[FF Freelance] Attack of Love (Part 5)

Title :: Attack of Love Part 5

Auhtor :: haehyunho a.k.a Han Chaehyun

Genre :: Romance, Friendship, Family

Length :: Chaptered

Rating :: PG

Main Cast :: Jung Hyemi (OC), Shin Soohyun of U-Kiss

Other Cast :: Member of MBLAQ, Member of Super Junior, Member of U-Kiss

Disclaimer :: This story and plot is mine

lovelylovelife.wordpress.com

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4

Hyemi POV

Sore ini aku menonton U-Kiss, dan kali ini oppa menemaniku. Oppa bilang ini kesempatan terakhir untukku. Semoga di kesempatan terakhir ini aku berhasil.

“Kajja, temui dia. Oppa tunggu di sini.” Kata oppa saat acara sudah berakhir dan kami menunggu di lorong menuju pintu keluar.

“Oppa.” Kataku pelan. Jujur aku ragu sekarang. Aku jadi takut menemuinya.

“Ppalli. Oppa tunggu dimobil, oppa serahkan padamu, oppa percaya kau bisa melalui hal ini. Ppalliwa.” Lanjut oppa begitu melihat rombongan  U-Kiss berjalan menuju tempat kami berdiri sekarang.

“Ne, oppa.” Kataku lalu bergegas menemui Soohyun oppa. Semakin dekat jarakku dengannya, kurasa harusnya ia sudah menyadari kedatanganku. Bisa kurasakan beberapa membernya sudah melihatku dan mereka berbisik pada Soohyun, dan mereka berhenti. Lebih tepatnya Soohyun yang berhenti sehingga membernya mau tidak mau ikut berhenti.

“Annyeonghaseyo.” Sapaku pada mereka sambil membungkuk.

“Annyeonghaseyo Hyemi~ssi.” Balas mereka sambil membungkuk juga, tapi tidak dengan Soohyun, ia tidak membalas salamku. Apakah ini sudah tanda-tanda? Hhh.

“Err, aku ada perlu dengan Soohyun oppa. Bisa?” kataku akhirnya. Mereka semua saling melirik dan berakhir pada Soohyun.

“Kita bicara di tempat lain, kalian langsung ke van saja.” Katanya dan berbalik menuju dalam lagi. Aku langsung mengikutinya.

“Silahkan.” Katanya begitu membuka pintu. Kurasa ini tadinya ruang tunggu U-Kiss.

“Ada perlu apa?” tanyanya to the point begitu aku masuk. Aku bahkan belum duduk. Dan aku masih menormalkan kondisi jantungku yang berdegup kencang efek berada dekat dengan Soohyun.

“Oppa, aku… kau ingat aku sempat menyatakan perasaanku padamu kan?” kataku membuka pembicaraan.

“Ne. lalu?” tanyanya. Oh astaga, ia tidak sadar atau apa sih? Tentu saja aku mau lihat tanggapannya.

“Aku serius oppa, aku sungguh-sungguh menyatakannya.” Lanjutku.

“Geumanhae.”

“Nde?”

“Geumanhae Hyemi~ssi.”

“Oppa.”

“Hyemi~ssi. Aku juga jadi bingung bagaimana menyampaikannya.” Katanya. Hhh, firasat buruk.

“Katakan saja oppa, aku akan mendengarkan kok.” Kataku sambil tersenyum, padahal dalam hatiku mulai menangis, biasanya kalau seperti ini akan ditolak kan?

“Oke, aku berterima kasih padamu, aku menghargai keberanianmu dalam menyatakan perasaanmu padaku. Aku tahu kau tulus menyatakannya. Tapi aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku tidak melihatmu sebagai seorang yeoja. Mianhae Hyemi~ssi. Aku juga bingung bagaimana menyampaikan ini agar kau tidak sedih, apalagi kau dekat dengan hyungdeul SuJu. Aku minta maaf. Tidak dapat membalas perasaanmu. Mianhae, jeongmal mianhae Hyemi~ssi.“ jelasnya. Sekarang aku benar-benar menangis, dalam hati tentu saja. Berakhir, segala usahaku berakhir di sini.

“Gwaenchana oppa, ah maksudku Soohyun~ssi. Aku juga minta maaf kalau pernyataanku menganggumu dan membuatmu bingung dan merasa tidak enak. Gomawo karena kau sudah mau jujur padaku.” Kataku, sakit hatiku benar-benar sakit saat mengatakan ini.

“Jeongmal mianhada Hyemi~ssi.”

“Nan Gwaechana Soohyun~ssi. Kalau begitu aku permisi dulu. Annyeonghaseyo.” Kataku lalu bergegas keluar. Aku tidak kuat, aku ingin menangis lagi. Bahkan sepertinya airmataku sudah mulai keluar.

Soohyun POV

“Silahkan.” Kataku begitu membuka pintu. Aku membawa Hyemi ke ruang tunggu U-Kiss tadi.

“Ada perlu apa?” tanyaku to the point begitu ia masuk. Ia memang belum duduk tapi aku ingin tahu ada perlu apa ia mencariku, lebih cepat selesai lebih baik kan? “Oppa, aku… kau ingat aku sempat menyatakan perasaanku padamu kan?” katanya membuka pembicaraan. Hhh, dia membicarakan ini lagi. Aku jadi mulai pusing sekarang, ditambah rasa lelahku.

“Ne. lalu?” tanyaku.

“Aku serius oppa, aku sungguh-sungguh menyatakannya.” Lanjutnya. Oh, astaga Hyemi aku tahu kau sungguh-sungguh saat menyatakannya dan justru itu yang membuatku bingung dan jadi lebih sulit.

“Geumanhae.”

“Nde?”

“Geumanhae Hyemi~ssi.”

“Oppa.”

“Hyemi~ssi. Aku juga jadi bingung bagaimana menyampaikannya.” Kataku. Uh, mungkin aku memang harus mengatakannya sekarang, aku juga tidak bisa memendamnya lebih lama lagi.

“Katakan saja oppa, aku akan mendengarkan kok.” Katanya sambil tersenyum, mungkinkah itu senyuman terpaksa?

“Oke, aku berterima kasih padamu, aku menghargai keberanianmu dalam menyatakan perasaanmu padaku. Aku tahu kau tulus menyatakannya. Tapi aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri. Aku tidak melihatmu sebagai seorang yeoja. Mianhae Hyemi~ssi. Aku juga bingung bagaimana menyampaikan ini agar kau tidak sedih, apalagi kau dekat dengan hyungdeul SuJu. Aku minta maaf. Tidak dapat membalas perasaanmu. Mianhae, jeongmal mianhae Hyemi~ssi.“ jelasku. Akhirnya aku mengatakannya juga, walaupun menyakitinya. Aku yakin ia yeoja yang kuat, ia pasti bisa menghadapi hal ini tapi aku juga merasa hatiku tidak benar-benar ingin mengatakan itu, aku merasa bahkan diriku yang lain memakiku karena mengatakan hal ini, aku memang merasa lega kerena akhirnya bisa mengatakan ini tapi diriku yang lain merasa sakit mengatakannya. Kenapa dengan diriku?

“Gwaenchana oppa, ah maksudku Soohyun~ssi. Aku juga minta maaf kalau pernyataanku menganggumu dan membuatmu bingung dan merasa tidak enak. Gomawo karena kau sudah mau jujur padaku.” Katanya, ia memanggilku formal lagi, dan jujur aku tidak suka mendengarnya bicara formal begitu padaku. “Jeongmal mianhada Hyemi~ssi.” Lanjutku. Aku juga tidak suka harus memanggilnya formal begitu.

“Nan gwaechana Soohyun~ssi. Kalau begitu aku permisi dulu. Annyeonghaseyo.” Katanya lalu bergegas keluar. Mianhaeyo Hyemi~ya.

Aku masih berada diruangan ini, bahkan ini sudah duapuluh menit berlalu, aku masih memikirkan Hyemi tadi. Apa ia tidak apa-apa dengan perkataanku tadi? Kenapa sekarang aku jadi gelisah sendiri? Padahal aku sudah mengatakan semuanya, harusnya aku merasa lega, tapi setelah Hyemi keluar aku malah jadi gelisah dan jadi memikirkannya lagi. Aisshh, nan micheosseo. Bisa-bisanya aku seperti ini hanya karena pernyataan cinta seorang yeoja yang bahkan sudah kutolak. Ck. lebih baik kau segera ke van, pasti yang lain sudah menunggu.

***

“Bisa aku bertemu Soohyun?” aku langsung menoleh ke arah sumber suara. Kulihat Teuki hyung, Donghae hyung dan Eunhyuk hyung, couple itu tidak pernah berpisah ya? Ckckck. Mereka mendatangiku ke dorm malam-malam begini? Ada apa?

“Ne hyung, waeyo?” tanyaku. Member yang lain langsung menyingkir, mungkin menghindari pembicaraan yang sepertinya akan serius ini.

“Apa yang kau lakukan pada Hyemi?” Hyemi? Ini bahkan sudah tiga hari sejak kami bicara terakhir kalinya dan aku mengatakan alasan penolakanku. Memangnya apa yang kulakukan? Masa iya hanya karena aku menolaknya hyungdeul jadi ke sini? Dan kenapa mereka baru datang setelah tiga hari? Itu terlalu lama kan? Ck.

“Eh? memangnya aku melakukan apa hyung?” tanyaku bingung.

“YA! Kalau aku tahu apa yang kau lakukan kami tidak akan bertanya.” Sahut Donghae hyung, sepertinya ia kesal.

“Hyemi pergi, dan yang kudengar sebelum pergi ia menemuimu. Bisa kau jelaskan?” tanya Teuki hyung.

“Eh? aku sih bertemu dengannya tiga hari yang lalu hyung, dan apa hubungannya ia bertemu denganku dan ia pergi? Memangnya ia pergi kemana?” tanyaku.

“Apa yang kalian lakukan tiga hari yang lalu itu?” tanya Eunhyuk hyung.

“Eh?”

“Katakan Soohyun~ah.” Pinta Donghae hyung. Hyungdeul menunggu ceritaku.

“Ia menyatakan cinta padaku hyung, ku pikir ia bercanda, tapi aku kemudian sadar kalau ia serius. Pada saat ia menyatakannya saat ia menemuiku bersama Donghae dan Eunhyuk hyung. Dan mereka bilang Hyemi serius.”

“Aigoo, jadi kau masih tidak sadar keseriusannya? Kupikir kau mendengarkan perkataanku malam itu dengan baik.” Sahut Donghae hyung. Kenapa ia jadi kesal begitu sih?

“Bukan begitu hyung, hajiman…”

“Stop. Lanjutkan saja.” Potong Teuki hyung.

“Ne hyung, saat itu aku tidak mengatakan apa-apa karena jujur saja aku masih kaget. Maksudku, aku belum lama mengenalnya, itupun melalui perantara kalian aku kenal dengannya, dan ia menyatakan perasaan padaku bukan sebagai fans terhadap idola tapi sebagai yeoja terhadap namja, itu yang membuatku bingung dan tidak bisa berpikir. Tidak lama ia pamitan dan keluar. Kemudian minggu lalu saat aku dan member lain ke Apgeujong aku bertemu dengannya di café dan dia bersama dengan semua member MBLAQ, ia sangat akrab dengan member MBLAQ terutama G.O dan Mir, ia terkadang saling menyuapi dengan Mir dan saling memanggil sayang, lalu ia suka memeluk G.O dan memanggilnya oppa dan G.O pun sepertinya saat menjaga Hyemi, terkadang ia mengelus-elus kepala Hyemi. Mereka benar-benar akrab. Tapi bisa-bisanya di sana ia menemuiku, itu pertemuan pertama kami setelah ia menyatakan perasaannya padaku, kami bertemu saat aku keluar dari toilet. Ia bicara denganku tapi aku biasa saja, mungkin bisa dibilang aku agak menjaga jarak darinya.”

“YA! Kenapa kau menjaga jarak darinya? Dan lagi memangnya kenapa kalau ia dekat dengan MBLAQ? Kenapa kalau ia melakukan itu dengan Mir atau G.O ia bahkan sering melakukannya di depan kami. kami juga terkadang begitu padanya.”

“Hae~ya, biarkan Soohyun melanjutkannya dulu.”

“Ne, hyung, ceritanya masih ada. Jangan dipotong terus dong.” Kataku, kesal juga kan kalau cerita tapi dipotong-potong.

“Oke lanjutkan.”

“Dan yah akhirnya hari itu kami berpisah begitu saja, dan kurasa ia menyadari aku menjaga jarak darinya, karena saat aku berbicara formal dengannya ia sempat kaget. Dan kalau mengenai tiga hari yang lalu. Ia mendatangiku dan menanyakan jawabanku atas pernyataannya tempo hari. Dan aku menjelaskan semuanya, tantang aku yang tidak punya perasaan apa-apa terhadapnya. Aku menolaknya tapi sudah menjelaskannya dengan baik-baik dan sepertinya ia menerimanya, ya walaupun setelah itu ia jadi berubah dan berbicara formal padaku.” Jelasku, huft, akhirnya penjelasanku berakhir juga. Kulirik hyungdeul dan kenapa ekspresi mereka jadi begitu? Jadi seperti mau membunuhku? Aku jadi bergidik ngeri pada mereka.

“Shin Soohyun. Mati kau!” kata Eunhyuk dan Donghae hyung bersamaan. Mereka memang mengatakannya dengan pelan tapi nadanya cukup menusuk. Sementara Teuki hyung melihatku masih dengan tatapan kesalnya tapi ia tidak berkomentar.

“Hyung, waeyo? kenapa kau bicara begitu padaku?” tanyaku, mereka jadi tambah aneh sekarang.

“Aku kesal padamu, karena kau…”

“Hyuk, stop. Kita sudah dapat jawabannya. Kajja kita pulang.” Ajak Teuki hyung memotong ucapan Eunhyuk hyung yang ingin diucapkan padaku.

“Hajiman, hyung. Soohyun sudah membuat Hyemi…”

“Hae~ya. Semua sudah selesai. Kita hanya ingin mencari tahu penyebabnya dan semua sudah jelas. Lagipula kita tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Kajja.” Ajak Teuki hyung lagi.

“Hyung tunggu, aku mau tanya satu hal lagi pada Soohyun.” Teriak Donghae hyung. Teuki hyung menghela nafas tapi tidak melarangnya. Aku melihatnya bingung, ada apa lagi memang.

“Soohyun~ah, aku mau tahu. Saat kau berbicara formal pada Hyemi apa yang kau rasakan?” tanya Eunhyuk hyung.

“Nde? O, saat itu, aku merasa tidak suka berbicara formal begitu dengannya hyung. Mungkin karena sudah terbiasa bicara santai dengannya lalu tiba-tiba berubah menjadi formal . aku tidak nyaman dan tidak suka.” Jawabku. Ya memang itu yang kurasakan kan. Mereka mengangguk-angguk.

“Lalu apa yang kau rasakan saat kau menolak Hyemi dengan entengnya dan tanpa memikirkan perasaannya?” tanya Donghae hyung.

“Hyung, aku memikirkan perasaannya, aku merasa lega saat akhirnya bisa mengatakan semuanya tapi diriku yang lain merasa sakit saat mengatakannya apalagi melihat raut wajah kecewanya, yang walaupun aku yakin ia yang saat itu tersenyum tapi senyum dipaksakan. Tapi mau bagaimana lagi, aku tidak ingin membohonginya dengan memberikan harapan palsu padahal nyatanya aku tidak mencintainya seperti ia mencintaiku.” Jawabku. Sekarang mereka malah melihatku dengan ekspresi shock, lalu mereka saling berpandangan dan tersenyum. Mereka gila tiba-tiba? Jangan bilang mereka datang ke dorm U-Kiss malah jadi gila? Aigoo, bisa-bisa aku dibunuh oleh ELF karena membuat idola mereka gila. Terlebih TKPnya adalah dormku.

“Hyung, gwaenchana?” tanyaku takut-takut kalau ternyata mereka benar-benar gila mendadak.

“Babo!” eh? kenapa aku malah dikatai babo? (-__-)a

“Nde?”

“Aku tanya lagi, kau tidak mencintai Hyemi? Pikirkan baik-baik sebelum menjawab.” Teuki hyung langsung memotongnya begitu aku ingin mennjawab. Apalagi yang harus dipikirkan? Aku kan memang tidak mencintainya.

“Aniyo hyung, aku memang tidak mencintainya kok.” Jawabku.

“Kau yakin?” tanya Eunhyuk hyung. Aku mengangguk.

“Kau pikirkan baik-baik dari yang tadi ditanyakan Donghae dan Eunhyuk dan juga jawabanmu.” Lanjut Teuki hyung. Eh? maksudnya?

“Hyung, dia tidak akan paham kalau hanya begini. YA! Shin Soohyun. Kau itu sebenarnya mencintai Hyemi juga. Babo!” mwo?

“MWO? Hyung, darimana dapat kesimpulan begitu? Aku kan sudah bilang aku tidak mencintainya.” kataku, kenapa begitu sih? Mentang-mentang Hyemi yeodongsaengnya mereka lantas memaksaku untuk mencintainya juga begitu?

“Geurae, kau pikir apa artinya kalau kau tidak suka bicara formal degannya? Apa artinya saat kau merasa sakit saat mengatakan penolakanmu padanya dan melihat wajah kecewanya juga senyum terpaksanya? Kau pikir itu bukan tanda kalau kau sebenarnya juga mencintainya? merasa sakit saat melihat orang yang dicintai tersakiti. Kau saja yang tidak sadar.” Jelas Teuki hyung.

“Eh? Jinjja? Tapi aku tidak merasa begitu hyung.” Kataku, aku masih tidak yakin. Dan sekarang aku jadi persis anak kecil yang baru diberitahu cara menghitung dan masih penuh dengan kebingungan.

“Kan tadi Teuki hyung sudah bilang kau saja yang belum menyadarinya. Aigoo, Soohyun~ah, kenapa kau jadi babo begini sih?” celetuk Eunhyuk hyung. Sial! Kalau ia bukan hyungku sudah kupukul kepalanya, bicara seenaknnya saja, mengataiku babo lagi.

“Geundae, hyung. Aku masih tidak yakin. Kalau memang aku mencintainya dan aku belum sadar, bagaimana cara menyadarinya hyung?” tanyaku bingung.

“Apa yang kaurasakan kalau ia pergi dari hidupmu?” tanya Teuki hyung.

“M-mwo? Maksudmu apa hyung?”  perasaanku jadi tidak enak.

“Bagaimana perasaanmu kalau Hyemi benar-benar pergi dari hidupmu?” lanjut Donghae hyung.

“Pikirkan baik-baik. Rasakan apa yang rasa saat menyadari ia pergi darimu.” Sambung Eunhyuk hyung. Aku terdiam mendengarnya. Dan sebenarnya aku memikirkannya juga.

Apa yang kurasakan saat ia sudah tidak ada didekatku lagi? Saat ia pergi dariku?

DEG!

Ige mwoya? Kenapa aku tiba aku merasa sakit, sangat sakit, hatiku rasa nyeri dan aku merasa akan sulit bernafas saat berpikir aku akan hidup tanpanya, tanpa keberadaanya di sisiku, serasa kehilangan sumber kehidupanku. Apa ini artinya aku memang mencintainya? tapi kalau benar begitu kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

“Otte? Sudah tahu apa yang akan kau rasakan?” pertanyaan Donghae hyung menyadarkanku dan membuatku sadar kembali.

“Naega… nan molla hyung.” Jawabku akhirnya.

“Jawab saja sejujurnya.” Lanjutnya.

“Naega, aku merasa sakit, aku merasa akan sulit bernafas saat berpikir aku akan hidup tanpanya, aku bahkan merasa kehilangan sumber kehidupanku tanpa keberadaannya di sisiku.” Jawabku akhirnya. Mereka tersenyum lebar dan kelihatan sangat senang.

“NAH KAN! Kubilang apa. Kau itu mencintai Hyemi tahu.” Seru Eunhyuk hyung girang. Senang sekali mereka.

“Jadi kau sudah menyadarinya kan kalau kau mencintai Hyemi JUGA.” kata Donghae hyung dengan menekankan kata juga. aku terdiam lalu mengangguk.

“Sepertinya memang benar hyung. Ah tapi aku tidak mungkin merasa sakit begitu. Toh Hyemi tidak akan kemana-mana. Pasti nanti ia akan menontonku lagi. Nanti saja saat itu aku mendatanginya dan mengatakan semua ini pada Hyemi.” Kataku. Dan kulihat ekspresi mereka berubah, yang tadinya tersenyum sekarang jadi kehilangan senyum. Seperti orang yang sedih saja.

“Hyung.” Panggilku.

“Kata siapa?” tanya Teuki hyung.

“Nde?”

“Kata siapa Hyemi tidak akan kemana-mana? Kau terlalu percaya diri Soohyun~ah.” Lanjut Teuki hyung.

“Eh? apa sih hyung? Aku bingung.” Kataku. Mereka membingungkanku.

“Kau terlalu percaya diri kalau mengatakan Hyemi tidak akan kemana-mana. Nyatanya ia hanya seorang yeoja yang bisa juga putus asa dan akhirnya pergi, pergi jauh dari orang yang diharapkan menjadi penghalangnya tetapi nyatanya tidak bisa menjadi alasannya untuk tidak pergi.” Aku semakin bingung sekarang dengan ucapan Teuki hyung, habis bicaranya berputar-putar sih. Kulirik Eunhyuk hyung dan Donghae hyung meminta batuan penjelasan, tapi mereka berdua malah sibuk bergalau-galau ria bersama. Ck. EunHae moment di dormku. -__-

“Err,, hyung. Bisakah kau persingkat ucapanmu dan langsung saja. Aku bingung hyung. Mian.” Kataku akhirnya. Ia menghela nafanya. Sigh.

“Kau benar-benar deh. Hyemi pergi.”

“Hyung. Daritadi bicara Hyemi pergi Hyemi pergi, pergi kemana? Kalau bicara jangan tanggung-tanggung.” Kataku akhirnya, ish jadi kesal deh. Tadi saat bicara sepotong-sepotong sekarang saat aku mengakui perasaanku kalau aku tenyata –juga- mencintai Hyemi bicaranya masih seopotong-sepotong juga.

“Hhh. Hyemi pergi. Ke Kanada.”

“MWO? YA! HYUNG JANGAN BERCANDA!” aku langsung berteriak. Bagaimana bisa? Ke Kanada? Aish, aku mulai gila sepertinya.

“YAK! Jangan berteriak-teriak babo!” kata Eunhyuk hyung sambil memukul lenganku. Appo.

“Hyung jangan memukulku, dan apa maksudnya Hyemi ke Kanada? Tiga hari yang lalu saja aku masih bertemu dengannya.” Kataku.

“Apapun bisa terjadi dalam tiga hari.” Sambung Donghae hyung, yang lain mengangguk-angguk.

“Tapi untuk apa ia ke Kanada? Dan waktu bertemu denganku ia sama sekali tidak mengatakan  ia akan pergi. Kenapa sekarang ia pergi hyung? Waeyo?” tanyaku. Oke, aku kacau sekarang.

“Karena kau menolaknya.”

“Nde?” aku langsung menoleh pada Eunhyuk hyung. Maksudnya apa?

“Tadinya kalau kau menerimanya ia bilang tidak akan berangkat, tapi karena kau menolaknya ia berangkat ke Kanada. Kami juga baru tahu tadi saat Hyemi berpamitan pada kami.” jelas Donghae hyung.

“Lalu kapan ia berangkat hyung?” tanyaku. Masihkah kumiliki kesempatan? Paling tidak untuk mengatakan perasaanku yang sebenarnya padanya.

“Sekarang.” Jawab Teuki hyung.

“MWO?” ige mwoya? Apa-apaan yeoja itu, mengatakan cinta padaku tapi ia meninggalkanku.

“YA! Sudah dibilang jangan berteriak babo!”

“Ya tapi aku kesal hyung, apa-apaan yeoja itu ia bilang mencintaiku tapi sekarang ia malah meninggalkanku. Babo yeoja.” Dengusku kesal.

PLETAKK

“Hyung! Kalian menganiayaku.” Kataku kesal.

“Seenaknya saja kau, memangnya kenapa kalau Hyemi pergi? Kan kau yang sudah menolaknya jadi lebih baik ia pergi kan. Dan yang babo itu kau.” Kata Donghae hyung.

“Ya hyung, aku kan baru menyadari perasaanku sekarang jadi wajar dong. Lalu ia berangkat jam berapa hyung?” tanyaku.

“Molla, tadi sih saat aku menuju ke sini ia sedang di perjalanan menuju Incheon.” Kata Teuki hyung.

Tuhan, apakah masih sempat kalau aku menyusulnya? Tapi dari Seoul ke Incheon saja menghabiskan dua jam. Apa masih sempat?

“Susul saja.”

“Nde?”

“Kalau kau memang serius padanya susul saja, siapa tahu masih sempat. Berdoa saja pesawatnya delay atau Kanada terserang badai salju mendadak sehingga penerbangan ditunda atau bahkan dibatalkan. Tapi kalau tidak ya berarti kau memang tidak jodoh dengannya.” Mworago? Masa setelah aku sadar aku mencintainya aku malah kehilangannya? Oh tidak bisa. Cinta harus diperjuangkan, seperti saat Hyemi kemarin memperjuangkan perasaannya padaku.

“Aniyo hyung, kalaupun aku tidak berjodoh dengannya aku yang akan memaksakan jodoh kami.” kataku lalu bergegas keluar setelah sebelumnya mengambil kunci mobil, bahkan meninggalkan hyungdeul yang masih duduk disofa dorm, bisa kulihat senyum mereka.

“Ne, Soohyun~ah. HWAITING!!!” seru mereka barengan. Dan begitu keluar parkiran aku langsung melesat menuju Incheon. Semoga masih sempat, semoga pesawatnya delay.

Begitu sampai di Incheon aku langsung berlari masuk, aku bahkan hanya memakai topi dan kacamata untuk penyamaran. Yang memang ada di dashboard. Aku langsung berlari masuk dan menuju papan jadwal keberangkatan. Dan apa yang kulihat? Pesawat menuju Kanada sudah take off setengah jam yang lalu. Aku langsung terjatuh duduk saat itu juga. bagaimana bisa? Padahal aku sudah berusaha secepatnya untuk sampai, tapi kenapa tetap tidak terkejar? Apakah  takdirku harus seperti ini?

――――――――――――――TBC―――――――――――――――――

ps : makasih buat admin udah bantuin publish J

Maaf kalo ada typo..

Makasih utk reader yg udah baca + comment..

Next part udah ending lhoo..kkk~

10 thoughts on “[FF Freelance] Attack of Love (Part 5)

  1. halo ak bru baca ni dan langsung part 4!tp keren sich!so0hyun ayo pesen tket susul hyemi!ak mendkungmu!*emang siapa loe*hehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s