi Hera mengataka sesuatu yang membuat aku, Hyemi dan Minho terkejut. Ternyata Hera akan pindah kembali ke Jepang karena appanya sedang di rawat disana. Appanya sedang sakit keras dan memaksanya untuk terus berada didekat appanya. Ternyata liburan ke jeju ini adalah pesta perpisahan untuknya. Aku benar-benar sedih karena setelah hari ini aku tidak akan bertemu Hera lagi. Tak bisa tertawa bersamanya. Dan ia pun tak akan pernah menginap dirumah ku lagi.

Hera .. Aku yakin aku pasti akan merindukan mu .. Saranghae ..

 

Tgl 14 Juni 2006

Sedih. Ternyata sesingkat ini pertemuan ku dengan Hera. Hera, sampai kapan pun aku tidak akan melupakan mu. Jaga diri baik-baik disana. Semoga appamu cepat sembuh.

Tuhan, berikan Hera selalu kebahagiaan. Aku tak ingin ia bersedih karena kehilangan orang yang ia cintai. Berikan selalu ia kekuatan. Aku yakin, kau akan mengabulkan permintaan ku ini kan?

 

Tgl 11 Agustus 2006

Ternyata hari ini hari perpisahan ku dengan teman-teman SMA  sekaligus perpisahan ku dengan Minho. Ya, kami telah lulus setelah menempuh ujian akhir dengan susah payah.  Aku sedih setelah hari ini tak dapat melihatnya lagi. Ku dengar ia akan menyusul Hera ke jepang dan melanjutkan kuliahnya disana. Tak banyak yang ku lakukan. Aku hanya menangis sepanjang pesta perpisahan itu berlangsung. Aku sedih karena harus berpisah dengan Hyemi juga. Ia akan melanjutkan sekolahnya di Belanda. Lalu bagaimana dengan ku? Kurasa aku akan tetap disini. Aku akan dengan setia menunggu mereka kembali ke sini.

Choi Minho, Saranghae .. Maaf aku tak pernah mengatakan perasaan ku yang sebenarnya pada mu. Aku terlalu pengecut. Aku tidak berani berhadapan dengan mu. Aku takut. Benar-benar takut.

Choi Minho, makhluk tertampan yang pernah Tuhan ciptakan. Dan aku Im Yoona makhluk terbodoh yang Tuhan ciptakan karena terus saja mencintai mu.

 

Setelah membaca beberapa lembar kenangan, pandangan ku kini beralih ku sebuah kotak yang cukup besar. Ku buka tutup kotak itu dan kulihat isinya. Di dalam sana terdapat sekotak kue ulang tahun yang telah hancur, sebuah mainan robot,  tas sport berwarna hitam, syal berwarna biru terang hasil rajutan ku, dan sebuah jam tangan.

Semua itu adalah hadiah ulang tahun untuk Minho. Ternyata aku memang pengecut, aku tak berani memberika semua hadiah itu dan malah menyimpannya.

<><><><><> 

Tgl 15 Juni 2011

9 tahun sudah aku bertahan untuk tetap mencintainya tanpa ada rasa lelah sedikit pun dan ku rasa sampai kapan pun aku akan tetap mencintainya. Hahahaha .. Ini gila ..

Oh ya, seseorang sedang menunggu ku saat ini, seorang pria yang tampan yang akan menjadi suami ku .. sebentar lagi aku akan mengikrarkan janji dengan pria itu. Pria yang 2 tahun terakhir ini selalu berada disisi ku.

Tuhan, semoga pernikahan ini abadi seperti rasa cinta ku pada Minho yang tak akan pernah memudar sedikit pun.

 

Setelah menulis beberapa kalimat di buku harian ku, aku memandang bayangan diri ku dikaca. Kau cantik Im Yoona. Benar-benar cantik dengan gaun itu, gumam ku. Setelah ini aku akan memulai hidup baru. Hidup yang lebih nyata dari sebelumnya. Tersenyumlah Yoona, ini adalah hari bahagia mu.

<><><><><> 

Aku sudah berdiri diambang pintu sebuah gereja yang sangat cantik, dengan ornamen-ornamen bergaya romawie disekelilingnya. Ku lihat para tamu sedang menatap ku dengan sumringah.

Perlahan musik iringan mengalun memulai langkah ku memasuki gereja tersebut. Ku pandangi wajah appa ku yang sudah mulai menua disebelah ku. Ia menggenggam tangan ku dengan erat. Appa, aku mencintai mu ..

Akhirnya aku tiba di depan altar pernikahan dan ku lihat namja itu tersenyum ke arah ku. Ia terlihat sangat tampan sekali dengan tuxedo berwarna silvernya. Ia menyambut ku dengan hangat.

Pendeta mulai mengikat janji kami didepan Tuhan dan pada tamu undangan yang ku kira-kira ada sekitar 200 orang yang mengisi setiap baris kursi yang ada digereja ini.

“Baiklah Im Yoona, bersediakah kau menerima pria yang ada disebelah mu ini sebagai suami mu, baik suka mau pun duka?”

“Ne, aku bersedia ..”

“Choi Siwon, bersediakah kau menerima wanita yang ada disebelah mu itu sebagai istri mu, baik susah mau pun sakit?”

“Ne, aku bersedia ..”

“Anda berdua sudah resmi menjadi suami istri ..” ucapan pendeta tadi disambut dengan sorak gembira dari semua tamu undangan yang memenuhi gereja.

Aku tersenyum bahagia. Ia lalu mengecup lembut bibir ku dan berbisik ..

“Saranghae ..”

<><><><><>

Ku rasa sampai kapan pun aku tidak akan mengatakan pada Minho bahwa aku mencintainya. Biarlah ini menjadi rahasia terbesar dalam hidup ku.

THE END

Oke selesai juga akhirnya. Hahahaha .. Ini FF curcol banget. Mian ya reader. PLEASE, DON’T FORGET TO GIVE ME A COMMENT. Mohon jangan jadi SILENT READERS ..

33 thoughts on “This is My Love Story [Oneshot]

  1. ceritanya bagus tapii sayang part pertemuan yoona ma siwon nya kurang terceritakan,akan lbh mnarik lg bisa sedikit dceritakan ttg kisah yoona dan siwon nya,biar kisah yoona ga begitu tragis dgn cinta bertepuk seblah tangannya..heheh,itu pendapat saya…but over all nice story….

  2. hmmm..authorr..dalem banget ceritanyaa..

    aku juga masih nunggu..tapi belum sampai nikah kok..hahahahahaha
    #curcol..

    haa jadi ke inget..

      • xixixixixixi..ga apa thorrr…

        mending authorr masih bisa ngeliat dya..

        nahh aku keburu di tinggalin ke luar kota!!

        hahahahaha..pupus sudah harapan saya..

        #ehh curcol lagii..khkhkhkh

    • hoo iya salam kenal…

      aku chintya..

      tapi punya kenangan indah pas masa smp-sma..saya suka nya pas waktu SD…bisa sih di sebut cinta monyet..tapi dya orang yang pertama kali bisa buat saya jatuh cinta..

      hahahahahahahaha..sampai sekarang belum ketemu lagi..

      terakhir ketemu kita cuman saling tatap muka kaget doank..terus langsung pergi..

      haaa sampai aku bikin story sendiri dh…soalnya suka nulis juga..

      sipp semangat!!!raih cinta yang baru lagi!!!hahahahahaha

    • hahahahaha ayo boleh..bolehh..

      @icha onnie : nah justru itt karna udah lama..waktu itt nulisnya di buku (masih primitif)hahahahaha jadi entah berantah dimana dia sekarang??!!??

  3. hahaha..
    eh..aku manggilnya Chintya eonni yah?aku masih kls 3 SMP soalnya..hehehe..

    kisah aku juga sama kayak kalian ber 2..huhuhu..HIKS!!
    tapi lg berusaha ngelupain sekarang!!ahahaha#sarap!tadi nangis..sekarang ketawa# 😀

    • iya..waahhhh sama kayak adek akuu..hahahaha…

      huuuuu..kayaknya rata-rata pada gitu ya kalo ga berani ngungkapin..

      masalahnya di sini itt rada ga musim cewe nembak duluan..bener ga??

      • ahahaha..iya bener tuh Chintya eonni!!#aku manggil eonni kan?#

        agak gimana gitu kalo kita yang ngungkapin duluan!!
        #halah!bilang aja malu!# 😀

        tapi kita harus bisa lebih baik dari hari kemarin kan? Lupakan yang lalu! Carilah yang baru!#Bahasa apa ini?GAJE#

    • Chintya saeng :

      Mm ..
      Gt .. Napa gak coba buat lagi terus dipublis ..
      Pasti bagus .. (*Hahaha .. Aku nya sok tau ..

      Dinda saeng :

      Curcol yagh ..
      Hehehehe ..

      Emg cerita cinta nag-nag remaja rata-rata kayak gitu deh ..
      Hee ..

      Tapi beda tu ma chingu mbx yang satu itu .. Tau kan yg eonni maksud ..
      Hahahahaha ..

  4. keren chingu.. :DD yang main semuanya bias aku minho, siwon, yoona hahaha.. tapi love story-nya agak tragis yah.. mustinya diceritain dong gimana siwon ketemu yoona

  5. hiks… hiks…. aku sama im yoona disini bener2 senasib, kita cuma sebagai SECRET ADMIRER saja, ga punya keberanian, bahkan bicara sedikitpun juga ga mampu, sediihhhhhh banget 😥

  6. Agak syok bacanya…
    Yoona cantik tapi kok ngenes banget ya..
    gak papa deh yg penting kan sama A’a Siwon hahaha

  7. wah… Seru banget ceritanya…
    Aq jadi ingat masa lalu q yang sama persis kaayak yoona unnie, tapi gak sampai lama baget kayak yoona unnie yang sampek bertahun-tahun…

  8. bru bca..
    sma kyak aq deh nasipnya yoona oenni.
    aq suka am dy sjak kelas 1 SMP ,,ampek skarang aq jga masih suka am dya. brhrap bsa ngelupa,in dya stlah hari kelulusan SMP eh..malah gak twnya skrng satu sekolahan am dya,, kan jadi sulit ngelupain dya # kok malah jadi curhat#aneh.. 🙂
    bagus unni ffnya DAEBAK.. 😉
    pinter bnget sih bkin org inget lagi am si dya.

  9. bru bca..
    sma kyak aq deh nasipnya yoona oenni.
    aq suka am dy sjak kelas 1 SMP ,,ampek skarang aq jga masih suka am dya. brhrap bsa ngelupain dya stlah hari kelulusan SMP eh..malah gak twnya skrng satu sekolahan lagi am dya,, kan jadi sulit ngelupain dya # kok malah jadi curhat#aneh.. 🙂
    bagus unni ffnya DAEBAK.. 😉
    pinter bnget sih bkin org inget lagi am si dya.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s