DIA (Part 1)

Annyeong, Nia kembali lagi tapi dengan FF baru, kalau lanjutan FF yang kemarin masih dalam proses #hehehe. Kali ini aku pakai cast Daemin couple kesukaanku.

Happy Reading…

Image

Title : DIA

Author : Kurnia8

Main Cast : Kang Daesung (Big Bang) as Kang Daesung
Gong Minji (2NE1) as Gong Minji / Minzy

Other Cast : Janey (GP Basic) as dongsaeng Minji, Janey
CL / Lee Chaerin (2NE1) as sunbae Minji, Lee Chaerin
TOP / Choi Seunghyun (Big Bang) as dr. Choi
Seungri / Lee Seunghyun (Big Bang) as teman band Daesung, Seungri

Dia… suaranya sangat merdu, dia… senyumnya sangat manis, dia… cinta pertamaku.

Minzy POV

“Unnie… ayo kita menonton lomba menyanyi itu…” rengek Janey dengan menarik – narik tanganku.
“Tonton sendiri saja…” jawabku ketus.
“Ayolah Minzy unnie…” rengeknya lagi masih dengan menarik tanganku, akhirnya dengan sedikit terpaksa aku pasrah mengikutinya.
Saat aku dan Janey sampai di depan panggung perlombaan, ada seorang namja yang sedang bernyanyi dengan suara yang sangat fals #lol.
“Jelek sekali suaranya.” Bisikku kepada diriku sendiri.
“Janey… ayo kita pergi dari sini, dengar suaranya… bisa-bisa telinga kita tuli.” kataku kepada dongsaengku.
Aku membalikkan tubuhku bersiap akan pergi dari tempat itu, tapi langkahku terhenti ketika aku mendengar suara yang sangat – sangat merdu di atas panggung tadi. Rupanya peserta berikutnya mulai tampil, peserta yang ini juga seorang namja tapi suaranya berbanding terbalik dengan peserta yang aku lihat sebelumnya. Aku terpaku mendengar suara emas itu.
Aku berbalik lagi melihat panggung. Namja yang sedang bernyanyi itu tersenyum ke arah penonton, kedua matanya membentuk bulan sabit seolah-olah matanya itu ikut tersenyum. Entah mengapa aku menjadi ikut tersenyum melihatnya.
“Bagus ya unnie…” Kata Janey setelah namja itu selesai bernyanyi.
“Ne” jawabku pelan dengan masih melihat ke arah panggung sampai namja itu menghilang ke belakang panggung.
“Sekarang kita pulang unnie… sepertinya lombanya sudah selesai.” Kata Janey dengan (lagi-lagi) menarik tanganku.

—————————————————————————————————————————-

Daesung POV

Beberapa jam lalu…
“Daesung-ssi, kau mau kemana?!” Teriak seorang perawat ketika melihatku berlari keluar dari kamarku. Aku hanya melambai kepadanya tanpa berhenti berlari.
Setelah 30 menit aku naik bus, akhirnya aku sampai di tempat ini. Aku sudah lama ingin mengikuti lomba menyanyi ini.
***
Akhirnya aku sudah menyanyikannya dengan baik, dan sepertinya para penonton dan para juri menyukaiku.
“Daesung-ssi…” Panggil seseorang, ternyata perawat tadi…
Saat aku bersiap untuk menghindar, lenganku sudah dipegang oleh dua orang perawat. Para perawat itu menarikku masuk ke dalam mobil dan membawaku kembali ke rumah sakit.
***
Sesampainya di rumah sakit…
“Daesung-ssi, saya sudah pernah mengatakan bukan… bahwa anda tidak boleh sembarangan pergi dari rumah sakit.” Dokter Choi mulai mengomel lagi. Ya… aku sangat sering pergi dari rumah sakit tanpa ijin dan sering mendengar omelan dokter ini.
“Ne , ne… mian dokter…” Kataku dengan senyum nakalku.

—————————————————————————————————————————-

Minzy POV

Sudah satu minggu berlalu, dan sampai sekarang aku masih belum bisa melupakan suara dan senyuman namja itu. Suaranya bagaikan suara surga dan senyumnya seperti senyuman malaikat #lebay. Apa ini ya yang namanya cinta pada pandangan pertama #halah.
Saat aku sedang memikirkan namja bersuara surga itu, tiba – tiba ada seseorang yang menepuk pundakku.
“Ya!! Gong Minji, apa yang sedang kau pikirkan?” ternyata orang itu adalah Lee Chaerin, sunbaeku di klub basket.
“Chaerin unnie….., Ani… aku tidak sedang memikirkan apa-apa.” jawabku.
“O ya Minji, nanti sepulang sekolah aku dan anak – anak basket akan menjenguk Mr. Kim di rumah sakit, apa kau mau ikut?” Lee Chaerin unnie mengajakku menjenguk pelatih basket kami yang sedang dirawat di rumah sakit.
“Tentu saja aku ikut…” jawabku dengan semangat.
***
“Baiklah Mr. Kim, kami pamit dulu. Semoga segera sehat…” Aku dan Chaerin unnie berpamitan kepada pelatih kami. Tadi teman – teman kami sudah berpamitan terlebih dahulu.
“O iya, apa kau mau menemaniku menemui seseorang?” tanya Chaerin unnie ketika kami sudah diluar kamar Mr. Kim.
“Seseorang siapa unnie?” aku balik bertanya ingin tahu.
Tiba – tiba kami mendengar teriakan seseorang…
“Ya!!! Daesung-ssi!!! Mau kemana kau?!” Aku melihat seorang dokter mengejar seorang namja yang mungkin adalah pasiennya yang sedang berusaha melarikan diri.
Akhirnya dokter itu berhasil menangkap pasien nakalnya itu. Dia menarik tangan pasiennya dan melewati kami. Tiba – tiba dokter itu berhenti dan menoleh ke arah Chaerin unnie dan pasiennya itu ikut menoleh.
“Lee Chaerin…, sedang apa kau disini?” rupanya dokter itu mengenal Chaerin unnie.
“Seunghyun oppa…, kupikir oppa tidak melihatku barusan. Aku baru saja menjenguk pelatih basketku yang dirawat di sini.” Jawab Chaerin unnie dengan memberiku isyarat untuk ikut menghampiri dokter itu.
Ketika Chaerin unnie dan dokter itu mengobrol, aku melirik ke arah si pasien yang sedang memainkan kakinya dengan bosan.
“Sepertinya aku pernah melihatnya…” pikirku. Setelah aku pikir – pikir, aku ingat namja ini adalah namja bersuara surga yang waktu itu kulihat. “Kenapa dia ada di rumah sakit ini? Sakit apa dia? Dia tidak seperti orang sakit…” Aku bertanya – tanya dalam hati.
“Baiklah Seunghyun oppa, aku dan temanku harus segera pulang. Besok kita sambung lagi.” Chaerin unnie berpamitan kepada dokter itu. Kemudian dia menarik tanganku untuk pergi dari tempat itu.
Sebelum aku dan Chaerin unnie benar – benar jauh, aku sempat menoleh ke belakang dan melihat dokter itu memukul kepala pasiennya dan pasiennya itu sedikit meringis dengan mengelus – elus kepalanya, kemudian dokter itu kembali menarik pasiennya.

—————————————————————————————————————————-

Daesung POV

I’m still alive… i’m still alive #intro alive big bang , nada dering Hpku berbunyi nyaring.
“Yobseo…” aku mengangkat Hpku.
“Yobseo… Daesung hyung apa kau akan ikut latihan?” suara Seungri, teman bandku, terdengar di seberang telepon.
“Ne… tentu saja aku ikut, lima belas menit lagi aku sampai.” jawabku.
“Ok, kami tunggu.” kata Seungri.
Aku mulai mengendap – endap keluar dari kamarku. Aku menoleh kanan dan kiri, aman , aku harus segera pergi sebelum ada yang melihatku.
Tiba – tiba di belakangku terdengar teriakan dr. Choi.
“Ya!!!Daesung-ssi!!!Mau kemana kau?!” dr. Choi mengejarku.
Aku mencoba berlari sekuatku, tapi dr. Choi berhasil menangkap tangan kananku. Dia menarikku untuk kembali ke kamar.
Tiba – tiba dr. Choi menghentikan langkahnya, kemudian dia menoleh ke belakang masih dengan menggenggam tanganku.
“Lee Chaerin…, sedang apa kau disini?” Tanya dr. Choi kearah dua Yoeja yang berdiri di belakang kami.
“Seunghyun oppa…, kupikir oppa tidak melihatku barusan. Aku baru saja menjenguk pelatih basketku yang dirawat di sini.” Jawab Yoeja itu dengan menghampiri dr. Choi diikuti oleh Yoeja di sebelahnya.
Tidak aku sangka dr. Choi dan Yoeja yang dipanggil Lee Chaerin itu mengobrol sedikit lama, membuatku bosan. Saat aku menggerak – gerakan kakiku dengan bosan, aku merasa Yoeja di sebelah Lee Chaerin terus memperhatikanku. Sekilas aku melirik Yoeja itu, “sepertinya aku pernah melihatnya” pikirku.
“Baiklah Seunghyun oppa, aku dan temanku harus segera pulang. Besok kita sambung lagi.” Akhirnya dr. Choi dan chingunya itu selesai mengobrol. Lee Chaerin berpamitan dan menarik Yoeja di sebelahnya itu.
“Apa itu yoejachingu dr. Choi?” Tanyaku kepada dr. Choi, bukannya menjawab dia malah memukul kepalaku dan kembali menarikku.
***
Sesampainya di kamar, aku segera menelpon teman bandku Seungri.
“Seungri-ya, aku tidak bisa latihan sekarang.” kataku di telpon.
“Kenapa Daesung hyung?” Tanyanya di seberang telpon.
“Seperti biasa… umma-ku minta ditemani belanja.” bohongku.
Memang selama ini tidak ada yang mengetahui bahwa aku sebenarnya sedang sakit dan harus dirawat di rumah sakit, bahkan orangtuaku yang sedang berada di luar negeri pun tidak mengetahuinya.

—————————————————————————————————————————-

Minzy POV

“Unnie… dari mana saja kau?” tanya adikku Janey saat aku baru masuk ke rumah.
“Menjenguk pelatih basketku di rumah sakit.” jawabku.
Aku jadi teringat kepada namja bersuara surga itu. “Kenapa dia ada di rumah sakit itu? Apa dia sakit? Atau dia hanya seorang pengunjung?” otakku dipenuhi dengan keingintahuanku.
“Ya!!Unnie!! Apa kau mendengarkanku?” Janey membuyarkan lamunanku.
“Mian… apa yang kau katakan?” aku balik bertanya.
“Aku lapar Unnie… dan kau belum memasak apapun.” rengek Janey dengan memegang perutnya.
Sudah tiga tahun aku dan Janey tinggal sendiri, karena orangtua kami sudah meninggal akibat kecelakaan mobil. Jadi aku sudah terbiasa memasak untukku sendiri dan Janey adikku. Sedangkan untuk biaya hidup, aku bekerja sambilan setiap malam sebagai penyanyi kafe.
***
Setelah selesai membereskan rumah dan menemani Janey tidur, aku berangkat bekerja.
“Hari ini kafe tempatku bekerja, dibooking untuk acara pesta ulangtahun, jadi mungkin aku akan pulang lebih malam dari biasanya” pikirku.

—————————————————————————————————————————-

Daesung POV

Sore tadi, saat aku menelpon Seungri untuk mengatakan kalau aku tidak bisa latihan, Seungri mengundangku untuk datang ke pesta ulang tahunnya yang diadakan malam ini di kafe Pelangi. Itu berarti aku harus bersiap – siap sekarang, semoga saja kali ini aku tidak tertangkap oleh dokter atau perawat.
Aku megendap – endap keluar dari kamar dan melihat ke segala arah untuk memastikan bahwa tidak ada yang melihatku. Akhirnya aku bisa keluar dari rumah sakit ini tanpa ada yang melihat.
Aku segera memanggil taksi dan segera menuju ke kafe itu.
***
“Daesung hyung… kupikir kau tidak akan datang.” Seungri lansung menyambutku.
“Selamat ulang tahun Seungri-ya, maaf aku tidak membawa hadiah.” Kataku.
“Tidak apa – apa hyung, kau datang pun aku sudah senang.” jawabnya.
Kulihat pesta ulang tahun ini cukup meriah. Banyak sekali yang hadir, selain teman – teman bandku yang lain, teman – teman Seungri yang tidak kukenal pun banyak.

—————————————————————————————————————————-

Minzy POV

Entah mengapa rasanya aku lebih berdebar, mungkin karena yang akan menontonku lebih banyak dari biasanya. Dengan berusaha menahan debaran jantungku yang berlebih, aku naik ke atas panggung.
“Selamat malam hadirin sekalian… saya Minzy, saya akan menyanyikan sebuah lagu khusus untuk pesta ulang tahun Seungri-ssi.” Sapaku kepada para hadirin yang ada di hadapanku. Dan aku mulai bernyanyi…

Remember those walls I built?
Well, baby they are tumbling down
And they didn’t even put up a fight
They didn’t even make a sound
I found a way to let you in
But, I never really had a doubt
Standing in the light of your halo
I got my angel now

It’s like I’ve been awakened
Every rule I had, you break it
It’s the risk that I’m taking
I ain’t never gonna shut you out!

Everywhere I’m looking now
I’m surrounded by your embrace
Baby, I can see your halo
You know you’re my saving grace
You’re everything I need and more
It’s written all over your face
Baby, I can feel your halo
Pray it won’t fade away

I can feel your halo
I can see your halo
I can feel your halo
I can see your halo
Halo, ooh ooh….. (Halo by Beyonce)

—————————————————————————————————————————-

Daesung POV

“Bagus ya suaranya…” komentar orang – orang ketika menyaksikan penampilan Yoeja yang ada di atas panggung itu.
Bukan hanya orang – orang itu saja yang mengaguminya, aku pun juga sangat menikmati penampilannya.
Tapi, bukankah itu Yoeja yang bersama Lee Chaerin, teman dr. Choi itu? Aku melihat wajahnya lagi, ternyata memang benar itu Yoeja yang tadi kulihat di rumah sakit.
“Hyung… maukah kau menyumbangkan suaramu untuk pestaku ini?” Seungri sedikit mengejutkanku.
“Oh… tentu saja, aku akan bernyanyi untukmu.” jawabku dengan berjalan ke arah panggung.
Aku melihat Yoeja itu sedikit terkejut melihatku berada di pesta ini dan sekarang akan naik ke panggung tempatnya tampil tadi. Aku hanya tersenyum sekilas ke arahnya. Yoeja itu membalas senyumanku dan turun dari panggung.
Aku duduk di depan piano kemudian mulai memainkan piano itu dan bernyanyi …

Oh
Yeah
Mmmm

I’d wait on you forever and a day
Hand and foot
Your world is my world
Yeah
Ain’t no way you’re ever gon’ get
Any less than you should
Cause baby
You smile I smile (oh)
Cause whenever
You smile I smile
Hey hey hey

Your lips, my biggest weakness
Shouldn’t have let you know
I’m always gonna do what they say (hey)
If you need me
I’ll come right there
From a thousand miles away
When you smile I smile (oh whoa)
You smile I smile
Hey

Baby take my open heart and all it offers
Cause this is as unconditional as it’ll ever get
You ain’t seen nothing yet
I won’t ever hesitate to give you more
Cause baby (hey)
You smile I smile (whoa)
You smile I smile
Hey hey hey
You smile I smile
I smile I smile I smile
You smile I smile
Make me smile baby

Baby you won’t ever work for nothing
You are my ins and my means now
With you there’s no in between
I’m all in
Cause my cards are on the table
And I’m willing and I’m able
But I fold to your wish
Cause it’s my command
Hey hey hey

You smile I smile (whoa)
You smile I smile
Hey hey hey
You smile I smile
I smile I smile I smile
You smile I smile
Oh

You smile I smile

You smile I smile (U Smile by Justin Bieber)

Orang – orang bertepuk tangan setelah aku selesai bernyanyi, termasuk Yoeja itu yang masih berdiri di samping panggung.
Saat aku akan berdiri dari kursi piano, tiba – tiba aku merasa perutku sangat sakit. Tapi aku memaksakan diri untuk berdiri dan segera turun dari panggung. Aku langsung menuju ke belakang panggung, tapi aku sudah sangat tidak kuat menahan sakit perutku. Kepalaku pun mulai terasa berputar – putar dan semuanya berubah gelap.

—————————————————————————————————————————-

Minzy POV

Namja itu… dia ada di sini… dan sepertinya dia akan bernyanyi. Dugaanku benar namja bersuara surga itu naik ke atas panggung dan meraih mic kemudian duduk di depan piano. Dia mulai bernyanyi dengan bermain piano.
Suaranya benar – benar indah, dan permainan pianonya pun sangat indah. Aku semakin kagum dengan namja itu.
Semua orang memberikan tepuk tangan untuk penampilannya yang luar biasa.
Tapi kenapa dia menuju ke belakang panggung? Sepertinya ada yang aneh dengan keadaannya.
Aku pun mengikutinya. Aku melihat dia berjalan dengan linglung dan dia… terjatuh… bukan, dia pingsan…
“Hei, kau kenapa?” Aku berlari kecil ke arahnya. Aku melihat di dahinya mengalir keringat deras dan tangannya sedang memegang perutnya, tapi sekarang dia… tidak sadarkan diri.
“Bagaimana ini…?” Aku panik melihat namja itu tidak sadarkan diri.

tobecontinue

10 thoughts on “DIA (Part 1)

  1. anneyong, thoooooor! Saya new reader di sini. Setelah cari2, ternyata ada juga YG stan di sini. Fiuuuuh, lega… *Psst secara aku cuma suka baca FF yg ada YG artis nya aja, hehe (habis susah sih carinya di sini)

    waaaah,unnie part 1nya aja uda mangstaaab! Daemin couple juga favorit ku loo *setelah Alien couple dan SkyDragon pastinya, kekeke 🙂
    dan lagi, ada Jeaney ny GP Basic pula, emang mirip Minji sih sma2 jago ngerap dan dance 🙂

    btw, itu Daesung sakitnya apaaaaan? kok jdi pasien kabur2 melulu? berasa pasien sakit jiwa aja #plak
    oh no, hawa2nyab drama bgt nih #asikasik

    oke keep it up, thor! kutunggu kealnjutannya!

    *nb: kyaaaaaa!!! ituuuuu mau dong dirawat sma Dr. Choi juga. awawawaw ❤ ❤

    • Annyeong… gomawo dah baca dan dah coment… ^_^
      Aku aja masih mikir, Daesung sakit apa? #gubrak
      ditunggu aja ya lanjutannya…
      Aku juga mau dirawat dr.Choi yang ganteng itu #halah

  2. Anyeong aku readers baru salam kenal^^ Waaahhh fanfic YG aku suka aku suka^^
    tp itu daesungssi kenapa?? jd penasaran,,
    di tungg lanjtnya^^

  3. Waw surprise banget ni, bener kt chingu yg di atas, jarang2 bahkan susah banget nemuin ff nya YG fams.
    Btw alien couple n skydragon apa’an? Aku tau nya couple daragon doank, hehehe bahkan baru tau jg ni ada couple daemin stlh baca ni ff.

    Makasih byk buat author, pasti sm2 VIP ni, xixi

    Penasaran dae skt apa sampe2 di jagain ketat gitu sm dktr n para perawatnya.

  4. annyeong , aku reader baru ,
    daebak daebak suka bgt deh sama daemin couple+ ceritanya pastinya
    jarang jarang baca ffnya daemin TT TT

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s