Good Readers (2 of 2)

Author : awsomeoneim

Genre : Romantic, Supranatural

Cast :

Main Cast :

ü  Park Sanghyun a.k.a Thunder MBLAQ

ü  Lee Sang Mun

Figuran :

ü  Lee Gi Chan

ü  Bang Cheol Yong a.k.a MIR MBLAQ

ü  GO MBLAQ

ü  Lee Joon MBLAQ

ü  Lee Hongki FT Island

ü  Others

Annyeong haseo GOOD READERS yang TERHORMAT, dan SILENT READERS yang TERKUTUK!! #evillaugh

Dengan segenap jiwa raga merah putih Indonesia Jaya Indonesia Merdeka Indonesia Raya, author menyelesaikan FF part 2 of 2!! #lebay

AYO SIAPIN LAP MOBIL, KAIN PEL BEKAS, KORAN, ATAU APALAH KARENA INI ENDING, DAN AUTHOR SANGAT AMAT INGIN BIKIN READERS NANGIS!! #entahberhasilatautidak

v So, nikmati, keep reading, and Keep comment! \^_____^/

AWAS!! JIKA ADA YANG BERNIAT MEMPLAGIAT, AYO TANDING LAWAN AUTHOR LARI MARATHON SAMPE PLATO!!

Thunder POV.

Sudah seminggu ini aku tidak menemui Lee Sang Mun. Jadwalku sangat padat, dari tugas mencabut nyawa sampai melatih Scheduler-scheduler muda. Disinilah aku sekarang.. duduk lelah di sebuah kedai kecil dan menyangga kepalaku dengan botol minuman dingin yang tadi kubeli. Untuk basa-basi, kan tidak enak mampir di kedai hanya untuk berdiam diri {bertapa} (?)

*Our Tired Thunder*

Daya pandang mataku membaik drastis saat melihat siapa yang barusaja memasuki kedai ini. Lee Sang Mun.

“Annyeong,” sapaku setelah aku mengangkat kepala dan menegakkan punggungku.

“Eh, Ne.. annyeong,” ia tersenyum sekilas padaku, lalu berjalan kearah kulkas minuman.

‘Hanya menyapa? Dia tidak mau ngobrol denganku?’ keningku mengerut sambil menatapnya yang sedang membayar belanjaannya.

Seulas senyum ia tampakkan sebelum melewatiku lalu berjalan menjauh, keluar dari kedai. Apakah aku salah lihat? Mereka orang yang berbeda? Wajahnya sangat mirip… Itu pasti benar Lee Sangmun, tapi aku lihat ia sedikit berbeda memang…

Hongki POV.

Aigoooo~ Kenapa kesalahan seorang manusia bisa menewaskan 10 orang lainnya?? Waktuku jadi terkuras sebanyak 2 jam untuk mengurusi kasus kematian-kematian ini di pengadilan.

Padahal aku berencana menggali fosil T-Rex di kedalaman 1 Juta Kilo meter sekitar daerah Texas, tapi rencanaku gagal total!  *author sarapnya mulai kumat, hati-hati~*

Aku melihat G.O. sedang duduk termangu di ruang santai, sendirian. Sepertinya sedang berpikir dalam. Dia seorang scheduler yang bekerja di pengadilan.

*GO scheduler di pengadilan (?)*

“GO, kenapa kau sendirian? Kemana Thunder?” tanyaku sambil duduk di sampingnya. Biasanya ia bersanding dengan sohib sehidup sescheduler jeniusnya itu, tapi sekarang ia seorang diri.

“Entahlah hyung… Dia bilang dia sedang sibuk. Mungkin masih jalan-jalan di Seoul, biasalah.. dia kan memang sukanya keluyuran (?)” Dia tetap pada posisinya, tidak bergerak sesentipun.

“Berarti semua scheduler sedang sibuk~ Aku menangani 11 kasus kematian, barusaja selesai..huh, melelahkan,” aku menyandarkan punggung pada meja terdekat.

“Ya, begitu banyak data kecelakaan yang kuterima hari ini,” dia tampak mengalihkan perhatian pada tumpukan kertas di atas mejanya, “Tapi… ada 1 kasus langka yang mampir ke kantorku hari ini.”

“Kasus langka?” Aku sedikit tertarik dengan topiknya dan mengurungkan niat untuk memejamkan mata.

“Ne..” GO berjalan ke arah mejanya, memilih-milih tumpukan dokumen di mejanya, lalu menyerahkan sebuah map padaku, “Coba hyung baca sendiri,” ujarnya lalu kembali duduk di tempatnya semula.

Aku meneliti dengan seksama laporan itu, lalu menatap GO yang menanti responku, “Ini… ” aku tidak mampu berkomentar.

“Benar-benar langka, kurasa ini ada hubungannya dengan Thunder,” wajahnya sangat serius saat ini.

“Tidak GO, ini memang 100% ada hubungannya dengan Thunder… Lalu, apa yang akan pengadilan lakukan untuk menindak lanjuti hal ini?” aku kembali menatap laporan yang masih kupegang.

GO menunduk diam, 2 menit keheningan menguasai ruangan ini, barulah kemudian suara GO terdengar kembali, “Molla~ Aku akan bicarakan dulu dengan Thunder. Kuusahakan agar pengadilan membiarkan aku menangani kasus ini.”

“Ini bukan masalah besar, tapi akan menjadai sangat berbahaya jika Hakim Tertinggi tau,” aku menutup map itu, memandanginya sekilas baru kemudian mengembalikan pada GO, “Aku tidak berniat menakut-nakutimu, hanya memperingatkan kalau kau harus bertindak cekatan, arra?”

“Pasti, hyung.” Ia menerima map itu dengan tatapan datar.

“Baiklah, aku harus pergi lagi. Semoga berhasil, GO!” Aku tersenyum sekilas untuk member semangat sebelum membalikkan badan dan pergi dari ruangan beraura abu-abu (??) itu.

*Lee Hongki as Scheduler*

Sebelum menutup kembali pintu ruangan GO, kulihat ia sedang mendengus lelah. Jeezzz… Lee Sang Mun, seperti apa dia sampai bisa menyeret Thunder dalam masalah selangka ini?

MIR POV.

Yeoja chinguku bertampang suram sejak tadi pagi. Ah~ Pasti karena Sang Mun kehilangan ingatannya! Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak betah melihatnya melamun saat jam istirahat, berjalan seperti mayat hidup dengan tatapan kosong sepanjang koridor, dan meletakkan kepalanya untuk yang ke 15 kalinya saat pelajaran di dalam kelas.

“EHM, Kau sedang memikirkan apa, nona Gi Chan?” ujarku dengan nada berat khas songsaenim setelah songsaenim yang sebenarnya keluar kelas karena jamnya sudah berakhir.

“E..Ah.. Songsaenim..aku..aa…” ia gelagapan dan reflek mengangkat kepalanya, detik selanjutnya ia sudah memeberiku double jitakan di kepalaku, “ARGH! Kau, ternyata!!”

*Baru jam pulang sekolah udah ngga berbentuk dasinya #cerewet*

“Kau sih melamun saja dari pagi, tidak capek memangnya?” aku mengelus kepalaku, takut benjol gara-gara jitakan dari tangan baja yeoja ini.

“Aniyo, ini sangat menyenangkan,” ujarnya cuek sambil kembali ke posisi awal.

“YYA! Kau mau tidur disini hm? Kajja kita pulang, dongsaengmu pasi sudah menunggu di rumah.” Aku menarik paksa lengannya yang ditumpuk nyaman untuk kepalanya.

“AIGO!! Iya, Saengku!” Lagi-lagi ia bergerak dengan cepat bangkit dari bangku lalu mencangklong tas dan pergi keluar kelas.

‘Aish, yeoja ini…’ aku menggerutu kecil lalu segera menyusulnya yang sudah sangat jauh.

“Kenapa Sang Mun bisa kehilangan ingatannya?” Aku mengajaknya bicara sambil menyetir.

*MIR’s Car -> BMW Vision Efficient Dynamics Hybrid 4*

“Hubungannya dengan arwah akhir-akhir ini sangat jarang, dan aku sudah memberitaumu kan apa akibatnya jika ia jarang berkomunikasi dengan arwah, sebagai Good Reader?” tatapan Gi Chan tampak muram.

“Ne~ Aku masih ingat. Tapi.. bukannya ia akan… meninggal jika tidak membaca pikiran arwah sama sekali?” aku berusaha sehati-hati mungkin menanyakannya. Jeezzz… seandainya saja kemampuanku bisa diterapkan pada manusia, aku tidak perlu repot-repot bertanya -____-“

“Itu juga yang aku bingungkan..” ia tampak lebih bersemangat membahas hal ini, ooh~ dia membutuhkan teman berdiskusi.

“Tapi.. perilakunya memang agak berbeda. Sang Mun yang biasanya sangat cerewet, hyperaktif, tapi beberapa hari ini ia sangat pendiam dan lebih banyak membaca buku dibanding bermain basket / main game.” Gi Chan mengingat dengan seksama kelakuan dongsaengnya, “Mungkin akibat dari hilang ingatannya itu…”

“Apakah cara mengembalikan ingatannya sama seperti mengembalikan ingatan pada orang yang terkena amnesia karena kecelakaan?” Selidikku sambil tetap berkonsentrasi menyetir.

“Kurasa tidak.. Kemarin aku membawanya ke dokter, tapi dokter bilang tidak ada masalah dengan otaknya maupun saraf lainnya. Normal semuanya, tidak seperti orang yang terkena amnesia,” Gi Chan bersandar lesu pada jok mobil.

“Kalau bukan hilang ingatan… apakah ia… kehilangan sebagian jiwanya?” tebakku setelah mendengar pernyataannya.

“Kehilangan sebagian jiwanya? Maksudmu Sangie..” Ia menoleh segera padaku.

“Mungkin sebagian jiwa Sangie yang meninggal, entah itu jiwa Normal Human / Good Readernya,” lanjutku saat mobilku berhenti tepat di depan rumah keluarga LEE.

Tatapan Gi Chan benar-benar bulat padaku sekarang, tatapan yang mengisyaratkan sebuah pertanyaan, ‘Kau sedang bercanda, MIR?’

Sang Mun POV.

Ini hari ketiga aku berada di sini, katanya ini rumahku, dan namaku Lee Sang Mun. Oh God, benar-benar pagi yang sial hari itu! Bagaimana bisa aku bangun dan tidak ingat apa-apa. Sangat menyusahkan!

Aku sudah mengelilingi kamar yang kutempati ini ribuan kali, tapi tidak kunjung mengingat apapun. Kuputuskan untuk duduk di tempat tidur, dan meraih sebuah buku tulis di meja belajar.

Buku itu penuh coretan, dan ada nama Park Sang Hyun, Thunder, Sang Mun, dll. Aku tidak kenal mereka, kecuali Sangmun, katanya itu namaku. Baru sebentar membolak-balik halaman yang ada di sana, tiba-tiba ada seorang namja berdiri di hadapanku, tersenyum samar.

*Penampakan awal Lee Joon (?)*

“Annyeong Sang Mun ssi,” ia menunduk rendah.

“Annyeong… nuguseyo?” tanyaku sambil meletakkan buku tadi di sampingku.

“Naneun Lee Joon imnida,” kini senyumnya tampak lebih jelas dan manis, “Aku akan mengajakmu jalan-jalan, kau mau ikut denganku?” tanyanya sambil mengulurkan tangan kanannya.

Tentu saja aku hanya menatap uluran tangan itu heran, “Aku tidak mengenalmu, bagaimana bisa aku mau ikut denganmu?” tanyaku polos.

Ia nyengir sejenak sebelum berkata, “Aku akan membuatmu ingat kembali dengan semuanya,”

Aku terperangah mendengar perkataannya, “Mwo? Jeongmal?” aku menatapnya waspada.

“Ne, aku ini seorang scheduler. Hari ini aku ditugaskan oleh temanku, GO, untuk mengajakmu jalan-jalan sekaligus mengembalikan ingatanmu,” ia memandangku lebih lembut, “Neonun nareul midneun geojyo?” {kau tidak percaya padaku?}

Tatapanku melunak padanya, hatiku berkata aku harus ikut dengan Lee Joon, “Nan Mideoyo,” {Aku percaya kok} jawabku lalu perlahan menyambut uluran tangannya.

Detik  berikutnya, kurasa bumi berputar cepat, sangat cepat, hanya 1 detik dan pandanganku jadi kelam~

>> Di Suatu Tempat <<

*Here*

“Heah..” aku membuka mata saat kesadaranku telah kembali. Pemandangan di hadapanku tampak begitu menakjubkan, luas, melegakan~

“Dimana kita, Lee Joon ssi?” reflek aku bertanya pada namja yang sedang berdiri merentangkan kedua tangannya, menutup kedua matanya, dan menghirup dalam udara segar di tempat ini.

“Kita berada di Carnation Land, tempat ini khusus ditumbuhi bunga Carnation, bunga yang sangat tepat untuk menyatakan kalimat, ‘Aku takkan melupakanmu’. Untuk mengembalikan ingatan seorang Good Reader, kurasa ini pilihan tempat yang tepat,” dia kembali nyengir.

*Ganti Kostum, TADAAA~ Senyumannya* 😀

“Ah~” aku hanya tersenyum tipis dan mengangguk mendengar penjelasannya.

“Oiya agassi,” ia memanggilku saat aku memandangi gunung berawan samar yang menawan di hadapanku.

“Aku akan membiarkanmu berkeliling di sini, dengan bekal kamera ini. Foto setangkai bunga Carnation, dan lihat langsung hasilnya. Dia akan menampakkan potongan kisahmu, kalau mau mengingatnya tatap saja selama 1 menit, dan gambarnya akan bergerak.”

Sebuah kamera polaroid mendarat di tanganku. Ini.. kamera yang lumayan lucu. Barusaja aku mau berterima kasih, ia sudah lenyap..

*Kamera Polaroid pemberian Lee Joon*

Hm.. benarkah yang dikatan Lee Joon ssi? Aku coba saja~

Author POV.

Terjadi sedikit kegaduhan setelah seorang yeoja berpakaian seragam SMU lengkap memasuki kamar adiknya. Ia menemukan adiknya sedang terbaring di kasurnya, tak sadarkan diri.

Mobil yang baru 3 menit parkir, kembali melaju di jalanan Seoul dengan kecepatan yang lebih xtrem dibanding sebelumnya, menuju rumah sakit terdekat.

“Yoboseyo~ Umma…Appa…tidak bisakah kalian pulang sekarang juga ke Seoul? Aku baru saja tiba di rumah dan aku menemukan Sangie pingsan di kamarnya…” yeoja tersebut sibuk mondar-mandir di depan ruang IGD sambil menggennggam sebuah telefon.

“…Ne, umma. Aku akan berjaga di sini sampai kalian datang.. Tenang saja, aku bersama MIR.. Iya, dia yang membantuku membawa Sangie sampai ke Rumah sakit.. Mm, pasti akan kusampaikan. Hati-hati di jalan, umma.” Yeoja bernama Gi Chan itu telah memutus komunikasinya, wajahnya masih pucat.

“Duduklah dulu, wajahmu pucat~” Namja yang sedari tadi ada di dekatnya memapahnya duduk di sebuah kursi.

“Bagaimana bisa begini?! Aku sungguh tidak becus menjadi eonninya!” Gi Chan menenggelamkan wajahnya dikedua telapak tangannya.

MIR mengelus pelan bahu Gi Chan. Lalu sebuah panggilan menghentikan gerakan tangannya, ia menatap seorang namja berambut coklat di sampingnya.

“Kenapa kalian ada di sini? Ada apa dengan Sang Mun? Dia pingsan? Dia amnesia? Mana yang benar?” namja bermarga Park yang akrab dipanggil Petir Thunder itu menyerbu MIR dengan pertanyaan beruntun.

*Ekspressi Prihatinnya Thunder*

“Ssh..” MIR hanya meletakkan 1 jarinya di depan bibir sebagai jawabannya, “Gi Chan-ah~ Tidak apa-apa kalau kau kutinggal pergi sebentar?” tanya MIR pada yeoja yang wajahnya sudah lebih rilex sekarang.

“Ne..” ia hanya menyahut sekilas, lalu bersandar pada tembok sambil memejamkan matanya.

Kemudian MIR segera bangkit dan mengajak Thunder berjalan agak jauh dari sana.

“Ne, Sang Mun ssi sedang amnesia dan barusan kami menemukannya sudah tergeletak pingsan di kamarnya,” MIR memandang Thunder penuh selidik, “Kau kemana saja sampai tidak tau masalah ini?”

“Tugasku mendadak jadi sangat banyak, ini saja aku curi-curi waktu senggang untuk kemari setelah melihat kalian sekilas di jalan tadi,” Thunder mengacak rambutnya kesal, “Pantas saja beberapa hari lalu saat aku bertemu dengannya, dia malah hanya tersenyum, tidak mengobrol sama sekali denganku.”

“Bisakah kau mencari tau penyebab hilangnya ingatan Sang Mun?” MIR bertanya pada namja yang sedang berdiri kaku di hadapannya.

“Aku akan tanya GO, dia mungkin tau sesuatu.. Baiklah~ aku akan segera mengabarimu. Jaga mereka berdua baik-baik,” Thunder menatap MIR dengan yakin, lalu menghilang.

“Ini masalah yang rumit.. ckckckc~” MIR kemudian berjalan kembali ke depan Ruang IGD.

“Bagaimana keadaan Sang Mun?” MIR segera menghampiri Gi Chan yang sedang berdiri di depan pintu IGD.

“Dokter bilang aktivitas jantungnya sangat lemah… hanya ada sedikit waktu untuk bersamanya…” Gi Chan segera menghindarkan wajahnya dari pandangan MIR saat sebulir air mata jatuh dari mata coklatnya.

“Bagaimana kalau jiwanya yang separuhnya lagi juga harus meninggal?” Bahu Gi Chan naik turun menahan isakannya.

“Tidak akan terjadi.. Itu tidak akan terjadi, Gi Chan-ah~ Sang Mun pasti selamat!!” MIR merengkuh tubuh mungil Gi Chan, tubuh itu bergetar hebat di pelukannya, dan isakan Gi Chan terdengar makin menjadi-jadi.

>> Di Ruangan GO <<

“Kenapa kau ada di sini? Kau mangkir dari tugasmu, Thunder?” GO berdiri segera ketika melihat sohibnya masuk tergesa ke ruangannya.

*GO in Tuxedo*

“Katakan apa yang terjadi kepada Lee Sang Mun? Kenapa ia kehilangan ingatannya dan sekarang sedang koma?” Thunder mengabaikan pertanyaan GO dan malah balik bertanya.

“Apa yang kau bicarakan? Kenapa aku harus mengurusi Lee Sang Mun?” GO memandang Thunder heran.

“Jangan mencoba berbohong, GO! Katakan saja, cepat!!” Thunder membentak GO segera, wajahnya yang tadinya putih langsat, kini menjadi kemerahan.

“Apa hubunganmu dengan yeoja manusia itu Thunder?” GO melangkah keluar dari mejanya, mendekat ke hadapan Thunder, “Kau tau kan, scheduler dan manusia tidak boleh mempunyai hubungan sekecil apapun?”

“Aigoo~ Kau benar-benar minta dihajar ya?” Thunder mengepalkan kedua tangannya.

“Aku bertanya baik-baik, jadi jawablah.. Baru aku akan menjawab pertanyaanmu,” GO tampak tenang menatap Thunder.

“Aku dan dia tidak mempunyai hubungan apapun, jadi jangan mengalihkan pembicaraan!” Thunder mengendurkan sedikit kepalan tangannya.

“Geotjimal!” GO terkekeh mendengar jawaban Thunder, “Tidak bisakah kau lebih pintar dalam hal berbohong, Thunder? Mana mungkin tidak punya hubungan, kalau saling mempengaruhi?”

Thunder mengernyit bingung, “Apa.. maksudmu GO?”

GO menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya, “Kau yang menyebabkan dia kehilangan ingatan dan juga koma saat ini.”

Thunder hanya diam terpaku di tempatnya, ‘Aku? Bagaimana bisa? Apakah aku melakukan suatu kesalahan?’

“Seorang Good Reader akan meninggal jika lebih dari 3 bulan tidak membaca pikiran arwah. Kau bukan arwah. Kau scheduler, SHINIGAMI, Dewa Kematian. Kita adalah penghubung antara Tuhan dan Manusia. Kita berbeda dari arwah,” GO memandang Thunder yang sejak 1 menit lalu diam.

“Kau yang menjadi topangannya selama 3 bulan ini, pikiranmu yang dibaca olehnya selama 3 bulan ini. Karena kau seorang Shinigami, itu menyebabkan dia tidak meninggal walau tidak membaca pikiran arwah, ia hanya kehilangan sebagian jiwanya dan ingatannya.” GO beranjak mendekati Thunder, “Beruntungnya Lee Sang Mun, karena masih punya ½ jiwa lagi untuk hidup. Namun sayangnya, ia memutuskan untuk mengingat kembali apa yang dia lupakan.”

“Lalu apa yang akan terjadi setelah ia mendapatkan kembali ingatannya?” Thunder menatap tajam GO.

“Ia akan kehilangan jiwanya yang ½ lagi. Alias, meninggal~” GO mengalihkan pandangannya sejenak, lalu kembali menatap Thunder dengan sebuah senyuman, “Apakah kau mau jadi scheduler yang menjemput arwah Lee Sang Mun? Kau merindukannya kan?”

BUGH!! Sebuah tonjokan mendarat mulus ke rahang GO dari kepalan tangan Thunder yang sekeras marmer.

“Jangan bicara sembarangan, GO!! Aku tidak akan membiarkannya kehilangan ½ jiwanya lagi!” Thunder mengatur nafasnya yang sedang emosi.

“Kalau begitu, berikan saja kesempatan hidupmu untuknya Thunder.” GO bangkit dan memegang daerah tonjokkan Thunder, ia agak meringis menahan ngilu, “Dengan begitu dia akan hidup normal kembali dengan ingatan yang 100% pulih. Bagaimana?”

Thunder menatap hampa lantai ruangan GO, membiarkan titik – titik peluh darinya berlomba jatuh bebas ke sana, Thunder kembali menatap GO yang sedang nyengir, “… Baiklah, akan kulakukan.” Jawab Thunder tenang.

Cengiran di wajah GO lenyap seketika, matanya melebar menatap sahabat dekatnya yang kini sedang berdiri dan menatapnya tenang, “Thunder….jangan bercanda~” ucap GO lirih diantara kekagetannya.

“Aku serius, lakukan prosedurnya.” Thunder menatap hampa GO yang malah diam memmbeku di tempatnya.

“Aku tau kau sangat ingin menjadi scheduler agar bisa mendapat kesempatan hidup lagi walau terlahir sebagai orang lain. Tapi kenapa sekarang kau melepaskannya semudah itu?” GO akhirnya kembali bicara.

Thunder tersenyum kecil mendengar kalimat yang GO lontarkan, “Dia lebih membutuhkannya dibanding aku. Dia…”

“Kau sudah jatuh cinta padanya sedalam itu?” GO memutus perkataan Thunder.

Thunder lagi-lagi terdiam, sibuk dengan isi hatinya, ‘Benarkah ini yang dinamakan jatuh cinta? Aku sampai rela membuang kesempatan hidupku?’

CKLEK, pintu ruangan GO terbuka, dan mendadak atmosfir kelabu tadi terpecah seketika.

“Annyeong GO, oh ada Thunder juga~” Sapa seorang namja berbaju hitam putih itu sambil tersenyum hangat.

*Penampakan kedua Lee Joon #gubrakkk*

“Lee Joon…” ucap Thunder, “Sepertinya kau baru selesai tugas.”

“Ne, aku baru saja mengantar yeoja bernama Lee Sangmun ke Carnation Land. Dia sedang dalam proses mengembalikan ingatannya,” Joon tersenyum kepada Thunder.

Ia tidak menyadari perubahan air muka Thunder karena ia sudah keburu mengalihkan pandangannya kepada GO, “Mungkin akan memakan waktu 30 menit, baru setelah ingatannya kembali sepenuhnya kita bisa membawanya ke pengadilan.”

BRAK!! Terdengar suara pintu ruangan dibanting keras. Joon hanya melongo kaget memandang pintu itu, sementara GO memijit keningnya yang mendadak jadi 200% pusing.

>> Carnation Land <<

Thunder memandang seorang yeoja yang sedang asyik memfoto bunga-bunga Carnation, lalu memandangi foto hasil jepretannya dengan seksama. Kadang ia tertawa, kadang menangis~

*The Last Thunder*

10 menit berlalu, dan Thunder hanya diam di tempat, memandang gadis yang dia ridukan dari kejauhan.

‘Tidak boleh mencintaimu.. Kalau begitu, memang lebih baik aku tidak hidup kembali.’ Thunder menghela nafas panjang, ‘Kau pantas untuk hidup lebih lama, Sang Mun ssi~’

“Thunder ssi!” panggil sebuah suara yang familiar di telinga Thunder, reflek ia menoleh.

Sang Mun sudah berjalan mendekat ke arahnya, “Apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“Kau mengingatku?” tanya Thunder takjub.

“Ne, barusaja. Karena foto ini,” Sang Mun menunjukkan foto saat Thunder bermain ke kamar Sang Mun.

*~Eng_Ing_Eng~*

Thunder tersenyum sendiri melihatnya, “Oh~ Foto yang lucu,”

“Ne, aku jadi ingat betapa kesalnya aku saat kau masuk diam-diam ke kamarku! Dasar Scheduler usil!” Kata Sang Mun sambil memasang wajah sedikit sebal.

Thunder membalasnya dengan sebuah tawa singkat,“KKK~ Ne.. aku minta maaf untuk itu. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Sang Mun ssi..” ujar Thunder tertahan.

“Ne?” Sang Mun memandang Thunder yang tampak bimbang.

“Setelah pergi dari sini, kuharap kau hidup dengan baik. Jangan sia-siakan waktumu, atau aku akan sangat marah padamu.” Thunder balas memandang Sang Mun.

“Kau bicara apa sih? Seperti akan berpisah saja..” Sang Mun masih tersenyum, menganggap Thunder bercanda.

“Memang disini kesempatan terakhir kita untuk bertemu. Setelah kau siuman, aku tidak akan hadir di hari-harimu lagi. Pertemuan kita cukup sampai disini, Lee Sang Mun.” Thunder menampakkan sebuah senyuman tipis, “Senang bisa bertemu denganmu,” lalu Thunder memilih untuk segera pergi dari sana, meninggalkan Sang Mun seorang diri.

“YYA!! Thunder ssi!! Kau dimana??” Sang Mun berteriak memanggil Thunder, berharap ia kembali, namun nihil.

5 menit kemudian ia kembali merasa bumi berputar dengan hebat!!

Saat membuka mata, ia melihat ada Appa, Umma, Gi Chan Eonni dan MIR di sekelilingnya, dan serempak mereka berkata, “Akhirnya kau siuman, Sang Mun-ah!”

=====================================

Aku terlambat bangun!! ARRGGHHH padahal ini hari pertamaku masuk di kampus!

Secepat kilat, aku berlari dan berharap masih ada bus yang bisa kutumpangi untuk pergi ke kampus~

Sialnya, saat aku menginjak trotoar setelah menyebrang, bi situ mulai melaju. Mau tidak mau aku segera berlari.

Aigoo~ Ajhussi itu pasti tidak bisa mendnegarku! Untunglah ada seseorang yang sedang menatap  keluar jendela. Aku mencoba mengkodenya untuk minta ajhussi sopir bus untuk berhenti, dan DAEBAK!! Dia mengerti dan bus perlahan berhenti!! Fyuuh… beruntung orang itu sangat baik!

Aku segera masuk dan mencari tempat duduk, dan kebetulan kursi di samping orang baik hati tadi kosong.

“Boleh aku duduk di sini?” tanyaku pelan.

Ia hanya menoleh dan mengangguk singkat, lalu kembali memandang keluar jendela.

“Kamsahamnida untuk bantuanmu tadi,” ucapku lagi, “Kamsahamnida!”

Ia menatapku sekilas, “Ne, cheonmaneyo~” nadanya sangat datar, “Err..kau Mahasiswa Universitas Kyongdaeima?” tanyanya tiba-tiba.

“Mm..Ne~” aku tau, ia melihat stiker kampusku di note kecil yang kubawa.

“Ooh~ Kita satu kampus,” ujarnya dengan sebuah senyuman hangat, “Naneum Park Sang Hyun imnida,”

“Naneun Lee Sang Mun imnida, bangapta~” balasku sambil menjabat uluran tangannya.

“Nado bangapta~”

*Second Live of Park Sang Hyun* 😉

========================

Epilog :

Thunder kembali dari Carnation Land, langsung menuju ruangan GO.

GO segera menyambutnya dengan pertanyaan, “Kau serius mau merelakan kesempatan hidupmu?”

“Ne, lakukan saja~ Aku tidak terlalu mau banyak berharap pada kesempatan itu. Aku kan masih punya ‘Kesempatan untuk hidup di kehidupan selanjutnya.’ Benar kan?” Thunder tersenyum pada GO.

GO menghela nafas lega… “Ya, Kau benar~ Baiklah… segera tanda tangan persetujuan disini! Lalu copot lencana Schedulermu itu! Kau sudah tidak membutuhkannya lagi kan?”

Thunder nyengir senang lalu menyerahkan lencana itu pada GO, “YHEAASSS, akhirnya aku pensiun juga!!” Thunder berteriak kencang lalu segera pergi dari ruangan GO.

GO hanya menggeleng-geleng tak percaya dengan kelakuan sahabatnya barusan.. ‘Kenapa dia begitu jenius sih?’

MUHAHAHAHAHAHAHAHA~ Fortunately cerita ini nyampe part 2 of 2!!

Semoga kalian senang dengan endingnya yang walau absurd, flat, gajelas, aneh, ajaib, abracadabra, ayo dibantu, jadi apa prokprokprok!! *Duet Maut Author ft. Pak Tarno #plakkk*\^______^/

Aigoooo… author butuh komentar saran kesan dan pesaaaannn hayooook good reader!! \>_</

JANGAN JADI SIDER, PLEASE!!

32 thoughts on “Good Readers (2 of 2)

  1. hehe… Sbnrnya ne crta bkn pnasaran..lucu n sdh.. Tp bs ga.. Kalo ada lnjtnnya.. Soalnya agk gantung gtu.. Hehe.. Mian.. Tp bguz loh

    • Ne, author usahakan bikin sequelnya.

      setelah mereview komen-komen dibawah, banyak yang bilang “Nggantung” & “Kurang Jelas”

      😀 kkk~ mianhe #bow

  2. Finally happy ending, ga jd deh mau nangis bombay nya, hahaa. Keduanya mendapatkan kesempatan untk kembali hidup, walau thunder dgn wajah, nama dan ingatan yg berbeda.

    Tp tp aku ngerasa feel antara thunder n sang mun kurang begitu mendalam deh, jd msh kurang ngerti kenapa thunder merelakan kehidupannya buat sang mun. Lagian klo beneran cinta, berarti cinta sepihak dr thunder aja donk? Kan sang mun mah biasa2 aja sm thunder. Hehe mianhe ah klo salah persepsi, mohon di luruskan ya thor, xixi

  3. Buahahahahha,,, author full pict dteng,, *prokprokprok*
    ok deh thor,,, author pnghbur,, lc gni jdi pduli pict ma tlisan authornya,,,,
    saran : gk ad, bingung mw nyranin ap, kekeke

  4. Masih g ngerti sama ending’a, kata’a kesempatan hidup thunder buat Sang mun, tapi Kok dia bisa hidup lagi?
    Bikin sequel donk,,,

  5. hidup lagi yaa … jadi ceritanya cukup apa lanjut thor … lanjut aja ya … kurang mudeng aku 😀

    tapi keren tetep ko … inspirarif banget
    go author go author go *gaya ala cheers 😉

  6. sempet cemas td, kirain si thunder bakal pisahan sama sang mun, ee.. trnyata ktmu lg. hwehehe! G.O.O.D ff saeng!
    bikin ff comedy lg dong 🙂 U kiss ya? *maunya* :-p
    Keep writing!

    • huehehe..ngga pisah donggg #maunyaauthor~

      U-KISS? kevin ya unn? aku soalnya akrabnya cuma sama si kevin #sokbanget {hahaha, maksudnya, aku afal muka dia doang #jederrrr}

      Kira-kira antara comedy / romance sih…

  7. Ehem ehem.. *test mic*
    author keren yah? di part 1 terlihat bnyak becandanya,. *bikin senyum2 sendiri*
    tp di part 2 terlihat lbh serius.. *jadi tegang* *ehh #abaikan.. haha.. ini bisa dibikin lanjutannya ga? *ketagihan*

  8. Halo aku baru baca ff ini hehehe._.v
    mending comment dari padai dikutuk
    ceritanya sih bagus cuma aku belom baca part 1nya soalnya gimana ya…. (?) Wkwk
    Daebak

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s