Fell Apart – Mirror 3 [END]

Author: helmyshin1

Main cast: Yesung Super Junior, Park Kyuri Ah, Eunhyuk Super Junior, Aiko Matsuyama

Genre: Romance, Friendship, Hurt/Comfort

Lenght: Sekuel

Rating: PG-15

Summary: Di saat rasa cinta tak juga tumbuh. Walau di pupuk dengan pupuk terbaik dan di siram dengan air paling murni. Benih cinta itu justru berevolusi menjadi kebencian.. yang sangat dalam.

Fallen Flower | Fell Apart – Mirror 1 | Fell Apart – Mirror 2

 “Ternyata memang sakit..”

“Dengar ya, Park Kyuri Ah, atau siapalah namamu itu. Tidak peduli apa status kita, apa hubungan kita, aku tidak pernah dan tidak akan pernah sudi untuk sedikit pun menyentuhmu, kau mengerti?! Baiklah, selamat malam!!!”

“Kalau saja yeoja ini tidak menyetujui perjodohan kami, sungguh aku tidak akan pernah menikahinya.”

“Oppa..”

“Bisakah sedetik saja tidak menggangguku, hah?! Apa itu hobi barumu?? Kau tidak lihat aku sedang sibuk?! ENYAH KAU!!”

Mata Yesung nyaris copot kala melihat perempuan yang mengetuk pintu rumahnya. Tubuh jangkung itu bagai es seketika. Kaku dan beku. Hawa sekitar berubah derastis dalam waktu yang singkat. Mulut Yesung menganga selama beberapa detik. Ia mengucek kedua matanya, berharap bahwa ini bukanlah mimpi di siang bolong seperti biasa.

“Annyeonghaseo!” perempun itu membungkuk 45 derajat, mengucapkan salam dengan lidah yang agak kelu.

“Kim Jong Woon, gomenasai!” perempuan itu membungkuk lagi, kali ini lebih dalam dan nampak sangat sungguh-sungguh. Yesung mundur selangkah ke belakang, nampak bingung dengan sikapnya sendiri.

Namja itu memperhatikan sesosok wanita di hadapannya dari ujung rambut hitamnya yang panjang sampai ujung kakinya yang beralaskan hak tinggi. Wanita itu mengenakan mantel cream dan rok yang panjangnya sampai bawah lutut sembari menenteng sebuah koper.

“Kau..” Yesung memastikan, menggunakan bahasa korea. Sedangkan perempuan di hadapannya segera menyahut dengan sigap, “ne,” seakan mampu membaca kacaunya pikiran Yesung.

Namja tadi belum bergerak. Bayangkan saja, apa yang akan dia lakukan saat orang yang sangat sangat dia rindukan, yang selama bertahun-tahun lamanya tidak dia temui, pada suatu hari tiba-tiba datang?

Memeluknya? Mungkin itu jawaban kalian. Tapi tidak untuk Yesung. Bahkan dia belum percaya bahwa perempuan yang tengah berdiri di hadapannya ini adalah seorang yang pernah –sampai sekarang- memenuhi dirinya, mengendalikan syaraf-syarafnya, dan menjadi satu diantara satu alasannya untuk mempertahankan napasnya. Tak lain dan tak bukan adalah, Aiko.

Fell Apart – Mirror 3 | 2012 helmyshin1 present

Benar.

Aiko.

Perempuan yang dahulu menolak cinta Yesung demi lelaki lain, kini hanya mampu menyesali kebodohannya sendiri. Ia tahu bahwa Yesung mencintainya dengan tulus, sedang lelaki yang ia pilih, hanya mencintai hartanya.

Biadab!

Nasi sudah menjadi bubur. Tak bisa diubah menjadi nasi kembali dengan usaha sekeras apapun. Sekarang ia hanya punya dua pilihan, menjadi wanita gelandagan atau wanita murahan. Membuat pusing memang. Ia tahu bahwa Yesung sudah tak seorang diri sekarang, tapi toh namja itu masih menerimanya. Rasanya tidak mungkin bila Yesung melupakan dirinya dengan mudah, bukan?

Persetan bila kehidupan rumah tangga Yesung berantakan, yang penting dirinya bisa hidup layaknya manusia biasa.

Mengejutkan ‘kah?

Aiko yang dulunya seorang gadis polos dengan sifat baik, kini menjadi sesosok wanita yang busuk nuraninya. Dan benar saja dugaannya, kehidupan Yesung akan berubah semenjak dia menginjakkan kaki di rumah itu.

“ANIYO!!! TIDAK BOLEH!!!” Teriakan Kyuri menggema, menghalangi jalan Aiko yang melangkah disamping Yesung.

“Apa hakmu untuk mengusirnya, hah?” Yesung turut berteriak, menerobos penghalangan Kyuri dengan mudah sembari menarik pergelangan perempuan bermata sipit tadi –Aiko.

Kreeeek..

Mantel Aiko disobek Kyuri entah dibagian mana, membuat si pemilik baju memandangnya dengan tajam. Tak tau setan apa yang tengah merasuki Kyuri, membuat keberaniannya terkumpul entah mengapa. Padahal ia adalah seorang wanita yang dikenal dengan kelembutan dan kepolosannya, nyaris layaknya Aiko dua tahun silam. Keberaniannya kali ini cukup mengejutkan memang. Tidak, sepertinya terlalu lembut untuk disebut keberanian, mungkin kata yang tepat adalah kelancangan.

“Apa-apaan kau, Kyuri-ya?!

“Ini juga rumahku, kau tak bisa menerima sembarang wanita seperti dia!”

PLAK!

Sebuah tamparan mendarat di pipi Kyuri dari tangan kanan Yesung sendiri. Panas dan sakit. Wanita itu mencoba bangkit, hendak menarik baju Aiko kembali, namun ia kalah cepat dari Yesung yang sedari tadi memandangnya tajam.

PLAK!

Deruan tangis terdengar beberapa saat kemudian, memenuhi rumah mewah itu. Kyuri seperti seorang anak kecil yang kehilangan permen atau balon miliknya, menangis tiada hentinya. Tapi ingatlah bahwa Kyuri tidak akan pernah mengambil pusing ejekan itu.

Hatinya terasa dicabik-cabik oleh belati yang amat sangat tajam, sakitnya sulit didefinisikan. Bukan sakit seperti saat jarimu tergores pisau, bukan sakit seperti saat kakimu tertindih meja, namun sakit yang tiada obatnya. Sakit jauh di dalam. Itulah yang ia rasakan sekarang, kemarin dan mungkin yang akan datang.

“Oppa..” rintih Kyuri mengiba, tubuhnya tak rapi seperti biasanya. Ia berantakan. Tapi apalah gunanya, walau ia mencoba membunuh dirinya sendiri pun, Yesung tidak akan pernah mempedulikannya.

Kehidupan ini seperti sebuah film yang peran utamanya adalah dirimu. Tuhan menuliskan naskahnya dan kau sendiri yang menjadi editornya. Jika kau ingin bahagia, maka kau harus mengubah cerita itu dengan usahamu sendiri, namun jika kau hanya diam saja, rasa sakitlah yang akan terus mengalir bersama darah ceritamu.

***

Sungguh beku suasana pagi ini, bahkan sinar mentari pun tak dapat mencairkan es yang tak berbentuk. Yesung berdehem kecil setelah meneguk segelas air putih, menatap dua orang wanita yang duduk dihadapannya.

“Jadi, bagaimana kabarmu, Aiko?” suaranya nampak berat kala mengucap nama itu. Hatinya masih menyimpan rasa sakit yang terbentuk di masa lalu.

Tiba-tiba hawa dingin menyeruak ke 3 jiwa tersebut. Hening sesaat. Bahkan orang yang ditanyai pun belum rampung mengatur napasnya, mengedit ulang jawaban apa yang harus diucapakan. “Buruk.” Dan hanya itu yang bisa ia katakan. Itu sebuah kejujuran, bukan?

Namja yang bertanya tadi hanya menunduk kali ini, dalam hati ia masih takut untuk menanyakan lebih jauh mengenai si wanita, ia butuh waktu untuk menghilangkan kecanggungannya. Tak lama –mungkin.

“Ehm..” Kyuri mendesak memasuki pembicaraan, menoleh ke arah Aiko. “Boleh tau siapa anda?” tak lupa menambahkan bubuk sinis di akhir kalimatnya. Jika dilihat lebih teliti, ada setitik air mata yang tertahan di kelopak matanya.

“Aku..”

“Temanku.” sahut Yesung tanpa ekspresi yang jelas. Yesung bangkit dari tempat duduknya, merapikan dasi dan jas hitamnya. “Aku harus berangkat sekarang. Annyeong,” katanya terburu.

Pemuda itu menghentikan langkahnya di belakang kursi Kyuri, dihembuskanlah napasnya di sana. “Kenapa kau tak mati saja, Kyuri-ya?” Terdengar suara pintu dibanting beberapa detik kemudian.

GLEK!

Kyuri mematung, seakan ada sesuatu yang menahannya sampai ia tak mampu bergerak. Kalimat itu sungguh berhasil terekam oleh semua syarafnya dan turut diedarkan ke seluruh tubuhnya. Bagai racun paling mematikan yang ada di dunia ini.

Tadi, tepat satu detik setelah Yesung melangkahkan kakinya lagi, air mata yang semula dibendung wanita tersebut menetes menelusuri lengkukan pipinya yang putih bak salju. Nampaknya hati namja tersebut benar-benar telah dilapisi baja terkuat di dunia ini.

***

Jarum jam menunjukkan pukul 8 pagi. Namun Kyuri telah memejamkan matanya satu detik yang lalu, setidaknya ia bisa membohongi dirinya untuk sekian jam kedepan. Entahlah, ia pun bingung dengan apa yang akan ia lakukan semenjak ada penghuni baru di rumahnya.

Sebuah deruan mobil membatalkan niatnya untuk istirahat. Dan tanpa ia sadari, pergelangan tangannya tengah digenggam oleh seseorang dengan erat. Kyuri nyaris menjerit saat itu juga, namun suaranya terhenti di tenggorokan setelah mengetahui siapa yang menggenggam pergelangan tangannya tadi.

“Ada apa Eunhyuk?” tanya Kyuri dengan bingung, wajahnya seperti balita desa yang baru pertama kali melihat keadaan kota. Eunhyuk tidak menjawab sepatah kata pun. Dengan cepat dan dengan suara yang seminimal mungkin, Eunhyuk membawa Kyuri masuk ke dalam mobilnya, membawanya melaju bersamanya.

“Kita mau ke mana?”

***

“Dengarkan aku, Kyuri. Kau tidak akan bertahan di sana! Kau tidak akan mampu!” Eunhyuk mengguncang tubuh Kyuri, seakan mencoba mengusir setan dari dalam tubuhnya. Namun Kyuri masih mengelak ucapan Eunhyuk, tetap teguh terhadap pendiriannya.

“Aku mencintainya, Eunhyuk! Sangat! Aku tau bahwa kau sangat memahaminya!” jerit Kyuri dengan sigap, dress putihnya berkobar oleh angin dingin. Alam pun seperti membenarkan apa yang ia ucapkan.

Mungkin terlalu dini untuk mengeluarkan Kyuri dari rumah itu, tapi seorang Eunhyuk bisa melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, ia berani bertaruh bahwa air mata Kyuri lah yang akan mendominasi aura rumah itu.

Eunhyuk meremas rambut blondenya sendiri, menghempaskan tubuhnya di sofa merah apartemennya. Ia menunduk. Berpikir dan berpikir, nyaris putus asa saat itu juga. Entah dengan apa dia bisa menyadarkan sahabatnya itu, menariknya dari lautan cinta buta yang dalamnya tak terhingga.

“Aku mengenalmu lebih dari siapa pun! Lebih dari dirimu sendiri, Park Kyuri Ah!” Eunhyuk menengadahkan kepalanya, menatap Kyuri seakan iba. Terdengar ada sesuatu yang tertahan dalam ucapannya. “Percayalah padaku untuk sekali saja!” tambah Eunhyuk, nada bicaranya semakin rendah dan itu membuat air mata Kyuri pecah.

Eunhyuk bangkit, diremasnya kedua bahu Kyuri, menatap dua kelereng yang berair dalam matanya dengan tajam. Namja itu menghela napas dan mencoba berbicara dengan nada yang selirih mungkin, “dengarkan aku, Kyuri. Aku tau kau tidak akan bertahan di sana bahkan untuk sehari sekali pun. Yang bisa kau lakukan di sana hanyalah menangis dan menangis! Apa kau mau mengeringkan air matamu, hah? Tenangkan pikiranmu di sini untuk sementara waktu.”

Kyuri terdiam, dadanya sesak bagai dihimpit berton-ton kayu gelondongan, sulit bernapas. Benar yang dikatakan Eunhyuk, yang bisa ia lakukan hanyalah menangis dan menangis. Ia bukanlah seorang wanita berhati baja, yang mampu menahan berbagai macam sayatan dari segala arah tanpa perlindungan dan balasan.

Ia akan meledak.

Eunhyuk menghembuskan napas berat, ia mengalihkan pandangan matanya ke sembarang arah, dan meninggalkan Kyuri seorang diri, ia tau bahwa Kyuri membutuhkan banyak waktu untuk mendinginkan kepalanya, untuk meluruskan jalan pikirannya.

Ya, banyak waktu.

Tak lama kemudian, terdengar suara pintu yang ditutup, dan suasana berubah menjadi  kehening.

***

Sulit dipungkiri bahwa nyaris semua orang mempunyai pikiran yang sama saat ia sakit hati. Selalu berangan agar diberi kekuatan untuk memutar waktu, memperbaiki setitik kesalahan saja yang pernah mereka lakukan di masa lalu. Sama persis layaknya “mereka.”

Lee Hyukjae –jika ia bisa kembali ke masa lalu, maka tak akan ia biarkan orang yang sangat ia cintai menikah dengan sahabatnya sendiri.

Park Kyuri Ah –wanita tersebut masih bingung dengan penyesalannya sendiri. Di satu sisi, ia mengaku jikalau dirinya mencintai Yesung, tapi di sisi lain, ia tak mau terjerumus dalam pernikahan biadab ini.

Kim Jong Woon –mungkin satu penyesalan yang menonjol saat ini, ia sungguh tak sudi berurusan dengan wanita yang sama sekali tidak ia cintai.

Aiko Matsuyama –entah ada apa dengan perasaannya, ia mencintai Yesung mungkin.

Keempat orang itu sama-sama diliputi rasa bimbang dan canggung, mereka harus berpikir dua sampai tiga kali sebelum mengucapkan sepatah kata pun.

Tegang.

Bayang-bayang kejadian tadi masih menghantui Kyuri, kejadian saat matanya menatap separuh jiwanya tengah bercumbu mesra dengan wanita yang bahkan tidak dikenalinya. Ia remuk saat itu juga.

Runtuh.

Yesung dan Aiko belum beranjak sedikit pun dari sofa panjang itu. Eunhyuk masih menggenggam tangan Kyuri, memberinya keberanian dan kekuatan. Sedangkan Kyuri hanya menatap Yesung dengan pandangan sayu. Yang dipandang hanya menatap balik dengan tatapan tak suka.

“Bagaimana bisa kau bersama Hyukjae?” akhirnya Yesung bersuara, membuat seorang yang namanya disebut meluruskan pandangannya dengan malas, ia menjawab atau tidak pun tidak akan merubah segalanya, tidak akan berguna.

“Kyuri adalah sahabatku sejak kecil,” namun jawaban itu membuat Yesung tercengang. Dia bahkan tidak tau kalau mereka berdua bersahabat. Entah mengapa ada sebuah rasa takut yang mulai menyelimutinya.

Pria itu –Yesung- masih membisu, mulutnya seperti tak berfungsi. Di sisi lain, Aiko, gadis bermata sipit tadi tak mau ikut campur, masa bodoh apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Ambil kopermu!” perintah Eunhyuk dengan lirih, berbisik di telinga Kyuri.

Yeoja berambut panjang tadi memejamkan kedua matanya, mencoba mengumpulkan pecahan kekuatannya, peluh dingin merembes pori-pori kulitnya. Kyuri pun melangkah dengan ragu, berjalan melewati Yesung tanpa memandangnya sekali pun. Ia belum berani melakukan itu.

Sesaat setelah terdengar suara pintu di tutup, suasana di ruang tamu hening kembali. Tak ada yang mau bersura sedikit pun, termasuk namja berjaket abu-abu yang tengah dipenuhi kebencian dalam hatinya.

Ia tak sudi untuk melayani sahabatnya sendiri.

***

“Saranghae..” desiran itu larut oleh udara, diterbangkan entah kemana arahnya. Kedua bibir mungil tersebut bergetar, seakan tak dapat mengutarakan satu huruf pun setelah kata yang tadi ia ucapkan. Jemari itu menunjuk wajahnya sendiri di pantulan cermin besar, bahkan sedih melihat bayangannya yang menangis.

Terputar kembali film nyata saat Eunhyuk meninju Yesung dengan kepalan tangannya sendiri, meninju Yesung saat namja itu melihat sahabatnya bercumbu dengan wanita lain yang bukan istrinya –dirinya.

Kyuri tau bahwa Eunhyuk membelanya, Kyuri tau bahwa Eunhyuk membenci Yesung kali ini, Kyuri tau bahwa ialah pihak yang benar, tapi itu semua belum cukup untuk memenuhi alasan mempertahankan nyawanya.

Ia tak bisa berpikir dengan jernih, hanya ada siluet wajah 3 orang tadi dalam bola matanya. Orang tua? Cih, bahkan mereka “menjual” Kyuri demi menyelamatkan hartanya, dan itulah alasan lain yang dipendamnya.

“Di sini..” perempuan itu meremas bajunya dibagian dada. “..terlampau sakit..” ia hanya mampu membatin untuk mengatakan itu, hanya mampu mengatakannya pada dirinya sendiri. Jiwanya telah runtuh, terhempas jauh di palung kehampaan dan kesedihan, tak mampu bangkit bahkan untuk menggerakkan jemarinya satu milimeter sekali pun.

Entah iblis jenis apa yang merasuki jiwanya, mengendalikan dirinya dan membawanya ke ujung kehidupan.

Kematian.

***

Sebuah pemakaman yang cukup ramai digelar di bawah gelapnya awan dan dinginnya udara petang. Nyanyian tangis bak menggema di bumi yang entah mengapa terasa berhenti berputar. Peti itu dimasukkan ke dalam lubang tanah, ditutup dengan tanah kembali beberapa saat kemudian.

Mati karena tersedak makanan sampai sulit bernapas.

Alasan yang menggelikan, bukan?

Maka Lee Hyukjae hanya bisa meludah, menganggap kotor seorang yang secara tidak langsung merupakan penyebab kematian tersebut.

Blonde itu bak berkibar oleh angin nakal. Belum bisa disimpulkan jenis tatapan apa yang ia siratkan, tatapan itu tajam, namun terlihat berair dan sayu. Dadanya terasa sesak diliputi campuran rasa yang sungguh tak menyenangkan. Pemuda itu membeku.

Kini ia merasakan apa yang Kyuri rasakan.

PRANG!

Dentingan mengerikan terdengar dari logam pisau yang menghantam keramik kebiruan. Tidak, kini keramik itu bertambah warnanya, warna dari darah pekat yang mengalir di sekitarnya.

BAGH!

Ia terjatuh, lunglai, hanya mampu mempertahankan kedua lututnya yang menahan berat badannya. Darah tadi melumer oleh air matanya, dan ia hanya sanggup membiarkannya jatuh dan jatuh.

Hening.

Fajar yang menyingsing tak memberi secerah harapan pun untuknya, cukuplah menjadi walpaper dosa terbesarnya. Persetan dengan semua itu, perasaannya sungguh tak mempedulikan itu semua.

Siapa yang patut disalahkan?

Keadaan?

Sepertinya tidak. Ini adalah hasil dari beberapa kejadian yang disatukan, menghasilkan sebuah rasa yang amat sangat menyakitkan. Tapi rasa itu tak dapat ditahan, lajunya tak dapat dihentikan, sehingga kejadian inilah yang menjadi ledakan dari rasa tersebut. Ledakan yang salah.

Kembali kepada si blonde tadi. Mata itu memperhatikan setiap titik pada 2 tubuh nista di bawahnya, tubuh yang sudah tak bernyawa akibat tangannya sendiri. Sekarang dialah yang kerasukan setan, membuatnya liar sampai tak dapat dihentikan.

Cinta yang terlampau buta.

Ya. Rasa sakit merubah segala yang baik menjadi buruk. Wanita ramah bisa menjadi kasar, murid yang baik bisa saling melukai, bahkan seorang ibu bisa menjadi pembunuh. Alasannya sama, sakit hati. Itulah pelampiasan rasa yang tak terkendalikan dengan cara yang salah.

-END-

­Huaaaaa…!!

Ampuun.. kenapa endingnya jadi kayak gini O.o #PLAAK

Mianhae endingnya mengecewakan banget, mungkin gara-gara saya terlalu ngebet pengen buat FF Thriller lagi *digantung*

Dan maaf juga karena postingnya lama, sekali lagi, saia sibuk! Hehe..

Okelah, sampai jumpa di Fanfic selanjutnya~

KABUUUR~~~

24 thoughts on “Fell Apart – Mirror 3 [END]

  1. aku ikutan sedih pas Yesung bilang..’lebih baik kau mati’

    busyeettt unyuk ku jadi pembunuh…kkk
    Love Is Blind..ckckckck…sereemmmm…

    aku ikutan deg-degan plus nangis…hiksss..
    good job

    • entahlah eon, aku sendiri juga bingung kenapa aku bikin ending kaya gini #PLAK
      terlalu pengen bikin FF thriller mungkin..hehe

      Gomawo for read and comment *bow

  2. astaga gak nyangka aiko ma yesung bisa sebrengsek itu, hyukjae juga bisa bringas banget ampe bunuh 2 orang, ya kyuri saking putus asanya milih bunuh diri, bener2 ending yang gak ketebak

  3. huaaaaaa yesung mati ? andweee
    eunhyuk knpa jadi pembunuh gth -_-
    thor skali2 bikin FF tentang pembunuhan dong , aku juga suka klu yg pembunuhan2an gth *eh haha
    semoga req aku terpenuhi hehe 😀

    • Udah takdir == #ABAIKAN

      FF pembunuhan? FF author begituan semua kalii XDD Coba deh kamu liat arsip FF author, atau buka WPnya author aja, pasti ketemu 😀

      Gomawo 🙂

  4. wow..
    yeppaq kejam ya!
    *geleng2pala*
    dy tega bgd ma kyuri..

    akhrnya kyuri bnuh diri saking g thannya..
    dan……….
    astaga!!
    hyukppa?
    knp kw jd pmbunuh mcam tu?
    bnuh 2 org?
    yeye ma aiko?
    wah2..

    ending yg krenz..
    ^^

  5. jadi yg meninggal kyuri thor.?
    Ya.. Jahat bgt si yesung sma aiko thor. Aku ska. Benar2 bgus ff nya. Daebak. Semangat thor. Smga bsa buat ff yg lbh bgus.

  6. Kyurii………mati bunuh diri
    truuuuuuuuuuuuuussssssssss
    Hyuk…marah….
    ikut matiin Yesung sm Aiko yah, saeng…………….

    biiiizzzz aku kurang ngerti sih………….

  7. *masih kurang jelas*
    Masih agak binggung dengan akhir yang kurang jelas.
    Entahlah mau dibilang seperti apa ff ini

    Maaf harus bilaang yang sejujurnya hanyaa saja akhirnya benar-benar tidak memuaskan..
    Maaf maaf..

    • Iya, gapapa kok, lagian ini arsip lama waktu aku awal2 masuk dunia FF, maaf ya mengecewakan hehe.. Makasih udah baca dan komen 🙂

  8. salahnya yesung sih napa dia tega banget sama istrinya padahal istrix setia banget,,,,, dduuuuhhhh ayang gue hyukjae jangan gitu atuh,, ya ampunn cukup jd playboy saja kamu daripada jadi pembunuh,, oh ya thor btw,, itu cwe yg berlutut ambil nangis yg gak mau ditinggalin sama pacarnya aiko kah??kalo iya sapa cwonya?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s