Go Married! Go…

a/n : Cerita ini pendek. Sama kayak dua cerita saya sebelumnya. Silahkan dibaca, tapi dilarang nimpuk yah (?) huahahahha *ngilang*

=====================

Kau dan Aku seperti dua kutub magnet yang saling bersebrangan.

Kau dan Aku memiliki sifat yang bertubrukan satu sama lain.

Kau suka hitam, sementara aku menyukai pink.

Segala hal yang kita sukai selalu bertolak belakang.

Tapi kenapa kita selalu bersama?

Kenapa kita saling terikat dan terhubung?

Mungkinkah takdir telah melakukan kesalahan?

Jika benar, maka biarlah takdir melakukan kesalahannya.

Dan teruslah berada di sampingku hingga takdir menyadari bahwa dia telah melakukan hal yang benar.

Bahwa Kau dan Aku adalah bagian dari takdir yang tak akan pernah terpisahkan.

-Lee Sungmin-

-^^-

 Sungmin menatap Jiyoon dengan jengah. Sudah hampir dua jam pria itu duduk disampingnya, tapi gadis yang sudah hampir dua tahun resmi jadi pacarnya itu sama sekali tidak bereaksi. Hanya menatap laptop dengan pandangan datar.

“Sudah kubilang istirahat dulu yoon! Kau hanya akan membuat otakmu semakin eror kalau memaksakan diri seperti ini. Program eror masih bisa diperbaiki. Tapi kalau otakmu eror? Siapa yang bisa memperbaikinya?”

“Sebentar lagi ming!” Jawab Jiyoon singkat dan kembali mengarahkan mouse-nya ke sembarang tempat.  Sesekali jari-jarinya ‘menari’ di atas keyboard tapi setelah itu gadis itu membuang napas berat. Bingung dan stress bercampur jadi satu.

“Aish! kenapa coding-nya bisa eror begini??!” erang Jiyoon frustasi.

“JUNG JIYOON!!”

Jiyoon menoleh kaget. Dan di detik berikutnya dia langsung kesulitan bernapas. Jiyoon mencoba mendorong bahu Sungmin untuk menjauh, tapi gagal. Tidak ada yang bisa menghentikan Lee Sungmin di saat dia sedang beringas (?) seperti ini.

“YAAK!! KENAPA KAU MENCIUMKU TIBA-TIBA??!!” teriak Jiyoon begitu Sungmin menghentikan serangannya.

Sungmin hanya tersenyum. “Bukankah sudah kubilang untuk beristirahat? kajja! Kita makan siang.” Sungmin langsung bangkit berdiri.

Jiyoon baru saja akan menolak Sungmin saat gadis itu secara tidak sengaja menatap laptopnya yang sudah berlayar hitam. “YAAK! LEE SUNGMIN, KENAPA KAU MEMATIKAN LAPTOPKU??!!”

“Sudah kubilang, ISTIRAHAT!!” jawab Sungmin cuek. Dan Jiyoon hanya bisa menunduk pasrah.

-^^-

Aku tidak pernah mempercayai cinta sebelumnya.

Bagiku cinta itu hanya ada di sinetron-sinetron murahan yang penuh dengan kebohongan.

Aku tidak pernah mengerti cinta.

Bagaimana mungkin ada seseorang yang rela mengorbankan dirinya hanya karena sebuah cinta?

Cinta bagiku tidak masuk akal.

Tapi mengenalmu, membuatku tersadar bahwa cinta itu ada.

Dan cinta bagiku adalah kau.

Kau, adalah satu-satunya definisi cinta yang bisa kumengerti.

-Jung Jiyoon-

-^^-

“Mau makan apa?”

“Apa saja!” Jiyoon memalingkan wajahnya keluar jendela.

“Eeeiiy, ada yang marah rupanya.”

“Bagaimana aku tidak marah kalau kau sudah menghancurkan programku!!”

Sungmin menghela napas pelan, “Baiklah aku yang salah. Kau simpan dulu marahmu sebentar. Setelah makan, kau boleh melanjutkan acara marahmu sampai puas. Otte?” Sungmin memamerkan aegyo andalannya membuat Jiyoon tidak bisa berkutik.

“Kau akan kubunuh kalau program itu tidak bisa kubenarkan tepat waktu!!” sungut Jiyoon lalu mengambil daftar menu dan mulai memesan makanan.

“Baiklah, silahkan kau bunuh aku dengan cintamu! HAHAHAHA”

“Astaga! kenapa virus ikan amis itu menyebar dengan begitu cepat?!”

-^^-

Cinta itu tidak hanya sekedar ‘aku mencintaimu’ dan ‘kau mencintaiku’

Cinta itu adalah bagaimana ‘aku memahamimu’ dan ‘kau memahamiku’

Cinta adalah sebuah perpaduan dari rasa sayang, pengertian, dan kesabaran.

Dan semua itu sudah aku dapatkan darimu.

-^^-

“Haaaaah~ gomawo!” Jiyoon tersenyum lega begitu programnya akhirnya bisa selesai dengan sempurna. Kalau bukan karena Lee Sungmin yang terus memacu semangatnya untuk terus berusaha, Jiyoon pasti sudah angkat tangan dan lebih memilih menidurkan tubuhnya daripada harus bergelut terus-terusan dengan bahasa komputer yang membuat otaknya mau pecah.

“Bukankah sudah kubilang kalau semuanya akan baik-baik saja, selama ada Lee Sungmin disisimu?” Goda Sungmin dan Jiyoon hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, menyerah.

“Baiklah Tuan Lee, sekarang sudah malam. Sudah saatnya kau pulang. hmm?”

Sungmin kembali memasang aegyo-nya. “Kau mengusirku?”

“Aniyo. Aku hanya menyuruhmu pulang!” Jawab Jiyoon datar.

“Aish! Itu sama saja dengan kau mengusirku.”

Jiyoon tertawa melihat ekspresi kekanakkan Sungmin. “Jadi kau mau menginap disini?” Goda Jiyoon  iseng.

“Boleh?” Sungmin memasang wajah berbinar yang membuat Jiyoon geli sendiri.

“YAK!! Nikahi aku dulu, baru kau boleh menginap disini. Ayo pulaaaaang!” Jiyoon menarik tangan Sungmin agar pria itu mau berdiri.

“Kalau begitu, bagaimana kalau besok kita menikah?”

“MWOYAA? Kau pikir menikah itu seperti membeli kacang apa?”

“Kalau begitu kapan kau akan menikahiku?” Tanya Sungmin dengan wajah tanpa dosa.

“ASTAGA!! dimana-mana pria yang menikahi wanita bukan wanita yang menikahi pria!!” Jiyoon kembali menarik tangan Sungmin membuat pria itu mau tidak mau bangun juga.

“Baiklah, aku ganti kalimatnya. Kapan aku bisa menikahimu?”

Jiyoon menepuk jidatnya frustasi. “LEE SUNGMIN!! kenapa kau jadi terlihat menyedihkan begini? Apa menikah sepenting itu?”

“Ya! usiaku terus menanjak naik, tentu saja menikah itu sangat penting!!”

“Baiklah, kita akan menikah!”

“Jinjja??”

“Tentu saja.”

“Kapan?”

“Setelah kau beres wamil.”

“MWOYAAA??”

-^^-

Terimakasih telah hadir dalam hidupku.

Karena dengan begitu aku memiliki alasan untuk tersenyum.

Terimakasih telah menerima cintaku.

Karena dengan begitu aku memiliki alasan untuk terus bernafas.

Terimakasih untuk selalu berada disampingku.

Karena dengan begitu aku memiliki tempat untuk bersandar.

Dan….

Terimakasih telah menjadi Jung Jiyoon.

Karena dengan begitu, aku dapat menemukan cinta sejati.

Jung Jiyoon, Saranghae.

=== THE END ===

8 thoughts on “Go Married! Go…

  1. aigooo~ Author mah DAEBAK pisan euy!! b^____^d *2 thumbs up for you!!* <- soalnya aku cuma punya 2 jari jempol tangan, kkk~

    I like like like like like this, very much!! Aku suka gaya ceritanya, so sweet~ kutipan-kutipannya juga ngena banget!!

    Author FIGHTING for another FF, okay? FIGHTING!! 😀

  2. Aigoo~. Sweet deh, thor. Aku suka FF kayag gini. Walau dikit, tp feelnya bener2 dapet. Aku tunggu FF kayag gini lg ya thor.
    Yang lebih sweet lg yaa ^^ ..
    Tak kasih jempol dah buat nih FF 🙂

  3. suka kata-kata nya~~~

    >,<

    aigoo umin so sweett..kayaknya tiap FF eonnie semuanya ngebet nikah..akkaakaka
    jangan-jangan ungkapan hati..hehehehhd

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s