We Love Each Other (Oneshot)

Tittle: We Love Each Other

Genre: Sad romance, Family

Rating: PG-15

Casts: Kwon Yuri, Choi Siwon, Jung Krystal, Choi Minho

Summary: Yuri telah menganggap Krystal adiknya sendiri sejak lama. Ia merasa senang dengan adanya Krystal, karena dia sudah menyayangi Krystal. Namun, di satu sisi dia sedih karena Namja Chingunya pergi entah kemana, teman-temannya bilang Minho ke australia. Tapi, Minho kembali dia malah sedih dan melepaskan Minho pergi. Lalu dia menikah dengan Namja pilihan orang tuanya Choi Siwon yang ternyata adalah sepupu Siwon. Apakah Yuri akan mencintainya padahal dia masih mencintai Minho?

Disclaimmer: Cerita ini resmi(?) milik  saya. Castnya pinjem nama sama muka, yah bayangin mereka aja deh. dan ini ceritanya gaje, jangan kaget ya. ini awalnya mau buat sad ending, tapi… yah baca aja deh sendiri hahaha

~~~~~~~~~

Yuri POV

Saat pertama kalinya aku bertemu anak itu pikiranku langsung tertuju pada dongsaeng ku yang dulu sudah meninggal. Ya, dia sangat mirip dengan dongsaeng ku. Krystal adalah seorang gadis yang masih duduk dibangku sekolah SMS kelas 3 dan matanya menunjukkan dia seperti dongsaengku. Baru 2 bulan kami berkenalan tapi kami sudah sangat akrab.

Aku mengerti dia, aku tahu dia. Begitu pula sebaliknya. Dia sering curhat kepadaku tentang masalah yang ia alami, baik itu di sekolahnya maupun di rumahnya. Aku merasa dia adalah pengganti dongsaeng ku yang meninggal. Walaupun tidak benar-benar mirip, tapi keterbukaannya kepadaku membuat aku mmerasa dia benar-benar mirip dengan dongsaengku.

Dia juga tidak keberatan mendengar ceritaku di kampusku, atau kekonyolan teman-teman kampusku atau tentang namja chingu ku. Kami saling berbagi satu sama lain. Saat aku tanya kenapa dia begitu senang denganku dia menjawab, ‘Aku tak punya Eonni’. Aku rasa dia benar-benar adikku?

Suatu ketika saat itu hujan turun sangat lebat di Seoul dan saat itu aku sudah berada dirumah. Krystal yang masih di skolah bingung untuk pulang dan dia menelponku. Ya, dia tidak menelpon orang tuanya -appa atau eomma nya- Yang ia telpon malah aku. Ia terdengar ketakutan sekali.

Karena merasa kasihan dengannya aku pun keluar rumah dan membawa mobilku membelah kerumunan hujan yang membasahi jalanan. Di sekolah, Krystal terlihat sangat kedinginan. Lalu, aku membawanya pulang ke rumah dan memberikannya coklat hangat.

Aku selalu menyayanginya, dan menganggapnya sebagi dongsaengku sendiri.

***

Aku hanya bisa menatap foto namja yang sangat aku cintai. Dia adalah Choi Minho. Dia pergi entah kemana. Aku benar-benar merindukannya. Teman-temannya mengatakan dia pergi ke Australia, melanjutkan pendidikannya disana. Tapi, kenapa ia tak menghubungiku atau berpamitan padaku?

Dia benar-benar namja yang brengsek. Membuatku jatuh cinta padanya dan membuatku merindukannya, tetapi pergi tanpa berpamitan dan memberikan kabar padaku.

Aku hanya bisa menatap fotonya sekarang. Aku ingin sekali mencarinya, tapi bagaimana? Bahakan temannya bilang dia sudah menikah disana. Rasanya aku ingin menangis, apa mungkin dia sudah tiada? Apa sebenarnya yang aku pikirkan?

Berulang kali aku berpikir, apakah Minho masih namja chingu ku? Aku tak tahu.

Hari in aku sama sekali untuk berpikir pergi ke kampus, aku sangat malas karena teringat dia-Minho.

Ring Ding Dong~~~

“Hallo, Krystal?”

“Eonni, aku punya berita bagus,” Katanya dengan nada gembira.

“Apa?”

“Aku baru saja resmi berpacaran dengan namja yang kusukai!”

“Mwo? Benarkah, Selamat ya!”

“Gomawo eonni, nanti akan kuperkenalkan namja chinguku padanya,” Jawabnya semangat.

“Ne, kau harus memperkenalkannya padaku,” Jawabku ikut senang.

“Ya sudah eonni, sampai nanti!”

“Nde,”  Aku mematikan telpon, dan berpikir Krystal pasti sangat bahagia. Bila dia bahagia aku akan selalu bahagia.

Tapi, tak semudah yang kupikirkan saat aku bertemu namja chingu Krystal secara langsung.

“Eonni ini namja chinguku, namanya Choi Minho.”

Deg

Aku melihatnya lagi. Aku melihat mukanya lagi, tatapan matanya dan semua yang ada pada dirinya. Ingin aku memeluknya tapi tak bisa. Aku tak percaya namja yang disukai Krystal selama ini adalah Minho. Padahal aku belum resmi putus dengannya. Minho hanya menatapku bingung, sedangkan aku tak bisa berkata apa-apa.

“Eonnni, kenapa diam saja?” Krystal memecahkan pikiranku yang sedari tadi hanya menatap Minho.

“eonni, pulang dulu ya!” Jawabku dan pergi keluar dari ruamh Krystal. Krystal terlihat bingung dengan perubahan ekspresiku dan langsung pergi begitu saja. Maaf Krystal, dia namja chinguku…

***

“Sudahlah Minho, lebih baik lupakan aku. Sekarang kau sudah menjadi milik Krystal, dia menyukaimu sejak dulu, dia sering menceritakan namja yang disukainya. Aku tak tahu orangnya adalah dirimu.”

“Mianhe, Yuri.” Minho menggenggam tanganku. Hangat. Aku sangat merindukannya, Aku merindukan saat-saat bersama Minho. Aku ingin sekali memeluknya. Tak terasa air mataku sudah turun.

Aku menarik tanganku dari genggaman tangannya, “Lebih baik kau pulang. Jangan sampai Krystal mengetahui hal ini, anggap kita tak pernah bertemu sebelumnya.”

Aku berjalan meninggalkan Minho yang terdiam menatapku dengan muka yang merasa bersalah. Aku benar-benar menangis sekarang, tapi Minho menarikku  lagi. Minho menarikku kepelukannya.

“Yuri maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya kasihan dengan Krystal.”

“Minho, jangan berkata seperti itu. Dia mencintaimu, dan kau juga harus mencintainya. Jangan mempermainkan perasaannya. Aku sudah mengenggapnya dongsaengku sendiri.” Aku terisak menangis.

Minho menatapku. Dalam. Ia menatap mataku, seperti mencari sesuatu di mataku.

“Yuri, kita bisa ulag semuanya dari awal lagi.” Kata Minho sambil memgang tanganku erat.

Andai saja itu bisa terjadi, tetapi tidak.

“Tidak, Krystal sangat menyukaimu. Kau adalah mliknya sekarang,” Aku tambah terisak menghadapi kennyataan bahwa Minho sekarang milik Krystal.

“Tapi, bagaimana dengan kita?” Tanyanya lagi.

“Kita? Ini salahmu. Kau meninggalkanku,” Jawabku sambil masih menangis.

“Mianhe…” Minho memelukku lagi. Sangat erat. Ingin rasanya aku seperti ini terus, selamanya. Ingin rasanya aku menghentikan waktu, agar aku tetap bersama Minho. Krystal maafkan eonni…

“Kita akan tetap bersama,” Kata Minho lagi.

“Omong kosong…” Jawabku. Aku melepaskan pelukannya dengan air mata yang masih terus turun. Aku berlari secepat mungkin tanpa menghiraukan panggilan Minho padaku.

***

Hari berganti hari. Krystal sangat bahagia sekarang. Ia sangat bahagia dengan Minho. Aku…?

Aku sudah berjanji apabila Krystal bahagia aku juga akan bahagia. Tapi… ini lain. Minho, kenapa harus Minho? Kenapa harus Minho yang Krystal cintai? 3 bulan sudah mereka berpacaran.

Sekarang turun hujan. Aku hanya bisa tersentum nanar melihat tetesan air hujan yang turun sekan ikut bersedih atas kejadian yang menimpaku. Krystal tertawa bahagia saat Minho menjemputnya pulang di hari hujan.

Krystal menatapku, aku tersenyum. Aku tersenyum untuk menutupi kesedihanku. Setelah Krystal dan Minho pergi dari pandanganku, aku menangis.

Aku sudah menganggapnya sebagai dongsaengku, aku harus bahagia melihatnya. Adakalanya aku tak kuat, dan rasanay aku ingin meminum racun agar aku mati. Haruskah aku seperti itu? Hanya karena Minho? Aku sadar banyak namja yang menyukaiku, tapi aku tidak bisa. Aku tak bisa melupakan Minho.

Bayangkan jika itu terjadi pada diri kalian. Minho pergi entah kemana, lalu setelah akhirnya menemukannya ternyata dia berpacaran dengan orang yang sangat aku sayangi. Orang yang sudah kuanggap dongsaengku sendiri.

Aku masih menunggu di halte bus, bukan menunggu bus tapi menunggu hujan berhenti. Krystal sudah pulang dengan Minho yang menjemputnya dengan payung. Sedangkan aku masih disini, menunggu hujan reda.

Seorang namja terlihat berjalan menuju halte bus dengan payung ditangannya, namja tinggi itu berdiri tepat di hadapanku. “Yuri,” Katanya menatapku.

Aku menatap Namja itu, siapa dia? Aku tak mengenalnya. Tapi, rasanya tak asing bagiku.

“Kau mengenalku?” Tanyaku setelah beberapa lama terdiam.

“Tentu saja,” Jawabnya singkat dengan senyum simpul di bibirnya.

“Kau mau pulang? Ayo kuantar!” Katanya lagi dengan ramah.

“Tapi… Siapa kau?” Aku ragu.

Dia hanya tersenyum sesaat dan menghela nafas, “Kira-kira aku siapa ya?” Dia malah bertanya balik, “Apa aku terlihat seperti orang yang jahat?”

“Annieyo, hanya saja kenapa kau mengenalku tapi, aku tidak.” Jawabku hati-hati.

“Sudahlah, ayo pulang. Kau akan tahu nanti.” Namja itu menarikku pulang.

***

“Siwon, Gomawo sudah mengantarkan Yuri pulang,” Kata eommaku ramah pada namja tersebut. Jadi, namja itu Siwon. Eommaku mengenalnya?

“Ya sudah, Aku pulang dulu Yuri-ah.” Ia berpamitan dan tersenyum. Senyum itu mengingatkanku padanya. Minho.

“Ne, hati-hati oppa.” Jawabku ramah.

“Yuri,” Panggil eommaku.

“Nde, eomma.”

“Kau sudah melihatnya bukan?” Tanya eomma sambil tersenyum.

“Nde? Maksud eomma, Siwon?” Tanyaku meyakinkan.

“Nde, Choi Siwon. Dia adalah anak dari rekan kerja appamu. Dia adalah pewaris perusahaan appanya. Dia lebih tua darimu.”

“Nde, arraseo.” Aku masih penasaram dengan arah pemmbicaraan eomma.

“Rencananya appa dan eomma akan menjodohkanmu dengan Siwon,” Eomma tersenyum, terlihat senagn dan menunggu jawabanku.

“Mwo? Tapi… tapi, aku baru mengenalnya.” Jawabku kikuk, aku tak tahu kenapa hal seperti ini sangat mendadak sekali.

“Lama-lama kau pasti akan mencintainya. Siwon adalah namja yang baik dan pantas denganmu. Lupakanlah Minho.”

“Nde eomma. Arraseo.” Jawabku lemah.

Tentu saja aku tak bisa melupakan Minho secepat itu. Walaupun aku tahu Siwon adalah namja yang baik, namja yang pantas aku cintai. Dia selalu memperhatikanku, selalu mengerti diriku. Dia tidak memaksaku untuk mencintainya, tetapi tetap saja orang tuaku memaksaku untuk menikah dengan Siwon. Begitu pula dengan orang tua Siwon yang memaksa Siwon.

Aku hanya pasrah. Aku harus menaati apa perkataan orang tuaku.

***

Aku sudah mengenakan gaun pengantin yang sangat indah. Berwarna putih bersih dan cantik. Cuaca hari ini sangat bagus. Hari yang sangat tepat untuk acara pernikahan. Walaupun aku masih memikirkan Minho, aku sudah siap dengan Siwon.

Aku menatap pantulan diriku di cermin besar yang ada dihadapanku. Seseorang mengetuk pintu dan masuk tanpa aku izinkan. Minho. Namja itu, untuk apa ya dia datang? Apa dia akan mengucapkan selamat padaku atau dia akan menangis arena akan menikah dengan namja lain?

“Yuri,” ia menatapku dalam. Aku tak mengerti.

“Ada apa?” Tanyaku datar. Aku rasa aku akan menangis lagi melihatnya.

“Selamat kau akan menikah. Semoga kau bahagia,” Katanya mengucapkan selamat dengan muka yang datar. Aku hanya menunduk menatap ke arah lain. Tak berani menatapnya, aku takut aku menangis dan merusak riasan di wajahku.

“Choi Siwon adalah orang yang baik. Dia adalah sepupuku, aku tahu dia dengan baik.” Katanya dengan sedikit bergetar. Aku menatapnya tak percaya. Siwon adalah sepupunya?

Dia terlihat sedih. Dia mendekatiku, sementara aku yang menatapnya merasa mataku panas. Dia mengecup keningku.

“Selamat…” Aku menutup mataku dan merasakan bulir air mataku keluar. “Kau akan bahagia dengannya, kau takkan menangis dengannya.” Katanya lagi, lalu keluar dari ruang ganti dan meninggalkanku yang masih menangis.

Aku mencoba untuk menahan tangisku. Meyakinkan diriku bahwa aku punya Siwon oppa sekarang. Aku tidak sendiri.

Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu, “Yuri, aku masuk ya!” Siwon membuka pintu dan menatapku.

“Kau kenapa?” Tanyanya khawatir.

“Aku sedih. Aku akan berpisah dengan kedua orang tuaku,” Jawabku berbohong.

“Benarkah? Sudahlah jangan menangis. Kau bisa sesekali pulang ke rumah eomma kok,” Dia mendekatiku dan memelukku. Seharusnya aku tak boleh menangis karena namja lain disaat pernikahanku. Dia mengelus rambutku lembut, aku merasa bersalah karena berbohong. Dia sangat memperhatikanku.

“Ku harus merapihkan lagi riasanmu,” Katanya sambil melepaskan pelukannya.

“Nde oppa.” Jawabku sambil tersenyum. Dia keluar dan aku kembali merapihkan riasan mukaku.

Tok Tok Tok~~

Siapa lagi yang datang?

“Eonni, ini aku.” Itu suara Krystal.

“Masuklah, Krystal.” Krystal langsung masuk dan memelukku.

“Eonni, kenapa kau secepat ini menikah?”

“Memangnya kenapa, krystal?” Tanyaku padanya yang masih memelukku.

“Nanti, aku tidak bisa serin-sering lagi main ke rumah eonni, aku kan ingin curhat.” kata Krystal bernada manja padaku.

“Masih bisa kok,” Jawabku.

“Eonni, siap-siap ya! Aku keluar dulu.” Katanya langsung pergi begitu saja.

Beberapa saat kemudian appaku datang menjemputku. Berarti ini saatnya aku menuju altar gereja. Mengucap janji dengan Siwon untuk selamanya bersama.

Appaku menuntunku menuju altar, disana Siwon sudah berdiri menunggu. Tangan appa digantikan oleh tangan Siwon yang menuntunku. Sekarang saatnya…

“Choi Siwon, Bersediakah anda menerima Kwon Yuri sebagai pendamping hidup anda, Mencintainya dikala suka maupun duka, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kalian?”

“Ya saya bersedia,” Jawab Siwon.

“Kwon Yuri, Bersediakah anda menerima Choi Siwon sebagai pendamping hidup anda, Mencintainya dikala suka maupun duka, sehat maupun sakit, sampai maut memisahkan kalian?”

“Ya saya bersedia,” Jawabku walaupun sedikit ragu.

“Sekarang kalian sudah menjadi pasangan suami istri yang sah. Pengantin pria dipersilahkan mencium pengantin wanita.”

Siwon membuka kain tipis yang menutupi mukaku. Ia menatapku sejenak dan tersenyum tipis. Wajahnya mulai mendekat, aku bisa merasakan hembusan nafasnya. Dia mengecup bibirku.

Terdengar tepuk tangan para tamu membahana dalam ruangan ini saat Siwon menciumku.

***

Aku mandi dan berganti baju. Karena sangat lelah, aku berbaring di kasur dan memejamkan mataku. Terdengar suara pintu yang dibuka. Aku membuka mataku. Kulihat Siwon berdiri menatapku. Aku tersenyum.

“Tidurlah, aku tidur di sofa.”

“Annieyo. Kau tidur disini saja, oppa.”

“Kau yakin?”

Kenapa ia bertanya seperti itu. Aku tak mau dia yang sekarang sudah sah menjadi suamiku malah tidur di sofa. Aku sudah menjadi miliknya. Kami tidur bersama.

Siwon telah terlelap tidur danpergi ke alam mimpinya. Namun, aku tak bisa tidur dari tadi. Aku hanya memikirkan Minho. Bagaimanaun juga aku masih mencintainya.

***

Aku baru saja menyelesaikan acara memasak sarapan untuk Siwon. Siwon keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan. Siwon tersenyum padaku. Lalu mulai melahap sarapan paginya.

Selesai sarapn dia bersiap untuk berangkat ke kantornya.

“Masakan buatanmu enak sekali, Yuri. Gomawoyo,” Katanya sebelum barangkat. “Aku pergi dulu, hati-hati di rumah.”

“Ne, oppa.” Aku tersenyum mendengar perkataannya. Ia pergi dan aku masih tersenyum melihatnya. Dia sangat perhatian, lebih dari Minho. Kenapa aku jadi mengingat Minho lagi?

Aku menuju kamarku dan merapikan beberapa baju yang belum aku masukkan ke lemari pakaianku. Sebenarnya aku juga ingin membereskan pakaian Siwon, tapi aku merasa tidak enak.

aku membereskan pakaianku, satu persatu kumasukkan dalam lemari. Aku mulai membereskan alat make up ku di laci meja rias. Apaklagi yang perlu aku bereskan? Aku mengeluarkan kotak kecil berwarna pink. Aku ingat benda ini pemberian dari Minho dan dia memberikanku kalung.

Seingatku, aku sangat senang waktu itu. Minho terlihat benar-benar mencintaiku, aku bahagia dan merasa akan selalu bersamanya. Namun, sekarang kedaan itu jauh dari bayanganku.

Mungkin semua itu sudah takdir. Saat pernikahan kemarin aku sama sekali tidak berniat untuk kabur dan pergi dengan Minho. Aku tahu Krystal mencintai Minho. Jadi, apa gunanya bila aku kabur atau menentang pernikahanku dengan Siwon.

Kalung itu masih kugenggam. Sebaiknya aku membuang kalung ini saja. Kumaasukkan kalung tersebut ke dalam kotak tadi dan membuangnya ke tempat sampah.

Aku kembali menuju lemariku untuk merapihkan pakaianku. Namun, aku masih terpikirkan kalung itu kembali. Sebaiknya aku memberikan kalung itu pada Minho lagi. Mungkin saja dia akan memberikannya pada Krystal. Tapi… sepertinya aku pernah memakainya di depan Krystal.

Aku berpikir ulang. Biar aku berikan saja pada Minho, terserah dia mau apakan kalung ini. Aku menaruh kotak berisi kalung tersebut diatas meja riasku.

***

Aku berjalan menuju apartemen Minho setelah aku memastikan Krystal ada dirumah dan tidak dengan Minho. Sambil membawa kantung berisikan kotak kalung. Aku akan mengembalikannya hari ini juga. Aku ingin melupakannya.

Minho terlihat kaget saat melihatku berada di depan pintu apartemennya. Ia mempersilahkanku untuk masuk. Sudah lama aku tidak masuk ke apartemennya.

Ia menawarkan minuman untukku, tapi aku menolak.

“Minho, ini aku kembalikan padamu,” Kataku sambil menyerahkan kantung. Minho mengerutkan dahinya.

“Apa?” ia melihat isinya dan kembali menaruhnya diatas meja.

“Itu saja, aku pulang dulu.” Kataku sambil beranjak dari sofa dan berniat untuk pulang.

Minho mengikutiku dari belakang, namun dia malah memelukku. “Mianhe,” Bisiknya.

Aku langsung pergi dari apartemennya. Dia mungkin masih mencintaiku.

***

Waktu terus berputar seiring bargantinya hari aku mulai terbiasa dengan Siwon dan ini adalah dua minggu setelah pernikahanku dengannya. Dia sangat perhatian padaku. Disaat aku sedang dakit dia yang mengurus rumah dan membuatkan ku bubur, bahkan dia tidak pergi bekerja demi menungguku. Saat aku terjebak di tengah hujan sepulang dari rumah Suli, dia menjemputku di tengah hujan yang sangat deras.

Namun, aku masih terus berkomunikasi dengan Minho. Siwon pun mengetahuinya, karena ia adalah sepupu Siwon. Ia tidak terlihat curiga padaku. Terkadang Sulli pun datang ke rumahku.

Aku sebenarnya merasa bersalah dengan Siwon, belum lagi aku tak pernah mau untuk disentuh olehnya. Maka dari itu eommanya selalu bertanya kapan kami mempunyai anak. Namun Siwon selalu bersikap tenang, dia sangat sabar.

Hari ini sudah malam, waktu menunjukan pukul sebelas malam. Namun, Siwon oppa belum pulang. Jarang dia seperti ini. Ia selalu pulang tepat waktu, bahkan terkadang lebih cepat dari biasanya.

Aku masih menunggunya di ruang tamu sambil menonton televisi. Terdengar bunyi bel rumah. Mingkin itu Siwon oppa. Aku membuka intu rumah dan mendapatinya di depan pintu denngan wajah yang kusut, rambut berantakan dan teler.

Ia mabuk, jarang di mabuk bahkan dia tak pernah pulang malam dalam keaddaan mabuk seperti ini. Kenapa dengannya. Dia memarahiku karena lama membuka pintu. Bahkan dia membentakku saat aku bertanya ada apa dengannya. Aku kaget dengan perlakuannya padaku.

“Kau adalah istri yang tidak becus!! Kau bahkan berselingkuh dengan pria lain!!”

Apa yang ia katakan? Aku tak percaya.

“Bahkan dengan saudara sepupuku sendiri. Kenapa kau tak bilang kalau kau adalah yeoja chingu Minho,” Ia berkata sambil memejamkan matanya, setengah tak sadar. Namun, dia langsung terdiam dan tertidur di kasur.

Aku hanya bisa berdiri menatapnya yang tertidur. Mataku mulai berkaca-kaca. Ternyata dia agu. Tapi, mengapa? Mengapa dia tidak memarahiku langsung dan diam saja.

Aku menangis, ternyata selama ini aku jahat padanya. Seharusnya aku menjauhi Minho. Seharusnya aku tidak menolak saat dia akan menyentuhku. Bahkan dia tidak marah sama sekali padaku.

 Aku tertidur di sebelahnnya dengan air mata yang nasih bercucuran. Aku jahat. Bahkan sebenarnya aku juga sangat jahat pada Sulli. Kenapa aku bisa sejahat ini?

***

Hari ini hari minggu. Aku menyiapkan makanan spesial untuknya. Ia masih tertidur terlelap di atas kasur. Aku berniat untuk meminta maaf hari ini, Setelah semalam dia mabuk dan mengatakan bahwa dia ahu kalau aku masih mencintai Minho.

Dia keluar dari kamar, dia sudah mandi. Namun, dia masih terkihat bingung.

“Oppa, aku buatkan kau makanan yang enak.” Ia tersenyum saat melihatku menyodorkan makanan untuknya. Dia langsung duduk dan melahap semuanya sampai habis. Setelah ia selesai aku langsung mengatakan apa yang ingin aku katakan sedari tadi.

“Oppa, aku ingin minta maaf.”

“Untuk apa?” Tanyanya.

“Jadi, semalam kau mabuk. Dan ternyata…” Aku sedikit gugup. “Ternyata kau mengetahui bahwa aku dulu berpacaran dengan Minho. MIanhe oppa.” Kataku sambil menundukkan kepalaku dan menahan air mataku.

Ia menghela nafasnya. Mendekat padaku, “Aku tahu, aku sudah memaafkanmu. Memang sulit untuk menjalani ini, apalagi kita dijodohkan. Aku mengerti, tak usah khawatir. Tapi kumohon lupakan Minho, suamimu adalah aku bukan Minho.”

“Nde oppa, aku akan berusaha untuk melupakannya,” Jawabku.

“Besok aku akan ke jepang, mungkin akan seminggu aku akan disana,” Katanya setelah itu.

“Oh, ne oppa.”

“Kau berani disini kan?” Tanyanya, ” Apa kau mau ikut ke Jepang?”

“tidak usah oppa, nanti aku malah merepotkan,” Kataku lembut.

“Ya sudah, kalau kau mau kau suruh Sulli menginap disini saja ya.” Katanya lagi. Ia berdiri sambil membawa piringnya ke dapur.

“Oppa, biar aku saja yang mencucinya!” Kataku sambil berlari menyusulnya ke dapur. “Oppa siapkan saja pakaian untuk besok berangkat ke Jepang.”

“Ya sudah,” Ia pergi dari dapur dan aku melanjutkan untuk mencuci piring. Sementara Siwon Oppa pergi ke kamarnya.

Sambil menyuci piring aku kembali terpikirkan mengenai Siwon Oppa yang telah mengetahui hubunganku dengn Minho. Tapi darimana dia tahu, apa Minho yang mengatakannya, tapi itutidak mungkin juga.

Aku menuju kamar dna melihat Siwon Oppa yang memasukkan pakaiannya ke dalam kopernya.

“Oppa, aku ingin bertanya sesuatu,” Kataku saat menghampirinya. Ia menghentikan aktifitasnya dan menatapku dengan seksama.

“Apa?” Katanya sambil tersenyum.

“Darimana kau tahu tentang aku yang adalah mantan yeoja chingu Minho?” Tanyaku langsung.

“Ehm, apa aku harus bilang?” Katanya menggodaku dan membuatku sangat penasaran.

“Tentu saja kau harus bilang,” Kataku memaksa.

“Dari Krystal,” Katanya.

“Mwo? Krystal yang memberi tahu oppa. Berarti dia tahu semuanya?” Aku panik saat tahu bahwa yang memberiahukannya adalah Krystal. Kenapa Krystal diam saja.

“Iya, dia yang mengetahuinya. Aku tak tahu darimana dia tahu soal itu,” Katanya sambil tersenyum.

“Apa aku harus bertanya padanya,” Kataku ragu.

“Tanya saja padanya pelan-pelan Tapi, jangan kau tanyakan pada Minho ya!!” Katanya sambil memamerkan senyumnya, dan itu membuat mukaku memerah.

“Memangnya Oppa akan cemburu?” Tanyaku.

Dia malah mendekatiku dan memegang pinggangku, “Kau milikku Chagi.” >,<

***

Aku kembali menyiapkan makanan dan pakaian untuknya hari ini, ia akan ke Jepang pagi ini. Dan seminggu ini dia akan tetap berada di Jepang.

“Jangan coba-coba selingkuh,” Katanya saat aku memakaikan dasinya. Ini pertama kalinya aku memakaikan dasinya setelah aku menjadi istrinya.

Tak tahu mengapa aku jadi merasa gugup dengannya. Tidak seperti saat aku pertama kali bertemu dengannya. Saat aku pertama bertemu dengannya aku merasa biasa saja.

“Tak akan Oppa,” Kataku pelan.

Dia mencium dahiku, aku merasa mukaku memerah. Dia malah menatapku lekat dan medekatkan wajahnya padaku.

Aigoo >,< Dia akan menciumku. Aku memejamkan mataku perlahan seiring wajahnya yang mulai mendekat. Aku merasakan bibirnya yang hangat bertemu dengan bibirku.

Ia melepaskan ciumannya dan tersenyum memandangku dalam. “Yuri hati-hati di rumah,”

“Ne Oppa.” Dia membawa kopernya menuju keluar rumah dan memasukannya ke dalam mobil.

 “Hati-hati di jalan oppa,” Kataku, dia tersenyum dan kemudian pergi.

Aku masih berdiri di depan rumah sampai mobilnya benar-benar menghilang dari pandangan mataku.

Aku kembali ke dalam, namun jantungku masih berdegup ketika mengingat apa yang dilakukan oleh Siwon Oppa. Padahal saat acara pernikahan ia juga mencium bibirku, tapi kenapa aku merasa gugup kali ini.

Rasanya aku mencintainya.

***

“Minho, kau apakan anakku?” Siwon Oppa berteriak-teriak. Sedangkan aku dan Krystal hanya bisa terkekeh melihat tingkah laku dua namja ini.

“Aku hanya mengajarinya bermain bola, Hyung!” Jawab Minho lantang.

“Kau ini, sudahlah biarkan dia istirahat.” Jawab Siwon Oppa kesal.

“Tidak apa, dia kan laki-laki,” Minho ngotot.

“Makanya cepat punya anak,” Kata Siwon Oppa yang sepertinya keceplosan, akrena ia langsung menutup mulutnya dengan tangan.

Aku melirik Krystal dan tersenyum meledeknya. Krystal yang melihatku langsung menutup mukanya yang memerah dengan tangannya. Aku tertawa melihatnya.

Walaupun sudah dewasa Krystal masih terlihat sangat polos. Dia menkah dengan Minho yang akhirnya mencintai Krystal dengan tulus. dan akhirnya aku memiliki anak dari Choi Siwon.

Choi Siwon, kau membuat semuanya berjalan baik dan lancar. Dan membuatku mecintaimu, Saranghae Siwon Oppa~~~

The End

Oneshot gaje ya akhirnya?? dan akhirnya selesai juga setelah sekian lama. Hahaha, tetep komen ya, karena bikinnya lumayan susuah dan capek ngetik ‘n mikir. Jadi, tolong hargai kalau udah baca.

Jangan lupa juga mampir ke blog saya sintaeminsun.wordpress.com

32 thoughts on “We Love Each Other (Oneshot)

  1. Kerenn,tapiii adegan romantisnya siwon-yuri mana?harusnya d bwt mrka benar2 saling jtuh cnta dlu, dan yuri mjd istri yg baik bwt siwon dan kmudian mrka bru punya anak~hehe sdkit msukan dari.q! Over all daebak lah

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s