DIA (Part 2)

Annyeong………………… Nia balik lagi dengan lanjutan cerita daemin couple.

Pertama mianhae karena FFku yang “Last Love” belum bisa diterusin #mendadak idenya ilang, buat yang nunggu sabar ya #geer, siapa yang nunggu.

Kedua buat yang belum baca “Dia part 1” bisa baca disini

Okelah happy reading…

Title : DIA

Author : Kurnia8

Main Cast :

Kang Daesung (Big Bang) as Kang Daesung

Gong Minji (2NE1) as Gong Minji / Minzy

Other Cast :

Janey (GP Basic) as dongsaeng Minji, Janey

CL / Lee Chaerin (2NE1) as sunbae Minji, Lee Chaerin

TOP / Choi Seunghyun (Big Bang) as dr. Choi

Seungri / Lee Seunghyun (Big Bang) as teman band Daesung, Seungri

Daesung POV

“Bagaimana ini…?” Samar – samar aku mendengar suara seorang yoeja yang sedang kebingungan karena melihatku tidak sadarkan diri.
“Aku harus memanggil teman – temannya…” kata yoeja itu.
Perlahan aku membuka mataku, dan segera meraih pergelangan tangan yoeja tadi. Yoeja itu sedikit terkejut.
“Kau sudah sadar? Aku panggilkan temanmu ya?” Tanya yoeja itu yang ternyata adalah yoeja yang tadi kulihat di rumah sakit.
“Jangan… aku tidak mau ada orang yang tau.” larangku.
“Tapi…”
“Aku sudah biasa seperti ini, nanti juga sembuh.” potongku dengan berusaha berdiri.
“Baiklah… tapi ijinkan aku mengantarmu.” kata yoeja itu dengan memegang lenganku, membantuku berdiri.
Tiba – tiba Seungri muncul…
“Hyung… suaramu…” perkataan seungri tercekat ketika melihat yoeja itu memegang lenganku. Dengan reflek aku menepis tangan yoeja itu.
“Wah… sepertinya aku mengganggu. Siapa ini hyung? apa yoejachingumu?” Tanya Seungri.
“Bukan… dia hanya kenalanku saja…” jawabku singkat dengan memalingkan kepalaku agar Seungri tidak melihat wajahku yang pucat.
“Seungri-ya, mianhae, aku harus segera pulang.” aku berpamitan kepada Seungri.
“Tapi pestanya belum selesai hyung…” tapi Seungri menahanku.
“Mianhae…” kataku lagi dengan menjabat tangan Seungri.
“Baiklah… terserah hyung saja…” Seungri menyerah.
Aku pun keluar, tanpa aku sadari ternyata Yoeja itu mengikutiku.
“Ya!! tunggu!! ijinkan aku mengantarmu.” kata yoeja itu di belakangku, aku menoleh dan melihat yoeja itu berlari kecil ke arahku.
“Tidak perlu… lagipula kita belum saling kenal…” tolakku.
“Kalau itu masalahnya… Gong Minji imnida.” yoeja itu memperkenalkan dirinya. “dan kalau tidak salah kau Daesung-ssi, iya kan?” tambahnya.
“Kenapa kau tau namaku?” tanyaku heran.
“Tadi aku mendengarnya di rumah sakit saat kau dikejar oleh dokter.” jawabnya dengan senyuman kemenangan. “Bagaimana? apa sekarang aku boleh mengantarmu?” tanyanya penuh senyum.
“Baiklah kalau kau memaksa…” aku pun akhirnya menyerah. Entah mengapa ada sedikit perasaan senang mendengar dia akan mengantarku.

————————————————————————————————–

Minzy POV

“Baiklah kalau kau memaksa…” namja bernama Daesung itu akhirnya menyerah.
Aku menghentikan taksi yang lewat di depan kami. Aku dan Daesung masuk ke dalam taksi.
“Ke rumah sakit HARAPAN ajushi.” kataku kepada supir taksi itu.
Sepanjang perjalanan aku dan Daesung hanya diam membisu. Aku dan Daesung memandang jalanan di luar jendela di samping kami masing – masing. Beberapa kali aku melirik ke arahnya, untuk memastikan dia sudah baik – baik saja.
Tidak terasa, setelah lima belas menit kami sudah sampai di depan rumah sakit.
Daesung mengeluarkan uang di dompetnya dan membayar taksi itu, tapi dia menahanku untuk turun.
“Minji-ssi gamsahamnida… karena sudah malam sebaiknya kau pulang saja.” Katanya dengan menahanku.
“Baiklah…” aku sedikit kecewa dia menahanku mengantarnya ke dalam rumah sakit.
“Ajushi tolong antar nona ini.” kata Daesung kepada supir taksi itu.

————————————————————————————————–

Daesung POV

“Ajushi tolong antar nona ini.” kataku kepada supir taksi itu.
Aku melihat ada guratan kekecewaan dan sedikit kekhawatiran di wajah yoeja bernama Minji itu. Tapi dia menurutiku untuk tidak ikut masuk ke dalam rumah sakit.
Aku berjalan perlahan di lorong rumah sakit menuju ke kamarku. Sampai sekarang sebenarnya perutku masih terasa sakit, tapi aku tadi berpura – pura sudah baikan di depan Minji.
Aku membuka pintu kamarku, dan aku dikejutkan oleh keberadaan dokterku yang cerewet, dr. Choi.
“Dokter…” gumamku dengan berjalan ke arah dr. Choi.
“Kau… sudah aku katakan berulangkali…” kata – kata dr. Choi tercekat, ketika aku hampir jatuh karena langkahku yang sempoyongan. Dia menahan badanku dengan tangannya kemudian memapahku ke tempat tidur.
“Apakah perutmu sakit lagi?” Tanyanya dengan nada khawatir.
“…” Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.

————————————————————————————————–

Minzy POV

“Nona, apakah ini rumahnya?” tanya supir taksi itu.
“Ah… Ne… benar ini rumah saya.” jawabku. Ternyata taksi yang membawaku sudah sampai di depan rumahku.
Aku masuk ke dalam rumah, keadaannya masih sama seperti saat aku pergi tadi. Dongsaengku masih tertidur pulas.
Kadang aku merasa khawatir dengan Janey saat kutinggal pergi bekerja. Aku takut terjadi hal yang buruk dengan dongsaengku, jika itu terjadi aku tidak tahu harus kemana dan bagaimana. Tapi aku akan lega melihatnya masih tidur dengan tenang saat aku pulang, semoga akan selalu begitu…
***
“Ya!!! Unnie…!!! Sudah jam 7 pagi, bangunlah…!!” Teriak Janey dengan menarik selimut yang menutup tubuhku.
Setiap pagi selalu Janey yang membangunkanku. Karena setiap malam aku harus bekerja, jadi aku agak sulit untuk bangun pagi. Sebenarnya aku kasihan dengan dongsaengku, setiap pagi dia harus menyiapkan sarapan dan keperluannya sendiri, tapi aku benar – benar tidak bisa bangun lebih pagi.

————————————————————————————————–

Daesung POV

Aku membuka mataku perlahan, dan pemandangan yang kulihat masih sama seperti biasanya yaitu kamar rumah sakit yang sudah kutinggali dua bulan ini.

flashback

Juni 2011
“Daesung-ssi… kau mengidap kanker hati.” kata dr. Choi dengan hati-hati.
Aku hanya terdiam tidak percaya dengan yang kudengar.
Setelah beberapa saat diam, aku membuka mulutku
“Separah apa? dan apakah aku masih bisa sembuh?” tanyaku.
“Hanya ada satu cara yaitu cangkok hati.” jawab dr. Choi.

Agustus 2011
Dua bulan sejak aku divonis kanker hati, tiba – tiba aku mendapatkan kabar baik.
“Yobseo…”
“Yobseo Daesung-ssi, saya dr. Choi Seunghyun.”
“Ne… ada apa dokter?”
“Saya telah mendapatkan ‘hati’ yang pas untukmu.”

***

Kabar baik itu seketika berubah menjadi buruk.
“Dokter!!gawat dokter!!ambulans yang membawa ‘hati’ itu kecelakaan dan ‘hati’ itu tidak dapat diselamatkan.” aku mendengar seorang perawat berbicara kepada dr. Choi.
Setelah berbicara dengan perawat itu, dr. Choi masuk ke kamar rawatku. dr. Choi masuk dengan raut wajah sedih.
“Gwencanayo dokter, mungkin takdirku untuk tidak sembuh.” kataku dengan nada ketus.
“Kau… sudah tahu semuanya?!” dr. Choi terkejut karena aku telah mengetahui apa yang terjadi.
“Ne… aku mendengar apa yang dikatakan perawat itu.” jawabku.
“Tenang saja, aku akan mengusahakan ‘hati’ yang lain. Jadi sementara menunggu, kau harus tinggal di Rumah Sakit.” kata dr. Choi berusaha menenangkanku.

Flasback end

Tok tok tok , seseorang mengetuk pintu kamarku. Perlahan pintu kamarku terbuka.
“Selamat pagi Daesung-ssi… saya ingin mengantarkan obat.” sapa perawat yang baru saja masuk dengan meletakkan obat di meja samping tempat tidurku.
“Gamsahamnida.” kataku dengan tersenyum sekilas.

————————————————————————————————–

Minzy POV

Aku duduk di halte dengan malas karena rasa kantukku. Semalam aku pulang lebih larut dari biasanya karena harus mengantar seorang namja yang sakit ke Rumah Sakit.
Sebenarnya saat namja itu memintaku untuk pulang tanpa mengantarnya masuk, aku merasa berat hati. Masih ada perasaan khawatir yang menggelayut di hatiku.
Apakah dia benar – benar sudah baikan? Apa dia kuat berjalan sendiri menuju kamarnya?
“Nona!!! kau akan naik bis ini atau tidak?!” teriakan supir bis membuyarkan lamunanku. Ternyata sudah ada bis yang berhenti di hadapanku.
“Eh….. Ne… Mianhanda…” aku segera melompat masuk ke dalam bis.

***

Aku menggeliat dan mengerjap – ngerjapkan mataku setelah beberapa saat memejamkannya. Aku memandang keluar jendela. Dan setelah sadar, aku membelalakkan mataku.
“Stop agashi…!!!” teriakku. Aku panik karena bis ini sudah melewati sekolahanku. Bis pun berhenti, dan aku segera turun.
“Babo!! kenapa aku harus tertidur.” omelku pada diriku sendiri.
Tiba – tiba mataku menangkap sebuah gedung kokoh di hadapanku.
“Ini kan Rumah Sakit yang semalam.” gumamku. Entah mengapa kakiku membawaku masuk ke halaman Rumah Sakit itu. Lalu aku terdiam di depan pintu masuk.
“Annyeonghaseyo.” Sapa seseorang dengan menepuk bahuku.
“Annyeong…” aku menoleh ke arah orang itu.
“Kau teman Chaerin bukan?” tanyanya. Ternyata orang itu adalah dr. Choi Seunghyun.
“Ne, Minji imnida.” kataku dengan sedikit membungkukkan badanku.
“Ada apa kemari? Ingin menjenguk pelatihmu lagi?” tanyanya lagi.
Aku menggeleng pelan.
“Ehm….. sebenarnya….. aku ingin tahu keadaan Daesung-ssi.” jawabku dengan sedikit ragu.
“Daesung-ssi?! kau mengenalnya?” dr. Choi tampak sedikit terkejut.
“Lebih tepatnya , BARU mengenalnya.” jawabku.

————————————————————————————————–

Daesung POV

Baru saja perawat tadi keluar dari kamarku, pintu kamarku diketuk lagi . Tok tok tok , aku menoleh ke arah pintu. Dan kali ini yang masuk adalah dr. Choi.
“Bagaimana keadaanmu pagi ini?” tanya dr. Choi.
“Lumayan.” jawabku dengan sedikit malas.
“Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu.” katanya. Sesaat dr. Choi keluar, kemudian masuk lagi dengan seorang yoeja.
“Annyeong…” sapa yoeja itu.
“Kau…?!” aku terkejut melihat yoeja bernama Gong Minji itu.

————————————————————————————————–

Tobecontinue

Gimana readers? gaje ya? kependekan ya?

Keep comment please…

Gomawo…

13 thoughts on “DIA (Part 2)

  1. annyeong, mianhae aq bru comment d part 2, coz bru baca.hehe
    seru n lucue bgt ceritanya, coz pasiennya bandel.kan kasian dokternya #ngelusdada
    d tnggu chap slnjtnya…

    • Annyeong…
      Gak papa kok yg penting coment… ^ ^

      Iya tuh pasiennya ngrepotin dokternya terus, coba pasiennya aku #apa deh

      Ok ditunggu aja…
      Gomawo…

  2. Kependekan thorrrr, hehehe

    wah ngeri ni klo denger kata kanker, selain penyakit yg mematikan tp jg merupakan penyakit golongan tingkat atas, hehe #abaikan

    ya ampun sampe segitunya dae nyembunyikan penyakitnya dr ortu n tmn2, semoga bs nemuin “hati” yg baru biar bs happy ending, xixi

  3. akhirnya sempet baca juga! Wah, itu Daesung kasian bgt penyakitnya serem amat. *hawa2nya bkal menye nih
    kekeke, khas bgt drama korea

    ayooo, segera lanjutkan thor! *next, jgn terlalu pendek ya. Enak lgi kalo partnya dibuat panjang. Yah, min 10 part lah Hehe 😀
    *just my sugestion

    • Mian ya kalo’ kependekan, next aku usahain lebih panjang.

      Tapi kalau partnya kayaknya ga sampe’ 10 deh #susah sist… ^ ^

      Tapi gomawo sarannya…

  4. Lanjutt..
    Lanjut..

    Haduh Oppa gw(baca:TOP) kasian banget ngejagain pasien kayak Daesung yg bandel..
    Ckck

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s