Mask Party {Part 5}

 

 Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Shin Min Ra (you)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Jo Kwang Min, (Boyfriend) 
  • Jo Young Min, (Boyfriend) 
  • Kang Hyun In. (Min Ra classmate)

Support cast : Member SHINee

Type                : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Annyeong haseooooo!!!! Author telat 1 hari dari janjinya T^T *jeongmal mianhe, jangan bakar sayaa (?)* Ada banyak tugas, ulangan, kerja kelompok, xtracurricular yang harus dijalani sebagai murid teladan #ceilaaah sehingga butuh waktu lama, super mega giga lama untuk ngepost. 

 ^_^ HAPPY READING AND DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT!! KALAU ADA IDE, KOMEN, UNEK-UNEK SAMPAIKAN SAJA, OKAY?  

Author POV.

Pandangan Kwang Min seketika teralih kearah datangnya blitz di balik semak-semak. Ia melihat seorang namja  <tapi karena tingginya seukuran seorang ajusshi mari kita sebut saja dia ajusshi> dengan balutan jas panjang hitam + topi baret + sunglasses disana.  Ajusshi tersebut segera memasukkan kameranya ke saku jas lalu mengendap-endap menjauh dari lapangan tenis setelah mengarahkan kameranya beberapa kali ke arah Young Min dan Min Ra.

Kwang Min masih menatap kemana arah ajusshi itu melangkah sambil mencangklong tasnya lalu detik berikutnya ia segera berlari keluar kelas, menuju lift, keluar dari main door lalu menuju pintu gerbang. Tepat saat ia mencapai pintu gerbang, mobil yang ditumpangi ajusshi tersebut melaju pergi dengan kecepatan tinggi hingga menimbulkan decitan panjang. Kwang Min menghentakkan kakinya sekeras mungkin ke lantai lalu berteriak untuk melepaskan rasa kesalnya.

“AARRRGGHHH!!!! Kenapa responku lambat sekali!” Kwang Min menggeram, menyisir rambutnya ke belakang dengan kedua tangannya lalu kembali berteriak. Hingga membuat beberapa siswa lainnya yang berada tak jauh darinya berbisik keheranan. Ia mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat lalu melangkah menuju area parkir, masih dengan perasaan kesalnya. Ia kesal karena ia tidak berhasil menyelamatkan Young Min dari skandal, yang mungkin akan tercipta dalam hitungan detik.

Taemin POV.

Angin segar menerpa wajahku sesaat setelah aku melangkahkan kaki ke anak tangga untuk turun dari pesawat. Akhirnya aku kembali ke korea!! Aku terlalu senang membayangkan akan segera bertemu dengan Min Ra. Hmmm bagaimana keadaannya? Akankah dia berlari menjemputku lalu memelukku dengan erat? *hah…khayalanku berlebihan*

“KOREAAAAA,” teriakku histeris saat kami telah melewati pintu kedatangan sambil membentangkan kedua tanganku selebar-lebarnya.

“Haissh!” seseorang di sisi kananku menyingkirkan lenganku yang dapat kurasakan membentur dadanya, “Jangan seperti anak kecil, Taemin-ah!”

“Mianhe, aku terlalu senang Hyung!” ^_^ aku tersenyum polos untuk meredakan amarahnya. *berhasil/tidak aku tidak mau tau*

“Jezzz…” dia memanyunkan bibirnya lalu memandang ke arah lain dari balik kacamata coklatnya yang terlihat kontras dengan rambut pirangnya.

“Biasalah…kau tau bagaimana rasanya akan bertemu kekasih kan Hyung…seperti itulah yang dirasakan maknae kita ini,” namja berambut coklat tua berjalan sejajar di sisi kiriku tetapi bicara dengan namja di samping kananku dari balik punggungku.

“Aaa hyung! Bicaralah dengan gaya normal, jangan seperti ibu-ibu tukang gossip begitu. Bicara di belakang punggungku,” ucapku datar menanggapi ucapannya.

“Aku mengatakan yang sebenarnya bukan gossip😛 ” ia menjulurkan lidah lau terkekeh.

“Berhentilah bergossip, di depan ada kawanan mencurigakan <baca : fans> jika kalian ingin segera mengistirahatkan punggung kalian dengan damai di dorm lebih lama, bersikaplah normal!”  seseorang di belakang namja kiriku berbicara dengan nada rendah.

“Ne, hyung,” aku merespon singkat.

Namja di sisi kananku hanya mengangguk lalu kembali menatap lurus.

Namja di sisi kiriku manyun dan bicara menghadap kepada namja di belakangnya, “Aku tidak sedang bergossip, aku kan hanya…”

“CHOI MINHO, SHUT UP!!” namja yang sedari tadi memainkan I-Phone meninggikan suaranya, “Please..” lalu nada bicaranya jadi normal kembali.

“…” namja di sampngku langsung mengatupkan kedua bibirnya. “Nae,” ia hanya mengeluarkan sepatah kata sebelum berbalik menghadap ke depan lagi.

“Jonghyun-a..” kudengar suara putus asa dari belakang Minho hyung. Itu suara Onew hyung.

“What?” Jonghyun hyung menanggapinya dengan nada cuek.

“Just now your voice is too loud..” Onew hyung masih terdengar putus asa. Aku masih belum mengerti kenapa.

“Waeyooo??” Jonghyun hyung terdengar tak sabar kini.

“Look at that girlssss” namja di sisi kananku bicara dengan mendesis, dia Key Hyung <umma>

Aku melihat ke arah tatapan matanya, tampak para yeoja dengan… poster, notes, pulpen dan…KAMERA mendekat!!

“Oh, goodness..” erangku.

“My god…” Jonghyun hyung tak kalah merananya denganku.

“Mianhe hyung..” Minho hyung menoleh dengan tatapan bersalah kepada onew hyung.

“Siapkan stamina kalian! Sepertinya kita akan berdiri di sini hingga 30 menit kedepan,” onew hyung tampak melemaskan otot-otot lehernya.

“And they are coming….” Suara key hyung kembali keluar manakala teriakan histeris para yeoja dan derap lari kaki mereka terdengar makin dekat.

“ou nou….” Erang kami bertiga <minho, jonghyun dan aku>

Key POV.

Aku mengambil sekaleng  Pocari Sweat *ngiklan* dari lemari es dan menengguknya habis. Kutebar pandangan ke arah ruang tengah dorm dan tampaklah 4 mayat yang tersebar di sofa.

*ini ruang tengah dorm SHINee*

“Minuuuummm….” Erang Taemin yang bersender di pinggir sofa.

“Nih,” karena wajahnya melas aku reflek menyodorkan sebotol Pocari Sweat dari lemari es.

“Geraaaaahhh…” terdengar suara Minho yang mengibas-ngibaskan tangannya di samping Taemin.

Aku mengatur suhu AC ruangan menjadi lebih dingin, “Bagaimana?”

Minho nyengir dan memberi  tanda OK.

“Lelaaaah sekaliiii…” Jonghyun merenggangkan otot-ototnya.

Aku memberinya alat pijat kaki yang kuambil dari kamar dan meletakkannya di bawah kakinya, “Mungkin ini bisa sedikit merilexkan kakimu hyung.”

“Gomawooooo,” Jonghyun makin menyamankan posisinya.

“Lapaaarrrr….” Suara ini tidak lain dan tidak bukan berasal dari Onew hyung.

“Aku…” baru saja aku berniat memasakkan ayam goreng untuknya, manajer Kim memasuki ruangan dan membawa 5 kantung plastic berisi makanan!! Bagus!!

“Ini untuk Onew,” ucapnya sambil menyodorkan kotak ayam goreng.

“Ini untuk Taemin dan Minho,” ia mengeluarkan 2 box ebikatsu. <admin ga tau makanan kesukaan mereka, jadi admin karang aja dah hahaha>

“dan…untuk Key dan Jonghyun…ini,” 2 box bbq mendarat di tanganku.

“AHHH…ajusshi tidak adil!” 3 namja yang sudah melahap ½ dari kotak makan mereka protes keras. Lalu berdiri hendak merebut 2 box yang ada di pelukanku.

“ANIY! Aku sudah bantu kalian. Biarkan aku makan dengan tenang!” aku menjauhkan 2 box itu dari jangkauan mereka.

“Pelit sekali!” Lagi-lagi mereka kompak ==” kompak menyerangku.

“Terserah……ajusshi gomawo!” ^_^ aku melempar senyum pada Mr. Kim yang sedang sibuk dengan BB Torchnya, ia hanya mengangguk dan kembali berkutat dengan ponselnya, “Kalau mau, minta saja punya Jonghyun hyung.” Ucapku santai sambil meletakkan BOX BBQ Jonghyun di meja.

Yang terjadi? Ah,,, tentu saja mereka menyabet secepat kilat seperti orang kekurangan makan (?) sementara aku segera mengunci diri di kamar untuk menikmati BBQku. Kudengar makian dan suara ribut lainnya dari arah ruang tengah…ah…bodo amat yang penting makananku selamat. \^_^/

>>sore harinya<<

Seusai mandi kulihat Taemin sudah berpakaian rapi dan duduk di sofa ruang TV.

*kondisi ruang TVnya agak messy ya, hahaha*

“Mau kemana kau Taemin-a?” ujarku sambil mengeringkan rambutku dengan handuk dan duduk di sampingnya.

“Oh, hyung.. aku mau pulang ke rumah hari ini. Hari Senin kan kita mulai beraktivitas normal. Makanya untuk 3 hari ini aku ingin menghabiskan waktu bersama keluargaku,” ia tersenyum senang setiap kali menyebut kata keluarga. DIa memang namja yang cinta keluarga.

“Hmmm… bersama keluarga / bersama Min Ra??” aku menyikut bahunya lalu terkekeh.

“Hyuung…aku benar-benar kangen keluargaku…umma, appa, dan 2 kembar gila dance itu,” ia menggeleng-geleng pelan sambil tersenyum.

“Hyungnya saja dance machine, tidak kaget kalau dongsaeng-dongsaengnya gila dance juga,” aku nyengir sesaat lalu, “Bagaimana sekolahmu? Apakah murid Baemyong masih tidak tau tentang hubunganmu dengan Min Ra ssi?”

“Mm…masih sama seperti saat SMP. Dia bersikeras tidak mau aku mengumumkannya. Dia bilang demi karierku,” suaranya memelan. Aku agak susah memahami ini nada kecewa / bagaimana.

“Tujuannya baik, tapi sepertinya kau tidak ingin menyembunyikan hubungan ini dari khalayak umum, begitu maksudmu?” Aku mencoba menebak isi hatinya.

“Ne,” Ia menjawab singkat lalu menghela nafas, “Sejujurnya aku sangat ingin semua mengetahuinya. Karena …” ia berhenti dan menggantungkan kalimatnya.

“Karena apa? Jangan buat aku sesak penasaran!” Aku menepuk bahunya.

-din din din- suara bel dorm SHINee berbunyi. Dengan enggan aku segera melihat ke arah monitor dan tampak 2 namja kembar di depan pintu dorm.

Aku menghela nafas kecewa, Taemin harus segera pergi…

“Taemin-a Lee Twinsmu sudah ada di depan,” ucapku tanpa mengalihkan perhatian dari monitor itu.

“Ne, hyung,” ia bangkit dari sofa, tampak secuil senyuman di wajahnya, “Sampaikan salamku kepada hyung yang lain. Maaf aku tidak pamit kepada mereka satu per satu. Aku akan segera kembali kok.” Kini ia menyunggingkan senyumyang lebih tulus.

“Ok, pasti,” aku mengangguk  lalu menyambar lengannya saat ia selesai mengenakan sepatu dan hendak membuka kenop pintu, “apa alasanmu tadi? Katakana dulu baru kubiarkan kau pergi.”

“Itu…Sejujurnya aku takut ada namja lain yang suka dan menyatakan perasaan padanya,” Ia menunduk lalu kembali mengangkat wajahnya, “Tapi aku percaya dia sosok yang setia, aku sangat mengenalnya.”

“Ternyata…” aku menahan tawa senang. Kukira selama ini Taemin tidak serius berpacaran dnegan Min Ra.

“Ah, sekarang lepaskan lenganku, hyung!” ia menggerakkan lengannya cepat.

“Jangan lupa bawa Min Ra ke acara perayaan MV Juliette kita nanti malam😉 OK?” ucapku sambil  melepaskan lengannya.

“Min Ra? Ok, Semoga saja dia belum ada acara lain..See you hyung,” ia kembali tersenyum sebelum membuka kenop pintu dan memperlihatkan 2 namja identik di baliknya.

“Annyeong Key hyung!” sapa mereka bersdua dengan senyuman khasnya.

“Annyeong YoungKwang!” aku menyapa balik dengan handuk yang masih tersampir di bahuku <dandananku jadi seperti tukang becak saja>

“Kami culik Taemin hyung dulu, ya!” Si pirang nyengir sambil mendorong Taemin menjauh.

“Bawa saja tapi kembalikan dia dengan utuh kemari!” Ucapku santai.

“O’course… kalau masalah itu saja sipil!” namja berambut hitam pekat di sampingnya menjetikkan jari dan tersenyum remeh.

Aku nyengir menanggapinya, “Bagus sekali kalau begitu…”

“Kami pergi dulu, pai-pai!” Lee Twins dengan kompak memberi salam dan segera melesat pergi.

“Ajaib sekali…dance family…” aku menutup pintu dorm lalu menuju sofa dan menonton TV.

-cklek- suara pintu dorm terbuka dan aku reflek menoleh….Taemin (??)

“Ada apa lagi?” tanyaku.

“Tas pakaianku ketinggalan,” ^_^ ia tersenyum tanpa dosa lalu meraih tas yang berada di samping sofa.

“Dasar maknae!” Aku menatapnya hingga ia keluar dari dorm.

“Pai-pai hyung!” ucapnya singkat lalu menutup pintu dorm kembali.

“Pai…” aku hanya geleng-geleng heran. Gerakan dance ia bisa hafal dengan mudahnya, tapi tas pakaian bisa terlupa dengan mudahnya…ckckck.

Min Ra POV.

Saat sedang mencari-cari channel film, aku melihat liputan tentang SHINee yang baru tiba dari Jepan di Bandara Incheon. Mereka di kerubuti fans <yeoja> dan kulihat raut wajah mereka yang masih lelah… Rambut taemin jadi lebih keren dengan model begitu. Hahahaha…dia memang tampan setiap saat menurutku. ^^v

“Min Ra, eomma akan pergi ke acara pernikahan bibimu. Nanti kalau appa telpon bilang eomma sudah berangkat duluan ke sana, arra?” Eomma sudah berdandan dan kini berdiri di sampingku.

“Nae,” aku membalas singkat.

“Kau ada acara sendiri nanti malam?” Eomma merapikan dressnya sekilas.

“Uh? Aku? Sepertinya…” belum selesai kalimatku, ponselku  berbunyi menandakan ada SMS masuk.  “Sebentar, eomma,” lalu kubuka SMS tersebut, dari Taemin :

‘Nanti malam ada acara tidak? Kalau tidak ada aku jemput kau jam 8 PM. Key hyung mengundangmu datang di acara perayaan MV Juliette kami. Bisa?’

Aku tersenyum simpul dan segera mengetik, ‘Aku tidak acara. Baiklah, jam 8 PM😉’

“Dari siapa?” Eomma mengernyit heran melihatku tersenyum sendiri.

“Taemin. Dia mengajakku ke acara perayaan MV Juliette SHINee nanti jam 8 PM,” aku memandang eomma dengan tatapan penuh harap, “boleh eomma?”

“Tentu saja. Sampaikan salam eomma padanya. Akh…eomma harus segera berangkat! Jangan lupa kunci pintunya ya sayang..” Eomma mencium keningku lalu segera menuju pintu dan menyalakan mesin mobil.

>>8.30 PM<<

Mereka mengadakan acara perayaan di sebuah restoran milik keluarga Onew oppa. Menu makanannya jangan ditanya.. Kalau bisa aku sebenarnya ingin mencicipi satu per satu dari menu yang disajikan. Hahaha. Selain member SHINee, produser, manajer dan semua elemen yang berjasa dalam pembuatan MV ini hadir.

Sambil menyantap hidangan, para tamu dibuat terperangah dengan MV Julliet SHINee yang pengaturan effectnya sangat ahli dan membuat MV Jepangnya ratusan kali lebih baik dari MV Koreanya dulu.

“Benarkan apa yang kukatakan…semuanya terperangah!” ujar Taemin di sampingku.

“Nae…nae…nae… kau benar,” aku menanggapinya santai.

“Bagaimana kabarmu sekarang? Sudah lebih baik setelah melihatku disini? Disisimu?” Dia memandangku dalam.

“Milyarann kali jauh lebih baik,” Aku tersenyum manis padanya, lalu detik berikutnya aku merasakan nafasnya di pipiku. Dia menciumku di pipi.

“Nice to know that cause…” ia berhenti sesaat lalu memelukku erat, “I miss you crazily! Here…inside my soul and my heart…” Dia membisikkan kalimat lanjutannya tepat di telingaku.

“Nado..” aku balas memeluknya. Lalu kurasakan pelukannya seidkit meregang, “Taemin-a? kau baik-baik saja?”

“Mm…aku…baik… saja…memangnya kenapa?” Kalimatnya mulai tidak beraturan.

Aku melihat Key dan Jonghyun oppa  melintas dan aku segera memanggil mereka, “Oppa, kemari!”

“Hey, ada apa?” Key oppa melihatku dan Taemin bergantian.

“Taemin? Kau baik-baik saja?” Jonghyun oppa segera menarik Taemin dariku dan memapahnya.

“Aku tidak tau ada apa, dia..beberapa menit yang lalu masih normal,” ujarku apa adanya.

“Apa dia minum sesuatu selain jus?” Jonghyun kembali bertanya, kali ini padaku.

Key oppa sedikit mendekat ke arah Taemin, “Oh, sepertinya dia terlalu banyak minum soju. Sebaiknya ia segera pulang.”

“Biar aku saja yang mengantarnya pulang, dia tadi membawa mobil kemari,” kataku, “Jjong oppa tolong bantu bawa Taemin ke dalam mobil ya.”

“Nae,” Jonghyun mulai memapah Taemin menuju pintu belakang ke tempat parkir, Key oppa juga membantunya memapah Taemin.

15 menit kemudian aku sudah tiba di garasi keluarga Lee.

*kediaman Keluarga LEE*

Aku menelpon Kwang Min dan memintanya ke garasi bersama Young Min untuk membantuku membawa Taemin masuk. Taemin masih tertidur di jok depan.

3 menit kemudian mereka tiba dan segera memapah Taemin masuk, aku mengikuti dari belakang.

Sesaat tadi aku melihat Young Min tampak kaget melihat kehadiranku yang membawa Taemin, atau hanya perasaanku?

Young Min POV.

SREK! Kututup buku tugasku dengan keras. AKHIRNYA!! Tugas kimiaku selesai juga sejak 30 menit lalu. Aku turun ke dapur untuk mengambil air mineral. Tiba-tiba Kwang Min menuruni tangga dengan buru-buru.

“Hey, mau kemana kau?” Tanyaku sambil keluar dari dapur.

“Ah..” dia sudah hampir mencapai pintu garasi lalu kembali ke arahku, “Taemin hyung…dia mabuk. Sekarang Min Ra ssi ada di garasi dengannya, dia yang menganta Taemin hyung pulang.”

“Sungguh? Min Ra ssi? Kau tidak sedang bercanda?” Aku mengerutkan kedua alisku.

“Barusan dia menelponku dan aku mencarimu di kamar tapi kau tidak ada, makanya aku segera akan menuju garasi. Ayo cepat!” dia segera berlari ke arah garasi.

“…” aku menyusul Young Min dan apa yang dikatakannya benar. Yeoja bernama Min Ra itu sedang membuka pintu mobil Taemin hyung dan member akses untuk Kwang Min memapah hyung.

“YYA! Jangan hanya diam saja disana! Bantu aku!” Kwang Min berteriak setelah berhasil mengeluarkan hyung dari dalam mobil, dan aku membantunya membawa hyung masuk menuju kamarnya.

“Min Ra ssi, tolong rapikan sedikit ranjang Taemin hyung,” ucapku spontan melihat kasur ‘mini’ Taemin hyung yang selimutnya tak berentuk diatasnya.

*ini tempat tidur mini Taemin*

“Nae,” ujarnya lalu menyingkirkan selimut itu dari sana. Baru setelah Taemin hyung dibaringkan ia menyelimutinya.

“Bajunya tidak kotor, jadi tidak perlu diganti. Lagipula ia memakai kaos yang lumayan santai dan longgar,” sambungnya kemudian, “BTW, kenapa rumah ini sepi sekali?”

“Eomma dan Appa masi di New York. Besok mereka akan tiba di Seoul,” ujar Kwang Min.

“Oh..kalian sudah makan malam?” tanyanya lagi.

Belum sempat kami menjawab, perut kami sudah beraksi lebih dulu mendenar kata ‘makan malam’.

Ia terkekeh sejenak lalu berkata, “Aku akan masakkan kalian untuk makan malam. Tolong jaga Taemin ya.”

“OK, thanks Min Ra ssi,” balasku.

“Urwel ;)” lalu ia segera keluar dari kamar Taemin hyung.

“Taemin hyung aneh sekali…biasanya tidak pernah mabuk seperti ini,” gumamku.

“Iya, mungkin ia masih terlalu lelah dari acara pembuatan MV itu,” sambung Kwang Min.

Author POV.

15 menit kemudian Lee Twins sudah selesai makan malam, sementara Min Ra menunggu di ruang TV.

*Ruang TV keluarga LEE*

“Min Ra ssi… aku ingin bicara sebentar denganmu. Bisa?” wajah Kwang Min muncul dari pintu penghubung ruang TV dan ruang santai.

“Ok, tidak masalah,” Min Ra berdiri melangkah mengikuti arah Kwang Min.

“Saeng, aku akan melihat kondisi Taemin hyung dulu,” ucap Young Min ketika Kwang Min dan Min Ra akan menaiki tangga.

“Jangan lupa bawakan hyung minum,” Kwang Min menatap Young Min yang memasuki  kamar Taemin, lalu melanjutkan jalannya.

Mereka tiba di atap tempat keluarga LEE biasanya menghabiskan waktu untuk ngobrol santai.

*Here is it!*

“Apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Min Ra sambil duduk di sebuah kursi.

“Maaf kalau agak mencampuri urusan pribadimu. Tapi ini sangat penting,” Kwang Min menarik nafas lalu menghembuskannya penuh arti, “Apakah kau menemui Young Min hyung sepulang sekolah tadi?”

Min Ra menatap wajah Kwngmin yang tampak serius, “Ya, dari mana kau tau?”

“Apa yang kalian bicarakan?” Kwang Min balik bertanya.

“Itu..Young Min…mengatakan sesuatu yang mengejutkan padaku..” Min Ra kini terlihat sedih.

“Mengatakan sesuatu? Apa hal itu…” Kwang Min menatap Min Ra penuh selidik.

“Dia menyatakan perasaannya padaku,” kini wajah Min Ra benar-benar tampak kecewa.

“Ah..benar dugaanku,” Kwang Min menatap menengadah ke langit.

“Kau bagaimana bisa tau?” Min Ra menatap namja di hadapannya dengan heran.

“Aku melihat kalian bertemu di lapangan tenis dari kelasku. Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan, tetapi  saat itu Young Min hyung memelukmu dan aku langsung bisa menebak apa yang terjadi,” Kwang Min menatap Min Ra dengan tatapan datar, “Dan kau…akan menolaknya kan? Itu sebabnya raut wajahmu kecewa dan sedih juga bingung?”

“…entahlah…” Min Ra menunduk lemas, “Aku tidak sanggup jika mengatakannya,”

“Kau akan menduakan Taemin hyung dengan dongsangnya sendiri?” Kwang Min kembali buka mulut.

“AKU TIDAK PERNAH MEMPUNYAI PIKIRAN SEPERTI ITU!!” Min Ra mempertegas nadanya, “maaf, nadaku terlalu keras. Aku..aku hanya tidak sanggup melihat wajah Young Min yang akan kutolak,”

“Lakukanlah… Taemin hyung sangat mencintaimu dan Young Min hyung akan bisa mengerti alasanmu menolaknya,” Kwang Min memijit kepalanya, “Aku bukan konsultan cinta yang bijak. Itu hanya usulanku. Lakukanlah yang paling baik menurutmu. Aku percaya padamu speenuhnya Min Ra ssi” ^_^ setelah sekian lama berbincang, baru kali ini Kwang Min menampakkan senyumannya.

“Nae. Pasti…” masih ada nada ragu dan bingung di dalam kata-kata yang diucapkan oleh Min Ra.

“Sudah malam,” Kwang Min melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 9.25 PM “Kuantar kau pulang, ayo!” Kwang Min bangkit dari duduknya dan berjalan menuju tangga.

“Tidak usah. Aku akan panggil TAXI saja,” Min Ra mengeluarkan ponselnya akan menghubungi TAXI.

Kwang Min menghentikan langkahnya dan kembali menghadap Min Ra, “membahayakan untuk seorang wanita malam-malam begini naik TAXI. Karena ada jasa antar gratis yang terpecaya keselamatannya kenapa tidak kau manfaatkan saja?” ujar Kwang Min sambil mengedipkan matanya.

“Aish…baik-baik…berhentilah berakting cute seperti itu!” Min Ra mengikuti langkah Kwang Min menuruni tangga.

Sesampainya di ruang TV Min Ra berpapasan dengan Young Min yang hanya memandangnya dingin, lalu Young Min memberikan kunci mobil pada Kwang Min, “Antar Min Ra pulang. Barusan sudah aku panaskan mesinnya.”

Setelah memberikan kunci mobil itu, Young Min segera melesat masuk ke kamarnya tanpa berbicara sepatah kata pun pada Min Ra.

“Ada apa dengannya?” tanya Min Ra heran.

“Entahlah…mungkin dia lagi ngantuk,” jawab Kwang Min sambil mengendikkan bahunya.

>> sesampainya di rumah keluarga SHIN <<

“Gomawo, Kwang Min-ah…” Min Ra membungkukkan badannya setelah keluar dari mobil.

Kwang Min juga keluar dari mobil namun tetap di dekat pintu kemudi, “Nae, cheonma. Aku yang harusnya lebih banyak berterima kasih. Terima kasih sudah mengantarkan Taemin hyung dengan selamat dan juga, terima kasih atas dinnernya yang sangat enak!”

*Mobil Pribadi Kwang Min*

“Hahaha…itu makanan sederhana, makanan yang mudah dimasak. Baiklah..aku masuk dulu ya. Hati-hati di jalan, Kwang Min. Bye…” Min Ra tersenyum pada Kwang Min.

“Bye…”Kwang Min masuk ke dalam mobilnya lalu melihat Min Ra menutup pagar rumahnya brulah ia pergi melesat kembali ke rumah.

>> PAGI HARINYAA <<

Minho  POV.

“Wah..aku tidak menyangka dia mengincar ke-3 nya..”

“Astaga…maruk sekali dia…memangnya dia pikir dia siapa?”

“Masuk akal sih..karena ke-3 bersaudara itu memang sama-sama tampan.”

“Tapi kan…tidak harus semuanya diembat..”

IIIssssh…apa sih yang mereka bicarakan?! Kenapa membuat telinga sumpek saja… Aku menerobos kerumunan yeoja yang berada di depan LCD TV saluran sekolah <school trend news> dan aku terkejut melihat info yang diulang-ulang pagi ini.

  1. Ada foto Min Ra ssi yang sedang ngobrol dengan Taemin saat Mask Party awal tahun ajaran baru lalu.
  2. Kemudian foto Min Ra yang sedang dipeluk oleh Young Min di kursi pemain lapangan tennis.
  3. Terakhir adalah foto Min Ra di luar rumahnya sedang berbicara dengan Kwang Min yang berada di samping mobilnya.

Astaga…HEADLINEnya juga tak kalah mengejutkan “Shin Min Ra Diantara Cinta 3 Bersaudara” parody macam apa ini…

Bagaimana kalau Taemin sampai tau? Bagaimana kalau dia salah paham? Aku harus menjelaskan padanya kalau ini pasti kerjaan paparazzi yang membuatnya seolah-olah Min Ra mengincar Ke2 dongsaeng Taemin.

Saat akan berbalik pergi, sebuah tepukan mendarat di bahuku.

“Annyeong hyung! Kau…”

Aku menatap siapa yang menepuk bahuku dan aku mendapati Taemin sedang diam menatap layar LCD TV dan tangannya masih berada di bahuku.

Tiba-tiba semua scenario yang kusiapkan untuk menghalau dia berfikir macam-macam tentang Min Ra ssi hilang!

Akh…Taemin!! Kumohon tetaplah percaya kepada Min Ra ssi!! >,<

TO BE CONTNUE ….

SABAR YA NUNGGU PART 5nya ^_^ *dadah2 naik ferrarri bareng Jonghyun (?)* DON’T FORGET TO LEAVE YOUR IDEA/INSPIRATION/COMMENT HERE!!

19 thoughts on “Mask Party {Part 5}

  1. Cheonma ^.u
    G sbr pngen bca klanjutan.x ^.u
    Pke acara to be continued sgala,
    Haha ^^
    Ksian youngmin . .
    Sma hyun in az, min ra kan udh pux taemin . .
    Haha ^.u

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s