Mask Party {Sequel Khusus Edisi YoungIn Couple}

page

Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Young Min, (Boyfriend)
  • Kang Hyun In. (you)

Support cast :

  • Shin Min Ra (Hyun In Classmate)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Kwang Min, (Boyfriend)

Type                : Sequel

Genre              : Romance, Friendship

Annyeooong {like usual, teriak-teriak pake toa mesjid} author lagi punya inspirasi nih setelah nonton MV Boyfriend yang I’ll Be There. Karena disana Youngmin cakep #plak #daridulu #barunyadar author dapet feel dan ide ceritanya. Yeay dan akhirnya keinginan seorang reader pun terlaksana…. Walaupun inti ceritanya berpusat pada Young-In tokoh lainnya masih ada dan turut meramaikan kok. ^_^ {memangnya ini konser dangdut, thor??}

Oiya, ini sequel yang kedua loh…yang belum baca sequel pertamanya, klik tulisan ini yaw 😉

READING AND TYPE YOUR COMMENT!! KALO NGGA KOMEN, BIASNYA JADI PEMBANTU AUTHOR!! #evillaugh

Youngmin POV.

Aku duduk termangu di kasur. Habis sudah, tidak ada kesempatan buatku. Atau.. memang dari awal aku tidak punya kesempatan? Sepertinya hanya aku yang tidak sadar diri.  Heah, aku yang terlalu maniak mungkin..

*kaya gini-nih ekspresinya youngmin*

Aku membaringkan tubuh dan fikiranku yang lelah, saat melihat kearah pemukul Baseball, aku jadi teringat pernyataan cintaku pada Min Ra ssi saat di lapangan baseball sekolah. Betapa konyolnya aku pasti. Sudah tau dia yeoja chingu hyungku, masih saja nekat.

‘Namjaa gila, kau namja gila Youngmin!’ Rutukku dalam hati, ‘Kau beruntung hingga saat ini Taemin hyung hanya menganggapnya gossip.’

Kupikir, keputusanku untuk pergi ke Jerman adalah hal yang sangat jitu untuk melupakan sosok Min Ra ssi, atau menghapusnya. Tapi setibanya kembali ke Korea, dan melihatnya siang ini, meruntuhkan pertahananku. Namun cincin yang sudah melingkar di jari tengah kanannya, yang berarti bahwa ia telah menjadi tunangan seseorang, tepatnya tunangan hyungku, sukses membuat hatiku diam ditempat. Hanya terpaku merasakan tamparan-tamparan kenangan yang dulu indah buatku, yang kini rasanya sangat menyakitkan.

Aku hanya mampu memejamkan mata di atas kasur seperti ini. Aku terlalu lelah untuk melakukan perlawanan dari hati dan fikiranku yang terus memaksaku mengingat kembali masa 1 tahun paling istimewa buatku, masa SMAku yang menjadi cerminan betapa bodohnya aku…mengharapkan seorang yeoja yang sudah pasti mustahil bisa kudapatkan…

Hyun In POV.

“Ehem,” suara seorang yeoja membuyarkan lamunanku.

“Eh, ada apa Min Ra-ah?” spontan aku menoleh kearah temanku yang sedang menyetir mobilnya menuju kantor kami.

“Bukankah seharusnya aku yang tanya, Ada apa denganmu Hyun In ssi?” balasnya dengan penekanan di akhir kalimat, seolah meledekku.

Aku tertawa kaku, “Me..memangnya kenapa?” aku kenapa jadi terbata begini?!

“Jelas-jelas dari tadi sebuah senyuman indah setia terlukis di wajahmu sejak kita meninggalkan café. Kau tidak lelah tersenyum terus sepanjang perjalanan?” Ia bertanya dengan nada cuek sambil memandang ke lurus kea rah jalan. Memang teman sekantoranku ini jagonya cuek, dia yeoja paling santai menurutku..

“Aish, memangnya aku tersenyum dari tadi?” Aku berusaha mengelak.

“Kau yang punya bibir kenapa malah tidak tau?” Ia malah memansang wajah innocent sambil bertanya. Padahal pertanyaannya terkesan sembarangan sekali. Mungkin, kalau bukan aku yang ada di sebelahnya, ia sudah dicekik duluan #plak

“Mwo? Kau ini kalau bertanya ya..selalu saja to the point..” aku berkilah darinya, semoga dia tidak menyerangku terus-terusan..kalau tidak aku akan jadi gila karenanya.

“Hmm kalau kau tidak sadar,berarti kau sedang asyik melamun. Siapa yang kau lamunkan? Youngmin hm?” kini dia tersenyum senang. BINGO! Kau dapatkan titik kelemahanku, Min Ra ssi T_T

“Aniyo~ untuk apa aku melamunkan namja itu. Sudah 5 tahunan dia tidak ada di kehidupanku kenapa tiba-tiba aku harus melamunkannya?” Aku bicara dengan nada sungguh-sungguh untuk meyakinkan Min Ra.

“Lalu kenapa kau marah?” Dia memasang evil smile super menyebalkan di wajahnya.

“Tampaknya aku akan selalu salah di matamu ya, Min Ra-ah” ujarku akhirnya..haah, tolong hentikan dia…dia bisa membuatku depresi hanya dengan perdebatan di dalam mobil ini. Kucek, masih tersisa 5 menit untuk sampai di kantor dan itu cukup untuk membuatku tewas tak berdaya di tangan Min Ra {sumpah, author lebay}

“Kkk~ kau harus tabah mempunyai partner kerja sepertiku, Hyun In-ah,” dia terkekeh senang.

“Sejak dulu kalau aku tidak tabah kau sudah kucincang, Min Ra-ah,” aku menghela nafas kesal dan dia hanya tersenyum simpul.

Min Ra lalu menyalakan tape mobilnya dan nyanyian SHINee mulai mengalun di dalam mobil.

“SHINee lagi…SHINee lagi…” kataku sambil memutar kedua bola mataku.

“KKK~” dia terkekeh senang, sementara aku kembali melamun #jedugh (?)

Author POV.

Keluarga Lee sedang makan malam bersama di rumah. Suasana sangat ramai karena kehadiran kembali LEE Twins dari Jerman. Umma, Appa, dan Taemin menghujani mereka dengan berbagai pertanyaan dan juga ungkapan rindu {sodorin payung ke LEE Twins.}

“Young, Kwang, besok kalian bisa melakukan pengukuran untuk tuxedo yang akan kalian kenakan di acara pernikahan Taemin ?” Mrs. Lee bertanya kepada 2 anak laki-laki kembarnya.

“Bisa, umma” jawab Youngmin singkat lalu melanjutkan dinnernya.

“Rencananya warna tuxedonya apa umma?” Kwangmin yang ada di sampingnya terdengar sangat semangat.

“Keduanya putih. Hanya saja, aksen  untuk tuxedo Kwangmin warna Blonde Brown dan milik Youngmin Gold.” Ujar Mrs. LEE, “Tapi kalau ada yang kalian tidak cocok kalian bisa mengubahnya besok.”

“Ne, pasti keren,” sahut Kwangmin lagi.

“Oiya, kenapa appa tidak mengundang kami pada acara pertunangan Taemin hyung dan Min Ra ssi?” Youngmin menatap appanya yang sedang meminum the herbal.

“Karena kalian sibuk, makanya kami tidak berikan undangannya,” Mr. LEE tersenyum bijak. Jawabannya sama dengan apa yang dikatakan Taemin tadi siang.

“Setidaknya appa harus mengabari kami, kan…” ujar Youngmin, ia menatap makanannya dengan tak berselera.

“Iya, iya..maafkan appa ya.” Mr. Lee tetap tersenyum, beliau tidak tau bahwa anaknya sedang dalam perasaan yang tidak menentu.

“Tidak apa-apa kok appa. Itu bukan masalah besar, yang penting nanti pada saat Hyung dan Min Ra ssi menikah, kami ada di sana,” Youngmin memasang senyuman abal-abalnya {kaya suku cadang motor nih.} Lalu ia beranjak dari ruang makan.

“Kau tidak menghabiskan makananmu?” Tanya Taemin yang heran melihat Youngmin pergi duluan, tidak biasanya…

“Aniy, aku sudah kenyang hyung. Aku mau istirahat dulu.” Youngmin kembali menoleh dan melempar senyum sebelum menaiki tangga menuju kamarnya.

‘Aku tidak kuat kalau harus bertahan di sana dengan perbincangan bertema pernikahanmu dengan Min Ra ssi, hyung. Aku belum terbiasa.’ Ujarnya salam hati.

Di dalam kamar, Youngmin menggalau lagi #ceilah, ia tidak tau mau apa.. sementara dia masih belum mengantuk. ‘harusnya aku benar-benar melupakanmu seperti apa yang kujanjikan padamu saat itu, Min Ra ssi.’ Ujarnya sambil memandang langit malam seoul yang dipenuhi bintang-bintang.

*Flashback*

Suasana aula Baemyoung SHS sangat ramai. Maklum, sedang diadakan pesta topeng PART2 dalam rangka lepas pisah murid kelas 12. Konsep acara tidak berbeda jauh dengan pesta topeng yang dulu… tapi ini sangat berbeda untuk LEE Twins, karena diacara inilah terakhir kesempatan mereka bertemu teman-teman sebelum terbang ke Jerman.

Kwangmin sedang sibuk mengobrol dengan teman sekelasnya, sementara Youngmin membalas sebuah pesan. Ia merasa bosan dengan party ini hingga pandangan Youngmin menatap seorang yeoja yang sedang berdiri sendiri di balkon. Ia segera mengakhiri percakapannya dan menuju kea rah dimana yeoja itu berada.

“Min Ra ssi, mau minum?” Tanyanya sambil menyodorkan segelas sirup pada yeoja di sampingnya.

“Ne?” yeoja itu menoleh dan sedikit terkejut dengan kehadiran Youngmin, “Oh, youngmin-ah..iya, terima kasih.” Min Ra menyambut gelas dari tangan Youngmin, “Kenapa kau tidak bergabung ke tengah-tengah pesta? Ini kan kesempatan terakhirmu bertemu teman-temanmu.”

Youngmin tersenyum sambil menggeleng, “Tidak tertarik. Kebanyakan dari mereka tanyanya itu-itu saja. Apakah kau sudah punya yeoja chingu? Aku sangat mengagumimu..” ujar Youngmin sambil menirukan gaya bicara yeoja-yeoja yang tadi berbincang dengannya.

Min Ra tertawa kecil melihat kelakuan Youngmin, “Itu artinya kau populer, Youngmin! Kenapa tidak coba berpacaran dengan salah satu dari mereka?” Min Ra coba bertanya dan sukses membuat Youngmin tersedak.

“huk,huk…apa..apa kau bilang? Mencoba berpacaran dengan salah satu dari mereka? Kau pikir aku sudah gila?” Youngmin menampakkan wajah penuh tanda tanya.

“Hahaha..aku hanya bercanda..jangan dianggap serius begitu,” Min Ra mengibaskan tangannya.

Youngmin juga tersenyum, lalu ia berkata, “Kurasa untuk saat ini aku tidak bisa tertarik pada gadis lain selain kau, Min Ra ssi.”

Min Ra kembali membelalakkan matanya, untung gelas yang ia pegang tidak meluncur turun, “Mwo? Youngmin….”

“Aku tidak bercanda. Kata-kataku saat di lapangan baseball, itu bukan rekayasa Taemin hyung. Itu kulakukan sendiri {untungnya aku berhasil berkilah di depan Taemin hyung} aku tertarik padamu sejak awal, Min Ra ssi.” Youngmin menatap kedua mata Min Ra.

Min Ra dapat melihat tidak ada keraguan atau candaan dari tatapan Youngmin, “Youngmin, kau sungguh…”

“Kau tidak perlu menolak atau membalasnya. Aku mengatakannya sekedar untuk menentramkan hatiku, berusaha jujur di hadapanmu, itu saja. Maaf kalau sudah membuatmu merasa sulit.” Youngmin tersenyum manis lalu mengalihkan pandangannya ke pemandangan malam Seoul.

‘Dia sangat berbeda dengan Kwangmin. Kalau Kwangmin tidak suka suasana mellow, Youngmin justru membuat aura mellow dengan mudah,’ batin Min Ra.

“Setelah kita bertemu lagi nanti, aku berjanji aku akan menganggapmu sebagai teman baikku, teman biasa, dan perasaan khusus itu sudah hilang, tidak berbekas.” Youngmin kembali menatap ke arah Min Ra, “Berjanjilah, setelah ini, kita akan melupakan apa yang sudah kita bicarakan. Anggap saja angin lalu, deal?” Youngmin menaikkan satu alisnya dan menyodorkan tangannya untuk membuat janji.

“Bisakah perasaan dihapuskan semudah itu?” Min Ra menatap Youngmin ragu.

“Aku punya kesempatan 5 tahun kan?” Youngmin masih belum menurunkan tangannya.

Min Ra tersenyum kaku lalu menjabat tangan Youngmin, “Maaf aku tidak bisa menerima perasaanmu ya..maafkan aku..aku memang kejam.” Ujar Min Ra.

“Aniy, ini bukan kesalahanmu. Aku saja yang masih nekat menyukai yeojachingu hyungku. KKK~” Youngmin terkekeh.

Setelah melepaskan jabatan tangan mereka Youngmin berkata, “Saranghaeyo Min Ra ssi,”

Saat Min Ra menatapnya dengan tatapan ‘kau bilang..’ Youngmin berkata, “for the last time,” 😉 lalu ia segera membalikkan badan berjalan menuju aula dan berkata dengan nada yang sedikit keras, “Ah, kemana ya Taemin hyung??” kemudian ia sudah menghilang  di tengah-tengah kerumunan siswa Baemyoung.

Min Ra geleng-geleng dan berkata, “Dasar namja unik..” lalu ia mengatur debaran jantungnya yang sempat kacau akibat kata-kata Youngmin sebelum ia membalikkan badan tadi..

*Flashback end*

‘Aku sesumbar sekali waktu itu..ah..sepertinya inilah hukuman dari tuhan atas keangkuhanku,’ Youngmin tersenyum mengejek dirinya sendiri.

“Aku akan mencoba menghapuskan rasa itu Min Ra ssi, sesulit apapun, akan aku coba..”

Kwangmin POV.

‘Kemana hyung 6 menitku ini? Kenapa tidak turun-turun juga??’

Aku berulang kali melihat kea rah jam dinding. Pagi ini, kami ada janji dengan designer, seperti yang sudah dikatakan umma semalam.

‘Ah, apa dia lupa?’

Kuputuskan menjemputnya ke kamarnya! Baru saja aku mau menggedor kamarnya, dia sudah menampakkan batang hidungnya (?) keluar kamar.

“Ah, kau lama sekali hyung..” ujarku saat ia mengunci kamarnya.

“Mianhe, jam wekerku mati. Untung alarm ponselku masih berbunyi,” kilahnya dengan wajah kusut. Iya sih, dari wajahnya tampak sekali ia baru bangun buru-buru.

Clring.. sebuah kunci mobil mendarat di tanganku, Hm? Hyung tidak mau menyetir? Tumben..

“Hyung.. kenapa kau tidak mau menyetir mobilnya? Tumben.” Kataku sambil mengikutinya turun tangga.

“Aku belum sarapan, aku mau sarapan di mobil. Makanya kusuruh kau yang menyetir, okay?” ia memandang sekilas ke arahku lalu mengoleskan selai choconuts  di rotinya. “Ayo berangkat!” ujarnya sambil menggigit rotinya.

“Lagakmu seperti bos saja, hyung..” x_xa kataku..aku ini memang selalu tersiksa di keluarga ini..heah..nasib jadi anak bungsu..

=di perjalanan=

“oiya, kenapa tadi rumah sangat sepi?” Hyungku kembali bicara setelah rotinya tandas.

“Umma dan Appa berangkat lebih pagi, ada meeting katanya. Taemin hyung semalam dijemput oleh Onew hyung dkk. Diajak kumpul-kumpul kemanaaa gitu, aku lupa tempatnya. Mungkin sekarang ia masih di dorm SHINee” Jawabku.

Youngmin hyung membalasnya dengan ‘OH’ saja.

“Hyung, semalam aku chat dengan Hyun In ssi. Dia bilang dia ingin mengajak kita bekerja sama dalam bidang transportasi. Dia ingin kita mendesainkan pesawat jet pribadi untuk perusahaannya.” Aku menggantung kalimatku karena aku harus meminggirkan mobil untuk Parkir, “ Apakah kau mau menerimanya?” tanyaku sebelum melepas safety belt.

“Entahlah..aku masih tidak ingin memikirkan pekerjaan, nanti saja kita diskusikan lagi.” ujar hyung cuek lalu keluar duluan dari mobil.

‘Ah, tumben…’ batinku.

Youngmin POV.

Hyun In? Dia teman Min Ra ssi yang kemarin itu kan? Hmm…ada angin apa ia mengajakku dan Kwangmin bekerja sama? Heuh, baru saja pulang, sudah dapet kerjaan..beruntung sekali aku ini #narsis

Saat aku mengecek inbox, aku mendapat lampiran kerja sama dari Hyun In. Dia mengajak kami bertemu di restoran dekat kantornya pada jam makan siang untuk membicarakan hal ini. Aku memilih untuk menyetujuinya.

keesokan harinya kami membicarakan pertimbangan ini-itu, biaya, dsb. (di skip karena author ngga terlalu ngerti masalah ini..author bukan orang kantoran, peace..)

Karena masalah pekerjaan ini, kami jadi sering bertemu untuk mendiskusikan hal ini, karena Kwangmin mendapat tawaran kerja di sebuah perusahaan pesawat ternama di Jepang dan ia menerimanya, otomatis aku lah yang jadi pioneer di kerja sama ini.

Lama-kelamaan kami jadi semakin akrab dan aku merasa Hyun In adalah tipe yeoja yang ramah dan easy going. Dulu, kupikir dia yeoja yang tidak menarik, ternyata ia asik juga diajak ngobrol dan bercanda #eeaaa

Ketika aku sedang mengedit sketsa pesawat Jet, ponselku bordering, Hyun In?

Aku mengangkatnya, “Yoboseyo..ada apa Hyun In ssi?”

Suara di seberang menyahut, tetapi yang terdengar adalah suara seorang namja, “Aniy, ini bukan Hyun In. mungkin yang kau maksud adalah yeoja pemilik ponsel ini. Err tapi dia sedang mabuk dan bar kami akan segera tutup. Jika kau temannya, bisakah kau mengantarnya pulang?”

Mabuk? Hyun In sedang berada di bar? Apa dia bercanda?? Tapi ini memang benar nomor ponsel Hyun In sih. “Kau serius?” aku mengernyitkan alisku.

“Tentu saja! Aku bartender disini..dan saat dia menyerahkan ponselnya aku asal memencet speed dial nomor 1 dan tersambung dengan ponselmu tuan. Jadi anda akan segera menjemputnya kan?”

“Ne..baik..aku akan segera kesana. Dia ada di bar mana? Oh… ok, gomawo.” Aku segera meraih jas dan kunci mobilku lalu segera menuju garasi.

Sepanjang perjalanan aku tidak habis pikir ada apa dengan Hyun In ssi..mengapa ia bisa berbeda 180o seperti ini?

Sesampainya di bar, aku menemukan sosok yang kusangsikan. Itu benar Hyun In. wajahnya agak memerah.

“Dia minum apa?” tanyaku pada bartender yang ada di depanku.

“Tequila 2 sloki” jawab bartender itu cuek.

“Aish..nekat sekali dia..Berapa harganya?” aku mengambil dompet dari saku celanaku.

“Temannya sudah membayarkan untuk dia kok.” Bartender itu kembali menatapku dengan santai.

“Teman? Lalu kalau dia bersama temannya sekarang dimana temannya?” Aku mencari sekeliling bar yang sudah gelap dan kosong.

“Molla” bartender itu mengendikkan bahunya lalu melanjutkan kerjaannya beberes.

“Okay, terimakasih kau sudah menghubungiku, aku bawa dia pulang sekarang.” Aku mengambil tas Hyun In lalu melingkarkan lengan kanannya di leherku, aku menuntunnya keluar bar.

Setelah memasangkan sabuk pengamannya, aku menuju kemudi. Tiba-tiba bartender tadi menghampiriku dan menyerahkan ponsel Hyun In padaku.

Aku melanjutkan perjalanan kea rah apartemen Hyun In. Ia memberitahukan alamatnya dengan terbata-bata. Antara sadar dan tidak sadar (?) untung aku bisa menemukan lokasinya dengan mudah.

Hyun In terus mengeluh kepalanya pusing sambil memijat pelipisnya.

‘Tentu saja kepalamu pusing! Kau habiskan Tequila 2 sloki! Kau mau atraksi?’ omelku dalam hati. Walau belum pernah ke bar sama sekali {anak baik} tapi pengetahuanku sepintas tentang minuman-minuman di bar lumayan baik.

Agak susah payah membawanya masuk dan tiba di depan kamar apartemennya, “Berapa kodenya?” tanyaku.

“2111” jawab Hyun In pelan, detik berikutnya kurasakan ia jatuh tertidur di bahuku.

Setelah menutup kembali pintu apartemennya, aku membaringkan Hyun In di ranjangnya, melepas sepatunya, lalu menyelimutinya.

Aku keluar untuk membuat minuman madu hangat lalu membawanya masuk ke kamar.

“Hyun In, hey bangun! Minum ini dulu, siapa tau badanmu akan lebih enakan.” Aku menggoncangkan tubuh mungilnya, dan ia terbangun.

Dengan susah payah ia bersandar pada kepala ranjang lalu meminum madu hangat itu.

Kulihat wajahnya sudah tidak semerah saat di bar tadi, “kau tidak mual?” aku kembali bertanya sebelum ia menutup matanya lagi.

Ia menggeleng lalu mulai memijat keningnya, “Akh, pusing sekali!”

Aku memijat dahinya perlahan dan ia tidak protes, berarti pijatanku lumayan.. Ah, kalau aku sudah bosan menjadi designer pesawat, aku alih profesi jadi tukang pijat ah #PLAAKKKK {author dirajam}

“Sudah mendingan?” tanyaku tanpa menghentikan pijatan di kepalanya.

“Lumayan, gomawo…” Ia menjawab dengan suara yang serak.

Hening kembali…lalu Hyun In berkata dengan lirih, “Youngmin…kau tau tidak? Aku…aku menyukaimu sejak dulu..”

Aku terdiam kaku, pijatanku spontan juga berhenti. ‘Dia…apakah? Dia bercanda? Tapi kalau orang mabuk, 80% tidak berbohong..’

“Hmm..” aku hanya menanggapinya dengan deheman, lalu aku beranjak dari tempat tidurnya, “Hyun In, aku akan meletakkan gelas ini dulu di dapur.”

Tidak ada jawaban, sepertinya ia sudah tertidur. Setelah menaruh gelas, aku kembali dan merapikan bedcover Hyun In, ya dia sepertinya sudah tertidur. Tapi sebaiknya aku berjaga dulu disini..

Aku menutup pintu kamar Hyun In dan berbaring di sofa. Aku kembali teringat dengan kata-katanya…lalu kata bartender itu aku berada di speed dial nomor 1. Apakah karena alasan dia tadi / karena aku partner kerjanya saat ini? Ah,,aku jadi ketularan pusing begini!

Hyun In POV.

Aku terbangun Karena alarm jahanam di samping tempat tidurku berbunyi sangat nyaring! Saat aku sudah mematikannya dan akan beranjak, kepalaku sangat pusing..aku diam sebentar, duduk di pinggir tempat tidur.

Pakaianku, pakaian formal…Aku mencoba mengingat kejadian semalam. Ah, ya… semalam Jung Mi Hana seorang kenalanku mengajakku ke sebuah bar karena ia merayakan keberhasilannya memenangkan kontes kecantikan di Paris. Ia mengajakku meminum sebuah minuman yang rasanya sangat asing bagiku, namun lama-kelamaan aku jadi menyukainya..lalu kepalaku pusing..lalu aku tidak ingat bagaimana aku sampai di apartemenku. Setelah kurasa keseimbanganku sudah pulih, aku segera mandi.

Saat keluar dari kamar, aku sangat terkejut melihat Youngmin sedang tidur di sofa di ruang TVku. Ia tidur dengan posisi duduk dan kedua kakinya berada di atas meja, kedua tangannya disilangkan. Aih, apakah namja ini yang mengantarku pulang? Bagaimana bisa?

Aku membangunkannya, dan dia lumayan terkejut melihatku di hadapannya.

“Kau, sudah baikan Hyun In ssi?” tanyanya setelah ia duduk dengan benar di sofa.

“Ne, apakah kau yang mengantarku pulang semalam?” tanyaku. Beraharap-harap cemas.

“Ne, bartender disana yang menghubungiku.” Jawabnya singkat.

“Oh,” aku tidak mampu menyembunyikan senyuman tipisku, “Gomawo.”

“Cheonma..Eh, bagaimana kau bisa ada di sana?” Dia menatapku dengan wajah penuh selidik. Kenapa ekspresinya jadi mirip seperti Min Ra begini?

“Seorang temanku yang baru pulang dari Paris mengajakku kesana untuk merayakan kemenangannya,” kataku kikuk sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal, haduh! Habis imageku di depannya.

“Oh, begitu..lain kali jangan ke tempat seperti itu lagi, tidak baik untuk kesehatanmu. Semalam saja ka uterus-terusan mengeluh pusing. Hebatnya kau tidak muntah sama sekali.” Ia menasihatiku panjang lebar.

“Ne, aku juga tidak suka tempat seperti itu kok. Itu pertama kalinya aku kesana…” Aku memberikan pembelaan untuk memperbaiki image.

“Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, jaga dirimu, Hyun In ssi.” Ujarnya sambil menenteng jasnya.

“Kau tidak mau sarapan dulu?” pertanyaan itu tiba-tiba saja meluncur dari mulutku.

“Aniy, tidak usah repot-repot, di rumah umma pasti sudah menungguku,” ia tersenyum manis.

“Oh Ne,” aku mengangguk mengerti.

Saat ia mengenakan kembali sepatunya di otakku tercetus sebuah pertanyaan penting, “Aku tidak mengatakan hal-hal aneh, semalam kan?”

Youngmin tampak kaget, “Mwo?”

“Menceracau maksudku..” aku lebih memperjelas pertanyaanku.

“Ah..aniyo~ kau tidak bicara yang aneh-aneh,” jawabnya dengan senyuman lagi.

“Syukurlah..Ah, terima kasih, sekali lagi ya Youngmin.” Ucapku sebelum ia keluar.

“Ne, cheonma. Aku pergi dulu, annyeonghi gyeseyo.”

“annyeongho Gasyeo,” balasku, kemudian ia menutup pintu apartemenku.

Aku segera kabur ke kamar dan melihat sebuah panggilan keluar ke nomer Youngmin. AAAA aku tidak percaya ini >__<

Author POV.

Sesampainya di rumah, Appa dan Umma langsung menyidang Youngmin yang semalaman tidak pulang. Mereka lebih terkejut saat Youngmin memberitau ia habis menginap dari rumah seorang  yeoja. Amarah mereka meledak, dan lebih gilanya lagi, Appa youngmin menyuruhnya untuk bertunangan dengan Hyun in gara-gara hal ini.

“MWO?? ANDWAE!! Aboji..aku hanya kesana untuk mengantarkannya pulang, saat itu ia sedang mabuk, gara-gara temannya, dan dia ditinggalkan sendirian disana. Aku menginap untuk memastikan ia tidak apa-apa. Setelah pagi ini dia bangun aku juga langsung pamit pulang. AKU TIDAK MELAKUKAN APA-APA DENGANNYA!!” Youngmin berusaha menjelaskan panjang lebar untuk menyelamatkan HAMnya #jedeerr

“Tetap saja kau sudah berada 1 atap dengan seorang yeoja!” Umma menegaskan sekali lagi.

“Umma~” Youngmin menatap ibunya, memelas…

“Lagian apa salahnya sih? Kau mengenalnya kan? Usiamu juga sudah cukup untuk persiapan menyusul hyungmu,” Appa menimpali.

“Aish..aku tidak melakukan apa-apa aku hanya menolongnya, lalu kenapa kalian memaksaku menikah / bertunangan dengannya??” Youngmin sangat gemas (?) saat ini.

“DEMI NAMA BAIK KELUARGA LEE!” jawab Umma dan Appa berbarengan.

“Mwo?” Youngmin cengo.

“Kau ini mantan artis, mungkin saja ada reporter yang membuntutimu,” umma memberi alasan

“Kau juga terkenal di Jerman, bagaimana kalau sampai ada berita negative dan merusak imagemu? Hm?” giliran appa bicara

Youngmin menghela nafas pasrah, “Akan kupikirkan…” ujarnya lalu pergi ke kamarnya.

=Di restoran dekat kantor Hyun In=

“Bertunangan?” Ujar Hyun In tidak percaya, dengan suara kecil yang ditahannya.

“Itu ide ortuku,” sambung Youngmin.

“Astagaaa…” Wajah Hyun In tampak kusut.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Youngmin.

“Menurutku ini ide gila,” jawab Hyun In seketika.

“Kupikir juga begitu. Lalu apakah kau menolak ide ini?” Youngmin bertanya dengan ragu-ragu.

“Hm? Molla..aku juga bingung~” Hyun In menundukkan wajahnya, jantungnya berdegup 2x lebih kencang..

“Bagaimana kalau kita terima saja?” tukas Youngmin setelah beberapa detik keheningan berlangsung.

“Mwo? Wae?” Tanya Hyun In seketika.

“Hmm entahlah..hanya saja sepertinya kita tidak ada alasan yang pas untuk menolaknya,” jawab Youngmin sambil bersandar pada kursi.

“Hmm ya..kau benar..” Hyun In menimpali.

Sebenarnya yang jadi acuan Youngmin adalah saat Hyun In mengatakan bahwa ia menyukainnya. Dan itu cukup untuk membuat Youngmin memikirkan untuk menerima ide ini. Kalau ada orang yang dengan tangan terbuka memberinya kasih sayang, kenapa harus dia sia-siakan? Bukankah ini yang dia janjikan pada Min Ra ssi? Janji bahwa dia akan move on dan menemukan yeoja yang dapat menarik hatinya, dan melupakan perasaannya pada Min Ra ssi.

“Jadi, kau menerimanya?” Youngmin meyakinkan sekali lagi keputusan Hyun In.

“Kenapa tidak.” Jawab Hyun In tegas dan sebuah senyuman tersungging manis di wajahnya.

=Bulan Februari=

Kwangmin ijin cuti demi menghadiri acara pertunangan hyungnya yang tidak terduga ini…

“Hyung..hebat sekali kau.. bertunangan di usia semuda ini.kkk~” namja berambut hitam ini menggoda hyungnya sambil terkekeh.

“YYA! Lebih baik mana aku yang sudah menemukan orang yang menyayangiku, atau kau yang jomblo mlulu dari dulu, ha?” Youngmin melingkarkan lengannya erat di leher Kwangmin, membuat namja itu meronta.

“I’m single and happy!” ujar Kwangmin setelah berhasil lolos dari lilitan lengan Youngmin. “Ah, Taemin hyung dapat Min Ra ssi, kau dapat Hyun In ssi, lalu aku dapat siapa?” tanya Kwangmin tiba-tiba.

“Dapat Dae Ha saja, bagaimana? Dia ketua kelas x5 waktu itu..” suara seorang yeoja menyahut dari balik punggung mereka berdua.

Saat keduanya berbalik, yeoja mungil nan manis sudah berdiri tegak di sana, Shin Min Ra.

“Annyeong.. Lee Twins! and Chukaeee Youngmin ssi!! Chukae!” ujarnya sambil menyalami tangan Youngmin dengan semangat!

Yang disalami tersenyum senang dan membalas, “Ne, gomawo..dan chukae untuk pernikahanmu dengan hyungku bulan  depan!”

Min Ra tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya, “Ne…gomawo.”

“ah, sepertinya ini hanya tempat untuk orang-orang yang sudah menemukan jodohnya, tck!” ujar Kwangmin yang merasa dianak tirikan dari tadi.

“HAHAHA” Youngmin dan Min Ra tertawa mendengar ucapan namja penggila Pikachu itu.

“Aku sama authornya aja deh,” lanjut Kwangmin sambil memeluk author. {peluk Kwangmin balik, huehehee}

Sebelum author dieksekusi lebih lanjut sama reader, mobil yang mengantarkan Hyun In dan keluarganya tiba di depan rumah keluarga Lee, dan..acara pertunangan mereka segera dimulai.. YAAAK CHUKAEEE YOUNG-IN COUPLE 😉

~THE END~

Udah deh…gimana? Geje ya? Iya, maafin authorrr #nangisdarah author hanya manusia biasa…khilaf dan mono mungkin terjadi..

Oiya, kayanya yang banyak si Youngmin sama Hyun In ya? Taeminnya juga dikit banget =,=” {dijitak  Taemints}

BTW, WAJIB LEAVE COMMENT!! PLEASE… HARGAILAH AUTHOR…. PLEASE… HARGAILAH AUTHOR….

PLEASE… HARGAILAH AUTHOR….PLEASE… HARGAILAH AUTHOR….PLEASE… HARGAILAH AUTHOR….

{tarik-tarik daster reader} 😀

Advertisements

20 thoughts on “Mask Party {Sequel Khusus Edisi YoungIn Couple}

  1. oohh, youngmin tunangan sma Hyun In gara” itu tohh…
    yahh TT, aku pikir karena Youngmin jd suka sama Hyun In
    Tp gpp, overall, nice kok !

    • Tapi kan youngminnya akhirnya juga tertarik sama si hyun in nya 🙂 {author membela diri, #apadeh} hehehe

      ok, gomawo sudah mau komen ya chingu 😉

    • karena mabuk kan jadi lebih deket sama youngmin 😀 #modus

      hehehe..iya, mian ya..aulia juga jadi rada rusak gitu ya imagenya..kkk~

      big thanks buat kamu soalnya setia baca dan komen di FFku #usap air mata# hahaa orang aku cekokin linknya tiap FFnya terbit #pemaksaan #peace #justkidding hehehe v^_^v

      • Sumpah,
        Q cengar-cengir sndiri pas bca ff ne,
        Haha #spertix q mulai gila klu menyangkut Youngmin ><

    • ok, tapi ceritanya kwangmin sama author ya? #lho #plak #authorgabener v^__^v #justkidding

      Kwangmin bilang dia single and happy, hati dia buat author seorang (?!)

  2. iiih seru tau, dilanjutin lagi dong kalo bisa sampe Kwangminnya juga tunangan. Taeminnya juga diceritain lagi lah. masa pacar saya disini dikit banget bagiannya 0….0

    • hihihi…banyak yang request kwangmin ya… #siapkan hati# hahaha

      Iya, mian ya chingu -,- author terkonsentrasi sama youngmin sih jadi si taemin jarang keluar #gubrak

      gomawo udah komeen 😀

  3. wah, Chingu,,malam ini aku lagi suka banget sama Youngmin. Tapi aku gak mau ah jadi Hyun In.haha. Aku udah punya Key oppa,ckckck. Oia,kalo gak dilanjutin kayaknya ff nya terlalu pendek deh…kalo bisa nyampe Youngmin bener-bener suka Hyun In.hoho

    • *mendengarkan curhatan dengan seksama* *pasang muka serius*

      Hmm…author juga ngerasa gitu… banyak yang bilang “cuma gitu aja nikah?” makanya author jadi merasa “Kasihan ya…” #plak

      Akan author usahakan buat yang lebih baik lagi di part Kwangmin nanti ya..semoga porsi tampilnya 3 Lee ini nanti bisa imbang semua 😀 #amien

  4. Hiyaaaa….. Youngmin!!! Aku nggak relaaa~ *nangis pasir garuk tembok #Anarkis
    Bagus eon!!! seru niih!!! itu si Youngmin cuma gitu aja udah disuruh nikah.. aku mauuuu!! *plakplakplak

    • Hiyaa…sabarr saeeng *miris lihatnya* #plak >,<

      Iya, author lagi punya ide geje nikahin orang pake masalah kaya gitu #dihajar Youngmin# 😀

      Youngmin kan anak baik, makanya dia nurut aja 😉 #dirajam bestfriend#

  5. Iyeeeee author baikk \^0^/
    mengabulkan permintaan kuuuu…
    (tapi bentar ya lagi baca ehh ada yang manggil-manggil dari pada saya tewas ditangan beliau yang manggil *mama* hehehehe,,mending ngacirr duluuuu)

    nanti di terusiinn

    • ne… cheonma 😀
      gomawo udah sempat-sempatin type comment ya 😉 baik deh.. #peluk #cium #kabur *author autisnya kumat* v^_^v

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s