KyuRin Tale : Shocked!!!

*Annyeong… ini lanjutan kisahnya KyuRin yang aneh…*

Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyerin (oc)

Other Cast : Super Junior, Song Harin, Song Eunhye, Song Eunchae

Genre : Romance, comedy

Rating : G

Disclaimer : Ini ff murni imajinasi author. Jadi hargailah kerja kerasku membuat ff yang aneh ini. Ff ini pernah dipublish di wp pribadi author. *gila, bahasa gue!*

HAPPY READING…!

(^0^)

Hyerin pov

Blam! Kututup pintu dengan kasar. Orang itu, orang itu, orang itu! Aku meremas-remas bantal yang ada di kursi ruang TV, membayangkan itu adalah Kyuhyun. Aku tidak habis pikir, member Suju memiliki kepribadian seperti setan. Huft, apa SM Ent tidak salah memilihnya? Aku sering nonton mv Suju. Dan orang yang namanya Kyuhyun itu terlihat seperti orang baik. Setidaknya dia terlihat keren. Tapi setelah bertemu dengannya tadi, aku bahkan harus berusaha menahan diri untuk tidak menyumpal mulutnya dengan kaos kaki. Tapi kenapa dia bisa kenal Eunchae?

“Eunchae-ah, kau kenal oppa yang tadi?” kutanya Eunchae yang kini makan coklat sambil menyalakan TV.

“Oppa yang mana?” dia balik bertanya.

“Oppa yang menyebalkan tadi. Yang mengelus rambut Eunchae.”

“Oh, oppa yang tampan tadi,” dia duduk di sebelahku. Aku mengambil coklat dari tangannya dan memakannya. “Ne, aku kenal dia.”

“Bagaimana kau bisa kenal dia?”

“Begini,” Eunchae memulai ceritanya.

<flashback>

Eunchae pov

Aku lapar. Eunhye eonnie kelihatan buru-buru tadi jadi dia lupa memberiku makan. Kenapa eonnie-eonnieku tega membiarkan anak kecil imut sepertiku sendirian di apartemen? Aku bosan dari tadi nonton TV. Aku ke dapur dan membuka kulkas. Benar juga, eonnie belum belanja banyak. Hanya ada sedikit sayuran mentah. Coba ku makan sedikit ah…

<flashback cut>

Hyerin pov

“Aduduh, aku tidak Tanya kegiatanmu, Eunchae. Langsung ke bagian kau bertemu dengan orang itu,” aku memutar kepala Eunchae ke arahku.

“Yak, eonnie! Aku kan belum selesai cerita. Eonnie dengarkan saja dulu,” lalu dia melanjutkan ceritanya.

<flashback again>

Eunchae pov again

Lalu aku memakan sayuran itu. Hoek! Pahit sekali, aku tidak bisa makan ini. Jadi kututup kembali kulkasnya. Aku benar-benar lapar jadi ku putuskan untuk mencari bantuan ke luar. Nah, di luar aku bertemu dua oppa yang sangat tampan. Kuhampiri mereka.

“Annyeong, oppa. Apa kau melihat eonnieku?” tanyaku.

“Tidak, adik kecil. Kau tersesat?” kata oppa topi hitam sambil mengelus-elus rambutku, seperti yang sering dilakukan Hyerin eonnie.

“Aniyo, aku tinggal di rumah yang itu,” aku menunjuk apartemenku.

“Mana eomma dan appamu?” Tanya oppa topi pink.

“Appa dan eomma ada di rumah yang satunya. Aku tinggal bersama eonni-eonnieku. Harin eonnie, Hyerin eonnie, dan Eunhye eonnie.”

“Lalu siapa namamu?” Tanya oppa topi hitam.

“Aku Eunchae, Song Eunchae,” ku bungkukkan badanku seperti yang selalu diajarkan Harin eonnie saat bertemu orang asing.

“Kau lucu sekali, Eunchae,” oppa topi pink mencubit pipiku.

“Iya, aku tahu,” ucapku dan mereka tertawa. “Tapi aku sekarang lapar sekali, oppa. Apa oppa bisa memberiku uang?”

“Jadi kau belum makan?” Tanya oppa topi hitam. Aku menggeleng. Lalu dia memberiku selembar uang. “Ini untuk beli coklat.”

“Kansahamnida, oppa. Kapan-kapan aku akan meminta Harin eonnie untuk membuatkan oppa ramyun yang enak.”

<flashback end>

Hyerin pov

“Mworago? Kau minta uang pada oppa itu?” teriakku.

“Ne, dan aku langsung menggunakannya untuk beli coklat yang eonnie makan tadi,” jawabnya polos. Sial, aku juga ikut makan coklatnya.

“Sekarang uangnya habis?” aku menelusuri saku seragamnya. Kelihatannya dia menggunakan semua uangnya untuk beli coklat. “Siapa yang mengajarimu minta uang pada orang asing?” bentakku.

“Kenapa eonnie menyalahkanku? Eonnie kan juga ikut makan…” matanya berkaca-kaca. Kalau sudah berwajah begini aku tidak tega memarahinya.

“Eh, bukan begitu maksud eonnie. Ya, ya sudah tidak apa-apa. Tapi jangan ulangi lagi,” ku elus rambutnya lembut. Dia hanya mengangguk.

Bagaimana pun caranya aku harus bertemu Kyuhyun itu dan mengembalikan uangnya.

^0^

Aku menceritakan apa yang Eunchae lakukan tadi siang pada Harin eonnie saat makan malam. Dia malah tertawa.

“Kenapa tertawa, eonnie? Itu kan memalukan. Harusnya kau marahi dia,” ucapku.

“Tidak perlu, dia belum mengerti apa-apa,” jawabnya, masih tertawa.

“Huuu, kali ini kau selamat,” ucapku pada Eunchae. “Oh, ya, aku belum percaya kita satu atap dengan Super Junior.”

“Mwo? Dorm Suju kan memang di sini.”

“Jadi eonnie baru tahu? Makanya aku senang bisa pindah ke sini,” Eunhye nyeletuk.

“Kalian semua sudah tahu tapi tidak memberitahuku?” bagus, hanya aku yang tidak tahu dan mereka membiarkanku seperti orang konyol.

“Kau bukan elf, ku pikir kau pasti tidak akan tertarik.”

Benar juga, aku tidak tertarik. Tapi setidaknya aku tidak akan mengalami kejadian konyol tadi saiang, kan?

“Jani, kau sudah bertemu dengan si angel voice idolamu itu, Eunhye?” tanyaku.

“Ani, Ryeowook kan tinggal di lantai 12,” jawab Eunhye.

“Hahaha, tadi siang aku bertemu dengannya,” pamerku.

“Jinja? Kenapa tidak memintakanku tanda tangannya?”

“Enak saja, kau yang suka kenapa aku yang repot?”

“Ya sudah, tidak apa-apa. Sekarang kan kita tetangganya Suju, mustahil kalau tidak bertemu Ryoewook walau hanya sekali. Dan kalau aku debut nanti aku juga bisa selalu bertemu dengannya, bahkan bisa duet. Ini benar-benar seperti mimpi.”

Aigo, sehebat itukah Suju? Aku bahkan merasa pertemuanku dengan mereka, atau lebih spesifiknya dengan Kyuhyun, adalah suatu kesialan.*mian, ya buat ELF. Aku bukan hater, ini cuma keperluan fanfict aja kok!*

^0^

“Mwo?”

“Andwe!”

Begitu respon Hyoki dan Hani saat ku beritahu mereka mengenai hubungan per-tetanggaan-ku dengan Super Junior. Mereka mendengarkan dengan antusias bahkan Kim seongsaenim mereka acuhkan.

“Kalau sampai ada orang lain yang tahu, kalian akan mati. Kalau kalian bahkan membawa bala tentara untuk berdemo ke apartemen kami, ku buang mayat kalian ke tong sampah,” ku ancam mereka.

“Tapi kalau hanya…”

“Kalau kalian sering-sering berkunjung ke apartemenku, jangan suruh aku untuk pura-pura meminjam sesuatu agar kalian bisa melihat dorm mereka,” ku potong kalimat Hyoki karena aku tahu dia akan memintaku melakukan hal konyol itu.

“Kalau begitu setidaknya…”

“Aku bukan tukang pos atau kurir pengantar barang, jadi tidak menerima titipan. Intinya kalian tidak punya kesempatan lebih hanya karena aku satu apartemen dengan Suju. Dan ingatlah selalu ancamanku tadi,” aku lebih menegaskan kalimat terakhirku. Hani dan Hyoki sama saja.

Mereka tampak amat sangat kecewa.

“Oh, ayolah… Hanya karena Suju kalian sampai menatapku seperti ibu tiri yang baru saja menyiksa anak-anaknya yang tak bersalah,” kataku tak sabar saat kami makan siang. Mereka berdua saling pandang.

“Kami tidak menganggapmu ibu tiri,” kata Hyoki.

“Kau lebih mirip psikopat,” tambah Hani. Itu sih, malah lebih parah.

“Lalu aku harus membiarkan kalian melakukan hal-hal gila karena sekelompok namja itu?” sial, mereka beraegyo di hadapanku. “Ara, ara, kapan-kapan aku akan membantu kalian bertemu dengan Suju. Tapi tidak dalam waktu dekat karena aku juga baru kemarin bertemu mereka. Aku harus menyelesaikan sesuatu dengan salah satu dari mereka,” kataku akhirnya.

“Kami akan selalu setia menunggu demi Super Junior,” Hyoki kembali bersemangat.

“Hyerin, kau memang BFF kami yang paling baik,” kata Hani sambil memelukku.

“Memangnya berapa BFF yang kalian punya?” mereka nyengir.

^0^

Aku memberanikan diri ke dorm Super Junior. Aku harus mengembalikan uang Kyuhyun. Aku sudah meminta Harin eonnie membuatkan kimchi untuk mereka. Ku ajak Eunchae sekalian karena tidak mau dia menghilang lagi kalau ditinggal sendirian. Aku membunyikan bel.

“Nugu?” suara seseorang di dalam.

“Annyeong, aku Song Hyerin yang tinggal di depan itu.”

Pintu terbuka dan Sungmin oppa berdiri di hadapanku.

“Oh, rupanya Eunchae dan eonnienya. Ayo masuk.”

Sungmin oppa ramah sekali, tidak seperti Kyuhyun. Di ruang TV terlihat Donghae oppa yang sedang nonton bersama Eunhyuk oppa.

“Annyeong, Hyerin dan Eunchae,” sapa Donghae oppa.

“Ini kimchi buatan Harin eonnie. Semoga kalian suka,” aku menyerahkan kimchi yang ku bawa.

“Wah, pasti enak. Gomawo, Hyerin-ah. Sampaikan juga pada eonniemu,” Eunhyuk oppa menerimanya dan membawanya ke dapur.

“Um, sebenarnya aku ke sini mau mengembalikan uang,” kataku.

“Uang siapa?” Tanya Donghae oppa.

“Pasti punya Kyu,” sela Sungmin oppa.

“Benar, bagaimana oppa bisa tahu?”

“Kemarin aku bersama Kyuhyun waktu Eunchae menghampiri kami. Adikmu ini lucu sekali,” Sungmin mencubit pipi Eunchae.

Cklek! Seseorang keluar dari salah satu kamar. Itu Kyuhyun.

“Wah, Eunchae ada di sini,” Kyu menyapa Eunchae dan mengelus-elus rambutnya.

“Ini,” aku menyerahkan uang pada Kyuhyun.

“Apa ini?” Tanya Kyu.

“Uang yang kau berikan pada Eunchae kemarin.”

“Kenapa dikembalikan?”

“Kami bukan pengemis!” ucapku kasar.

“Kasar sekali bicaramu. Aku kan memberikannya pada Eunchae, bukan padamu,” jawab Kyuhyun santai.

“Tetap saja tidak bisa. Ini kukembalikan,” ku letakkan uang itu di atas meja.

“Hanya segitu tidak akan membuatku miskin. Satu kali show saja aku bisa membeli apartemenmu.”

Cih, sombong sekali orang ini!

“Kau mau pamer?”

“Itu sudah kenyataan.”

“Aku pulang saja! Yang penting sudah kukembalikan uangmu,” aku berbalik.

“Aku tidak mau barang mentah,” kata Kyuhyun.

“Maksudmu?”

“Bagaimana kau mentraktirku saja?”

“Memangnya berapa banyak uang yang kau berikan pada Eunchae sampai memintaku mentraktirmu?”

“Kalau tidak mau ya sudah.”

Orang ini mau memerasku?

“Baiklah, kau mau ditraktir apa?”

“Aku sedang tidak ingin apa-apa.”

“Kau mau mempermainkanku?”

“Aku ini orang sibuk, jadi kau harus menunggu sampai aku punya waktu senggang.”

“Tinggal terima uangnya beres kan?”

“Shireo, tidak asyik!” aku menghitung dalam hati. Satu, dua, tiga,.. aish, kenapa setiap bertemu dengannya aku harus selalu berhitung?

^0^

*Gak wajar? Mian, ini hanyalah imajinasi belaka. Ayo dikomen…*

57 thoughts on “KyuRin Tale : Shocked!!!

  1. Hyerin ini lucu.. Tiap kali kesabarannya mau abis dia pasti berhitung hahaha… Lucu bgt. Temen2nya jg udh diancem duluan pdhl temennya lom ngomong apa2 haha…
    Lanjut ya

  2. Wkwkwk 😀 kyuhyun bnyak mau nya. Apa susahnya tinggal ambil uang nya mlah minta traktir lgi mna wktunya blom tentu pula. Aduh lucu bnget byangin hyerin menghitung 😀 .

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s