3 Months Marriage [Part 1]

taeyeon and wooyoung

Main Cast :

Jang Wooyoung

Kim Taeyeon

Lee Junho/Jang Junho

Seo Hyun

 

Sub cast :

Will find in the Story

 

Genre : Romance

 

Length : Chapter

 

Summary :

Taeyeon dipaksa untuk menikah dengan seorang namja yang berasal dari keluarga kaya untuk melunasi utang keluarganya. Taeyeon menyadari akan keadaan keluarganya, sehingga ia menyetujui pernikahan itu. Ia menikah dengan seorang namja yang bernama Jang Wooyoung. Wooyoung yang tidak mencintai Taeyeon pun mengajukan pernikahan kontrak selama 3 bulan. Taeyeon menyetujuinya karena mereka memang tidak saling mencintai. Ternyata selama 1 bulan tinggal bersama Wooyoung, Taeyeon menyadari bahwa ia mencintai Wooyoung. Tetapi tidak begitu dengan Wooyoung, Wooyoung tidak mencintainya sama sekali. Ini membuat Taeyeon terluka. Di lain sisi, Taeyeon beruntung karena ternyata adik Wooyoung, Junho menyukai Taeyeon.

Lalu, siapakah yang akan dipilih Taeyeon? Apakah ia akan tetap mencintai Wooyoung ataukah ia akn mulai belajar untuk mencintai Junho?

cover goes to :vania

read this first : Prolog

Taeyeon P.O.V

 

“eomma, aku pergi kerja dulu ya” kataku sambil mencium pipi eommaku.

“Ne. Hati-hati Taeyeon” kata eomma sambil membalas pelukanku.

 

Setelah pamit dengan eomma, aku keluar dari rumah, dan dengan berjalan kaki aku pergi ke tempat aku bekerja. Sebuah toko bunga. Inilah kehidupanku, aku terlahir di keluarga yang kurang mampu. Keluarga kami memiliki masalah ekonomi yang dapat dikatakan cukup parah. Oleh sebab ituaku harus bekerja, demi membantu keadaan ekonomi keluargaku.

 

Tugasku di toko bunga tersebut adalah bagian merangkai bunga dan mengirimkan pesanan bunga kepada orang yang teah ditentukan oleh pembeli maupun yang lainnya. Oleh sebab itu, aku tidak pernah merasa bosan untuk bekerja disini, karena setiap hari aku dapat mencium aroma bunga yang segar.

 

“Taeyeon eonni” seru seseorang padaku.

 

Aku menolehkan kepalaku ke pintu masuk, dan kulihat seorang wanita cantik yang tinggi, cantik, polos dan baik berjalan mendekatiku. Ya, dia adalah Seohyun yang kadang karena kelebihannya membuatku iri.

 

“eonni” seru Seohyun padaku dengan wajah yang berseri-seri dan langsung memelukku.

“wae? Kau kelihatan sangat bahagia hari ini” tanyaku pada Seohyun

Seohyun melepaskan pelukannya dan berkata

“eonni, pacarku mengajakku untuk bertunangan” seru Seohyun dengan bahagia

“waaa, kamu pasti sangat bahagia” kataku dengan wajah yang turut memberikan selamat.

 

Wajar saja bila Seohyun diajak bertunangan oleh pacarnya, dia wanita yang sangat sempurna, sedangkan aku berbeda dengannya. Aku bertubuh pendek, dan aku harus bekerja untuk membantu orang tuaku. Tetapi walaupun begitu, aku tetap bahagia dan bersyukur, karena setidaknya aku masih terlahir dengan lengkap.

 

“kapan kamu mengajak eonni untuk melihat namjachingu mu?” kataku pada Seohyun dengan tersenyum.

“secepatnya eonni, aku akan mencari waktu untuk memperkenalkannya pada eonni” balas Seohyun padaku

“eonni bisakah kita berbicara di luar? Aku ada banyak hal yang mau diceritakan pada eonni” lanjut Seohyun

“mianhae a Seohyun, eonni sedang sibuk merangkai bunga ini” kataku sambil menunjuk bunga-bunga yang terletak di meja kerjaku.

“yaaahh, eonni” balas Seohyun dengan sikap manjanya yang selalu membuatku tidak tega menolak permintaannya.

“baiklah, bagaimana kalau pulang kerja nanti, kita bertemu? Eotte?” tanyaku pada Seohyun

“Jinjja eonni?” tanya Seohyun

“ne. Apa yang tidak untuk saengiku tercinta” kataku sambil memegang pipi seohyun

“gumawo eonni. Kalau begitu kita bertemu di tempat biasa” jawab Seohyun sambil mengenggam tanganku

“Eonni, good bye” lanjut Seohyun dan langsung berjalan keluar dari tempat ini.

 

Kapan aku bisa seperti Seohyun yang sangat dicintai oleh namjachingu nya, gumamku dalam hati.

 

Tak berapa lama seorang namja masuk ke toko bunga ini.

“annyonghaseyo. Ada yang bisa dibantu?” tanyaku dengan ramah pada namja itu.

 

Sejenak, namja itu terdiam dan terus menatapku. Aku merasa aneh dengan tatapanku, sehingga aku memperhatikan penampilanku. Penampilanku tidak ada masalah. Sehingga aku mencoba untuk memanggil namja itu.

 

“hello” kataku sambil melambai-lambaikan tangan didepan matanya

“aa. Ne” katanya yang tersadar dari lamunannya itu

“Ada yang bisa di bantu?” tanyaku padanya

”aku ingin memesan sebuket bunga mawar merah” katanya padaku

“Ne. Ingin dibawa pulang sekarang atau diantar?” tanyaku padanya.

“diantar. Tolong diantarkan ke alamat ini, dan tolong sisipkan surat ini di dalamnya” katanya padaku

“baiklah. 1000won” kataku padanya

Dia mengeluarkan uang dari dompetnya dan memberikannya padaku.

“gamsahamnida” balasku padanya dengan wajah tersenyum

Dia hanya membalasku dengan menundukkan sedikit badannya sebagai tanda hormat.

 

Aku merangkai dan menyusun sebuket bunga mawar yang telah dipesannya. Setelah aku selesai, aku pamit pada ahjumma. Aku melangkahkan kakiku menuju ke lokasi yang diberitahukan.

 

Saat aku tiba di tempat itu, aku terkejut karena ternyata tempat itu adalah kuburan.

Awalnya aku merasa aneh. Mana mungkin ada seorang manusia yang memintaku untuk mengantarkan bunga dan surat pada orang mati. Tetapi karena ini adalah pesan, maka aku pun menurutinya. Ku cari makam yang bernama Choi Soo young. Setelah berjalan mencari kesana-kemari aku aakhirnya menemukan makam itu.

Kuletakkan sebuket mawar merah itu dan saat aku mengeluarkan surat itu, aku bingung apa yang harus kulakukan? Apakah aku harus meletakkannya lalu pergi atau membacakannya?

 

Sejenak aku berpikir, apabila kuletakkan saja, Soo Young tidak akan bisa mendengar isi surat itu. Oleh sebab itu, aku memutuskan untuk membacanya

 

Soo Young, taukah kamu? Ini adalah hari pertama aku merayakan hari jadi kita tanpamu? Dan juga ini adalah 6 bulan setelah kepergianmu. Hari pertama saat kau meninggalkanku itu sangat sakit bagiku. Dunia serasa hampa dan tidak ada artinya.Tidak ada lagi seorang gadis yang berceloteh padaku dan seceria dirimu lagi. Sooyoung, mengapa kau harus pergi secepat itu? Mengapa kau tidak pernah menceritakan soal penyakitmu padaku? Mengapa kau harus menceritakannya disaat detik terakhirmu, kau baru memberi tauku tentang keadaanmu.

Sooyoung, sesuai permintaanmu, setelah hari ini aku akan melupakanmu dan mencari seorang yeoja yang pantas untukku. Ku harap, kau tenang di alam sana.

 

Jang Jun Ho

 

Tanpa sadar, saat aku membaca surat itu aku meneteskan air mata. Aku menyadari bahwa cinta bisa membuat semuanya berubah dan menjadi indah. Ternyata laki-laki tadi, memiliki kisah yang sangat memilukan.

 

Sejenak, aku melirik ke arah jam tanganku dan ternyata aku sudah terlambat 1 jam dari janjiku dengan Seohyun. Segera kuhapus air mata yang mengalir di pipiku dengan telapak tanganku. Dan dengan segera aku berlari keluar dari sana dan aku langsung berlari secepat mungkin menuju ke tempat janjian kami berdua.

 

Taeyeon P.O.V END

 

Author P.O.V

 

Di restoran

 

Seohyun yang sudah daritadi menunggu Taeyeon merasa gelisah. Ia terus melirik ke arah pintu masuk dan sampai sekarang, ia belum melihat Taeyeon.

Saat melihat ke arah pintu, ia melihat seorang yeoja dengan pakaian casual dan berlari sambil memegang tas sandangnya. Setelah ia memperhatikan dengan seksama, ternyata Yeoja itu adalah Taeyeon, sehingga ia melambaikan tangannya pada Taeyeon. Taeyeon yang melihat itu segera datang ke arah Seohyun.

 

“eonni, kenapa lama sekali?” tanya Seohyun dengan wajah yang seakan-akan meminta penjelasan pada Taeyeon.

“mianhae a seo, tadi aku sedang bekerja mengantarkan Bunga” kata Taeyeon dan langsung mengambil posisi duduk.

 

Taeyeon segera menyambar segelas air putih yang ada di hadapannya dan langsung meminumnya karena ia merasa haus. Setelah ia habis meneguk 1 gelas itu, ia merasa lega dan ia pun mulai berbicara

 

“apa yang ingin kau bicarakan, Seo?” tanya Taeyeon.

“aaa. Itu.. aku ingin bilang kalau namjachinguku itu sangat ganteng” kata Seohyun dengan mengacungkan kedua jempolnya padaku

“eomeo. Jadi kau menyuruh eonni datang hanya untuk mengatakan itu?” tanya taeyeon pada Seohyun dengan wajah kesal

“Ne” jawab Seohyun dengan tersenyum.

 

Sejenak, Taeyeon melipatkan kedua tangannya di dadanya dan menyandarkan badannya ke kursi. Wajah Taeyeon terlihat sangat kesal.

“eonni, mianhae. Jangan marah” kata Seohyun dengan memegang tangan Taeyeon

 

“ani. Aku tidak marah” kata Taeyeon berusaha menyangkal

“aku Cuma membohongimu eonni” kata Seohyun dengan tertawa kecil

 

“mwo?” kata Taeyeon yang langsung meletakkan tangannya di meja

“hahhahaha. Aku ingin memperkenalkan namjachinguku dengan eonni” kata Seohyun yang masih tetap dalam keadaan tertawa.

“aaa. Eonni juga ingin melihatnya. Apa namjachingumu seperti yang kau bilang?” canda Taeyeon

“Krom” kata Seohyun dengan bangga

 

Setelah itu, mereka berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan pacar Seohyun. Tiba-tiba telepon Taeyeon berbunyi. Taeyeon mengeluarkan handphonenya dan melihat siapa yang meneleponnya. Saat ia melihat ke layar handphonenya, ternyata yang meneleponnya adalah eommanya. Taeyeon pun mengangkatnya sambil berdiri dan memberi tanda kepada Seohyun untuk menunggunya sebentar dan berjalan menuju ke luar.

 

“ada apa eomma?” tanya Taeyeon di dalm telepon

“Taeyeon aa..” seru eommanya sambil menangis

“Wae eomma?” tanya Taeyeon dengan perasaan yang khawatir

“Taeyeon a.. mereka..” kata eommanya yang tersendak karena menangis

“wae geurae eomma?” tanya Taeyeon yang penuh kepanikan

“mereka datang” kata eommanya

“chakkaman. Aku akan segera pulang” kata Taeyeon yang langsung menutup telepon dan langsung berlari masuk dan menuju ke tempat duduknya dan pamit pada Seohyun.

 

“Seohyun a, aku harus segera pulang. Di rumah ada sedikit masalah” kata Taeyeon pada Seohyun dan mengambil tasnya

“ne eonni. Tapi apa tidak mau menunggu sebentar? Namjachinguku akan segera datang” kata Seohyun pada Taeyeon

“Mianhae a Seo. Aku sedang terburu-buru” kata Taeyeon pada Seohyun dan langsung berjalan menuju pintu keluar

 

Taeyeon tidak dapat menenangkan pikirannya, sehingga ia berlari tanpa sadar, saat di pintu keluar dia menabrak seorang namja.

 

“jeoseonghamnida” kata Taeyeon menatap pria itu sekilas dan langsung pergi.

 

Namja itu masuk ke dalam dan mencari Seohyun. Ternyata namja itu adalah namjachingunya Seohyun, Jang Wooyoung.

 

“Chagi a, kau sudah menunggu lama?” tanya Wooyoung yang langsung mengambil posisi duduk tepat di depan Seohyun

“kenapa kau lama sekali? Eonniku baru saja keluar” kata Seohyun padanya

“mianhae a chagi. Aku sedang sibuk tadi” jawab Wooyoung

Di rumah Taeyeon,

 

Saat Taeyeon sampai dirumahnya, ia melihat beberapa orang datang dan menemui ibunya.

 

“ada apa ini?” kata Taeyeon yang langsung mengambil posisi di sebelah eommanya dan langsung merangkulnya.

“bayar utang-utang kalian sekarang juga” kata seorang ahjussi pada Taeyeon.

“bukankah sudah ibuku katakan, kami tidak punya uang. Kami pasti akan membayarnya.” Kata Taeyeon dengan tegas

“tapi kapan? Sampai rambutku memutih?” tanya Ahjussi itu

“secepatnya. Beri kami waktu 1 minggu, dalam 1 minggu aku pasti aka n melunaskannya” terang Taeyeon pada ahjussi itu

“baiklah, 1 minggu. Bila dalam 1 minggu uangnya tidak ada, maka kau dan ibumu harus pergi dari tempat ini” kata ahjussi itu dan langsung pergi meninggalkan Taeyeon.

 

Author P.O.V END

 

Taeyeon P.O.V

“eomma, sudahlah jangan menangis” kataku berusaha menghibur eomma.

“tapi kita harus mendapatkan uang dari mana?” tanya eomma padaku

“tenanglah eomma, aku pasti akan mendapatkan uangnya” kataku brusaha menenangkan eomma

“sekarang eomma tidur saja ya. Aku akan mengurus segalanya” tambahku seraya mengantarkan eomma ke kamarnya

 

Bagaimana ini? Dimana aku harus mendapatkan 1 juta won untuk membayar utang-utang ini. Aku sendiri bingung memikirkannya. Hingga akhirnya, karena kelelahan aku tidur.

 

Keesokan harinya, aku bangun dan setelah selesai mempersiapkan diriku, aku pergi kerja  dengan berjalan kaki. Saat aku sampai, aku menyapa ahjumma dan langsung masuk ke dalam dengan lemas.

Ahjumma yang merasa aneh denganku hari ini, datang mendekatiku dan bertanya

 

“ada apa Taeyeon? Apa kamu punya masalah” tanya Ahjumma sambil memegang pundakku

“Ne ahjumma. Ahjumma tau dimana aku bisa mendapat uang banyak tetapi yang halal” tanyaku pada ahjumma yang berharap ahjumma akan memberikan jawaban padaku

“sekarang sangat sulit mencari uang banyak yang halal, apalagi seorang gadis” kata ahjumma

“tapi, ahjumma mendapat info, ada sebuah keluarga Jang yang mencarikan calon istri untuk anaknya. Siapa yang berhasil menyentuh hati nyonya dan tuan Jang, akan mendapatkan apapun yang ia mau” tambah ahjumma

“mwo? Calon istri?”

 

TBC……

AN : eotte? seru gak readers?

Mian kalau nisalnya gak jelas atau apa,. tapi kalau gak jelas bisa tanya author koq, dengan cara comment, pasti nanti aku jelasin

hahhahahahahahhahah

Btw, athor post ini sebagai hadiah valentine besok buat para readers yang sudah nungguin.

Don”t forget to leave your comment…

1 buah comment adalah semangat buat author untuk melanjutkan cerita ini.

Gumawo yeorobeun yang udah mau comment^^

110 thoughts on “3 Months Marriage [Part 1]

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s