[FF Freelance] Attack of Love (Part 4)

Title   :: Attack of Love Part 4

Auhtor   :: haehyunho a.k.a Han Chaehyun

Genre   :: Romance, Friendship, Family

Length   :: Chaptered

Rating   :: PG

Main Cast   :: Jung Hyemi (OC), Shin Soohyun of U-Kiss

Other Cast   :: Member of MBLAQ, Member of Super Junior, Member of U-Kiss

Disclaimer   :: This story and plot is mine

lovelylovelife.wordpress.com  

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3

―――――――――――――――――――――――――――――――――

Hyemi POV

Sinar matahari masuk ke celah-celah kamar. Saat aku membuka mata, bahkan harus mengerjap beberapa kali untuk membiasakan penglihatanku. Uhh, aku tidur di kamar? Bukannya semalam aku bersama oppa? Pasti oppa yang menggendongku ke sini. Hah, harusnya aku bilang kalau aku mau tidur dengan oppa saja. Akupun bangkit dan bergegas mandi.

“Oppa, kau nanti pergi jam berapa?” tanyaku. Aku mendatangi oppa yang sedang duduk di taman belakang, salah satu tempat favoritnya di rumah.

“Sebelum makan siang, member yang lain ingin makan siang bersama. Kau mau ikut?” tanya oppa. Aku mengangguk semangat.

“Oia oppa, semalam kau yang memindahkanku ke kamar?” tanyaku.

“Ne, kau pikir siapa lagi? Aish, kau itu sudah besar dan kau semakin berat kau tahu? Nanti kalau kau ketiduran lagi aku tidak mau menggendongmu lagi, badanku sakit-sakit.” Kata oppa sambil mendorong keningku dengan telunjuknya. Aku menggembungkan pipi dan mengerucutkan bibir kesal.

“Oppa jahat. Nanti aku diet deh biar tidak berat lagi. Ya ya ya?” kataku. Oppa langsung menoleh.

“Micheosseo, kalau kau diet mau jadi apa kau? Hanya tulang berbalut kulit? Tidak usah diet-diet segala.” Kata oppa.

“Cih, tadi oppa bilang aku berat.” Kataku kesal.

“Sudah tidak usah dipikirkan, kau ikut oppa kan? Siap-siap sekarang saja. Biar nanti tidak ribet lagi.” Kata oppa, aku mengangguk dan masuk kedalam.

Soohyun POV

“Hyung, kajja.” Ajak Dongho. Mau kemana sih siang-siang begini?

“Odi?”

“Café biasa. Mumpung latihan sudah selesai.” Lanjut Kiseop.

“O. chamkkanman.” Kataku, eh tapi mereka malah sudah keluar lebih dulu dari ruang latihan. Ck.

“Ppalliwa hyung.” Teriak Kiseop. Cih, awas kau seenaknya saja meneriaki dan memerintahku begitu.

PLETAKK

“Dongsaeng macam apa kau seenaknya begitu padaku hah? aku itu leader dan hyungmu.” Kataku saat sudah didalam van dan memukul kepala Kiseop.

“Hyung, appo. Kenapa memukulku.” Katanya sambil mengusap-usap kepalanya yang tadi kena jitakanku. Rasakan. Haha.

***

“Hyung, mau makan apa?” tanya Eli. Saat ini kami sudah berada di café tempat biasa kami berkumpul di daerah Apgeujong.

“Aku minum saja, seperti biasa.” Kataku. Dia mengangguk-angguk. Sementara mereka memesan banyak makanan dan minuman, aku hanya ingin minum.

“Hyung.” Panggil Kiseop.

“Wae?” tanyaku. Ia malah senyum-senyum tidak jelas dan membuatku bergidik ngeri.

“Kau kenapa sih?” tanyaku.

“Ehehe, sebenarnya apa hubunganmu dengan dongsaengnya Teuki hyung sih?” tanyanya. Eh?

“Nugu?” tanyaku, aku sebenarnya tahu, hanya saja saat ini aku malas membicarakannya.

“Hyemi, hyung.” Tegas Eli. Cih, aku juga tahu maksudnya Hyemi, tanpa perlu dipertegas begitu.

“Eobseo.” Sahutku cepat.

“Jinjayo?” tanya Kiseop lagi.

“Ne.”

“Jeongmal hyung?”

“YA! Kau itu mau apa sih? Bertanya seperti itu terus?” tanyaku akhirnya, aku kesal dengan pertanyaannya, aku jadi ingat lagi tentang pernyataannya padaku kemarin. Ck.

“Aniyo, bukankah kemarin ia menyatakan cinta padamu hyung?  Kenapa tidak terima saja sih? Dia manis juga kok hyung, sayang untuk di sia-siakan.” Lanjut Eli. Hee?? Jadi kemarin mereka semua tahu Hyemi menyatakan cintanya padaku?

“Ia hanya menyatakan cinta sebagai fans terhadap idolanya.” Dustaku, jelas-jelas ia menyatakan cinta sebagai yeoja terhadap namja.

“Geotjimal.” Kata Kiseop lagi. Astaga bocah ini benar-benar deh.

“YA! Apa maksudmu hah? nan geotjimal aniya.” Tegasku.

“Terserahmu lah hyung, yang jelas aku yakin ia bukan menyatakan cinta atas dasar fans tapi sebagai yeoja terhadap namja. Kalau kau tidak mau untukku saja hyung, kurasa tidak sulit menyukai yeoja sepertinya.” Lanjut Kiseop. Eli mengangguk-angguk. Yang lain juga.

“Ya ya ya, kalian ini apa-apaan sih? Masa seorang yeoja diperebutkan kalian semua? Cari yang lain sajalah, tidak usah yeoja itu. dan kau Dongho, kau jangan coba-coba ikut-ikutan mereka, kau belum boleh. Ara?” kataku menunjuk mereka dan berakhir pada Dongho, ia memberengut kesal. Derita magnae.

“Haha, ya magnae sabar ya. Kau tidak bisa ikut kami memperebutkan Hyemi. Ah tapi kira-kira berapa umurnya ya? Hyung kau tahu?” tanya Eli.

“Kata Eunhyuk hyung sih, umurnya hampir sama dengan Mir.” Jawabku.

“Mir magnae MBLAQ hyung?” tanya AJ. Aku mengangguk.

“Waa, asik.” Kata Kiseop. Bahkan kudengar ia sudah mendiskusikan cara dengan yang lainnya untuk mendekati Hyemi, cih, dasar bocah.

“Hyung, tapi kau benar tidak apa kan kalau kami mendekati Hyemi? Atau kami perlu minta ijin pada oppanya dulu?” tanya AJ.

“Terserah saja, aku sih tidak masalah.” Sahutku santai.

“Tapi sepertinya yang ia tahu hanya kau hyung, aku berani bertaruh ia bahkan tidak mengenal kami sama sekali. Aku bisa lihat hyung, saat ia datang yang ia lihat di matanya hanya kau hyung, tidak ada yang lain.” Kata Kiseop. Ia benar-benar sok tahu deh.

“Mungkin hanya perasaanmu saja.” Kataku. Ia mengangkat bahu.

“Tapi begitu yang kami lihat hyung.” Sambar Hoon cepat.

“Hyung pokoknya kau jangan  menyesal kalau nanti Hyemi berpaling pada salah satu dari kami ya?” kata AJ.

“Tidak akan. Kau ambil saja sana. Berusaha agar ia menyatakan cinta pada kalian.” Sahutku enteng. Mereka mendengus kesal.

“Oppa, aku mau chocolate cake, cheese cake dan tiramisu ya juga cappuccino?” kudengar suara seorang yeoja yang sepertinya ku kenal. Begitu aku menoleh kulihat Hyemi duduk tidak jauh dari meja kami, ia sedang bersama member MBLAQ.

“Eh? yakin? Itu banyak Hyemi~ya. Kau sanggup menghabiskannya? Dan kurangi konsumsi cappuccinomu.” tanya G.O hyung. Jarak kami yang tidak terlalu jauh membuatku bisa mendengar pembicaraan mereka. Kulihat Hyemi mengangguk.

“Aku sedang ingin oppa, kan oppa bilang aku tidak boleh diet, jadi aku mau makan itu, dan aku tidak bisa juga tidak mau mengurangi konsumsi cappuccinoku oppa.” kata Hyemi.

“Iya tapi apa kau sanggup memakannya?” tanya G.O hyung lagi.

“Kan ada Mireu, ia pasti mau membantuku. Iyakan Mireu sayang?” kata Hyemi pada Mir. Eh? apa tadi katanya Mireu sayang????

“Ne, Hyemi sayang, aku akan selalu membantumu. Semua untuk uri Hyemi.” Kata Mir sambil terkekeh. Kemudian Hyemi menoleh pada G.O hyung, dan G.O hyung mendesah.

“Ara. Kau pesan saja.” Katanya akhirnya.

“Gomawo oppa.” Hyemi langsung memeluk lengan G.O hyung. Aku langsung membelalakkan mataku. Sebenarnya siapa sih Hyemi ini? katanya ia dongsaeng Teuki hyung, tapi sekarang malah makan bersama member MBLAQ, memeluk G.O hyung seenaknya dan saling memangil sayang dengan Mir.

“Hyung, kau melihat apa sih?” tanya Dongho, menyadarkanku kembali.

“Eh? ani. Aku tidak melihat apa-apa. Kajja lanjutkan makannya.”

“Eh? itu bukannya member MBLAQ ya? Dan oh, mereka bersama Hyemi. Hyung itu Hyemi kan? Kenapa ia bersama member MBLAQ?” tanya Eli.

“Nan molla.” Kataku.

“Hyung, kemarin kan ia menyatakan cinta padamu, tapi kenapa sekarang ia malah bersama member MBLAQ? Malah terkesan sangat akrab lagi. Kau tidak curiga hyung? Terlebih katanya ia dongsaeng Teuki hyung tapi malah berkumpul seenaknya dengan namja lain.” Lanjut Kiseop.

“NAN MOLLA! Jangan bicarakan lagi. Sudah cepat selesaikan, kita kembali lagi. Ppalli.” Kataku kesal. Kenapa mereka jadi senang sekali menjadikan Hyemi bahan pembicaraan sih?

Aku jadi memikirkan ucapan Kiseop, ia menyatakan cinta padaku tapi nyatanya  ia malah sangat akrab dengan namja lain, atau bisa kusebut dekat dengan banyak namja. Dan aku tidak suka mendapati hal itu. tidak, bukan karena aku sudah mencintainya atau apa. Aku hanya merasa seperti dipermainkan, ia menyatakan cinta padaku tapi malah berhubungan sangat akrab dengan namja lain. Apa ia tidak serius menyatakan cinta padaku? Tapi Eunhyuk dan Donghae hyung bilang ia serius saat menyatakan cinta padaku, tapi kenapa jadi seperti ini? arrggghhh aku jadi pusing sendiri.

Aku mengalihkan pandanganku lagi, oh, bahkan sekarang aku melihat Hyemi dan Mir terkadang saling menyuapi dan tertawa bersama, sementara member yang lain mengobrol. Bahkan aku melihat saat ia bercanda dengan Mir ia berlindung pada G.O hyung dari keusilan Mir dengan memeluk G.O hyung, terkadang aku melihatnya menggembungkan pipi atau mengerucutkan bibir kesal, tapi setelaah itu G.O hyung akan mengusap kepalanya dan sedikit mengomeli Mir karena mengusili Hyemi terus. Sebenarnya Hyemi itu yeoja seperti apa sih?

Hyemi POV

Saat ini aku ikut oppa makan siang dengan member MBLAQ di salah satu café di daerah Apgeujong.

“Oppa, aku mau chocolate cake, cheese cake dan tiramisu ya juga cappuccino?” kataku pada oppa, aku sedang ingin cake itu.

“Eh? yakin? Itu banyak Hyemi~ya. Kau sanggup menghabiskannya? Dan kurangi konsumsi cappuccinomu.” tanya G.O oppa. Cih, meragukanku? Aku mengangguk.

“Aku sedang ingin oppa, kan oppa bilang aku tidak boleh diet, jadi aku mau makan itu, dan aku tidak bisa juga tidak mau mengurangi konsumsi cappuccinoku oppa.” kataku sekalian mengungkit ucapannya yang aku tidak boleh diet. Jadi dia tidak mungkin menarik ucapannya itu dan aku boleh memakannya. haha.

“Iya tapi apa kau sanggup memakannya?” tanya G.O oppa lagi.

“Kan ada Mireu, ia pasti mau membantuku. Iyakan Mireu sayang?” kataku pada Mir dengan lirikan penuh paksaan.

“Ne, Hyemi sayang, aku akan selalu membantumu. Semua untuk uri Hyemi.” Kata Mir sambil terkekeh. Aku langsung menoleh pada G.O oppa, dan oppa hanya mendesah pasrah saja. Yes!

“Ara. Kau pesan saja.” Katanya akhirnya.

“Gomawo oppa.” Aku langsung memeluk lengan G.O oppa saking senangnya.

Akhirnya akupun memesannya dan memakannya, terkadang dibantu Mir, dia kan senang kalau banyak makanan.

“NAN MOLLA! Jangan bicarakan lagi. Sudah cepat selesaikan, kita kembali lagi. Ppalli.” Aku langsung menoleh, siapa sih  yang teriak-teriak begitu di café seperti ini, aku langsung mengedarkan pandanganku. Eh? itu… OMO. U-KISS??? Dan itu berarti SOOHYUN? Omo, aku bertemu Soohyun di sini.

“Hyemi~ya…” aku yang tadinya sedang memperhatikan gerombolan U-Kiss langsung menoleh ke depan, dan mendapati sepotong chocolate cake yang menempel di bibirku.

“Hyemi~ya, kajja buka mulutmu, aaaaa.” Kata Mir, langsung saja kuturuti. Aku juga terkadang menyuapi Mir balik. Oh ayolah, aku dan Mir terbiasa begini. Aku sesekali menengok ke meja member U-Kiss yang duduk tidak jauh dari kami, aku bahkan tadi tidak menyadarinya sama sekali. Tahu begitu kudatangi saja Soohyun. Eh, tapi apa ia masih mau bertemu denganku setelah pernyataanku kemarin?

“Mireu, stop, berhenti, aku tidak mau.” Aku langsung menghindar dari Mir yang ingin memberikanku paprika dan bawang. Aku tidak suka paprika dan bawang. Langsung saja aku bersembunyi di balik G.O oppa, berlindung dari keusilan Mir, dan Mir sukses dimarahi oppa. Haha.

“Mireu, berhenti. Nanti ia tidak ingin makan lagi.” Kata G.O oppa.

“Yah, Hyemi payah hyung, masa dengan paprika dan bawang saja tidak berani.” Kata Mir. Aku langsung menggembungkan pipiku dan mengerucutkan bibir mendengarnya, aku kan memang tidak suka. Oppa langsung mengusap kepalaku.

“Biarkan saja. Sudah lanjutkan makanmu.” Sahut G.O oppa singkat.

Lalu kami melanjutkan makan masih sambil bercanda-canda, tidak lama kulihat Soohyun dan membernya bergegas keluar dari café ini, mereka pasti sudah datang lebih dulu makanya selesai lebih dulu juga. Eh, tapi kok Soohyun tidak langsung keluar? Ia malah berbelok, sepertinya menuju toilet. Ah, lebih baik kususul saja dia.

“Oppa, aku ke toilet dulu ya.” Kataku, dan tanpa menunggu jawaban oppa aku langsung melesat menuju toilet, menyusul Soohyun, aku tidak benar-benar ingin ke toilet sebenarnya, itu hanya alasan untu bertemu Soohyun, kapan lagi aku bisa bertemu secara pribadi dan benar-benar hanya berdua dengannya. Yah, walaupun bertemunya di toilet sih, sungguh tempat yang tidak elit. Ck.

“O, Annyeong Soohyun oppa.” Sapaku saat bertemu dengannya di lorong menuju toilet, ia mau keluar dan langsung mengikuti membernya pasti.

“Annyeong, Hyemi~ssi.” Eh? ia memanggilku formal lagi? Wae? Bukankah ia bilang tidak perlu bicara formal?

“Emm, oppa kau sedang apa disini? Maksudku sejak kapan?” tanyaku. Ia hanya melihatku datar, pandangannya berbeda dengan pertemuan kami yang lalu.

“Tentu saja makan, kau pikir untuk tujuan apa orang datang ke café. Dan, aku sudah datang lebih dulu darimu dan tentu saja kau tidak melihatku, kau sibuk dengan para namja yang datang bersamamu itu.” jawabnya, kenapa jawabannya terkesan sinis sih?

“Oh, iya ya, tentu saja mau makan. Maksud oppa member MBLAQ? Oh, aku dan mereka…”

“AH! Hyemi~ssi, aku sudah harus kembali, member yang lain menungguku. Annyeonghaseyo.” Katanya memotong ucapanku, lalu langsung berlalu dari hadapanku bahkan tanpa mendengar jawaban salam dariku.

Aku merasa Soohyun oppa agak berbeda padaku tadi, ia berubah dan jadi seperti menghindariku. Kenapa jadi seperti ini? apa ia merasa terganggu dengan pernyataanku kemarin? Apa ini artinya ia tidak memiliki perasaan yang sama denganku, ia menolakku? Mataku panas, jangan sampai aku menangis lagi. Aku langsung masuk ke toilet yang berada tidak jauh dari tempatku.

Lima belas menit kemudian aku kembali, yeah, aku tahu aku menghabiskan waktu yang lama, tapi aku tidak mungkin kembali ke tempat oppa saat itu juga, aku perlu menenangkan diri dulu.

“Kenapa lama?” tanya oppa begitu aku duduk kembali.

“Hah? oh itu, perutku agak tidak enak oppa.” Kataku mencari alasan. Oppa memperhatikanku lagi. Aku langsung memalingkan wajah, kalau kubiarkan oppa memperhatikan wajahku pasti nanti ketahuan aku bohong.

“Makanya makannya jangan banyak-banyak.” Sahut Mir. Sial kau Mir!

“YA! Kau kan juga menikmatinya Mir, jadi jangan mengolokku.” Seruku. Kulihat oppa masih memperhatikanku. Apa sudah ketahuan ya?

“Oppa, aku pulang duluan ya?” kataku. Daripada oppa memperhatikanku dengan tatapan menyelidik begitu lebih baik aku pulang dan berpisah dari oppa.

“Wae? Kau sakit? Perlu ke dokter?” tanya Seungho oppa. Aku tadinya ingin menggeleng, tapi mungkin akan lebih baik aku mengaku sakit saja.

“Ne, jadi boleh kan oppa?” pintaku.

“Ara, kuantar. Kajja. Kalian duluan nanti aku menyusul.” Kata oppa pada yang lain dan menarikku bangkit keluar. Feelingku oppa tahu aku tidak jujur padanya, dan hanya tinggal menunggu waktu ia memintaku jujur. Hhh, Jung Hyemi, sepertinya sebentar lagi kau akan mengatakan semuanya dan menangis lagi di hadapan oppamu.

***

“Katakan.” Kata oppa begitu sampai di apartemenku. Aku bahkan baru duduk lima detik yang lalu, dan oppa masih berdiri didekat pintu.

“Mwo?” Tanyaku. Aku tahu maksud oppa, tapi aku tidak ingin menceritakannya.

“Katakan padaku apa sebenarnya yang terjadi? Aku tahu kau tidak sakit yang kata Mir kebanyakan makan. Jadi ceritakan yang sebenarnya padaku.” Lanjut oppa.

“Aku tidak mengerti maksud oppa, dan aku memang sakit kok, mungkin benar apa kata Mir kalau aku…”

“Soohyun.” Potong oppa. Apa tadi kata oppa? Soohyun? Oppa tahu?

“Nde?”

“Aku tadi melihat Soohyun, ia keluar dari toilet. Aku yakin ini berhubungan dengannya kan? Aku tidak bodoh Jung Hyemi. Aku tahu adikku.” Jadi oppa benar-benar tahu? Aku ketahuan sudah tidak jujur padanya? Ottokhae???

“Oppa…” lirihku, apa aku harus jujur padanya? Tapi aku takut menangis lagi.

“Jadi sebaiknya kau katakan padaku. Sekarang!” oh, aku tahu itu bukan permintaan tapi perintah dan aku sepertinya tidak punya pilihan lain. Terpaksa kuceritakan semuanya.

“Ottokhae oppa? Aku bingung.” Kataku setelah menceritakan semuanya pada oppa, semua yang tadi kualami di café saat bicara bersama Soohyun.

“Lupakan.”

“Nde?” tanyaku bingung.

“Lupakan dia. Sudah jelas ia berubah padamu, mungkin karena pernyataanmu, tapi jelas ia menjauhimu. Lebih baik kau lupakan ia. Turuti appa, ambil kuliahmu ke Kanada. Kembali lagi menjadi Hyemi yang dulu, Hyemi yang tidak mengenal Soohyun.” Kata oppa. Benarkah aku harus begitu?

“Hajiman oppa…”

“Hyemi~ya. Kalau kau begini terus kau akan sakit. Oppa tidak mau melihatmu sakit. Jadi lebih baik kau juga menjauh saja darinya. Kau belum lama kenal dengannya, oppa yakin kau akan bisa melupakannya.” Lanjut oppa.

“Shiroe.” Kataku akhirnya.

“Hyemi~ya.”

“Oppa, nan shireoyo!”

“Oppa tidak mau tahu, kau tetap pergi ke Kanada.” Lanjut oppa, ia bangkit dari sofa dan menuju pintu.

“Sekali lagi oppa.” Oppa menghentikan langkahnya dan berbalik menghadapku lagi.

“Mwo?”

“Sekali lagi, beri aku kesempatan sekali lagi. Kalau setelah bertemu dengannya ia tetap tidak menanggapiku, aku…” aku menghentikan ucapanku sejenak.

“Aku akan pergi.” Kataku akhirnya. Kulihat oppa, dia tersenyum. Ia kembali melangkah ke arahku.

“Geurae. Oppa ijinkan kau bertemu dengannya, tapi hanya sekali lagi dan itu yang terakhir. Kalau ia tetap begitu, kau harus pergi dan melupakannya. Oppa nanti akan carikan namja yang baik untukmu dan mencintaimu.” Kata oppa dan mengusap rambutku. aku mengangguk, padahal hatiku sakit. Apakah aku benar-benar harus pergi? Benarkah? Tidak bisakah yang terakhir kali ini berhasil? Tuhan, semoga pertemuanku dengan Soohyun nanti berhasil.

***

Sore ini aku menonton U-Kiss, dan kali ini oppa menemaniku. Oppa bilang ini kesempatan terakhir untukku. Semoga di kesempatan terakhir ini aku berhasil.

“Kajja, temui dia. Oppa tunggu di sini.” Kata oppa.

“Oppa.” Kataku pelan. Jujur aku ragu sekarang. Aku jadi takut menemuinya.

“Ppalli. Oppa tunggu disini, oppa serahkan padamu, oppa percaya kau bisa melalui hal ini. Ppalliwa.”

“Ne, oppa.” Kataku lalu bergegas menemui Soohyun oppa.

――――――――――――――TBC―――――――――――――――――

ps : makasih buat admin udah bantuin publish J

Maaf kalo ada typo..

10 thoughts on “[FF Freelance] Attack of Love (Part 4)

  1. First ?! Yay !

    O? Soohyun salah paham tuhh
    Dia kan ga tau kalo G.O oppa kandungnya Hyemi juga Mir yg sahabatnya Hyemi…
    Jadinya dia gitu.

    Hyemi kasiann…
    Harus ngelupain Soohyun + berangkat ke Kanada

    #miann kebanyakan comment
    Lanjutttttt….

  2. Soohyun kok langsung salah menuduh ? Aku tunggu part selanjutnya. Semoga cepat di publish dan author cepat dapat ide. Amiin……

  3. Twiiiiw twiiiiw twiiiiw
    Jangan-jangan soohyun oppa cemburu tuuuh ?? Cuuuiiit cuuuuiiit..
    Penasaran ama part selanjutnya kkk ~

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s