[FF Freelance] Our Love Story (Part 9)

Tittle               : Our Love Story – Something Happened…

Length             : Multi chapter – chapter 9

Author             : missdorky & littleyounghae

Cast                 :

–     Lee Donghae

–     Cho Kyuhyun

–     Park Eunyoung (OC)

–     Lee Younghyun (OC)

–     etc^^

Genre               : Romance

Rated               : PG-17

Notes                 : FF ini merupakan project kolaborasi pertama dari dua penulis (littleyounghae dan missdorky) . FF ini salah satu cara untuk menunjukan cara kami dalam berimajinasi dan menuangkannya ke dalam sebuah cerita…^^ Enjoy and feel the story… Happy Reading, don’t forget to give comments and We will appreciate it… ^^ Mian klo masih ada typo hehe ^^

Disclaimer          : Cast FF ini yang jelas bukan milik kami tapi Cerita FF ini murni dari otak kami berdua…. susah payah menggabungkan dua ide jadi satu karya, so… don’t be plagiator… and don’t be a silent reader.

 

A/N : Annyeong readers setia di blog ini… maaf atas terlambatnya kami mengirim FF di sini… masih inget kan cerita-nya? hehehe.. ^^ Gomawo yang selama ini sudah meninggalkan jejaknya setelah membaca FF ini…. Tapi kita juga mengharapkan ada masukan yang lebih baik dari sekedar “comment in one line”

Jeongmal kamsahamnida untuk admin Tirzsa, yang tidak bosan membantu mem-publish karya kami ini… *bow* 😀

****************************************************************************************

 

“Everything happens for a reason. Every action has a reaction. Always remember that whats meant to be will always find a way to come about.”

 

 

Matahari mulai menghangatkan tubuh Eunyoung dan Donghae yang masih bergelung di bawah selimut. Eunyoung yang berbaring di lengan Donghae perlahan mengeliat merasakan cahaya menerpa wajahnya. Diliriknya Donghae yang masih tertidur tenang di sampingnya. Seketika ia tersenyum melihat wajah suaminya itu jika sedang tidur. Eunyoung mengulurkan tangannya menyusuri setiap lekuk wajah namja berharga di hadapannya. Entah mengapa ia selalu suka kegiatan itu. Ia mengelus lembut wajah Donghae, mulai dari mata, hidung hingga bibir tipis suaminya itu.

 

Eunyoung melingkarkan lengannya memeluk tubuh Donghae, merasakan kehangatan tubuh suaminya. Donghae perlahan mulai membuka mata saat rasa hangat mulai menjalar di tubuhnya. Dilihatnya Eunyoung tengah berbaring di dadanya dengan mata terpejam.

 

Jagiya….” panggil Donghae sambil mengelus lembut rambut Eunyoung.

 

mm?” Jawab Eunyoung singkat tanpa menoleh sedikitpun. Tangannya makin erat melingkar di tubuh Donghae seakan tidak rela ia melepasnya.

 

“Jangan terlalu sesak, kasihan baby…” Ucap Donghae lalu mengecup pucuk kepala Eunyoung.

 

Eunyoung melepas rangkulannya dan seketika bangkit memasang wajah kesal pada Donghae. “Jadi… Kau tidak mau aku peluk?” Ucap Eunyoung kesal.

 

Donghae tersenyum melihat Eunyoung mengerucutkan bibirnya yang sangat lucu menurutnya. Lalu Donghae ikut bangkit dan bersandar di kepala tempat tidur. “Kau ini lucu sekali….” Donghae meraih Eunyoung ke dalam dekapannya. “Siapa yang bisa menolak pelukan dari bidadari cantik sepertimu, hmm?” Eunyoung mencubit kecil dada Donghae lalu mengeratkan pelukannya.

 

Omo!… Oppa… ia bergerak…” Eunyoung seketika melepaskan diri dari pelukan Donghae. “Ssshh…. Baby… Kau aktif sekali pagi ini” Eunyoung sedikit menahan sakit akibat pergerakan kecil dalam perutnya. Donghae cemas, namun tidak ingin menyiakan kesempatan merasakan keajaiban itu.

 

Baby… Kau ingin menyapa appa dan omma ya? Selamat pagi sayang….” Donghae mengelus perut Eunyoung sambil mendekatkan wajahnya ke perut istrinya yang usianya sudah masuk bulan ke enam. Eunyoung terkejut, pergerakan dalam perutnya perlahan menjadi halus.

 

“Selamat pagi, sayang…. Eiiiyy, manja sekali kau pada Appa, hm?” Ucap Eunyoung yang juga mengelus perutnya dan seakan berbicara pada bayi dalam kandungannya. Donghae tersenyum sambil terus membelai lembut perut Eunyoung.

 

Oppa,,, hari ini jadwal mu kemoterapi kan? Baby, kita temani appa, okey?” Ucapan Eunyoung membuat Donghae merubah senyumnya. Kalau boleh memilih, ia tidak mau istrinya melihatnya dalam keadaan lemah pada saat terapi.

 

Appa….”  Eunyoung menyadarkan lamunan Donghae yang tertunduk lesu. Ia menangkupkan tangannya di wajah Donghae lalu mengangkatnya agar sejajar dengan wajahnya. “Kenapa wajahmu berubah seperti itu, hm?” Eunyoung menatap dalam wajah suaminya itu. Donghae tersenyum mencoba menjawab semua tanya Eunyoung. Perlahan ia mengecup lembut bibir manis istrinya sekilas.

 

Appa…? Mmmm… kita harus membiasakan baby mendengar sapaan itu… Bagaimana Omma?” Donghae kembali tersenyum mencoba mengalihkan. Eunyoung mengangguk sambil membelai pipi Donghae.

 

Donghae kembali menarik lembut Eunyoung hingga bersandar di dadanya. Tanpa henti ia mengukir senyum namun matanya menyiratkan rasa bersalah cukup dalam. “Mianhae… Sampai saat ini aku belum mampu menjaga kalian dengan baik… Tapi aku janji akan terus menjaga dan berada di samping kalian… Istri dan anakku…” Batin Donghae.

 

Seakan mendengar semua ucapan batin Donghae, Eunyoung menengadahkan kepalanya menatap dalam mata Donghae lalu mengukir senyum di bibirnya. Perlahan Eunyoung menggapai bibir Donghae lalu dikecupnya menyalurkan semua rasa cintanya pada suaminya itu.

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Hari ini merupakan jadwal kemoterapi Donghae yang ke empat.  Kyuhyun sebagai pengganti appa-nya menangani proses kemoterapi Donghae hari itu, datang lebih awal untuk memeriksa beberapa keperluan untuk terapi. Kalau boleh jujur, Kyuhyun akan memilih sebagai dokter pendamping yang menangani Donghae, ia lebih menyukai memberikan support untuk Donghae. Younghyun dan Kyuhyun berjalan bersisian menyusuri koridor menuju ruangan Kyuhyun. Younghyun hari itu sengaja datang lebih pagi untuk menemani Eunyoung selama Donghae terapi.

 

Younghyun melihat hari ini suaminya itu sedikit gelisah sejak keberangkatan mereka ke rumah sakit. Berkali-kali Kyuhyun menghela nafas panjang, Younghyun tahu bahwa Kyuhyun sedang nervous saat itu karena baru pertama kali ia menangani Donghae.

 

oppa, ada apa… kau harus semangat… bagaimana Hae oppa bisa semangat kalau kau sebagai dokternya seperti ini… dia juga butuh dukungan dari kita, semangat kita semangat juga untuknya…” Younghyun melingkarkan kedua tangannya di bahu Kyuhyun yang saat itu sudah duduk di kursi kerjanya sambil membaca medical report milik Donghae.

 

“iya aku tahu itu Jagi,, tapi… tapi aku takut… aku tidak tega melihat Donghae…….” Ucap Kyuhyun memasang wajah sedih. Younghyun yang berada di belakangnya semakin mengeratkan dekapannya bermaksud mencoba menyemangati Kyuhyun.

 

“sssttt.. oppa,, kau pasti bisa.. aku yakin… kau dokter hebat sama seperti appa…” Younghyun membelai pipi Kyuhyun kemudian mengecupnya sekilas. “umm…bagaimana perkembangan kondisi Hae oppa setelah menjalani beberapa kali kemo, oppa?” tanya Younghyun.

 

“sejauh ini ada kemajuan kondisinya cukup baik, Jagi… Walaupun ku rasa masih terlalu lambat… sel-sel kankernya sedikit berkurang… Hhhh… aku ingin sekali menghilangkan secepatnya sel kanker itu dari tubuh Donghae..” gumam Kyuhyun lirih, namun gumamannya itu masih terdengar jelas di telinga Younghyun. Younghyun tersenyum, sekali lagi ia mencium pipi kanan Kyuhyun lembut.

 

oppa dengarkan aku,, keajaiban itu tidak akan datang begitu saja semudah kita membalikan telapak tangan oppa… semua itu butuh proses,, kita harus tetap berusaha… kita harus bisa menyemangati Donghae oppa agar ia sendiri bisa bertahan melewati ini… benar begitu dr. Cho?? ayolah oppa…. kemana dr. Cho yang aku kenal sebagai jiwa yang tangguh… hmm??” ucap Younghyun yang kedengarannya seperti merajuk seseorang agar tidak marah lagi padanya.

 

Kyuhyun tersenyum setelah mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan oleh isterinya itu. Ia raih tangan Younghyun agar ia melepas dekapannya, kemudian ia bawa tubuh isterinya itu ke dalam pangkuannya, dan mendekapnya dalam kehangatan. “gomawo, dr. Lee… aku akan berusaha sebaik mungkin untuk kemo hari ini..” Kyuhyun menatap Younghyun lembut dan mencium bibir isterinya itu tanpa melepas pelukannya.

 

OppaBaby akan sakit kalau kau terlalu lama memelukku….” Younghyun pura-pura menatap kesal pada Kyuhyun.

 

Mian… Aku lupa… Baby.. Mian appa menyakitimu..” Kyuhyun mengusap lembut perut Younghyun. “Mmm… Sebagai permintaan maaf, appa akan menggendongmu sampai ke ruangan Donghae samchun, okey?” Ucap Kyuhyun seakan berbicara pada bayi yang masih berada di perut Younghyun.

 

“Maksudmu, appa?” Belum sempat Kyuhyun menjawab, ia sudah meletakan tangannya di punggung Younghyun dan yang satu nya di belakang lutut istrinya itu. “Aiiisshh… Oppa… Kau ini…” Younghyun memukul kecil bahu Kyuhyun. Mereka menarik perhatian beberapa perawat dan dokter yang melintas ketika menyusuri koridor. Kyuhyun tersenyum bangga melangkahkan kakinya, sedangkan Younghyun bersemu merah dan tangannya bergelayut di leher Kyuhyun.

 

Oppa,, turun kan aku… Kita menarik perhatian orang tahu!!” Bisik Younghyun.

 

“Biarkan saja…!” Ucap Kyuhyun santai.

 

Oppa… Ku mohon…” Younghyun merajuk sambil menatap dalam mata Kyuhyun agar permintaannya dituruti. Kyuhyun menghentikan langkahnya, lalu perlahan mendekatkan wajahnya pada Younghyun dan mengecup bibir istrinya itu.

 

Isshhh,,, oppa….!!! Ini lebih menarik perhatian!!” Wajah Younghyun bersemu merah dan agak kesal memukul bahu suaminya itu lagi. Kyuhyun tersenyum kecil melihat respon Younghyun yang sudah ia duga sebelumnya, lalu ia perlahan menurunkan Younghyun namun memindahkan tangannya merangkul istrinya dan kembali menuju ruangan Donghae terapi.

 

oppa, apa ada dokter lain yang mendampingimu hari ini?” tanya Younghyun yang kini berjalan bersisian menuju ruangan Donghae yang hanya tinggal beberapa pintu saja.

 

“Mmm… Kemarin Jaejoong hyung bilang akan mendampingiku melakukan kemo untuk Donghae” jawab Kyuhyun. “Ada apa, Jagi?” Tanya Kyuhyun yang melihat Younghyun sedikit merubah raut wajahnya saat ia menyebut nama ‘Jaejoong’ tadi.

 

“tidak oppa,, mungkin hanya perasaanku saja… ah kita sudah sampai..” Younghyun mengalihkan perhatian Kyuhyun, ia segera masuk ke dalam ruangan Donghae. Di sana sudah ada Jaejoong yang sibuk mengecek peralatan kemo Donghae. Donghae juga sudah bersiap berada di ranjangnya, dan Eunyoung duduk di samping ranjang Donghae..

 

“Jae oppa, annyeong…” Younghyun terlebih dahulu menyapa Jaejoong yang memang berada paling dekat dengannya.

 

“EunYoung-ah kau sudah datang… baby kau sehat sayang??” lanjut Younghyun, mendekati Eunyoung yang tersenyum ke arahnya. Ia usap perut Eunyoung lembut. “sepertinya baby dalam mood yang bagus hari ini… Hae oppa, kau sudah siap untuk hari ini…? hwaiting!!” Ia genggam lengan Donghae untuk memberi semangat pagi itu.

 

“kau sendiri bagaimana, Hyunnie? baby jangan membuat omma-mu sakit yaa..” Eunyoung berganti mengusap perut Younghyun, membisikkan sesuatu. Younghyun hanya tersenyum dan mengangguk pada Eunyoung.

 

“kau ini, Hyunnie… bagaimana bisa kau mengetahui kalau bayiku dalam mood yang bagus?” Donghae terkikik geli, pasalnya dia sendiri tidak bisa tahu bagaimana cara mengetahui itu.

 

“lihat omma-nya, oppa.. Young-ah terlihat ceria dan bersemangat hari ini… yah sedikit banyak itu pengaruh baby,, bisa di bilang begitu…” lanjut Younghyun dengan senyuman. Ia terlihat sekali ingin membuat suasana ruangan ceria.

 

“kau benar, Hyunnie… waah… jiwa seorang omma sudah kau kuasai dengan baik…” Eunyoung mengangguk membenarkan.

 

“Hae, kau sudah siap?? bisa kita mulai sekarang?” Kyuhyun menginterupsi obrolan singkat antara Younghyun, Donghae dan Eunyoung.

 

Donghae hanya menjawab dengan anggukan pasti, Eunyoung di sampingnya dengan setia mendampingi. Donghae menggenggam tangan Eunyoung erat, dengan maksud memberikan keyakinan kalau ia tidak apa-apa. Proses kemoterapi kali ini terlihat lebih mudah daripada kemoterapi sebelumnya, meskipun tatapan cemas masih tergambar jelas di wajah Eunyoung. Yonghyun  yang berada di dekatnya terus berusaha menguatkan Eunyoung dengan menggenggam bahunya erat. Sesekali Eunyoung merasakan genggaman kuat Donghae di tangannya. Ia sangat tahu arti genggaman itu, obat nya mulai masuk ke dalam tubuh Donghae dan Donghae mencoba membagi rasa sakitnya pada Eunyoung. Eunyoung perlahan merubah rautnya, dihapusnya raut cemas dan sedih lalu ia ganti semua itu dengan senyuman menguatkan.

 

“sepertinya aku sudah mulai terbiasa dengan ini” keheningan pecah seketika saat Donghae mulai berucap sambil tersenyum setelah Kyuhyun selesai memberikan obat kemo ke dalam tubuh Donghae.

 

Semua masih terdiam mendengar ucapan Donghae, Eunyoung hanya mengulum senyum menatap penuh kepercayaan pada Donghae. “Kau mau berbangga diri ya, di depan baby?” ucap Eunyoung.

 

Donghae hanya tersenyum tangannya yang bebas terulur mencoba mengelus perut Eunyoung. Namun semua itu tidak sampai terjadi, Donghae mulai merasakan mual, tangannya yang bebas bergegas menutup mulutnya. Jaejoong dengan sigap mengambil wadah lalu mendekatkannya ke arah Donghae. Eunyoung seketika bangkit, mencoba membantu suaminya dengan mengelus lembut tengkuknya. Eunyoung dengan telaten menyeka peluh yang memasahi wajah Donghae. Younghyun berusaha tersenyum melihat semuanya, walau dalam hati ia merasa miris melihat efek terapi terlalu cepat muncul pada Donghae.

 

Babyimo akui, appa mu hebat…” ucap Younghyun sambil mengangsurkan segelas air putih pada Donghae.

 

Eunyoung tersenyum dan mengelus lembut perutnya. Saat ini tidak ada yang sebangga dirinya melihat suaminya yang berjuang menjalani perawatan, meskipun ia tidak bisa merasakan sesakit apa yang dirasakan Donghae. Eunyoung mengecup pipi Donghae menyalurkan semua rasa bangganya.

 

“Oh… kalian selalu begitu… membuatku iri…” ucap Younghyun. Kyuhyun yang mendengar hal itu, tiba-tiba mendekat dan langsung mengecup pipi kanan Younghyun. “Issshhh… oppa….!!!” Younghyun tersipu mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari Kyuhyun.

 

“Kalau kau mau, kau bisa minta padaku… kenapa harus iri?” jawab Kyuhyun santai dan membuat semua orang di ruangan itu tersenyum lebar termasuk Jaejoong yang sudah mulai membereskan peralatan yang tadi di gunakan untuk kemo Donghae.

 

“oh iya setelah ini akan ada pemeriksaan lanjutan untukmu, Hae… aku sarankan lebih baik kau menjalani rawat inap di sini semalam… karena mungkin akan membutuhkan waktu yang cukup lama…” Lanjut Jaejoong menatap Donghae serius, Donghae hanya mengangguk setuju seraya tersenyum pada Jaejoong. Eunyoung yang berada di sampingnya kembali memperlihatkan ekspresi cemasnya.

 

gwaenchana Jagi? kau menginap di sini… nanti kita berbagi ranjang.. hehe..” ucap Donghae mencoba mengembalikan senyum Eunyoung yang sempat pudar sejenak. Seisi ruangan kembali di penuhi senyuman, bahkan kali ini suara tawa Kyuhyun dan Younghyun mendominasi, membuat Eunyoung mau tak mau tersenyum dan bisa di lihat wajanya bersemu merah.

 

Jaejoong ikut tertawa, dan ia cukup terpana sedari tadi melihat Donghae dan Eunyoung yang saling menguatkan. Ia cukup tahu, Eunyoung pasti sudah berusaha cukup keras hingga mampu setegar itu. Namun satu hal, Jaejoong semakin menyadari bahwa cinta Donghae dan Eunyoung sangat dalam.

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Sinar matahari mulai menampakkan cahayanya, mengganti cahaya bulan yang menghiasi malam. Eunyoung mengerjapkan matanya yang belum terbiasa dengan cahaya pagi itu. Bibirnya langsung menguntai senyum saat dilihatnya Donghae masih berada di alam mimpi, dengan hembusan nafas hangat yang teratur menerpa wajahnya.

 

oppa, kenapa kau berwajah malaikat seperti ini sih kalau sedang tidur?” Gemas Eunyoung sambil meletakan telunjuknya di hidung Donghae. “oppa lanjutkan tidurmu, aku ingin membersihkan diriku dulu..” bisik Eunyoung, lantas beranjak turun dari ranjang perlahan, ia tak ingin gerakannya mengganggu Donghae yang masih nyenyak itu.

 

Tak sampai setengah jam, Eunyoung sudah menyelesaikan kegiatannya bersamaan dengan datangnya Younghyun pagi itu. “ah kau sudah datang, Hyunnie…” sapa Eunyoung masih dalam suara yang pelan, menyambut Younghyun yang datang sambil membawa tas kecil di tangannya.

 

ne… Donghae oppa masih belum bangun..” Younghyun langsung mendudukan diri di sofa panjang yang berada tak jauh dari pintu masuk setelah ia melihat Donghae masih berada di ranjangnya dengan mata terpejam. “ini bajumu dan baju Hae oppa..”

 

gomawo, Hyunnie… mianhae jadi merepotkanmu…” Eunyoung mengambil tas itu dan bersiap mengganti pakainnya yang sudah ia pakai sejak kemarin.

 

cheonmaneyo… lagi pula aku tidak mengambilnya ke rumah kalian, tapi appa yang mengantarnya ke rumah ku tadi pagi… karena…….” Younghyun menghentikan ucapannya lalu ia meregangkan tubuhnya sambil meringis mengelus perutnya. “sssshh,, baby kau sudah bermain berapa kali sayang pagi ini di perut omma,, hmm?” Younghyun kembali mengelus perutnya karena pergerakan kasar bayi-nya datang lagi. “sssh baby,, kau semakin kuat…” lanjut Younghyun, sambil mengernyit menahan sakit.

 

Eunyoung segera mendekat dan mendudukkan dirinya tepat di samping Younghyun. “gwaencahana, Hyunnie? Baby, omma tidak marah padamu sayang, berhentilah membuat omma sakit… okay!” bisik Eunyoung sambil membantu mengelus perut Younghyun.

 

Perlahan Younghyun kembali rileks, Eunyoung mengulum senyumnya, merasa puas karena ia bisa menghentikan permainan bayi Younghyun. “bayimu manja juga ternyata, tidak bisa dimarahi sedikit saja.. hehe..” Eunyoung terkikik geli.

 

“sepertinya ini ajaran Kyuhyun oppa yang selalu memanjakannya…” Dengus Younghyun sedikit kesal, membuat Eunyoung yang berada di sampingnya tak bisa menahan tawanya lagi. “ya sudah aku kembali ke ruanganku ya, Young-ah..” pamit Younghyun.

 

ne.. ah tadi kau bilang appa yang mengantarnya ke rumahmu,, berarti appa sudah di Seoul??” Tanya Eunyoung sebelum Younghyun benar-benar pergi.

 

“iya appa datang tadi malam,, beliau bilang ia sangat merindukanmu, Young-ah..” jawab Younghyun, senyumnya terkembang lepas di bibirnya. “oke, aku pergi yaa..” Younghyun kembali melangkahkan kakinya menuju pintu dengan diantar Eunyoung. Namun belum sempat Younghyun membuka pintu, dirinya berbalik dengan setengah berlari menuju kamar mandi sambil menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.

 

“Hyunnie… kau kenapa?? Buka pintunya… jangan buat aku cemas…” Eunyoung dengan panik mengetuk pintu kamar mandi yang sudah terlebih dahulu ditutup oleh Younghyun. Kecemasan Eunyoung bertambah ketika ia mendengar suara air kran yang dibuka.

 

“Aku hanya mual…” Balas Youghyun dari dalam kamar mandi dan disusul suara Younghyun yang tengah berusaha mengeluarkan isi perutnya. Alih-alih jawaban Younghyun membuat Eunyoung tenang, ia malah semakin khawatir dengan keadaan Younghyun di dalam.

 

Jagi…” heran Donghae yang terbangun melihat istrinya sedang mengetuk pintu kamar mandi dengan intens.

 

“Hyunnie…” jawab Eunyoung singkat sambil menatap wajah Donghae tanpa menghilangkan kecemasannya.

 

Tidak lama, Younghyun membuka pintu dengan wajah pucat namun mencoba untuk tersenyum. “Mianhae, oppa… sepertinya aku membuatmu terbangun…”

 

“Apa kau sudah tidak apa-apa…?” Tanya Eunyoung

 

Younghyun mengangguk namun tak lama ia kembali mengernyit menahan sakit sambil memegang perutnya, membuat Eunyoung panik kembali dan Donghae yang berada di sampingnya pun ikut panik. Donghae sigap menahan tubuh Younghyun yang tiba-tiba limbung dan hampir saja jatuh. Ia bawa tubuh Younghyun ke ranjang yang tadi ia pergunakan untuk tidur bersama Eunyoung dan membaringkannya. Younghyun tak sedikitpun memperlihatkan kalau ia sudah tidak apa-apa, ia semakin mengernyit seraya menggigit bibir bawahnya, berharap kontraksi di perutnya segera menghilang.

 

oppa, cepat periksa Hyunnie…” ucap Eunyoung menarik baju Donghae. “Hyunnie… gwaenchana? Di mana yang sakit?” panik Eunyoung, ia genggam erat tangan Younghyun yang bebas dari perutnya. Younghyun hanya menggeleng, ia sungguh tidak kuat menjawab pertanyaan Eunyoung, ia terlalu fokus pada rasa sakit yang menjalar di perutnya. Perlahan air mata Younghyun keluar membasahi pipi pucatnya.

 

“aku dokter kejiwaan, Jagi… mana bisa aku memeriksa Hyunnie..” Donghae tak kalah panik. “Hyunnie, Gwaenchana?” Tanya Donghae mencoba bertanya kembali pada Younghyun.

 

“ssssh, sakit… baby-nya terlalu kuat… sssh aku tidak kuat…” racau Younghyun masih terus memegang perutnya dan sesekali mengelus-nya sambil menggeliat menahan sakit. Air mata masih terus membasahi kedua pipinya.

 

“haduh… bagaimana ini, Oppa..?? panggil Kyuhyun oppa cepat…” perintah Eunyoung tanpa pikir panjang, mungkin hanya Kyuhyun yang bisa membantunya. Ia sudah tidak tahu lagi harus bagaimana.

 

Donghae langsung mengambil ponselnya yang berada di nakas kecil di samping ranjangnya. Menghubungi sahabatnya itu segera dan memberitahukan kondisi Younghyun saat ini melalui telepon.

 

“Hyunnie,, Kyuhyun akan segera datang..” ucap Donghae berusaha tidak panik, ia mengambil air mineral dan membantu Younghyun untuk meminumnya.

 

Tidak lama berselang, pintu di ruangan terbuka dengan kasar, Kyuhyun berlari menghampiri Younghyun yang masih terbaring sambil menangis. “Oppa… ini terlalu sakit…” keluh Younghyun yang semakin pucat saat Kyuhyun mendekat. Ia mencengkam kuat lengan Kyuhyun yang berada di sampingnya.

 

“iya… aku mengerti, Jagi… tenanglah…” Kyuhyun mengelus rambut Younghyun dengan mengelus rambut Younghyun dengan sebelah tangannya dan membiarkan tangan satunya belum terlepas dari cengkraman kuat Younghyun. “apa yang sebenarnya terjadi?” Tanya Kyuhyun menoleh pada Donghae dan Eunyoung bermaksud meminta penjelasan.

 

“Tadi ketika ingin keluar dari ruangan ini Hyunnie tiba-tiba ia berlari ke kamar mandi, ia bilang hanya mual… tapi setelah itu, kontraksi di perutnya muncul  dan seperti sekarang ini…” jelas Eunyoung.

 

“Apa kita perlu memanggil dokter Kim?” Tanya Donghae membantu Eunyoung duduk di kursi.

 

“Aku rasa tidak perlu… ku rasa ini hanya kontraksi yang sedikit berlebihan” Kyuhyun terus berusaha menenangkan Younghyun yang masih meringis dengan mengelus perut istrinya itu.

 

Oppa…” tangis Younghyun semakin pecah mengingat kontraksi di perutnya tidak kunjung berhenti. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera naik ke ranjang memeluk Younghyun yang terisak. Tangannya tanpa henti mengelus perut istrinya dan terus mengumamkan kata-kata yang mungkin bisa membuat Younghyun tenang.

 

Younghyun masih belum bisa tenang, dan itu membuat Eunyoung semakin bertambah panik. “Oppa…sebaiknya kita panggil dokter Kim,,, aku tidak tega melihat Hyunnie seperti itu…” ucap Eunyoung.

 

“Tenang , Jagi… Kyuhyun masih bisa menangani Hyunnie…” ……Donghae berusaha membuat Eunyoung agar tidak panik.

 

Akhirnya Younghyun tertidur dalam dekapan Kyuhyun setelah lelah menangis dan menahan rasa sakit. “Donghae-ya… appa semalam datang, lebih baik kau menemuinya di rumah, appa pasti sudah menunggu kalian.” Kyuhyun menoleh ke arah Donghae dan Eunyoung  tanpa melepas pelukannya pada Younghyun.

 

“Ku rasa appa perlu mengetahui keadaan Hyunnie saat ini… Aku akan menelfonnya…” Eunyoung langsung meraih ponsel yang berada di tangan Donghae berniat menghubungi Lee Teuk.

 

“tidak perlu… aku takut nanti membuat beliau cemas, lagipula, appa baru saja sampai tadi malam… pasti appa masih lelah.” Sanggah Kyuhyun cepat dan Donghae yang mengerti langsung mengambil ponselnya kembali dari Eunyoung.

 

“Ku rasa apa yang dikatakan Kyuhyun ada benarnya, Jagi… Baiklah , setelah aku merapikan diri, kita menemui appa di rumah…” Eunyoung hanya mengangguk pasrah menyetujui perkataan Donghae.

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Siang itu, mobil Changmin telah sampai di area parkir rumah sakit. Changmin berencana bertemu Jaejoong karena sudah beberapa hari Jaejoong sangat sibuk sampai mereka jarang bertemu bahkan di rumah. Changmin segera menuju ruangan Jaejoong, ia cukup hafal setiap sudut rumah sakit karena bukan kali ini saja ia berkunjung. Saat menyusuri koridor, ia tidak sengaja berpapasan dengan Eunyoung dan Donghae yang baru keluar dari ruang perawatan.

 

“Changmin oppa, annyeong!” Eunyoung tersenyum ramah sedikit menundukan kepalanya, Donghae di sampingnya ikut menundukan kepala walau ia sebenarnya belum tahu siapa yang Eunyoung panggil  namanya itu.

 

“Eunyoung-ssi… wah… tidak ku sangka bertemu di sini, habis menemui Hyunnie?” tanya Changmin.

 

“Anni… aku menemani suamiku.. ah iya, ku rasa kalian belum berkenalan… Oppa, ini Changmin oppa, ia teman Hyunnie semasa sekolah dulu dan sekarang ia yang membantu aku dan Hyunnie dalam perancangan restoran, oh, iya… ia juga sepupunya Jaejoong oppa. Nah, Changmin Oppa ,, ini suamiku, salah satu dokter hebat di sini… “ Eunyoung mengenalkan Changmin pada Donghae dan sebaliknya sambil bergelayut di lengan Donghae. Donghae mengulurkan tangannya sambil tersenyum pada Changmin begitu pula Changmin yang menyambut uluran tangan Donghae.

 

Annyeonghaseyoo, Changmin-ssi,,, ah, ku rasa Kyuhyun pernah bercerita tentangmu… senang bertemu denganmu.” ucap Donghae ramah.

 

Annyeonghaseyoo, wah, Kyuhyun cerita apa? mmm… ku harap tidak buruk…” Changmin tersenyum mengingat ia dan Kyuhyun memiliki hubungan yang tidak baik dulu. “Donghae-ssi, sepertinya istri mu bangga sekali padamu…” ucap Changmin. Sebenarnya Changmin sudah pernah melihat Donghae sebelumnya waktu itu di taman rumah sakit bahkan ia sudah tahu kalau Donghae adalah suami Eunyoung waktu itu.

 

Donghae tersipu mengelus bagian belakang rambutnya sambil menoleh pada Eunyoung. “Istriku terlalu berlebihan…” ucap Donghae.

 

Oppamianhae… kami tidak bisa lama menemanimu, hari ini appa mengunjungi rumah kami… “ ucap Eunyoung sedikit sungkan, karena ia merasa tidak enak buru-buru mengakhiri perbincangannya dengan Changmin.

 

Gwaenchana… tidak perlu begitu, aku ke sini ingin menemui Jaejoong hyung, sibuk sekali hyung-ku yang itu… “ Changmin berdecak mengeluh, mengingat tujuan awalnya ke rumah sakit.

 

“iya, Jaejoong oppa bekerja keras akhir-akhir ini, kadang sampai ia terlambat untuk makan siang…. baiklah…. kami pamit dulu ya, oppa…” Eunyoung kembali menundukan sedikit kepalanya diikuti dengan Donghae dan tersenyum pada Changmin sebelum akhirnya mereka melangkahkan kaki menuju area parkir. Changmin melihat Eunyoung dan Donghae yang menjauh, ada banyak pertanyaan tentang pasangan itu, lalu ia kembali menyusuri koridor dan segera menuju ruangan Jaejoong.

 

Sesampainya di depan ruangan Jaejoong, Changmin terlebih dulu mengetuk pintu lalu membuka pintu perlahan. “Selamat siang, dr.Kim!! Apa kau merindukanku?” Changmin memunculkan kepalanya lebih dulu lalu memasang senyuman lebar pada Jaejoong.

 

Aisshh… tidak ada gunanya aku merindukanmu…” jawab Jaejoong datar lalu kembali melihat-lihat beberapa medical report pasien di tangannya.

 

“Hhhh… Kim Jaejoong berubah kembali menjadi dokter sibuk rupanya… Hyung, tidak kah kau pikir tanggung jawab rumah sakit ini terlalu berat?. dr. Siwon bisa menyerahkan tugas nya pada Kyuhyun, anaknya….” tanpa diminta Changmin sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan meja Jaejoong.

 

“tidak masalah bagiku, lagipula aku di sini hanya menjalankan perintah… Kyuhyun juga punya bagiannya dan lagipula Hyunnie perlu perhatian ekstra dari Kyuhyun mengingat kehamilannya yang sudah berjalan 6 bulan lebih.” Jaejoong masih sibuk memeriksa beberapa data perkembangan pasien dan beberapa data yang masuk ke manajemen rumah sakit itu.

 

Hyung… tadi aku bertemu dengan Eunyoung dan…. suaminya, Donghae…. Kau masih memiliki perasaan padanya? ku rasa, ia memang tipe yeoja seorang Kim Jaejoong… tapi sayang….” Changmin menggelengkan kepalanya, dan sontak membuat Jaejoong sedikit kesal.

 

“Donghae… seorang dokter kah di sini? mmm… sepertinya tadi aku melihat mereka keluar dari ruang perawatan…” tanya Changmin penasaran tanpa memperdulikan wajah kesal Jaejoong.

 

“Apa kau ke sini hanya untuk menyelidikiku? atau kau masih penasaran dengan Eunyoung? bukan kah kalian sudah sering bertemu karena rencana restoran itu?” tanya Jaejoong ketus.

 

“Tunggu… apa ada sesuatu yang terjadi pada Donghae? setiap aku, Hyunnie dan Eunyoung bertemu, pasti Hyunnie selalu bertanya tentang kondisi suami Eunyoung itu…” Changmin terus memutar otaknya, jujur memang ia penasaran tentang Eunyoung sejak ia tahu Jaejoong menaruh hati pada yeoja bersuami dan sedang hamil itu.

 

“Lee Donghae… pasien??” kaget Changmin saat melihat medical report milik Donghae yang tergeletak di meja Jaejoong.

 

Ya!! kau ini mau tahu saja urusan orang lain!!” Jaejoong segera merapikan berkas-berkas di mejanya.

 

“tunggu… bukannya ia dokter? kenapa….” Jaejoong kembali berdecak kesal mendengar pertanyaan terus menerus dari Changmin.

 

“Ia dokter di sini dan sedang menjalani perawatan juga di rumah sakit ini, puas kau Shim Changmin!!” Jaejoong bertambah kesal menatap wajah sepupunya itu. “lalu apa maksudmu menemuiku? apa hanya menanyakan hal ini?” ucap Jaejoong.

 

“Ah, iya… hampir aku lupa… tadi kakek menelfon menanyakan kabarmu, hyung… Beliau menanyakan cucu KESAYANGANNYA, sebelumnya, beliau selalu mencoba menghubungimu namun ponselmu tidak aktif terus, makanya kakek menghubungiku, beliau tanya kapan kau kembali ke Amerika dan membawa yeoja pilihanmu… Aisshhh… selalu saja… hhh… sepertinya cucu nya hanya dirimu, hyung…” jelas Changmin panjang dengan nada iri karena kakeknya selalu saja membanggakan Jaejoong dibanding cucu nya yg lain.

 

“Oh… hhhh… aku sampai lupa membuka ponselku… lalu kau bilang apa?” tanya Jaejoong.

 

“Ku bilang, hyung sudah menemukan yeoja pilihan tapi sayang harus menunggu sampai yeoja itu kembali berstatus single dan mau menerima cinta Jaejoong hyung “ jawab Changmin sambil terkikik, dan sukses membuatnya terkena hantaman berkas-berkas tebal dari Jaejoong di kepalanya.

 

“Jaga bicaramu, Shim Changmin!!” Jaejoong sedikit membentak setelah mendengar ucapan Changmin yang menurutnya sudah keterlaluan.

 

“Bercanda, Hyung… mana mungkin aku mengatakan hal itu pada kakek… Lagipula mana bisa aku berpikiran tentang hal itu” sungut Changmin sambil mengelus kepalanya

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Hari ini Eunyoung sengaja ikut Donghae ke rumah sakit ke rumah sakit, selain untuk memeriksakan kehamilannya, hari ini ia memiliki janji dengan Younghyun dan Changmin untuk melihat lokasi untuk restoran mereka. Kemarin Younghyun memberi tahu bahwa Kyuhyun telah menemukan lokasi yang tepat, sebuah tempat di pusat keramaian Seoul yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit dan rumah mereka.

 

Eunyoung dan Donghae sengaja melakukan pemeriksaan hari ini mengingat beberapa hari ini Eunyoung mulai merasakan kontraksi akibat pergerakan kasar bayinya. Setelah memeriksakan kehamilannya, Eunyoung langsung berpisah dengan Donghae lalu menuju ruangan Younghyun.

 

“Selamat pagi….!!” ucap Eunyoung saat membuka pintu ruangan Younghyun setelah mengetuknya. “Oh… mian, sepertinya aku mengganggu…” Dilihatnya Kyuhyun tengah berada di samping Younghyun sambil memijat lembut punggung dan bahu istrinya.

 

“Young-ah… kau sudah datang??…. masuklah… “ ucap Younghyun menegakan tubuhnya dan memberi isyarat pada Kyuhyun untuk menghentikan kegiatannya.

 

“Sudah lebih baik, Jagi…?” tanya Kyuhyun cemas masih mengelus punggung Younghyun. Younghyun hanya mengangguk dan mengukir senyuman kecil untuk menjawab kecemasan suaminya.

 

“Kau sakit, Hyunnie? wajahmu sedikit pucat…. Apa baby bergerak kasar lagi?” tanya Eunyoung yang sudah terduduk di kursi yang berhadapan dengan meja Younghyun. “apa sebaiknya kita batalkan saja janji dengan Changmin Oppa?” Eunyoung ikut cemas melihat Younghyun yang berwajah pucat ditambah ekspresi Kyuhyun yang berada di samping Younghyun.

 

Anni... hanya sedikit pusing dan mual… biasa, penyakit ibu hamil di pagi hari… jangan Young-ah, Changmin oppa orang sibuk, susah payah ia meluangkan waktunya untuk kita siang ini..” Younghyun kembali tersenyum berusaha mengusir rasa cemas kedua orang di dekatnya.

 

“ baiklah aku mengerti,, umm tapi setidaknya kau coba periksakan kehamilanmu pada dokter Kim… Tadi sebelum ke sini aku menemui dokter Kim karena beberapa hari ini, ya… sama sepertimu… bayiku terlalu manja ternyata… “ Eunyoung tersenyum kecil mengelus perutnya mencoba mengerti Younghyun namun tidak mengurangi cemasnya pada kondisi Younghyun.

 

“Ku rasa,, aku dan Kyuhyun oppa masih bisa mengatasinya…” jawab Younghyun. “Bayimu terlalu manja? ku pastikan ia mirip sekali dengan Donghae oppa nanti…”

 

“Ah, kau benar, Jagi… mirip sekali dengan Donghae…” Kyuhyun menambahkan. “Kalian janji bertemu jam berapa dengan Changmin..?” tanya Kyuhyun yang masih setia di samping Younghyun. Terlalu dini meninggalkan Younghyun menurutnya, karena ia masih khawatir pada istrinya itu.

 

“Mungkin selepas makan siang… Changmin oppa harus mengurus beberapa pekerjaan dulu di kantornya….” jawab Younghyun.

 

“apa kalian dijemput Changmin nanti? lebih baik biar aku yang antar saja..” Kyuhyun melepas tangannya yang berada di bahu Younghyun.

 

anniyo, kami langsung bertemu di sana oppa… kau tidak usah mengantar,, pekerjaan-mu banyak di sini… aku bisa naik taksi dengan Eunyoung nanti..” Younghyun mencoba meyakinkan Kyuhyun, ia tidak ingin suaminya itu khawatir lagi pula banyak pekerjaan yang lebih penting dibanding mengantar dirinya ke tempat restoran itu.

 

“iya tidak usah oppa, ada aku… kalau ada apa-apa dengan Hyunnie nanti aku akan langsung menghubungimu…” Eunyoung membantu Younghyun, setelah Younghyun memberinya isyarat untuk membantunya.

 

Kyuhyun menghela nafas berat. “Baiklah kalau mau kalian seperti itu… tapi nanti aku akan menjemput kalian oke?” Kyuhyun menatap Younghyun dan Eunyoung bergantian, kekhawatiran tergambar jelas di wajahnya. Kyuhyun sebenarnya tidak suka bersikap khawatir berlebihan pada Younghyun tapi mengingat kedua yeoja ini sedang hamil ditambah lagi kondisi Younghyun yang mengalami mual sejak pagi tadi membuatnya demikian.

 

Younghyun mengangguk pasti menjawab Kyuhyun. “Masih jam 10 lebih 40 menit, sepertinya aku sudah selesai memeriksa pasien… mmm… kita mau berangkat sekarang, Young-ah?” tanya Younghyun yang sudah kembali ceria mencoba kembali menghilangkan rasa khawatir Kyuhyun padanya.

 

“Boleh… mmm… kebetulan aku ingin membeli Ddeokbokki yang di dekat halte bis… tidak jauh dari sini, dekat restoran waktu pertama kali bertemu dengan Changmin oppa…. tadi aku agak ragu meminta Hae oppa untuk berhenti di sana.” ujar Eunyoung menjelaskan keinginannya. Younghyun dan Kyuhyun tersenyum mendengar peenjelasan Eunyoung yang sedikit bersemangat.

 

Baby yang minta? hehe.. aku mengerti… Ayo kita pergi sekarang” Younghyun bangkit dari duduknya meraih tangan Eunyoung untuk membantunya berdiri. “Oppa, kami pergi dulu … “ Younghyun berjalan kembali ke arah Kyuhyun lalu mengecup pipi suaminya itu sebelum keluar ruangan bersama Eunyoung. Kyuhyun hanya menggeleng melihat istrinya yang dengan mudah kembali ceria padahal sedari pagi kondisi nya tidak begitu baik.

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Changmin yang sudah tiba lebih dulu di lokasi memutuskan menunggu di sebuah cafe tepat di depan bangunan yang dikatakan Younghyun di telfon kemarin. Changmin sengaja memilih meja yang terletak di luar agar Younghyun dan Eunyoung tidak kesulitan mencarinya.

 

Oppa…!! Mian… kami sedikit telat… kedai Ddeokbokki tadi sedikit mengantri…” Younghyun yang baru datang dengan Eunyoung di sampingnya menyapa Changmin yang tengah menyesap coffee latte.

 

Ddeokbokki???” tanya Changmin yang dijawab anggukan dan senyuman lebar oleh kedua yeoja hamil di hadapannya.

 

“Yap… tadi Eunyoung menginginkannya, jadi sebelum ke sini kami membelinya dulu di kedai dekat rumah sakit..” jelas Younghyun.

 

“Ohh… keinginan ibu hamil? yaa… aku mengerti…” Changmin mengangguk mengerti dan Eunyoung hanya memasang senyuman lebar menatap Changmin.

 

“Jadi…. apa kau sudah menemui pemilik tempat itu? sepertinya lokasi ini tepat… kau memang hebat memilih lokasi…” lanjut Changmin saat Younghyun dan Eunyoung sudah duduk di hadapannya.

 

“Kyuhyun oppa yang mengusulkannya bahkan…..” Younghyun menghentikan ucapannya lalu sibuk mencari sesuatu dalam tasnya. “Tadaaaa….. Kyuhyun oppa sudah membelinya… Entah kapan ia menemui pemiliknya,,tiba-tiba kemarin ia sudah memberikan kunci ini padaku… dan aku menyukai lokasinya, tidak terlalu jauh dari rumah sakit dan rumah….” lanjut Younghyun mengeluarkan sebuah kunci dari dalam tasnya.

 

“Wah… Kyuhyun oppa sangat tahu kenginanmu, Hyunnie…. “ Eunyoung terlihat senang mendengar Youghyun bercerita.

 

“Ck… Kyuhyun…” Changmin mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya semua sudah dipersiapkan oleh Kyuhyun. Sedangkan Eunyoung dan Younghyun terlihat excited dan sudah kembali beranjak dari kursinya menuju tempat yang nantinya menjadi restoran mereka.

 

Mereka bertiga berjalan menuju bangunan yang tepat berada di seberang cafe tadi. Bangunan yang cukup besar dengan pintu kaca menyambut mereka. Sepertinya bangunan itu dulu adalah sebuah restoran juga karena masih terdapat meja kasir di dekat pintu dan ada beberapa meja serta kursi yang tertutup oleh kain putih. Ditambah lagi di bagian belakang terdapat sebuah dapur yang cukup besar. Changmin, Younghyun dan Eunyoung menyusuri setiap sudut bangunan itu. Younghyun mengamati setiap sudut satu per satu, mungkin sudah tergambar jelas di kepalanya apa yang nantinya akan mengisi setiap sudut itu.

 

“Lalu…. Kalian ingin tempat ini dibuat seperti apa?” tanya Changmin masih mengedarkan pandangannya.

 

“Nyaman…. hanya itu yang ada dipikiranku…” Eunyoung  akhirnya mulai membuka suara setelah mengamati sekitar.

 

Ne~… aku setuju,,, restoran ini harus nyaman untuk semua orang… mmm.. mengingat konsep restoran ini adalah restoran keluarga, aku ingin memberikan kesan nyaman dan hangat ketika mereka mengadakan acara di sini… Seperti di sudut ini… mungkin kita bisa menyediakan area khusus untuk anak-anak khususnya balita… dengan menambahkan beberapa karpet halus dan banyak mainan…. Lagipula itu akan berguna bagi anak kita nanti kan, Young-ah?” ujar Younghyun panjang mengeluarkan idenya saat menunjuk salah satu sudut tempat itu. Changmin mengangguk-angguk mengerti akan perkataan Younghyun.

 

“Ah, iya… bagaimana kalau kita menyediakan ruangan khusus dengan meja  besar untuk acara keluarga besar…. jadi kalau ada event atau acara tertentu mereka bisa nyaman tanpa berbaur dengan pengunjung lain….” tambah Eunyoung yang tidak kalah excited mengeluarkan ide di kepalanya.

 

off white… atau krem… warna yang bagus bukan untuk bagian dalam ruangan? atau kita bisa menggunakan warna soft untuk beberapa sudut agar tidak terlalu membosankan…” lanjut Eunyoung menoleh pada Younghyun dan dijawab dengan anggukan oleh Younghyun.

 

“Minimalis…. kita bisa menggunakan sofa dan meja di beberapa tempat, misalnya di dekat jendela,,,pasti banyak pasangan muda yang menikmatinya…” Younghyun kembali menambahkan. Banyak ide yang dilontarkan oleh Eunyoung dan Younghyun tanpa henti untuk restoran mereka. Changmin sangat kagum dengan beberapa ide dari kedua yeoja itu, sesekali ia memberi usul. Mulai dari meja, sofa, lampu, dapur, daftar makanan semuanya tidak lepas dari pemikiran Younghyun dan Eunyoung. Setelah selesai dengan semua analisa mereka, sambil menunggu Kyuhyun datang, Changmin, Younghyun dan Eunyoung menunggu di cafe tadi yang berada tepat di seberang tempat itu.

 

“Aku permisi ke toilet dulu ya… oh, iya, aku pesan hot chocolate dan tiramissu ya…” Younghyun bergegas menuju toilet meninggalkan Changmin dan Eunyoung yang memilih meja di dekat jendela dalam cafe.

 

“Kau mau pesan apa, Eunyoung-ssi..?” tanya Changmin pada Eunyoung yang masih mengatur nafas akibat lelah berjalan dari tadi. Meskipun hanya sedikit berjalan, namun dengan beban yang selalu ia bawa di perutnya membuat ia harus mengeluarkan tenaga lebih dari biasanya.

 

“mmm… Strawberry cake dan green tea…” jawab Eunyoung cepat. Changmin kemudian memanggil pelayan dan memesan makanan serta minuman yang mereka inginkan.

 

Suasana menjadi canggung, karena memang Changmin dan Eunyoung belum nampak akrab. Changmin sesekali memecah kecanggungan dengan menanyakan sesuatu atau sekedar bercerita tentang hubungannya dengan Jaejoong, sedangkan Eunyoung sesekali hanya tersenyum kecil mendengarnya. Tiba-tiba ponsel Eunyoung berbunyi tepat saat pesanan mereka datang. Eunyoung berbinar menatap nama yang tertera di layar ponselnya dan langsung menekan tombol jawab.

 

Ne~ oppa…” jawab Eunyoung riang menjawab panggilan yang ternyata dari Donghae. Changmin yang juga ikut membuka ponselnya tanpa sengaja ikut mendengarkan seksama percakapan Eunyoung dengan Donghae di telfon.

 

“….”

 

“Sudah selesai, dan kami sedang di café, mmm… Kyuhyun oppa akan menjemput kami, lebih baik oppa menunggu saja di rumah sakit…” wajah Eunyoung berubah perlahan. Eunyoung melirik ke arah Changmin yang tanpa sengaja bertemu tatapan dengannya. Eunyoung mencoba tersenyum pada Changmin, ada sedikit rasa canggung yang ia rasakan.

 

“…”

 

“Sudah ku bilang, oppa menunggu saja di rumah sakit, sejak pagi kau sibuk di rumah sakit, nanti kau terlalu lelah, oppa…” Eunyoung kembali fokus dengan pembicaraannya di telfon. Nada cemas makin terlihat dari ucapannya dan itu membuat Changmin merasa heran dan penasaran.

 

“…”

 

“kemungkinan Kyuhyun oppa sampai di sini beberapa menit lagi, kalau kau lelah, tidurlah sejenak di ruang istirahat dokter, oia, kau sudah makan siang kan? Tidak makan macam-macam kan? Aku sudah susah payah menyiapkan bekal makan siang itu…” ucap Eunyoung panjang kembali dengan nada khawatir. Changmin hanya bisa diam berpura-pura sibuk dengan ponselnya namun masih jelas menyimak semua percakapan Eunyoung.

 

“…”

 

Ne~ Annyeong…” Eunyoung pun mengakhiri percakapannya di telfon dengan Donghae dengan wajah yang terlihat lega namun sedikit lesu.

 

“Donghae?” tanya Changmin pada Eunyoung yang masih menatap ponselnya.

 

“iya…” jawab Eunyoung singkat dan Changmin hanya menganggukan kepalanya seakan mengatakan “oo…” dalam hatinya lalu kembali menyantap makanan pesanannya di meja. “Mian oppa, sepertinya aku sedikit mengabaikanmu karena telfon tadi…” sungkan Eunyoung yang merasa bersalah.

 

“Oh, tidak perlu begitu…” elak Changmin. “Hyunnie… lama sekali di toilet…” ucap Changmin berusaha mengalihkan rasa bersalah Eunyoung.

 

“Ah, itu Hyunnie…” Eunyoung menangkap sosok Younghyun yang tangah berjalan mendekati meja mereka, namun ada yang berbeda dari raut wajah Younghyun.

 

“Hyunnie… kenapa lama sekali…?” tanya Changmin saat Youghyun sudah duduk di hadapannya.

 

“Hyunnie… Kenapa wajahmu pucat? Ada sesuatu yang kau rasakan?” tanya Eunyoung yang seketika tanggap akan perubahan wajah Younghyun.

 

“mungkin terlalu lama menunggu, tadi sedikit antri di toilet…” jawab Younghyun santai sambil mengukir senyum kecil di bibir pucatnya. “wah… tiramisu…” ucap Younghyun riang melihat tiramisu yang sudah tersedia di meja sekaligus mengalihkan dua orang di dekatnya.

 

Your favorite ones… makanlah… lihat matamu berbinar menatapnya…” Changmin tersenyum geli melihat yeoja di hadapannya, ekspresi yeoja yang sama persis ketika dulu ia membelikannya tiramisu.

 

Younghyun mulai menikmati kue kesukaannya itu, matanya menyipit seolah tersenyum, Changmin dan Eunyoung hanya menatapnya sambil ikut tersenyum. “Uhuuuk…” Seketika Younghyun menghentikan kunyahan nya dan menepuk-nepuk dadanya pelan.

 

“Hyunnie… Gwaenchana? Pelan sedikit kalau sedang makan…” Changmin mengulurkan tisu pada Younghyun.

 

Gomawo, oppa… ehmm…” Younghyun masih berusaha menahan sesuatu yang mengganjal di kerongkongannya sesekali ia berdehem dan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.

 

“Hyunnie… benar kau tidak apa-apa?” cemas Eunyoung yang memang menangkap sesuatu yang aneh dari wajah Younghyun. Younghyun hanya menggeleng dan memutuskan menyudahi kegiatannya menyatap tiramisu.

“Lho? Kenapa tidak dihabiskan? Biasanya kau bisa menghabiskan dua potong tiramisu…” heran Changmin yang melihat nafsu makan Younghyun yang berbeda. Namun lagi-lagi Younghyu hanya menyunggingkan senyum kecil, wajahnya pucat dan sesekali masih berusaha menahan sesuatu yang hendak keluar dari mulutnya dengan meminum segelas air putih.

 

“Sudah lama menungguku?? Mian aku sedikit telat… jalan menuju ke sini ternyata sedikit tersendat…” ucap Kyuhyun yang baru datang dan langsung menghapiri meja mereka. “Jagi… kenapa wajahmu pucat begitu?” tanya Kyuhyun cemas ketika ia melihat ke arah Younghyun.

 

“Hanya sedikit mual, oppa…” jawab Younghyun lesu dan itu membuat Changmin dan Eunyoung menjadi cemas, pasalnya dari tadi Younghyun hanya tersenyum menjawab pertanyaan khawatir mereka.

 

“Kenapa kau tidak bilang padaku dari tadi Hyunnie… ?” tanya Eunyoung sedikit kesal dengan Younghyun.

 

“Seharusnya kau bisa bilang sejak tadi, biar kita pulang lebih awal…” tambah Changmin yang juga dengan nada kesal namun khawatir.

 

“Sudahlah… oppa, kita pulang…” Younghyun memegang keningnya mencoba bangkit dari duduknya tanpa menjawab Eunyoung dan Changmin. Namun seketika tubuh Younghyun oleh ke sisi Kyuhyun di sampingnya.

 

Jagi… !!” Kyuhyun dengan sigap menopang tubuh Younghyun yang sudah tidak sadarkan diri, lalu menggendongnya dan membuat Changmin dan Eunyoung menjadi panik. “Oh, Tuhan… Young-ah, kita harus bergegas kembali ke rumah sakit.” Panik Kyuhyun langsung membawa Younghyun menuju mobil dan ikuti Eunyoung di belakangnya. Changmin pun lantas mengikuti mereka setelah meletakan beberapa lembar uang di meja.

 

“Kyu… Eunyoung-ssi biar ikut mobilku…” ucap Changmin sedikit member saran.

 

“Tidak perlu… Changmin-ah… Eunyoung sudah menjadi tanggung jawabku, lagipula Donghae sudah menunggunya di rumah sakit…” tolak Kyuhyun sambil membaringkan Younghyun di kursi belakang lalu ia memberi isyarat Eunyoung untuk ikut masuk ke dalam mobil.

 

“Tapi… Kyu… aku juga perlu ke rumah sakit…” ucap Changmin setengah memohon karena ia juga begitu khawatir dengan keadaan Younghyun.

 

“Tidak perlu, ada aku, suaminya…” jawab Kyuhyun agak sedikit ketus. Kyuhyun bukan bermaksud demikian, hanya saja pikirannya kini hanya tertuju pada Younghyun dan juga ia sedikit kesal karena tahu kondisi Younghyun  yang kurang baik sejak pagi tapi istrinya itu masih memutuskan untuk ke tempat ini dengan alasan sudah memiliki janji dengan Changmin.

 

Changmin agak tersentak dengan perkataan Kyuhyun, tidak dipungkiri meskipun ia sudah memutuskan untuk merelakan perasaannya tapi ia juga sangat khawatir pada Younghyun. “Baiklah… kabari aku setelah sampai rumah sakit… Eunyoung-ssi… aku mohon” pinta Changmin sambil menatap Eunyoung sebelum ia menutupkan pintu untuk Eunyoung. Tidak lama Kyuhyun melajukan mobilnya meninggalkan Changmin.

 

Di dalam mobil, Eunyoung terus membuat Younghyun tersadar dengan memberikan minyak aroma di dekat hidungnya. Kyuhyun masih mencoba memfokuskan diri menyetir walau sesekali ia menatap kaca melihat Eunyoung yang panik di samping Younghyun yang belum juga sadar. Tiba-tiba ada panggilan masuk ke ponsel Kyuhyun.

 

Ne~ Hae-ya…!”

 

“…”

 

“Kami di jalan menuju rumah sakit, sebentar lagi sampai… bisa tolong kau panggilkan dr.Kim ke ruang UGD secepatnya… Hyunnie… ah… nanti saja ku perjelas, aku sedang menyetir…”

 

“…”

 

“Gomawo, Hae… Annyeong” Kyuhyun menghentikan percakapannya dengan Donghae lalu kembali fokus menyetir dan sesekali masih mengamati kondisi Younghyun dari kaca.

 

Oppa…” lirih Yuonghyun yang sudah mulai kembali sadar namun masih dalam keadaan lemah.

 

“Hyunnie… akhirnya…” Eunyoung sedikit bernafas lega, melihat Younghyun yang bersandar di bahunya mulai membuka matanya. Namun ekspresi Younghyun seketika berubah, keningnya mengerut seperti menahan sakit, tangannya meremas pakaiannya.

 

“Ssshhh… oppa…” lirih Younghyun kembali. Kini ia kembali merasakan kontraksi hebat di perutnya. Kyuhyun yang mencoba tidak panik hanya berusaha menyetir mobilnya secepat mungkin agar sampai di rumah sakit. Eunyoung merengkuh Younghyun dalam pelukannya diusapnya perut Younghyun lembut berusaha menghilangkan sedikit kontraksi yang dirasakan oleh Younghyun.

 

Tidak sampai lima belas menit, akhirnya mobil Kyuhyun sudah berada tepat di pintu masuk ruang UGD. Kyuhyun dengan segera mengangkat Younghyun ke atas brankar yang sudah disiapkan beberapa perawat atas perintah Donghae setelah mendapat kabar dari Kyuhyun. Dan Donghae yang memang sudah menunggu mereka membantu Eunyoung keluar dari mobil lalu memeluk istrinya yang terlihat sedikit shock itu.

 

“Apa yang terjadi?” tanya Donghae pada Eunyoung dalam dekapannya. Eunyoung hanya menggeleng, dan mulai menangis.

 

“Hae… Gomawo…, Young-ah, Hyunnie akan baik-baik saja… tenanglah…” ucap Kyuhyun yang masih berusaha tenang di samping Younghyun yang masih merintih di atas brankar. Donghae mengangguk menatap Kyuhyun sambil mencoba membuat Eunyoung berhenti menangis dengan mengusap punggungnya.

 

Brankar didorong masuk ke ruang UGD, Kyuhyun dengan setia menemani Younghyun. Sedangkan Donghae, ia lebih memilih untuk membawa Eunyoung menuju ruang istirahat dokter untuk enenangkan istrinya itu

 

—————^ Something Happened…… ^—————

 

Sementara itu, Changmin memutuskan untuk pulang, walau pikirannya terus mencemaskan keadaan Younghyun. Sepanjang perjalanan sesekali ia melirik ponselnya, menunggu kabar dari Eunyoung mengenai  kondisi Younghyun. Dengan langkah malas ia turun dari mobil, menuju apartemennya yang berada di lantai tujuh setelah sebelumnya ia memarkirkan mobilnya itu di area parkir.

 

Suara bising dari televisi langsung menyambut Changmin saat ia memasuki apartemen. Dilihatnya Jaejoong sedang bersantai menonton televisi ditemani dengan segelas kopi yang masih mengepul di tangannya.

 

“Kau sudah pulang, Changmin-ah?” tanya Jaejoong tanpa menoleh pada Changmin, karena tanpa melakukan itu-pun Jaejoong sudah tahu siapa yang datang.

 

“Umm” gumam Changmin singkat lalu mendudukan dirinya di samping Jaejoong, merebahkan punggungnya sambil menatap langit-langit ruangan.

 

“tidak biasanya kau pulang secepat ini?” Tanya Jaejoong. Ia mengalihkan perhatiannya pada televisi dan melihat Changmin yang terlihat tak seperti biasanya. Lesu dan tidak bergairah sama sekali. “kau ada masalah?” lanjut Jaejoong sedikit cemas.

 

Changmin menggelengkan kepalanya, kemudian menghela nafas berat. “tidak, hyung… aku malas kembali ke kantor sehabis bertemu Hyunnie……” Sejenak ia terdiam mencoba menutup matanya. “Aisshh… Hyunnie… ” frustasi Changmin, ia mengusap wajahnya dengan telapak tangannya kuat-kuat, mengingat kondisi Younghyun dan juga perlakuan Kyuhyun padanya.

 

“Hyunnie?? Apa sesuatu terjadi padanya?” tebak Jaejoong langsung.

 

“Apa akhir-akhir ini kondisi Hyunnie kurang baik, hyung?” tanya Changmin menatap serius Jaejoong. Mungkin hyung-nya yang satu ini mengetahuinya, karena mereka berdua berada di departemen yang sama.

 

“beberapa hari yang lalu, Kyuhyun bercerita padaku.. akhir-akhir ini, Hyunnie suka mengalami kontraksi berlebihan dan  sering merasa mual… Entah itu hanya kondisi yang dialami ibu hamil atau ada penyebab lain…” Jelas Jaejoong mengenai analisanya.

 

“Iya, aku pikir itu hal yang wajar bagi ibu hamil… tapi tadi Hyunnie tidak sadarkan diri.. aku mengkhawatirkannya Hyung… Setidaknya kalau Hyunnie mengatakan padaku dan Eunyoung lebih awal, aku bisa mengantarnya kembali ke rumah sakit…” keluh Changmin tertunduk, menyesali bahwa dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.

 

Jinjja? Berarti sudah dua kali Hyunnie seperti ini… Padahal aku sudah menyarankan untuk mengambil cuti lebih awal tapi tetap saja…” keluh Jaejoong dengan nada khawatir.

 

“Dia yeoja yang bertanggung jawab, hyung… aku tahu itu… sama seperti dulu, selalu saja ia memaksakan tugasnya tanpa memikirkan dirinya sendiri…” ujar Changmin. “Ahh…Hyunnie, mengapa kau tidak memikirkan bayimu…” geram Changmin.

 

“Sudahlah…aku yakin Kyuhyun bisa mengatasi ini, kau percaya padanya kan? Ia suaminya, Changmin-ah… ia lebih tahu bagaimana menjaga Hyunnie…” Jaejoong menepuk bahu Changmin, ia tahu perasaan Changmin yang tengah mengkhawatirkan Younghyun.

 

“Arrrggghh…” Changmin kembali mengacak rambutnya wajahnya menunjukan kegelisahan dan frustasi.

 

“oiya… Tadi kakek menelfonku… beliau menanyakanmu…” hibur Jaejoong sambil kembali menepuk bahu Changmin.

 

“aku? Tidak biasanya kakek seperti itu?” jawab Changmin ketus. Ia beranjak menuju kulkas mengambil sekaleng minuman ringan.

 

“Loh? Apa ada yang salah ketika seorang kakek menanyakan keadaan cucunya?” heran Jaejoong melihat jawaban Changmin yang demikian.

 

“Ada apa beliau menanyakanku? Apa aku disuruhnya mencari yeoja seperti-mu Hyung?” Changmin kembali duduk di samping Jaejoong, ia rebahkan punggungnya dengan kasar.

 

ck… berhentilah membahas tentang itu…” ucap Jaejoong menatap Changmin seraya memohon.

 

“Eunyoung… aku tahu kau masih memiliki perasaan padanya, hyung…” ucap Changmin santai, namun lagi-lagi Jaejoong berdecak kesal mendengar Changmin mulai mengungkit nama Eunyoung.

 

“Dan Donghae… sepertinya ada sesuatu tentangnya yang belum aku tahu.” Selidik Changmin. “Apa penyakitnya parah? Aku selalu menangkap kekahawatiran pada Eunyoung dan Hyunnie jika membicarakannya… dan tentunya Kau tahu semua itu kan, Hyung?” Changmin terus menanyakan apa yang selama ini diam di kepalanya mengenai Donghae.

 

“Sudah ku bilang itu bukan urusanmu…” jawab Jaejoong dingin.

 

“kalau penyakitnya memang parah, berarti…” Changmin menghentikan ucapannya, ia mengangguk seperti menemukan analisa baru di kepalanya. “Ah, Hyung… sepertinya memang kau datang di waktu yang tepat…” lanjut Changmin.

 

Ya!! Kenapa kau jadi mengurusiku? Berhentilah menganalisa tentang keadaan mereka, dan lebih baik kau hilangkan analisamu terhadap sikap ku pada Eunyoung selama ini…” Jaejoong bangkit dari duduknya menatap Changmin dengan kesal.

 

Hyung, aku peduli padamu… aku tahu, Kim Jaejoong seperti apa? Dan aku juga memahami perasaanmu… jadi ku harap kau jangan menjadi seseorang yang bodoh sepertiku…” Changmin ikut bangkit dan mulai menaikan nada bicaranya pada Jaejoong.

 

“Tahu apa kau? Biarkan aku mencintainya dengan caraku sendiri…” Jaejoong kembali menaikan nada bicaranya, ia tidak suka Changmin yang sepertinya sudah mulai mencampuri urusannya.

 

“Ah, terserah padamu, aku sudah cukup baik selama ini memperdulikanmu, hyung…” ujar Changmin dengan nada menyidir.

 

“Maksudmu?” Jaejoong mengerutkan keningnya tanpa membuang raut kesal di wajahnya. “Oke… lebih baik aku kembali ke Amerika, agar kau tidak perlu memperdulikanku dan mencampuri urusanku lagi Shim Changmin!!” Jaejong bergegas masuk ke kamar sementara Changmin merasa acuh.

 

Tidak lama, Jaejoong keluar dari kamar dengan menyeret koper miliknya. Tanpa pamit pada Changmin, Jaejoong segera meninggalkan apartemen. Changmin masih terdiam acuh, meneguk minuman kaleng miliknya dengan santai tanpa menoleh sedikit pun ke arah pintu yang baru saja ditutup cukup kasar oleh Jaejoong.

 

 

To be continued………

16 thoughts on “[FF Freelance] Our Love Story (Part 9)

  1. Ooohh so sweet bgt perlakuan kyu pd istrinya dgn memangku younghyun menuju kmr kemo nya donghae^^..
    Dr kmrn2 aku smpt menaruh curiga klo younghyun mengidap suatu penyakit, pasalnya kontraksinya slalu b’lbhn, tdk setenang eunhyoung. Eh baca part ini malah makin menguatkan dugaanku. Oh ya, tadinya kukira jaejoong n changmin hanya numpang lewat, ternyata karakter msg2 jg sangat kuat.
    Btw, tampaknya duet penulis nya sdh sgt mahir y membuat ff? Jujur aku blm baca part2 awal, aku baru baca pas bagian eunyoung marah dan cuek sm younghyun krna menyembunyikan ttg sktnya donghae. Stlh membaca k sini2nya, aku ngeliat setiap karakter trs mengalami perubahan (tentunya ke yg lbh baik), bahkan setiap part memiliki alur yg rapih dan terkonsep, dr konflik kemarahannya eunyoung pd younghyun (tegang), penyelesaian masalah (kembali damai/tenang), skrg muncul lg kekhawatiran lain. Jd semua karakter bnr2 mendpt porsi yg sama penting/ balance. Bahkan tanpa baca part awal2nya pun para pendatang/ pembaca (readers) tetap bs mengikuti alur cerita ff ini.
    Pokoknya aku mau blg klo kolaborasi 2 author ini bnr2 DUET MAUT banget, tingkatkan trz y imajinasi kalian^^ <– mau koment aja ribet n berbelit2 y? Ya pokoknya inilah ungkapan hatiku untukmu (authors) hihi

  2. Jeongmal Kamsahamnida, Jiya-ssi… *bow*

    terharu sama ungkapan hati kamu, baru kali ini readers readff yg meninggalkan jejak spt ini ^^

    Kalo boleh jujur, aku masih baru banget terjun di dunia tulis menulis FF, yang pertama berjasa mengenalkan FF ya teman duet aku,, alias Missdorky 😀 pertama sering baca, terus coba nulis, ya yang paling penuh konsentrasi ya cerita ini 😀

    Seneng deh kamu bisa nangkep cara kita nulis, memang ide awal kami (aku dan missdorky) mau menampilkan sesuatu yang beda dari ff romance kebanyakan, dari cerita awal yg sederhana, tapi kami coba kemas dengan baik dengan maksud tidak membosankan karena ceritanya sekali lagi terlalu sederhana… makanya konsep alur kita buat demikian hehe 😀 semoga semaik ga bosen ke sana nya sampai ending… amiiiiin….

    mmm… klo balance karakter, kami masih perlu belajar, khususnya aku yg masih awam, tp memang ini justru yg memang ingin kita tujukan “Our Love Story” >>> kisah mereka… semua diusahakan dapat porsi yang sama, semoga seterusnya demikian.. ^^

    untuk part awal, ada kok, di search aja di blog ini…. harap maklum kami mengirimnya kadang ga menentu… mianhae admin, sedikit merepotkan….

    Sekali lagi, Jeongmal kamsahamnida, Jiya-ssi, komentar kamu sangat berguna bagi kita dalam menulis cerita lain…

    Oia, admin Lee Tae Ri, salam kenal, Jeongmal kamsahamnida juga udh menerima FF kita dan di publish…. Mianhae juga kalau kirim nya rada2 telat 😀

    Last word…
    Kamsahamnida
    to you and admins

    me n missdorky

  3. Salam kenal Jiya-ssi… aku salah satu penulis FF ini.. 🙂
    Huwaaa~ jujur aku sama kaya littleyounghae… terharu bgt, komen kamu ngena bgt di hati kami…. kami sbnr-nya masih penulis baru,, maka dr itu kami butuh masukkan untuk memperbaiki kekurangan kami dan komen dari kamu ini membuat kami semakin semangat untuk menyelesaikan FF yang sangat sangat sederhana ini dari segi ide cerita…. karena mungkin di luar sana banyak beredar FF dengan ide cerita yang seperti ini…

    Umm sepertinya semua yang mau aku sampaikan sudah terwakilkan oleh littleyounghae…. Jeongmal kamsahamnida Jiya-ssi komen kamu mempunyai banyak arti buat kami *bow* 🙂

    Oiya Jeongmal kamsahamnida juga buat Admin Lee Tae Ri yang udah mem-publish FF Our Love Story… Salam kenal, Admin… 😀

    • jae changmin ya chingu? mmm… biar seru, kan ada konflik, *jawaban macam apa ini?* hehe ^^ nnt akan kejawab di chapter2 selanjutnya 😀

      Gomawo masih mau baca dan meninggalkan jejaknya ^^

      me n misdorky

    • Younghyun… mmm… nanti di chapter selanjutnya juga terjawab, chingu… chap 10 udh rilis lho.. hehehe 😀

      kami mencoba memperlihatkan chara kyuhyun yang berbeda di sini, mesipun beda nya cuma dikit ky’a ya…

      Gomawo mau baca dan meninggalkan jejak ^^

      me n missdorky

  4. ª∂ª apa dengan kandungan younghyun,,??? Hanya kontraksi biasa ato dia punya penyakit lain????
    Haduh penasaran and makin rumit ya??
    Ditunggu buat part selanjut’a,,,

  5. huwaaa… intinya saya dan missdorky say thanks a lot to all reader yang masih appreciate Our Love Story…

    mmm… semuanya penasaran sama Hyunnie ya? Hyunnie nanti… tunggu di chapter selanjutnya 😉
    mian, kalo cerita ini jadi rumit begini, kita mengemasnya supaya menarik, semoga ga bosen ya sampe ending 😀

    Gomawo semua yang udah meninggalkan jejaknya ^^

    me n missdorky

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s