lonely without you ~girl’s version~

Tittle:  lonely without you “girl version”

~made in tafunazasso~

Cast:

  • Kyuhyun
  • Yoona

Other cast : Silahkan temukan sendiri

Genre:  romance , sad

Length: One shoot

Rating : semua umur

Poster Goes To : http://mellowchicken.wordpress.com/

Disclaimer : PLOT AND KYU IS MINE!

NB: haloo~ hoola~ annyeong~ pagi~ siang~ malam~

Kita ketemu di ff gak jelas ini hha . ini salah satu dari ff oneshoot ku dan ini adalah girl’s version nya yang mana cast nya itu yoona sama kyuhyun#jujur aku gak rela buat cerita dari pasangan ini , padahal kan kyuhyun cocok denganku . Kyuhyun~*nangis bombay ditabok readers# nah daripada kelamaan baca celotehan gak jelas silahkan dibaca ff ini~

NB: ff ini pernah di post di blogku sendiri http://tafunazasso.wordpress.com <= mampir ya#promosi

 

SIDERS MENJAUH KAU!!!

DAN DILARANG KERAS PLAGIAT FF SAYA!!!

HAPPY READING :)

Suara apa itu ? suara tangisan ? ya.. aku yakin itu suara tangisan , seseorang menangis disampingku..

Siapa dia ? kenapa dia menangis ?apa itu kamu Kyuhyun ?

Perlahan walaupun susah kubuka mataku..

cahaya terang langsung menusuk tajam menyambut terbukanya mataku tapi bukan cahaya matahari yang menarik perhatianku..

kulihat seseorang tertidur di pinggir tempat tidur yang kutempati ini

siapa namja ini ? warna rambut ini.. apa dia Kyuhyun ?

dia tertidur begitu pulas.. tanpa sadar tanganku membelai rambutnya

“Umm” dia mengiggau pelan , kurasa dia merasa terganggu..

Aku menarik tanganku membiarkan dia tidur tanpa merasa terganggu lagi

“Dimana ini ?” itulah kata pertamaku sejak sadar

Akupun memeriksa semua bagian tubuhku sembari mengingat ingat apa yang terjadi sebelum ini.

Yoona awas.. teriakan keras seorang namja terngiang dikepalaku

Aku ingat namja itu.. cho kyuhyun..

‘gubraaak’ terdengar suara cukup keras disebelahku

Aku melihat ke arah sumber suara keras itu dan yang kutemukan seorang namja yang kurasa lebih tua dariku

Dia namja yang tertidur tadi..

Mata lelaki itu membelalak saat melihatku tapi sesaat kemudian matanya terlihat berkaca kaca dan yang lebih mengaggetkan dia mendekat lalu memelukku dengan lembut . Dibalik perilakunya ini kurasakan perasaan rindu di balik matanya.

“siapa kamu ? kenapa kamu menangis ?” tanyaku pelan takut menyakiti perasaannya

Kurasakan badannya sedikit tersentak seperti menunjukan kekagetan di dalam dirinya . sekian lama kami dalam hening dan dia juga tetap memelukku akhirnya dia mulai melepaskan pelukannya lalu menatap mataku tajam

Mata dengan sorot tajam tapi penuh dengan kelembutan.. mata yang indah..

Ehh ? apa yang kupikirkan ? dasar yoona pabo

Aku membalas tatapannya dengan tatapan kebingungan lalu diapun mulai berbicara

“akhirnya kamu bangun im yoona , sudah 3 bulan kamu koma di rumah sakit ini”

“aku ? koma ? tapi siapa kamu ? dimana eomma ? appa ? dan kyuhyun ?” aku mulai menyerangnya dengan ribuan pertanyaaan

“aku saudara jauhmu dan hanya aku satu satunya orang yang kamu kenal” ucapnya perlahan sedikit meyakinkan

“hanya kamu ? tapi eomma ? appa ? dimana kyuhyun ?” tanyaku mulai ketakutan tapi sebagai jawaban dia hanya menggelengkan kepala pelan

“hei jangan bercanda ! eomma , appa , kyuhyun jangan mempermainkanku ! aku tahu kalian sedang bersembunyi kan ?” aku berteriak keras meyakinkan diriku meyakinkan bahwa ini hanya permainan yang disiapkan oleh orang orang yang kusayangi

“eomma ? appa ? kyuhyun ? mereka tidak pernah ada didunia ini , kurasa kamu masih tidak bisa membedakan mimpi dan kenyataan” jelasnya

“tidak , tidak , aku punya eomma dia selalu membuatkanku makanan , memelukku dan tersenyum padaku lalu appa yang walaupun selalu memarahiku tapi juga selalu menuruti apapun permintaanku dan juga mendukungku , ada kyuhyun namjachingu yang kusayangi walaupun dia kasar dan selalu menggangguku.. mereka ada ! mereka selalu ada ! mereka bukan mimpi” berkali kali aku meyakinkan diriku dan namja yang di depanku ini .

“siapa kamu ? kamulah yang mimpi ! mereka semua ada” bentakku kembali , kurasa badanku bergetar hebat dan air mata ku terus mengalir membuat namja yang sedari tadi terlihat tenang saat kubentak itu sedikit kaget lalu kembali memelukku

“yoona tenang , aku disini , aku akan selalu disampingmu” ucapnya lembut

Apa benar itu mimpi ? tapi.. walaupun itu mimpi atau kenyataan yang kurasakan adalah kenyamanan dari namja ini dan tanpa sadar juga entah keyakinan darimana aku merasa hanya dia yang kupunya saat ini….

“siapa kamu sebenarnya ?” tanyaku saat sudah merasa mulai tenang

“namaku jung jin hwang seperti yang aku bilang sebelumnya aku saudara jauhmu” jawabnya pelan

“apa benar hanya kamu satu satunya orang yang aku kenal ? kumohon jangan membohongiku” pintaku berharap mendapat jawaban yang lebih baik

“aku tidak berbohong im yoona”

Aku tidak percaya.. aku masih belum bisa percaya…

“akan kupanggilkan dokter” dia pun beranjak pergi meninggalkan tempat ini

Dokter yang memeriksaku terlihat kaget saat melihatku dan yang aneh lagi ketika dokter seperti akan mengatakan sesuatu jin hwang selalu mengalihkan pembicaraan sampai akhirnya dia mengajak dokter itu berbicara secara berbisik dan menjauh dariku seperti menyembunyikan sesuatu dariku berkali kali pula mereka melirik sekilas ke arahku.

Aku rasa mereka membicarakanku.. aku tahu ! ini pasti benar benar kejutan yang direncanakan orang tua dan namjachinguku itu , dasar mereka tidak akan bisa membohongiku hehe

Sedikit kepercayaan kalau ini semua hanyalah permainan jebakan mulai tumbuh di dalam diriku

“nona im yoona kondisi tubuh nona belum terlalu stabil sebaiknya nona tetap dirawat disini sampai kondisi nona stabil”

“ya dokter , gomawo” ucapku semangat

“tabahlah” ucap dokter itu pelan pada jin hwang dan hanya dibalas senyuman hampa dari namja itu

“kenapa kamu harus tabah ?” tanyaku penasaran mendengar ucapan dokter itu

“karena aku harus merawat yeoja cerewet sepertimu” ejeknya

“seharusnya kamu bangga merawat yeoja secantik aku” ucapku bangga dan dia hanya tersenyum sinis

“ya ya , sekarang im yoona yang cantik makan dulu” godanya dan membuat wajah putihku berubah merah muda

“wah , ini kan makanan kesukaanku” teriakku girang saat melihat makanan yang tersedia di depanku

“aku tahu” ucapnya pelan dengan senyum hangat di wajahnya

“kenapa cuma ada satu ?” tanyaku “kamu tidak makan ?”

“aku tidak lapar” tolaknya “walaupun kamu tidak lapar tapi kamu tidak boleh tidak makan” nasehatku

“ini ambil” aku menyodorkan sendok padanya

“ayo kita bertanding , siapa yang duluan menghabiskan mekanannya boleh menyuruh apa saja pada yang kalah” tantangku

“tidak mungkin aku menang melawan tukang makan sepertimu” tolaknya “kamu takut kalah kan ?” ucapku

“siapa bilang ? baiklah kita mulai ! satu dua ti..ga !”

Mana mungkin dia menang melawanku yang dijuluki tukang makan ini haha

“aku menang” teriaknya bangga

“hah ?” bingungku “iya aku menang , nih” dia memperlihatkan piring yang dipakainya dan piring itu bersih tanpa makanan lagi

“mwo ? kamu ?” aku meyakinkan diri “haha , kamu salah menantang orang” ucapnya senang

“baiklah , aku mengaku kalah. Kamu mau suruh aku ngapain ?”

“kumohon tersenyum” ucapnya pelan tapi cukup untuk kudengar

Tersenyum ? dia mau aku senyum ? hem baiklah hanya tersenyum saja kok

Akupun menarik naik bibirku membentuk sebuah senyuman termanis yang pernah kubuat.

“kumohon untuk kamu selalu tersenyum seperti itu” lanjutnya lembut dan memamerkan senyum di wajah tampannya

“eum , ngomong ngomong kamu lebih tua dari aku bukan ? berapa umurmu ? kamu terasa familiar”

“aku 26 tahun” jelasnya “10 tahun lebih tua dariku , apa aku harus memanggil oppa atau ahjussi  mungkin ?” candaku

“tidak perlu , aku merasa tua sekarang” ucapnya dengan wajah menunjukan ekspresi ‘awas kalau memanggilku begitu’

(^o^) (^o^) (^o^)

Sudah seminggu semenjak aku bangun dari koma ku dan selama itu hanya jin hwang ataupun dokter yang keluar masuk kamar ini

Kapan eomma , appa , dan kyuhyun datang ? kapan mereka akan mengatakan ini kejutan ? apa ini benar benar nyata ?

Aku menangis sesenggukan seorang diri di kamar serba putih ini

Im yoona ini kenyataan nya tidak ada yang namanya eomma , appa ataupun kyuhyun di hidupmu mereka hanyalah mimpi dan inilah kenyataannya

‘kreek’ pintu kamarku dibuka dan jin hwang perlahan menampakan (?) diri

Aku membalikan badanku membelakangi namja itu karena aku tak ingin membuatnya khawatir dia sudah sangat baik padaku. Kupeluk lututku erat erat , kugigit bagian bawah bibirku menyembunyikan suara tangisan yang akan membuat namja itu tahu apa yang terjadi.

“apa yang terjadi ?” suara berat namja itu akhirnya keluar

“tak ada apa apa” kuhapus air mataku dengan punggung tanganku

“kalau tidak ada apa apa , kenapa kamu menangis ?” dia menarik tanganku dan membuat wajah kami saling berpandangan

“aku..aku hanya ingin menangis” dustaku “kenapa ? ada yang sakit ?” tanyanya dengan nada khawatir

Aku hanya menggelangkan kepalaku pelan “kamu tidak mau bercerita padaku ?” tanyanya lagi dengan sorot mata lembut

Lagi lagi aku hanya menggelengkan kepalaku pelan

“baiklah kalau kamu tidak mau bercerita tapi aku marah sekarang karena kamu tidak percaya padaku dan sebagai hukumannya kamu harus menangis dipundakku” ucapnya dengan gaya angkuh lalu menepuk nepuk pundak bidang miliknya

Aku hanya melihatnya dengan tatapan bingung

“apa kamu tahu saat kamu menangis dipundak orang lain akan  mengurangi rasa sedihmu dan kurasa pundakku ini pundak ajaib yang bisa mengurangi kesedihan orang yang bersandar disini” ucapnya meyakinkan

Akupun menyenderkan kepalaku dipundaknya lalu tangan besar dan hangat miliknya membelai lembut rambutku

“jangan lagi menangis saat aku tak ada disampingmu” karena kelembutannya aku merasa sangat nyaman saat ini

“aku siap kapan saja meminjamkan pundak ajaibku ini” lagi lagi dia membanggakan diri

“terima kasih” ucapku pelan dan tulus

(^_^) (^_^) (^_^) (^_^) (^_^)

“ini rumahku”

Namja ini dengan semangat menunjukanku sebuah rumah mungil berwarna putih yang diakui sebagai rumahnya

hari ini adalah hari pertamaku keluar dari rumah sakit dan juga hari pertamaku akan tinggal di rumah jin hwang

“wah , rumah yang indah” ucapku ceria karena memang aku suka dengan tipe rumah seperti itu kecil dan terasa hangat

“aku tahu kamu akan suka rumah seperti ini , aku juga suka rumah ini karena rumah ini sepertimu rumah yang mungil , hangat dan ceria setiap aku melihat rumah ini aku merasa melihatmu” jelasnya

Aku hanya tersenyum canggung padanya karena tidak tahu harus bagaimana

“tunggu sebentar disini” ucapnya serius seperti teringat sesuatu diapun berlari cepat masuk kerumahnya

Apa yang dia lakukan ? aneh…

“masuklah” teriaknya dari dalam rumah

Saat aku masuk kerumah itu terlihat pecahan pecahan kaca bertebaran dimana mana

“apa yang terjadi ?” tanyaku bingung  “hei perhatikan langkahmu” teriaknya khawatir

“apa ada pencuri kesini ?” tanyaku lagi “sudah aku bilang perhatikan saja langkahmu tak usah banyak berceloteh” kali ini dia sedikit membentak

“tapi kacanya bertebaran dimana mana aku tidak bisa berjalan kalau begini” kesalku

“ck” diapun berjalan ke arahku lalu tiba tiba merangkul leherku selanjutnya kakiku dan dengan ringannya mengangkatku melewati serpihan serpihan kaca

#bridal style ceritanya#

“berat” ucapnya ketika menurunkanku di sebuah sofa yang terletak di salah satu kamar

“apa katamu ?” bentakku tidak terima dan hanya dibalas tawa olehnya

“kenapa kaca dirumah ini semuanya pecah ?” tanyaku penasaran “ah , syukurlah kaca yang disini tidak pecah” aku menunjuk kaca dipojok ruangan

Dengan santai aku beranjak berdiri dan berlari kecil menuju kaca itu memastikan kaca yang satu ini baik baik saja

‘praang’ sebelum aku sampai di kaca jin hwang sudah menyalipku duluan dan memecahkan kaca itu dengan tangannya sendiri

Darah mengucur deras dari tangannya dan membuatku membelalak kaget

“apa yang kamu lakukan ?” teriakku histeris dan menarik lembut tangannya

Tapi dengan tangan yang lainnya ia memegang pipiku dan menatapku dengan lembut

“aku tak akan membuatmu terluka lagi” ucapnya misterius

“mwo ? apa maksudmu ?”

“tak apa apa , kamu tetap dikamar ini biar kubersihkan dulu kaca kaca ini” dia membalikan badannya tapi dengan cepat aku menarik tangannya yang terluka “sekarang bukan saatnya bersih bersih yang lebih penting akan kuobati tanganmu dulu” akupun mendorongnya duduk di sofa.

“dimana kotak obatnya ?”

“aku tidak punya kotak obat , sudahlah lagipula ini bukan luka parah”

“apanya yang bukan luka parah !? apa kamu tidak lihat darahnya ?” bentakku

“ck , biar kubebat dengan sapu tanganku dulu , nanti antar aku ke supermarket terdekat kita beli peralatan obat obatan” perintahku

“cih” dengusnya kesal “mana jawabannya ?” perintahku “ya” jawabnya lemah

“biar aku saja yang bersihkan semuanya”

“jangan , biar aku saja” tolaknya dengan sedikit panik lalu melangkahkan kakinya keluar kamar setelah memungut sebagian kaca yang berserakan di bawah kakiku

(o_O) (o_O) (o_O) (o_O)

“ayo” ajakku bersemangat

“kemana ?” tanyanya tidak bersemangat “supermarket” ucapku lugu

“hah !? diluar dingin dan turun salju aku tidak mau , lagipula untuk apa kesana ?”

“untuk apa ? kamu bilang untuk apa ? setidaknya lihat kulkasmu disana hanya ada makanan instan bagaimana kamu bisa sehat kalau hanya makan itu ? kita perlu beli banyak hal untuk rumah ini karena itu ayo pergi” ajakku lagi

Dia menghela nafas pelan dan dengan malas berjalan pelan ke kamarnya mengambil jaket dan syal

“kamu tidak pakai jaket ?” tanyanya heran saat melihatku hanya memakai kaus lengan panjang

“jaketku ada di bagian paling dalam tas aku malas mengambilnya lagipula aku kuat kok” aku menekuk kedua tanganku layaknya binaragawan untuk meyakinkan namja itu

Kembali dia menghela nafas lemah “bagaimana mungkin kamu kuat di cuaca seperti ini” nasehatnya lalu melepas jaket yang baru saja menempel di tubuhnya “pakai ini” dia menyodorkan jaket itu padaku “hah ? tidak usah , aku tidak apa apa” tolakku pelan

“pakai saja , aku bisa kepanasan kalau memakai sweater dan jaket sekaligus”

“ne , gomawo” aku merasa tidak enak menolak lagi

“kamu seperti penguin” ejeknya saat melihat aku memakai jaket yang kebesaran di tubuhku ini

“jadi kamu hanya mau mengejekku ?”

“tidak , aku tidak mengejekmu hanya menertawakanmu”

“sama saja” balasku

(~_~) (~_~) (~_~)

“ada yang ingin kamu makan ?” tanyaku meminta pendapat

“ramen” jawabnya singkat

“baiklah kita beli bahan bahannya”

“terserahlah” jawabnya cuek

Aduh , bahan bahan ramen apa saja ya ? aku mulai memutar otak mengingat apa saja yang ada di ramen

Ah aku ingat ada yang warnanya hijau hijau mungkin itu kubis ?

Aku mulai melangkah ke arah sekeranjang kubis “untuk apa membeli itu ?” tanya namja disebelahku

“bukannya kamu mau ramen ?”

“hah ? sejak kapan ramen pake kubis ?” dengan wajah mengejek dia meneruskan kata katanya

“jangan jangan kamu tidak tahu cara membuat ramen ? benar kan ?” dia mulai menggodaku

“hah ? mwo ? tidak mungkin aku tudak tahu” jawabku keras kepala tapi sebenarnya aku benar benar merasa malu saat ini

“kalau kamu memang tahu , coba ucapkan apa saja bahan bahannya ?”

“eh ? eum ?” apa saja sih ? mungkin cabe ? atau kangkung ?

“sudahlah akui saja kamu kalau kamu tidak tahu”

“aku tahu kok , eum..” aku mulai menguras otak habis habisan lagi

“sudahlah kalau tidak tahu juga tidak apa apa , aku akan membantumu” ucapnya menawarkan diri

Dengan lancarnya namja itu mengambil satu persatu bahan yang dibutuhkan

Padahal dia namja tapi dia lebih terampil dariku..

“lho ? ahjussi” panggil seseorang yang berada dibelakang kami

Jin hwang refleks langsung berbalik ke arah suara tapi tiba tiba matanya membelalak kaget saat melihat ke sumber suara dan tanpa aba aba dia menyeretku menuju ke kasir dengan terburu buru . karena penasaran aku berbalik menolehkan kepalaku , disana terlihat jelas seorang namja berdiri dengan tatapan kebingungan dan sedikit marah melihat ke arahku dan yang lebih mengaggetkanku namja itu mirip seperti kyuhyun

Apa itu kyuhyun ? atau orang yang hanya mirip kyuhyun ? tidak , aku yakin dia kyuhyun ! dia kyuhyun ! dia kyuhyun namjachinguku !

“apa yang kamu lakukan ?” bentak jin hwang emosi lalu menyeretku semakin keras

“jin hwang berhenti ! kumohon berhenti ! itu kyuhyun ! dia kyuhyun namjachinguku !” ucapku sedikit memelas dan mempertahankan tubuhku agar tidak semakin terseret oleh namja yang terlihat jelas sedang marah ini tapi apa daya kekuatan namja itu kembali meyeretku

“jin hwang berhenti atau aku akan membencimu” ancamku tapi dia tetap diam sembari membayar semua belanjaan dan tetap mencengkram tanganku

“jin hwang !” bentakku lagi tapi kali ini dia melihat ke arah mataku tajam dan memelukku untuk kesekian kalinya

Kenapa ? ada apa ? apa yang terjadi ?

“jangan pergi , kumohon”

Untuk kali ini aku merasa badanku kaku tak bergerak disusul air mataku yang meluncur dengan derasnya dan entah kenapa aku merasa sangat sakit hati dan kecewa karena satu satunya  orang yang kupercaya selama ini membohongiku .

apa yang harus kupercaya ? apa aku harus percaya kalau kyuhyun masih hidup ? atau aku harus percaya pada jin hwang ?

tapi.. perasaanku mengatakan aku harus percaya pada jin hwang lagipula tadi aku tidak melihat jelas wajah namja itu…

jin hwang aku memepercayaimu..kumohon jangan bohongi aku…

sesampainya di rumah aku melihat telepon yang terletak di pojok ruang tamu

ada telepon disini ? setidaknya aku harus mencoba memastikan mungkin aku harus mencoba menelpon rumahku atau menelpon kyuhyun…

“kamu bisa makan sendiri kan malam ini ?” tanya jin hwang memecah semua pikiranku

“eh ?”

“mian , ada urusan mendesak yang harus kuselesaikan” jawabnya

“eumm , ne” jawabku sedikit kecewa tapi setidaknya aku punya kesempatan menelpon

Jin hwang tersenyum lembut ke arahku lalu pergi dengan sedikit tergesa gesa

“buru buru sekali” gumamku pelan lalu akupun melangkahkan kakiku menuju telepon

“eum , nol..dua..satu..” gumamku mengingat ingat sembari menekan tombol tombol telepon

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi…

“aneh kenapa nomor eomma tidak bisa..ah mungkin eomma sudah ganti nomor”

“sekarang coba nomor appa..nol..lima..dua..” kembali aku mengingat ingat tapi untuk yang kedua kalinya aku mendapat jawaban yang sama

“kenapa tidak bisa ya ?” badanku mulai gemetar hebat karena merasa takut dan mataku pun mulai terasa panas

“tidak , im yoona masih ada kesempatan pasti kali ini kyuhyun yang akan mengangkat teleponnya” aku mulai menyemangati diriku sendiri

“nol..tujuh..dua..” dalam hatiku penuh dengan pengharapan semoga yang kali ini akan ada yang mengangkat

Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi

‘braaak’ gagang telepon yang sebelumnya berada di tanganku kini sudah terletak dilantai sehabis meluncur dari tanganku

“eom..ma..app…appa..kyu..” aku menangis sekencang mungkin

“aku merindukan kalian..bukan..bukan mimpi…kalian nyata..”

‘kreek’ terdengar pintu depan rumah terbuka

“yoona , aku pu..” kata kata namja itu terputus saat melihatku secepat mungkin dia berlari ke arahku dan memegang pundakku lembut

“ada apa ? apa yang terjadi ?” terlihat kepanikan di wajahnya dan aku hanya menjawab dengan tatapan kosong

“ada apa ? jawab aku im yoona” dengan sedikit membentak dia kembali bertanya tapi aku tahu pasti kalau dia membentak karena khawatir

“eom..ma..ap..pa..kyuh…yun” gumamku pelan ditengah tangisku

Dia terlihat mengerti dengan apa yang terjadi lalu menghapus air mataku lembut

“perlu berapa kali kukatakan padamu hem ? kumohon jangan menangis saat aku tak ada disampingmu” ucapnya memohon

Seperti biasa dia langsung memelukku menengggelamkanku dalam kehangatannya dan seperti biasa pula aku merasa tenang saat dia melakukan itu.

“kamu sudah makan ?” aku hanya menggelengkan kepala pelan

“mau makan ? kita makan sama sama ya ?” aku hanya menggeleng kepala lagi

“kalau begitu aku juga tidak makan” jawabnya cuek

“tidak boleh” jawabku spontan “kalau begitu kamu juga harus makan” perintahnya “ne , baiklah” jawabku lemah

“biar aku yang masak” ucapnya menawarkan diri

(>_<) (>_<) (>_<)

Sejak kejadian hari itu jin hwang selalu ada disampingku menemaniku seperti hari ini dia juga mengajakku jalan jalan

“kue itu sepertinya enak” ucapku bersemangat saat melihat kue yang dipamerkan di sebuah toko

“dasar tukang makan” ejeknya tapi kemudian dia langsung menariku memasuki toko itu

“jung jin hwang ayo kita bertanding” tantangku

“dasar tapi jangan menangis kalau kalah ya ?” dia menyetujuinya

“seperti biasa yang kalah harus menuruti yang menang ya ?” ucapku

Kali ini aku pasti menang haha

 kalau kalian tanya siapa yang menang selama ini jawabannya adalah satu kalipun aku tidak pernah bisa mengalahkan jin hwang alhasil akhirnya akulah yang harus menuruti semua permintaannya tapi permintaan hasil dari kemenangan jin hwang selalu memintaku untuk tersenyum walaupun aneh tapi aku juga suka senyuman lembut di wajahnya setelah melihat senyumku.

“aku menang” teriakku saat kue di piringku sudah habis dan melihat sekilas ke arah jin hwang tapi terlihat di wajah namja itu ekspresi menyerah

‘aku tidak akan memakan makanan manis menjijikan ini’ kira kira seperti itulah tatapan yang diberikan jin hwang ke arah kue di depannya

“hebat , kamu menang” ucapnya datar tanpa ekspresi

“bagaimana mungkin aku bisa disebut menang kalau lawanku tidak bersemangat sepertimu” ucapku merengek

Dia menghela nafas berat “aku tidak bisa makan ini” ucapnya lemah kemudian tangannya menyetuh bagian samping bibirku

“mau..mau apa ka..kamu ?” tanyaku terbata bata karena gugup dan kurasa wajahku sudah memerah sekarang

“kamu seperti anak kecil ya ? makan saja masih berantakan” ejeknya

Oh ternyata hanya membersihkan wajahku

“sudah selesai kan ?” tanyanya

“ne” dia pun menggandengku menuju meja kasir

“oh iya , aku punya satu permintaan kan ?” ucapku mengingatkan dan hanya dibalas gumaman menyetujui darinya

“kalau begitu permintaanku aku ingin kamu tidak pernah membohongiku”

kuucapkan permohonan itu dengan senyum menghiasi wajahku tapi wajahnya justru berubah muram saat mendengar permohonanku lalu di wajahnya terpampang senyum hampa.

“hem , jin hwang sepertinya ada tamu” ucapku ketika melihat seseorang berdiri di depan rumah

Jin hwang terlihat menyipitkan matanya guna melihat dengan jelas orang itu tapi dengan cepat wajahnya melukiskan kekagetan

“kamu lewat pintu belakang saja ya ? dia teman bisnisku” ucapnya lembut dan meyakinkan

“hem , ne” jawabku dan memutar arah jalanku

Aneh kalau teman bisnis yang sepenting itu kenapa tidak diajak masuk kerumah ya ? hem aku jadi penasaran..

Dengan sedikit berlari kecil aku menuju ruang tamu karena disana terdapat jendela besar sehingga aku bisa melihat keadaan di luar sana , sangat pelan aku membuka sedikit tirai yang menutupi jendela itu lalu menyipitkan mata guna melihat dengan jelas apa yang terjadi

Itu jin hwang dan.. tanpa perlu menyipitkan mata seperti sebelumnya bahkan kali ini mataku membelalak kaget melihat namja yang berdiri di depan jin hwang “kyu..kyuhyun” gumamku pelan

Tanpa perlu berlama lama segera aku berlari menuju pintu depan saat membuka pintu terlihat lelaki muda itu memukul jin hwang

“kyaaa” teriakku melihatnya dan membuat kedua namja itu teralihkan perhatiannya

“jadi dia ?” bentak pelan lelaki muda itu pada jin hwang

“diam” bentak jin hwang tak kalah keras “kyu…” teriakku lemah

“dasar yeoja tak tahu malu selalu menyusahkan” bentak lelaki muda itu lagi

“aku bilang diam” jin hwang pun menarikku masuk kembali ke rumah

“jin hwang..dia..kyuhyun kan ?” tapi jin hwang hanya diam tak menggubris semua pertanyaanku

“pembohong…kamu pembohong” bentakku kecewa sambil memukul dada bidang jin hwang

“itu kyuhyun..dia kyuhyun..lepaskan aku” teriakku memberontak tapi semakin keras jin hwang menarik tanganku

Sesampainya di kamarku dia mendorongku ke tempat tidur sehingga aku jatuh terduduk diatas tempat tidur itu lalu tanpa kusangka dia duduk di depanku menggenggam tanganku lembut “kumohon percaya padaku” ucapnya memohon

“pembohong..pembo..” belum sempat meneruskan kata kataku jin hwang mencium lembut bibirku

“istirahatlah” ucapnya lembut dan beranjak keluar dari kamarku

Dia menciumku..tapi dia membohongiku..

“kyuh..yun” gumamku pelan dan aku langsung mengambil tindakan untuk melompat dari jendela yang ada di kamar ini

Dimana kamu kyuhyun ? aku terus berlari tanpa memperdulikan baju tipis yang kupakai ataupun kakiku yang tanpa memakai alas apapun menginjak dinginnya salju yang terus turun tanpa kompromi.

Aku sedikit lega saat melihat seseorang yang aku cari sedang berdiri tak jauh dari tempatku sekarang.

“kyuh..” teriakanku terpotong saat melihat namja itu tersenyum lalu mencium lembut seorang yeoja

Dengan kaki yang masih bergetar aku berlari ke arah namja itu “kyuhyun” panggilku pelan

“cih , apa yang kamu lakukan disini hah ? setelah semua yang hyung punya sudah kamu milikki sekarang kamu mengikuti hah ?” bentaknya

“kyu..” gumamku pelan “siapa dia ?” ucap yeoja yang bersamanya

“sudah tinggalkan saja dia” namja itu menarik tangan yeoja itu “jangan begitu” nasehat yeoja itu

“ck , seohyun sudah tinggalkan saja” ucap namja itu tanpa digubris oleh yeoja bernama seohyun itu

“eonni , maafkan dia ya ? ini dipakai saja” seohyun melepas syal yang dipakainya lalu memberikannya padaku

“untuk apa kamu memberikan syalmu padanya ?” bentak namja itu tak terima

“sudahlah lagipula aku tak terlalu kedinginan” ucap seohyun lembut

“pakai saja punyaku” namja itu melepas syal yang dipakainya lalu mengalungkannya di leher seohyun

Mataku kembali terasa panas saat melihat kelembutan kyuhyun pada seohyun dan juga saat menerima sikap kasar darinya

“oh iya setidaknya pakailah pakaian yang lebih pantas” ketus namja itu padaku

“sudahlah~ eonni kami duluan” ucap seohyun ramah

Lututku terasa lemas dan membuatku jatuh terduduk di atas hamparan salju seperti biasa kupeluk erat lututku dan menangis

“yoona” teriak seorang namja dari kejauhan terasa pula langkah kakinya yang semakin mendekatiku

“yoona ?” dia membersihkan sebagian salju yang berjatuhan di atas tubuhku dan mengguncang pelan pundakku

“dingin..sejak kapan kamu disini ?” aku sudah hapal semua kebiasaan jin hwang dia selalu membentak jika merasa khawatir seperti apa yang dia lakukan saat ini . kurasakan badanku melemah kehilangan tenaga dan akun merasa jatuh tepat dipelukan jin hwang.

“eum” erangku pelan karena merasa sakit dikepala

Rasanya jangankan untuk berdiri untuk menggerakan tangan saja tidak bisa kulakukan badanku terasa sangat lemah saat ini. Diluar kamar terdengar jin hwang membentak seseorang karena tidak ada tanda tanda orang selain jin hwang diluar sana kurasa dia sedang menelpon seseorang.

Setelah mulai menguasai diri dan merasa sedikit sehat aku beranjak dari tempat tidurku ‘kraak’ kakiku terasa menginjak sesuatu yang tajam sehingga darah segar mengucur dari sana . “aww , apa ini ?” dengan sedikit membungkuk aku mengambil benda itu “kaca” gumamku pelan setelah mengetahui benda yang dengan sukses membuat kakiku terluka .

Mungkin ini sisa dari hari itu mataku membelalak kaget melihat kaca itu

Yoona awas ! kembali bayangan itu berkelebat dipikiranku

aku mengerti sekarang…

‘kreeek’ pintu kamarku terbuka dan dengan cepat aku menyembunyikan kaca di tanganku

“kamu sudah bangun” terlihat di wajah jin hwang tersenyum ke arahku lalu reflek aku memeluk namja itu

“yoona ? ada apa ?” tanyanya “aku butuh pundak ajaib” jawabku pelan sambil menggigit bibir bawahku untuk menyembunyikan suara tangisku

Walaupun bingung dia balik memelukku dan mengelus rambutku “kamu baik baik saja ?” tanyanya dan hanya kubalas anggukan

“aku punya satu permintaan , apa kamu mau mengabulkannya ?” tanyaku

“baiklah kalau aku sanggup pasti akan kukabulkan” dia menyetujui dan kubalas senyum hangat

“ajak aku ke taman hiburan” pintaku “hanya itu ?” tanyanya bingung “kamu tidak mau mengajakku ?” rengekku

“kenapa aku tidak mau ? tapi kamu harus sehat dulu ya ?” ucapnya penuh perhatian

(^_^) (^_^) (^_^)

“aku mau naik itu” tunjukku pada permainan bianglala

“katanya melihat matahari terbenam dari atas sana benar benar indah” ucapku

Tanpa mengucapkan apapun dia menuju loket dan membeli tiket “ayo” ajaknya

Saat sudah menaikki bianglala aku mulai membuka pembicaraan

“kamu kyuhyun bukan ?” tanyaku serius

“kyuhyun ? bukankah itu pacarmu ?” tanya balik jin hwang kebingungan

“yah itu nama pacarku dan juga namamu” jawabku balik

“apa maksudmu ?”

“berhentilah berbohong !! aku sudah tau apa yang terjadi” bentakku

“yoona apa maksudmu ?”

“kyuhyun kamu adalah kyuhyun bukan ? kamu selalu menemaniku selama sepuluh tahun aku tidur koma . kamu adalah kyuhyun” tangis yoona pun pecah

“yoona..”

“katakan yang sebenarnya berhentilah membohongiku kyuhyun . kamu adalah kyuhyun bukan jin hwang . kamu adalah pacarku . dan kamu bukanlah mimpi”

“tenanglah yoona” pria itu pun memelukku berharap dapat menghilangkan sedikit rasa sakit hatiku

“sepuluh tahun aku selalu menunggumu , sepuluh tahun aku melihatmu terdiam , sepuluh tahun aku merindukanmu , sepuluh tahun aku selalu mencintaimu akhirnya kamu membuka matamu ‘siapa kamu ?’ kata kata yang keluar dari mulutmu saat itu menyadarkan aku kalau 10 tahun sudah berlalu , aku menyadari bahwa orang orang yang kau sayangi pun sudah pergi dan aku menyadari bagaimana jika kamu tahu jika orang orang yang menyayangimu dan juga keluargamu telah meninggal aku takut kamu akan shock dan benar benar pergi dariku , aku takut..”

“sepuluh tahun ? selama itu kamu menungguku ?”

Flashback

“aku merasa akhir akhir ini ada yang mengikutiku” ucap yoona pada kyuhyun pacarnya

“hah !? siapa ?” tanya kyuhyun

“entahlah mungkin pengaggumku ?” goda yoona

“hha , ada juga orang aneh yang mengikutimu . aku berani bertaruh kalau dia adalah orang gila”

“huh , kamu menyebalkan”

“ayo pulang , sudah larut biar kuantar kau pulang”

“mengantarku pulang ? jarang jarang kamu mengantarku . ohh aku tahu kamu mengkhawatirkanku kan ?”

“dasar bodoh aku hanya ingin tahu bagaimana rupa mahkluk yang selalu mengikutimu kok”

“huh , dasar menyebalkan”

“hha aku hanya bercanda . mana mungkin ada seorang cowok yang tidak mengkhawatirkan pacarnya bukan ?”

“hhe , aku menyayangimu kyuhyun”

“aku juga sangat menyayangimu yoona”

Flashback end

“hanya sampai hal itu yang selalu kuingat , apa yang terjadi setelah itu sebenarnya ?” tanyaku

“sebenarnya…”

Flashback

“boleh aku menciummu yoona ?” tanya kyuhyun

“hem bagaimana ya ? boleh sih , asalkan kamu berjanji untuk selalu bersamaku seumur hidup ?”

“yah , kalau seumur hidup tidak jadi deh” ucap kyuhyun dan tiba tiba kyuhyun mencium lembut bibir  yoona

“aku berjanji akan bersama dan selalu menjagamu serta melindungimu seumur hidup” ucap kyuhyun

“kamu curang , tapi kamu sudah berjanji lho ! janji ?” ucap yoona sembari menaikan jari kelingkingnya ke arah kyuhyun

“janji” jawab kyuhyun langsung mengaitkan jari kelingkingnya

“ayo kuantar sudah hampir malam” ajak kyuhyun

“tapi baru jam 5” rengek yoona

“aku ada les hari ini” jawab kyuhyum

“kamu ? les ? sejak kapan ?” tanya yoona bingung

“entahlah eomma ku seenaknya mendaftarkan aku , bagaimanapun kita adalah murid sma yang akan berujian kan ?”

“hem , iya juga”

Mereka pun berjalan bergandengan tangan dan mengeluarkan candaan satu sama lain

“sudah sampai sini saja tak apa apa , kamu buru buru kan ?” ucap yoona

“benar tak apa apa ?”

“rumahku kan sudah dekat sekali , tinggal 5 rumah dari sini” ucap yoona menunjuk ke arah rumahnya

“ya sudah cepat sana masuk”

“yah , sampai bertemu besok lagi . saranghae”

Flashback end

“saat itu aku tetap melihat ke arahmu yang berlari kecil sampai tiba tiba sebuah mobil melaju kencang ke arahmu dan menabrakmu dengan sangat cepat . saat itu pikiranku pun langsung kosong . aku langsung berlari ke arah tubuhmu. dokter mengatakan karena hentakan sangat keras di kepalamu bahkan mereka pun tidak bisa memperkirakan kapan kamu bangun . orang yang menabrakmu sudah tertangkap ia adalah seorang penguntit rahasiamu dia marah sejak kamu menjadi yeojachinguku dan melakukuan hal itu . aku merasa itu semua kesalahanku , seandainya saat itu aku mengantarmu sampai depan rumahmu , seandainya saat itu aku…”

“itu bukan salahmu kyuhyun , kamu tidak bersalah. bagaimana dengan keluargaku kyuhyun ?”

“setelah 5 tahun kamu koma , dokter memvonis bahwa sudah tidak ada harapan lagi untukmu dan memutuskan untuk menyudahi hidupmu saat itu juga. mereka juga mengatakan melakukan itu agar kamu tidak terus terusan tersiksa disamping itupun keluargamu benar benar frustasi karena anak mereka satu satunya yang tidak juga membuka matanya mereka mulai kehilangan segalanya , mereka kehilangan semangatnya hingga akhirnya mereka pergi meninggalkan dunia”

“appa , eomma ? mereka sudah…”

“lalu siapa namja itu ? namja yang kamu pukul tempo hari maksudku…” berbagai pertanyaan meluncur dari mulutku

“dia keponakanku , apa kamu ingat ‘si labu kecil’ yang selalu mengganggu kita dulu ? dialah si labu kecil itu”

aku menggangguk mengerti karena aku memang mengingat julukan  ‘labu kecil’ itu “dia sudah dewasa” gumamku lebih pada diriku sendiri

“lalu kenapa aku masih bisa dirawat di rumah sakit itu ? jangan jangan kamu..”

“semua kulakukan untukmu , aku ingin kembali mendengar suaramu , kembali melihat senyummu dan kembali bersamamu”

“kyu.. kyuhyun gomawo.. gomawo sudah selalu bersamaku , selalu menungguku dan selalu mencintaiku.. saranghae kyuhyun saranghae”

“saranghae yoona . untuk sekian kalinya aku berjanji akan terus dan selalu bersamamu jangan pernah tinggalkan aku lagi”

“tidak aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi”

@@@@@@@@

Suatu hari di dalam sebuah gereja terlihat dua orang anak manusia dengan aura bahagia di wajah mereka salah satunya adalah yeoja yang dibalut dengan wedding dress putih dan membuatnya semakin cantik sedangkan salah seorang lagi yaitu seorang namja yang terlihat tampan di balutan jas serba putih. Diiringi lonceng yang bergema indah di gereja itu mereka pun saling berjanji…

“cho kyuhyun apakah kamu berjanji akan menjaga dan melindungi im yoona sebagai istrimu dalam suka maupun duka ?”

“aku berjanji”

“im yoona apakah kamu berjanji mau menerima cho kyuhyun sebagai suamimu dan mendampinginya baik dalam suka maupun duka ?”

“aku berjanji”

~The end~

 

Yaay ! ff KyuNa pertamaku selesai haha#nari nari

Gimana ceritanya ? bagus gak ? aneh kah ?

Walaupun ini ff oneshoot tapi kuakui sampai saat ini ff ini adalah ff tersusah bagiku karena aku pengen bikin reader penasaran#author jahat

Tapi adakah reader yang terjebak sama ff ini ?#evil laugh

Thanks for my beloved reader

Thanks for good reader

Thanks for your comment

jangan lupa tinggalin comment ya*kedip mata genit

27 thoughts on “lonely without you ~girl’s version~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s