Haze Girl {1 to 3}

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic

Casts :

Lee Jun Ho (2 PM), Kevin Woo (U-Kiss), Kwon Han Jie (you)

Other Casts :

2 PM members, etc.

Annyeong haseo, yeorobun!! Author bawa FF bertema klasik : cinta. Author harap reader ngga bosen dengan tema yang selalu author usung. Author juga berharap author bisa membawakan cerita ini dengan baik dan menarik agar reader tidak kecewa 😀

|Reader : Kalo jelek, rumah lu gue bakar thor! |Author : Kejem amat jadi reader… ==” |Reader : Maslaah buat lo? |Author : Ooh, ternyata masih keponakannya Show_Imah… -__- |Soimah : Ada yang berani panggil-panggil gue ya?? |Author : Ampun tanteee ngga ada koook #kabur| v^,^v

v So, nikmati, keep reading, and Keep comment! \^_____^/

AWAS!! JIKA ADA YANG BERNIAT MEMPLAGIAT, AYO TARUNG TINJU  LAWAN CHRIS JOHN!! TAPI AUTHOR NGGA IKUTAN!!

Mungkin, jika jalan ceritanya bukan begini.. aku akan berani bermimpi lebih tinggi untuk berada di sampingmu oppa. Tapi, saat ini.. beginilah  takdirku.. beginilah kehidupanku.. walau mengecewakanmu, aku harus melakukan hal ini sebagai bentuk ucapan terima kasih atas jasamu.. sekalipun aku sendiri sebenarnya sangat ingin menolaknya.. andai bisa.

——————————

Siapapun kau.. bagaimana latar belakangmu.. itu tidak penting bagiku. Karena yang kucari adalah perasaan nyaman, kasih sayang, dan cinta. Aku merasakan dan menemukan semua yang kucari pada dirimu. Jangan merasa rendah apapun yang terjadi.. aku akan selalu melindungimu.. jadi kumohon.. beri aku kesempatan untuk memilikimu.. Jebal..

———————————

Aku bukan siapa-siapa sebelumnya.. aku merasa menjadi angin yang sibuk kesana kemari tanpa punya tujuan.. tapi semenjak kau berada di sisiku, kurasa aku tau apa gunanya aku ada disini.. untuk melindungimu apapun yang terjadi.. Perlahan tapi pasti.. aku menginginkan dirimu.. lebih dari sekedar seseorang yang harus kulindungi.. tapi aku ingin kau jadi bagian hidupku, bisa mencintaimu, bisa bersamamu.. Itu yang kuinginkan saat ini.. May I?

Kwon Han Jie POV.

@Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Selangor, Malaysia Barat

Aku berangkat dari Jawa Timur dengan tujuan mengikuti program pertukaran pelajar yang diadakan oleh sebuah agensi. Entah ketiban bulan apa, aku lolos dan berhasil mendapatkan beasiswa pendidikan ke Jepang!!

Padahal aku masuk kategori siswa biasa, bukan siswa ahli olimpiade seperti beberapa kawanku yang juga turut berangkat ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta pagi ini, pukul 6 WIB. Boleh kan kusebut ini keberuntungan~

Saat ini kami sedang menunggu di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, untuk penerbangan selanjutnya. Hanya saja.. aku merasa ada suatu hal yang ganjil. Yaitu, aku tidak melihat agensi yang seharusnya mendampingi kami, seperti saat di Bandara Soekarno-Hatta.

Aku berusaha menghalau pikiran negative yang ada, dan mulai berdoa semoga tidak terjadi hal yang buruk kepada kami. Untuk membuang bosan saat menunggu aku mencoba ngobrol dengan seorang temanku yang agak sibuk dengan I-Phonenya.

“Hai,” sapaku kaku pada gadis berambut kuncir kuda sebahu di sampingku.

“Hm..hai,” dia tersenyum manis sekilas lalu kembali menatap layar I-Phonenya.

“Siapa namamu?” kuberanikan diri bertanya lebih lanjut, agar suasana tidak sedingin kutub Utara.

“Katherine. Panggil Kath saja, aku dari Medan. Kalau kamu?” ia menatapku sekilas lagi di akhir kalimatnya.

“Hani, biasanya orang memanggilku Hani,” sebuah senyuman canggung Nampak di wajahku. Okay, itu bukan namaku. Karena nama asliku Kwon Han Jie.

“Oh.. salam kenal ya Hani!!” Kali ini senyuman Kath terlihat hangat, ia juga menjabat tanganku erat, sesaat.

“Kau sedang melihat apa? Sepertinya..” aku melirik layar I-Phonenya sekilas..

“KYAA!! Mereka ada di Malaysia!! Mereka akan kembali ke Seoul besok pagi!! Aaah~ sayang sekali.. padahal kuharap aku bisa bertemu mereka sekarang.” Sebelum aku selesai bertanya, ia sudah berkomentar histeris seperti itu.

“Mereka siapa?” aduh, aku merasa aku jadi tukang ingin tau sekali saat ini..

“2PM, Boyband korea! Mereka baru saja menyelesaikan konser akbar mereka di Malaysia, tapi mereka baru akan pulang besok pagi.. Hufft..” Kath terlihat sedikit manyun sambil terus menatap layar I-Phonenya.

“Ah~ kau juga Hottest ternyata,” aku tersenyum simpul mendengar ucapannya. Yah, aku juga suka 2 PM.. terutama..

“Aku paling suka Nickhun!! Alisnya sangat tebal dan wajahnya imut sekali…bagaimana denganmu?” Kath memandangku dengan penuh semangat.

“Aku suka Jun Ho.. suaranya tidak kalah dengan Chansung~” jawabku.

“Hm..ne, dia juga lucu, seperti Woo Young,” Kath kembali sibuk dengan I-Phonenya, sementara tiba-tiba aku merasa ingin segera buang air kecil.

“Kath, bisakah kau menjagakan barangku? Aku harus ke toilet sebentar,” kataku sambil menyentuh pelan pundaknya.

“Ok, tidak masalah. Eh, aku minta nomor ponselmu dulu,” Kath menyodorkan ponselnya.

Segera kuketikkan nomorku, lalu kuserahkan kembali Gadget primer miliknya. Tak lama kemudian ia memisscalled ponselku, “Itu nomorku,” ujarnya sambil lagi-lagi tersenyum hangat.

Aku mengangguk cepat dan langsung menuju toilet yang ada di bandara ini.

7 menit kemudian aku berjalan kembali ke kursi tungguku. Tapi yang ada di sana hanya barang-barangku. Hey, kemana Kath?

Kucek ponselku, dan terdapat sebuah pesan singkat dari nomor yang belum kusimpan. Berani taruhan itu adalah nomer Kath.

“Hani, ternyata kita telah ditipu oleh agensi sialan itu! Mereka meninggalkan rombongan kita sendirian di bandara ini. Aku diberitau oleh sepupuku, dia juga anggota rombongan kita, namanya Evelin.

Sebuah pesawat bantuan dari Indo sudah berada di sini. Mereka akan take off 10 menit lagi. Aku sudah ada di antrean. Maaf aku tidak bisa membawa serta barangmu, karena barangku sendiri ada banyak dan aku juga sedang buru-buru.

CEPATLAH KE GATE 5, OKAY?? CEPAT BALAS JIKA KAU SUDAH MEMBACA PESANKU INI, HANI!!”

Keringat dingin langsung menerpa tubuhku. Dengan gemetaran aku membalas pesan Kath dengan jawaban singkat, “Aku mengerti.”

Segera saja aku meminta tolong seorang petugas yang sedang patroli, dengan bahasa Inggris. Syukurlah dia mau membantuku. Sayangnya…

Sebuah pengumuman keberangkatan menyatakan bahwa penerbangan yang disebutkan Kath baru saja berangkat. Bagaimana bisa? Padahal sampai di gate 5 pun aku belum.. Tidakkah mereka mempunyai daftar penerima beasiswa? Apakah mereka bodoh?!

Aku memaki tanpa henti sambil terisak di bandara yang luas ini. Petugas tadi juga segera sadar bahwa penerbangan yang kukejar sudah take off. Ia mendudukkanku di sebuah kursi dan beberapa barangku diletakkan didekatku.

Dia bilang dia sedang mengusahakan untuk aku segera kembali. Tapi.. kutunggu sampai 2 jam berlalu, dia tidak juga kembali. Sial sekali sih aku?!

Aku hanya bisa menekuk lutut dan menunduk, menangis. Kadang aku melihat beberapa pesawat yang landing dan juga take off. Bagaimana nasibku selanjutnya? Aku tidak bisa kembali.. Aku tidak membawa uang cash.. uang di atm belum di transfer oleh orang tuaku.

Aku terlalu takut untuk mengabari mereka, walau mereka pasti akan segera mengetahui berita penipuan ini.Kuharap.. mereka bisa cepat mengusahakan aku pulang~

~^^~

Kurasakan sentuhan kecil di pundakku, reflek aku mengangkat kepalaku yang terasa berat. Oh My.. aku tertidur.. di Bandara!!

Aku mengerjapkan mata beberapa kali, meyakinkan diriku dimana posisiku. Benar-benar di bandara ternyata.. Oh iya, aku kan terlantar di sini T_T mana langitnya sudah gelap~

Kutengok asal sentuhan tadi, seorang OB membawa peralatan kebersihannya tersenyum canggung kepadaku. Ia bertanya mengapa aku tertidur di bandara, tentu saja ia menggunakan bahasa Melayu.

Karena aku tidak bisa bicara dengan bahasa Melayu, walau aku mengerti apa yang OB tadi katakan, terpaksa aku menjawabnya dengan bahasa Inggris. Semoga saja dia mengerti. GOTCHA!! Dia mengerti!! \^,^/

Tapi.. dia malah mengusirku secara halus dengan berkata lebih aman kalau aku menyewa sebuah kamar hotel lalu besok pagi kembali kemari. Apa dia pikir harga sebuah kamar hotel untuk semalam semurah harga permen kopi?! >___<

Aku bersikukuh mau tidur di bandara. Mau bagaimana lagi? Aku kan tidak punya uang~

Tapi OB ini terus memaksaku pergi dengan alasan keamanan. Cih, apa dia pikir aku akan mencuri tiang besi bangunan ini lalu mengkilokannya untuk melanjutkan hidup?!

Karena sudah emosi, OB tadi memanggil petugas keamanan. Tidak lama kemudian, 3 orang berseragam rapi datang mendekat. Badan mereka sangat tegap seperti Ade Rai, sangat mengerikan!! Jika saja tampang mereka agak tampan, mungkin aku akan seperti melihat boyband mendekat.. Tapi ini..AARRGH!! Sungguh, aku berharap ini mimpi..ini hanya mimpi Han Jie..

GREPPP!!

Cengkraman kuat di kedua pergelangan tanganku menyadarkanku bahwa ini nyata! Astaga~ OB itu jahat sekali padaku!! Semoga kau mendapat balasan yang setimpal, Tuan OB!! Ingat, doa orang teraniaya itu dikabulkan oleh Tuhan!!

Tapi.. tidak ada gunanya aku meronta dan mengomel. Petugas keamanan dengan mudahnya menyeret tubuh cungkringku di area bandara ini menuju pintu keluar. Seorang lagi bertugas membawa barang-barangku. Ia kelihatan kerepotan, MAMPUS KAU!! {masih sempat aja mampus-mampusin orang nih anak!!}

Di tengah kesibukanku meronta, aku melihat 6 namja berjalan beriringan, mereka tampak senang dan enjoy walau ada banyak bodyguard yang mengawal mereka. Seorang namja berambut merah yang berjalan paling akhir menyita perhatianku. Dia.. Dia Lee Jun Ho 2PM kan? Hey, bukankah Kath mengatakan 2 PM akan pulang besok pagi..tapi ini masih larut malam..

Tiba-tiba di otakku ada sebuah feeling gila yaitu, aku akan aman bersama Lee Jun Ho. Tapi dia mengenalku saja tidak, bagaimana ia MAU menolongku??

Sepertinya aku tiba-tiba kerasukan karena reflek aku menjerit keras menyebut nama Lee Jun Ho dari tempatku sekarang. Jarak kami tidak terlalu jauh, dan kuyakin semua orang mendengar jeritanku. Astagaaa mau kulenyapkan dengan apa mukaku?

Tidak hanya sekali aku menjerit seperti orang gila menyebut-nyebut nama Lee Jun Ho. Para petugas ini pun masih dan malah makin mempercepat seretannya.

Jeritanku tadi menambah kekacauan di bandara ini, karena para HOTTEST yang terlelap menunggu kedatangan 2PM besok pagi terbangun serentak. Seketika, para 6 namja tadi diserbu oleh mereka.

Lihat.. bagaimana sekarang Lee Jun Ho bisa membantuku jika kondisinya begini? Otakku benar-benar kerasukan sepertinya. Di tengah rasa sakit yang menjalari tanganku karena ditarik sangat kencang, perut dan kepalaku juga tiba-tiba kompak sakit!!

Pasti maagku kambuh!! Aku, mendapat sebuah kekuatan untuk berteriak lagi sebelum pandanganku menghitam, dan kakiku tak mampu menopang tubuhku…

LEE JUN HOOOOOOOOOOOOOOO

~^^~

Whoa… dikit ya? Aneh ya? Ngga jelas ya? Ribet ya? Apalagi ya?

MIANHE KALAU MENGECEWAKAN

Ada yang mau reader tanyakan, mangga…

Ada yang mau reader complain, mangga…

Ada yang mau reader kasih pujian, mangga…

Ada yang mau reader kasih cercaan, mangga…

Author terima dengan lapang hati, kok~

C’MON GUYS, I BEG YOU TO LEAVE YOUR YOUR COMMENT & IDEA, PLEASEEEEE~~~~

BE A GOOD READER, PLEASE!!

86 thoughts on “Haze Girl {1 to 3}

  1. Kkkk ceritanya bodor banget..bisa” nya dya teriak ” lee junho,apa hubungannya dya teriakan mama junho supaya bantuin dya..yg ada kesel junho nya…
    Bagus thor ceritanya,lucu 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s