Mask Party {Kwangmin Love Story} Serie B

page

Author           : Awsomeoneim

Main cast       :

  • Kwang Min, (Boyfriend)
  • Han Je Soo
  • Shizuka Higashikuni

Support cast :

  • Shin Min Ra (you)
  • Lee Taemin, (SHINee)
  • Young Min, (Boyfriend)
  • Kang Hyun In

Type                : Chapter

Genre              : Romance, Friendship

 

ANNYEONG HASEO!! 

Ini lanjutannya. TADAAAA~ *tiup terompet*

Ini dilakukan semata karena author sadar partnya Kwangmin panjaaang banget… makanya biar reader ngga jenuh, author bagi jadi 2 part tapi tetep di post bareng..

Gimana? Kalian suka konsep ini ngga? Saran dan kritik silahkan di ketik ya… jadilah READER YANG BAIK!!

Karena author sudah jadi AUTHOR YANG BAIK dengan cara nyelesein part ini #plakk

 

Previous series :

Mask Party Sequel

Mask Party Sequel {Young_In Couple}

Mask Party Sequel {Kwangmin Love Story} Part A

 

So, nikmati, keep reading, and Keep comment! \^_____^/

SIDER, YOUR IDOL WILL COME TO ME AND SAY, “WILL YOU BE MY GIRLFRIEND?” WAHAHAHA #EVILLAUGH

Taemin POV.

Aku baru saja menyelesaikan sesi photoshootku. Lalu ponselku berdering, dari Youngmin.

‘Yoboseyo’ ujarku sambil duduk di kursi dan mengipasi diri.

‘Yoboseyo..hyung aku mau minta tolong,’ suaranya terdengar biasa saja. Tidak ada yang emergency tampaknya.

‘Ne, ada apa?’ aku memasang telinga baik-baik.

‘Kwangmin sedang perjalanan ke Jepang. dia ada kontrak kerja selama 2 tahun. Jika sempat, hyung tolong samperin dia ya..hiburlah dia’ kini nada sendu terdengar dari suaranya.

‘Hum? Wae?’ aku mengernyitkan dahi atas apa yang kudengar.

‘Dia..depresi. Dia baru dikecewakan oleh cinta pertamanya.’ Youngmin menarik nafas sejenak, ‘Han Je Soo, tetangga kita dulu yang pindah ke Jerman, kini dia sudah menikah, dan kemarin Kwangmin tidak sengaja bertemu dengannya di sebuah butik. Itu..yang terjadi..’ tanpa ditanya ia sudah menjelaskannya. Cerdas!

‘Oh~ masalah anak muda. haha baiklah.. aku akan segera mengunjunginya secepatnya setelah dia tiba di Jepang. Ah, aku sudah dipanggil Onew hyung. Kututup dulu ya, bye.’ Aku memutus sambungan setelah Youngmin mengucapkan ‘Bye’ juga.

Hmm… Kwangmin.. Kwangmin.. apa yang bisa kulakukan untuk menghiburmu?

=pukul 18.30 waktu jepang=

Konsentrasiku pada TV terpecah saat ponsel di sampingku berbunyi, wah..kali ini Kwangmin.

‘Yoboseyo..’ aku semangat mengangkatnya.

‘Ne, yoboseyo hyung. Mm..kau menginap di mana?’ ia sepertinya tau aku sedang tidak ada jadwal.

‘Aku ada di hotel Grand Vixie, aku sedang nganggur, kalau kau mau kemari, kemarilah..’ aku merasa senang bisa mendengar suara saengku lagi. Walau kata Youngmin ia sedang depresi.

‘Sekarang? Bolehkah aku kesana sekarang?’ ia terdengar sangat antusias. Tumben…apakah dia juga kangen dengan hyungnya yang tampan ini? #plakk

‘Tentu saja. Aku kan barusan menyuruhmu kemari,’ aku gondok juga mengetahui saat depresi dia jadi lola ya (?)

‘YEAY! Baiklah..kamar nomor berapa? Aku akan segera kesana!’ ujar Kwangmin penuh semangat.

Setelah kuberi tau nomor kamarku ia memutuskan sambungan. Kutelpon hotel untuk memesan makanan jepang favoritnya.

Setibanya ia di kamarku dia langsung memelukku, “Aa…hyung! Bogoshippo~”

Lalu ia terpana melihat jejeran makanan jepang di kamarku, “Hyung…ini..” ia manatapku bingung.

“Makanlah dulu..lalu kita bicara,” ujarku sambil tersenyum. Kwangmin terlihat begitu senang dan segera menyantap makanan itu bersamaku.

Dia tidak terlihat depresi..batinku.

Seusai kami makan ia baru bercerita padaku, “Hyung..aku iri padamu,”

“Iri? Bukankah seharusnya aku yang iri? Kau sekarang jadi professor terkenal padahal usiamu masih jauh lebih muda daripada aku,“ kataku sambil menuang jus favoritnya lalu menyerahkan padanya yang sedang berdiri di balkon.

“Ne, aku tidak tau kenapa…tapi ini bukan masalah itu. Ini masalah asmara.” Ia menggak jusnya lalu lanjut bicara, “Kau dan Min Ra ssi sepertinya sangat langgeng. Aku? Aku terus menunggu selama 14 tahun untuk menemui yeoja favoritku. Tapi dia malah sudha menikah. Bahkan sudah punya 2 anak. Hufft” ia mendesah kesal.

“Kita tidak pernah tau apa yang direncanakan tuhan, Kwangmin-ah. Mungkin tuhan ingin memberikanmu jodoh setelah ini, makanya ia menunjukkan bahwa Je Soo ssi sudah punya kehidupan pribadinya,” aku bukan konsultan cinta yang baik…

“Tapi menyakitkan hyung…” ia masih manyun.

“Menyakitkan tapi akan mendapat momen yang sangat manis setelah ini. Percayalah padaku, ne?” aku menyentuhkan gelasku pada miliknya.

“Uhm, nae..semoga saja.” Wajah frustasinya kini baru terlihat.

“Sudah malam, segeralah pulang dan istirahat. Kau akan memulai projectmu besok kan? Semoga sukses!” ^^ aku tidak bermaksud mengusirnya. Tapi kalau sudah frustasi ditambah kurang istirahat aku takut dia tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya.

“Huah..” ia menggeliat lalu memberikan gelasnya padaku, “Gomawo atas makan malamnya ya hyung. Aku harap akan terjadi seperti apa yang hyung bilang,” ia tersenyum lebar padaku lalu melangkah masuk mengambil jasnya, kemudian berpamitan pergi padaku.

Hm.. dongsaengku sudah beranjak dewasa ya sepertinya..

Kwangmin POV.

Youngmin dan Taemin hyung berpendapat yang sama..hm.. kupercaya sajalah..

Aku turun dari taksi dan melangkah masuk ke apartemenku. Aku 1 lift dengan seorang wanita jepang yang membawa banyak tas. Aku meliriknya sekilas, ia tampak kesusahan membawanya saat masuk lift tadi.

>Shizuka Higashikuni<

TING… kami ternyata berada di tujuan lantai yang sama.

“Boleh kubantu?” tanyaku dengan bahasa inggris. Aku belum sempat belajar bahasa Jepang sih.

“ya, terima kasih.” Jawabnya dengan logat jepang.

Aku membantu membawanya sampai di depan pintu apartemennya, “oh ternyata kita bertetangga,” ujarku.

“Benarkah?” tanyanya sambil memasukkan kode apartemennya.

“Ya, kenalkan. Aku Lee Kwangmin, tetangga barumu. Aku tinggal di sebelahmu.” Aku menunjuk apartemenku yang ada di sebelahnya.

“Wah, tetangga baru? Senang berkenalan denganmu. Kau orang korea ya?” ia bertanya sambil membalas jabatan tanganku.

“Yak au benar,” aku menyunggingkan sebuah senyuman.

“Oh Iya, namaku Higashikuni, Shizuka. Panggil aku shizuka saja.” Ia juga tersenyum. Hmm, wajahnya yang mungil jadi imut karena matanya juga tinggal segaris.

“Seperti nama teman Nobita ya?” aku iseng membahas salah satu kartun favoritku selain Pikachu.

“Ne…sejak SD teman-temanku juga bilang begitu..hahaha sepertinya ibuku seorang otaku,” ia menertawai namanya sendiri. Detik berikutnya ia pamit masuk dan ia menolak saat aku menawarkan bantuan lagi. Otomatis aku juga kembali ke apartemenku. Heah..hari yang melelahkan akan dimulai besok..

=Pagi hari..=

“Kwangmin!” Suara seorang yeoja membuat langkahku yang sudah mendekati pintu keluar gedung apartemen terhenti.

Aku menoleh dan mendapati Shizuka berlari kecil menyusulku, “Ohaio..” sapanya.

“Ohaio..” artinya selamat pagi kan? Aku agak ragu dengan ingatanku #plakk

“Kau akan mulai bekerja? Kau bekerja di mana?” bahasa inggris Shizuka lumayan lancar, jadi aku bisa berkomunikasi dengan mudah dengannya.

“Di perusahaan Daekuge. Aku menjadi perancang pesawat pribadi di perusahaan itu,” aku menoleh padanya sekilas.

“Ooh, kau orang yang dibicarakan oleh seluruh staff kemarin! Kau lulusan Jerman itu ya? Aku juga bekerja di sana. Aku Kepala Bagian transportasi {ngarang, author ngarang}.” Ia tersenyum senang.

Kami sama-sama naik bis ke kantor. Untunglah, dia partner kerjaku. Selain tempat tinggal kami sangat dekat, kami bisa berangkat bareng. Itu memudahkanku menghafal rute.

Bulan Februari tiba-tiba aku dihubungi Youngmin hyung..dia bertunangan dengan Hyun In ssi! HWAH!! Mengejutkan..aku tau dia akan menerimanya, tapi aku tidak menyangka ia akan mengadakan acara pertunangannya secepat ini.

Aku diejek habis-habisan karena kembali tanpa ada yeoja di sampingku. Aku berusaha sabar…toh sekarang aku punya teman yeoja, Shizuka. YYA! Apa yang aku pikirkan..kami kan hanya partner kerja.

Bulan Maret aku kembali pulang ke Korea. Menghadiri pernikahan Taemin hyung dan Min Ra ssi. Akibatnya, aku baru bisa pulang lagi ke Korea setelah kontrak kerjaku selesai. HYUNG, kalian jahanam! Kalian membuatku tidak bisa pulang sampai 1 setengah tahun kedepan T_T

Je Soo noona ternyata langsung mengirimkan baju itu ke rumah. Habisnya, saat ia menelfon ponselku sedang kusilent. Saat kutelpon balik, ia bilang sudah mengantarnya. Je Soo noona…bisakah aku menggantikan posisimu dengan Shizuka?

Author POV.

2 tahun kemudian…project kerja Kwangmin hampir selesai. Tinggal seminggu lagi ia di Jepang. ia tak sabar untuk segera pulang dan memeluk kedua keponakannya. Kata Taemin, ia sudah mempunyai seorang anak laki-laki begitu juga dengan Youngmin. Kwangmin merasa sangat iri dan gemas saat Taemin dan Youngmin mengiriminya foto anak mereka.

Tinggal seminggu di Jepang, berarti tinggal seminggu pula ia bertemu dengan Shizuka. Ia menyadari..sebuah perasaan tak biasa tumbuh diantara mereka selama hubungan kerja ini. Walaupun singkat, tapi waktu 2 tahun itu begitu berharga bagi mereka.

Kwangmin sedang berjalan – jalan di sebuah mall dan ia masuk ke toko perhiasan. Ia berniat membelikan Shizuka sebuah cincin dan melamarnya. Ia yakin, bahwa ia jatuh cinta pada Shizuka.

Shizuka POV.

Sebuah sms dari Kwangmin masuk, dan ia bilang ia akan menjemputku jam 7 malam. Dia serius? Ada apa ini? Oh iya, dia kurang seminggu lagi disini… wah, aku akan berpisah dengan parter kerjaku yang istimewa itu.

Istimewa? Aku sudah menganggapnya istimewa? Aduh, sepertinya pikiranku sudah terlalu jauh. Sebaiknya aku segera bersiap-siap.

Pukul 7 tepat, bel apartemenku berbunyi, aku segera membukanya dan..tadaaa Kwangmin ada di depan pintu dengan setelan jas rapi.

“Hai..” sapaku kaku, aku agak gemetar melihat penampilannya yang keren malam ini.

“Hai. Kau sudah siap Shizuka?” sekarang bahas jepangnya lumayan baik. Wah, dia belajar dengan sangat cepat.

“Ya, ” aku menjawabnya singkat dengan sebuah anggukan.

“Kalau begitu ayo kita berangkat sekarang,” ia menggandeng tanganku keluar apartemen.

“Kita akan kemana?” tanyaku setelah kami ada di dalam mobil yang baru di beli Kwangmin 1 tahun lalu.

“Kita akan makan malam, dan berjalan-jalan sebentar. Kau tidak keberatan kan?” ia menoleh padaku dan tersenyum.

“Mm..tentu saja.” Aku membalas senyumannya.

Kami tiba di sebuah restoran ternama Jepang, ia tau apa makanan yang kusuka, begitu sebaliknya. Mungkin karena kami sering makan siang / makan malam bersama saat ada kesempatan. Hmm aku akan merindukan momen itu.

“Shizuka…” ia baru bicara kembali saat makanan penutup di berikan.

“Ya, ada apa Kwangmin?” kupikir apakah ada yang emergent.

“Maukah kau bertunangan denganku?” ia mengatakannya dengan lugas.

Aku yang kaget, tidak sengaja menjatuhkan sendok yang kupegang..”Oh, maaf” ujarku lalu mengambil sendok yang terjatuh tadi. Seketika suasana menjadi canggung.

“Maaf ya, kalau aku terlalu terburu-buru dan terus terang mengatakannya,” ia tersenyum kikuk, “Aku bukan tipe yang bisa berbasa-basi dalam hal seperti ini..”

“Ya, tidak apa-apa..” aku berusaha mengatur debaran jantungku..ayolah, kembali normal. Tapi speertinya jauh di dalam hatiku aku bersorak gembira dan jawaban ‘YA’ pasti akan kuberikan.

Dia bukan orang yang tidak special untukku. Dia baik dan ceria. Walau kadang dia sedang moody, dia mudah untuk menemukan cara agar moodnya kembali. Dia juga sangat baik dan ramah pada semua orang. Walau begitu..aku tau ia memperlakukanku dengan special.

“Lalu bagaimana jawabanmu?” ia memandangku lurus, tatapannya 100% penasaran.

Aku tersenyum , “Aku menerimanya. Itu tidak terlalu cepat kok menurutku. Kita sudah kenal selama 2 tahun..dan menurutku itu waktu yang cukup untuk saling mengenal.”

Kwangmin tersenyum puas, lalu ia berjalan ke arahku, mengeluarkan sebuah kotak merah dan memakaikan cincin yang ada di dalam kotak itu ke jari tengah kananku.

>this is a simple ring, right?<

“Bagaimana kau tau ukuran yang pas?” aku terkejut mengetahui cincin itu muat dan pas di jariku.

“Mm..feeling,” ujarnya kemudian lalu memberikan senyum favoritku.

Ternyata kejutannya tidak hanya sampai di situ. Setelah makan malam ia melajukan mobilnya menuju rumahku, dan..dia melamarku tepat di hadapan kedua orang tuaku untuk kedua kalinya. Untung ayah juga sudah mengenalnya dengan baik selama di perusahaan, jadi.. izinnya meluncur dengan mulus.

Ia mengantarku sampai di depan pintu apartemen, dan dia bilang dia akan kembali besok ke Korea, ia percepat karena ia ingin mengabari orang tuanya terlebih dahulu.. baru kemudian ia akan menjemputku dan mengenalkanku kepada orang tuanya.

Aku hanya mengangguk menyetujuinya. Arigatou Kwangmin.. ini hari paling indah yang pernah ada..

Author POV.

Sebelum menuju bandara, Kwangmin ingin berpamitan terlebih dulu pada Shizuka, sayangnya.. Shizuka sudah tidak ada di apartemennya. Dengan sedikit terpaksa Kwangmin menuju parkiran.

Di bandara, ia sedang mengantri pemeriksaan penerbangan ke korea. Seseorang menutup matanya dengan kedua telapak tangannya yang hangat.

Kwangmin merasakan ada sebuah cincin melingkar di jari tengah kanan penutup matanya, ia segera berbalik dan TADAA shizuka sudah berada di belakangnya, lengkap dengan kopernya.

“Kau.. apa yang kau lakukan di sini?” Kwangmin melebarkan matanya menatap yeoja yang baru semalam di lamarnya.

“Aku? Aku akan ke Korea. Aku sudah berjanji pada bibiku untuk mengunjunginya bulan ini. Maaf ya aku tidak memberitaumu dulu,” 😉 Shizuka memasang senyum polosnya.

Kwangmin menghela nafas senang, “Kalau begitu, kau bisa bertemu dnegan kedua orang tuaku lebih cepat.” Ujar Kwangmin.

“Mm.. aku juga tidak sabar bertemu dengan mereka.” Shizuka membayangkan bagaimana reaksi orang tua Kwangmin nanti.

“Mereka baik dan ramah kok, tenang saja. Tapi.. jangan kaget saat bertemu 2 namja aneh lainnya di sana nanti. Mereka adalah kakak laki-lakiku. Mereka sudah berkeluarga lebih dulu dibanding aku.” Ujar Kwangmin saat mereka sudah di dalam pesawat.

“Hahaha… pasti tidak jauh berbeda denganmu,” Kata shizuka sambil menutup mulutnya menahan tawa.

“Hey, aku ini anak laki-laki paling baik dan waras disana…” {yak, Kwangmin bakal dijitak jamaah sama Youngmin & Taemin}

=2 hari setelah Kwangmin tiba di Seoul=

“Bagaimana ya yeoja pilihan Kwangmin.. aku sangat penasaran. Dia tidak pernah sekalipun mengirimkan foto bersama mereka, cih, menyebalkan.” Kata Youngmin kepada hyungnya di ruang tamu, mereka menunggu kedatangan Kwangmin yang sedang menjemput Shizuka di rumah bibinya.

“Ne..dia berhasil membuat kita terkejut. Tidak pulang selama 1 setengah tahun, tiba-tiba memberi kabar akan mengenalkan seorang yeoja yang akan jadi calon istrinya..ckckck” Taemin menimpali sambil membaca Koran di sofa.

“Kalian ini.. bukannya membantu istri kalian mengurusi anak-anak malah asyik berbincang disini!” Mr. Lee tiba-tiba muncul dan duduk di dekat Taemin.

Otomatis Taemin segera melipat korannya, “Appa, aku sudah menggendong Hyuk Si semalaman untuk menidurkannya. Ia sulit tidur di lingkungan baru.”

“Dan kau Youngmin?” appa kini beralih pada anak laki-lakinya yang sedang duduk anteng di depan piano.

“Aku sudah memandikan Min Wan tadi pagi.. kalau sarapan dia memang selalu dengan Hyun In.” Youngmin menatap PD ke appanya lalu mulai memainkan tuts-tuts piano.

“Ini tehnya…” Mrs. Lee datang membawa secangkir teh untung Mr. Lee, “Dongsaeng kalian belum tiba juga?” tanyanya pada kedua namja yang baru menjadi appa muda di hadapannya.

Mereka menggeleng berbarengan.

“Yeobo, tolong gendongkan Hyuk Si sebentar, aku mau ganti baju dulu, ini susunya.” Min Ra datang ke ruang tamu sambil menggendong bayi laki-laki berusia 1 tahun berambut coklat tua dan sebotol susu, “Hyuk si-ah gendong appa dulu ya..”

Hyuk si kecil dengan semangat menggapai-gapai kearah appanya yang dengan santainya sandaran di sofa. Taemin segera menggendongnya dan mengambil botol susu di tangan Min Ra dan meminumkannya pada bayi kecil di gendongannya. Ia sesekali menggoda bayi kecil itu dengan melepaskan dotnya. Seketika Hyuk Si menggapai-gapai kearah dotnya, itu lucu menurut Taemin, tapi kalau Min Ra tau, ia akan memarahinya.

“Hyung..anakmu enak ya tidak rewel, heah..anakku sulitnya minta ampun di suruh minum susu, sebentar saja sudah dilepas botolnya.” Youngmin berjalan mendekat dan menepuk-nepuk pipi tembam keponakannya dengan jari telunjuknya.

Hyuk Si mencoba menggapai dan menggenggam jari Youngmin yang besar untuk telapak tangannya.

“Itu berarti ia tidak jauh berbeda denganmu dulu. Kau dulu juga sangat sulit disuruh minum susu,” ujar Mrs. Lee menimpali perkataan anak keduanya.

Youngmin hanya terkekeh mendengar perkataan ummanya.

“Yeobo.. Min Wan sudah selesai minum susu, gendongkan dia sementara aku ganti baju ya,” kini Hyun In yang datang dan menyodorkan bayi mungil berusia ½ tahun berambut hitam pekat kearah Youngmin.

“Ne.. mm jagi..Apakah kau tidak butuh bantuanku untuk memilih pakaian?” Youngmin menatap istrinya dengan wajah polos.

“Memilih pakaian atau apa? Dasar otak yadong,” balas Taemin yang ada di hadapannya.

Hyun In hanya menggeleng sambil tertawa lalu menuju kamarnya. Youngmin tertawa kecil mendengar perkataan hyungnya.

“Wah.. appa muda sedang sibuk sepertinya,” ujar sebuah suara di pintu, “Annyeong, aku sudah kembali.” Ujar Kwangmin sambil menebar senyuman.

“Kwangmin-ah..” Youngmin sangat semangat dan langsung mendekat kearah kembarannya, “Akhirnya hari ini aku bisa bertemu denganmu. Maaf ya kemarin aku masih ada urusan jadi baru tiba di sini tadi pagi.”

“Ne..gwenchana hyung..wah anakmu lucu sekali,” Kwangmin menepuk-nepuk pipi Min Wan gemas.

Min Wan tersenyum malu lalu menyembunyikan wajahnya di dada appanya. “Dia imut sepertiku,” kata Youngmin sambil mengelus kepala Min Wan lembut. {PD sekali, dia!! *dijitak berjamaah sama readers*}

“Oiya, ini orang yang kujanjikan untuk bertemu dengan umma dan appa, ayo masuk,” ujar Kwangmin pada seorang yeoja di luar rumah.

Saat yeoja itu tiba di ruang tamu, semua mata memandangnya takjub, ia sangat cantik!

“Annyeong haseo.. naneun Shizuka Higashikuni imnida.” Shizuka membukkukkan badannya 90 derajat.

“Neomu yeppeo…” sahut semua orang di dalam ruang tamu, termasuk Hyun In dan Min Ra yang baru kembali ke ruang tamu.

‘Apakah itu tandanya aku diterima sebagai calon anggota keluarga?’ tanya Shizuka lewat pandangan matanya ke Kwangmin.

Kwangmin balas menatapnya dengan tatapan tegas bermakna, ‘Yes, you are right!’

FINALLY THE END

Nah…udah sinetron banget kan..panjaaaaaang banget….

Maaf ya kalau ceritanya Kwangmin kepanjangan

Maaf ya kalau ceritanya sinetronan

Maaf ya kalau ceritanya geje

Author tidak lepas dari kata ‘manusia’ jadi kalau ada kesalahan ketik, alur cerita yang mbulet bin geje bin sinetronisme, author minta maaf *BOW*

BUT PLEASE LEAVE YOUR COMMENT!! WAJIB!! ATAU BIAS KALIAN JADI PEKERJA RODI DI RUMAH AUTHOR!! *NGANCAM LAGI*

*Gambar

**Cincin from google

**Shizuka from  http://csetya.blogspot.com/2011/11/fashion-time.html?showComment=1326171591806#c1295868996747323305

26 thoughts on “Mask Party {Kwangmin Love Story} Serie B

  1. haaaah keren
    anaknya Youngmin sama kwangmin lucuuu kali yah?? hwaaaaaa
    Shizuki bukan shizuka. tapi perasaan alurnya cepet banget pas bagian Kwangmin sama shizuka tapi seru kok 🙂

    • haaaah gomawooo *lega*
      Youngmin sama Taemin kah maksudnya? 😀
      Shizuka kok namanya… *ngecek ulang di atas*
      Hihihi..mian ya… soalnya aku takut kalau aku detailkan misal pas kerja..naik bis..dll nanti jadinya luebih panjang, luebih absurd, luebih sinetronan #lebay #plakkk

      gitu deh.. ^_^v

      • shizuka higashikuni kok itu..hihihi di akhir ada yang namanya shizuki sih, tapi udah kuedit #sepertinya ^_^v

        mian ya, typo.. m^_^m untung ngga nyasar jadi Shuzuki {itu merk motor,thor!! *dijambak Shizuka Higashikuni*} 😀

    • ya itu…author juga ngga kesampaian mbayanginnya -.- dia terlalu imut untuk jadi appa, tapi anaknya juga pasti imut dong 😀 {maksa mode : on}

  2. Penasaran ku sama anaknya youngmin ma taemin msti imut bgt waaa…..#lebay plak…dijitak gue ma temin n youngmin wahaha….#
    Tadi pagi sebenernya udh mbaca dari hp tp comment nya baru
    Lanjut thor!!AUTHOR HWAITING!!!!

    • chingu…gomawooooooo

      eh, tapi kan ini udah selese ==a

      author anggap semangat buat karya-karya selanjutnya ya…#maksa

      v^_^v

    • hahaha..perasaan ini cerita sedih, kenapa ngakak {author bingung}

      jangaaaaan… jadi tersanjung beneran nanti T_T ngga tega liatnya author (apa deh) *plakkk*

  3. thor kayaknya aku ketularan gila deh masa aku baca sambil senyum2 sendiri -_____-
    tapi serius ini so sweet, jadi bayangin ntar kalo jo twins punya anak beneran gimana ya?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s