[FF Freelance] Attack of Love (Part 6 – End)

 

Title   :: Attack of Love Part 6 (END)

Author   :: haehyunho a.k.a Han Chaehyun

Genre   :: Romance, Friendship, Family

Length   :: Chaptered

Rating   :: PG

Main Cast   :: Jung Hyemi (OC), Shin Soohyun of U-Kiss

Other Cast   :: Member of MBLAQ, Member of Super Junior, Member of U-Kiss

Disclaimer   :: This story and plot is mine

lovelylovelife.wordpress.com

Previous part: Part 1, Part 2, Part 3, Part 4, Part 5

Soohyun POV

Begitu sampai di Incheon aku langsung berlari masuk, aku bahkan hanya memakai topi dan kacamata untuk penyamaran. Yang memang ada di dashboard. Aku langsung berlari masuk dan menuju papan jadwal keberangkatan. Dan apa yang kulihat? Pesawat menuju Kanada sudah take off setengah jam yang lalu. Aku langsung terjatuh duduk saat itu juga. bagaimana bisa? Padahal aku sudah berusaha secepatnya untuk sampai, tapi kenapa tetap tidak terkejar? Apakah  takdirku harus seperti ini?

Aku tidak mungkin bisa menyusulnya ke Kanada. Aku merasa mataku memanas. Haruskah seperti ini? haruskah aku kehilangan cintaku bahkan di saat aku baru menyadarinya? Aku bahkan belum sempat merasakan senangnya mencintainya juga dicintainya. Haruskah takdirku seperti ini? aku yakin sekarang aku menangis, aku seorang Shin Soohyun menangis karena seorang yeoja yang bahkan belum lama hadir di hidupku? Apa hebatnya yeoja itu sampai membuatku seperti ini?

Ini memang salahku, kebodohanku. Kalau saja, kalau saja aku tidak terlambat menyadari perasaanku pasti semua tidak akan seperti ini. aku yang terlalu bodoh karena telat menyadarinya. Apa sudah benar-benar tidak ada kesempatan untukku?

“Oppa, jangan ditarik-tarik. Jangan usil deh.” Aku mendengar suara yang sepertinya kukenal, ani tapi aku memang mengenalnya. Aku langsung menengok ke belakang. Aku melihatnya, aku melihat yeoja itu, apakah ini berarti ia tidak jadi pergi? Yeoja itu, ia dengan pakaiannya yang seperti biasa, celana jins dan kemeja kebesaran sedang memainkan handphonenya. Apa aku bermimpi? Saking tersiksanya aku ditinggalkan olehnya aku bermimpi melihatnya, aku melihatnya bercanda dengan G.O hyung. Tunggu! G.O hyung? Berarti aku tidak bermimpi kan? Ah aku harus menghampirinya, untuk memastikan aku bermimpi atau tidak aku harus menghampirinya kan? Aku langsung berjalan menghampirinya dan kemudian kulihat G.O hyung beranjak pergi entah kemana, dan Hyemi sendirian, ini kesempatanku. Ia masih tidak melihatku karena ia masih sibuk memainkan handphonenya. Uh bahkan aku tidak suka melihatnya sedekat tadi dengan namja lain. Kenapa aku bisa sebabo ini dan baru menyadarinya? Jeongmal baboya! Saat tiba didepannya aku langsung berhenti.

“Hyemi~ya.” Panggilku. Ia menoleh padaku, yeoja itu, aku tidak bermimpi. Ia masih di sini, ia tidak pergi.

GREPP

Aku langsung menariknya kepelukanku. aku merengkuhnya dengan erat, tidak, aku akan mempertahankan takdirku, aku akan menggapai takdirku. Tapi ia tidak membalas pelukanku sama sekali.

“Err, Nuguseyo?” tanyanya, ia tidak mengenaliku?

“Kajima.” Kataku akhirnya karena ia tidak kunjung membalas pelukanku, tapi aku tetap tidak melepaskan pelukanku. Oh, aku bahkan baru sadar kalau memeluknya bisa merasakan kebahagiaan tersendiri. Aku merasa kesenangan yang tak terkira dengan memeluknya begini. Dan kurasa harusnya ia sudah mengenal suaraku, karena aku bisa merasakan tubuhnya menegang dalam pelukanku. Tapi ia tetap tidak berkata apapun.

“Mian. Bisa kau lepaskan?” aku langsung terdiam mendengarnya. Ia minta aku melepaskan pelukanku? Tapi aku tetap tidak melepaskannya. Sampai ia menghentakkan pelukanku sampai terlepas. Dan ia langsung berbalik, bergegas pergi dari hadapanku. Oh tidak. Ottokhae? Haruskah aku kehilangannya lagi? Tidak ini tidak boleh terjadi.

“Kajima. Kajima, Hyemi~ya.” Kataku, tapi ia tetap tidak menggubrisku dan tetap terus berjalan. Tuhan, ottokhae? Aku mencintainya, sungguh.

“Saranghae.” Kataku akhirnya, dan kulihat ia langsung menghentikan langkahnya tapi tetap tidak berbalik menghadapku. Berhasilkah? Aku berjalan mendekatinya yang masih membelakangiku.

“Saranghae. Nan jeongmal saranghaeyo. Hyemi~ya.” Kulihat tubuhnya menegang dan tidak lama bergetar. Ia menangis? Saat tiba dibelakangnya aku langsung merengkuhnya, aku memeluknya dari belakang. Aku yakin ia menangis karena aku merasakan getaran tubuhnya dan tanganku basah.

Hyemi POV

“Hyemi~ya.” Aku merasa ada yang memanggilku, aku langsung menoleh, seorang namja yang memakai topi dan kacamata? Nugu? Ah, aku sedang sendirian lagi karena oppa sedang ke toilet. Ottokhae? Bagaimana kalau namja ini orang jahat? Omo, ottokhae?

GREPP

Aku langsung membelalakkan mata dan terkaget, ige mwoya? Apa-apaan namja ini seenaknya saja memelukku begini.

“Err, Nuguseyo?” tanyaku

“Kajima.” Katanya. Tubuhku menegang, suara ini. aku mengenalnya. Tapi apa benar ini dia? Ah tidak mungkin. Ia kan sudah menolakku, lagipula tahu darimana dia aku di sini?

“Mian. Bisa kau lepaskan?” kataku. Dan karena ia tidak kunjung melepaskan pelukannya juga langsung saja aku menghentakkannya sampai pelukannya terlepas. Setelah itu aku langsung berbalik dan pergi dari hadapannya.

“Kajima. Kajima, Hyemi~ya.” Katanya, tapi aku tetap tidak menggubrisnya dan tetap berjalan. Ottokhae? Aku yakin itu dia, aku mengenal suaranya, tapi untuk apa ia melarangku pergi? Ia ingin aku tetap mengemis cintanya? Jangan harap. Aku sudah memutuskan akan berangkat ke Kanada dan aku tidak akan membatalkannya.

“Saranghae.” Katanya. Aku langsung menghentikan langkahku tapi tetap tidak berbalik ke arahnya. Apa tadi katanya? Ia mencintaiku? Hah, bodoh. Tidak mungkin. Aku tidak mau tertipu.

“Saranghae. Nan jeongmal saranghaeyo. Hyemi~ya.” Tubuhku menegang mendengarnya. Tapi mungkinkah ia memang mencintaiku? Apakah ini mukjizat dari Tuhan untukku karena namja yang kucintai akhirnya mencintaiku juga? mataku panas, dan aku yakin sebentar lagi pasti airmataku mengalir turun, tapi aku masih berusaha menahannya, mengakibatkan bahuku bergetar karena menahannya. Tiba-tiba kurasakan sepasang tangan yang memelukku dari belakang, merengkuhku dalam pelukannya. Aku tidak bisa menahan tangisanku lagi, aku bahkan tidak perduli kalau airmataku ini bahkan membasahi tangannya yang melingkari tubuhku.

Apakah ini nyata? Atau bahkan mimpi? Kalaupun ini mimpi sekalipun aku berharap tidak terbangun dan kehilangan mimpiku ini.

Ia lalu membalikkan tubuhku menghadapnya, aku masih menunduk. Kedua tangannya merengkuh wajahku dan membuatku harus mendongak menghadapnya.

“Kajima Hyemi~ya. Jebal.” Pintanya. Aku memegang tangannya yang masih berada di wajahku dan menurunkannya.

“Mianhae, aku harus pergi.” Kataku.

“Andwae Hyemi~ya. Jebal kajima. Saranghae. Mian aku terlambat menyadarinya. Geundae bisakahh kau tetap disini?” pintanya lagi. Aku menggeleng.

“Kau tidak perlu begini. Nan gwaenchana. Jadi kau tidak perlu memaksakan dirimu untuk mengatakan kau mencintaiku. Aku sudah melepaskanmu dan tidak akan mengganggumu lagi. Jadi kau tidak usah merasa bersalah.” Kataku. Hhh. Andai saja yang ia katakan memang sungguhan.

“YA! Siapa yang memaksakan diriku. Aku memang mecintaimu dan aku baru menyadarinya, aku tahu ini sudah terlambat tapi bisakah kau mempertimbangkannya lagi? Kau sudah berhasil mendapatkan cintaku masa sekarang kau ingin meninggalkanku begitu saja? Jebal Hyemi~ya.” Pintanya lagi. Oke, sepertinya aku ingin menangis lagi, aku merasa ia serius dengan ucapannya dan tidak mungkin berbohong.

“YA ya ya. Kenapa menangis lagi? Jebal Hyemi~ya, katakan kau masih mencintaiku dan tidak akan pergi.” Oke, aku memang masih mencintainya, sangat, tapi aku harus tetap pergi kan?

“Nado saranghae Soohyun~ssi, geundae mianhae aku tetap harus pergi.”

“Ya…”

“Hyemi.” Panggil seseorang, oh oppa sudah kembali. Aku langsung berlari menujunya dan memeluknya.

“Ya! Waeirae Hyemi~ya?” kata oppa membalas pelukanku dan mengelus kepalaku.

“Oppa.” Kataku lalu menangis lagi.

“Waeyo? kau sudah mau berangkat jangan menangis begini. Sudahlah, hentikan tangismu.” Kata oppa.

“Ne, oppa.”

“Hyemi~ya. Nuguseyo?” tanya oppa. Eh nuguya? Aku mengikuti arah pandang oppa. Oh, Soohyun.

“Sang leader U-Kiss oppa.” Jawabku.

“Nde? Mau apa dia? Biar oppa usir dia.”

“Chamkkaman oppa. Biarkan saja. Ia memintaku jangan pergi dan mengatakan ia mencintaiku.” Kataku berbisik pada oppa.

“MWO?” ish oppa berisik, kenapa teriak sih? Aku mengangguk.

“Jogiyo, bisa aku bicara dengan Hyemi sebentar?” tahu-tahu Soohyun sudah ada di hadapan kami,  dan apa tadi katanya? Ingin bicara denganku? Ada apalagi sih?

“O, Geurae. Oppa tinggal dulu Hyemi~ya.” Kata oppa dan mengacak rambutku sebelum pergi dari kami –aku dan Soohyun-

“Wae?” tanyaku.

“Aku yang harusnya bertanya padamu. Kau yang kenapa?” tanyanya, eh?

“Nde?”

“Kau mengatakan kau mencintaiku tapi kau seenaknya saja dekat-dekat dengan namja lain, pelukan dengan namja lain, bahkan kau diam saja saat rambutmu di acak-acak, oh juga makan sambil suap-suapan, saling memanggil sayang.” Katanya. Heee???? Apa sih?

“Mwoya?”

“YA! Aku itu membicarakan kau dan G.O hyung juga Mir bodoh!” what? Ia mengataiku bodoh? Sial!

“YA! Kalau bicara jangan sembarangan. Siapa yang bodoh? Kau yang bodoh, memangnya kenapa antara aku G.O oppa dan Mireu huh? Kau cemburu?” tembakku.

“Tentu saja! Mana ada namja yang diam saja dan tidak cemburu kalau yeoja yang dicintainya sedekat itu dengan namja lain, bahkan denganku saja kau tidak begitu.” Katanya menggebu-gebu. Hee? Ia cemburu pada oppa dan Mir? Aku langsung tersenyum mendengarnya. Babo namja. Ck.

“Kenapa kau malah tersenyum? Babo yeoja.” Ia mengataiku bodoh –lagi-

“Kau bodoh, untuk apa cemburu pada G.O oppa? Dia oppaku. Kakakku.” Jawabku. Ia langsung shock. Memangnya ia tidak tahu kalau G.O oppa itu oppaku?

“MWORAGO? YA! Kenapa aku bisa tidak tahu hal itu? aku pikir kau dongsaeng Teuki hyung.” Jawabnya frustasi. Hah? jadi ia mengira aku adiknya Leeteuk oppa? Aigoo, bodoh sekali, jelas-jelas margaku saja berbeda dengan Leeteuk oppa.

“Kau tidak tahu? Bodoh! Leeteuk oppa memang sudah menganggapku seperti adiknya. Lagipula memangnya kau tidak sadar kalau margaku dan G.O oppa itu sama?”

“Hah. ne ne ne. lalu Mir? Kau terlalu dekat dengannya. Makan suap-suapan, saling memanggil sayang. Jangan mengatakan kalian adik-kakak karena aku tidak percaya, marga kalian berbeda.” Katanya. Hee? Ia cemburu pada Mireu –juga?-

“Ani, kami memang bukan adik kakak kok, aku memang dekat dengannya. Selain karena umur kami yang tidak beda jauh, kami juga banyak kesamaan. Oh, kalau suap-suapan dan memanggil sayang. Itu sudah biasa kok. Kau belum lihat saja kalau aku peluk-pelukan dengannya. Tapi aku juga sering bertengkar dengannya.”

“YA! JUNG HYEMI! Kau… aargghh. Okeh.. kita lupakan dulu yang itu. sekarang kau pulang bersamaku kan?” tanyanya. Eh? kan tadi sudah kubilang aku akan tetap pergi. Langsung saja aku menggeleng.

“Aku akan tetap pergi.” Jawabku.

“YA! WAEYO? kenapa kau mau tetap pergi? Aku kan sudah mengatakan aku mencintaimu, jadi kenapa kau harus tetap pergi hah?” tanyanya kesal.

“Aku sudah memutuskan akan tetap pergi, jadi walaupun kau mengatakan kau mencintaiku atau bahkan melamarku pun aku akan tetap pergi. Oh, kalau kau memang mau silahkan menungguku, itupun kalau kau mau. Kalau tidak ya sudah, aku tidak memaksa. Nanti selama di sana aku akan belajar melupakanmu lagipula oppa bilang ia juga akan mencarikan namja yang baik untukku dan juga yang mencintaiku. Jadi keputusannya ada padamu. Kalau kau mau silahkan menungguku sampai kuliahku di sana selesai.” Sahutku santai. Aku mau tahu apa reaksinya, semoga saja ia mau menungguku.

“Ya ya ya. Jangan coba-coba kau melupakanku atau beralih pada namja lain. Geurae aku akan menunggumu, terpaksa, daripada harus melupakanmu pasti akan susah untuk mencintai yeoja lain lagi. Dan kuperingatkan kau jangan coba-coba berpaling dariku. ARA?”

“Ne.”

“YA! Kenapa jawabnmu singkat sekali huh? Oia, memangnya kau tidak akan kembali ke sini sama sekali? Bahkan untuk liburan sekalipun?” tanyanya. Aku menggeleng, aku ingin focus di sana.

“Aniyo, aku ingin focus. Jadi kalau mau kau harus menungguku sampai semuanya selesai.”

“Geurae, aku akan tetap menunggumu jadi…”

“Setahun sekali.” Aku dan Soohyun langsung menoleh pada sumber suara. Apa tadi kata oppa?

“Kau bisa kembali ke sini setahu sekali. Aku akan mengusahakannya.” Jelas oppa. Jinjja? Aku langsung mendatangi oppa.

“Jinjjayo oppa?” tanyaku memastikan. Oppa mengangguk.

“Oppa usahakan.” Jawab oppa. Aku langsung memeluknya.

“Gomawo oppa.”

“Kamsahamnida hyung.” Kata Soohyun, oh aku lupa ia masih ada di sini. Aku langsung mendatanginya.

“Setahun sekali, cukupkan?” tanyaku, ia mengangguk senang.

“Sebenarnya kurang, tapi itu lebih baik daripada tidak sama sekali.” Jawabnya, dan ia memelukku –lagi- oh bahkan ia mengecup puncak kepalaku, aahhhh wajahku panas, pasti memerah deh.

“EHMM.” Aku langsung melepas pelukan Soohyun. ahh. Oppa menganggu.

“Kajja Hyemi~ya, kau harus segera check-in.” kata oppa lalu menarik tanganku, tapi Soohyun menghalanginya dan memelukku lagi mencegah oppa menarikku darinya.

“Andwaeyo. Hyung, berikanlah detik-detik terakhir Hyemi di sini untukku. Jangan kau monopoli yeojaku.” Yeojanya? Astaga wajahku pasti memerah lagi. Oppa melihatnya aneh. 0_0

“Sejak kapan adikku menjadi yeojamu? Kurasa kau belum memintanya, ia belum mengiyakan dan aku juga belum mengizinkan apalagi kau sering membuat adikku menangis.” Oh, iya. Soohyun belum memintaku menjadi yeojanya kan?

“Mulai sekarang dan seterusnya. Dan hyung, lupakan tolong lupakan aku sering membuatnya menangis, itu kan sudah berlalu dan aku belum menyadari perasaanku.” Jawab Soohyun. omo. Soohyun~ssi. Kau membuatku gugup.

“Ara, ara. Ppalliwa. Dan kau Soohyun. jangan coba-coba membuat adikku ketinggalan pesawat. Tidak akan kubiarkan.” Omo, oppa. Kau tega sekali padaku. Padahal aku sedang senang sekarang.

“Ne.” jawabku dan Soohyun barengan.

Hah, padahal aku sengaja melambatkan jalanku agar bisa lebih lama dengan Soohyun.

“Hyemi~ya. Hati-hati di sana. Jaga diri, jaga kesehatan. Selalu hubungi oppa. Ne?” kata oppa begitu sampai di depan ruang untuk check in. aku mengangguk-angguk.

“Ne. oppa juga jangan lupa istirahat. Pekerjaanmu pasti membuat lelah. Oppa harus ingat untuk menghubungiku ya.” Kataku balik. Oppa langsung memelukku setelah sebelumnya menyingkirkan tangan Soohyun yang –entah sejak kapan berada di pinggangku- dan kemudian memelukku dengan erat. Setelah melepas pelukannya oppa lalu mengecup keningku. Lalu mengacak rambutku. hhh, kebiasaan. Oh! Aku sempat mendengar Soohyun berdecak kesal. Kenapa dia? Masih cemburu pada oppa? Setelah dari oppa, aku beralih pada Soohyun. memang hanya oppa yang mengantarku, appa dan eomma tidak mau, nanti jadi makin memberatkanku untuk pergi kalau mereka ikut mengantar. Ck.

“Err, Soohyun~ssi. Aku pergi.” Kataku, hah, aku malah berasa canggung sekarang bicara dengannya.

“Berhenti bicara formal padaku. Kembalikan panggilan oppa untukku.” Katanya dan maju untuk memelukku. Aku langsung membalas pelukannya.

“Jaga diri, jaga kesehatan. Dan yang paling penting jaga hatimu. Jangan tergoda namja lain. Karena kau itu milikku.” Katanya dan makin mengeratkan pelukannya. Yaampun takut sekali aku berpaling darinya sih?

“Kau juga, oppa.” balasku singkat. Aku malas berucap panjang-panjang nanti sedih lagi. Kurasa ia mengecup puncak kepalaku. Setelah ia melepas pelukannya ia langsung menangkup wajahku dengan kedua tangannya. Aku hanya melihatnya bingung.

Chu~

Aku terdiam, dan mengerjap-ngerjapkan mataku berkali-kali, jantungku berdebar-debar sangat kencang. Ciuman pertamaku? Tadi ia mencium bibirku? Ani hanya kecupan. Tapi itu ciuman pertamaku kan? Dengan namja selain oppa dan appa? Huweee.

“YA! Apa yang kau lakukan? Itu ciuman pertamaku bodoh!” pekikku sambil memukulnya, tapi ia hanya tertawa, senang sekali sepertinya berhasil mencuri first kiss-ku?

“Ya ya ya, geumanhae. Itu bagus, jadi kau tidak boleh berpaling dariku. Karena ciuman pertamamu sudah kuambil, jelas kau milikku.” Katanya santai. Sial kau Soohyun!

“Arrgghh, terserahlah. Aku pergi. Bye!” kataku lalu berbalik dari mereka. Belum jauh aku berbalik tanganku ditarik, begitu aku berbalik, namja bodoh itu mencuri ciumanku –lagi-.

“Yosh! Ciuman keduamu pun milikku, dan ciumanmu yang seterusnya juga milikku. Sana pergi. Jaga dirimu!” katanya santai. Huwweee, Shin Soohyun sialaaannnn!!! Aku ingin sekali memukulnya kalau saja waktu check in belum datang. Ck. sudahlah tahan nanti saat aku liburan aku balas semuanya.

Huaahh. Aku meninggalkan Korea dengan tenang, karena aku meninggalkannya dengan membawa cintaku, cintanya, cinta kami –aku dan Soohyun- aku akan berusaha menjaga cinta dan hatiku hanya untuknya, dan semoga ia menepati janjinya untuk menjaga cinta dan hatinya hanya untukku.

――――――――――――――END―――――――――――――――――

Hyaa, akhirnya end juga…

Endingnya ancur euy..wkwkwk

Shin Soohyun,,, aku padamu… chu~ #slapped

Sorry for typo…

Makasih utk admin yang bantuin publish, makasih juga utk semua readers yang udah baca dan comment. Gomawo *bow J

Oh ya, numpang ngeksis yaa,, itu link wp diatas *nunjuk-nunjuk atas, itu alamat wp-ku,, kalo ada yg minat silahkan dilihattt…ehehe tengkyuu~

 

14 thoughts on “[FF Freelance] Attack of Love (Part 6 – End)

  1. whua….selesai…
    ga ada sequelx ya?
    bgus tuh kayakx klo ada..
    nyeritain hyemi pas liburan….*banyak maux..*
    daebak thor….^^
    keep writing….

  2. aaaa sori thor baru komen sekarang soalnya saya reader baru di sini. cerita nya keren banget lo thor. thor sequel dung sequel saat hyemi pulang dari kanada ya ya ya?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s