Mask Party {Part 4}

page

Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Shin Min Ra (you)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Kwang Min, (Boyfriend)
  • Young Min, (Boyfriend)
  • Kang Hyun In. (Min Ra classmate)

Support cast : Member SHINee

Type                : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Annyeong-annyeong…. Author aegyo ini kembali v^_^v *disambut marching band* hehehe maaf ngeposting part 4-nya butuh waktu yang lumayan agak ngga bentar #plak! Mianhe… *bow* BTW, happy reading > leave your comment > give me applause *author penyakit narsisnya kelewatan* I’ll wait for that…😀 <shopping bareng  Key oppa> WELLCOME TO MY 4th FF READER & SILENT READER!!

Author POV.

Min Ra keluar dari kantor kepala sekolah dengan kesadaran yang masih menggantung. Rasa cemas, tidak percaya, gemetar, blank dan shock lebih dominan di pikirannya. Semua yang baru saja terjadi benar-benar seperti petir. Cepat dan mengagetkan. Young Min mengalami kecelakaan tepat di hadapannya, saat ia keluar dari gerbang sekolah menuju supermarket. Ia menggeleng kepalanya cepat setelah duduk di bangku taman untuk menjernihkan bayangan mengerikan tadi.

Bagian tubuh Young Min tampak tidak ada yang terluka karena dia mengenakan jaket, sarung tangan, sepatu dan helm saat mengendarai motornya. Namun Min Ra belum yakin betul Young Min baik-baik saja. Karena bagaimanapun bisa jadi ada dampak pada tubuh Young Min yang terlempar dari atas motornya ketika menabrak tiang neon box. Ia melirik jam tangannya, sekarang sudah pukul 8.10. sejak 30 menit lalu Young Min dilarikan ke RS. Apakah ia akan menjenguknya? Pulang sekolah? Sekarang? Ia ingin segera melihat dan memastikan Young Min baik-baik saja.

Sebuah tepukan mendarat di bahu Min Ra, saat ia mendongak, sebuah senyuman manis yang agak masam tampak di wajahnya, “Ah, hai Kwang Min.” Ujar Min Ra lemas. Bagaimanapun, melihat Kwang Min mengingatkannya pada namja yang kini mungkin sedang berbaring di kamar IGD.

“Hai. Wajahmu kusut sekali, Min Ra-ah”  Kwang Min duduk di sampingnya lalu mengacak – acak rambutnya. Sama seperti yang biasa dilakukan Taemin. Hanya saja momennya berbeda. Taemin mengacak rambut Min Ra saat ia gemas, dan Kwang Min akan mengacak rambut Min Ra bila wajahnya lesu dan tidak bersemangat, seperti saat ini.

“Bagaimana bisa tersenyum cerah saat seperti ini..” Min Ra menghela nafas putus asa.

“Aku mengerti… Pulang sekolah mau ikut aku menjenguknya?” Kwang Min menatapnya dengan wajah innocent.

“Kau…belum ke Rumah Sakit?” Min Ra tampak melebarkan matanya.

“Belum. Tapi eomma dan appa sudah kesana setelah aku mengabari mereka. Aku…tidak bisa bisa melihatnya di IGD. Aku ingin melihat bagaimanapun kondisinya, asal ia sudah berada di ruang rawat inap. Appa sudah menelponku dan mengatakan bahwa Young Min baik-baik saja, tidak ada bagian tubuhnya yang terluka. Hanya masih syok. Jadi dia sudah bisa pindah ke kamar rawat inap sejak jam 8 tadi.” Kwang Min manarik nafas sejenak lalu melanjutkannya, “Jadi mau ke sana bersamaku? Aku yakin kau 1000% khawatir padanya.” Kwang Min berusaha tersenyum.

“Bagaimana bisa tidak khawatir kepada teman sendiri…lagipula… peristiwanya terjadi tepat di hadapanku,” Min Ra tidak menampakkan seulas senyumanpun.

“Sudah, berhentilah galau seperti ini! Hyung 6 menitku baik-baik saja. Aku janji!” Kwang Min menepuk punggung Min Ra agak keras hingga Min Ra hampir terjungkal.

“Hey! Kau mau membuatku terperosok dengan damai di paving??” Min Ra menatap tajam namja yang kini berwajah cerah di sampingnya.

“Baguslah…setidaknya galaumu berkurang…yah, walau aku harus menerima bentakanmu..hehe” ^_^ Kwang Min tersenyum tanpa dosa kearah yeoja yang memandangnya dengan tatapan ‘OMIGAD!!’

“Kau ini…” Min Ra menghela nafas pasrah lalu bangkit, “Ayo kembali ke kelas, dasar anak bandel!” Min Ra berjalan meninggalkan Kwang Min.

“Yya!! Aku ini calon murid teladan semester 2, tau!” Kwang Min menyamai langkahnya 2 detik kemudian.

“Oh ya?! Apa kata guru pendampingmu jika mereka tau  kemari dengan alasan ke kamar kecil?” Min Ra menaikkan 1 alisnya dengan tatapan berbahaya.

“Min Ra-ah~ kau…bagaimana…” Kwang Min melongo mengetahui taktiknya terbongkar.

“Ah…itu permainan lama. Ckckckck aku heran kenapa ‘calon murid teladan 2012’ masih menggunakan trik jadul macam itu xD” Min Ra tersenyum mengejek.

“Aissh… kata-katamu menusuk sekali,” Kwang Min manyun, lalu mengalihkan pandangannya, “Padahal aku berbohong demi menghiburmu.” Ia berjalan menjauh dari Min Ra.

“Ah, bocah ini?!” Min Ra menggumam lalu menyusul Kwang Min, “Okay, mianhe…mianhe…gomawo sudah menghiburku, gomawo sudah meluangkan waktumu, gomawo sudah berbohong demi mencemaskanku, dann gomawo sudah berwajah imut seperti ini untuk membuatku meminta maaf.” ^,^

Min Ra berhenti saat Kwang Min berhenti berjalan. Kwang Min menoleh dengan tampang datar, “Aku selalu imut, yeoja babo!!” lalu ia menjitak Min Ra dan berlari meninggalkan yeoja yang dia jitak dengan cengiran.

“What the…aissh..” Min Ra segera melangkahkan kakinya. Bukan untuk menyusul Kwang Min, tapi untuk segera menuju kelasnya dan mengikuti pelajaran di kelas. Moodnya sudah 87% lebih baik karena namja rambut hitam gila senyum tadi. *sory ya pemuja Kwang Min kalo sebutan buat Kwang Min barusan terkesan sadis, hehehe, peace…*

Young Min POV.

Aku tersadar dari rasa pening yang sangat parah. Duh, badan ini terasa sakit di bagian lengan dan punggung. Aku menginventarisir kedua lengan dan kedua kakiku. Tidak ada yang di gips, diperban, atau di beri kapas. Hey, aku ini korban kecelakaan / sedang istirahat di kamar rumah sakit, sih? Okay, seharusnya aku senang dengan hal ini. Berarti tidak ada hal buruk yang menimpaku karena tidak ada ‘benda asing khas Rumah Sakit’ yang menempel di tubuhku kecuali sebuah infus.

Langkah kedua, aku mencari-cari ponselku. Aku ingin tau berapa banyak sms yang masuk. Berapa banyak orang yang tau kalau aku kecelakaan. Paling penting, ada berapa banyak orang yang mengkhawatirkanku ^_^

~out of script~

Author : Young Min, kamu konsen ke fisik sama rasanya setelah kecelakaan aja deh. Ngga usah aneh-aneh narsis begitu.

Young Min : Eh, suka-suka aku. Kan aku yang kecelakaan.

Author : Iya gue tau. Tapi gaya lo ga Nampak kaya pasien tau. Masa selesai nginventarisir kondisi tubuh bukannya nanya ‘di mana aku’ malah nyari-nyari ponsel?!

Young Min : WOY!! Itu script sinetron jaman kapan?! Gue juga udah faham begitu buka mata lagi ada dimana kalo ada infus dan kondisi tempat tidur sama ruangannya begini?! *oh, pliss kenapa ini author jadul beud* Lo ga ngrasa berdosa amat ya udah bikin gue kecelakaan, masi ngatur-ngatur pula!! Emosi neh!

Author : Lo pikir gue ngga emosi ngadepin actor hyperact macam lo?!

Young Min : Ngga lah. Gue kan selalu merasa imut tanpa dosa manis sepanjang masa. u_u

Author : *lap keringat* OMIGADD…. Yaudah sana balik dah lo. Gue mau lanjutin cerita…

Young Min : Dari tadi juga gue udah mau balik, mau ketemu fans-fans gue yang cantik2 ^^ *dadah2 ke fans*

Author : -.-a suka-suka lo dah…

~end~

*ini motor Young Min*😉


Belum sempat menemukan ponsel, terdengar suara pintu kamar dibuka. Seorang yeoja berpakaian rapi masuk sambil menenteng tas tangan. Dia Hyun In. Aku tersenyum ke arahnya saat ia juga melemparkan sebuah senyuman padaku dan duduk di samping tempat tidurku.

“Hai, bagaimana kondisimu? Baik-baik saja?”

“Ya, sepertinya begitu. Tidak ada gips di mana-mana. Itu baik bukan?” Aku kembali meyakinkan diriku.

“Mm..benar. kau hebat sekali. Kecelakaan tapi tidak terluka sama sekali.” Dia kembali tersenyum.

“Kurasa kecelakaannya yang kurang parah, makanya tidak terjadi apa-apa padaku,” aku sedikit merasa nyeri di punggung, makanya aku meringis, lalu aku kembali bertanya padanya, “Kau kemari dengan siapa?”

“Aku? Oh, dengan Min Ra dan Kwang Min,”

“Kwang Min dan Min Ra?” aku mengernyitkan dahiku,  “Lalu di mana mereka?”

“Oh, mereka masih ke kantin. Kami bertemu appa dan eomma-mu di bawah. Sepertinya mereka akan ke kafetaria juga, makanya Min Ra dan Kwang Min menemani mereka dan menyuruhku duluan ke sini.”

“Oh, begitu…” aku menanggapinya biasa saja.

“Mulai besok kau sudah kembali masuk sekolah?” Hyun In memulai lagi pembicaraan yang sempat terhenti beberapa detik tadi.

“Mm..ya mungkin. Aku tidak tau, aku belum bertemu dengan dokternya.”

Belum sempat Hyun In kembali buka mulut, pintu kamarku sudah terbuka lebih dulu dan eomma masuk duluan kemudian appa dan 2 makhluk yang datang bersama Hyun In.

“Syukurlah, kau sudah sadar Young Min…” eomma memelukku segera.

“Nae~” aku tersenyum memandang wajah eommaku yang sangat lelah dan pasti syok gara-gara insiden ini.

“Kau ini…lain kali hati-hati kalau mengendarai motor…” Kwang Min memukul kakiku dengan keras.

“Aww…apho!” aku reflek menjauhkan kakiku dari jangkauan tangan ibliz itu, “Hyungmu ini baru sadar main pukul saja!”

“Kau membuatku khawatir bagaimana bisa tidak memukulmu!!” dia cemberut.

“Heah, alasanmu memukulku benar-benar tidak masuk akal. Khawatir malah memukul…” Aku tersenyum mengejek.

“Terserah kalau kau tidak percaya!” Ia mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar, “Hyung, aku mau menginap disini. Haha kamarmu mewah sekali untuk ukuran insiden remeh seperti ini.” Ia tersenyum senang *?* dan Nampak kagum.

*Kamar Inap Young Min*

“Hm..remeh ya..remeh…kalau nyawaku tercabut kau baru bilang ini insiden yang hebat?!” Aku menaikkan alis kesal.

“Iya, benar!” Ia kembali menatapku dan memberiku suguhan tampang jujur dan anggukan semangatnya.

“Bagaimana bisa aku memiliki dongsaeng berjiwa ibliz macam kau!” Aku memijit keningku yang terasa pening setelah berdebat singkat dengan makhluk ini.

“Minum ini, setidaknya akan sedikit membantu,” suara berat datang dari arah samping tempat tidur.

Appa menyodorkan sebotol minuman padaku, dan aku tersenyum padanya, “Kamsahamnida, appa.”

“Cheonmaneyo…benar kata Kwang Min. Kau harus hati-hati kalau mengendarai sepeda motor.”

“AAaaarrrrasouuuuu,” aku menjawabnya dengan nada menyeret.

“Kami akan ke ruang perawatan, menanyakan kapan kau boleh pulang dan meminta dokter kemari,” Appa merangkul pundak eomma lalu menatap Kwang Min, “Jaga dia jangan sampai kabur!”

“Hahaha…nae~” Kwang Min tersenyum girang mendengar perkataan Appa. Mereka pikir aku ini pasien RSJ atau narapidana?

“Syukurlah kau tidak apa-apa. Benar-benar bikin sensasi pagi-pagi kau ini!” Suara yeoja kini terdengar di depanku, suara yang sama seperti sebelum aku jatuh pingsan.

“Ah..min Ra ssi…” aku tersenyum kikuk melihatnya, malu memandang yeoja yang menolongku, “gomawo.”

“Mm..itu karena kebetulan aku sedang ada di sana.” Ia tersenyum tipis, “Tapi, keadaanmu benar-benar baik kan?”

“Iya..tenang saja dan percaya padaku..” ^_^

“Ini hal yang sulit dipercaya. Jatuh tergulung-gulung dari motor keadaanmu baik begini…” wajahnya tampak tak percaya.

“Sepertinya kau mengharapkan hal yang sama dengan apa yang diharapkan oleh si ibliz itu baru kau bilang, ‘ini hal yang wajar’ benar begitu kan?” aku menggeleng pasrah.

“Hahaha…aku  0.01% lebih baik dari pada ibliz itu,” kulihat ia menoleh melihat ke arah dongsaeng 6 menitku yang sedang memandang ke luar jendela, melihat-lihat.

“Kau benar-benar sudah terinfeksi olehnya….” Aku mengedarkan pandangan dan melihat Hyun In ssi sedang menata beberapa makanan di meja.

“Kalian beli apa saja hingga meja penuh begitu?” Aku menggaruk-garuk kepala keheranan.

“Apa saja yang enak dan bisa kami beli serta bisa kami bawa kemari,” jawaban cerdas meluncur dari mulut Kwang Min.

“I see…” aku kembali ke tujuan semula, mencari ponsel, “ada yang tau dimana ponselku?”

“Ini bukan?” Hyun In menganggkat sebuah ponsel flip dari atas meja.

“Ya..benar,” aku tersenyum dan mengadahkan tanganku, setelah menerimanya aku segera membuka flipnya penasaran, ‘wow…ada banyak sms dan missed call…banyak yang mengkhawatirkanku ternyata’ batinku. “Gomawo, Hyun In ssi” ^_^ aku tersenyum sebagai ucapan selain terima kasih.

“Cheonma,” ia membalas singkat lalu kembali menata meja bersama Min Ra.

Setengah dari pesan masuk sudah kubuka, seorang dokter dan suster melangkah masuk dan mendekat padaku. Oh..waktunya pengecekan.

Keesokan harinya di SMA Baemyoung…

Min Ra POV.

“Kapan kau kembali?” aku bertanya dengan nada tidak bersemangat, “sekolah jadi sepi rasanya…”

“Hm? Benarkah? Hanya perasaanmu saja mungkin..” Namja di seberang sana malah terkekeh.

“Aku serius.. Hmf, semenjak SHINee  tidak ada di sekolah, suasananya jadi tidak menarik. Kalian bikin MV macam apa sih? Lama sekali..”

“Hahaha…iya-iya aku tau kau merindukanku…MV, itu rahasia! Aku jamin kau mlongo melihat ketampananku disana..” ia berkata dengan penuh percaya diri.

”Sungguh? Kalau aku sampai tidak melongo kau harus menuruti 100 permintaanku,” aku berpura-pura mengancamnya.

“Okay…dan kalau kau melongo aku akan…”

“Tidak ada kesempatan untukmu menyiksaku lagi!” aku segera memutus kalimatnya. Sangat mengerikan kalau sampai ia menentukan hukumannya.

“Uh? Lagi? Aku tidak pernah, eh belum pernah menyiksamu!” Nada bicaranya jadi seperti anak kecil yang tidak diperbolehkan membeli gula-gula.

“Masa kau tidak sadar sudah menyiksaku seminggu penuh dengan kepergianmu ke Jepang?!” aku manyun, walau ia tidak bisa melihatnya.

“Wo…aku hebat ya…hahaha..” terdengar senang sekali orang ini..

“Malah tertawa…oiya, aku sudah sampai di sekolah, kita lanjutkan kalau kau ada waktu luang ya.”

“Mm..pasti. Jaga adik2ku dengan benar, jangan sampai ada yang kecelakaan lagi, ya!”

“Kau  pikir aku babysitter, Taemin-ah?!” nada mengejek keluar dari mulutku.

“Hahaha…just kidding jagi…selamat bersekolah. Saranghae.”

“Nado saranghae,” plik. Teleponku terputus. Kemudian aku melangkahkan kaki keluar dari bis dan bersiap menyebrangi jalan.

Sesampainya di pintu utama aku kembali bertemu dengan si dongsaeng 6 menit, Kwang Min. Ah…apakah di dunia ini hanya ada makhluk ini?! Kenapa aku terus-terusan bertemu dengannya??

“Annyeong!” sapanya ramah.

“Annyeong Kwang Min. Bagaimana kondisi Young Min?” aku tersenyum kearahnya.

“Fine. Dia sudah boleh masuk sekolah hari ini.” Dia tersenyum bangga, “Hebat kan kakakku..”

“Hebat sekali..” aku mengangguk menanggapinya, “Manusia antic seperti dia harusnya tidak perlu dilarikan ke rumah sakit kalau ternyata tidak apa-apa…”

“Yeah..aku harap eomma dan appa menyesal memberikannya kamar VVIP kemarin, haha..” Kwang Min masih saja mengingat kamar mewah yang ditempati oppanya kemarin.

“Wah, benar!! BTW aku ada praktek KIMIA, aku harus segera ke laboratorium. Aku duluan ya Kwang Min. annyeong!” aku melambaikan tangan sebelum berjalan pergi.

“Nae~ Annyeong..” dia balas lambaian tanganku dengan senyuman.

Saat Istirahat…

Author POV.

“Mau kemana Min Ra? Kau tampak buru-buru sekali?”  Hyun In mengamati teman sebangkunya yang berjalan cepat kea rah pintu kelas.

“Ah, aku mau mengembalikan buku ini,” Min Ra menoleh lalu mengangkat sebuah buku paket, “Ke perpus. Kau mau ikut?”

“Mm..tidak terima kasih. Aku mengembalikan bukunya sepulang sekolah saja. Ada beberapa hal yang perlu kucatat dari buku yang kupinjam,” Hyun In menggeleng pelan lalu menatap kepergian Min Ra.

Ia duduk di bangkunya sambil membolak-balik halaman buku paket di atas mejanya, tiba-tiba perutnya terasa lapar. Tanpa pikir panjang ia segera bangkit dari kursi dan berjalan ke luar kelas. Tepat di luar pintu kelas ia melihat Young Min berjalan ke arahnya, “Hai, Young Min! Kau sudah masuk sekolah?”

“Ya, begitulah~ tidak ada hal buruk yang terjadi, makanya aku diperbolehkan kembali masuk sekolah,” ia menengok ke dalam kelas, “Min Ra tidak ada?”

“Dia ke perpus, ada yang mau kau sampaikan?” Hyun In bertanya dengan nada simpatik.

“Tidak..tidak terlalu mendesak kok. Aku mau ke kantin saja. Kalau kau?”

“Ya, kebetulan aku juga mau kesana..”

“Kalau begitu ayo ke kantin bareng,” Young Min menyisipkan sebuah senyum di balik wajah sayunya.

Hyun In mengangguk dan mengikuti Young Min.

*ini kantinnya Baemyong, kira-kira, hehhee*

Sepulang sekolah…Ketika bel pelajaran sudah berakhir…

Kwang Min POV.

Hm…mari kita hitung berapa kali dalam sehari aku bertemu Min Ra ssi? Datang sekolah, istirahat, dan pulang sekolah barusan aku sempat menyapanya sekilas saat di koridor. Apakah sekolah ini yang kurang luas hingga aku bisa bertemu dengan bidadari 1 itu 3x sehari. Sudah seperti jadwal makan saja ==”

Sebelum pulang seperti biasa aku berkemas, dan sebelum aku bangkit dari kursi, aku lihat seisi kelas sudah kosong… alright, walaupun aku artis mereka semua sama dalam memperlakukan teman-temannya. Atau bisa dibilang cuek. Tidak ada yang menyapaku, seperti yang Min Ra / Young Min / Taemin hyung lakukan.. *miris* eum, atau mungkin aku yang terlalu cuek? Entahlah…

Aku mengecek ponsel yang sejak tadi pagi aku nonaktifkan, dan ada 1 pesan dari Young Min hyung diantara 15 message lain <tidak penting>. Isinya : ‘ kau pulang duluan. Aku masih ada urusan. Okay?’

Pertanyaan yang langsung muncul tentu saja , “urusan apa?” tapi aku tidak tertarik mengetahui masalah pribadi para hyungku. Jadi aku balas saja dengan singkat ‘okay.’

Aku sempat melihat ke arah luar jendela kelas yang langsung menghadap lapangan tenis. Setengah yakin aku melihat seseorang berambut pirang duduk di bangku pemain sendirian. Young Min hyung? Sedang apa? Aku tidak tau kenapa merasa tertarik melihat apa yang akan dia lakukan di sana, jadi aku kembali duduk dan memperhatikan hyung dari atas. <kelasku berada di lantai 3>

2 menit berlalu ia tampak sibuk memainkan ponsel dan duduk diam, begitu saja terus, dan tampak tidak bosan. Aku juga, tidak bosan menatapnya. Penasaran. Tiba-tiba kulihat ada seorang yeoja datang mendekat ke arahnya. Dari tas yang ia gendong, sepertinya itu Min Ra ssi. Ku picingkan mata dan…benar! Apa yang mereka bicarakan?

Aku tidak bisa menebak apa yang mereka bicarakan, hanya saja sepertinya suatu hal yang rumit dan serius. Karena mereka tidak sedang tertawa dan guyon. Hal yang mengagetkan adalah ketika Young Min hyung memeluk Min Ra ssi. A…apa – apaan ini? Belum sempat memproses informasi tadi, sudah ada hal lain yang membuatku mengalihkan perhatian. BLITZ dari arah semak-semak yang aku yakin itu kerjaan paparazzi yang membuntuti hyungku. Aku khawatir akan timbul skandal yang akan menyangkut Young Min hyung dan Min Ra ssi. Semoga saja tidak…

Okay, sekian dulu ya readers…..and SR… maaf kalo GEJE….dukung saya terus yaaa… DON’T FORGET TO POST YOUR COMMENT!! *dadah-dadah + kissbye + naik mobil bareng Taemin oppa <?>*

17 thoughts on “Mask Party {Part 4}

  1. Taemin tuh bukan lagi bikin MV
    tapi lagi mojok ama onnie di kandang kuda *???*

    eits kamar rawat inap nya kaya hotel gitu
    meningan tinggal di RS kalo gitu mah dari pada rumah sendiri *parah*

    Kwangmin cemburu ya?
    sini sama aku aja #plak *kakak-adik diembat*

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s