Love #1 : Goodbye, My Love

Title : Goodbye, My Love

Author : AltRiseSilver

Cast : Zhoumi Super Junior, Han Taerin (OC) , Lee Hyukjae Super Junior

Genre : Angst, Romance

Lenght : Drabble (482 words)

Disclaimer : FF ini aku buat atas requestan seseorang (?) FF ini juga akan di publish dalam bentuk sequel-sequel dan ngambil klimaksnya aja^^ jadi jangan bingung-bingung ya^^ selamat membacanya :*

WARNING : Aku akan liat Comment untuk postingan ini, kalau commentnya dikit kemungkinan kedepannya aku akan protect FF ini dan FF-FF milikku yang lainnya dan kalian bisa hubungi aku yang datanya lengkap di page aku^^ gomawo *bow

Read Like Commet

NO SILENT READERS AND PLAGIATOR

Masih kupandangi pria dihadapanku dengan seksama, tak ada lagi kata yang keluar dari mulut kami setelah aku mengeluarkan keputusanku. “Kenapa?” suaranya terdengar parau dan memilukan di tengah kesunyian kami membuatku berusaha tersenyum dan menyembunyikan kehancuran hatiku.

“Aku memang memilikimu tapi tidak dengan hatimu, apalah arti mencinta kalau aku hanya memiliki raganya tanpa memiliki hatinya juga,” ucapku kemudian walau terdengar bergetar karena menahan tangis.

Bola matanya membesar, “M-Maksudmu?” tanyanya terbata.

Aku mendesah pelan lalu kuraih tangannya yang lebih besar dibanding dengan tanganku. “Aku tahu kau mencintai wanita lain,” ucapku tanpa berbasa-basi lagi.

“Kejarlah dia selagi kau masih bisa mendapatkannya, sudah cukup aku membantumu untuk membuatnya cemburu,” lanjutku lagi. Tidak seperti tadi, kali ini ia hanya mendesah dan menundukkan matanya. Aku tidak tahu pasti apa yang ada dikepalanya.

Mianhe,” gumamnya.

Aku melepaskan genggaman tanganku lalu menyenderkan badanku di bangku. Dia mendongakkan kepalanya. “Jadi rasanya sakit ya,” ucapku.

Dia masih memandangiku seksama, tatapan matanya tidak bisa ditebak. “Aku sudah belajar mencintaimu, kau gadis yang baik Taerin-a,” ucapnya tanpa memperdulikan perkataanku barusan.

“Perempuan baik bukan jaminan kau akan mencintainya,” timpalku cepat. Lagi-lagi dia menundukkan kepalanya, aku rasa ada penyesalan didalam hatinya telah mempermainkan perasaanku tapi, entahlah.

“Kau mau kemana?” tanyanya saat melihatku mengambil tas dan berdiri.

“Pergi menenangkan diri,” jawabku kemudian berlalu dari hadapannya dengan sejuta perasaan yang tidak mampu kutampung lagi. Aku keluar dari café itu, mengambil ponselku di tas dan menghubungi seseorang.

-ooOOoo­-

“Apa kau yakin dengan keputusanmu?” tanya orang tersebut sesaat setelah aku menyelesaikan ceritaku.

Kepalaku mengangguk perlahan. Airmata yang sejak tadi kutahan sepertinya akan menjebolkan pertahananku. Kulirik pria di sampingku mulai memunggungiku dan memperlihatkan punggungnya yang kekar.

“Pakailah punggungku untuk menangisi Zhoumi,” ucapnya.

Aku menempelkan kepalaku di punggungnya. Airmataku perlahan jatuh, meluapkan semua sesak di dada yang sejak tadi kutahan. Pria yang meminjamkan punggungnya ini masih terdiam mendengar isak tangisku yang perlahan mengeras di kesunyian kami.

“Aku tidak tahu kalau rasanya sesakit ini, kenapa Hyuk? Kenapa?” tanyaku padanya, ia tidak menjawab, aku hanya merasa di menghela nafasnya perlahan. Airmataku masih terus mengalir tanpa tahu kapan akan berhenti. Rasa sesak tadi terganti dengan rasa sesak nafasku.

Uljima,” ucap HyukJae kemudian.

Aku menggelengkan kepalaku, airmataku memang benar-benar tidak bisa berhenti mengalir. Kenapa? Hanya pertanyaan itu yang mampu kuucapkan pada HyukJae saat ini sedangkan ribuan pertanyaan menghinggapi kepalaku untuk Zhoumi.

Suara tangisku makin kencang. Semua kenangan bersama Zhoumi tercetak jelas di pikiranku, apa salahku? Apa kurangku hingga ia mencintai wanita lain?

Kujauhkan kepalaku dari punggung HyukJae, kulihat dia membalikkan badannya lalu menarikku dalam pelukannya.

Aku tidak melawan seperti biasanya, hanya dia yang mampu mendengarkanku selama ini, hanya dia, hanya HyukJae. “Aku mencintainya,” gumamku dipelukannya. Dia mengusap lembut kepalaku membuatku merasa nyaman namun tetap tidak memberikan tanggapan apapun.

“Ada seseorang yang lebih mencintaimu,” suara HyukJae terdengar bergetar, aku tahu sekarang ia mencoba untuk tidak menangis saat ini. Dia memperat pelukannya dan membuatku merasa nyaman berada disana. Dia mengelus kepalaku lembut.

Hyuk, harusnya kau mencintai wanita lain.

33 thoughts on “Love #1 : Goodbye, My Love

  1. Aduh Hyuk kamu besar hari banget sih..
    Menampung tangisan wanita yang kamu suka untuk orang lain, padahal kamu juga mencintainya..
    Yang sabar ya..
    Moga za wanita itu bisa melihat keberadaanmu..
    Amin..

  2. Nice story,,,sepertinya hyuk mencintai taerin,,,penasaran sm wanita yg dicintai mimi,,,lanjut baca dulu,,,cinta bersegi2 sepertinya,,,salam kenal aku reader baru dblog ini,,,good job 🙂

  3. Kayaknya ke depannya bakalan seruuu.
    Ayo Hyuk, hwaitiiing..
    Belum apa-apa udah memihak eunhyuk.. Hehe
    Lanjut baca next part..

  4. “Ada seseorang yang lebih mencintaimu”..sepertinya orang itu kau, Hyuk…
    Kasian dong Eunhyuk, cintanya bertepuk sebelah tangan..
    Cewek itu juga ngerasain sakit sama seperti Eunhyuk yang merasa sakit karena orang yang dia cintai, mencintai orang lain..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s