Scandal Maker (Part 1)

Author: Tirzsa

Title: Scandal Maker

Main cast:

  • 2PM’s Junho
  • Kim So Eun

Length: Chapter

Genre: Romance

Rating: PG-15

Disclaimer: My plot for sure.

Poster goes to: Altrisesilver

-oOo-

Jinyoung mengangkat wajahnya dan menatap pemuda dihadapannya dengan sorot kesal. Tapi pemuda itu hanya tersenyum gugup dan menundukkan kepala.

“Junho ‘2PM’ mempunyai perasaan khusus kepada Krystal ‘f(x)’.” Pria berumur 40 tahun itu membaca headline berita yang ada di internet, lalu melanjutkan dengan membaca deretan kalimat yang ada di artikel tersebut. “Jadi, kau menyukai Krystal?”

“Bukan seperti itu, hyung,” tukas Junho membela diri. “Itu semua ulah Taecyeon hyung. Ia yang membeberkan hal itu ke media saat sedang tampil sebagai bintang tamu di variety show! Benar begitu, kan, Minjae hyung?” Junho berpaling pada sosok pria berumur 27 tahun yang berdiri disisinya. Manajer 2PM.

“Itu benar, hyung. Itu semua ulah Taecyeon.” Minjae ikut membenarkan.

Jinyoung menyandarkan bahunya ke sandaran kursi kerjanya lalu menopang kepalanya dengan satu tangan. Ia mengamati raut Junho dan Minjae secara bergantian dan mendesah.

“Baiklah. Singkatnya, ini salah Taecyeon. Aku akan bicara dengannya nanti. Tapi, apa yang harus kita lakukan dengan skandal yang sudah terjadi?” tanya Jinyoung. Terdengar nada kesal dalam bicaranya. “Salah seorang perwakilan SM Entertainment telah melaporkan hal ini kepadaku dan tidak suka dengan berita ini. Ini bisa membuat reputasi f(x) dan juga Krystal terancam.”

“Tapi…” Junho mencoba menyela, tapi Jinyoung sudah memotongnya terlebih dahulu.

“Atau perlu kuingatkan lagi tentang betapa mengerikannya antis itu? Mereka sangat tak berperasaan. Lebih berbahaya dari binatang liar. Haters gonna  hate. Sekali ia membencimu, ia akan terus membencimu sampai kau meninggal pun, ia akan mengutuk mayatmu.”

Pria 40 tahun itu menghela napas. “Aku tak ingin berurusan lagi dengan antis dan aku juga yakin kau juga sama setelah kejadian Jaebum beberapa tahun silam.”

“Lalu kami harus bagaimana, hyung?” tanya Junho putus asa.

“Pikirkan saja ide yang bisa membuat namamu dan juga Krystal bersih. Pikirkan sesuatu. Ide yang tidak akan merugikan pihak manapun.”

Junho dan Minjae saling bertukar pandang. “Ide seperti apa?”

Jinyoung mengangkat alisnya dan berkata dengan tenang, “Entahlah. Kali ini, hal itu diluar urusanku.”

-oOo-

Member 2PM lainnya—Nichkhun, Junsu, dan Chansung—segera menghambur kearah Junho begitu melihat rekan mereka keluar dari ruangan Jinyoung dengan wajah lusuh.

“Junho, apa yang Jinyoung hyung katakan padamu? Apakah ia marah padamu?” tanya Nichkhun sambil menggamit lengan Junho.

“Jinyoung hyung sepertinya tidak terlalu kesal dengan skandal ini,” sahut Minjae.

“Lalu mengapa wajah kalian terlihat kusut seperti itu jika ia tidak begitu marah?” tanya Chansung.

Junho mendesah. “Mungkin Jinyoung hyung tidak terlalu marah, tapi ia bilang ia tidak akan bertanggung jawab soal skandal yang telah muncul. Ia bilang aku harus melakukan sesuatu untuk membersihkan namaku dan juga nama Krystal.”

Ketiganya—Nichkhun, Junsu, dan Chansung—mengangguk-anggukkan kepala mereka. “Ah, hanya itu saja.”

“Ya, apa maksud kalian dengan hanya itu saja? Aku bahkan tak punya ide untuk melakukan sesuatu agar namaku kembali bersih,” gerutu Junho kesal.

Junsu menepuk pundak Junho. “Sudahlah, Junho. Jangan terlalu memikirkannya. Kita masih harus fokus lagi dengan konser mendatang. Kami janji akan menghabisi Taecyeon dan membantumu mencari ide jalan keluarnya. Oetteoh?”

Junho menatap ketiga membernya lalu mengulum senyum. “Aku percaya pada kalian.”

-oOo-

“2PM, grup beast-idol, akan melaksanakan konser mereka di Korea yang menjadi akhir dari tour Asia mereka yang telah berlangsung selama 6 bulan ini. Kabarnya, tiket konser 2PM telah habis terjual hanya dalam waktu 2 menit ketika dibuka. 2PM akan mengadakan konsernya dua minggu lagi. So, Hottest, jangan sampai kalian melewatkan konser 2PM!”

So Eun mematikan TV dan melempar remote ke sembarang arah hingga remote TV itu menghantam sudut meja TV dan akhirnya pecah menjadi beberapa bagian. Mendengar nama 2PM menggaung diruang TV membuat kepalanya ingin pecah. Entah ada pengalaman apa sampai membuat ia begitu membenci 2PM. Terutama pada salah satu membernya, Lee Junho.

Ditangannya kini telah ada satu tiket konser 2PM dan juga selembar foto milik Junho. Dengan sorot mata kebencian, ia memandangi dua kertas itu dengan geraman panjang.

“Tunggu pembalasanku, Lee Junho. Kau akan mati ditanganku!”

-oOo-

Taecyeon duduk ditengah-tengah ruang tunggu dan mengamati satu persatu wajah member 2PM yang tengah mengelilinginya. Roman wajah mereka terlihat kesal dan geram. Terutama Junho.

“Ya, mwohaneungoya? Mengapa kalian melihatiku seperti itu?” tanya Taecyeon yang mulai tak tahan.

“Hyung, kau ingat soal perkataanmu di variety show beberapa saat yang lalu?” tanya Junho dingin.

“Soal apa?”

“Soal aku dan Krystal! Kau secara gamblang mengatakan bahwa aku mempunyai perasaan khusus padanya. Bukan begitu?”

Taecyeon tergelak. “Ya Tuhan, jadi kalian marah padaku hanya gara-gara itu?”

Junho mengernyit tak suka. “Hanya gara-gara itu? Hyung, kau membawaku ke dalam masalah!”

“Memangnya apa yang terjadi?”

“Jinyoung hyung memanggilnya,” sahut Junsu. “Dan ia tidak suka dengan itu. Terlebih lagi, Junho sekarang harus membersihkan namanya sendiri tanpa bantuan dari agensi.”

“Lalu apa sulitnya dengan melakukan hal itu?” tanya Taecyeon dengan tenang, seolah itu sama gampangnya dengan membersihkan ujung sepatu dengan tissue. Sekali usap, maka bersih sudah. “Kau tinggal mengadakan konferensi pers dan mengatakan bahwa kau tidak menyukai Krystal. Gampang saja, kan?”

“Jika fans dan pers sebodoh yang kau pikirkan, Junho akan melakukannya dari beberapa hari yang lalu,” timpal Nichkhun, ikut kesal melihat tingkah Taecyeon.

Taecyeon menghela napas berat. “Baiklah, baiklah, aku tahu aku salah. Lalu, kalian aku ingin berbuat apa?”

“Jinyoung hyung menyuruhku untuk memikirkan ide sendiri agar dapat membersihkan namaku, sayangnya, aku lemah soal ide, jadi kau yang harus memikirkan idenya untukku, hyung,” kata Junho.

“Mwo?!”

Tok! Tok! Tok!

Seseorang mengetuk pintu ruang tunggu 2PM. “Mianhae mengganggu diskusi kalian,” kata pria itu, “Kalian harus bersiap-siap sekarang. Tinggal 5 menit lagi sebelum kalian tampil.”

Semua member 2PM mengangguk lalu bangkit berdiri kecuali Taecyeon. Pemuda itu masih terkejut dengan pernyataan Junho barusan.

“Semoga berhasil, hyung,” kata Wooyoung sambil menepuk bahu Taecyeon. Tidak bermaksud memberi hyungnya itu semangat, cenderung mengejeknya.

-oOo-

“Tolong baris yang rapi! Hei, kalian yang disana, tolong jangan berdesak-desakkan!”

So Eun mengamati seorang panitia konser 2PM itu dengan sorot dingin. Ia ikut berbaris disalah satu barisan panjang untuk mengantri masuk ke dalam gedung konser. Saat tengah mengantri, telinganya sangat panas saat mendengar jeritan-jeritan juga bisikan-bisikan kagum dari pada fans 2PM.

“Aku tidak sabar melihat 2PM!”

“Kira-kira apakah mereka akan merobek baju mereka dan memperlihatkan abs mereka pada kita?”

“Argh! Aku bisa pingsan jika itu benar-benar terjadi!”

Cih. Abs? Aku harap abs mereka bisa segera berubah menjadi tumpukan lemak dan menggerogoti tubuh mereka hingga menjadi penyakit, rutuk So Eun dalam hati.

Barisan antrian itu mulai bergerak maju. Setelah memperlihatkan tiket konser, So Eun bersama para penonton lainnya masuk dan mulai mencari tempat duduk masing-masing. Berbeda dengan fans lainnya, So Eun menyadari bahwa ia adalah satu-satunya penonton yang tidak membawa lightstick. Tapi gadis itu tidak peduli, tujuannya datang ke konser bukan untuk menyemangati 2PM. Tapi malah sebaliknya.

Gadis itu mengeluarkan sebuah pocket kamera lalu bersiaga untuk mengambil gambar. Matanya terfokus dipanggung besar yang ada ditengah-tengah gedung dan memasang pendengaran setajam mungkin ditengah hingar-bingar teriakan para fans.

Pasti mereka akan melakukan kesalahan. Entah itu apa saja. Mungkin mereka akan meludahi fans mereka sendiri. Mengumpat. Atau apapun itu, aku harus bisa mengabadikannya dan membuat nama mereka jelek dan hancur didepan para fans mereka sendiri, batin So Eun.

Fans mulai menegang saat mendengar suara musik bergerumuh. Lagu 2PM mulai diperdengarkan dan fans berteriak histeris. Jika gedung itu terbuat dari kaca, maka mungkin akan pecah dan retak oleh teriakan fans yang memekakkan telinga.

“Hello, Hottest!”

Fans semakin menggila saat mendengar suara Taecyeon menyapa mereka. Disusul dengan beberapa member 2PM mulai naik ke atas panggung. Mereka berenam menggunakan kaos hitam bertuliskan ‘Hands Up’ keemasan dan celana panjang hitam. Sama sekali tidak menarik, komentar So Eun dalam hati.

“Kalian siap berpesta?”

“Siap!”

“Kalian siap?”

Siap!” Fans berteriak jauh lebih keras dan musik pun dimulai.

Lagu pertama, ’Stay With Me’. Sementara lagu dimulai, So Eun menyiagakan kameranya untuk merekam Junho. Bukan sebagai fansnya. Tentu sebagai antis. Dan sejauh ini, belum ada hal berarti yang dilakukan oleh pemuda itu selain tersenyum pada fans.

“Ayolah, lakukan sesuatu yang buruk,” rutuk So Eun sambil terus memerhatikan layar kameranya.

40 menit berlalu. Dan kamera So Eun telah merekam selama itu pula, tapi belum ada yang terjadi. Semua berlanjut diluar dugaan So Eun. 3 lagu telah dinyanyikan 2PM. ‘Even If You Leave Me’, ‘I’ll Be Back’, dan ‘Tired of Waiting’. Dan lagu terakhir yang barusan dinyanyikan itu, benar-benar mengena dihati So Eun. Tired of waiting.

Menurut yang didengar So Eun, dikonser ini 2PM hanya akan menyanyikan 8 buah lagu. 4 lagu telah dinyanyikan dan tinggal tersisa 4 lagu lainnya. Dan sampai saat ini, keinginan So Eun juga belum tercapai. Lalu akhirnya gadis itu harus menyerah pada keadaan ketika 4 lagu lainnya berlangsung dengan mengecewakan. Benar-benar tak terjadi apa-apa.

So Eun terpaksa mengambil beberapa gambar seadanya. Mungkin masih bisa ku ubah sedikit sehingga tampak bahwa Junho sedang meludahi fansnya atau semacamnya, pikir So Eun bosan.

Seusai mengambil gambar, tepat pada saat itu juga member 2PM mulai mengucapkan salam perpisahan. Sebelum benar-benar berpisah, Junho sempat mengambil alih acara.

“Sebelum konser berakhir, aku benar-benar sangat berterimakasih kepada fansku yang setia datang kemari. Terutama untuk salah seorang Empresses yang ada disebelah sana.”

So Eun terperangah saat Junho menunjuknya dan semua mata tertuju padanya.

“Sejak konser berlangsung, aku sempat melirik kearahnya dan kuperhatikan ia terus mengambil gambar dan videoku,” lanjut Junho sambil tersenyum bangga, sementara So Eun hanya bisa tersenyum gugup ketika mata-mata fans memberinya sorot benci dan cemburu.

“Dan oleh karena itu, aku akan mengajaknya naik ke atas panggung. Kemarilah!”

So Eun semakin tidak tahu harus berbuat apa ketika Junho mengisyaratkannya untuk segera naik ke atas panggung. Ia sempat menggeleng dan menolak dengan malu-malu, tapi gadis itu hanya bisa pasrah ketika salah seorang panitia konser menarik lengannya dan memaksanya naik ke atas panggung.

Junho meraih tangan So Eun dan membantunya naik ke atas panggung. Setelah sampai diatas panggung, Junho mengeluarkan setangkai bunga mawar dari belakang punggungnya dan memberikannya pada So Eun. Para fans berteriak—antara cemburu dan gemas, sementara So Eun begitu ingin meninju wajah Junho yang sudah membuatnya malu bercampur gugup.

“Terimalah,” kata Junho sambil menyodorkan bunga mawar itu padanya.

So Eun meraih bunga mawar itu dengan pelan dan seluruh fans kembali bersorak. Teriakan para fans itu tidak membuatnya bangga ataupun tersanjung, melainkan menjadi mimpi buruk baginya malam ini.

-oOo-

Hampir jam 1 pagi dan So Eun belum juga tidur. Sejak pulang dari konser beberapa jam yang lalu, ia tak langsung tidur, melainkan segera menghadap ke layar laptopnya dan segera mengedit-edit foto-foto Junho dengan Photoshop.

“Bagaimanapun juga aku harus membuat namanya sehancur mungkin,” kata So Eun dingin.

Setelah memilah-milah beberapa foto terbaik yang ia anggap cocok untuk diedit dengan angle yang pas, So Eun mulai mengedit foto tersebut sedemikian rupa. Yang tadinya foto itu saat Junho sedang membungkuk kearah fans, diubah seolah sedang membelakangi fans dan membuang ‘gas’ didepan fans.

So Eun tertawa bak nenek sihir saat melihat foto hasil editannya. Setelah merasa puas, ia mengupload foto tersebut ke salah satu antis-fanclub 2PM yang ada di internet. Setelah berhasil mengupload foto-foto itu, So Eun berlalu pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Dan begitu ia kembali, telah begitu banyak para antis lainnya yang telah memberikan komentar-komentar sarkatis mereka di foto tersebut.

“Lee Junho sangat memalukan! Tidak punya attitude!”

“Aku tahu ia memang sangat sombong. Ia memamerkan pantatnya yang besar itu seolah fans akan terkesan oleh itu. Menjijikkan!”

“Hottest idiot! Masih saja mau mengidolakan pemuda tidak sopan sepertinya!”

So Eun tertawa puas. Ia meraih selembar foto Junho lalu memberikan tanda silang menggunakan spidol berwarna merah tepat diwajah Junho lalu merobeknya menjadi beberapa bagian.

“Habislah kau, Lee Junho!”

-oOo-

Junho baru saja terbangun dari lelapnya ketika ia mendengar suara volume TV yang besar dari ruang nonton di dorm.

“Aish, siapa yang menonton TV sepagi ini? Mengganggu saja!” gerutunya kesal.

Pemuda itu menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya dan kembali tidur. Belum sempat 5 menit ia memejamkan mata, tiba-tiba Wooyoung menghampirinya dan mengguncang-guncang tubuhnya, memaksanya bangun.

“Ya, Junho, ireona! Lihat berita yang ada di TV! Ppali!”

“Ya, mwoya? Aku sedang mengantuk sekarang,” keluhnya dari dalam selimut.

“Tapi ini penting, Junho. Menyangkut skandalmu dengan Krystal!”

Junho membelalak saat mendengar skandalnya disebut-sebut oleh Wooyoung. Pemuda itu segera keluar dari selimut dan menghambur keluar ke ruang TV. Ia membesarkan volume TV dan memperhatikan layar kaca TV dengan mata terbelalak. Saat itu, Krystal dan beberapa perwakilan dari agensinya sedang duduk sejajar disebuah meja panjang dengan beberapa media terkenal di Korea.

“Mengenai skandal Krystal dan Junho,” kata seorang perwakilan SM Entertainment, “Itu sungguh diluar kuasa kami. Tapi kami berani menjamin bahwa skandal itu palsu. Junho tak punya hubungan dan perasaan apapun terhadap Krystal dan begitu pula sebaliknya.”

“Aku mengenal Junho oppa hanya sebagai sesama artis. Tidak lebih dari itu. Aku rasa pernyataan Taecyeon oppa pun sangat berlebihan,” imbuh Krystal.

Mendengar namanya disebut-sebut, Taecyeon tiba-tiba keluar dari kamarnya dengan wajah bengkak karena baru saja bangun. “Ada apa ini?” tanyanya.

Junho menoleh dan menatap Taecyeon tajam. “Hyung, lihat, ini semua ulahmu! Jinyoung hyung pasti akan kembali mendesakku untuk segera melakukan antisipasi. Oetteohke, hyung?”

Taecyeon hanya diam ditempat. Tidak berani berkomentar. Dan juga tidak berani mengambil keputusan.

-oOo-

“Aku pikir, aku sudah memperingatkanmu, kan, Jinyoung?” Soo Man menyesap tehnya lalu meletakkannya diatas tatakan cangkir dengan sangat tenang. “Aku sudah melakukan sesuatu untuk Krystal. Lalu, bagaimana dengan Junho? Kita sudah sepakat untuk tidak membuat hal ini semakin berlarut dan besar, kan?”

“Ne, aku tahu,” kata Jinyoung. “Aku sudah membicarakan hal ini dengan Junho dan Taecyeon, dua anak menyebalkan itu pasti akan segera melakukan sesuatu untuk mengendalikan situasi.”

Soo Man menarik napas dan tersenyum tipis. “Aku harap demikian. Kami sangat memantau perilaku para antis dan antis f(x) kini bertambah sejak skandal Krystal dengan Junho dan kami harap, angka itu tidak semakin naik, karena kami tidak akan suka.”

Jinyoung menjilati bibirnya yang kering dan menghela napas. “Bukan hanya f(x) yang terancam, Soo Man. Tapi juga nasib anak didikku demikian. Seperti yang kukatakan, Junho dan Taecyeon pasti akan melakukan sesuatu untuk meredam emosi para antis dan fans.”

“Ne, aku sepenuhnya percaya padamu,” kata Soo Man lagi. “Dan jika sampai tidak terjadi sesuatu dan kejadian ini terus berlanjut, aku tidak tahu akan apa yang terjadi didepannya. Ingat, agensiku juga punya peran besar dalam industri hiburan Korea dan aku bisa melakukan apa saja untuk melindungi artis-artisku.”

-oOo-

“Minjae! Minjae!” Jinyoung berteriak-teriak kesal saat ia sampai digedung JYPE, memanggil-manggil nama manajer 2PM.

Minjae yang saat itu tengah berkutat dengan jadwal-jadwal baru 2PM langsung menghadap keruang kerja Jinyoung begitu mendengar namanya dipanggil. “Ada apa, hyung?”

Jinyoung melemparkan jaketnya ke lantai dengan kesal dan bertanya dengan nada kesal, “Dimana Junho dan Taecyeon?”

“Aku pikir jadwal mereka kosong hari ini jadi mereka…”

“Suruh mereka kesini!” teriak Jinyoung.

“Kesini? Sekarang?” tanya Minjae tergagap.

“Ani. Tahun depan. Tentu saja sekarang, babo!”

“Baiklah, baiklah, aku akan segera menghubungi keduanya.”

Minjae segera keluar dari ruangan Jinyoung dan mencari tempat yang aman untuk menelepon Junho dan Taecyeon.

-oOo-

“Ige mwoya? Junho memamerkan pantatnya yang besar kepada fans? Ya, ini foto editan!” pekik Junho kesal ketika secara tidak sengaja sedang memantau perilaku antis.

“Sudahlah, Junho,” sahut Nichkhun dari arah dapur. “Tidak akan gunanya kau memantau perilaku orang-orang yang membencimu. Itu hanya akan membuatmu semakin sakit hati.”

“Bukan seperti itu, hyung, tapi aku hanya ingin melihat reaksi mereka setelah agensi Krystal memberi konfirmasi soal skandal itu.”

“Lalu, apa yang kau dapatkan?” tanya Junsu.

Junho mendesah dan membanting mouse komputer dengan kesal keatas meja. “Semakin buruk. Aku yakin, tidak lama lagi foto ini juga akan menjadi bahan pembicaraan di internet dan aku akan dicemooh.”

Yang lain tergelak ketika melihat roman wajah Junho yang terlihat kesal.

“Ya, apa yang kalian tertawakan, huh? Ingat, aku bagian dari 2PM, begitu pula kalian. Jika yang satu kena, maka yang lain juga akan kena!”

Sontak, mereka berlima terdiam dan berpura-pura meneruskan kegiatan mereka masing-masing. Junho mulai frustasi melihat ketidakpedulian membernya terhadap skandal yang menimpanya akhir-akhir ini. Terlebih lagi Taecyeon—yang notabene menjadi akar permasalahan—masih mencari-cari kesempatan untuk menghindar.

Sebelum foto-foto yang diedit oleh salah seorang anti fansku ini menjadi pembicaraan di internet dan naik ke media, aku harus melakukan sesuatu. Secepat mungkin.

Junho memutuskan untuk mencari seluk-beluknya. Ia mencari akun yang berani mengedit fotonya sedemikian rupa dan membawa dampak buruk bagi imagenya. Ia yakin seseorang yang mengupload gambarnya tersebut datang ke konsernya pada malam itu. Karena foto itu memang Junho kenali baru saja diambil tadi malam dan diupload beberapa jam kemudian setelah diedit.

Nama akun yang mengupload fotonya tersebut tidak memberinya clue apa-apa. Ia lalu memutuskan untuk membuka personal information akun tersebut dan membaca biodatanya. Disitu hanya tertulis beberapa biodata umum seperti ‘mengapa kau membenci 2PM?’, ‘siapa member yang paling kau benci?’, dan e-mail akun tersebut.

“Aha!” Junho baru saja berniat mencatat e-mail akun tersebut diatas selembar kertas ketika ponselnya berdering.

“Yeobboseo?”

“Junho? Kau ada dimana sekarang? Di dorm bukan? Cepatlah datang ke kantor, Jinyoung hyung ingin bicara denganmu,” ujar Minjae dengan napas tersengal.

“Oh, apakah Jinyoung hyung sudah mendengar kabar soal konferensi pers yang diadakan oleh SME?”

“Ne, aku pikir begitu karena itu ia terlihat sangat marah tadi.”

Sial!

“Junho, jangan lupa, ajak Taecyeon bersamamu. Jinyoung hyung juga ingin bicara dengannya. Datanglah cepat ke kantor. Jangan membuat Jinyoung hyung menunggu atau ia akan lebih marah!”

-oOo-

Selama dalam perjalanan ke kantor JYPE, Junho menyibukkan diri untuk mencari tahu nama asli pemilik e-mail yang tertera dalam personal information di akun antis yang telah mengupload fotonya tersebut. Dan ia tersenyum tipis saat akhirnya mendapatkan nama asli pemilik e-mail tersebut setelah berhasil membongkar e-mailnya.

“Kim So Eun.” Junho membaca nama itu dengan pelan.

Pemuda itu lalu menghubungi Minjae dan bermaksud meminta Minjae melakukan sesuatu untuknya.

“Minjae hyung, tolong bantu aku mencari seseorang bernama Kim So Eun secepatnya. Aku harus bertatap muka dengannya dan membuat perhitungan dengannya.”

To be continued…

-oOo-

PS. Don’t forget leave comment atau nggak, saya nggak akan melanjutkan FF ini jika komentarnya sedikit 🙂

115 thoughts on “Scandal Maker (Part 1)

  1. Kereen cerita nya..konflik nya unik,cara kamu menceritakannya juga bagus n menarik..aku selalu suka ff karya kamu 🙂

  2. aku suka eon sama ff yg modelnya kayak gini..
    masih awal sih jd blm ngerti sepenuhnya..
    lanjut baca ya eon

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s