KyuRin Tale : Evil Day

Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyerin (oc), Super Junior

Support Cast : Song Harin (numpang lewat), Shin Hyoki dan Han Hani (Hyerin’s BFFs), Yoobin dan Yoonhee (peran antagonis)

Genre : Romance, comedy

Rating : PG-13

P.S : Ini adalah KyuRin Tale spesial *martabak kaleee* ulang tahun Kyu oppa. Jadi dibilang ada konflik, gak ada, dibilang gak ada konflik, masih ada dikit. *jadi intinya ada gak sih?* Tapi, tapi, tapi *plaaaakkk* saya mewajibkan readers baca ini karena dari semua KyuRin Tale yang saya buat, part ini adalah favorit saya *hug evil day*. Sudah  dipost di wp pribadi tepat tanggal 3 Februari sebagai kado buat Kyuppa. *Kyu : Gomawo, chagi… chu!* *dilarang protes* Jadi sekali pun ultah Kyuppa udah lewat sebulan gak apa-apa yaaaaa… Selamat membaca..

^0^

Kyuhyun pov

Sekarang hariku kembali berjalan normal. Aku dan Hyerin sudah baikan. Hore! Dan dia tidak tahu apa-apa mengenai kejadian malam itu. Hore, hore! Aku berhasil merayu ketiga hyungku untuk merahasiakannya. Hore, hore, hore! Dan mereka berjanji akan membantuku mendekati Hyerin. Ho… aish, apa yang ku pikirkan? Yang terakhir itu, sebenarnya kabar baik juga, tapi aku berusaha menyembunyikan rasa senangku dari mereka.

<flashback>

“Kenapa kalian mengatakan hal bodoh itu lagi? Aku tidak mau komentar mengenai hal itu.”

<flashback end>

Kira-kira begitu jawabanku. Kekeke…

“Aku berangkat duluan bersama member lain, Kyu. Kau bisa berangkat sendiri kan?” kata Sungmin yang sudah berpenampilan rapi. Aku masih berguling-guling di tempat tidurku.

Hari ini kami ada jadwal di Sukira. Aku bangun kesiangan karena semalam pulang larut setelah tampil solo di salah satu stasiun TV. Dan Sungmin hyung tidak membangunkanku. Jadilah sekarang hyungdeul meninggalkanku. Ada apa dengan mereka? Biasanya kalau ada jadwal dan aku tidak cepat bangun, Leeteuk hyung akan menyeretku dari tempat tidur. Atau setidaknya Sungmin yang membangunkanku. Tapi hari ini, tiba-tiba aku ditinggal begitu saja.

Aku mandi seadanya dan mengambil setelan sembarang. Dari pada terlambat, kan hanya acara radio. Tidak akan ada jumpa fans dan penonton, jadi buat apa berpenampilan rapi. Lagi pula, aku memakai apa pun juga akan terlihat tampan. *evil smirk*

Dorm sudah sepi, hanya aku yang tersisa. Aku baru menutup pintu dorm saat Hyerin dengan seragamnya melenggang santai dari balik pintu apartemennya. Hampir saja aku tersenyum manis padanya. Untung aku cepat sadar.

“Kyu, kau mau kemana?” sapanya. Bagus, dia menyapaku duluan, berarti aku masih menjadi orang penting baginya.

“Kenapa harus mengatakannya padamu?”

“Cih, kau tetap sombong rupanya,” dia mencibir.

Kami naik lift yang sama, dan entahlah, aku sangat gugup berada di dekatnya.

“Kau sendirian? Mana oppadeul yang lain?”

“Mereka meninggalkanku karena aku bangun kesiangan,” jawabku.

“Makanya jangan suka main game malam-malam,” tangannya terangkat, aku sudah tahu kalau dia akan menjitakku. Jadi sebelum tangannya mendarat di keningku, aku menahannya. Dia hanya nyengir.

“Bukan urusanmu,” kataku tepat di depan wajahnya. Kelihatan sekali wajahnya memerah.

Tring! Pintu lift terbuka dan dia cepat-cepat keluar.

“Dah Kyuhyun.”

“Mau ku antar?” tanpa sadar aku mengucapkan itu.

“Bukannya kau buru-buru?” tanyanya.

“Tidak, lagi pula kita kan searah. Memang sekolahmu lebih jauh, tapi tidak apa-apa,” dan ucapanku semakin tidak masuk akal.

“Tapi aku belum siap mati…” kata Hyerin, terlihat sangat takut.

“Apa hubungannya diantar dengan mati?”

“Kau kan tidak pandai menyetir. Kalau kecelakaan lalu aku terluka parah lalu mati bagaimana?”

“Aish, mau kuantar tidak?” aku mulai tak sabar.

“Mau,” jawabnya cepat.

Dia berlari kecil ke arahku dan… sial, dia menggandeng tanganku? Dan aku tidak menolaknya. Kurasa setelah ini aku harus ke dokter untuk memeriksakan jantungku.

^0^

Hyerin pov

Aku berjalan santai di koridor sekolah. Kyuhyun, entah dirasuki setan baik yang mana, mengantarku. Sebenarnya ini bagus, karena aku tidak perlu naik bus. Tapi kurasa aku tidak bisa melakukan ini dalam jangka panjang karena semobil dengannya ternyata membuatku jadi canggung, kelainan jantung dan sesak nafas. Padahal sebelum masuk mobil aku masih baik-baik saja. Tapi setelah dia membukakan pintu mobil, lalu duduk di sampingku, lalu memasangkan seat belt, tiba-tiba aku menderita sindrom yang aneh. Aku bahkan lupa mengucapkan terima kasih tadi.

“Hyerin-ah,” Hyoki melambai-lambai dari pintu kelas, diikuti Hani yang berada di dekatnya.

“Kau sudah siap hari ini?” tanya Hani.

“Siap apa? Ada apa?”

“Hari ini kan ujian praktek kesenian dan kita akan membuat satu kerajinan tangan. Jangan bilang kau lupa dan belum siap,” Hyoki nyengir dan dia benar.

“Andwe!” teriakku, menggelegar hingga makhluk yang ada di dalam kelas kini melihat ke arahku. “Ottokhe, ottokhe, ottokhe?”

“Tenanglah, ini hanya masalah tangan. Kau hanya perlu teliti dan sabar. Pasti bisa,” Hyoki mengelus-elus pundakku.

Aku sangat sangat payah dalam bidang kesenian, terutama kerajinan tangan. Hasil ciptaanku tidak bisa dikatakan kreasi, tapi lebih tepatnya suatu bencana alam. Karena pasti berantakan dan terjadi di alam kelas seni. Hani juga tidak begitu mahir dalam bidang ini. Tapi setidaknya dia telaten dan pekerjaannya lebih rapi dibanding punyaku. Sedangkan Hyoki, memang ada bakat. Walau tidak sampai professional, tapi hasil pekerjaannya pasti mendapat pujian dari Han seongsaenim.

“Kau bisa mengatakan itu karena kau selalu mendapat nilai bagus di kesenian. Aku? Tidak diomeli Han seongsaenim saja masih untung.”

“Tenang saja, Hyerin. Nanti kita bebas membuat apa saja. Jadi tidak akan terlalu sulit. Kau buat sesuatu yang gampang-gampang saja,” kata Hani.

“Kalau begitu aku akan membuat telur dari tanah liat. Kan tinggal dibentuk bulat saja,” kataku memelas.

“Terserah kau saja nanti. Yang penting sekarang kau tenang saja. Oke oke?” Hyoki mencoba memberiku semangat.

Lalu bel berbunyi dan kami masuk kelas. Kelihatannya siang nanti aku akan membuat bencana alam lagi.

^0^

“Sekarang mulai bekerja. Nanti hasil karya kalian letakkan di depan. Arasseo?” kata Han seongsaenim dengan make up tebal dan parfumnya yang menyengat.

“Ne..” jawab kami serentak, dan aku menjawab lemas. Aku mau membuat apa? Aku menoleh pada Hyoki dan menggerakkan mulutku tanpa suara, ‘mau buat apa?’

Hyoki tersenyum, lalu berbisik, “Pikirkan sesuatu yang selalu kau ingat. Semangat!”

Sesuatu yang selalu ku ingat? Um… kartun? Animasi?

“Aku tidak menyuruhmu melamun, Song Hyerin,” bisik Han seongsenim yang membuatku merinding. “Mana hasil kerjamu?”

“Aku… ini masih proses… hehehe… Seongsaenim tinggal melihat hasilnya saja nanti. Menjauhlah…. Hehehe…”

“Anniyo, aku akan mengawasimu sampai karyamu selesai. Aku tidak mau ada bencana lagi di kelasku. Ingat saat kau memecahkan keramik yang dibuat Yubin-sshi? Dia sampai menangis seharian karenamu.”

Sial, Han seongsaenim menungguiku. Aku pasti semakin tidak konsentrasi dengan omelannya dan parfumnya yang menyengat.

“Kenapa bentuknya seperti itu?” benar kan, baru selesai membuat kepala dia sudah mengomeliku. Tapi ternyata dia mengambilnya dan memperbaiki bentuknya. “Begini yang benar. Kau harus lebih teliti. Sebaiknya…”

Ada apa dengan Han seongsaenim? Dia jadi mengajariku secara eksklusif. Coba dari dulu seperti ini, nilai seni rupaku tidak akan terlalu buruk. Han seongsenim terus memperhatikanku, menegur jika aku melakukan kesalahan seperti saat menempelkan bagian tangan. Walau tidak membantuku sepenuhnya, tapi keterangan eksklusifnya cukup membantu. Dan setelah ber jam-jam… ajaib! Aku berhasil membuat satu karya seni dan aku yakin ini yang terbaik yang pernah ku buat.

“Chukkae, Hyerin,” Hyoki dan Hani memberiku selamat.

Kami meletakkan hasil karya kami bertiga di meja tempat karya siswa yang lainnya dipajang. Hyoki membuat miniatur menara Eiffel yang hampir menyerupai bentuk aslinya. Sedangkan Hani membuat celengan babi. Dan aku… entahlah apa ini tapi yang pasti ini berbentuk manusia. Yubin dan Yoonhee kelihatan sangat iri dan mentapku sinis.

“Cih, hasilnya tidak begitu bagus dibanding punyaku,” kata Yubin.

“Benar, yeodongsaengku yang masih TK pun bisa membuat boneka semacam itu. Apa hebatnya?” tambah Yoonhee.

“Bilang saja kalian iri,” cibir Hani. “Kau hebat Rin-ah. Hanya dalam beberapa menit diajari Han seongsaenim bisa membuat boneka lucu ini.”

“Benar, ini lucu sekali. Siapa bocah ini?” tanya Hyoki.

“Aku juga tidak tahu. Hanya itu yang ku pikirkan tadi,” jawabku.

“Senyum ini, kelihatan evil. Aku jadi ingat seseorang… tapi siapa ya?” Hani berpikir.

“Benar juga, aku merasa mengenal senyuman seperti ini,” Hyoki juga tampak berpikir.

“Benarkah ini menyerupai seseorang? Lalu siapa?” aku jadi ikut berpikir dan mengingat-ingat setiap orang yang ku kenal dan memiliki kemiripan dengan hasil karyaku ini.

“Aku ingat!” seru Hyoki dan Hani bersamaan.

“Mwo? Jangan bilang pikiran kita sama,” kata Hani.

“Kurasa memang sama. Siapa lagi yang punya evil smirk seperti ini? Harusnya kita sadar dari awal,” kata Hyoki.

“Memangnya siapa? Kenapa hanya aku yang tidak tahu?” tanyaku. Kini mereka menatapku serius.

“Apa kau selalu memikirkan orang itu?” tanya Hani.

“Apa kau menyukainya?” Hyoki ikut bertanya.

“Sebenarnya kalian membicarakan apa? Dan siapa orang yang kalian maksud?”

Mereka menarik nafas dan serentak menjawab, “Cho Kyuhyun.”

“Andwe!”

^0^

Aku memandangi miniatur Kyuhyun yang berdiri di meja belajarku. Setelah beberapa pertimbangan aku bisa menerima saran Hani dan Hyoki untuk menamai hasil karyaku itu Kyuhyun. Dan saat ku perhatikan baik-baik, memang mirip dia. Ku akui selama membuat ini aku memang ingat wajahnya terus.

“Hyerin, Donghae oppa mencarimu,” panggil Harin eonnie dari pintu kamarku.

“Ne, aku segera keluar,” jawabku lemas.

Ku simpan miniatur Kyuhyun di rak buku. Aku memakai sandal tidurku agar Donghae mengira aku mau cepat-cepat tidur.

“Ada apa, oppa?” tanyaku pada Donghae. Ternyata dia tidak sendiri. Ada Yesung, Ryoewook, dan Sungmin oppa di sana.

“Kau sibuk tidak?” tanyanya, melihat kakiku.

“Tidak, aku baru mau tidur.”

“Kau mau membantu kami tidak?” sekarang Leeteuk oppa yang bicara.

“Bantu apa? Memangnya aku bisa bantu apa?”

“Ini ada hubungannya dengan Kyuhyun. Kau pasti mengerti kan dan aku yakin kau sudah mempersiapkan sesuatu untuk ini. Dan kami ingin bekerja sama denganmu. Mau?” kata Leeteuk oppa.

“Mempersiapkan apa?” jujur, aku tidak mengerti maksud mereka.

“Ayolah, mengaku saja. Kau sudah menyiapkan kejutan untuk Kyu kan?” desak Sungmin oppa.

“Aku benar-benar tidak mengerti apa maksud kalian. Kejutan apa?”

“Sudah ku bilang kan dia pasti tidak tahu,” sela Yesung.

“Tahu apa?” sekarang aku jadi penasaran.

“Begini,” giliran Ryeowook oppa yang bicara. “Sebenarnya besok, tepatnya nanti jam 12 malam adalah ulang tahun Kyuhyun. Kami ingin memberi pesta kejutan yah, kecil-kecilan saja sebelum berangkat ke Taiwan.”

“Mwo? Benarkah?” dan aku benar-benar baru tahu mengenai informasi ini.

“Memangnya kau benar tidak tahu? Ulang tahun Kyuhyun kan 3 Februari. Kau benar-benar tidak tahu apa-apa tentang Super Junior? Tanggal lahir itu adalah pengetahuan dasar bagi fans kami,” Sungmin tampak frustasi.

Aku mengecek ponselku. Benar, sekarang tanggal 2 dan sudah jam 10 malam. Berarti 2 jam lagi ulang tahun Kyu.

“Kenapa baru memberi tahu sekarang? Aku tidak menyiapkan apa-apa,” ucapku, benar-benar kecewa.

“Kami pikir kau pasti sudah tahu. Bukannya kau dekat dengan Kyuhyun?” celetuk Yesung.

“Secara logika, aku tidak mungkin menanyakan kapan ultahnya secara langsung kan?”

“Harusnya kau browsing dan cari tahu,” kata Donghae.

“Untuk apa?” pertanyaanku masuk akal kan? Aku bukan elf atau Sparkyu. Jadi untuk apa mencari tahu tanggal lahirnya?

“Sudah, sudah. Kita tetap pada rencana awal saja, tapi ada sedikit poin yang harus diganti. Kemari,” Leeteuk dan oppadeul membentuk lingkaran, tanpaku. Mereka berbisik-bisik, serius sekali. Setelah kira-kira 5 menit, mereka kembali padaku.

“Kau ikut kami,” Sungmin oppa memegang tanganku erat seolah aku habis mencuri boneka hello kittynya.

“Kemana? Aku kan harus tidur, besok sekolah,” kataku takut-takut.

“Jangan tidur sampai rencana ini selesai. Wookie, bawa dia ke dorm lantai 12,” perintah Sungmin. Ryeowook oppa menarik tanganku, lebih lembut dari genggaman Sungmin tadi.

“Harin, kami bawa dongsaengmu dulu ya. Tenang saja, besok dia tidak akan terlambat sekolah,” ucap Leeteuk.

Harin eonnie kelihatan sangat bingung tapi mengangguk saja. Aku mengikuti Wookie oppa pasrah. Lagi-lagi setan itu menyusahkanku.

^0^

Dorm lantai 11, pukul 23.45

Author pov

Kyuhyun tertidur pulas. Tanpa sepengetahuannya, Sungmin mengendap-endap keluar setelah mematikan lampu kamarnya. Tampaknya dia begitu lelah sampai tidak menyadari itu.

Di luar dorm, tampak segerombolan namja dan seorang yeoja lengkap dengan perlengkapannya. Mereka adalah Leeteuk, Yesung, Ryeowook, Siwon, Sungmin, Donghae, Eunhyuk, Shindong, dan Hyerin yang tampak tidak menikmati penampilannya sama sekali.

“Senyumlah sedikit, kau tampak luar biasa, Rin-ah,” goda Eunhyuk.

“Itu berkat aku yang mendandanimu,” Yesung terkekeh.

“Aku memang tampak luar biasa… mengerikan,” berkali-kali Hyerin menatap cermin.

Setelah dirayu selama hampir satu jam dengan iming-iming blackforest jumbo, es krim gratis seminggu, dan voucher 10 kotak coklat, akhirnya Hyerin menerima permintaan oppadeul Suju. Memang cukup sulit merayu Hyerin dan itu sangat masuk akal. Bagaimana tidak, mereka memaksanya untuk berdandan sebagai hantu wanita dengan pakaian serba putih, bedak tebal plus eye linernya dan rambut digerai. *kira-kira mirip kuntilanak gitu deh*

“Tenanglah, sebentar lagi selesai dan kau bisa membersihkannya setelah ini. Dan kami janji setelah Super Show 4 di Taiwan selesai, kau akan mendapatkan voucher-voucher yang kami janjikan itu. Tahan ya…” Donghae mengelu-elus rambutnya.

Cklek, pintu terbuka dan Sungmin muncul.

“Aman,” bisiknya dan oppadeul ditambah Kunti Hyerin mengikutinya masuk dorm.

“Semangat, Rin-ah,” bisik Ryeowook dengan kue di tangannya.

Hyerin masuk kamar Kyuhyun dengan lemas. Dia menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya lagi. Dia berhitung dalam hati. Satu, dua, tiga, empat, lima…

Dia menutup pintu kamar Kyuhyun. Oppadeul yang lain menunggu di luar penuh harap. Tahun lalu mereka gagal mengerjai Kyuhyun. Kali ini harus berhasil. Mereka hampir tidak bisa bernafas saking tegangnya. Dan tiba-tiba di tengah kesunyian malam…

“Kyaaaaaaaaaa… Hyuuuuuuung…. Ada hantuuuuuu,” terdengar suara teriakan Kyuhyun dari dalam kamarnya.

Mereka tertawa cekikikan, pertanda rencana mereka berhasil. Si evil magnae berhasil mereka jahati. *chukkae!* Siwon sampai mengucapkan rasa syukur pada Tuhan berkali-kali. Eunhyuk, Donghae dan Sungmin melakukan tos. Leeteuk, Yesung, dan Shindong jingkrak-jingkrak. *awas gempa!* *digampar Shindong oppa* Ryeowook hanya ikut cekikikan karena takut kue di tangannya jatuh. Tapi kemudian terdengar suara Kyu lagi.

“Yak, ternyata kau, si kurus cungkring! Berani sekali kau melakukan ini padaku. Awas kau, jangan harap kau bisa selamat sekarang!”

Oppadeul langsung berhenti dengan upacara kegirangannya. Mereka sadar sekarang Hyerin dalam bahaya.

^0^

Kyuhyun pov

Aku merasa ada hawa dingin di sekitarku. Tapi aku masih mengantuk jadi kuurungkan niatku untuk membuka mataku. Tapi lama-lama seperti ada yang menyentuhku. Dan aku jadi merinding. Aish, sebenarnya apa ini?

“Cutemin, kaukah itu? Jangan ganggu, aku tidak boleh kurang tidur demi Super Show nanti…” ucapku setengah sadar.

Tapi sentuhan itu tidak berhenti juga. Lebih tepatnya seperti tiupan angin dingin. Aku semakin merinding jadinya.

“Aish, Cutemin. Kubilang jangan gang…” suaraku tercekat.

Kamarku gelap gulita dan sekarang di hadapanku berdiri seorang… hantu?

“Kyaaaaaaaaaa… Hyuuuuuuung…. Ada hantuuuuuu,” spontan aku teriak-teriak. Aku berlari-lari dalam kamar tanpa arah, dan hantu itu mengikutiku. Wajahnya pucat dan tubuhnya sangat kurus.

“Kyu… hyuuuuun… Kau tidak bisa lari…” hantu itu bicara dengan nada kehantuannya.

Bicara? Memangnya hantu bisa bicara? Kalau di film horror anak-anak mungkin iya. Dan bagaimana hantu ini tahu namaku? Aku menghentikan kegiatan lari tengah malamku. Kuamati hantu itu baik-baik. Rasanya terlihat seperti…
Aku berjalan mengendap-endap, meraba-raba sakelar lampu. Hantu itu masih dengan gerakan hantunya mengikutiku. Dan… cklek! Lampu menyala, seharusnya hantu itu sudah tidak ada. Tapi dia masih berdiri di hadapanku dan wajahnya terlihat bingung. Ku lihat kakinya, menyentuh tanah. Sekarang aku memperhatikan wajahnya. Andwe, ternyata dia Song Hyerin.

“Yak, ternyata kau, si kurus cungkring! Berani sekali kau melakukan ini padaku. Awas kau, jangan harap kau bisa selamat sekarang!” seruku.

Ku cengkeram bahunya kuat-kuat, aku tahu dia meringis kesakitan. Tadi dia sudah menakut-nakutiku, sekarang giliran aku yang membuatnya ketakutan. Hahaha..*evil laugh* Aku mendorong tubuhnya hingga merapat ke dinding. Kini aku semakin dekat dengannya dan…

“Saengil Chukkahamnida!!!” pintu kamarku terbuka dan sekarang menjadi gaduh dengan suara hyung-hyungku.

“Kyu, apa yang kau lakukan pada Hyerin?” seru Sungmin, dia melepaskan tanganku dari bahu Hyerin.

“Apa ini?” tanyaku tak mengerti.

“Kau tidak dengar? Saengil Chukkahamnida,” kata Leeteuk hyung.

“Apa kami berhasil mengejutkanmu?” tanya Shindong hyung penuh harap.

“Kalian memberiku kejutan? Sama sekali tidak mengejutkan, malah membuatku kesal pada hantu kurus ini,” keluhku.

“Untung kau segera datang, oppa. Kalau tidak, aku tidak tahu apa masih bisa keluar dengan selamat dari kamar ini,” Hyerin memelas. Donghae mengelus-elus rambutnya.

“Kenapa memberi kejutan segala? Aku juga tidak terkejut,” kata Kyuhyun.

“Tidak terkejut bagaimana? Tadi teriakanmu sampai menggetarkan jendela dorm. Yang seperti itu namanya terkejut, Kyu,” kata Siwon.

“Siapa pun juga akan teriak kalau ada hantu jelek di depannya,” ku beri tekanan pada kata ‘jelek’ dan melihat ke arah Hyerin.

“Maksudmu aku jelek?” sahutnya.

“Aku tidak berkata seperti itu. Kalau kau merasa ya berarti benar,” ku keluarkan senyuman licikku.

“Kau sudah bosan hidup?” dia melotot dan melangkah mendekatiku. Harusnya aku mempertimbangkan ini sebelum mengatakan kalimat yang tadi. Tapi terlambat, dia kini menjambak rambutku. “Aku sudah rela tidak tidur dan didandani seperti ini hanya untuk memberi kejutan di hari ulang tahunmu. Tidakkah kau sadar kalau itu artinya kau sangat penting bagi kami, Cho Kyuhyun!”

“Hentikan, sakiiiit…” aku mengaduh. Dia melepaskan cengkeramannya dari rambutku yang berharga.

“Benar itu, Kyu. Harusnya kau berterima kasih pada Hyerin dan tentu saja pada kami,” ucap Yesung.

“Walau pun kau selalu menjahati kami, tapi kau tetap magnae kesayangan kami…” kata Leeteuk. Kali ini aku melihat keseriusan di mata hyung-hyungku.

“Iya, Kyu. Mungkin saat pertama kau bergabung di Super Junior kami belum bisa menerimamu karena belum terbiasa. Tapi sekarang, kau malah menjadi member yang sangat penting di Super Junior. Kalau kau tidak ada, kami tidak bisa membayangkan akan jadi apa Super Junior nantinya,” ucap Sungmin.

Aku jadi terharu. Tak kusangka hyung-hyungku memiliki perasaan demikian. Aku jadi semakin menyayangi mereka. Dan Hyerin, jujur aku benar-benar senang dia ada di sini sekarang.

“Hoaaaaaahm….” Suara Hyerin yang sedang menguap. Kini perhatian tertuju padanya. “M…Mian, aku tidak bermaksud merusak suasana. Tapi bisakah acara tiup lilin dan lainnya kita lakukan sekarang? Aku sudah mengantuk.”

Kami semua tertawa. Dan upacara perayaan ulang tahunku dimulai. Sebelum meniup lilin aku make a wish.

“Semoga Suju selalu daebak,” hyungdeul mengamininya. “Semoga aku tetap menjadi magnae kesayangan hyungdeul,” mereka mengamininya lagi. “Apa pun yang terjadi semoga Super Junior tidak terpecah dan tetap menjadi Super Junior. Dan…” di sini aku tidak mengucapkannya dengan keras, tapi dalam hati karena ini adalah doa eksklusif. *author : kamu gak mau ngasih tahu aku juga?* *Kyu : hehehe… nanti ku sms saja ya, chagi…* *dilarang protes*

Lalu aku meniup lilin dan mereka mengucapkan “Saengil chukkahamnida” serentak. Doa-doa yang baik pun mereka ucapkan untukku, dan Hyerin, kali ini dia tersenyum maniiiiis sekali padaku, hal yang sangat langka.

“Saengil chukkahamnida, Kyu. Maaf, aku tidak menyiapkan apa-apa untukmu. Aku juga baru tahu tadi kalau kau ulang tahun. Kadonya besok saja ya,” ucapnya.

“Gwenchana, dengan kau ada di sini saja aku sudah senang,” jawabku.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?” sial, tadi aku bicara apa?

“Ah, maksudku… kejutan ini sudah cukup. Lagi pula aku akan mengadakan pesta sederhana sepulang dari Taiwan nanti. Kau datang ya. Ajak Harin, Eunhye, dan Eunchae juga.”

Dia mengangguk sambil tersenyum. Aish, itu membuatku semakin berdebar-debar. Kalau dia tersenyum seperti ini tiap hari, apa jadinya jantungku?

“Kyu, kenapa tadi kau tidak melanjutkan doamu? Memangnya kau berdoa apa?” celetuk Shindong hyung. Hyungdeul yang lain juga setuju dengan pertanyaan itu. Mereka menunggu jawabanku penuh harap.

“Itu… um… rahasia,” aku mengeluarkan evil smileku.

^0^

P.P.S. : cukup sampek di situ dulu part spesial ini… Hehehe… Kenapa saya post KyuRin Tale tiap hari? Sengaja, biar serasa nonton drama Korea. Wkwkwk.. Tapi besok besok gak janji bisa post tiap hari karen Pressure days are coming… Ayo komen…

37 thoughts on “KyuRin Tale : Evil Day

  1. Haha kyu ditanyain tentang doanya , gag mau jawab , pasti malu-malu kucing ,pakai main rahasia2an pula .
    Ujung2nya doanya pasti tentang hyerin :p

  2. kyuhyun doa tersembunyi y pasti minta hyerin jatuh cinta ma dia dah hehehehe…..
    knp hyerin ngak ngasih hasil karya y aja tuh kan mirip ma kyuhyun n pasti y kyuhyun seneng bgt deh….

  3. Aduh ktwa dech saat si hyerin dandan kayak hantu terbyang kayak gimana gtu ,,, !! 😀
    Aplgi kyu histeris kayak ajumma2 wkwkwk 😀
    Yeyeye doa tersembunyi nya pasti ada hubungannya dg hyerin ne 😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s