Love and Friends – Part 1

Author: Ulfah_Naziah

Main Cast:

  • Kim MyungSoo (L) (INFINITE)
  • Kang Jira (OC)
  • Park Rena (OC)

Other Cast:

  • All member SHINee
  • Kang Jikyung

Genre: Romance, and little bit Thriller

Length: Oneshot

Rating: PG-15

A/N: Fanfic pertama yang castnya L, Kyaaa~ *teriak histeris*, Selingkuhanku L lho *gk ada yg nanya*, udh ah banyak cincongnya. Oh~ ya, fanfic ini juga aku publish diwp pribadiku ulfahnaziah.wordpress.com. So happy reading and don’t forget to leave a comment ^^

Story 1

Cinta

Satu kata yang mempunyai banyak makna, cinta bisa membuatku senang. Senang karena orang yang kucintai tersenyum padaku, senang karena orang yang aku cintai memanggil namaku, menceritakan semua masalahnya padaku, seolah-olah aku adalah orang yang sangat dibutuhkannya didunia ini. Memang itu adalah hal yang biasa, tapi tidak bagiku.

Cinta juga bisa membuatku merasakan sakit, sakit karena orang yang aku cintai ternyata sudah mempunyai seorang kekasih, sakit karena terus menerus mendengar celotehan bahagia tentang dirinya dan kekasihnya. Aku hanya bisa tersenyum palsu dan pura-pura ikut bahagia dengan hal itu, padahal didalam hatiku, aku jauh lebih merasakan sakit mendengar itu. Seolah-olah ada ribuan pisau yang tak kasat mata yang menancap tepat dihatiku. Anehnya, aku juga merasakan sakit ketika orang yang aku cintai menceritakan semua pengalaman sedihnya bersama dengan kekasihnya.

Cinta memang gila. Ya, gila sampai aku terus menunggu dia menoleh padaku dan menganggapku sebagai seorang wanita, bukan sebagai sahabatnya. Ya, aku mencintai sahabat baikku sendiri, miris? Memang. Dan dari semua rasa sakit itu, aku jauh lebih merasakan sakit, ketika tahu orang yang aku cintai mencintai sahabatku sendiri, yang berarti juga sahabatnya.

Park Rena, nama sahabatku, gadis beruntung yang bisa mendapatkan hati orang yang kucintai, Kim MyungSoo. Ya, nama pria sekaligus sahabat yang sangat amat aku cintai, bahkan sekarang aku seperti terobsesi padanya. Dia lebih sering dipanggil L dibanding dipanggil dengan nama MyungSoo. Namaku? Kang Jira, ya itulah namaku.

Aku, L dan Rena adalah sahabat, kami sering pergi kemana-mana bersama, ya segala sesuatu serba bersama. Sampai orang-orang disekolahku memanggil kami dengan sebutan kembar tiga. Ya, karena kedekatan kami itu.

L adalah orang yang sangat tampan, menurutku. Tapi, hampir semua siswa disekolah juga mengatakan kalau L tampan. Ya, intinya L memang tampan. Dia juga mempunyai postur tubuh yang profosional, tak kalah dari para artis yang sering muncul ditelevisi, dia juga orang yang sangat baik. Oh~ ya, jangan lupakan dia juga orang yang sangat kaya, sekolah yang sekarang aku tempati ini adalah sekolah milik ayah L, dan ayahnya juga mempunyai bisnis mobil yang sudah terkenal sampai kemanca Negara, dan L lah yang akan meneruskan bisnis keluarganya. Bisa bayangkan seberapa kaya L? tak lupa dia juga dijuluki dengan sebutan ‘Prince’ disekolah.

Sementara Rena tak kalah mengagumkannya dari L, Rena mempunyai wajah yang benar-benar cantik, ya aku akui itu. Rena adalah seorang model, dia cukup terkenal dikalangan para artis, dia juga sering muncul mengisi halaman depan majalah-majalah dengan fotonya yang cantik, ya tentunya bersama dengan artis yang terkenal sebagai pasangannya. Oh~ya dia juga pernah bekerja sama dengan salah satu member Super Junior. Choi Siwon, didunia modeling. Benar-benar hebatkan sahabatku yang satu ini? Ayahnya adalah seorang perdana menteri, dan kabarnya ayahnya itu sangat dekat dengan presiden kita.

Rena juga tak kalah kayanya dari L. kalau julukan ‘Prince’ didapat oleh L, siapa lagi yang bisa mendapat julukan ‘Princess’ selain Rena. Yup, Rena dijuluki ‘Princess’ disekolah. Sampai ada sebagian siswi disekolah yang membuat Fansclub untuk mereka. Nama Fansclub itu adalah ‘Prince and Princess Lover’. Hahaha~ ada-ada saja mereka, tapi Fansclub itu sudah mempunyai banyak anggota, ya tentu saja anggotanya adalah para siswi dan tak jarang ada siswa juga yang masuk Fansclub itu. Wow~ benar-benar hebat kedua sahabatku ini. Dan anehnya kenapa aku bisa berteman, bahkan bersahabat dengan mereka? Aku juga tidak tahu mengetahui hal itu (-__-)

Sementara aku? Aku hanya bebek pengganggu diantara mereka, orang-orang disekolah sering memanggilku dengan julukan ‘bebek buruk rupa’. Ya, ya aku tahu, itu bukan julukan yang bagus. Dibanding dengan wajah kedua sahabatku yang diatas rata-rata. Aku berwajah biasa saja, ya biasa. Tidak jelek ataupun cantik. Tinggi tubuhku pun standar pada kebanyakan wanita biasanya, tidak seperti kedua sahabatku yang lagi-lagi mempunyai tinggi diatas rata-rata. Kelebihan? Lagi-lagi biasa, aku tidak mempunyai kelebihan apapun yang bisa dibanggakan, kecuali kelebihanku dalam memasak, mungkin. Kaya? Aku tidak kaya, ataupun kekurangan. Ya, intinya hidupku berkecukupan, cukup untuk hidup, maksudku. Kekeke~

Ibuku sudah lama meninggal, dan aku hanya tinggal bersama kakak perempuanku dan ayah. Ayahku bekerja disebuah perusahaan, sementara Oenniku, dia masih kuliah dan sesekali Oenni bekerja part time untuk membantu memenuhi kebutuhan keluargaku. Julukan? Seperti yang tadi aku bilang, aku dijuluki bebek buruk rupa. Aku tidak tahu siapa yang menyebutku seperti itu duluan, tapi semua siswa ataupun siswi disekolah menyebutku seperti itu. Mereka lebih sering memanggilku dengan ‘bebek buruk rupa’ dibandingkan dengan namaku sendiri.

“Jira, kenapa kau diam saja disitu? Ayo kemari..” Seru L tiba-tiba padaku, seketika lamunanku tentang mereka buyar dan aku hanya mengerjap beberapa kali.

“Ck, kenapa diam saja? Ayo kesini..” Suruh L lagi padaku, aku mengangguk dan menghampiri mereka yang sudah duduk dikursi dikantin sekolah.

Sekarang sudah jam istirahat, dan biasanya mereka -L dan Rena- menghabiskan waktu dikantin, kecuali aku yang sering menghabiskan waktu diperpustakaan, membaca novel. Aku duduk disamping Rena dan membuka kotak bekalku, aku jarang membeli makanan dikantin, aku sering membawa bekal masakanku dari rumah. Selain karena aku memasaknya sendiri, aku juga harus menghemat uang. Karena harga makanan dikantin ini sangat mahal-mahal untuk ukuran sepertiku.

“Kau membawa bekal lagi ya?” Tanya Rena padaku, aku menoleh padanya dan mengangguk. “Yup, kau mau mencobanya?” Tawarku pada Rena, Rena mengangguk dan mengambil sendoknya lantas mulai menyuapkan nasi kemulutnya.

“Bagaimana, enak?” Tanyaku. Rena terdiam terlihat masih mengunyah makananku dan setelah selesai dia terlihat menelannya, Rena mengangguk sebagai jawaban.

“Aku ingin mencobanya juga..” Ucap L, aku tersenyum kecil. Ketika aku hendak menyuapkan makananku kemulutnya, tiba-tiba Rena sudah terlebih dahulu melakukannya. Aku hanya bisa tersenyum kecut dan menunggu reaksi L terhadap makananku.

“Bagaimana?” Tanyaku sedikit khawatir, khawatir kalau L tidak menyukai makananku.

“Enak, seperti biasa makananmu selalu enak” Puji L, seketika itu juga hatiku berbunga-bunga dan tanpa aku sadari aku tersipu malu. Ucapannya benar-benar membuatku bahagia.

Teng teng teng

Bunyi bel sekolah terdengar, pertanda waktu istirahat telah habis. Aku segera membereskan wadah bekalku dengan sedikit tergesa. Aku melihat disudut mataku, L merangkul Rena dan berjalan pergi meninggalkanku sendiri dikantin. Mereka mulai berubah padaku, semenjak mereka berdua resmi berpacaran.

Aku memegang dadaku kuat-kuat, seperti ada berton-ton batu yang yang jatuh dan menimpa hatiku. Aku menarik napas dalam-dalam dan mencoba menghembuskannya perlahan, lalu aku berusaha untuk menarik bibirku supaya tersenyum. Setelah aku merasa siap, aku mulai melangkah pergi menuju kelasku.

Dikelas aku melihat L duduk dibangkunya dan disebelahnya siapa lagi kalau bukan Rena, mereka terlihat tengah asyik mengobrol. Ketika aku melangkah melewatinya, L menatapku.

“Maaf, meninggalkanmu tadi..” Ucapnya, dan itu membuat Susana hatiku kembali naik. Hanya ucapan maaf biasa dari L bisa membuat hatiku yang tadinya terluka menjadi sedikit terobati. Cinta benar-benar gila. Aku menggeleng masih dengan mempertahankan senyumku.

“Gweanchana..” Ujarku, L mengangguk dan mengalihkan lagi tatapannya pada Rena. Sementara aku, aku berjalan kebangkuku yang ada dipojok kelas. Aku duduk sendirian, tidak ada yang mau menemaniku. Tak lama Park soesangnim datang, aku menghela napas. Pelajaran fisika dijam terakhir amat sangat membosankan dan itu membuatku benar-benar mengantuk.

*****

Aku berjalan dikoridor sekolah sendirian, setelah tai L mengajakku pulang bersamanya. Dan aku menolaknya, MENOLAKNYA. Kenapa aku bodoh sekali sampai menolak ajakan L hanya karena melihat wajah Rena yang terlihat enggan aku ikut dengan mereka. Hey, Jira kau bodoh, bodoh. Meskipun mereka pacaran, kau masih punya hak untuk ikut dengan mereka, mereka juga’kan sahabatmu.

Aku menggerutu disepanjang perjalan, sampai tak terasa aku sudah ada dihalte bus dan menunggu bus datang. Tak sampai lima menit, akhirnya bus datang, dan aku cepat-cepat naik dan duduk disalah satu kursi kosong. Aku menghela napas, bus mulai melaju dan aku hanya menatap kosong kejendela. Aku tiba-tiba teringat akan kejadian dua bulan yang lalu, dimana L memberitahukan kalau dirinya sudah berpacaran dengan Rena dan semua itu berawal dari kebodohanku.

~Flasback~

…2 monts ago..

Seperti biasa, kami –aku, L dan Raena- sedang berjalan menuju kelas kami, dan seperti biasa juga sebagian murid disekolah heboh begitu pangeran dan putrid mereka telah dating. Ya, siapa lagi kalau bukan L dan Raena. Dan lagi-lagi seperti biasa juga, mereka mendengus ketika melihatku ada disamping pangeran dan putrid mereka.

‘Huh~ bebek buruk rupa menghalangi pemandangan saja’

‘Bebek buruk rupa itu tidak tahu diri, apakah dia tidak bercermin kalau wajahnya itu sangat jelek?’

‘Astaga! Lihat, sibebek buruk rupa itu, dia sok sekali..’

‘Bebek buruk rupa..’

‘Bebek buruk rupa..’

‘Bebek buruk rupa..’ Yah, seperti biasa para murid disekolah ini selalu mencelaku. Aku sudah cukup kebal dengan perlakuan mereka padaku, untuk sekarang aku hanya bisa menulikan dan memasang wajah tembokku. Memang awalnya aku benar-benar sakit hati atas perlakuan mereka padaku, tapi seiring berjalannya waktu aku benar-benar sudah terbiasa. Selama L dan Raena masih menganggapku sebagai sahabat, aku akan baik-baik saja menjalani ini semua, demi mereka. Yah, demi kedua orang sahabatku aku akan bertahan disekolah ini.

Begitu kami sampai dikelas, aku mulai berjalan menuju bangkuku yang berada disudut ruangan. Sementara Raena dan L mereka duduk dibangku yang sama, dibarisan kedua dihadapanku. Awalnya itu adalah tempatku, tapi karena Raena yang memaksa ingin bersama L aku terpaksa mengalah, lagi-lagi demi sahabat. Dan juga tatapan L waktu itu yang sangat ingin duduk bersama Raena menjadi salah satu alasanku untuk mengalah.

Entah sejak kapan tatapan L pada Raena menjadi berubah, bukan lagi tatapan seorang sahabat, melainkan tatapan seorang pria kepada wanita, dan hal itu membuatku….sakit. dan juga entah sejak kapan hatiku mulai berubah pada L, lebih tepatnya entah sejak kapan aku menyukainya. Ah~ ani, tapi mencintainya. Aku tahu aku bodoh kalau sampai mencintainya, mengingat aku dan L bagaikan bumi dan langit yang tak akan pernah bersatu. Dilihat dari sudut manapun aku tidak akan pernah bisa atau lebih tepatnya tidak akan mungkin bersama L. itupun kalau L mempunyai perasaan padaku, kalau tidak?

Bayangkan saja, seorang bebek rupa kekasih dari seorang pangeran sekolah. Uh~ membayangkannya saja mungkin membuat mereka mual.

“Mrs Kang..”

“….”

“Mrs Kang…”

“….”

“MRS KANG!”

“Ne, appa aku sudah bangun..” Seruku spontan, tersadar dari lamunanku karena seseorang tiba-tiba membentakku. Aku mendongakkan wajahku dan betapa terkejutnya aku melihat siapa yang membentakku barusan, Jang soesangnim. Astaga!

Murid-murid yang lain sekarang tengah menatapku dan berusaha menahan tawa, termasuk L dan Raena dan itu benar-benar membuatku malu.

“Jwoseonghamnida, soesangnim..” Aku sedikit membungkuk dan menundukan kepalaku dalam-dalam.

“Kau tahu betul kalau dalam pelajaranku tidak ada yang boleh melamun, kau didetensi. Keluar sekarang, pulang sekolah temui aku diruanganku..” Ucap Jang soesangnim tegas. Detensi? Andwae! Aku tidak mau didetensi. Aku mendongakkan wajahku dan menatap Jang soesangnim dengan pandangan memohon.

“Tapi soesangnim..”

“Kalau hanya sekali kau melamun, soesangnim masih memaafkanmu, tapi ini sudah yang keseberapa kalinya kau melamun dijam pelajaranku..” Aku akui aku sering melamun dijam pelajaran Jang soesangnim, tapi itu karena pelajaran sejarah sangat membosankan. Hanya menceritakan tentang sejarah korea dan para pahlawannya.

“Soesangnim..” Aku berusaha memohon padanya, kali ini aku benar-benar tidak ingin dikeluarkan dari kelas.

“Keluar!” Ujar soesangnim tegas, dia benar-benar terlihat kesal padaku. Mau tak mau aku mengangguk dan keluar dari kelas, kalau seperti ini hanya ada satu tempat yang bisa aku datangi sekarang, perpustakaan.

Diperpustakaan aku bisa menghabiskan waktuku membaca novel yang belum sempat aku selesaikan kemarin. Untung saja saat ini tidak ada siapa-siapa diperpustakaan, tentu saja, mengingat sekarang masih jam belajar. Hanya ada penjaga perpustakaan disini, dan aku cukup akrab dengannya.

“Annyeong haseyo..” Sapaku, penjaga perpustakaan atau aku sering menyebut dengan Jieun oenni tampak menolehkan wajahnya, menatapku.

“Annyeong Jira, kenapa dating kesini dijam belajar? Kau tidak belajar?” Tanya Jieun oenni padaku, dia menutup buku yang ada ditangannya, dan memusatkan seluruh perhatiannya padaku. Aku menggeleng. “Ani, aku dikeluarkan dari kelas..” Aku menghembuskan napas berat, ini baru pertama kali aku dikeluarkan kelas seperti ini.

“Waeyo?”

“Itu…aku ketahuan melamun dijam pelajaran Jang soesangnim, dan aku mendapat detensi oenni..” Keluhku, aku lagi-lagi menghela napas. Semoga saja pulang sekolah nanti aku tidak mendapat hukuman yang berat dari Jang soesangnim.

“Kenapa kau sampai melamun dijam pelajaran Jang soesangnim? Memang kau melamunkan apa?” Aku melamunkan L oenni, aku melamunkan orang yang sangat aku cintai oenni.

“Ani, aku hanya merasa bosan, jadi ya aku melamun..” Jawabku, memang benar saat itu aku sedikit merasa bosan, tapi penyebab aku melamun bukan karena bosan, melainkan karena L. Jieun oenni terlihat mengangguk, kemudian dia tersenyum padaku, aku balas tersenyum padanya.

“Oh~ ya, kemarin ada beberapa novel baru yang sempat dibeli. Apa kau mau membacanya, Jira?” Seru Jieun oenni, mendengar novel baru seketika mataku langsung berbinar dan menatap Jieun oenni tidak sabar.

“Joengmalyo? Woah~ tentu saja aku mau membacanya oenni..” Ucapku antusias, rasanya aku ingin meminjam semua novel baru yang dikatakan Jieun oenni barusan, dan membacanya dirumah. Tapi itu tidak mungkin, karena peraturan diperpustakaan ini hanya membolehkan meminjam dua buku saja. Tapi tidak apalah, aku akan rutin meminjamnya. Kekeke~

Jieun oenni mengangguk dan menunjuk kearah rak novel, dimana tempat semua novel dipinjam. Tanpa ba bi bu lagi aku langsung berjalan dan mengambil salah satu novel dan mulai membacanya. Hanya dalam waktu beberapa menit saja, aku benar-benar terhanyut kedalam cerita novel yang sekarang aku baca, aku bisa mendengar Jieun oenni terkekeh melihat antusiasmeku terhadap novel. Ketika aku akan membuka halaman kesembilan, aku mendengar bunyi bel istirahat berbunyi.

Kenapa cepat sekali? Ah~ biarlah. Sekarang aku mau menghabiskan waktu istirahatku diperpustakaan, tentu saja membaca novel

*****

“Sampai disini pelajaran kali ini, jangan lupa dikerjakan tugas yang diberikan soesangnim tadi..” Titah soesangnim pada kami.

“Ne, soesangnim..” Koor kami kompak, Lee soesangnim mengangguk dan kemudian keluar dari kelas. Yah~ akhirnya pelajaran biologi selesai dijam pelajaran terakhir. Anak-anak satu persatu terlihat mulai meninggalkan kelas, aku cepat-cepat membereskan peralatan sekolahku. Sekarang aku tidak bisa pulang cepat, aku harus keruangan Jang soesangnim, menjalani detensiku. Tiba-tiba L dan Raena dating menghampiriku.

“Pulang bersama?” Tawar L padaku, aku menggeleng lemas.

“Tidak bisa, aku harus menjalani detensi dari Jang soesangnim. Ingat?” Ucapku lirih, gara-gara detensi itu aku harus menolak satu kesempatan pulang bersama L. L dan Raena mengangguk.

“Baiklah, good luck. Semoga hukumannya tidak berat..” Ucap L, dia menepuk pundakku berusaha menyemangatiku. L, kau membuat jantungku bekerja dua kali lipat dengan perlakuanmu ini padaku. Aku perlahan mengangguk, aku merasakan pipiku memanas. Uh-oh jangan sampai L menyadarinya.

“Hwaiting! Kau pasti bisa Jira..” Kali ini Raena yang memberiku semangat. Aku tersenyum pada mereka.

“Gomapta~” Aku tersenyum lebar pada mereka. Dukungan dari mereka membuatku jadi lebih semangat. L dan Raena mengangguk dan perlahan mulai meninggalkanku sendiri dikelas. Aku dengan cepat membereskan peralatanku yang sempat tertunda tadi, dan setelah itu aku bergegas menuju keruang Jang soesangnim.

*****

TOK! TOK! TOK!

Aku mengetuk pintu ruangan Jang soesangnim, dan setelah itu aku bisa mendengar suara Jang soesangnim yang menyuruhku masuk., aku mulai membuka pintu dan masuk.

“Soesangnim, saya dating menjalankan detensi dari anda..” Ucapku, setelah tadi Jang soesangnim mempersilahkanku untuk duduk. Jang soesangnim terlihat mengangguk.

“Hukumanmu adalah membersihkan gudang olahraga, itu sebagai pelajaran untukmu jangan sekali-kali lagi melamun dijam pelajaranku..” Ucapnya. Gudang olaraga? Tempat itu sangat luas, ditambah lagi aku harus membersihkan peralatan olahraga, seperti bola basket atau bola voly. Mana mungkin aku harus membersihkannya sendirian, Jang soesangnim benar-benar keterlaluan, aisshh~ jinjja.

“Kau keberatan?” Tanya Jang soesangnim, melihat aku yang hanyan diam saja. Ya, aku keberatan, amat sangat keberatan Jang soesangnim.

“Aniyo, aku bisa melakukannya..”

****

Dan disinilah aku sekarang, gudang olahraga, membersihkan bola basket yang jumlahnya tidak sedikit.

Kruyuk~ Aisshh~ perutku berbunyi, aku belum makan siang. Siang tadi aku menghabiskan waktu istirahat diperpustakaan. Issshh~ mana gelap lagi disini. Appa~

BRAK, tiba-tiba terdengar pintu gudang dibuka oleh seseorang, aku mempererat peganganku pada bola basket, siapa yang membuka pintu? Jangan-jangan orang jahat yang mau memperkosaku? Ah~ andwae! Andwae! Aku meneguk ludahku, masih belum berani membalikan badanku.

TAP TAP TAP

Suara langkah kaki itu semakin mendekat, didengar dari suara langkah kakinya bukan hanya satu orang melainkan dua orang. Appa~ otokhae? Aisshh~ tuhan selamatkan aku, aku masih ingin hidup, aku masih ingin melihat L. tiba-tiba orang itu menepuk pundakku, dan membisikan sesuatu ditelingaku.

“Agassi, perlu bantuan?

“Kyaaa~”

~To be Continue~

Sumpah cerita ini asli gaje, aku nekat publish fanfic ini ya karena main caracternya, pacaRku tercinta L.. XD. Sengaja bikin ceritanya pendek, liat respon. Kalau sedikit, ya tetep aku lanjutkan.. XD

Btw, cerita diatas masih plasback ya, ngerti nggak? Ngerti ya? Ngerti dong?

13 thoughts on “Love and Friends – Part 1

  1. Bagus ceritanya…
    tapi menurut aku coba sedikit diceritain deh kegitaan tiga sahabat ini yang bener nunjukin persahabatan..jadi emang bener kerasanya sahabat..kalo aku baru baca ini sih…ga kayak sahabatan…(kenapa pas temennya diejek ‘si bebek buruk rupa’ mereka ga marah??)
    kerasa banget kesenjangan antara si sempurna dan si jelek itu….meskipun mereka sahabatan…

    hmm aku cuman ngasih saran aja ya…hehehe mian kalo menyinggung..
    ato aku sok tahu..padahal author udah mau nyeritain semuanya entar di part 2..
    kkk..mian~~~ sekali lagi..n_nV

    • gk apa-apa kok, justru aku berterima kasih bnget ada yg kritik..
      Oh gitu ya, aku usahain deh.. Tapi aku disini rencananya mau nekenin hurt/comportnya…

      Makasih ya pendapatnya, itu sangat membantu aku buat bikin cerita yg lebih bgus lagi.. 🙂

  2. Tu siapa yg terakhir ?
    Ngagetin bgt …
    siapa ? Minho ? Taemin ? Jonghyun ? Onew ? atau Key ?
    hehe, banyak omong nii reader
    lanjut eon…

  3. jdi TBC nya jga msih flashback? Ksian amat jadi Jira…mengalah demi teman…julukan Jira bkin ak jdi mau nangis..klo ak jdi Jira mah udah minder…tpi L sma Rena trmsuk baik hati koq…msh pnsran ni gmna ending TBC nya…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s