Snowy Wish

Main Cast:

  • Jung Eunji ‘A Pink’
  • Song Seunghyun ‘FT Island’

Support Cast:

  • Hong Yookyung ‘A Pink’
  • Choi Jonghoon ‘FT Island’

Genre: Romance

Rating: PG-13

Length: Ficlet

***

            “Seunghyun oppa! Chakkaman!” teriak Eunji sambil berlari kecil menghampiri pemuda itu.

Seunghyun menatap gadis itu kesal, begitu Eunji berhasil menyusulnya. “Mwohaneungoya? Mengapa kau selalu mengikutiku?” tanyanya ketus.

“Waeyo? Aku hanya ingin pulang bersamamu, oppa,” kata Eunji manja.

“Tapi aku tidak ingin pulang bersamamu!” bentak Seunghyun lalu kembali berjalan.

Eunji langsung menarik tangan Seunghyun. “Oppa,” panggilnya.

Seunghyun melepaskan tangannya dari genggaman Eunji dengan sentakan yang kasar lalu membentak gadis itu lagi, “Ya! Bisakah kau berhenti mengangguku, babo?”

Eunji menggeleng polos.

“Ya, bukankah sudah berapa kali aku bilang padamu bahwa aku tidak menyukaimu? Justru sebaliknya, aku sangat membencimu!”

Eunji terdiam. Mata polosnya terus menatap mata Seunghyun yang sedang mengilat karena amarah. Mata yang selama ini tidak mempunyai kekurangan apapun walaupun mata itu sering memberikannya tatapan yang menakutkan.

Eunji tiba-tiba tersenyum manis. “Arasso. Kalau begitu, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku.”

“Aish~” Seunghyun mengerang kesal. Dia kembali melanjutkan langkahnya meninggalkan Eunji.

***

            “Eunji-ah, apa yang ingin kaulakukan saat Natal nanti?” tanya Yookyung, sahabat Eunji.

Eunji terdiam beberapa saat lalu menyahut, “Aku ingin membuatkan cokelat untuk Seunghyun oppa.”

“Mwo? Ya, ini Natal, bukan hari Valentine, babo!”

Eunji terkekeh pelan. Dia menutup majalahnya lalu meletakkannya di pangkuan. “Ne, tapi aku akan memberikan cokelat pada Seunghyun oppa sebagai hadiah Natalku untuknya. Aku yakin dia menyukainya.”

Yookyung memutar bola matanya dengan bosan. “Aish~ Mengapa kau tidak bosan-bosan juga mengejarnya, huh? Dia bahkan sudah beberapa kali bilang padamu bahwa dia membencimu, tapi aku masih saja memaksanya. Apakah itu tidak keterlaluan?”

Eunji tertunduk lesu. “Ne, aku tahu itu. Tapi aku sangat menyukainya, Yookyung. Kau tidak akan pernah tahu perasaanku. Aku benar-benar sudah dibuat cinta mati padanya.”

“Cih, sinting!” Yookyung meraih bantal lalu melemparkannya ke wajah Eunji. “Bagaimana kalau dia masih terus menolakmu dan akhirnya kau tidak akan pernah bisa bersamanya?”

Eunji terdiam. Dia menatap merebahkan tubuhnya di atas ranjang lalu menengadah menatap langit-langit. “Mungkin aku bisa meminta Santa Claus untuk membuatnya jatuh cinta padaku.”

“Mwo?” Yookyung terbahak. “Kau ini sudah SMA, tapi masih juga berpikir dan menganggap bahwa Santa Claus itu nyata. Tsk. Tsk. Kalaupun dia nyata, bagaimana caranya dia akan membuat Seunghyun oppa jatuh cinta padamu?”

Eunji mengangkat bahu. “Tapi aku yakin Santa Claus punya rahasia. Aku yakin dia bisa membuat Seunghyun oppa jatuh cinta padaku.”

***

            Hari itu semua siswa dan siswi SMU Dongguk sedang berkumpul di sekolah untuk membersihkan kelas. Mereka sedang sibuk untuk merapikan sebelum libur untuk musim dingin dan Natal.

Ketika yang lainnya sedang sibuk berbenah, Eunji tampak duduk di sudut ruang kelas sambil memegang agenda kecilnya beserta sebuah pulpen. Dia sibuk menuliskan beberapa hal-hal yang dia inginkan saat Natal.

“Ya, Eunji-ah, cepat kemari! Bantu aku untuk mengangkat bangku ini ke atas meja!” teriak Yookyung.

Eunji segera menutup agendanya lalu menyahut gembira, “Ne!”

Sebelum dia menghampiri Yookyung, dia menyimpan agendanya dalam saku mantel hangatnya. Gadis itu tak sabar menunggu Natal tiba.

***

            Tanggal 24 Desember. Seunghyun berlari kecil menuju pintu ruang tamu begitu mendengar suara bel berbunyi. Namun, ketika pintu dibuka, dia hanya menemukan sebuah kotak persegi berwarna putih dengan motif pohon Natal.

Seunghyun membuka kotak itu lalu mendapati beberapa cokelat dengan bentuk bermacam-macam. Ada bentuk pohon Natal, rusa, Santa Claus, kado, dan bintang. Selain itu, di dalam kotak itu juga ada sepucuk surat berwarna putih. Seunghyun segera meraih surat itu lalu membacanya.

“Dari Eunji,” gumam Seunghyun begitu melihat dan mengenali tulisan tangan itu.

“Oppa, selamat hari Natal. Aku harap kau mendapatkan banyak hadiah tahun ini. Oh ya, oppa, apakah kau bisa meluangkan waktumu sebentar? Aku ingin kau datang jam 12 malam ini di taman. Aku ingin menantikan hari Natal bersamamu. Aku harap kau datang. Sampai jumpa di taman malam nanti~ ^^”

Seunghyun langsung meremas kertas surat itu dan membuangnya ke tempat sampah. “Kenapa dia masih keras kepala juga?”

***

            Jam 11.55. Eunji berdiri di tengah salju turun, lengkap dengan pakaian hangatnya. Dia melemparkan pandangannya ke sekelilingnya, menanti Seunghyun datang. Tapi, sejak tadi, tak ada tanda-tanda pemuda itu akan datang.

Telebih lagi, cuaca mulai sangat menggigit dan hari sudah sangat gelap. Tapi Eunji sama sekali tidak berniat untuk pulang dan bersikeras ingin menunggu Seunghyun datang.

“Aku yakin kau datang, oppa,” gumamnya pelan.

Jam 12.00. Eunji melirik jamnya dan terkejut begitu mengetahui bahwa hari Natal sudah tiba. Dia melemparkan pandangannya ke segala arah dan lagi-lagi tak menemukan Seunghyun dimana-mana.

Tiba-tiba saja bulir air matanya menjatuhi pipinya. Pipinya yang terasa dingin dan membeku kini bisa merasakan hangatnya air mata miliknya yang terus jatuh tanpa berhenti.

“Apakah aku begitu bodohnya sampai mau menungguimu ditengah malam yang dingin ini, oppa? Apakah kau begitu membenciku?”

***

            “Woah~ Milik siapa ini?” tanya Jonghoon begitu melihat sekotak cokelat yang ada di atas meja dapur.

Seunghyun yang saat itu tengah sibuk memasak mie menoleh. “Ah~ Itu milikku. Kau makan saja semuanya kalau kau mau.”

“Jeongmalyo? Woah~ Gomawo. Tapi, ini kau yang buat atau diberi oleh orang lain?”

“Diberi,” jawab Seunghyun singkat lalu kembali fokus dengan masakannya.

Jonghoon menyeringai lalu berkata, “Biar aku tebak, dari Eunji, kan?”

Seunghyun tak menyahut.

“Mengapa kau bisa begitu membencinya, huh? Menurutku dia sangat manis dan juga tulus mencintaimu. Tapi mengapa kau tidak menerimanya?”

Seunghyun tiba-tiba membalikkan badan lalu menatap Jonghoon kesal. “Jika kau banyak bicara, aku tidak jadi memberikan cokelat itu padamu.”

“Ah~ Arasso, arasso,” sergah Jonghoon buru-buru.

***

            Seunghyun duduk di beranda kamarnya sambil menikmati segelas cokelat hangat. Dia menengadah menatap langit yang gelap dan mengeluarkan butir-butir salju putih yang dingin.

Tiba-tiba saja hati Seunghyun berdesir. “Apa yang sedang dilakukan Eunji sekarang? Apakah dia benar-benar menungguiku ditaman sekarang?”

Seunghyun menoleh kearah jam dinding kamarnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.45.

Hati Seunghyun menjadi resah. Kepalanya terus berputar untuk menerka-nerka tentang pertemuannya dengan Eunji malam ini. Tapi, waktu perjanjian pertemuan mereka sudah lewat dan dia tidak yakin apakah Eunji masih menungguinya.

“Aku yakin dia masih menunggumu sekarang.”

Seunghyun menoleh saat mendapati Jonghoon berdiri di ambang pintu beranda sambil melipatkan kedua tangan di atas dadanya. “Aku membaca surat yang tadi kau buang ke tempat sampah. Aku yakin dia masih menungguimu sekarang di taman.”

“Darimana kau bisa seyakin itu?” tanya Seunghyun.

“Apa kau tidak sadar, selama ini dia mencintaimu dengan tulus dan menungguimu sampai kau bersedia menerimanya. Apakah itu tidak cukup meyakinkan untukmu?”

Seunghyun terdiam. Jonghoon menghampiri adik laki-lakinya itu lalu menepuk pundak Seunghyun, “Temui dia sekarang sebelum dia mati kedinginan.”

***

            Seunghyun berlari secepat mungkin menuju taman kota. Masih sambil terengah, dia segera melemparkan pandangannya ke seluruh penjuru taman untuk mencari Eunji. Tapi, gadis itu tak ada dimana-mana.

“Eunji-ah! Oediya? Eunji-ah!” teriak Seunghyun.

Tapi tak ada yang menyahut dan Seunghyun mulai putus asa. Apakah dia sudah pulang?

“Oppa…”

Seunghyun membalikkan badan begitu mendengar suara lirihan Eunji. Dia terkejut saat mendapati gadis itu meringkuk kedinginan di balik pohon yang ada di taman. Wajahnya terlihat pucat dan kepalanya dipenuhi oleh salju.

“Ya Tuhan, Eunji!” pekik Seunghyun lalu menghampiri gadis itu. “Mwohaneungoya? Mengapa kau keras kepala sekali menungguiku disini sampai kau kedinginan seperti ini, huh?”

Eunji hanya diam. Tubuhnya menggigil. Seunghyun segera melepaskan syal dan pakaian hangatnya lalu membungkus tubuh Eunji yang dingin dengan itu. Dia lalu menarik tubuh Eunji ke dalam pelukannya dan mendekap hangat tubuh gadis itu.

Eunji tampak terkejut melihat Seunghyun tiba-tiba bersikap seperti ini padanya. Tapi disisi lain, dia merasa senang dan bahagia akan kehadiran Seunghyun disana.

“Oppa, kau datang,” katanya lirih.

Seunghyun melepas pelukannya lalu menatap Eunji. “Ne, aku datang untukmu.”

Keduanya lalu tersenyum hangat.

“Oppa, bisakah aku meminta satu permintaan darimu sebagai hadiah Natal untukku?” pinta Eunji.

“Ne, apa itu?”

Eunji terdiam untuk beberapa saat lalu akhirnya menatap Seunghyun dengan penuh cinta. “Bisakah kau berpura-pura mencintaiku, sampai akhirnya kau lupa bahwa kau sedang berpura-pura.”

Seunghyun tertawa kecil. Dia mengecup dahi Eunji dengan lembut lalu mengangguk. “Dengan senang hati…”

THE END

 

19 thoughts on “Snowy Wish

  1. TT sedih + bahagia…
    tapi aneh banget ya bisa langsung jatuh cinta..
    mmm karena tersentuh kali ya…tapi aneh banget..
    kayaknya kalo asli mustahil..kkkk

  2. huuuaaa ..
    sumpah so sweet bnget ..
    mau kyk gitu ..
    hehehe ..
    mimpi aja deh brng minho oppa ..
    🙂

    ngomong pa sih .. ngelindur ..

    mm ..
    suka ma ide ceritanya .. jdi inget film BBF ..
    adegan geum jandi n gu jun pyo ..
    bener2 snowy wish deh ..

    oh ia ..
    ini ff buatan tirzsa bukan??

  3. Aku selalu suka cerita yg model begini.. walau menurut aku sih ini cerita yg umum banget apalagi di komik komik.. tapi se-umum apapun aku suka.. suka.. suka.. thanks for creating this fanfiction.. ^^

  4. bagus bagusssss bagussss thorrrrr,,,
    wlpun dah ketauan alur ny gmn, tpi crt cinta simpel kek gini tetep menarik perhatian,tpi syg cuma oneshoot,,,hahahaha

Leave a Reply to dasilva Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s