KyuRin Tale : Mianhaeyo….

Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyerin (oc), Triple “Lee”  SJ (Donghae, Sungmin, Hyukjae a.k.a Eunhyuk)

Genre : Romance, comedy

Rating : PG-13 *rating berubah karena ada adegan yang menurut saya tidak boleh dibaca anak di bawah 13 tahun*

P.S : lagi males bikin PS *readers : kita males juga baca PSan..* jadi selamat membaca…!

^0^

Kyuhyun pov

Aku sengaja merebut mike dari tangan Hyerin. Tiba-tiba saja aku ingin menyanyikan lagu untuknya. Dia kelihatan kesal lalu kembali ke tempat duduknya. Tunggu saja, Hyerin. Kau pasti suka. Memang ini tujuan kami mengajaknya karaoke. Sebenarnya ini ide Donghae hyung.

<flashback>

Author pov

Kyuhyun memandangi ponselnya. Wajahnya menyiratkan dia mengharapkan sesuatu muncul di sana. Eunhyuk menepuk bahunya, sukses membuatnya terlonjak.

“Aish, Eunhyuk-sshi, kau sudah gila? Kalau aku mati karena terkejut kalian tidak akan punya magnae yang tampan dan tidak akan ada Suju KRY lagi,” kata Kyuhyun.

“Masih ada member lain yang bisa menggantikanmu. Donghae, Sungmin, atau aku, suaraku juga tidak terlalu buruk kan?” Eunhyuk nyengir.

“Aku tidak bisa membayangkan KRY menjadi DRY, atau SRY, dan ERY adalah nama teraneh yang pernah ku dengar. Tidak hanya itu, Sparkyu akan membantaimu hidup-hidup karena mengagetkanku sampai mati.”

“Kau ini benar-benar babo!” Eunhyuk memukul kepalanya.

“Andwe, kau ini jadi ikut-ikutan Hyerin memukul kepalaku,” keluh Kyuhyun.

“Mwoya, kenapa tiba-tiba teringat Hyerin?” Eunhyuk kelihatan sangat tertarik dan mendekat pada Kyuhyun. “Apa kau suka padanya?”

“Kenapa kalian semua mengatakan hal bodoh itu? Mana mungkin aku menyukai seorang bocah,” jawab Kyu, berusaha menyembunyikan kegugupannya.

“Donghae-sshi, Sungmin-sshi, kemarilah. Kalian harus dengar ini,” panggil Eunhyuk. Donghae dan Sungmin ikut mengelilingi Kyuhyun seolah dia adalah badut ulang tahun.

“Ada apa?”

“Dengar apa?” Sungmin semangat sekali.

“Kyuhyun menyukai Hyerin,” kata Eunhyuk singkat yang membuat Kyuhyun kejang-kejang.

“Anniyo, anniyo… Kau ini bicara apa? Kalian percaya monyet yadong ini?”

“Percaya,” sahut Donghae dan Sungmin kompak.

“Sudah kubilang kan, aku tidak menyukainya. Lagi pula, aku juga punya standar untuk urusan wanita idaman. Lihat saja, tubuhnya kurus cungkring tidak berbentuk. Bayangkan kalau aku berkencan dengan makhluk seperti itu. Monyet yadong sepertimu juga pasti mengerti kan?”

“Benar juga, alasan yang cukup masuk akal kurasa,” Eunhyuk manggut-manggut.

“Tapi kelihatannya hubungan kalian kurang baik sekarang,” kata Sungmin.

“Memangnya kenapa? Tidak ada pengaruhnya sama sekali kan? Sudahlah, lebih baik kita pulang saja dulu. Kajja,” Kyuhyun beranjak dari duduknya. Tapi mereka bertiga mendudukkannya lagi.

“Kau yakin tidak butuh bantuan kami?” Tanya Donghae.

“Bantuan apa?”

“Chankanman, biar kami bicarakan dulu.”

Donghae, Sungmin, dan Eunhyuk membentuk lingkaran kecil. Mereka mulai bisik-bisik seolah sedang mengatur strategi perang. Kyuhyun hanya pasrah dengan kelakuan mereka. Setelah diskusi sebentar, mereka kembali pada Kyu lagi.

“Setelah diskusi sebentar dan dengan ide dari Donghae, kami memutuskan untuk karaoke bersama,” ucap Eunhyuk.

“Benar, dan Hyerin akan ikut bersama kita. Pastikan tidak ada yang ikut selain Hyerin,” tambah Donghae.

“Iya, dan pastikan kau harus bersikap manis pada Hyerin, Kyu,” sambung Sungmin.

“Apa maksud kalian? Bersikap manis bagaimana?” Kyuhyun semakin tidak mengerti.

Eunhyuk mengambil ponselnya.

“Annyeong, Rin-ah. Kau lihat di TV tadi kan? Kami menang lagi.  Ayo kita berpesta! Kami jemput ke apartemenmu ya. Besok kan hari minggu. Ikut saja, chankanman!” Eunhyuk mematikan teleponnya dan menyeringai pada Kyuhyun.

“Mwo? Kalian merencanakan sesuatu untukku kan? Jangan macam-macam denganku,” ancam Kyuhyun.

“Kau ini, kami sudah berbaik hati menolongmu. Kau tidak perlu jujur pada kami. Yang perlu kau lakukan hanya bersikap manis pada Hyerin malam ini. Arasseo?” Sungmin mengelus punggung Kyuhyun seperti seorang ayah yang menasehati anaknya, tapi Kyuhyun malah bergidik.

Mereka bertiga, dengan Kyuhyun mengekor di belakang menuju mobil Donghae. Sungmin tersenyum ceria pada Kyuhyun dan selama perjalanan terus memberinya semangat. Kyuhyun berkali-kali menggerutu, “Jangan perlakukan seolah aku menyukainya.”

“Kau di sini saja, biar kami bertiga yang atur,” ucap Sungmin saat tiba di parkiran apartemen.

Kyuhyun menurut. Sambil menunggu dia memainkan PSPnya. Dalam beberapa menit, mereka kembali bersama Hyerin. Sikapnya masih sama, mengacuhkan Kyuhyun.

“Aku mau di depan,” Hyerin cepat-cepat duduk di samping Donghae yang mengemudi.

Mereka menyusuri keramaian Seoul menuju tempat karaoke, mampir sebentar di mini market. Itu saran Kyuhyun. Dia berbisik pada Sungmin, mengingatkannya bahwa Hyerin tidak akan betah kalau tidak ada makanan. Setiba di tempat karaoke, Eunhyuk langsung memilih tempat yang ekstra large. Hyerin menempel pada Donghae, diikuti Eunhyuk. Sebelum masuk, Sungmin kembali menepuk bahu Kyuhyun.

“Ingat, ya. Bersikap manis. Semangat,” kata Sungmin penuh semangat.

<flashback end>

Kyuhyun pov

Sengaja ku pilih lagu romantis, agar dia terpesona pada keindahan suaraku. Hohoho… Tapi kenapa wajahnya masih terlihat kesal? Apa kata-kataku tadi keterlaluan? Kulihat dia meneguk sodanya sampai habis. Kini, dia menatapku. Omo, apa dia mulai terpesona padaku?

Aku menutup penampilanku dengan manis. Hyerin melangkah mendekatiku, merebut mike dari tanganku.

“Minggir sana! Aku mau nyanyi!” suaranya terdengar aneh.

Dia menyanyikan laguku, The Way to Break Up. Lagu itu dinyanyikannya dengan ekspresi yang sangat aneh. Lalu tiba-tiba dia terjatuh. Sungmin menghampirinya.

“Gwenchanayo, Rin-ah?” tanya Sungmin. “Omo, kau menangis?”

Menangis? Cepat-cepat kuhampiri dia. Benar saja, dia sesenggukan. Aku jadi panik. Dan aku yakin tidak hanya aku yang panik, hyung-hyungku juga pasti panik.

“Song Hyerin, gwenchanayo? Apa sakit sekali?” ku hapus air mata di pipinya. *author : aku juga mau, Kyu.* Dia berhenti menangis, menatapku. Lalu tiba-tiba mencubit kedua pipiku.

“Yak, Cho Kyuhyun! Kau bilang benci padaku, sekarang kau mengkhawatirkanku huh?” kini dia menjambaki rambutku.

“Andwe! Jangan-jangan dia mabuk,” seru Eunhyuk sambil memperlihatkan botol soju yang kosong. “Lihat, sodanya bahkan tidak berkurang.”

Benar juga. Hyerin berbicara dengan aneh. Dia bilang apa tadi?

“Apa maksudmu? Kau sedang mabuk!” aku berusaha menariknya untuk bangun. Dia malah tertawa tidak karuan.

“Memangnya kenapa? Kau tahu aku benar-benar kecewa saat mendengar bahwa kau membenciku. Aku sudah menganggapmu teman yang baik. Aku senang kau bersikap baik padaku. Tapi ternyata itu hanya untuk menutupi kebencianmua padaku,” dia mulai memukuliku.

Jadi dia menjauhiku karena ini? Apa dia mendengar kata-kataku waktu itu? Tapi sebenarnya aku tidak bermaksud begitu, Hyerin. Kau tidak tahu persaanku. Entah setan apa yang merasukiku, tiba-tiba aku memeluknya. Andwe! Dan tidak hanya itu, aku berbisik di telinganya.

“Mianhaeyo, Rin-ah. Aku tidak pernah membencimu. Sebenarnya aku menyukaimu. Jadi, jebal… Jangan jauhi aku lagi,” aku tidak percaya aku melakukannya. Tuhan, semoga dia tidak sadar dan tidak mendengar ucapanku tadi.

Perlahan ku lepaskan pelukanku. Syukurlah,  sepertinya Tuhan mendengar doaku karena Hyerin tertidur. Kugendong tubuhnya dan sesuai dugaanku, kini ketiga hyungku sedang menganga melihat kejadian yang baru saja terjadi.

“Jangan melihatku seperti itu. Aku tahu yang kalian pikirkan, kita bisa bicarakan itu nanti. Sekarang yang terpenting bagaimana caranya kita menyembunyikan dia dari Harin. Jangan sampai Harin tahu kalau dia mabuk.”

Wajah mereka seperti orang yang baru saja dihipnotis. Linglung, masih tidak percaya. Bahkan di mobil, tak ada yang berani bersuara sedikit pun. Eunhyuk menoleh berkali-kali ke arah kami dan Donghae terus mengamati sambil mengemudi. Sungmin tidak melepaskan pandangannya dariku dan Hyerin yang kini tidur bersandar di bahuku.

“Aku tahu yang ada di pikiranmu, Cutemin. Berhenti menatapku. Lebih baik sekarang kau hubungi Harin,” ucapku yang sudah tidak tahan dilihat terus olehnya. Seolah aku baru saja membunuh Hyerin dan sekarang sedang merangkul mayatnya.

“Arasseo,” dia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Harin. Sesekali dia masih melirikku.

Sesampainya di apartemen, kami memastikan terlebih dahulu keadaan di sekitar dorm aman dari Harin. Sungmin masuk duluan, meneliti tiap sudut koridor lantai 11. Setelah menerima pesan dari Sungmin yang mengatakan bahwa situasi aman,aku yang menggendong Hyerin masuk dengan ditemani Eunhyuk. Donghae masuk paling terakhir, jaga-jaga siapa tahu Harin baru pulang. Hanya karena Hyerin yang mabuk, kami sudah seperti sedang berada di film Mission Impossible.

Syukurlah hyung-hyung yang lain sudah tidur. Jadi keadaan benar-benar aman. Aku membaringkan Hyerin di tempat tidurku. Aku dan Sungmin sepakat menyembunyikan Hyerin di kamar kami, dan kami akan tidur di ruang TV dengan kasur lipat.

“Tadi aku bertemu Harin dan bilang kalau kita akan nonton film sampai pagi, jadi Hyerin akan menginap di sini. Harin juga baru pulang dari stasiun TV. Untung saja dia tidak melihat Kyuhyun saat menggendong Hyerin tadi,” kata Donghae yang baru tiba.

“Sekarang kami mau menagih janjimu, Kyu,” Eunhyuk nyeletuk.

“Janji yang mana?” tanyaku.

“Kau bilang akan menjelaskannya pada kami. Tentang… er… yang tadi.”

“Oh, baiklah. Aku mengaku, aku memang menyukainya. Aku tidak tahan kalau dia terus menjauh dariku, hyung. Makanya aku terus meledekinya. Walau dia selalu marah-marah, tapi dengan begitu aku bisa berada di dekatnya. Tapi akhir-akhir ini dia terus menjauhiku. Aku bisa gila kalau begini terus,” terangku.

“Bukan yang itu, Kyu. Kami sudah tahu kalau kau menyukai Hyerin,” kata Sungmin.

“Mwoya? Bagaimana… apa maksudmu?”

“Justru aneh kalau kami tidak tahu. Kau kira kami bodoh? Tertulis jelas di dahimu kalau kau suka padanya,” Eunhyuk mengetuk-ngetuk kepalaku.

“Tapi… lalu… penjelasan apa lagi? Dan kenapa kalian terlihat begitu terkejut?”

“Pertama kami tidak menyangka kau berbicara semanis itu pada Hyerin. Kami merasa Hyerin benar-benar hebat bisa membuatmu begini,” jawab Donghae.

“Kedua, kau memanggil kami ‘hyung’ tadi dan itu karena Hyerin juga,” tambah Sungmin.

“Ketiga, tadi di tempat karaoke kau dengan berani ‘memeluk’ Hyerin di hadapan kami,” Eunhyuk memberi penekan pada kata ‘memeluk’. “Kami pikir kau hanya bisa bercumbu dengan game, tapi kelihatannya kau belajar banyak dariku.”

“Dan mengingat kata-katamu mengenai keadaan fisik Hyerin itu…” ucapan Donghae membuat tawa mereka meledak. Sial, mereka menertawakanku.

“Aku mau tidur!” aku keluar dari kamarku sebelum mereka semakin meledekku.

^0^

Hyerin pov

Aduh, kepalaku! Apa yang terjadi denganku? Dan selimut ini, bukan punyaku. Apa Eunhye menggantinya semalam? Sial, aku tidak ingat apa-apa. Ingatan terakhirku adalah aku meminum soda yang rasanya tidak enak.

Hei, kamar ini. Tidak mungkin kamarku berubah juga kan? Kamar siapa ini? Aku menyapukan pandanganku ke seluruh ruangan. Rasanya asing sekali.

Jangan-jangan ada yang menculikku. Appa, eomma, bagaimana ini? Samar-samar ku dengar langkah kaki. Mungkin itu penculiknya. Aku merapatkan selimutku. Langkah kaki itu semakin dekat. Semakin dekat, semakin dekat… aku menghitung dalam hati. Satu, dua, tiga, cklek. Pintu terbuka.

“Kenapa wajahmu seperti itu?”

Mwo? Itu Kyuhyun. Setan ini menculikku?

“Jangan mendekat!” seruku.

“Cih, kau ini kenapa?” tanyanya.

“Apa yang sudah kau lakukan padaku?”

“Kau pikir aku penculik? Sadarlah, Hyerin! Bahkan penculik kelas dunia tidak akan berminat menculikmu.”

Ooops, dia tepat sasaran. Apa dia bisa membaca pikiranku?

“Lalu, kenapa aku di sini? Ini tempat apa?”

“Aish, tentu saja ini kamarku,” jawab Kyuhyun tak sabar. Dia duduk di tepi tempat tidur.

“Apa Hyerin sudah bangun? Sarapannya sudah siap,” suara seseorang dari luar, aku yakin itu suara Sungmin oppa.

“Ne, bawa ke sini saja,” jawab Kyuhyun.

“Kenapa aku bisa ada di sini? Kenapa tidak mengantarku pulang?” tanyaku.

“Jadi kau tidak ingat apa-apa?” Kyuhyun bertanya serius.

“Tidak, terakhir aku ingat saat meminum soda yang tidak enak,” jelasku.

“Baguslah kalau begitu,” gumamnya, kelihatan sangat lega.

“Waeyo?” tanyaku lagi.

“Kau itu mabuk berat semalam,” bentaknya, ekspresinya berubah seketika.

“Mwo? Jinja? Aku… mabuk?” aku benar-benar tidak bisa mempercayai ini.

“Tentu saja. Sekarang aku mengerti kenapa Harin melarangmu minum soju. Kau itu benar-benar menakutkan saat mabuk,” dia mengatakan itu seolah aku menjelma menjadi monster semalam.

“Apa iya? Lalu apa yang terjadi? Apa aku mengatakan hal yang aneh-aneh?”

“Ne, aku bahkan tidak ingin mengingatnya,” Kyuhyun bergidik.

“Tentu saja dia tidak ingin ingat,” Sungmin oppa muncul tiba-tiba dengan nampan makanan. “Karena semalam dia…” Kyuhyun membekap mulutnya, lalu merebut nampan dari tangannya.

“Kau harus makan dan minum susu,” kata Kyuhyun menyodorkan semangkuk bubur yang masih hangat.

“Kalau begitu aku keluar saja. Semangat ya, Kyu,” Sungmin tertawa ringan yang bagiku itu menyerupai evil laugh.

“Apa maksud Sungmin oppa?” tanyaku.

“Sudah, makan saja buburnya,” jawabnya datar.

“Kenapa bubur? Aku kan tidak sakit dan aku tidak suka bubur,” keluhku.

“Memangnya di sini restoran dan kau bisa memesan makanan yang kau suka seenaknya?” kata Kyuhyun.

“Huft, kalau tidak menginap di sini pasti sekarang aku makan sandwich yang enak,” dengan terpaksa aku menyuapkan bubur ke mulutku.

“Salahmu sendiri, sudah tahu tidak pernah minum soju malah coba-coba minum. Ck, ck, ck…” Kyuhyun menjitak kepalaku.

“Mwo? Jadi yang ku minum itu soju?” Ku pikir soda, pantas saja rasanya aneh.”

“Kau itu benar-benar bodoh. Membedakan soju dan soda saja tidak bisa. Aigo…” dia menjitakku lagi.

“Mana ku tahu,” ucapku sambil terus makan. Lalu aku sadar kalau dia sudah menjitakku dua kali. “Yak, kau menjitakku dua kali. Dasar setan kurus!” aku pun menjambak rambutnya.

“Hentikan, nanti rambutku rontok,” dia mengaaduh, aku melepaskan jambakanku. “Kau tahu rambutku ini sangat berharga. Kalau sampai rontok semua dan Sparkyu tahu itu ulahmu, mereka tidak akan melepaskanmu. Kau mau masuk koran karena dibantai Sparkyu?”

“Makanya jangan cari gara-gara denganku. Dan ilustrasimu itu sungguh berlebihan,” aku melanjutkan makanku yang tertunda. Buburnya tidak begitu buruk. Rasanya enak, mungkin karena aku lapar.

“Mi….yo,” tiba-tiba Kyuhyun berbicara perlahan dan aku tidak bisa mendengarnya dengan jelas.

“Mwo?”

“Aish, selain bodoh, shiksin, kurus, pendengaranmu juga buruk!” bentaknya. “Haruskah ku teriakkan di telingamu?”

“Kau ini! Siapa pun juga tidak akan dengar. Suaramu itu pelan sekali.”

“Dengar baik-baik karena aku tidak suka mengulangi ucapanku. Aku akan mengucapkannya satu kali,” dia menatapku serius. Aku jadi berdebar-debar dan memasang telingaku baik-baik. “Mianhaeyo, selama ini aku bersikap buruk padamu. Tapi sungguh, sikapku itu bukan karena aku membencimu. Jadi, er… jangan jauhi aku lagi.”

Percayalah, ekspresinya saat ini benar-benar berbeda. Aura setannya lenyap dan dia terlihat  begitu tulus. Aku jadi sadar sekarang kalau Kyuhyun memang sangat tampan. Omo, jantungku jadi tidak normal sekarang.

“Aku juga minta maaf, selalu bersikap buruk padamu,” kataku singkat. Aku menyibukkan diri makan bubur. Aku tidak berani menatapnya. Satu, dua, tiga, empat, lima…

^0^

Author pov

Eunhyuk menutup mulutnya, berusaha sebisa mungkin agar suara tawanya tidak terdengar. Donghae bahkan tidak bisa bernafas dengan benar karena menahan ledakan tawanya. Sungmin berusaha agar tangannya tidak bergetar saat memotret kejadian itu dengan kamera digitalnya.

“Ambil angle yang paling bagus, Cutemin. Duo evil babo itu terlihat sangat lucu,” bisik Donghae.

“Tenang saja, aku ahlinya,” jawab Sungmin.

“Padahal aku berharap yang lebih dari ini. Ku pikir Kyuhyun akan lebih berani setelah kejadian semalam,” celetuk Eunhyuk dan Donghae memukul kepalanya.

“Yadongmu kambuh lagi sekarang. Kyuhyun tidak mungkin melakukannya, monyet. Lagi pula yang begini juga sudah bagus,” Donghae menyeringai.

“Dan jangan coba-coba mengajarkan Kyuhyun menjadi yadong sepertimu,” timpal Sungmin.

“Ara, aku saja belum pernah. Jadi mana mungkin aku membiarkan Kyuhyun melakukannya sebelum aku?”

“Aku tidak bisa percaya padamu. Aku masih ingat saat Kyuhyun memintamu menemaninya main Starcraft dan kau bersedia dengan syarat dia harus menemanimu nonton video koleksimu,” kata Sungmin lagi.

“Dan Kyuhyun mau, berarti dia juga sebenarnya ingin nonton,” jawab Eunhyuk mantap.

“Tapi kalau tidak kau ajak, Kyu tidak mungkin nonton. Pokoknya jangan coba-coba mengajaknya lagi.”

“Aku juga tidak mau mengajak Kyu lagi. Nonton sendiri lebih asyik, jadi aku bisa konsentrasi pada setiap adegan yang ada di sana. Hahaha…”

“Kenapa kalian jadi membicarakan ini? Ingat, kita mau mendokumentasikan upacara baikannya Kyuhyun dan Hyerin. Arasseo?” Donghae menghentikan percakapan Eunhyuk dan Sungmin dengan volume serendah mungkin karena mereka semakin gaduh.

“Hyung, kau kah itu?” suara Kyuhyun dari dalam.

Mereka bertiga langsung bubar.

^0^

#tring, tring, tring… yang bikin author kecewa hanya satu. Kenapa Kyuppa memeluk Hyerin??? Kan aku juga mau, Kyu. *plaakkkk* *readers : yang bikin cerita siapaaaaa?* Hehehe… komen yaaaaa#

44 thoughts on “KyuRin Tale : Mianhaeyo….

  1. hmmmmm……
    #bingung mw nlis apa…*digampar*
    yg jlas ttep bagus seperti biasa…
    aq suka gaya penceritaanx….

  2. Hahahaha…. Skrng hyerin ngitung bkan bwt ngendaliin emosi.a y…. Skrng lbih k’ngendaliin jantung.a biar gk cpot… Kn gk da gransi.a… Hahahaha b(^_^)d

  3. yeey kyurin baikan *tiup terompet*
    so sweet aaa. Aku baca nih ff sambil ngebayangin muka2 mrka pada brantem. pasti lucu 😀
    lnjut!

  4. .yangpaling ay suka? jelas banget part endingnya .. DSE ..nguntitin duo evil.. ihh ..lucu hahahaha..seksi dokumentasi yah?? ^o^
    .sebenarnya penasaran selama rin pinsan emang apa yg tjd ya?? happening gak?? *eh??
    .lagi-lagi judulnya selaras dg ff ..goodjob eonnie..^^b

  5. 3 huung y ini sangat berjasa nih n kyuhyun harus berterima kasih nih,,, tanpa perlu ngejelasin n oas di tanya dia suka ma hyerin tp tetep nyangkal ngak suka n tetep ditolongin gt….
    seneng mereka dah baikkan,,, kyuhyun y udah tau suka kata2 y jgn tajem gt dong…

  6. Iseng amat si sungmin , donghae N eunhyuk. Akhirnya baikan jga si kyurin 🙂 . Waduh ngitung lgi ni ! Cma alasannya yg beda krena jatung nya berdebar2 .eeyyy ada yg jatuh cinta ni 😉 ;p

Leave a Reply to khun ong Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s