Mask Party {Part 7} =END=

page

Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Shin Min Ra (you)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Kwang Min, (Boyfriend)
  • Young Min, (Boyfriend)
  • Kang Hyun In. (Min Ra classmate)

Support cast : Member SHINee

Type                : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Annyeoooooooong!! Sebagai bonus dan permintaan maaf karena FF part 6nya ngaret sampe hampir 1 bulan…maka chapter 7nya author keluarin selisih ngga sampe seminggu,, AYO TEPUK TANGAN YANG MERIAH BUAT KERJA KERAS AUTHORRR *narsisnya kumat!!* \^_^/ anda suka? ALHAMDULILLAH…hehehe…TINGGALKAN JEJAK/KOMEN/UNEK-UNEK/PENDAPAT!! OKAY?? Author mau bikin graffiti dulu ya sama Jo Twins (??) 😀

Author POV.

Min Ra yang terkejut dengan kehadiran Taemin di depan kelas Youngmin segera berlari keluar kelas menghampiri Taemin, segera setelah Youngmin melepaskan tangannya dari bahu Min Ra. Min Ra terdiam menatap namja di hadapannya yang juga terdiam kaget.

“Taemin…kau..” Min Ra hanya mengatakannya dengan nada yang lirih, kekuatannya serasa lenyap seketika ketika ia menyadari apa yang mungkin sedang dipikirkan oleh Taemin kini. Kepala Min Ra tertunduk lemas dan matanya terpejam pasrah.

Tangan kanan Taemin tergerak mendekati wajah Min Ra dan mendarat di pipi kanannya. Taemin mengelusnya pelan, “Hai, apa kabarmu? Aku sangat merindukanmu karena seharian ini aku tidak bisa menemuimu…”

Kepala Min Ra spontan terangkat mendengar kata-kata Taemin, ia menatap tak percaya namja chingunya. Bagaimana bisa semua yang ia kira salah besar??

“Hyung!!” terdengar suara derap langkah kaki dari belakang Taemin, Taemin menoleh dan mendapati Kwangmin berjalan mendekat, “Kau..Oh. Annyeong Min Ra ssi..” Kwangmin menyapa Min Ra dengan ceria.

“Hyung, aku…” terdengar suara lain dari dalam kelas, dan muncullah seorang namja berambut pirang, Youngmin.

“Kenapa wajahmu pucat? Kau tidak enak badan?” Taemin tidak memperdulikan kedua dongsaengnya dan malah menatap wajah Min Ra dengan seksama.

“A..Aniyo..aku baik-baik saja. Aku hanya terkejut melihatmu di depan pintu tiba-tiba,” ujar Min Ra setelah ia merasa mendapatkan kembali kekuatannya.

“Ah~ maafkan aku, aku berencana pulang bareng mereka berdua, makanya aku mampir ke kelas Youngmin,” Taemin tersenyum lembut dan mengacak rambut Min Ra.

“Hyung, jangan berpikiran yang aneh-aneh… aku dan Min Ra hanya melihat isi memory card yang ditemukan oleh Min Ra ssi. Dan…” belum selesai Youngmin menjelaskan, tiba-tiba Min Ra mengintrupsinya.

“Ternyata memory card itu milik temanku. Disana terdapat hasil jepretannya di kontes foto bulan July lalu. Sepertinya ia tidak sengaja menjatuhkannya.” Min Ra mengacungkan sebuah memory card di tangannya.

“Ceroboh sekali dia..” ujar Taemin singkat.

“Ya, dia memang mendekati tipe yeoja clumsy, hehehe..” Min Ra tersenyum tipis untuk menutupi ekspresi khawatirnya.

“Min Ra ssi, kau tidak apa-apa kan? Apakah ada teman sekelasmu yang berlaku jahat padamu semenjak adanya foto-foto di Headline School?” Kwangmin kini sudah berada di sisi Taemin.

“Untungnya tidak ada…semuanya seperti biasanya..kurasa,” terdengar nada keraguan diantara kalimat Min Ra.

“Kau yakin?” Taemin mengelus rambut Min Ra.

“Nae~ mereka teman – temanku yang baik kok, Oppa tenang saja,” Min Ra kembali tersenyum.

Disampingnya, Youngmin agak tersentak mendengar kata-kata ‘teman-temanku yang baik’ dari mulut Min Ra. Ia kembali teringat dengan isi memory card tersebut, perasaannya jadi tak menentu. Tiba-tiba saja ia berkata, “Hyung, kau antarkan saja Min Ra ssi pulang. Aku akan pulang bareng Kwangmin saja.”

“Hm? Sungguh? Hari ini kita hanya membawa mobilmu saja kan?” Taemin menaikkan satu alisnya.

“Ne..tapi appa baru saja menghubungiku, beliau bilang ia sudah di depan untuk menjemput kita,” Youngmin merogoh saku celananya dan memberikan sebuah kunci mobil pada Taemin, “Tadi aku dengar kau kangen pada Min Ra, kan? Ajak dia jalan-jalan dulu sebelum kau mengantarkannya pulang.”

“Mwo..appa menjemput kita? Bagaimana bisa?” Taemin jadi 2x lebih bingung dengan perkataan Youngmin.

“Appa dan umma sudah tiba di Seoul sejak 3 hari yang lalu, namun mereka menginap di hotel karena masih ada meeting yang harus dilaksanakan,” Youngmin tersenyum simpul, “Nanti biar aku yang bilangkan kepada appa kemana kau pergi, sekarang bergegaslah!!” Youngmin segera mendorong Taemin dan Min Ra menjauh.

Sebenarnya Taemin masih bingung, tapi..ia menurti saja apa yang dikatakan dongsaengnya. Lumayan juga kesempatan jalan-jalan dengan mobil mewah, bersama Min Ra lagi!

Detik berikutnya setelah Taemin dan Min Ra menghilang dibalik pintu lift Kwangmin menoleh tak percaya pada Youngmin, “Benarkah apa yang barusan kau katakana itu?”

“Apa? Yang mana?” Youngmin menatap balik kembarannya dengan tatapan tanpa dosa.

“YANG BARUSAN KAU KATAKAN, HYUNG!! Benarkah umma dan appa sudah pulang sejak 3 hari lalu dan kini appa sedang menunggu di luar menjemput kita?” Kwangmin menahan emosinya yang separuh sudah ia ledakkan.

Youngmin tersenyum polos, dan Kwangmin tau arti dari semua ini, “Tidak. Semuanya bohong!! Hahahaha, ” Youngmin tertawa senang dan kembali masuk ke kelasnya.

Di belakangnya Kwangmin berdiri dengan ekspresi wajah, ‘WHAT THE..’ lalu ia memasuki kelas Youngmin, “Lalu apa maksudmu mengatakan hal itu?? Kau tidak memikirkan bagaimana caranya kita pulang? Hanya mobilmu yang dapat kita gunakan saat ini, BABO!!” Kwangmin mencak-mencak di tempat.

“YA!! Aku hanya ingin memberikan waktu untuk mereka berdua bersama.. kau juga tau kan kalau mereka itu pasangan yang kere waktu untuk ketemuan,” Youngmin bergerak membereskan netbooknya, “Kalau masalah pulang, aku punya cukup uang untuk kita naik taksi sampai ke rumah, kok. Tenang saja…”

“Issh” Kwangmin mendesis kesal atas kelakuan Youngmin. ‘AARGH apa dia salah makan hari ini?!’ gumamnya dalam hati.

“Dan ada lagi 1 hal penting yang membuatku meminjamkan mobilku pada Taemin hyung…” Youngmin tersenyum jahil.

“Hm? Apa?” Kwangmin tampak tak antusias menanggapi ucapan Youngmin, namun ia penasaran.

“Itu…” Youngmin tersenyum penuh arti.

Taemin POV.

‘Argh, dasar dongsaeng tengil!’ umpatku dalam hati ketika aku menginjakkan kaki di garasi rumah setelah turun dari Volvo s60 milik Youngmin.

Aku  memasuki rumah dengan langkah yang kuseret, lalu aku membanting kunci di meja makan dan  beranjak mengambil air putih dari dalam kulkas.

*Ruang makan Rumah Lee’s Family*

Crriiiing..terdengar bunyi kunci mobil yang dipungut lalu dimainkan, otomatis aku menoleh ke sumber suara…dan aku menemukan sosok yang sangat ingin ku jitak hari ini, Youngmin!

Dihadapanku ia berdiri sambil nyengir senang dan memainkan kunci mobilnya, “Bagaimana jalan-jalannya hyung? Menyenangkan?” ia tersenyum sambil menahan tawa saat aku berjalan mendekat.

“Sangat menyenangkan! Tapi pasti lebih menyenangkan buatmu karena aku mengisikan bensinmu, ya kan?!” Aku meletakkan gelasku di meja makan dan menatapnya datar.

‘BLETAK’ sebuah jitakan super keras berhasil kudaratkan di kepala Youngmin dan ia meringis kesakitan, “AWW… Hyung..apho..”

“Itu hukuman karena mengerjaiku! Dasar tengil!” aku beranjak meninggalkan ruang makan.

“Tapi kan aku sudah berbaik hati meminjamimu mobil…” ia masih mengelus-elus kepalanya.

Aku nyengir kesal, “Ya aku tau..dan terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk mengisikan bensinmu yang mirisss hingga full tank,” kuusahakan agar nadaku semencibir-cibirnya.

Tapi apa tanggapan dari Youngmin? Ia malah makin nyengir kegirangan, “Benarkah? Kau mengisinya sampai full? Waah..kau memang tau bagaimana caranya berterima kasih, hyung!” b^_^d

“Jezzz….” Aku hanya memutar bola mataku, aku sudah tidak betah jika harus mengumpatnya lagi. Toh ia akan tetap nyengir, sampai giginya kering.

Saat aku membuka kenop pintu kamarku,Kwangmin menyapaku dari tangga, “Hay, hyung! Bagaimana acara jalan-jalannya? Menyenangkan?” Berbeda dengan Youngmin, kurasa Kwangmin lebih bersahabat dan kadar tengilnya masih bisa ditoleransi dari pada si pirang itu.

*Tangga yang dilewati Kwang Min*

“SANGAT MENYENANGKAN!” aku menjawabnya singkat dan penuh penekanan. Kemudian terdenngar tawa Youngmin dari arah ruang makan mendengar jawabanku.

Kwangmin menatap Youngmin dari tangga lalu kembali menatpku dengan pandangan, ‘Kenapa dia?’

Aku menjawabnya dengan mengendikkan bahu dan meletakkan jari telunjukku dalam posisi miring di dahi.

Kwangmin nyengir tanda mengerti dan tertawa kecil, lalu lanjut menuruni anak tangga menuju ruang TV.

*Ruang TV Lee’s Family*

Kemudian aku segera masuk ke kamar, daripada aku makin kesal mendengar tawa Youngmin yang masih tidak terhentikan…

*Kamar tidur Taemin*

Aku merasa lumayan lelah setelah mengajak Min Ra berkeliling, walaupun begitu hatiku rasanya tidak bisa berhenti meloncat kegirangan… apa yang lebih baik daripada berjalan keliling Seoul dengan Min Ra bagiku?? Exactly tidak ada ^_^ walaupun ujung-ujungnya aku harus mengisi bensin mobil dongsaeng sialan itu..bagaimana tidak? Jumlah bensin di tangki mobilnya hanya tinggal 3 Liter… Mau membuatku mendorong mobil sampai rumah dia?!

*jalan-jalannya di skip…pokoknya nyenengin deh* <author maksa banget>😄

Keesokan paginya @Baemyoung SHS

Min Ra POV.

Aku menguap menahan kantuk saat berjalan memasuki koridor utama Baemyoung. Masih ada, foto-fotoku dengan Taemin, dan Lee Twins di LCD TV yang diletakkan di sisi kiri koridor. Aku menatap layar LCD tanpa arti. Apa yang akan terjadi hari ini? Apakah… Hyun In?

Aissh..pikiranku hanya dipenuhi oleh Hyun In, memory Card, Hyun In, Memory Card… bisa gila aku lama-lama…

‘BRUK’ kurasa aku menabrak tubuh seseorang *BUKAN KRASA, TAPI EMANG NABRAK!!* << author ngebentak..

*out of script*

Min Ra : hiks, author jahat banget..masa aku dibentak..padahal aku baru aja nabrak orang (?)

Author : gue marah gara-gara lo lebay banget! Udah tau bunyinya BRUK masih bilang ‘kurasa’…gimana sih kamu?

Min Ra : aku kan masih syok…thor..

Author : Halah alasan aja kamu!!

Min Ra : Author..aku..aku…huwaaaaaaaa Taemin OPPAAAA T^T

*tiba-tiba Taemin nongol, cling, gitu*

Taemin : What’s up baby?

Min Ra : *nunjuk author* dia ngebentak-bentak aku…nyalah-nyalahin aku…padahal dia yang bikin script.. T^T aku kan Cuma bagian acting sesuai script..huwaaa *nangis di pelukan Taemin*

Taemin : Udah…jangan nangis *nyeka air mata Min Ra* author itu emang kadang ‘sakit’nya suka kumat..suka nyalah-nyalahin orang gitu…padahal ya dia yang bikin script.. dia kalo disalahin engga mau…

Author : *cengo* O___O

Min Ra : Kita senasib ya oppa..hiks..

Taemin : Banget..

Min Ra : udah..kalo gitu kita pergi aja dari dia..biarin aja dia sendirian, cih *buang muka*

Taemin : Ide bagus! Ayo kita pergi segera! *naik elang* <korban film laga INDOSIAR>

Author : *nangis bombay* ja….ngaaa….nnn   peee…rrrr…ggggiiiihhh.. *slowmotion*

Min Ra & Taemin : *tetap pergi, makin jauh…jauh…jauhhhhh*

Author : Baiklah..kalo itu keputusan kalian!! *evil smirk* Akan kujemput paksa kalian!! *pake awan kintoun*

<ya tuhan…ini FF apaan seh… pasti readernya lagi pada cengo, bingung, mlongo, dan pasang poker face di depan layar nya…tapi biarin aja, toh author ngga tau..> ==___==

*out of script end*

Kuangkat kepalaku yang dari tadi menunduk karena terasa berat, dan…OMIGOSH… Onew oppa yang berdiri di depanku, tangan kirinya menepuk lengan kanannya yang tertabrak olehku.

“Aigoo..jeongmal mianhe Onew ssi..jeongmal mianhe..” aku membungkukkan badan berkali-kali.

“Gwenchanayo..tubuhmu ringan, lenganku hanya seperti terkena lemparan minuman kaleng,” ia tersenyum polos J

“Baiklah..kuanggap ejekan oppa sebagai hukumannya,” ucapku sambil menghela nafas pasrah, “Tumben oppa kemari.. apakah sedang tidak ada pekerjaan?”

“Tidak ada. Aku bebas hari ini,” senyumnya mengembang.

“Sama sekali?” aku menaikkan alisku tidak percaya.

“Sama sekali tidak ada pekerjaan untuk ONEW hari ini!!” ia mempertegas suaranya.

“A..apakah oppa dipecat?” tanyaku spontan.

“Pasti…HEAH!! Apa kau bilang?! Tentu saja itu tidak mungkin!! SME sudah gila jika berani memecat namja bersuara malaikat ini..” ia menjawab dengan berapi-api dan sedikit manyun. Aku jadi ingin tertawa melihatnya..

“Okay, I’m just kidding.. BTW, Oppa datang sendirian?” aku melihat ke belakangnya dan tidak ada seorangpun yang mengikutinya.

“Aniy, aku datang bersama Jonghyun dan Key. Tapi mereka sedang pergi ke suatu tempat, dan meninggalkanku sendirian, dasar!” Onew oppa menatap sekeliling.

“Oh, ada urusan dengan Taemin dan Minho oppa ya sampai datang berjamaah…” selidikku.

“Mm..itu…rahasia!” Onew mengedipkan matanya, “Ini tentang pekerjaan…” lanjutnya segera.

“Tapi kau bilang…” aku baru saja akan mengoreksi kalimatnya, ia sudah membuka mulutnya lagi.

“Aku dengar kau ada skandal dengan 3Lee… benarkah?” tanyanya dengan wajah polos.

“Ne..tapi itu sudah berlalu..kurasa akan segera pergi kok beritanya tenang saja..” J aku memaksakan sebuah senyuman di wajah kusutku.

“Wajahmu menggambarkan hal yang berbeda..kau tau?” Onew mengangkat daguku dan menatapku tajam, “Kalau ada yang mau kau ceritakan, hubungi aku dan aku akan selalu siap mendengarkan dan memberimu solusi😉 always listening always understanding,” lalu ia melepaskan tangannya dan berjalan pergi menaiki anak tangga.

‘Korban iklan asuransi..’ ujarku dalam hati. Kemudian aku segera menuju lift, ketika kesadaranku sudah pulih (?)

Di dalam kelas hanya ada beberapa siswa dan.. Hyun In. Ia tampak resah. Menganduk-aduk tasnya, meraba lokernya, berjongkok mencari sesuatu di bawah bangku, lalu kembali lagi ke tasnya. Aku segera menghampirinya.

“Sedang mencari apa?” suaraku terdengar dingin.

“Min Ra..” dia menatapku kaget lalu menghadap padaku sepenuhnya, “A…ini aku sedang mencari memory card cameraku..sepertina terjatuh di kelas,” ia menggaruk-garuk kepalanya, “Apakah kau menemukan memory card?”

Jantungku serasa berhenti berdetak selama 2 detik, lalu merogoh saku rokku dan mengacungkan sebuah benda yang tak asing banginya, “Ini?” tanyaku.

Matanya tampak melebar, lalu ia mengambil memory card tersebut dari tanganku, dan mengamatinya sejenak. Detik berikutnya tampak senyuman lebar di wajahnya, “Iya, ini milikku.. ah..terima kasih Min Ra –ah..kau telah menyelamatkanku..” ia segera memelukku.

“Menyelamatkanmu dari apa?” tanyaku dengan nada datar, aku tidak membalas pelukannya.

Ia melepaskan pelukannya, “Kau menyelamatkanku dari amukan appa. Kalau appa sampai tau memory card ini hilang, aku pasti dihajarnya habis-habisan…fyuh..terima kasih ya Min Ra” ia kembali tersenyum dan memegang kedua bahuku.

Apakah kau tau aku yang akan menghajarmu jika sampai benar kau dalang dari ini semua?? Tanganku otomatis mengepal, “Jinjya?” tanyaku dengan wajah sinis.

“Maksudmu a..pa?” Hyun In tampak ragu.

“Benarkah hanya itu alasanmu takut kehilangan Memory Card itu?” Aku mempercepat nada bicaraku.

“Memang hanya itu..kurasa..” ia belum selesai berbicara aku segera menarik lengannya keluar kelas.

“Aku mau bicara denganmu!” ujarku sambil menarik tanggannya menuju atap sekolah.

@atap sekolah Baemyoung SHS

Hyun In POV.

Kelakuan Min Ra aneh sekali sejak tadi pagi…tatapan matanya, gerak-gerik tubuhnya, nada bicaranya semua seperti seseorang yang sedang mengintrogasi maling. Kini ia menyeretku menuju atap sekolah.

“ADA APA?” tanyaku tak sabar, “Kau aneh sekali pagi ini”

“Aku punya alasan kenapa aku begini…” ia menatapku dengan benci. Hey, apakah hidupku akan berakhir seperti di film-film horror? Mati di tangan sahabat sendiri yang dikuasai rasa benci? Tapi apa salahku?

“Kau…apa tujuanmu sebenarnya?” Ia bertanya dengan nada yang hampir berupa bentakan.

“Aku tidak mengerti apa yang kau permasalahkan, Min Ra!” aku balas membentaknya.

“Kau..dan memory card itu kan yang menyebabkan fotoku dengan 3LEE itu beredar di seantero sekolah?!” ia menatapku dengan pandangan sebal, aku dapat melihat matanya memerah menahan tangis, “Kau kan dalang dari semua ini??!”

Aku terhenyak..betapa bodohnya aku…kenapa aku sampai tidak sadar..bila Min Ra yang menemukannya dan mengecek siapa pemiliknya dari isi memory card ini tentu ia akan menemukan foto2 itu..“Aku..” hanya itu yang dapat kulontarkan.

“APA SALAHKU SAMPAI KAU BERBUAT SEJAHAT INI PADAKU??” ia mulai menahan isaknya,

“KAU TAU?? BUKAN AKU YANG MERASA DIRUGIKAN..AKU BUKAN SIAPA-SIAPA..AKU HANYA MURID BIASA…TAPI MEREKA…3LEE..MEREKA YANG PALING MERUGI…REPUTASI YANG MEREKA BANGUN BERSAMA HYUNG MEREKA SEJAK LAMA HARUS TERUSIK DENGAN FOTO-FOTO ITU?! KAU TIDAK MEMIKIRKAN HAL ITU, HAH!! AKU MERASA SANGAT TERBEBANI JIKA KARIER MEREKA SAMPAI HANCUR GARA-GARA AKU!!” ia meledakkan semua amarahnya padaku. Biacaranya seperti kereta api listrik, cepat dan tepat. Diakhir kalimatnya ia sudah terisak, air mata jatuh dari pelupuk matanya, oh tuhan..aku tidak tega melihatnya…

“Aku kesal padamu…aku iri..” dadaku juga mulai kesal. Rasa kesal ini sepertinya juga harus aku tumpahkan disini, “Aku iri melihatmu bersama dengan mereka, kalian akrab…kau..seolah kau primadonanya…kau bisa membayangkan betapa sakitnya hatiku melihatmu bercanda bersama orang yang sangat kukagumi? Kau tau??” aku mengatur nafasku yang tersengal-sengal.

“Siapa yang kau maksud?” Nadanya masih tinggi namun lebih tenang.

“Lee Young Min,” jawabku singkat, “Kau naksir padanya juga kan?” aku menatapnya sinis.

“Kau..harusnya kau menanyakan padaku, bukan mengira-ngira lalu bertindak seenaknya!” alisnya mengerut kesal. Emosinya kembali naik, “Aku tidak pacaran dengan siapapun dari mereka.”

“Bohong…” aku tersenyum mengejek, “Sudah sering kudengar berita bahwa kau pacaran dengan salah satu dari mereka bertiga.. saat aku berada di dekatmu,  aku mengetahui jawabanya, kau pasti pacaran dengan Lee Youngmin, tidak salah lagi.”

“Apa alasanmu menuduhku seperti itu?” Ia menatapku tidak percaya.

“Kau sering bertemu dengan Youngmin. Saat Youngmin kecelakaan kau yang menolongnya, saat Youngmin di Rumah sakit kau yang menghibur dan bercanda dengannya,” aku mengalihkan pandanganku, “Kau tidak bisa mengelak. Katakana saja yang sejujurnya, dan aku akan menghapuskan berita itu.” Aku kembali menatapnya yang sedang berdiri tegak.

Min Ra tampak pucat, kaku, dan bingung, ia menundukkan kepalanya dan meremas rambutnya kesal lalu ia berteriak, “HEAHHH” aku lumayan kaget dengan kelakuannya, lalu ia membalikkan badannya, “Apakah…apakah kau berjanji akan menghilangkan berita itu? Menghapus semuanya sampai tidak tersisa di file siswa seantero sekolah sampai jaringan internet?” suaranya terdengar gemetar.

“Aku berjanji.” Aku mengatakannya dengan mantap. Walaupun aku takut jika ia benar-benar pacaran dengan Youngmin.

Ia membalikkan badannya dengan cepat dan segera berjalan mendekat padaku, “Sebenarnya aku berpacaran dengan Lee Taemin, bukan Lee Youngmin ataupun Lee Kwangmin,”

Aku tersentak dengan perkataannya, ‘apa? Taemin? Dia bercanda?’ aku menatapnya dengan setengah percaya, “kau??”

“Aku pegang janjimu, Hyun In –ah!!” ia menatapku tajam sebelum pergi meninggalkanku sendiri di atap sekolah….

Author POV.

Min Ra melangkah gontai memasuki kelas, ia sudah melanggar janjinya sendiri..ia mengatakan pada seseorang yang lain tentang hubungannya dengan Taemin. Namun mau bagaimana lagi? Agar gossip itu berakhir..hanya itu satu-satunya jalan..

Dengan lemas Min Ra membuka pintu kelas dan… BLARR… ada jutaan serpihan kertas yang menghujaninya dari atas, saat ia mendongak ada sebuah bola yang kini sudah terbelah jadi dua dan memuntahkan isinya…

Ia menatap teman-temannya yang tersenyum ceria dan dibelakang mereka terdapat spanduk besar bertuliskan, ‘HAPPY BIRTHDAY MIN RA ssi!! GBU’ kemudian teman-temannya menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Min Ra.

Dan yang membuat Min Ra makin bengong adalah saat Taemin menyeruak keluar dari tengah-tengah barisan temannya dan berjalan mendekat ke arahnya, “Saenggil chukae hamnida, jagiya..” lalu mengecup keningnya. Sontak kelas Min Ra dipenuhi tepuk tangan dan siulan genit.

“A…apa-apaan ini?!” Min Ra akhirnya bisa bersuara.

“Ini adalah hari ulang tahunmu, kan?” Dae Ha menatapnya heran.*ketua kelasnya X5, masih ingat kan? Ngga? Yaudah gapapa…*

“Ne…” Min Ra menjawab dnegan singkat.

“Oiya, kenapa kau merahasiakan dari kami bahwa kau pacaran dengan Lee  Taemin, Min Ra-ah~??” tanya seorang teman ceweknya bernama Sae Rim.

“Apa kau bilang? Kau tau dari mana?” Min Ra jadi shock…

“Kami tau dari sana…” Kyu Wang menunjuk TV yang ada di kelas, disana diputar video saat Min Ra  mengaku di depan Hyun In di atap.

“Bagai mana mungkin…. Bagaimana kalian bisa??” tanyanya spontan.

“TCK..di atap kan juga ada camera pengintai Min Ra…dan posisi kalian tepat sekali..jadi kami bisa mendengarnya dengan sangat jelas..” Dae Ha bicara dengan nada yang genit..

‘Astaga…gawat..’ gumamnya. Belum sempat melihat reaksi Taemin, ia mendengar suara beberapa orang yang memasuki kelas..

“Saenggil chukae hamnida…saenggil chukae hamnida…saenggil chukae Min Ra ssi…sanggil chukae hamnida…”

O_O Min Ra melongo melihat 4 member SHINee, LEE twins dan juga…Hyun In di hadapannya. Hyun In yang membawa kue tart datang mendekat, “Saenggil chukae hamnida, Min Ra-ah” ucapnya dengan seyuman.

Seperti mengetahui kebingungan Min Ra sudah memuncak, Taemin menepuk pundaknya dan tersenyum kearahnya, membuat Min Ra melontarkan sebuah pertanyaan, “Ini semua…bagaimana sih?”

Taemin tersenyum tanpa dosa dan membuka mulutnya, “Ini semua ideku. Aku yang menyebarkan foto itu. Aku yang mengirim paparazzi. Aku yang menyuruh Youngmin menyatakan cinta padamu. Aku yang memasukkan foto di memory card Hyun In. Aku yang meletakkan memory card tersebut sehingga kau mudah menemukannya.” Ia menatap wajah yeoja chingunya yang kini sedang terbelalak, “Intinya, semua ini scenario buatanku..” ^_^

“Kau? Semua ini?” Min Ra menaikkan alisnya, ia merasa sangat lola, “untuk apa?”

Wajah taemin agak cemberut,“ agar kau mengakuimu sebagai namja chingumu di depan semua orang..aku tidak suka sembunyi-sembunyi terus..”

“Tapi kau kan tau alasanku..” Min Ra mencoba menjelaskan.

“Iya, iya…aku sudah sering mendengarnya. Kini saatnya kau mendengar alasanku mengapa aku tidak ingin pacaran diam-diam lebih lama lagi..” Taemin tersenyum manis.

“Apa?” Min Ra bertanya dengan cepat.

“Karena aku tidak ingin ada namja lain yang suka lalu menyampaikan perasaannya padamu,” Taemin mengelus rambut Min Ra lalu, CHU~ ia mengecup bibir Min Ra di depan semua orang di dalam kelas itu.

Semuanya kembali bersiul, dan bertepuk tangan. Min Ra rasa, pipinya pasti kini berwarna sangat merah.. >////<

~THE END~

AUTHOR punya SEKUELNYA..perlu ngga? KALAU IYA, AUTHOR BUTUH 10 COMMENT YANG SETUJU DITERBITIN SEKUELNYA😉 alright? SEE YOU IN THE SEQUEL…😀

33 thoughts on “Mask Party {Part 7} =END=

  1. yeorobun…jeongmal mianheyooo >_< author masih ngga bisa ngepostkan sekuelnya karena masih banyak tugas dan baru selese ujian…mungkin akan bisa dipostkan di tahun baru…respect ya😀 pleasee #puppyeyes #bow

    • eonni…..*mau bantuin, tapi kok shawol banyak banget ya?? ikutan nonton aja deh… {dihajar semua author READFANFIC}*

      hahaha… untung mesin waktuku udah aku simpen di kolong tempat tidur *ikutan ga nyambung (?)*

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s