The One I Love -Part 3

Tittle               : The One I Love part 3

Main Cast      : Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Kim Yoona

Support Cast : Sungmin,  Seohyun, Eunhyuk, Bora

Genre              :School day, Romance, Happy

 

Part 1  Part 2

Cerita sebelumnya: Bora dan Eunhyuk menemukan foto Donghae bersama murid perempuan di sekolah dia mengajar, yang namanya tak asing di telinga Eunhyuk yaitu Yoona. Dan mereka berdua sangat yakin bahwa Donghae sedang mengalami masa dimana menyukai seseorang. Selain itu persaingan antara Yoona dan Kyuhyun makin sengit, mereka selalu merasa ingin menonjol dan menjadi juara di kelas. Hal ini membuat para guru bingung untuk memberikan nilai untuk keduanya. Kyuhyun yang selalu berambisi mengalahkan Yoona dan akan menjadi yang terbaik ternyata memiliki sebuah perasaan yang entah mengapa susah untuk ditafsirkan oleh si jenius Kyuhyun. Beberapa kali  pemuda itu melihat Yoona menghabiskan waktu bersama guru seni mereka, Donghae dan dalam hatinya Kyuhyun merasakan sebuah getaran setiap kali melihat hal serupa. Apakah ini cemburu? Bukankah cemburu adalah cikal bakal cinta? Sungmin dan Seohyun ternyata saling mengenal dan memanggil layaknya sepasang kekasih. Dan mereka telah membuat janji bahwa ridak akan mengatakan pada siapapun mengenai kedekatan mereka dalam waktu yang tidak bisa ditentukan bahkan memberitahu kedua teman akrab mereka sendiri. Keadaan makin rumit, saat Sungmin mulai gelisah dengan kebohongannya dan Seohyun yang tetangkap basah oleh ibunya sering bertemu dengan Sungmin. Lalu apakah keputusan Sungmin untuk melawan kegelisahannya? Akankah Seohyun dilarang bertemu dan berhubungan dengan Sungmin? Penasaran??? ….

Kyuhun memasuki gerbang sekolah dengan perasaan yang sangat berat. Lingkaran hitam jelas sekali melingkar di kedua kelopak matanya, menunjukkan rupa panda yang terlihat sangat kasihan. Sudah 3 hari berlalu dan dirinya masih saja belum bisa tidur dengan  pulas, tiap memejamkan mata pasti akan terbayang wajah seorang perempuan yang sangat ia benci. Kim Yoona. Ia menganggap cuma ilusi dan kelelahan tapi setelah 3 hari berlalu Kyuhyun menyadari bahwa ini bukan hanya ilusi, bahkan Kyuhyun bisa merasakan bahwa keberadaan Yoona itu ada didekatnya.

“Cho Kyuhyun!” teriak Sungmin yang berada di belakangnya, Kyuhyun hanya menoleh sebentar dan memasang muka tidak puas setelah melihat wajah temannya satu itu.

“kau kenapa? Sakit?” tanya Sungmin, laki-laki itu memang sangat mengkhawatirkan kondisi Kyuhyun sehingga tidak bisa membiarkan temannya ini merasakan kesakitan apapun. Kyuhyun menyingkirkan tangan Sungmin yang memgangi wajahnya.

“aku sehat.”

“jeongmal? Matamu mengartikan yang lain? Kau tidak tidur semalaman?”

“3 hari,” ujar Kyuhyun santai.

“hah?! 3 hari. Ada apa sebenarnya? Ceritakanlah padaku.. aku akan mendengarkannya.”

“sudahlah, aku sedang malas hari ini.” Kyuhyun tida menghiraukan kata-kata Sungmin. Ia malah takut kalau menceritakan pada Sungmin ia akan terlihat sangat bodoh. Mengenai Yoona? Molla. Bagaimana bisa aku memikirkan seorang perempuan yang tidak memiliki status hubungan apapun padaku??

“ada Yoona tuh,” ujar Sungmin. Langkah Kyuhyun langsung terhenti dan sedetik kemudian pandangannya terpaku pada Yoona yang berjalan mendekatinya. Entah mengapa saat melihat wajah perempuan itu hati Kyuhyun serasa diselimuti hawa hangat dan pikirannya segera segar kembali. Lingkungan disekitarnya berubah menyejukkan dan indah, seperti taman bungan yang harum. Senyum perlahan mengembang dibibirnya, ia seperti terhipnotis oleh kecantikan dan kemolekkan tubuh Yoona pagi ini. Perempuan itu seperti vitamin banginya, yang telah membangunkannya dari tidur panjang.

Saat yang bersamaan, tangan kanan Yoona melambai. Kyuhyun yang masih diambang dunia nyata dan imajinasi juga ikut-ikutan melambaikan tangan seraya memamerkan senyuman yang paling manis. Selangkah demi selangkah, Yoona mendekat kearahanya dan jarak mulai menipis diantara keduanya. Detakan jantung Kyuhyun sudah tidak bisa dikontrol lagi, ia seperti mengalami serangan jantung tapi ini tidak menyakitkan tapi melenakan. Dekat semakin dekat dan akhirnya…

“Seohyun-ah..!”

Jleb!

Kyuhyun seperti tersadar dan terbangun dari imajinasi yang menyenangkan. Tangan yang masih melambai dipaksanya turun dan senyum manisnya langsung terhapus dari bibirnya sekaligus. Kyuhyun menatap kekanan kiri memastikan bahwa kejadian barusan tidak terlihat oleh muris lainnya yang akan membuatnya malu, ia melihat hanya …. Sungmin yang memandanganya dengan tatapan bodoh dan polos.

“kajja.. kita ke kelas,” Kyuhyun menarik lengan Sungmin untuk segera meningglakan TKP.

Sungmin yang maish bingung dengan apa yang ia lihat barusan, hanya bisa menyeret kakinya mengikuti Kyuhyun. Ia benar-benar melihat sisi Kyuhyun yang lain dan itu… mengejutkan.

Saat Kyuhyun melewati Yoona dan Seohyun, ia mendengar sebuah pernyataan yang benar-benar membutanya malu.

“kau sadar tidak, Kyuhyun jadi orang aneh sekarang….”

Stop!

Dia tidak mau mendengar lagi apa yang diperbincangkan kedua perempuan itu. Sekarang yang ia tahu, ia adalah laki-laki yang aneh dan bahkan sekarang harga dirinya seperti diinjak-injak.

“kau menyukai Kim Yoona, Kyu?” tanya Sungmin tepat saat mereka barusaja melintasi Seohyun dan Yoona.

“LEE SUNGMIN!!”

Sungmin menutup mulutnya dengan tangan dan tak lama kemudian, “jangan bicara hal yang tidak  mungkin. Aku ke toilet dulu, bawa tasku!” ujar Kyuhyun lalu segera meninggalkan temannya itu yang kini tengah cekikikan melihat sikap tak wajar Kyuhyun.

==========================

Pelajaran pertama kami adalah Music. Tentu saja kelas hampir selalu bersemangat jika sudah menyangkut pelajaran ini, memang hanya pelajaran ini yang tidak harus membuat otak bekerja secara maksimal. Belum lagi guru pembimbing Music yang selalu membuat murid perempuan jatuh cinta setiap kali melihat senyumannya. Lee Sonsaengnim sudah berdiri didepan kelas, dengan penampilan rapinya sebagai seorang guru yang terlihat sangat pas dibadannya. Umur yang masih muda membuatnya semakin tampan dari hari ke hari.

“good morning, class,” sapa Lee Sonsaengnim.

“gooood morniinnngggg..!!” selalu saja terdengar seperti paduan suara.

“oke, senang sekali melihat semangat di pagi ini. Ada kabar baik yang baru saja dikeluarkan oleh kepala sekolah, ini mengenai project kelas 3 sebelum kelulusan. Winter concert. Acaranya bermacam-macam dan untuk kelas ini, saya yang akan menjadi penanggung jawabnya.”

“UUGHHH…” beberapa murid complain, tidak terlalu suka dengan kabar itu.

“ayolah… ini bukan acara yang menjemukan, kalian bisa berpatisipasi dalam acara ini. Apapun itu dan aku lebih senang jika kalian menampilkan pertunjukkan music.”

“tapi siapa yang akan mewakili kelas kita Sonsaeng, sedangkan anda tahu sendiri bahwa kelas kita tidak begitu ahli dalam bidang seni, kecuali pelajaran.”

Donghae tersenyum, memang tidak banyak di kelas ini yang bisa ikut tapi tentu saja harus ada perwakilan walaupun itu akan susah membujuknya.

“kalian bisa melakukan vote untuk menunjuk siapa teman kalian yang akan mewakili kelas. Dan tentu saja nantinya akan aku bombing kedepannya untuk penampilan yang terbaik.” Donghae sengaja menatap Yoona yang sedari tadi memang memohon untuk tidak dipilih dan seorang murid laki-laki yang sedari tadi tidak berminat mendengarkan dan malah tidur.

“Kyuhyun Haeksang!”

Semua pandangan langsung tertuju pada Kyuhyun, Sungmin yang tahu kondisi melemparkan kertas untuk membangunkan temannya itu. Kyuhyun terbangun dengan wajah yang setengah kesal dan kaget saat semua mata terpaku padanya. Ada apa sebenarnya?

Kyuhyun mencoba sadar dan mencoba membaca tulisan dipapan tulis. Winter Concert. Sebuah pertunjukkan musim dingin saja bukan, lalu ada apa sekarang. “kau tidak keberatan untuk menyanyi, Kyuhyun,” ujar Donghae segera.

“hah?! Naega?!” Kyuhyun menunjuk dirinya sendiri.

“sonsaeng! Aku tidak setuju! Bagaimana bisa memilihnya!”

“iya! Dia kan tidak pernah mengikuti pelajaran music ini dengan baik dan benar.”

“ahhh.. tidak apa-apa kalau Kyuhyun. Selain tampan pasti tidak akan membuat malu jika nanti pertunjukan gagal.”

“setuju Kyuhyun saja!”

“Kyuhyun! Kyuhyun!”

Mendadak suasana kelas menjadi riuh oleh pendapat, ada yang setuju dan ada yang memilih untuk tidak usah mengikuti acara tersebut. Donghae menghela nafas melihat suasana yang tidak sama dengan apa yang ia bayangkan sebelumnya. Yoona yang berada di samping Kyuhyun, tak lupa mengomentari. Keputusan ini terlalu mendadak, walaupun ia tahu Kyuhyun –mungkin saja bisa bernyanyi tapi seharusnya gurunya ini memikirkan sebelum berbicara. Bagaimana bisa memilih murid yang tidak punya jiwa music?

“kau bisa bernyanyi?” tanya Yoona pada Kyuhyun.

“tentu. Aku sangat menyukainy.”

Yoona mengalihkan pandangan kearah Sungmin. Laki-lai itu malah senyum-senyum geje dan menyilangkan tangan seperti memberi kode pada Kyuhyun untuk menolaknya.

“bagaimana kalau kita mendengarkan suara Kyuhyun terlebih dahulu? Seperti yang kalian ketahui Kyuhyun jarang mengikuti pelajaran music dan hampir di semester kemarin membolos kelas praktek. Tapi kalian tidak bisa menghakimi orang yang belum kalian tahu, jadi … bagiamana Kyuhyun kau mau mencoba menyanyi didepan sini?”

Kyuhyun memikirkan sebentar tawaran tersebut, setelah dewasa ia jarang bernyanyi didepan orang banyak. Bagaimana kalau banyak nada yang salah dan suaranya serak didepan nanti.

“aku akan bernyanyi dengan iringan gitar Sungmin Sonsaeng,” kata Kyuhyun mantap. Sungmin mendengar namanya ikut terpanggil menepuk jidat. Kenapa dia yang terpilih??

“baiklah. Kyuhyun dan Sungmin silahkan maju kedepan.”

“jangan membuat kesalahan,” ujar Yoona saat Kyuhyun melewatinya.

Kyuhyun hanya tersenyum menyeringai. Ia berjalan kedepan, Sungmin mengambil gitar yang diberikan oleh Lee Sonsaeng. Alunan intro gitar sudah mulai terdengar, petikan yang lembut dan langsung membuat ruang kelas sunyi.

geuman marhe geu ipsureul yolgido jone modeun-gol araborin nega wonmangseuropda
gojitmallo domanggago sipjiman noye du nuni ijen an-nyongira mareul hane

gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
kkejin goul wie mejojin inyonboda douk apatgie
i goreum-e kkeuteul boneneun maeumeul non moreugetji

Kyuhyun mulai bernyanyi. Dan nada-nada indah mulai terdengar membuat semua murid seperti tersihir dengan suara tersebut. Yoona yang mencoba mengabaikan telinganya, langusng menajamkan pendengarannya tidak percaya dengan yang ia dengar. Suara ini begitu indah, memiliki ciri khas bahkan kalau boleh membandingkan dengan Lee sonsaeng… suara Kyuhyun lebih merdu dan lembut. Bahkan lagu ini terdengar sangat menyedihkan membuatnya ingin menangis, dia tak berbohong. Amazing, luar biasa! Yoona mendengarkan nyanyian Kyuhyun dengan senyuman tulus.

geuman uro geu nunmure jotgido jone modeun-gol araborin nega wonmangseuropda
gojitmallo piheboryo hajiman noye du nuni ijen an-nyongira mareur-hane

gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
tteugopdon sarang yolbyongeur-alko memalla borin ipsul geu wiro
heullonerineun ne nunmur-e e-mireul non moreugetji

do morojiryogo nomu esseujima imi ne momeun jogangna kkejyoboryosso nega wonhetdon dero
nege han goreumdo doneun gakkai gal su obso

gyou garyogo maeumeul jaba gochin pokpungchorom millyowatda machi bitmulchorom jiwojil unmyongigetjiman
kkejin goul wie mejojin inyonboda douk apatgie
i goreum-e kkeuteul boneneun maeumeul non moreugo

tteugopdon sarang yolbyongeul alko memalla borin ipsul geu wiro heullonerineun ne nunmur-e uimireul non moreugetji [Super Junior- Strom]

“Yoong…” bisik Seohyun disela-sela nyanyian Kyuhyun.

“kau ingat suara luar biasa ini seperti siapa..”

Yoona mengangguk, ia sangat tahu siapa itu. Karena sekarang ini ia sedang memikirkan sosok itu. Yesung. Kakaknya yang bersuara emas itu juga tak kalah indah suaranya dengan Kyuhyun. Ahh… tiba-tiba ia ingin sekali mendnegar suara kakaknya bernyanyi lagi. Sampai saat ini kakaknya tidak tahu mengenai masalah ayahnya.

Ploook….plook…. suara tepuk tangan menyambut Kyuhyun dan Sungmin yang sudah memberikan mereka pertunjukkan yang luar biasa. Banyak murid yang langsung memuji dan mengelu-elukan suara Kyuhyun. Dan seperti biasa tak ada reaksi di muka laki-laki tersebut. Terlalu datar dan sepertinya ia puas dengan apa yang ia lakukan barusan. Dengan begini malu yang ia tanggung tadi pagi terhapus juga.

“sesuai perkiraanku. Jadi apa kau setuju untuk ikut Winter Concert?” tanya Donghae kembali.

“baiklah.”

“tapi coba kau mengajak teman-teman yang lain dari kelas ini. Akan lebih bagus jika kau menambahkan piano di musiknya.”

“baik sonsaeng,” Kyuhyun dan Sungmin kembali ke bangku mereka.

Kyuhyun duduk kembali ke bangkunya. Ia menunggu pujian atau apapun yang keluar dari mulut Yoona tapi perempuan itu seperti bisu. Hanya diam, dan terlihat sendu. Apakah lagunya begitu sedih?

==================================

Yoona mencoba kembali menelepon nomor ponsel ayahnya, namun tetap saja panggilan telepon darinya tidak pernah dijawab. Sebenarnya dimana ayahnya sekarang, mengapa pergi begitu saja tanpa memberitahu masalah yang sebenarnya. Jika keadaan sudah begini, hanya bisa membuat keadaan semakin tidak karuan. Kemarin ia baru saja pindah rumah, karena rumah beserta isinya telah disita untuk dijadikan jaminan atas pinjaman hutang ayahnya. Sekarang ia dan ibu tinggal disebuah rumah susun yang memang tidak layak untuk dihuni, namun mau bagaimana lagi tidak ada sanak saudara lagi yang mereka kenal di Korea ini.

“Yong, kau kemana saja? Aku cari daritadi?”

Yoona tersenyum, bahkan pada temannya ini ia belum bisa menceritakan keadaannya sekarang. “ada apa Seo? Kau terlihat sangat bersemangat sekali.”

“hari ini kita pergi ke karaoke lagi yuk. Aku sedang tidak mood untuk pulang.”

“waeyo? Bukankah selama ini Seohyun itu anak mama.”

“shut! Mulai sekarang aku tidak akan jadi orang rumah. Aku ingin bergaul dan mengenal dunia luar.”

Yoona tertawa. “ memangnya apa yang ingin kau kenal di luar. Dunia luar itu tidak seramah yang kau bayangkan. Dan untuk tawaranmu…hmmm aku tidak bisa kalau hari ini. Ada urursan yang harus aku kerjakan.”

“yahh… aku tidak ada teman dong. Siapa lagi yang mau aku ajak.”

“makanya cari teman sana. Atau kau ajak saja Kyuhyun dan temannya. Mereka sangat suka menyanyi kan, mungkin saja mereka mau.”

“kau bercanada Yong?! Mana mungkin aku mengajak mereka, sedangkan aku perempuan seorang diri. Ya sudahlah aku akan jalan-jalan sendiri, nanti malam aku akan menelepon untuk bertanya tugas. Dadadah…”

Yoona melambaikan tangan. Huft.. lagi-lagi ia menghela nafas, tidak seharusnya ia menyimpan kondisinya dari Seohyun. Ia harus berbicara sebenarnya, mungkin saja keluarga Seohyun bisa membantu financial nya sekarang. Yoona melihat kearah jam tangannya, sudah waktunya ternyata. Yoona menghirup udara penuh dan membuangnya, seperti meningkatkan semangat.

“Kim Yoona Hwaitting!” serunya pada diri sendiri.

================================

Kyuhyun memandang ruangan yang terasa asing ini. Sudah 10 tahun berlalu dan ia merasa menjadi orang asing kembali. Jujur, baru pertama kali ini ia ke rumah Sungmin lagi setelah kepulangannya dari Jepang. Bahkan, saat ia kembali ke Seoul lama ini, ia belum pernah berkunjung ke rumah teman dekatnya. Padahal kalau diibaratkan dulu mereka sudah seperti saudara yang saling melindungi dan menyayangi. Mengingat dulu bagaimana ia meninggalkan Sungmin ke Jepang, Kyuhyun merasa bersalah. Tidak seharusnya ia berlaku kejam dengan pergi tanpa pamit, sehingga saat ia di Jepang seperti membawa beban. Dan setelah sebulan di Jepang, dirinya baru berani menelepon dan memberi tahu Sungmin dimana ia berada saat itu.

“annyeong haseyo..” Kyuhyun menyapa pelayan di rumah Sungmin yang memang sama banyaknya dengan yang dimiliki keluarganya.

Bisa dikatakan keluarga Sungmin sangat konglomerat, usaha fashion ayahnya sangat terkenal dan kini telah menjadi icon yang menjadi patokan fashion di Korea. Tidak salah jika anak tunggalnya pun terlewat fashionable dengan selalu memakai baju-baju yang kadang membuat perih mata Kyuhyun dengan warna-warna yang cerah. Dan Kyuhyun tahu benar, Sungmin belajar mati-matian tentang fashion untuk mendapatkan kebanggaan dari kedua orangtuanya. Kyuhyun melewati ruang tengah yang terlihat berkelas tinggi dengan adanya berbagai furniture mewahnya namun, ia melihat ada yang ganjal di ruangan tersebut. Sebuah figura yang hanya terdapat gambar Sungmin dan ayahnya, dimana foto bibi? kalau tidak salah mereka mempunyai foto keluarga yang besar.

“Kyuhyun-sshi…”

“ne?” Kyuhyun memutar tubuhnya dan mendapati seorang pelayan yang sudah tua telah berdiri dihadapannya.

“anda disuruh menunggu di bar, tuan menunggu disana.”

“oohh.. kau bisa menunjukkan tempatnya?”

“lewat sini…”

Kyuhyun mengikuti langkah pelayan tersebut, sepertinya rumah Sungmin tidak terlalu banyak berubah, ini menurut perkiraannya. Terkesan elegant walaupun hanya menggunakan bentuk rumah yang sederhana.

“baru kali ini saya melihat tuan mengundang temannya ke rumah.”

“aku yang pertama?”

“ya. Tuan sering sekali pergi bersama teman-temannya tapi tidak pernah mengudang mereka ke rumah. Melihat ada tamu istimewa, saya pikir tuan Sungmin sudah mulai berubah.”

“ahh… kau salah paham. Dulu aku sering sekali kemari, tapi semenjak pindah ke Jepang aku meninggalkannya.”

“ne, saya mendengar cerita itu dari beberapa pelayan. Maaf  jika saya tidak sopan tapi saya berharap Kyuhyun-sshi bisa menghibur tuan Sungmin.”

Kyuhyun agak kaget dengan pengharapan pelayan tersebut. “menghibur?”

“tuan Sungmin menunggu didalam,” ujar pelayan itu dan meninggalkan Kyuhyun begitu saja tanpa terlebih dahulu memberikan jawaban atas kebingungannya.

Kyuhyun masih saja bingung. Menghibur? Sebenarnya ada apa, Sungmin tiba-tiba menyuruhnya datang ke rumah. Laki-laki itu hanya mengirimkannya sms untuk datang tepat waktu dan jangan terlambat. Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan semua ini. Apa yang ingin Sungmin sampaikan hari ini?? Huft… dirinya akan bertambah penasaran jika masih saja memikirkan hal-hal tersebut, sebaiknya ia segera masuk dan mendengarkan semua yang mau dikatakan padanya.

Kyuhyun melihat Sungmin duduk di bangku bar pribadi milik keluarganya. Bar kecil dengan berbagai jenis wine. Dirinya dan Sungmin memang sangat menyukai wine dari kecil dan itu membuat mereka sering mendapatkan hukuman kalau ketahuan mencicipi wine itu. Sungmin duduk sambil membawa gelas yang berisi wine merah, aroma wine langsung merebak di bar tersebut.

“anja..” Sungmin menyuruh Kyuhyun duduk di sampingnya tanpa mengalihkan pandangannya pada gelas yang ia pegang.

Kyuhyun menurut, padahal tenggorokannya sudah tidak tahan untuk mencicipi wine juga.

“kenapa lama sekali? Aku kan sudah bilang jangan telat?”

Kyuhyun tahu ini akan terjadi. “ya! Kau pikir aku punya banyak waktu untukmu. Aku juga sibuk jangan dikira aku sepertimu.”

“tapi tetap saja kau telat, padahal sudah berjanji untuk datang tepat waktu. Liar..”

“ya! Lee Sungmin!”

“nyata nya begitu kan.”

“ara.. arraseo. Mianhae…”

“kau selalu seperti itu Kyu, sejak dulu selalu saja seperti ini.”

Kyuhyun tidak mau menggubris lagi kata-kata Sungmin, capek.

“dari kecil kau selalu saja berjanji tapi hanya beberapa janji yang kau tepati. Bahkan berjanji untuk menjadi teman selamanya, tidak boleh saling berbohong juga. Dan apa yang kau lakukan untuk janji itu?”

“kau masih ingat dengan janji anak kecil.”

“aku selalu menyimpan memori setiap kali kau bersamaku Kyu. Dan kau tidak menepatinya,… tepat 10 tahun yang lalu.”

Kyuhyun yakin Sungmin ingin menyadarkan kesalahannya di masa lalu.

“aku minta maaf.”

“selalu begitu… Kyuhyun minta maaf dan Sungmin akan memaafkannya.”

“saat itu, aku tidak mau menjadi pewaris  yang harus mengikuti semua peraturan keluarga makanya aku memilih hidup bersama nenek.”

“tetap saja kau tidak memberitahuku, kau meninggalkan teman ahh.. aniyo anak kecil 7 tahun yang selalu kau banggakan sebagai saudaramu. Kau selalu bangga menyebutkannnya tapi kau sendiri yang menyakiti anak kecil itu. Kau tahu, seminggu aku mengurung di kamar sampai sakit karena ditinggal sendirian olehmu. Sepertinya kau lupa bahwa tidak ada yang mau berteman dengan Lee Sungmin karena ia seperti perempuan, banci dan lemah.”

“… setelah kepergianmu, semuanya berubah. Bahkan aku sendiri tidak yakin apa yang sudah aku lakukan dulu hingga masih bisa menerimamu disini menjadi temanku kembali. Aku berharap tidak mengingat kenangan masa kecil itu sedikit pun, tapi setelah melihat wajahmu aku tetap mengingat semuanya dengan jelas.”

“mani appa? (sakitkah?)”

“hmm… kau bahkan tidak akan kuat menahannya. Aku berharap kau kembali, menjadi pahlawanku, mengusir anak usil itu. Tapi tetap saja kau tidak kembali, aku tetap saja menjadi anak yang di-bully. Sampai aku bertekad untuk berubah dan akhirnya aku mendapatkan sabuk hitam taekwondo.”

“ohh… jeongmal?”

“ya.. benar sekali. Itu untuk membalas dendam padamu.”

Kyuhyun tidak membantah kata-kata Sungmin, dia berhak menerima hukuman, karena meningglakan temannya ini sendirian, padahal saat itu Sungmin adalah anak yang lemah dan sering berperilaku seperti perempuan. Dulu dialah yang menjadi pahlawan dan melindungi Sungmin, makanya ia berkata kalau Sungmin adalah saudaranya. Biar anak-anak nakal itu tidak menjahili Sungmin.

Tangan Kyuhyun sudah tidak kuat, ia maraih gelas dan menuangkan wine merah.

“kau mau meminumnya?”

“tidak boleh?”

“terserah.”

Kyuhyun langsung mencicipi rasa wine.. ahhh.. benar-benar nikmat.

“Kyuhyun-ah~”

“hmm.”

“orang tuaku sudah bercerai,” ujar Sungmin. Kyuhyun langsung menatap Sungmin.

“arrayo?”

Kyuhyun menggeleng.

===================================

Setelah aku lulus Sd, ayah dan ibu sering sekali bertengkar. Mereka saling menyalahkan satu sama lain dan pada akhirnya ibu yang pergi dari rumah. Aku sudah menghalanginya, menangis di kakinya tapi tetap saja ibu meninggalkan kami. Ayah menjadi pendiam dan kadang memecahkan perabotan rumah jika sedang frustasi. Perusahaan pun diambil alih oleh paman, melihat kondisi ayah yang stress karena ditinggal ibu pastinya akan membawa dampak buruk bagi perusahaan. Saat itu aku tidak berani bertanya tentang apa yang mereka debatkan sehinggai ibu pergi meninggalkan rumah.

Malam setelah hari ulang tahunku yang benar-benar menyedihkan, tidak ada kau dan juga ibu. Hanya ayah dan para pelayan yang merayakan ulang tahunku. Saat itu aku tahu semuanya, ayah menceritakan tentang sebuah kebenaran. Kenyataan bahwa ku bukanlah anak kandung dari ibu, aku hanyalah anak adopsi. Kau pikir aku bercanda Cho Kyuhyun? Aniyo. Ini sungguh benar terjadi padaku. Jangan kasihan padaku karena rasa kasihanmu itu sudah terlambat.

Saat itu aku pikir, alasan bahwa aku hanyalah anak adopsi seharusnya tidak membuat ibu marah seperti itu. ternyata ada cerita dibalik itu semua. Jadi saat itu ibu sedang hamil dan mereka sangat yakin bahwa anak yang dikandungan adalah laki-laki bahkan dokter juga berkata seperti itu. Ayah dan ibuku memang sangat mengharapkan anak laki-laki, mereka ingin sekali memilikii bayi laki-laki. Akhirnya saat itu pun datang, kelahiran yang ditunggu-tunggu tapi ibu mengalami pendarahan,  keadaannya kritis dan ayah harus mengambil keputusan. Antara menyelamatkan bayi atau istrinya. Dan akhirnya menyelamatkan istri yang ia pilih.

Ahh… aku pikir ini sudah seperti cerita karanganku.

Namun, yang terjadi dokter bisa menyelamatkan keduanya. Seorang bayi perempuan. Yup! Bukan laki-laki tapi perempuan yang kondisinya sangat lemah. Saat itu ayah dan dokter tahu bahwa bayi perempuan itu sangat lemah bahkan sangat diragukan untuk bisa bertahan hidup dengan waktu yang lama. Maka dari itu, dokter menyarankan untuk mengadopsi bayi laki-laki. Dan tentu saja saat itu aku seorang bayi laki-laki yang tidak mempunyai dosa dipilih untuk menjadi bagian keluarga Lee.

Lalu bagaimana dengan bayi perempuan?

Dia menggantikan posisiku. Dia dirawat dan selamat dari kematian, lalu hidup di sebuah panti asuhan. Rencana yang dirancang ayah memang rapi sampai ibu pu tidak tahu kebenaran. Tapi tetap saja semuanya akan terkuak, kebohongan tetap kebohongan kan. Dan dengan terpaksa ayah harus mengakui semua dosanya, kesalahan yang ia perbuat.

“lalu siapa bayi perempuan itu?”

“kau penasaran juga Kyu~?”

“kau pasti sudah tahu kan?”

Sungmin mengangguk. “Seohyun…”

……..

“hmm… Seohyun.”

Kyuhyun memandang pemandangan jalanan sore yang mulai dipadati pejalan kaki. Kini dirinya tengah duduk di sebuah café, cerita Sungmin yang barusan ia dengar sangat menggelikan. Ia tidak sangka pasangan suami istri yang membuatnya iri karena kedua orang tuanya tidak begitu terlihat harmonis bisa bercerai, bagaimana nanti dengan kedua orangtuanya?? Keluarganya juga tidak bisa dikatakan harmonis, orangtuanya selalu sibuk dengan urusan masing-masing. Politik dan bisnis. Mereka hanya bisa bertemu di meja makan atau diperkumpulan yang mengharuskan semua anggota datang.

Miris.

Memang begitulah hidup, tidak semanis gula dan akan selalu menyajikan pahitanya kopi tawar.

“Seohyun… perempuan itu ternyata anak kandung paman Lee. Tidak kusangka akan rumit seperti ini.”

“tuan…”

“kalau dipikir lagi, ini seperti cerita sinetron  saja.”

“tuan…”

“ahh… anak itu terlalu banyak luka…”

Tok tok.. Kyuhyun kaget mendengar suara ketukan. Ada tangan yang mengetuk meja yang ia tempati. “maaf tuan.. anda sudah 30 menit duduk tapi belum memesan apapun. Apakah ada yang…”

“Yoona!”

Pelayan yang sedari tadi menahan emosinya untuk bertanya karena yang dipanggil tuan barusan tidak memesan apapun di café mereka, terkejut mendengar namanya dipanggil oleh orang yang sangat ia kenal.

“Kyuhyun!”

“k..kau disini..se..sedang apa?” Kyuhyun bertanya tapi sedetik kemudian melihat baju yang dikenakan Yoona. Pelayan. Gadis itu bekerja di café ini.

“kau bekerja disini? Bukankah…”

“shuut… kau ini banyak….” Yoona tidak nyaman dengan adanya Kyuhyun sekarang. Ia berusaha untuk merahasiakan tentang pekerjaannya malah laki-laki ini datang dan menghancurkan semuanya.

“tapi, kau sudah melanggar peraturan SM. Semua murid dilarang untuk bekerja part time dengan alasan apapun. Kalau sampai ada guru atau murid yang melihatmu pasti mereka akan melaporkanmu ke kepala sekolah. Dan beasiswamu, apa yang kau lakukan dengan uang itu bukankah uang yang diberikan sekolah ada sisa untuk…” Yoona membekap mulut Kyuhyun, tidak ada cara lain. Telinganya gatal mendengarnya.

Kyuhyun kaget dengan sikap Yoona, tangan kecil itu membekap mulutnya. Tiba-tiba jantungnya berdetak cepat seperti genderang. “cerewet.”

Yoona melepaskan bekapannya, saat tangan Kyuhyun meminta maaf. Memohon untuk melepaskan segera tangan itu dari mulutnya, hatinya sudah terllau terpilin.

“aku sangat percaya padamu Kyuhyun, kumohon jangan ceritakan pada siapaun apa yang barusan kau lihat. Ya ya?”

“tidak bisa.”

“ahh… kau maunya apa? Aku bekerja part time juga karena terpaksa. Bukan karena uang beasiswa idak cukup hanya sajaaku sedang memerlukan uang untuk… ahh sudahlah kau pasti tidak akan mengerti keadaannya.”

“kau bisa memintaku jika butuh uang?”

Yoona tersenyum tipis. “aku bukan pengemis.”

You better run run run run run
Deoneun mot bwa geodeocha jullae
You better run run run run run
Nal butjabado gwanshim ggeodullae hey

“yoboseyo..”

“ne.. mworago? Odiega?!…” Yoona benar-benar panic dengan telepon yang barusan ia terima. Segera ia meninggalkan Kyuhyun. Tak lama kemudian Yoona sudah berganti pakaian menggunakan seragam SM kembali, wajahnya masih terlihat panic. Setelah menunduk mengucapkan terima kasih kepada boos nya, pemilik café gadis itu langsung pergi. Melihat hal barusana Kyuhyun juga ikut-ikut pergi dan menyusul Yoona.

“ya! Kim Yoona! Odiega?!”

Yoona tak menghiraukan panggilan Kyuhyun, ia segera menyetop taksi dan pergi meninggalkan jalanan tersebut. Kyuhyun pun tidak tinggal diam, diputuskan untuk mengejar gadis itu. Ia seperti merasakan ada yang tidak beres, segera ia menghidupkan mesin mobil dan mulai membuntuti taksi yang ditumpangi Yoona.

………

Perlahan Yoona mendekat ke ranjang yang didepannya, ranjang khusus pasien.seseorang terbaring disana, ibu yang sangat ia sayangi. Nafasnya teratur dibantu oleh ventilator. Matanya terpejam. Tak ada yang bergerak padanya selain alur nafas itu.

“apa yang terjadi dokter?” tanya Yoona gagap. Gemetar sudah megusaianya sekarang.

“kondisi ibumu sangat lemah. Dia butuh istirahat total. Jiwa dan fisiknya sama-sama sakit dan dia perlu ditenangkan. Banyak pikiran yang membuat tekanan darah dan juga gulanya naik, makanya penyakit yang selama ini dianggap sembuh kembali kambuh dan menyerang sistem kekebalan.”

“tidak ada yang buruk kan?”

Dokter itu menggeleng. “opname jalan yang terbaik, jika kau tidak mau aku akan membuatkan resep obat yang harus dibawa pulang setelah ibumu siuman nanti.”

Yoona menatap nanar sosok tubuh ibunya yang terbaring di ranjang. Penjelasan dokter tidak trsimak utuh, tapi ia tahu ibunya sangat kesakitan sekarang. Tepatnya batinnya yang sakit. Yoona mengenggam tangan ibunya yang terlihat lemah dan mulai berkeriput, ia tidak pernah menyangka semua kejadian yang menimpa keluarganya akan berdampak sebesa ini. Ia terlalu picik jika berpikiran ibunya kuat dengan cobaan ini semua.

“bagaimana nona Kim?”

“biarkan saja ibu disini, aku akan mengurus administrasinya dok. Terima kasih sudah membantu.”

Dokter tadi tersenyum dan pamit meninggalkan kamar rawa tersebut. Dan diambang pintu ternyata sudah berdiri Kyuhyun yang melihat semuanya. Hatinya sakit, sangat sakit. Mengapa semuanya terlihat menggelikan baginya sekarang? Atau menyedihkan? Apakah ini semua adil bagi Sungmin dan Yoona, tidak seharusnya mereka menderita seperti ini?

“Yoona, kau baik-baik saja?” sebuah suara yang snagat familiar membuat Yoona menegok ke sumber suara tersebut. Kyuhyun, wajahnya terlihat khawatir. Sejak kapan dia duduk disana?

“kau membuntutiku?” tanya Yoona saat dirinya sudah duduk disamping Kyuhyun.

“aku penasaran makanya mengikuti taksimu. Ibumu baik-baik saja kan?”

“hem.. hanya butuh istirahat saja.”

“tentang part timer yang kau lakukan itu…”

“mwo? Kau mau memberitahukan kepala sekolah? Terserahlah, aku juga akan segera keluar dan mencari pekerjaan yang lain.”

“jangan!”

Yoona memandang Kyuhyun.

“aku akan berpura-pura tidak pernah melihatmu di café.”

Yoona tersenyum. “gomawo.”

“aku tidak tahu apa yang membuatmu bekerja part time pasti ada alasan khusus dan aku menghormatinya. Bukankah kita teman sebangku, aku ingin membantu bukan merasa kasihan saja. Dan jika kau ingin berterima kasih tidak perlu karena sudah cukup melihatmu tidak panik seperti tadi dan tersenyum seperti sekarang itu sudah membuatku tenang. Jangan terlalu banyak menanggung beban, kau punya Seohyun bukan? Dia teman yang perlu tahu masalahmu…”

“dariman kau tahu Seohyun tidak tahu apa-apa?”

“aku baru bertemu dengan orang yang memiliki masalah yang sejenis denganmu.”

“Sungmin?”

“aku tidak mengatakannya …” Kyuhyun membuang muka dan menyesali mulutnya yang banyak bicara.

“baru kali ini kau bicara banyak. Selama kita menjadi teman sebangku kau jarang sekali bicara. Makanya aku selalu penasaran, seperti apa Cho Kyuhyun itu. Apa-apa pasti lari ke Sungmin, kadang aku merasa tidak dipedulikan. Bukankah aku juga bisa membantumu kalau memang kau tidak tahu. Mungkin gara-gara kita musuh yaa…”

“mianhae…”

Yoona tidak percaya Kyuhyun mengucapkan kata barusan, anak ini benar-benar aneh.

“kau boleh menganggapku aneh, tapi aku benar-benar minta maaf sudah membuatmu tidak nyaman karena sebangku denganku dan aku juga peduli padamu Yoona.”

Yoona terkisap dengan kata-kata terakhir Kyuhyun. “kalau memang kau butuh bantuan, aku akan membantumu.”

Yoona mengangguk. Ia berterima kasih karena sekarang ada Kyuhyun yang notabene adalah musuhnya tapi sudah beralih menjadi malaikat penyelamatnya, setidaknya laki-laki ini sudah membuatnya tenang.

Akhirnya Kyuhyun dan Yoona menghabiskan waktu menunggu mereka sambil mengobrol. Obrolan yang belum pernah mereka lakukan dan ini sangat menyenangkan. Yoona menyadari bahwa Kyuhyun tidak sama dengan yang ia perkirakan selama ini, laki-laki ini memiliki daya tarik sendiri. Banyak bicara dan selalu saja terlihat keren tapi membuatnya lucu. Sedangkan Kyuhyun menyadari bahwa waktu yang ia habiskan ini akan menjadi kenangan yang akan membekas dalam hatinya. Ia tidak peduli tentang mengontrol perasaan, saat ini ia bahagia dan ia ingin terus seperti itu. senyum Yoona sudah membuatnya lupa, bahwa mungkin saja cinta mulai tumbuh dalam hatinya.

Tuk

Badan Kyuhyun menegang, ia melirik kesamping lebih tepatnya ke bahunya. Kepala Yoona ada dipundaknya sekarang ini, gadis itu tertidur tanpa peduli dimana sandarannya. Jantung Kyuhyun langsung berdetak tak karuan, seperti ingin meledak. Namun, ada senyuman yang menghiasi bibir Kyuhyun.

Aninde naneun aninde juhngmal iguhn mari andweneunde
Pabeul muhguhdo jami deul ddaedo michyuhnneunji geudaeman boyuhyo

Uhnjena nareul jongil namaneul motsalgehae miwuhnneunde
Uhttuhke naega uhttuhke geudael saranghage dwaenneunji isanghajyo

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji
Chingoodeul nareul nollyuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo
Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo yuhngwuhnhi

I love you Love you Love you
Love you Love you Love you yeah

Wae geudaen nareul jamshido nareul gamandooji anhneun guhnji
Giga makhigo uh ee uhbsuhdo nae gaseumeun geudaeman boolluhyo

Geudael wihaesuh yoril haneun nan hwiparame shini najyo
Hwanhage wooseul geudae moseube soneul bedo nae mameun haengbokhajyo

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji
Chingoodeul nareul nollyuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo
Geudae misoreul damasuh maeil sarangiran yorihajyo yuhngwuhnhi

Uhnjenga bami jinagago ddo bami jinagago ddo bami jina na giuhki heemihaejyuhdo
Uhnjena nae mameun misojitneun nae nooneun dduhnaji anhgeddago geudael yuhngwuhnhi

Nae maeumeun geudaereul deudjyo muhribootuh balkkeutkkaji
Sesangi modoo woosuhdo nae gaseumeun modoo geudaeman deullyuhyo

Hanadoolset geudaega wootjyo soomi muhjeul guhtman gatjyo
Geudaeui gireul damasuh maeil saranghanda kiseuhajyo yuhngwuhnhi

Love you Love you Love you
Love you Love you Love you Oh my baby my love [Kyuyun SJ- Geudaereul..deudjyo]

to be continue ~

 

43 thoughts on “The One I Love -Part 3

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s