Masih Cinta (One Shoot)

Annyeong…

Ini FF ku yang aku kirim waktu daftar jadi author di sini…

FF ini sudah pernah aku post di blogku kwulandari8.wordpress.com tapi castnya Yoochun JYJ & Original caracter

Title : MASIH CINTA

Author : Kurnia8

Cast : – Dong Yong Bae (Taeyang BIGBANG)
– Lee Ji Eun (IU)

Entah mengapa mimpi ini datang lagi, mimpi buruk yang sudah mulai aku lupakan. Di dalam mimpi kejadian 4 tahun lalu terulang lagi, dia meninggalkan aku hanya demi pekerjaannya.

“Ji Eun-ya, mianhae.”

“Maaf kenapa?”

“Mianhae aku tidak bisa terus di sampingmu.” Dia mengatakan itu sambil berlalu dan tidak memandang kebelakang lagi.

“Yongbae oppa!! Jangan pergi !! Dong Yongbae…..!!” Aku berusaha memanggilnya, tapi dia tidak mempedulikanku. Aku hanya bisa menangis melihatnya pergi.

# # #

“Ya!! Lee Ji Eun!!, kau sedang memikirkan apa?” Tanya sahabatku Bora dengan nada khawatir. Bora khawatir melihatku melamun terus.

“Ani… aku tidak memikirkan apa-apa.” Jawabku dengan berusaha memberikan seulas senyum.

“Kau sedang ada masalah? Kalau ada masalah, ceritakan padaku.” Tanya Bora lagi.

“Gomawo Bora-ya, aku benar-benar tidak ada masalah kok.” Jawabku lagi untuk meyakinkannya.

“Tapi sedari tadi kau sepertinya sedang memikirkan sesuatu.” Desak Bora.

“Em… tadi malam aku bermimpi… aku memimpikan Yongbae oppa.” Jawabku akhirnya.

“Yongbae?! Namjachingu – mu dulu?!” Bora terkejut mendengar jawabanku.

Aku hanya mengangguk.

“Mungkin, itu tandanya kau akan bertemu dengannya lagi.” Kata Bora.

Aku terdiam mendengar ucapan Bora, di dalam hatiku yang terdalam aku berharap ucapan itu akan terwujud. Selama 4 tahun ini aku tidak pernah bisa melupakan kenangan-kenangan indahku bersama Yongbae oppa karena aku masih mencintainya dan aku selalu berdoa bahwa dia juga begitu, juga masih mencintaiku.

# # #

Saat aku sedang duduk di kafe langgananku sambil memikirkan kata-kata sahabatku, Bora, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku dan menyapaku.

“Hai Lee Ji Eun!” Sapa orang itu.

Aku terpaku begitu tahu siapa yang menyapaku. Lubang dihatiku perlahan-lahan menutup saat aku melihat lelaki di hadapanku ini.

“Apa kabarmu ?” Tanya lelaki yang berdiri di hadapanku itu. Mulutku terasa membeku, aku hanya bisa diam membisu.

Lelaki itu…..Dong Yongbae….. kenapa dia tiba-tiba muncul di hadapanku seperti ini?

“Aku dipindah tugaskan di kota ini.” Kata Yongbae oppa seperti tahu apa yang ada di pikiranku.

“Em… kau datang sejak kapan?” Tanyaku sedikit ragu.

“Aku datang kemarin.” Jawabnya dengan senyum yang sama seperti dulu, seperti Yongbae oppa yang aku kenal dulu.

Aku hanya mengangguk tanda mengerti.

“Wah! sudah sore, aku masih ada urusan, bagaimana kalau kita bertemu lagi besok di sini” Kata Yongbae oppa, masih dengan senyum khasnya.

Kali ini pun aku hanya mengangguk tanda setuju.

Aku sangat senang dapat bertemu lagi dengannya, dengan Dong Yongbae, orang yang selalu dan akan terus aku cintai. Benar-benar seperti mimpi, ucapan Bora terwujud secepat ini.

# # #

Keesokan harinya aku datang ke kafe langgananku lagi untuk bertemu dengan Yongbae oppa. Aku melihat dia sudah duduk di dalam kafe. Saat aku masuk, dia melambai ke arahku.

“Kupikir kau tidak akan datang.” Kata Yongbae oppa.

“Memang kenapa kalau aku tidak datang?” Tanyaku.

“Ani… tidak apa-apa.”Jawabnya dengan menggelengkan kepalanya.

“Hari ini aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.” Kata Yongbae oppa dengan semangat. Aku hanya mengangguk menyetujui ajakannya.

Yongbae oppa mengajakku ke tempat pertama kali kami berkencan dulu. Tempat yang tidak akan pernah aku lupakan, bukit hijau dengan bunga-bunga yang bermekaran indah. Aku duduk di sebuah ayunan kayu yang tergantung di pohon besar di tengah bukit dan Yongbae oppa berjongkok di depanku.

“Ji Eun-ya… Mungkin ini sudah sangat terlambat untuk dikatakan. Pertama mianhae karena aku sudah menyia-nyiakanmu” Yongbae oppa meminta maaf dengan menatapku. Aku bisa melihat matanya berkaca-kaca.

“Aku sudah memaafkanmu.” Kataku lirih.

“Ji Eun-ya…..” dia meraih tanganku.

“Ne”

“Sebenarnya selama ini aku masih menyayangi dan mencintaimu, tapi aku tidak bisa…” Lanjutnya.

“Wae?” Tanyaku heran.

“Aku… tidak bisa bicara sekarang. Em… bagaimana kalau kita bertemu disini lagi besok?” Yongbae oppa terlihat gelisah, dia terburu-buru pergi setelah mengatakan itu.

# # #

Sebenarnya apa yang akan dikatakan Yongbae oppa kepadaku kemarin? Kenapa dia terlihat gelisah dan terburu-buru pergi? Sekarang banyak pertanyaan yang berkelebat di otakku.

Sudah tiga jam berlalu dan Dong Yongbae belum juga datang, aku mulai khawatir. Kenapa dia belum datang? Apa mungkin ada urusan lain? Tapi aku sangat ingin tahu, apa yang akan dia katakan padaku. Apa aku pergi ke rumahnya saja?

Aku pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya.
Ketika sampai di rumahnya, aku melihat ummanya sedang duduk di teras.

“Permisi ajuma, masih ingat saya? Saya Lee Ji Eun. Em…Yongbae oppa ada ?” Sapaku.

“Yongbae tidak ada!!” jawab ummanya dengan masuk ke dalam rumah dan membanting pintu.

Aneh…ada apa? Kenapa ajuma begitu ketus? Sebenarnya apa yang terjadi?

Tiba-tiba appa Yongbae keluar dari rumah.

“Siang ajushi.” Aku menyapa dengan hati-hati.

“Siang…Siapa ya?” Tanya appanya dengan ramah.

“Saya Lee Ji Eun.” Jawabku. Aku lega karena respon appanya tidak seperti ummanya.

“Oh…..Ji Eun!!” Ayahnya sedikit terkejut mendengar namaku.

“Yongbae oppa ada?” Tanyaku lagi.

“Silakan masuk dulu.” Bukannya menjawab, beliau malah menyuruhku untuk masuk.

“Mianhae, tadi ajuma sudah kasar denganmu. Sejak anak kami pergi, dia jadi seperti itu.” Kata appanya.

Apa maksudnya sejak Yongbae oppa bekerja di luar negeri, ummanya jadi seperti itu? Atau….. maksudnya pergi…. Ani ani…. Aku tidak mau berpikiran buruk.

“Apa kau belum tahu?” Appanya bertanya padaku.

“Tentang apa ajushi?” Aku balik bertanya, aku tidak mengerti maksud pertanyaan appanya itu.

“Yongbae sudah tidak ada.” Jawabnya dengan hati-hati.

“Maksud ajushi apa?” Aku bertanya lagi, jantungku seperti berhenti berdetak mendengar pernyataan itu.

“Tiga hari yang lalu…..Yongbae…..mengalami kecelakaan pesawat, dan dia tidak dapat diselamatkan nyawanya.” Jawabnya lagi dengan mata berkaca-kaca.

Mataku terasa panas saat aku mendengarkan lebih lanjut tentang apa yang terjadi dengan Yongbae oppa, orang yang selalu aku harapkan kembali mencintaiku seperti dulu. Tubuhku lemas, dan aku hanya bisa terdiam di tempatku duduk.

“Tunggu sebentar.” Appanya mengambil sebuah kotak dan sepucuk surat, kemudian ia berikan kepadaku.

“Ini ditemukan di dalam tas Yongbae, dan tertulis untuk Lee Ji Eun.” Lanjutnya.

# # #

Sebelum aku meninggalkan rumah Yongbae oppa, appanya memberitahukan dimana tempat peristirahatan terakhir oppa. Dan aku langsung menuju ke tempat itu.

Di depan pusaranya, aku membuka kotak dan surat yang diberikan kepadaku tadi. Kotaknya berisi cincin mutiara yang sangat indah, dan aku membaca suratnya

Hai Ji Eun-ya, apa kabar? Semoga baik-baik saja.
Aku selama 4 tahun ini tidak bisa melupakanmu, tapi apa kau masih mengingatku. Pasti kau sudah melupakan orang yang telah memutuskan dan meninggalkanmu ini. Karena itu aku mau kau memaafkanku.
Ji Eun-ya, mianhae. Aku masih menyayangi dan mencintaimu. Tapi aku tidak berani untuk mengatakannya langsung, maka aku menulis surat ini dan memberi cincin yang tidak berharga ini.
Aku harap kau mau memaafkan dan menerima cintaku lagi.

Yang mencintaimu,
Dong Yongbae

Tidak terasa air mataku mengalir saat aku membaca surat ini. Jadi 2 hari terakhir ini oppa menemuiku untuk memberitahu bahwa dia masih mencintaiku.

“Kau salah oppa, aku juga masih mengingatmu dan mencintaimu. Dan cincin ini sangat berharga bagiku. Gomawo oppa karena kau tidak pernah melupakanku. Semoga kau tenang di sana.” Kataku di hadapan pusara Yongbae oppa diiringi air mataku.

END

Bagaimana readers? jelek ya?

Aku sengaja ngepost FF ini di sini buat tahu coment dari para readers ^ ^

Tapi mian ya kalo’ FF ini tidak memuaskan…

8 thoughts on “Masih Cinta (One Shoot)

  1. Wah… berarti yang ketemuan sama Ji Eun di bukit sambil duduk di ayunan itu siapa? Apa itu halusinasi Ji Eun aja?

    Padahal appa ny Yongbae kan bilang anak ny udah meninggal 3 hari yang lalu.

    Ini udah tamat yah? Gak jelek ko, tapi masih bingung aja.. 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s