Mask Party {SEQUEL}

 

Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Shin Min Ra (you)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Kwang Min, (Boyfriend)
  • Young Min, (Boyfriend)
  • Kang Hyun In. (Min Ra classmate)

Support cast    : Member SHINee

Type                : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

Annyeong Haseo Yeorobun… saya baru selese semesteran bulan Desember… makanya baru ngepost FF ini…ini sekuel loh… (so what?!) hehehe Author harap kalian suka dan dengan rela akan mengikhlaskan FF ini ditutup dan selesai dengan hadirnya sekuel ini #amien \^_^/ HAPPY READING AND LEAVE YOUR COMMENT!! BE A SILENT READER, YOU’LL BE CURSED TO BECOME A STONE!! #malinkundangSTYLE

Min Ra POV.page

Aku berjalan pelan menyusuri koridor sekolah. Aku melayangkan pandangan sejenak ke arah taman samping, disana tampak sejuk, tenang, dan nyaman. Aku tersenyum singkat lalu segera menuju lift. Beberapa saat kemudian aku sudah menjejakkan kaki di atas rerumputan taman samping sekolah, aku membentangkan kedua tanganku lebar-lebar..ahh..ini baru namanya hidup..tenang dan sejuk sekali…

Pandanganku terhenti pada pohon sakura yang sedang tidak berbunga, tapi dipenuhi daun hijau, hmmm sepertinya sangat nyaman istirahat disana… aku melangkah mendekat dan duduk di bawah pohon sakura itu. Daunnya yang lebat bergemerisik saat angin sepoi-sepoi meniupnya.

Aku meraih i-pod di saku dan mulai mendengarkan music dari earphone. Baru sebentar aku terlarut dalam buaian nada-nada, suara berdebum terdengar di sampingku. Saat aku menoleh, sesosok namja berambut hitam tersenyum lebar sambil mengambil posisi duduk di sampingku.

“Annyeong, Min Ra ssi..” suaranya terdengar lembut di telingaku, “Kenapa kau ada di sini? Bukannya kau ada kelas geografi sekarang?”

Aku tersenyum melihat wajahnya yang penuh selidik, “Kau sendiri kenapa membolos dari kelas astronomi? Hm?” Aku menaikkan dagu di akhir kalimatku.

Dia menggaruk kepalanya sambil terkekeh, “Aku tidak tertarik menghitung kecepatan cahaya sebuah komet yang melintasi matahari,” lalu ia melirikku, “Lebih menarik menghitung kecepatan cahaya seorang Kwang Min menuju kantin,” ia lanjut terkekeh saat aku nyengir mendengar kalimatnya barusan.

“Kau, ini!” aku mengacak-acak rambutnya, “tidak berubah..”

“Untuk apa berubah? Aku sangat baik dan nyaman dalam diriku yang seperti ini,” ia menyandarkan badannya di batang pohon sakura, “Aku..akan selalu menyukai es krim vanilla apapun yang terjadi,”

Aku tertawa kecil mendengar perkataannya. Namja satu ini selalu bisa membuat suasana hatiku membaik, kapanpun, dimanapun, Lee Kwang Min. Senyuman, tawa, dan tingkahnya benar-benar seperti rasa es krim favoritnya. Rasa vanilla yang manis dengan tampilan yang sederhana namun akan sangat menawan dengan sedikit saja polesan.

“Ayo, ke kantin!” Ia menarik tanganku bangkit dan mengikuti langkahnya meninggalkan halaman.

“Mau mentraktirku es krim vanilla lagi?” Aku mensejajarkan langkahku. Eh..dia sekarang 10cm lebih tinggi dariku..

“Aniyo..” ia menoleh padaku, “Kau yang akan mentraktirku..” lalu tersenyum.

“Wae? Kenapa aku? Kau yang mengajakku ke kantin..” Aku menatapnya kesal.

“Noona…masa kau tidak mau mentraktirku kali ini? Ini kan hari terakhir kita bisa makan bersama di kantin..ini juga terakhir kalinya kau melihat wajahku yang cute ini sambil menikmati es krim vanilla..” ia menggenggam tanganku lebih erat, tapi pandangannya lurus kedepan.

“… apa maksudmu?” aku menghentikan langkahku seketika, saat kami barusaja keluar dari lift. Genggaman tangannya tidak lepas.

“Kau tidak tau?” ia berbalik menatapku dengan 1 alis terangkat, “Aku akan ke Jerman saat liburan kenaikan kelas 11 dimulai,”

“…tidak” aku menggeleng lemah. Taemin tidak pernah bercerita apapun tentang beasiswa bagi Lee twins ini.

Aku merasakan usapan lembut di kepalaku, “Noona, kami akan belajar di Sekolah khusus mekanika pesawat sejak kelas 11 mendatang di Jerman, dan bukan tidak mungkin kami juga akan melanjutkan kuliah di jurusan yang sama di Jerman,”

‘Kami?’Aku tercekat mendengar uraian yang keluar dari mulit Kwangmin, berarti maksudnya JO TWINS yang akan pergi ke Jerman?? “Kau serius?” tanyaku spontan.

“Nae,” ia tersenyum lebar sambil lanjut menarikku ke kantin, “Sayang sekali kau terlambat tau,”

“Wae?” Aku memandang keluar jendela koridor, agar dia tidak tau ekspressi wajahku yang sedih sekaligus terkejut.

“Karena kalau kau tau lebih awal, kau pasti menyiapkan hadiah dan pesta perayaan untuk keberangkatanku, kan” ^_______^ ia tersenyum sangaaaaat lebar dan PD saat aku kembali menatapnya dengan tatapan, ‘what the?!’

“Aku tidak akan membuang uangku untuk hal tidak penting macam itu,” aku tersenyum mengejek, “sory saja..”😛 diam – diam aku menghela nafas lega, untunglah dia bisa membuat suasana menjadi cerah kembali. Kwangmin memang tidak pernah betah berada dalam kondisi mellow…

“Jeezzz..noona pelit. Kalau kau masih pelit sekembalinya aku dari jerman, tidak akan kurestui kau menikah dengan hyungku!” ia manyun 2cm.

“Kalau begitu aku akan menikah sebelum kau kembali, hahaha” Aku memukul lengannya lalu menarik kursi untuk duduk.

“Akan kuhambat sebisa mungkin pernikahan kalian!”😛 ia menggoyangkan kursiku dengan keras sebelum pergi menuju kasir pemesanan.

Aku menggeleng tak percaya dengan kelakuannya…bagaimana bisa anak slengekan *?* macam Kwangmin apalagi Youngmin dapat beasiswa ke Jerman..hhh..pasti otak penilainya error #plak

Author POV.

Youngmin sedang mendengarkan mp3 di mobil saat Kwangmin membuka pintu mobil di samping kursi pengemudi. Youngmin menatapnya dengan tatapan lurus, “Mau apa kau?”

“Ijnkan aku yang mengemudi hyung..ya?” Kwangmin yang berada di luar mobil tersenyum malaikat.

“Mwo? Andwae…ini mobilku. Sudah, cepat masuk, duduk di sana!” Youngmin menunjuk kursi penumpang di sampingnya.

“Ayolah hyung…please…” Kwangmin masih tidak menyerah menampakkan senyuman malaikatnya.

“Sudah kubilang tidak ya tidak!! Ayo…cepat masuk sana, agar kita bisa segera sampai rumah..aku lapar..” Youngmin masih keras kepala duduk di tempat.

“Kalau kuberi es krim kau akan mengijinkanku menyetir?” Kwangmin menunjukkan sebuah kantung plastic putih yang di dalamnya terdapat 2 cup es krim.

“Huh?” Youngmin menatap dongsaengnya dengan tatapan tak percaya.

“Es krim vanilla,” Kwangmin menekankan kata-katanya.

Youngmin terdiam sejenak, tampak berfikir…“BAIKLAH!” Youngmin segera menyambar kantong plastic dari tangan Kwangmin dan berpindak kursi, “Jangan sampai catnya lecet!” ia menatap Kwangmin yang tersenyum penuh kemenangan dengan death glare.

“Percayalah padaku, hyung..” Kwangin tidak mempedulikan suasana death yang diciptakan Youngmin, ia mulai menyalakan mesinnya sementara Youngmin mulai mengeksekusi (?) es krim vanillanya.

“Hey, kenapa kau tumben sekali membelikanku eskrim?” Ujar Youngmin di tengah perjalanan sambil memakan es krim.

“Ah..itu kebetulan tadi waktu pelajaran astronomi aku bolos, waktu aku di halaman sekolah aku ketemu Min Ra ssi, lalu kami ke kantin dan makan es krim, jadi sekalian saja kubelikan untukmu,” Kwangmin tersenyum polos ke hadapan Youngmin.

“Kau ini..kalau bolos selalu saja ke kantin…dan selalu dengan Min Ra ssi,” suara Youngmin terdengar  diseret.

“Waeyo? Kau cemburu hyung? Kekeke…” Kwangmin terkekeh senang melihat ekspresi sebal yang ditunjukkan Youngmin saat ia menuduhnya cemburu.

“Mana mungkin aku cemburu dengan yeojachingu hyungku sendiri..heah..” Youngmin melirik Kwangmin tajam.

“Aish, aku kan hanya bercanda, kenapa kau memberiku tatapan kematian begitu sih…” tapi Kwangmin tetap nyengir, lalu ia berkata, “Kau harus dijauhkan dari Key hyung agar tatapan mematikanmu tidak makin menjadi-jadi.”

“Hey,, ini bakat alami, tau!” Youngmin akhirnya menjitak dongsaeng cerewetnya dengan pelan.

“YA! Jangan menjitakku saat aku menyetir…kalau nabrak gimana??!!” Kwangmin menceramahi Youngmin, yang diceramahi malah tertawa.

“Itu artinya aku akan dapat mobil baru darimu..hahaha” ujar Youngmin.

“Astaga..dasar manusia gila mobil..” Kwangmin menggumam diantara tawa Youngmin.

*Sesampainya di rumah*

“Annyeong haseo..kami pulang,” ujar Lee Twins saat mereka memasuki rumah, Taemin yang sedang nonton TV hanya menengok sekilas dan menjawab singkat, “Annyeong.”

Kwangmin memasuki ruang TV duluan, “Hyung aku membelikanmu es krim vanilla!”

“Oh, benarkah? Wah sayang sekali tadi di dorm aku sudah makan es krim dari Minho hyung…” Taemin memandang Kwangmin yang duduk di kursi sampingnya.

“Kalu begitu kumakan sendiri ya?” Wajah Kwangmin tampak antusias.

“Terserah kau saja..” Taemin kembali menatap layar TV.

Kwangmin tersenyum puas, ia segera menyambut Youngmin yang baru tiba di ruang TV, “Hey, hyung, mana es krimnya?” ia memandang Youngmin heran karena Youngmin tidak menenteng kantung plastic.

“Sudah kubuang,” ucap Youngmin tanpa dosa.

“Ha?? Maksudmu??” Kwangmin tampak terkejut dan heran.

“Tempatnya sudah kubuang, Kwangmin-ah!!” Youngmin agak kumat tensinya (??)

“Kau menghabiskannya?” Kwangmin menatap Youngmin dengan tatapan ‘kau serakus itu?!’

“Er…Iya..bukankah kau memberikan keduanya untukku?” Kini youngmin menanpakkan wajah innocentnya.

“Aigoo..hyung-ah…itu 1 untukmu dan 1 untuk Taemin hyung!” Kwangmin mencak-mencak di kursinya.

“Uh? Benarkah hyung?” Youngmin mencolek bahu Taemin.

“Ne..” Taemin menoleh ke arah Youngmin, “Tapi karena aku sudah makan es krim dari Minho hyung, jadi es krim itu kuberikan pada Kwangmin.”

“ooh…” Youngmin hanya ber-oh lalu menatap Kwangmin, “Kau kan sudah makan juga tadi..sudah… ikhlaskan saja ya..okay?” ia menampakkan senyuman tanpa dosa lalu berjalan menaiki anak tangga.

“YA!! Hyung-ah!! Aku tidak mau tau pokoknya belikan aku 1 es krim vanilla lagi! Gantikan!” Kwangmin mengekor di belakang Youngmin.

“Aku sudah bilang relakan saja..apa susahnya sih..lagipula kau kan sudah kuijinkan menyetir mobilku tadi,” Youngmin dengan tenang tetap menaiki anak tangga.

“TIDAK BISA!! Kau melak hyung!! Kau melak!!” Kwangmin masih ngotot.

“Kwangmin-ah..kalau aku belikan es krim lagi dan kau makan, berarti kau juga melak, babo!!” Youngmin menjulurkan lidahnya lalu segera lari ke kamarnya, sementara Kwangmin masih mencak-mencak di tangga.

‘Umma, Appa, benarkah 2 makhluk itu akan bisa hidup rukun di Jerman?! Kelakuan mereka saja tidak beda jauh dengan anak TK =,=a’ gumam Taemin di dalam hati sambil nonton TV, ‘Aku ragu…bukannya menjadi insinyur ahli pesawat, mereka malah akan saling membuat rakitan bom nuklir saking seringnya berantem’ lanjut Taemin ketika mendengar sahutan dari Lee Twins yang tengah berantem di lantai 2, lagi.

Taemin POV.

Aku sedang duduk diam di kursi baca perpustakaan sekolah yang…sepi. Aku kabur dari pelajaran Kimia <ketularan Lee Twins> okay, tidak bisa dibilang kabur sih..karena memang tidak ada guru yang mengajar. Aku sudah selesai  ujian 2 minggu lalu, makanya tidak ada pelajaran… sekolah menjadi membosankan.

Kututup buku yang dari tadi kubiarkan terbuka saat mendengar ada langkah mendekat ke arahku, aku menatap kea rah suara langkah sepatu tadi.

“Kau?” aku menatap yeoja di hadapanku heran, “Sedang apa di sini?”

“Aku kangen padamu,” ucapnya dengan wajah polos, lalu wajahnya menunduk malu.

“Ajinjya?” Aku menariknya duduk di kursi sampingku, dan kini kami berhadapan.

“Kapan upacara kelulusannya?” suara jernihnya yang galau terdengar kembali.

“3 hari lagi. Mask Party, seperti upacara penyambutan murid baru 11 bulan yang lalu,” aku memasang sebuah senyuman manis.

“Oh… oppa akan perform lagi?” Kini ia menatapku

“Ne…demi yeoja chinguku yang tersayang aku eh, maksudku kami akan tampil maximal,” aku mengelus rambutnya yang hitam pekat dan terurai bebas.

“Ahaha…tukang gombal kau ini…Taemin ssi!” kini seulas senyum bahagia terlukis di wajah manisnya.

“Kau kabur dari pelajaran lagi… kali ini mapel apa? Kebumian?” aku menatapnya penuh selidik, yang dipandangi asik membolak-balik buku yang tadi kupegang.

“Hehehe..iya… gurunya hanya member tugas, lalu pergi. Setelah kuselesaikan, aku juga pergi,” dia nyerenges tanpa dosa.

“Jeez… kau sudah terinveksi virus Lee Twins itu ya?” Aku terkekeh mendengar jawabannya.

“Ne… kedua dongsaengmu itu mempunyai aura buruk yang cepat menyebar!” ujarnya dengan mimic serius, “Ngomong-ngomong..bulan depan mereka sudah pindah ke Jerman ya?” ia melanjutkan kalimatnya.

“Yah…mereka beruntung sekali mendapatkan beasiswa…” aku nyengir senang mengingatnya.

“Kau yakin mereka bisa bertahan hidup di sana?” ia menaikkan 1 alisnya saat menatapku dan bertanya.

“Hm? Bagaimana maksudmu?” Aku pikir dia sedang menganggap kedua dongsaengku adalah kucing yang dipaksa hidup di hutan amazon. #plak #dibakarLEETWINS

*out of script*

Youngmin : hyung… Min Ra ssi sangat baik kepada kami…tidak mungkin lah dia menganggap kami berdua kucing nyasar di Amazon!! T.T

Kwangmin : Ne…pasti dia mengkhawatirkan kami… dengar saja apa yang akan dia katakan setelah ini!!

Taemin : YYA!! Dongsaeng babo! Aku kan Cuma mengira-ngira…kan terserah aku ngira-ngira apa!! u_u

LEE TWINS : Tapi dia tidak begitu!!!!!! >,< #ngeyel

Taemin : okay, okay, gue salah… gue traktir es krim vanilla sekarang! =.=

LEE TWINS : yeay! \^.^/ hyung sangat baik!

Taemin : dasar……

*out of script end*

Min Ra tertawa kecil, “Mereka hampir tiap hari bertengkar gitu… gimana kalo hidup di Jerman?! Cuma berdua lagi?! Hahaha”

“Ne..itu juga yang aku pikirkan kemarin. Pulang sekolah saja mereka sudah rebut,” =,= aku menghela nafas pasrah.

“Berarti mulai kelas 11 nanti aku akan sangat kesepian..” ujar yeoja di hadapanku sambil menatap keluar jendela, menatap birunya langit.

“Kenapa kau berfikir seperti itu?” aku jadi penasaran dengan perkataannya barusan.

Min Ra POV.

“Kenapa kau berifkir seperti itu?” Taemin bertanya dengan tatapan penuh selidik.

Aku tersenyum tipis, senyum yang kupaksakan, “Oppa lulus dan akan melanjutkan karier dulu, Lee Twins berada di Jerman. Hhah…hanya aka nada Hyun In untukku di 2 tahun kedepan.”

“Min Ra-ah…kita kan masih berada di satu kota, apa susahnya sih bertemu? Tiap weekend kalau perlu tiap hari aku yang akan menemanimu makan malam, hm?” Ia menaikkan 1 alisnya, dengan nada bersungguh-sungguh.

Ah…dia selalu begitu.. dia namja chinguku yang keras tekadnya, “Aniyo, oppa. Kau harus focus pada kariermu. Sebulan sekali saja sudah cukup kok😀 asal tiap minggu setidaknya kau mengirimiku pesan singkat.” Aku membalas genggaman tangannya yang erat.

“Sungguh?” ia meragukan ucapanku.

“YYA! Aku kan bukan cewek manja!” ucapku cemberut.

“Hahaha..that’s my girl!” Tangan kanannya mulai bergerak mengacak-acak rambutku.

“Aish..oppa! Rambutku berantakan!” aku menyisir kembali rambutku dengan jari-jari tangan.

Dia malah terkekeh dan terus mengacak rambutku…

+++++++++++ 5 years later +++++++++++++

Hyun In POV.

Aku sedang mengecek beberapa kertas berisi kiriman lamaran kerja. Kubolak – balik, ada yang kutaruh di meja sisi kanan, ada lagi yang kumasukkan kembali ke amplop coklat.

Cklek, pintu kerjaku terbuka dan seorang sekertaris masuk.

“Annyeong, nona Hyun In ssi… ini surat kabar pagi anda,” ucapnya seraya menyodorkan sebuah Koran padaku.

“Cheonmaneyo Airin,” ucapku sambil tersenyum, “Oh iya, tolong kirimkan kembali lamaran kerja ini ya. Ini yang aku tolak,” ujarku sambil menyerahkan 5 lembar amplop coklat, “dan ini..hubungi nomor telfon yang tertera di dalam sini..mereka adalah orang-orang yang kuterima untuk bekerja disini.” Aku menyerahkan 2 lembar HVS.

“Ne, akan saya laksanakan,” ia membungkuk member hormat lalu keluar ruangan.

Aku suka dengan cara kerja Airin, sekertaris yang bekerja padaku sejak 5 bulan lalu ini lulus di kampusnya secara cumlaud. Dia juga orang yang tepat waktu dan cerdas, maklum dia orang jepang. makanya aku tetap mempertahankannya sebagai sekertaris pribadiku.

“Ah…lelah sekali…coba kita lihat apa berita bagus pagi ini…” aku merengganggkan ototku saat pintu sudah kembali tertutup, lalu meraih Koran yang tadi kuletakkan di meja.

2 pesawat terbang milik Jerman dengan mesin terbaru dan daya muat tinggi serta dari bahan yang selektif diuji cobakan kemarin, saat perayaan ulang tahun kemerdekaan Jerman.

Itu sebaris berita yang kubaca di halaman depan. Waw… aku makin naksir saja dengan teknologi transportasi, utamanya pesawat buatan Jerman. Akhir-akhir ini aku jadi ingin membuat sebuah hubungan kerja dengan Negara itu.

2 professor doctor yang memang sangat ahli di bidang ini, dianugerahi penghargaan secara langsung oleh Presiden Jerman. Ini adalah penghargaan ketiga yang mereka terima di 2 tahun terakhir ini.

Hmm…memang itu yang seharusnya mereka dapat, dari hasil kerja keras mereka, kan? Aku jadi penasaran untuk membaca kelanjutannya.

Mereka rencananya akan pulang ke Negara asal mereka mulai tahun depan, karena ada kontrak yang cukup menjanjikan dan karena sudah cukup lama pula mereka berguru di Jerman.

Aigoo..jarang sekali ada orang yang sudah sukses seperti mereka malah ingin kembali ke Negara asal…ckckck

Prof. Dr. Lee Youngmin dan Prof. Dr. Lee Kwangmin dijadwalkan tiba di Korea Awal bulan Januari 2012. Mereka berencana mengunjungi SMA Baemyoung, tempat mereka terakhir kali menuntut ilmu di Korea.

*Prof. Dr.Youngmin & Prof. Dr. Kwangmin*

APA?! LEE TWINS?! Mereka yang dibicarakan oleh Koran ini dari tadi?! Astagaaaa T.T #shock wah..lumayan lama juga sih aku tidak melihat mereka…pantas saja…ternyata 2 siswa yang dirahasiakan yang katanya menerima beasiswa ke Jerman itu mereka..hiah…

Kapan aku akan bisa bertemu Youngmin lagi?

Author POV.

Seorang namja berambut coklat tua memakai kacamata sedang duduk dan memainkan ponselnya, ia sedang menunggu kedatangan saudaranya di bandara.

Tiba-tiba terdengar suara 2 orang namja berbarengan, “Taemin Hyung!”

Namja tersebut segera beranjak dari duduknya dan menyambut kedua dongsaengnya tersebut dengan sebuah pelukan, big hug, “Annyeong!!!! Aku sangat merindukan kalian berdua, MASTER PESAWAT!!” ujarnya dengan cengiran lebar.

“Hyung, bogoshippo..” >_< namja berwajah manis yang membawa koper hitam kembali memeluk hyungnya erat.

“Hyung..traktir es krim yah..” namja berwajah imut disampingnya memberikan senyum yang sangaaat manis melebihi wajahnya.

“Okay… sebagai hadiah kedatangan kalian..tak apalah..” Taemin lalu membalikkan badannya, “Ayo!”

“YEAY!!” kedua namja di belakangnyta saling berhadapan lalu bersorak kegirangan.

“Kalian ini…sudah bergelar dobel, masih saja seperti anak TK..” gumam Taemin.

“Oh, Hyung… dimana Min Ra ssi sekarang?” Kwangmin memulai kembali pembicaraan setibanya di dalam mobil.

“Dia, sekarang menjadi designer interior,” ujar Taemin sambil mengulas sebuah senyuman tipis.

“Apa nama perusahaannya?” Kwangmin kembali bertanya.

In Da Ra’Ingz” Taemin mengingat – ingat dengan susah payah nama perusahaan tempat Min Ra bekerja, “ia menjadi semacam Kepala Utama bagian itu. Kudengar juga hasil buatannya diakui TOP secara internasional.”

*ehem…namanya IN = hyun IN, DA = dan/and, RA = min RA, ‘Ingz = ImaGiNeZ, ribeut yah..hehehe*

“Dia berbakat di bidang itu, tampaknya. Tapi aku kira dia bakat di bidang memakat dan tembikar dulu,” Youngmin kini turut menimpali.

“Ne.. aku juga kira begitu. Dia baru tampil sebagai designer professional sejak masuk Kuliah, lulus kuliah ia segera diterima sebagai pegawai tetap di In Da Ra’Ingz” Taemin meminggirkan mobilnya di depan sebuah restoran es krim, “Ayo turun!”

Kedua dongsaengnya manut dan segera mengikuti hyung mereka masuk ke dalam café es krim favorit keluarga mereka.

Seorang yeoja di dalam café itu sedang menikmati es krim dan salad buah miliknya, ia datang bersama seorang temannya, namun temannya sedang ke kamar kecil. Saat ada 3 orang namja berjalan ke arahnya otomatis ia menoleh dan ia sangat terkejut.

“Taemin ssi, Yongmin, Kwangmin…  kebetulan sekali kita bertemu di sini!!” ia tampak sangat excited dan segera bangkit dari kuburnya *eh, typo… maksud author dari tempat duduknya, #peace* ^^V

“Hey, senang bisa bertemu kamu disini, yeobo,” ujar Taemin sambil tersenyum senang.

“Annyeong Min Ra ssi! Lama sekali kita tidak bertemu,” Lee Twins tersenyum manis kea rah yeoja di hadapan mereka.

“Dengan siapa kau kemari?” Tanya Taemin

“Hyun In ssi. Dia sedang ke kamar kecil. Kami sedang break makan siang,” Min Ra menjawab sambil menatap kea rah yeoja yang berjalan kea rah mereka, “nah itu dia!”

Otomatis ketiga namja itu segera memandang kea rah yang ditunjuk Min Ra, “Annyeong,” sapa mereka bersamaan.

“Ne..Ann..Annyeong.. Hey… ada Lee Twins juga disini?!” Hyun In Tampak sangat terkejut.

“Ne.. Kami baru saja tiba dari Jerman, lama tidak bertemu, Hyun In ssi,” sapa Youngmin yang berada dekat dengannya.

“Ne, lama kita tidak jumpa,” suara Hyun In terdengar gemetar karena dia grogi >,<

“Mari makan bareng kami,” ucap Min Ra sejurus kemudian.

“OK,” sahut 3 namja yang baru datang itu.

“Bagaimana bisa kalian makan siang bareng?” Kwangmin bertanya pada yeoja di samping kanannya.

“Kami kan 1 kantor,” jawab Hyun In cepat.

“1 kantor? Maksudmu In Da Ra’Ingz? Kau menjabat sebagai apa? Designer juga?” Youngmin beruntun menhujani Hyun In pertanyaan.

“Ne…bagaimana kau bisa tau nama perusahaanku?” Hyun In tampak agak kaget.

“Hyung tadi memberitau kami di mobil. Perusahaanmu? Berarti… Min Ra ssi bekerja di Perusahaan milik keluargamu sebagai designer interior?” Youngmin yang kini tampak kaget.

“Ne, kau benar sekali,” Hyun In menampakkan sebuah senyuman saat melihat wajah kaget Youngmin, muka dia lucu sih.

“Hey, kau cerita apa saja kepada dua makhluk ini?” Tanya Min Ra pada Taemin kemudian.

“Hahaha…aku hanya menjawab apa yang mereka tanyakan kok..” Tanpa dosa Taemin nyengir, dan membuat Min Ra menghela nafas pasrah.

“Hei, kapan kalian bertunangan? Tidak mengundang kami pula…” Kwangmin tiba-tiba dengan setengah berteriak menunjuk kearah tangan kanan Min Ra dan Taemin yang mengenakan sebuah cincin emas putih.

Kedua orang yang ditunjuk tersenyum tanpa dosa, “5 bulan yang lalu,” jawab Min Ra, “Kalian sedang ada proyek serius katanya, makanya kami tidak mau ganggu. Kebetulan tahun ini kalian pulang, jadi bulan Maret nanti kalian pasti bisa, dan harus datang ke acara pernikahan kami,” lanjut Taemin.

“MWO?? Kau jahat sekal tidak memberi kami suatu kabar apapun,” balas Youngmin.

“Mianhe.. Jeongmal mianhe…” ^^V kedua orang itu sama-sama mengacungan 2 jari berbentuk “V”

KEMUDIAN>>>> pada bulan maret, tanggal 15, pernikahan Taemin dan Min Ra pun dilangsungkan. Youngmin bertunangan dengan Hyun In pada bulan Februari, dan Kwangmin masih single dan ia happy (authornya yang ga rela nge jodohin sama siapa-siapa kecuali sama author sendiri #plak)

Nah…readers ada yang penasaran ngga sama apa yang diomongin Youngmin sama Min Ra dulu? Beneran / engga?

Jawabannya adalah bener. Jadi yang naksir Min Ra itu Youngmin, Kwangmin Cuma bersahabat sama Min Ra <soalnya Kwangmin pacar Author #plak> tapi setelah Min Ra tunangan sama Taemin, ia terpaksa merelakan cintanya dan memulai cinta baru dengan Hyun In yang naksir sama dia sejak lama, dan menurutnya Hyun In juga tidak kalah baik dan sekarang lebih care sama Youngmin daripada Min Ra #ceilaaah

Masalah ulang tahun yang kemarin…Kwangmin sukses gatau, dan dia shock + mencak-mencak karena ga dikasi tau =.= kata Taemin, “kamu adalah teman dekat Min Ra, dan kami agak ragu kalau kau bisa tidak membocorkan hal ini.” <sukses Kwangmin speechles dan mojok di kamar berhari-hari #plak>

Taemin sendiri kena batunya dengan ngga tau bahwa si Dongsaeng Youngmin sempat menyatakan cinta sama yeojachingunya…hahaha #evillaugh dan Youngmin membungkam Kwangmin dengan…you know lah…traktiran es krim #likeusual #glodagh😀

Okay, sekian dulu ya Sequelnya…dan dengan ini…FF Mask Party resmi dinyatakan selesai  \^____^/ #prokprokprok#

DON’T FORGET TO LEAVE YOUR COMMENT, OR YOU’LL BE CURSED IF YOU ARE BECOME A SILENT READER!! *author tukang ngancak, kkk~* makasih ya buat yang udah setia baca… #bow see you in another FF okay?😉

17 thoughts on “Mask Party {SEQUEL}

  1. Yeye ! Happy ending !
    TaeRa couple…
    YoungIn couple
    KwangThor couple (?) #singkatannya aneh bgt…

    Overall, nice FF !

    Oh iaaa, Happy New Year juga…

  2. jadi suka sama twin ini..>,<

    seru..seruu..tapi pengen cerita yang youngmin ma hyun in nyaaa…(halah reader banyak maunya)kkk

    • wah..kalo itu author ngga bisa janji..mungkin kalau ada inspirasi akan author buat (author seenaknya) hehehe ^_^v

      trima kasih udah jadi pembaca setia sampe akhir😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s