Fell Apart – Mirror 2

Author: helmyshin1

Main Cast: Yesung Super Junior, Park Kyuri Ah, Eunhyuk Super Junior

Genre: Hurt/comfort, romance, friendship

Lenght: Sekuel

Rating: PG-15

Shin1 Note: Sebenernya, ini adalah FF sekuel dari Fallen Flower, tapi, kalau belum baca Fallen Flower pun, kayaknya kalian juga bakal mudeng kok sama jalan ceritanya. Mirror 1 bisa di klik di sini.

 “Bawa dia.” perintah si pria paruh baya pada 4 orang anak buahnya tadi. 2 orang mengawal Yesung dan membawanya ke mobil silver milik keluarganya, dan 2 orang lain mengambil alih motor spot yang tak lain adalah motor pribadi Yesung.

“Lepaskan! Aku bisa masuk sendiri!” teriak Yesung. Dan ia terpaksa masuk ke mobil keluarganya dengan perasaan yang sungguh tidak menyenangkan.

“Langsung ke gereja.”

“MWOYA?!”

Fell Apart|2012 helmyshin1 illustration

Perempuan itu menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. Seolah tidak ingin seorang pun melihat kesedihannya. Beberapa saat kemudian, ia mengambil handphone yang tergeletak di samping kanannya, dengan tangan yang bergetar.

Ia melihat satu demi satu daftar nomer yang tersimpan di ponselnya. Jemarinya bergetar lebih hebat ketika akan memencet tombol hijau pada tuts ponselnya itu, mengangkatnya sampai ke daun telinga, dan memencet tombol merah tak lama kemudian. Mengurungkan niatnya.

Entah untuk yang keberapa kali ia memandangi –sembari berpikir- daftar nomer di ponselnya itu dari nomer 1 hingga nomer 1 lagi. Bimbang.

Kemudian, dia melirik ke arah laptop di atas meja, tak jauh darinya. Berpikir terlebih dahulu sebelum ia bangkit dari tempat tidurnya. Berpikir lagi, dan lagi. Berharap kali ini dia tidak melakukan kesalahan sedikit pun.

***

Yesung memasuki gereja dengan langkah tak pasti. Rasanya ingin sekali dia berlari dari tempat ini, atau bahkan berlari dari dunia ini. Tapi kali ini, kekuatan mentalnya seakan melayang entah kemana. Hingga ia tak mampu membantah orang tuanya lagi.

Tangannya membenarkan dasi yang dipadukan dengan tuxedo putih miliknya –sewaannya, walau sebenarnya dasi itu sudah sangat rapi. Sesekali, ia menelan ludahnya sendiri dan menahan peluh yang mengalir dengan lambat dari pelipisnya.

Ia memicingkan matanya sejenak. Mencari tahu sudah sejauh manakah yeoja yang akan menjadi pendamping hidupnya itu melangkah.

Tap.. tap.. tap..

Dia meluruskan pandangannya ketika yeoja yang ia maksud menghentikan langkah di hadapannya. Ada rasa canggung yang sangat di saat dia berhadapan dengan yeoja ini.

Yeoja berbalut gaun putih yang anggun. Dengan riasan yang memancarkan aura kecantikannya. Gaun yang ia kenakan begitu pas hingga membuat lengkuk tubuhnya terlihat. Gaun itu menjuntai ke belakang dengan panjang sekitar satu meter. Tampak menawan.

Aiko?!

Yesung nyaris menjerit girang dan melompat tidak karuan layaknya anak kecil ketika memenangkan game paling sulit di dunia ini. Entah kenapa matanya menampilkan wajah cantik seseorang yang sudah memenuhi hatinya. Namun, entah untuk yang keberapa kalinya, ia harus menerima dengan lapang dada kalau ini hanyalah ilusi semata.

“Ehm..”

Tiba-tiba deheman pastur yang.. errr… sebenarnya tak cukup keras, tapi dapat membawa pria kelahiran Cheonan itu sadar kembali. Dia pun –terpaksa- memandang wajah yeoja yang berdiri tegak di hadapannya tersebut. Ia meneguk ludahnya sendiri dengan lambat. Nampak sangat gugup walau pasangannya tersenyum manis.

Tangannya terasa bergetar saat mengenakan cincin bertabur berlian ke jemari manis itu. Dalam keadaan lain, semua undangan bersorak gembira, ikut merasakan kebahagiaan yang –mungkin- dirasakan pasangan tersebut. Tapi, rupanya ada seorang yang tidak menampakkan rasa senang secuil pun di air mukanya.

“Ternyata memang sakit..” gumamnya tak jelas.

***

“Hei.. oppa mau kemana?” nada dalam pertanyaan yeoja itu cukup tinggi, membuat Yesung terpaksa menghentikan langkahnya untuk menoleh ke arah yeoja itu. “Tidur. Kau pikir mau apa?” lalu keluar dari kamar dengan cepat.

Si yeoja berlari kecil mengejar Yesung yang telah masuk ke kamar yang lain.“Tapi kenapa tidak di kamar kita?” menekan kata ‘kita’ dalam ucapannya.

Yesung meletakkan kopernya ke lantai tanpa melirik sedikit pun ke koper tersebut. Membuat sebuah suara hentakan yang agak keras. Menghela napas ketika membalikkan tubuh jangkungnya. “Kau pikir aku mau tidur bersama yeoja yang sama sekali tidak aku cintai, bahkan tidak aku kenal?” sembari melipat kedua tangannya di depan dada, membuat yeoja di hadapannya sedikit tersentak.

“Tapi kan kita sudah menjadi suami istri!” sang istri maju selangkah, mencoba berani walau nyatanya, jantungnya berdegup dengan kencang.

“Dengar ya, Park Kyuri Ah, atau siapalah namamu itu. Tidak peduli apa status kita, apa hubungan kita, aku tidak pernah dan tidak akan pernah sudi untuk sedikit pun menyentuhmu, kau mengerti?! Baiklah, selamat malam!!!” hentak Yesung dengan keras agar Kyuri dapat mencerna perkataannya dengan sangat lancar, Yesung sukses besar.

Ia meninggalkan pertengkaran kecilnya dengan menjatuhkan diri ke tempat tidur queen size itu, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.

Kyuri mematung di tempatnya berpijak. Mulutnya membentuk huruf O dengan pandangan yang nyaris kosong. Suara Kyuri tercekat di tenggorokan. Kalimat-kalimat yang meluncur dengan mulus dari mulut Yesung benar-benar bagai petir di siang bolong. Sama sekali tak pernah ia bayangkan orang yang selama ini –diam-diam- ia cintai tega bersikap seperti itu kepadanya.

***

Sinar sang mentari pagi menembus jendela berkaca transparan. Membuat gordennya agak berkibar di saat udara pagi yang dingin berhembus pelan. Mencoba mengintip seorang yeoja yang belum tersadar dari tidur lelapnya. Tak lama kemudian, yeoja itu menerjap-nerjapkan kedua matanya. Menerima sinaran matahari yang mulai meninggi.

Ia duduk sejenak. Mengucek kedua matanya lalu memiringkan kepalanya ke sumber cahaya.

“Siapa yang menyibakkan gorden jendelanya? Yesung oppa? Mungkinkah?!”

Kyuri lalu berjalan dengan gontai menuju pintu kamar.

Ia mendesah saat tangan kanannya menggenggam kenop pintu  perunggu. Otaknya memutar kejadian yang menimpanya malam tadi. Tiba-tiba, ada rasa takut yang mulai menjelajahinya, membuat tubuhnya sedikit bergetar.

Ia lalu menghela napas berat dan menegakkan posisi berdirinya.

“Kreeet..”

Terdengar suara decitan kecil saat pintu kayu itu didorong terbuka. Menampilkan seorang yeoja dengan wajah juga rambut yang agak berantakan. Matanya terlihat sayu, dengan tidak langsung memperlihatkan apa yang kemarin ia lakukan.

Tentu saja menangis. Apa lagi?

Kemudian, dia melirik ke arah jam yang bertengger di dinding biru langit. Pukul 9 pagi. Apa pria yang tak punya hati tadi sudah berangkat bekerja? Atau masih terlelap di kamarnya?

Kreeet..

Suara berdecit itu kembali terdengar. Tapi kali ini lebih pelan dan agak lambat. Yeoja itu menghela napas ketika melihat yang tersisa di atas tempat tidur milik Yesung hanyalah bantal dan selimut yang sudah tertata rapi.

***

Langkah yang terseok membawa Kyuri menuju kamar mandi. Ia membasuh mukanya yang lusuh dengan air yang tidak hangat juga tidak dingin. Berharap semoga air itu bisa menghapus sisa air mata tak bergunanya.

Tiba-tiba sebuah ringtone menggema di rumah yang sepi itu. Kyuri pun bergegas merampungkan aktivitasnya dan menuju kamarnya dengan langkah tergesa.

“Yeoboseyo..” ucap Kyuri setelah menekan tuts hijau di ponselnya. Suaranya masih agak parau.

“Kau baik-baik saja, Kyuri-ah?”

“Oh.. tentu saja, eomma. Waeyo?” kini suaranya terdengar membaik.

“Anii.. mungkin hanya perasaanku saja. Bagaimana pernikahanmu?”

“Maksud eomma? Aku baru menikah 24 jam yang lalu..” Kyuri sedikit mendelik.

“Ehem.. maksudku, malam pertamamu..” Sang Eomma sedikit membisik saat mengatakannya.

“Ooh.” Kyuri duduk di sudut tempat tidurnya, dan menatapnya kosong.

“Hei, kenapa kau jadi tidak bersemangat? Apa kalian belum melakukannya?” eomma mulai curiga.

“Anio.. kemarin aku sangat lelah, jadi aku langsung tidur.”

Bohong!

“Aish, bagaimana kau ini..”

“Sudah lah, eomma. Oh iya, mian, banyak pekerjaan rumah yang belum aku selesaikan. Annyeong.. saranghae..”

Tut..tut..tut..

Setelah itu yang terdengar di ponsel Park Hyerin –umma Kyuri- hanyalah suara sambungan telefon yang diputus, membuat Park Hyerin berdecak kesal atas kelakuan anak putrinya itu.

FLASHBACK

Tangan yang putih meraba-raba meja kayu yang agak berantakan. Mencoba mencari benda miliknya yang sedari tadi belum berhenti mengeluarkan suara bising yang cukup memekakkan telinga.

Pip!

Akhirnya berhenti juga.

Yesung mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia mengangkat ponsel dalam genggamannya hingga sejajar dengan kedua matanya, sehingga ia dapat membaca angka yang tertera pada ponsel ber-chasing silver itu.

06.00 a.m

Ia kembali meletakkan ponselnya, melipat selimut dan merapikan tempatnya tidurnya.

Cklek,

Tangannya memutar kenop pintu kamar Kyuri. Membukanya perlahan, kemudian memasukinya. Ia berharap, langkahnya tidak menimbulkan suara yang keras hingga Kyuri terbangun. Ia pun tidak tau kenapa ia sudi masuk ke kamar itu.

“Yesung oppa..”

Ia mendelik ketika Kyuri menyebut namanya dengan fasih. Tapi untungnya, Kyuri hanya mengigau dan kembali terlelap.

Entah apa yang membuat Yesung tertarik melirik yeoja itu. Memandang sejenak wajahnya yang manis. Ya. Yesung mengakui kalau Kyuri adalah yeoja yang cantik juga manis. Dan selalu membuatnya seperti melihat wajah Aiko di saat melihat wajah yeoja ini.

Tunggu.

“Tergantung.. kalau orang itu cantik dan manis, mungkin aku bisa belajar mencintainya..” 

Tiba-tiba saja perkataan Hyukjae tempo hari terngiang di benaknya. Tapi dapat kah ia seperti Hyukjae?!

Yesung mengetuk kepalanya sendiri. Sungguh sial. Kenapa pikiran itu terputar lagi di dalam otaknya?! Membuat perasaan janggal tumbuh di hati Yesung. Ada rasa kesal di dalam hatinya.

“Kalau saja yeoja ini tidak menyetujui perjodohan kami, sungguh aku tidak akan pernah menikahinya.”

Lagi-lagi, ia berpikir bodoh. Entah sudah keberapa kali.. ia menyalahkan sesuatu yang sebenarnya tak patut untuk disalahkan. Tapi tetap saja, ia tak mampu melawan rasa benci yang beranjak tumbuh di dalam dirinya.

“Oppa..”

Yesung tersadar ketika Kyuri menggeliat kembali sembari menyebut namanya. Entah kenapa, ada rasa tidak suka dan tidak setuju jika Yeoja itu memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’

“Ah!”

Yesung menyadarkan diri dari lamunannya. Sepertinya ia terlalu lama berbicara pada dirinya sendiri. Ia pun mengalihkan pandangannya ke jendela yang masih tertutup rapat. Membukanya perlahan dan menyibakkan gordennya agar cahaya matahari dapat menerobos kaca jendela yang transparan.

FLASHBACK END

Kenapa?

Kenapa saat aku memandang wajahnya, yang terlihat di bola mataku malahan wajah Yeoja itu? Kenapa saat aku berbicara dengannya, hanya kata-kata kasar yang keluar dari mulutku? Dan kenapa saat aku mencoba mencintainya.. justru rasa benci yang mengoyak hatiku…

Seperti ada sesuatu yang terkubur dalam di hatiku. Perasaan yang mencoba mendobrak hatiku agar aku bisa meluapkannya. Tapi.. apa perasaan itu?

Cinta kah?! Tapi terdengar seperti… kebencian.

“Hei.. apa yang terjadi dengan pengantin baru itu? Sedang mengingat-ingat malam pertamanya kah? Haha..”

Sebuah tawa menyadarkan Yesung dari lamunannya. Ia memiringkan kepalanya, dengan malas mengintip namja yang –ternyata- hanya berjarak 2 meter dari tempatnya duduk. Yesung pun hanya dapat tersenyum hambar. Tidak berniat membalas sindiran teman-temannya itu.

***

“Aku pulang.”

Yesung melepaskan sepasang sepatu kerjanya dan menaruhnya di rak sepatu. Ia mengganti alas kakinya dengan sendal rumah. Ia pun langsung menuju kamarnya, menaruh tas laptop hitamnya, lalu menuju wastafel.

Terdengar suara gemerisik saat air keran jatuh menghantam permukaan wastafel yang putih. Yesung membasahi wajahnya dengan air keran itu. Memberi harapan kepada dirinya sendiri, semoga air itu dapat mengembalikan semangatnya, walau pun ia tau, semangatnya tidak akan kembali seperti saat sang mentari muncul dari persembunyiannya tadi. Tapi, tidak salah bukan jika ia berharap?

Yesung merebahkan dirinya ke kasur. Memejamkan matanya hingga yang dapat ia lihat hanyalah kegelapan. Mengingat-ingat segudang pekerjaan yang harus ia selesaikan, walau merasa cukup terganggu dengan nyanyian penggorengan.

Beberapa detik kemudian, ia segera bangkit setelah merasa semangat yang ia bangun sudah cukup. Menuju lemari pakaian dan mengambil sebuah kaos oblong dan celana selutut. Mengganti pakaian resminya dengan baju bebas tersebut.

***

Detik berganti dengan detik, menit pun sudah berlalu entah untuk yang keberapa. Tarian jari-jari yang putih itu masih asyik berduel dengan keyboard hitam. Memecah keheningan malam, mengabaikan hembusan nafas udara yang dingin.

“Oppa.. kau pasti lapar. Aku sudah selesai memasak untukmu!” seru Kyuri. Masih menggenggam tepi piring dengan kedua tangannya. Ia mendekat kembali ke arah Yesung yang tidak sedikit pun menoleh bahkan melirik ke arahnya.

“Oppa.. ayo makanlah..” Katanya lagi. Duduk di samping kanan Yesung yang nampak asik dengan pekerjaannya. Kyuri mendesah sebal kali ini. Memandang wajah Yesung dari arah samping. Nampak begitu menawan.

Kyuri mengangkat satu sendok logam yang sudah penuh dengan nasi goreng. Mendekatkannya ke arah Yesung. “Oppa, Aaa..aa..”

PRAAANG!!!

Piring putih itu terbelah menjadi beberapa keping. Serpihan piring dan ceceran nasi menyebar tak jauh dari sana. Membuat Kyuri mendelik atas perlakuan suaminya itu.

“Bisakah sedetik saja tidak menggangguku, hah?! Apa itu hobi barumu?? Kau tidak lihat aku sedang sibuk?! ENYAH KAU!!”

Yesung langsung fokus ke laptopnya kembali, tak peduli akan air mata Kyuri yang belum berhenti mengalir, bahkan mungkin, Yesung tak akan peduli walau Kyuri mati sekali pun.

Petir lagi-lagi menyambar, masih enggan untuk menampilkan indah pelanginya. Itulah hal yang dialami Kyuri. Capek-capek dia memasak, membersihkan rumah, dan semuanya agar Yesung senang. Tersenyum setidaknya. Tapi kali ini sia-sia lagi.

Malam ini tidak jauh lebih baik dari tempo malam. Tak satu centi senyum kebahagiaan pun yang ditorehkan dari bibir tipis Yesung. Dan turut membuat Kyuri sulit untuk tersenyum.

***

Tidak terasa sang fajar sudah menyingsing di ufuk timur. Menembus celah-celah pepohonan yang tenang. Dan dengan malas membangunkan para makhluk hidup untuk menjalankan aktivitasnya.

Rasanya malam tadi begitu cepat berlalu, itu karena Kyuri terlebih dahulu menutup harinya. Ia tidak mau memperpanjang hari yang menyakitkan hati itu. Menanti mentari terbit hingga terbit kembali.

Kyuri menggeliat hingga wajahnya menghadap ke jendelan tanpa sengaja. Kali ini sinar sang mentari menyusup melewati celah-celah kaca jendela yang tidak tertutupi gorden. Ia membuka matanya dengan berat. Ia belum ingin beranjak dari tempat tidur itu.

Namun sebuah suara membuatnya benar-benar bangkit dengan segera. Kyuri berlari kecil ke arah pintu rumah walau tulang-tulang badanya masih kaku dan sarafnya nampak belum siap untuk digunakan.

Kyuri mematung di depan pintu. Seolah melihat bayangan Yesung yang baru saja berada di sana. Tapi kenyataannya, sepi. Sekarang tiada siapapun di rumah itu kecuali dirinya sendiri.

Yeoja itu membalikkan badannya dan berjalan dengan arah yang terseok. Nampak tidak semangat di pagi yang ceria. Ia duduk di meja makan yang agak tidak rapi, dan memandang kosong toples selai yang isinya tidak penuh lagi.

Kyuri mengambil satu potong roti tawar dengan tangan yang lemah. Mengunyahnya tanpa tambahan rasa sedikit pun. Lalu menelannya. Roti itu memasuki kerongkongannya dengan pahit. Sama dengan perasaannya pagi ini.

Pahit.

-TBC-

Hadeeeeh.. makin GJ aja nih penpik, kemaren bilangnya mao diusahain biar lebih baik, tapi, buuuuk…… ini malah tambah ancur gini XDD

Mian semuanya… postnya juga telat..saia lagi sibuuuuuuuuuuk!!! #DUAAAAAK

26 thoughts on “Fell Apart – Mirror 2

  1. tokoh utamanya aiko atau kyuri? kyuri kan? kyuri kan??????????
    huaaaaaaa… cepet cepet…. harus sama kyuri.. gimana sih yesung.. kejam banget…. huhuhu.. hadoh.. ga sabar.. kyuri kasian….. 😦

  2. Author,,,endingnya gimna sih.. Apa kah yesung akhirnya suka ma kyuri ggak??? Agak seru nih,,tp agak gaje juga ..mian *tunduk kpla*

  3. aq ikt sesek nafas bca nasib kyuri..
    yeppa gtu bgd yah!
    sgtu g bsa nrimakah sma kehadiran kyuri..

    kyuri mpe ikt g cmungud idup gtu..
    hadeh, bca ini smbil dgr.in suara yeppa bkin pgn nangis..

    lnjut k next part..
    ^^

  4. kl aku jd KYURI…..
    balik aku diemin tuh Yesung

    kl di cuekin kan
    bakalan balik nyerang tuh si Yesung……….

    but…….
    apapun tingkahnya Yesung…..
    saaaeenggg………..eonnie tetep pilih dia…………..aneh .

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s