[FF Freelance] Saranghae My Forbidden Love (Part 1)

Author: Ismaaa

 

 

Main Cast :

Nichkhun Buck Horvejkul

Stephanie Hwang a.k.a Tiffany

 

Other Cast:

Victoria Song

Kim Taeyeon

Kwon Yuri

 

Genre: Romance

 

Leght: 3shoot

 

Rating : PG 13

 

Desclaimer: Murni dari pikiran saya sendiri. Penggabungan dari ide ide yang tiba-tiba muncul.

 

 

Please

Don’t copas

Don’t bashing

Don’t be silent reader

Happy reading !

 

“Aku menyukai kesalahan. Kesalahan yang membuatku mencintaimu. Tak akan ku sesali semua itu. Karena apapun yang terjadi, aku tak akan mampu tuk berhenti mencintaimu.”

 

 

Author’s POV

 

Sepasang remaja berbaring di rerumputan, menanti indahnya mentari tenggelam.

Mungkin jika orang melihat mereka, pasti menduga mereka adalah sepasang kekasih.

Namun itu salah, mereka dapat “dibilang” sepasang adik dan kakak.

Tapi mungkin hati mereka berkata lain.

 

Author’s POV end

 

 

Nickhun’s POV

 

Aku rela, aku rela memendam perasaanku selamanya jika setiap detik seindah ini.

Dapat berdua dengannya, dan melihat senyum indah miliknya yang tiada henti merekah.

 

“Ya!! , kenapa kau menatapku seperti itu?”, tanyaku pada yeoja cantik yang menatapku dengan aneh.

 

“Ah, aniyo Oppa. Kau jangan kegeeran yah?”, ucapnya sambil mencubit kecil lenganku.

 

” Awww,appo (aku pura pura sakit) Ah, sepertinya aku tau kenapa kau terus menatapku seperti itu  Fany-ah !”, ucapku sengaja membuatnya penasaran.

 

Benar, Tiffany, Stephanie Hwang. Putri tunggal dari keluarga Hwang, keluarga yang sejak kecil telah mengurusku juga.

Telah lama aku mencintai Tiffany secara diam-diam, aku tak berani mengutarakannya,

aku takut,

aku takut akan segala kemungkinan yang menyakitkan.

 

Nichkhun’s POV end

 

 

Tiffany’s POV

 

Aku menghentikan tatapanku kepada Nichkhun Oppa, saat ia telah menyadarinya.

 

“Eyy, kenapa kau menatapku seperti itu?”, tanya Khun Oppa kepadaku.

Aku sedikit bingung untuk menjawab, tidak mungkin aku berkata sejujurnya.

 

Tidak mungkin aku mengatakan bahwa aku baru menyadari bahwa ia sangatlah tampan.

 

“Ah, aniyo Oppa. Kau jangan kegeeran yah?”, ucapku sambil mencubit kecil lengannya.

 

Ia sedikit mengerang kesakitan, namun aku tau ia hanya berpura-pura., “Ah, sepertinya aku tau kenapa kau terus menatapku seperti itu  Fany-ah !”, ucapnya sambil mengedipkan sebelah mata jail.

 

“Mwo? Maksudmu?”, aku tak mengerti akan apa yang dibicarakannya.

 

Oppa memasang wajah penuh misterius sambil mengelus elus dagunya seakan sedang berpikir keras, “Pasti kau baru sadar kalau aku ini sangat tampan. Benar kan?”, ucapnya kemudian tersenyum jail

 

Aku merasa seakan direbus.

Wajahku memanas, aku berharap wajahku tidak merah saja. Pasti malu sekali jika ia tahu bahwa tebakannya itu benar.

 

Tiffany’s POV end

 

 

Author’s POV

 

Lagi-lagi yoeja itu menatap namja di sampingnya dengan tatapan yg sulit tuk diartikan.

Tiffany merasa sangat beruntung memiliki Oppa seperti Nichkhun, di mata Tiffany, Nichkhun sangatlah melindunginya, selalu menomor satukannya di atas segalanya.

 

Bahkan sebagai sosok Idola di sekolah ia tidak pernah memerhatikan yeoja lain selain Tiffany walau jelas jelas banyak sekali yeoja yang mengejar-ngejarnya.

Siapa yang tidak terpikat coba dengan sosok kapten basket, ketua OSIS, bintang kelas seperti Nichkhun? Hanya yeoja tidak normal yang mengelak akan pesona namja seperti Nichkhun.

Bahkan Tiffany juga mengakuinya.

Ia tidak mau kehilangan Nichkhun, tidak mau. Nichkhun hanyalah untuknya, walaupun terdengar egois namun memang itu yg diinginkan Tiffany. Ia senang Nichkhun tidak pernah mengikat hubungan dengan yeoja lain.

 

Entahlah, ia selalu berharap Nichkhun setia mendampinginya sampai waktu yang ia sendiri tidak tau.

 

Terkadang Tiffany bingung akan perasaannya sendiri, mungkinkah ia menganggap Nichkhun lebih dari seorang kakak?

 

Tiffany’s POV end

 

 

Nichkhun’s POV

 

” Aku merasa beruntung sekali memiliki Oppa sepertimu. Kau selalu ada untukku, kau selalu melindungiku, kau selalu membelaku walau aku tahu sebenarnya aku salah, dan kau tidak ragu untuk selalu mengalah kepadaku.

Kau tahu? Kau adalah sosok yang sempurna sebagai Oppa untukku”, ucap Tiffany tulus dan ia tersenyum, menunjjukkan eye smile cantiknya.

 

Aku agak kecewa mendengar ucapannya, ia hanya menganggapku sebagai seorang kakak?

 

Walaupun itulah yang semestinya namun entah kenapa aku merasa perih sekali. Seperti ada yang membuat lubang yang dalam di hatiku.

Dan aku tidak tahu obat apa yang dapat mengembalikannya.

Sakit sekali rasanya.

 

“Kau kenapa Oppa?”, tanya Tiffany melihat pandanganku yang kosong.

 

“Tidak, gomawo Fanny-ah kau juga adik yang sangat sempurna untukku, sangat cantik, sangat lucu, walaupun terkadang suka membuat masalah, berbuat aneh aneh, membuatku menunggumu karena kau harus mengulang ujian, terus….”, ku lihat raut wajah Tiffany yang jengkel dan seketika cemberut mendengar perkataanku.

Dan kau tahu? Itu memang tujuanku. Aku senang melihatnya marah seperti anak kecil.

 

“Apalagi Fany-ah? Terlalu banyak kenakalanmu sehingga aku susah mengingatnya…”

 

Tiffany bangkit bermaksud untuk memukulku namun aku lebih gesit. Aku berlari sekencang kencangnya, menghindari Tiffany yang kini sedang mengejarku.

 

” Oppa berhenti Oppa !” ,teriak Tiffany. Tentu saja aku tak memperdulikannya dan terus berlari.

Ia terus menerus meneriakkan namaku, dan aku tetap mengacuhkannya, sampai akhirnya…

 

“Yaaaa! Nichkhun Buck Horvejkul….berhenti !”, teriak Tiffany dan berhenti mengejarku.

Tampaknya ia sudah benar benar lelah, dan aku tau saat ia memanggilku dengan nama lengkapku itu berarti ia sudah benar benar marah atau putus asa.

 

Nichkhun’s POV end

 

 

Tiffany’s POV

 

Aaaah sudahlah, aku sangat lelah. Percuma saja, Khun Oppa tidak akan terkejar, diakan memang seorang atlet. Sedangkan aku? Sangat payah dalam olahraga,huh.

 

Aku terduduk di atas rerumputan, Khun Oppa menghampiriku. Nafas kami sama-sama terengal-engal.

Tentu saja, ini memang sangat melelahkan. Hening menyapa kami,

Sampai akhirnya Nichkun Oppa membuka suara, ” Kau sangat payah Stephanie Hwang!”

 

“Diam Nichkhun Buck Horvejkul, aku tidak mau melewatkan keindahan sun set ini”, jawabku ketus.

 

“Stephanie Hwang payah!”, tampaknya ia benar benar ingin membuatku kesal.

 

“Nichkhun Buck Horvejkul !” , teriakku sambil menatapnya tajam.

 

“Stephanie Hwang!”, ia balas berteriak dan menatapku tajam.

 

“Nichkhun Buck Horvejkul !”

 

“Stephanie Hwang !”

 

“Nichkhun Buck Horvejkul !”

 

“Stephanie Hwang!”

 

“Nichkhun Buck Horvejkul diamlaaahhh!”, aku membentaknya.

 

Namun ia malah menatapku lembut , dan mendekat ke arahku.

Khun Oppa menarikku mendekat ke arahnya. Mendekap tubuhku seketika.

 

Detak jantungku jadi tak terkontrol, nafasku yang tadi sudah membaik kini kembali terengal-engal.

 

“Oppa menjauhlah !”, ucapku gugup tak berani melihat wajahnya.

Namun Khun Oppa semakin mendekatkan wajahnya ke arahku.

Dan tak lama kemudian,

 

Chu~

Aku merasakan ia mengecup bibirku lembut. Cukup lama, namun aku hanya diam tidak bereaksi.

Entahlah, aku seakan membiarkan Nichkhun Oppa mencium bibirku.

 

Namun kemudian ia buru-buru menarik dirinya menjauh.

Seakan orang yang baru terbangun dari mimpinya.

 

Wajah Khun Oppa memucat,

” Mianhae Fanny-ah, mianhae, jeongmal mianhae !”, ucapnya kemudian berlari meninggalkanku.

 

Tiffany’s POV end

 

 

Nichkhun’s POV

 

Aku tidak habis pikir, kenapa aku dapat melakukan itu. Aku memang mencintai gadis itu,tapi tidak seharusnya aku melakukan itu.

 

Cintaku kepadanya adalah cinta yang salah.

“Kau tahu? Dia adikmu ,Nichkhun !”, aku marah kepada dirinku sendiri.

 

Tapi, apakah aku salah sebenarnya jika mencintainya? Bukankah aku tidak memiliki hubungan darah sedikitpun dengannya?,

 

Pertanyaan itulah yg kini berputar putar di kepalanku.

 

Aaah sial, aku merasa sangat lelah dengan semua ini, dan aku sadar aku tidak boleh egois, aku tidak boleh memikirkan diriku sendiri, aku harus memikiran perasaan appa dan umma, terlebih perasaan Tiffany.

 

Flashback~

“Ya! Nichkhun…mulai sekarang kau akan tinggal di sini !”, ucap Nyonya Hwang kepadaku. Aku melihat sebuah rumah yang tidak-terlalu besar, namun tentu lebih layak daripada panti asuhan yang selama 2 tahun terakhir ini menjadi papan hidupku semenjak kecelakaan maut itu yang…ahhh, memikirkan kecelakaan sialan itu selalu membuat kepalaku terasa berat.

 

“Tunggu di sini sebentar,jagi… !”, ucapnya lagi menyuruh aku untuk menunggu di balik pintu masuk.

Aku hanya mengangguk, masih mengamati kediaman baruku ini.

 

Tak lama aku melihat seorang yeoja kecil mengenakan gaun serba pink memeluk Nyonya Hwang riang, hm…mungkin ia sekitar 2 tahun di bawahku.

 

“Umma dari mana?”, tanya gadis itu manja kepada Nyonya Hwang.

 

“Umma punya hadiah istimewa untukmu gadis manis !”, jawab wanita yg dipanggil gadis itu “umma” tadi.

Mendengar kata hadiah, mata gadis itu langsung terbelalak.

 

“Hadiah? Hadiah apa Umma?”, tanya gadis itu penasaran.

 

“Hadiah yang selama ini sangat kau inginkan !”, seru Ajhumma itu membuat si gadis  semakin penasaran.

 

“Ahh, apa Umma? Emmm, tunggu biar fany tebak, sepeda baru? Hewan peliharaan baru? Gaun barbie lagi?”, namun yang ditanyai terus menggeleng.

 

“Pali-pali Umma, sebenarnya apa hadiah istimewa untukku itu?”, Tanya gadis kecil itu tak sabar.

 

Ajhumma itu menyunggingkan seulas senyum tipis,

 

” Lebih dari itu. Nichkhun masuklah !”, seru Nyonya Hwang.

 

Begitu melihatku,gadis itu memiringkan kepalanya sedikit, dan mengamatiku. Membuatku merasa ehm-yaa sedikit risih.

 

“Siapa dia, Umma?”, tanya gadis itu bingung sambil menunjukku.

 

“Mulai sekarang dia adalah kakakmu. Jadi, kau tidak akan merasa kesepian lagi.”, lagi lagi wanita anggun itu tersenyum.

 

Raut wajah gadis itu langsung berubah senang,” Mwo? Jinjja? Yaaaa!”, gadis itu berlari ke arahku dan tiba tiba saja memelukku.

Aku terlalu shock, hingga aku hanya dapat diam , tak ada gerakan yg ku lakukan.

 

“Oh ya, annyeonghaseo,  Fany-Fany,Tiffany imnida ! Namamu siapa?”, ucapnya bersemangat setelah melepas pelukan itu dariku,ia mengulurkan tangannya ke arahku.

 

“Anyyoenghaseo !  Nichkhun Buck Horvejkul imnida, tapi kau dapat memanggilku Nichkhun “, ucapku menjabat tangan mungil gadis itu.

 

“Aaah! Okey, salam kenal Oppa, Nichkhun Oppa !”, kemudian gadis itu tersenyum manis, benar- benar manis dan cantik.

 

Gadis itu kembali memelukku, namun kali ini aku balas memeluknya. Harus aku akui, jantungku terasa melompat saat gadis itu memelukku.

Aku sadar kini aku sedang jatuh cinta, jatuh cinta dengan

Tiffany….

 

End flashback

 

 

Aku tidak bisa seperti ini terus, aku harus bergerak lebih cepat, maafkan aku Tiffany .

 

Nichkhun’s POV end

 

 

Tiffany’s POV

 

Aku memandang bayanganku dari cermin yg ada di hadapanku.

 

“Sungguh tidak cantik”, gumamku pelan. Masih terlihat jelas mataku yang sembab akibat menangis semalaman.

 

Aku menutup mataku, kembali teringat kejadian semalam yang membuatku kacau seperti ini.

 

Flashback~

Aku masih duduk mematung saat melihat punggung Nichkhun Oppa yang perlahan hilang dari pandanganku.

 

Aku tak mengerti apa yang terjadi dengannya? Kenapa tiba tiba dia meninggalkanku seperti ini?

Bukankah dia selalu menungguiku?

Daaan kenapa dia me-em…me -menciumku tadi?

 

Sepanjang perjalanan, pikiranku hanya terfokuskan oleh hal itu.

Dan kini aku putuskan aku akan meminta penjelasan Nichkhun Oppa.

Tentu , dia harus menjelaskannya.

 

Sesampainya di rumah, aku tak melihan ada Oppaku itu. Akupun langsung menuju kamar Nichkhun Oppa.

 

“Tok-tok-tok”, aku mengetuk pintu kamar Khun Oppa yg ditutup.

 

“Nuguya?”, tanya seseorang yg kuyakini itu adalah Khun Oppa.

 

“Ini aku Oppa, aku ingin bicara denganmu”, ucapku.

 

Hening~ tidak ada jawaban.

 

Nichkhun Oppa semakin membuatku penasaran,

 

“Oppa bukakan pintu, sebentar saja !”, ucapku tidak menyerah

 

Hening~ tetap tidak ada jawaban.

 

“Ku mohon, Oppa. Ku mohon !”, aku tak tahu lagi harus berkata apa.

 

Aku hanya berharap, ia iba kepadaku, seperti biasanya jika kami sedang bertengkar.

Walau aku tahu, kali ini bukan sekedar bertengkar kecil seperti biasanya.

 

Tak lama kemudian, aku sudah mendapati seorang namja di hadapanku.

Aku tersenyum bahagia, namun belum sempat aku berkata apapun, ia mendahuluiku,

 

” Jangan berfikir apapun, jangan bertanya apapun, dan jangan berharap akan mendapat penjelasan apapun ! Pergilah ! “, perintah Nichkhun Oppa dengan suara datar.

 

“Oppa…”, aku menatap wajahnya yang sama sekali tidak melihat ke arahku.

 

“Anggap saja tidak ada yang terjadi, bahkan jika perlu, anggap saja tidak ada hari ini. Lupakan-lupakan saja , Fany !”, ucapnya dengan suara dingin dan menatapku tajam.

Membuatku merasa sangat takut, Nichkhun Oppa tidak pernah seperti ini sebelumnya kepadaku.

 

Aku menunduk, ” Aku tidak bisa”, gumamku pelan.

 

Kemudian ia membelai rambutku lembut, “Kau pasti bisa, Tolong Fany, ku mohon kepadamu. Lupakan Fany-ah !”, ucapnya lembut.

 

Aku tidak percaya, Nichkhun Oppa memohon kepadaku? Bukankah aku yang selalu memohon kepadanya? Dan mungkinkah aku harus mengecewakannya. Ah, aku tidak bisa. Jika Nichkhun Oppa memohon seperti ini, bukankah berarti ia sangat menginginkannya?

 

“Ne”, aku mengangguk ragu ragu.

 

“Hm, Sekarang cepat pergi dari hadapanku!”, dia kembali dingin, dan membanting pintu tepat di depan wajahku.

 

Membuatku sangat shock, sakit sekali rasanya, dan sebulir air matapun jatuh membasahi pipiku.

 

Flasback end

 

 

“Memikirkan ini terus, bisa bisa membuatku gila !”, aku kesal sendiri mendapati diriku yang tengah terpuruk.

 

” Aku tidak perlu bersedih, mungkin kemarin Nichkhun Oppa sedang tidak beres. Hari ini dia pasti sudah kembali normal.

Lagipula pasti Oppa akan tertawa penuh kemenangan jika melihatku menangis seperti ini karena memikirkannya. Dan aku tidak rela melihatnya !”, gumamku berusaha tersenyum, senyum yang dipaksakan.

 

 

“Tapi, bukankah sebaiknya kau memberitahu Fany terlebih dahulu !”, aku mendengar suara seorang wanita, ya, aku tahu itu suara umma.

Tapi, ia sedang berbicara dengan siapa? Nampaknya serius sekali.

 

Aku menapakkan kaki mendekat ke suara umma. Ah, appa, umma, daaan…. Nickhun Oppa ternyata sedang berkumpul.

Tapi, kenapa Oppa terlihat sangat lemas???

 

Aku membasahi bibirku sekilas, ” Anyyeong semuaaa! Sudah berkumpul rupanya !”, sapaku seceria mungkin.

Semua tampak terkejut melihat kehadiranku.

 

” Waeyo?”, tanyaku sambil memiringkan kepala sedikit.

Ku lihat umma melirik Oppa sebentar, lalu mengarahkan dagunya ke arahku.

 

“Aku akan pergi dari sini”, ucap Khun Oppa yang sukses membuat bola mataku membulat sempurna.

 

Tiffany’s POV end.

 

 

Nichkhun’s POV

 

“Waeyo , Nichkhun? Kau bilang ada hal serius yang ingin kau bicarakan?”, tanya appa sembari duduk di hadapanku.

 

Aku menghembuskan nafas berat,

 

“Aku ingin pindah ke Seoul !”

 

” Mwo?” , ucap appa dan umma serempak . Sudah ku duga, namun apapun yg terjadi tekadku sudah bulat.

 

” Khun-ah, kenapa tiba tiba kau ingin meninggalkan kami? Apa kami ada salah kepadamu? Jika ada tolong maafkan. Mianhae Khun-ah, jangan pergi !” , ucap umma panik.

 

” Ah, anni umma. Tidak ada yang salah. Aku malah sangat berterimakasih kepada keluarga ini karena sudah dapat menerimaku layaknya anggota keluarga kalian yang sebenarnya.

Tapi, aku hanya tidak ingin membebankan kalian terus menerus”, ucapku menjelaskan alibi palsuku.

 

” Jagi-yaaa… Kenapa kau berkata seperti itu? Seperti kami ini orang lain saja bagimu. Apa selama ini kau tidak menganggap kami keluargamu sendiri?”, ucap Umma , matanya sudah berkaca-kaca.

Aigoo, aku tidak sanggup. Mianhae umma, appa.

 

” Ani, bukan seperti itu. Aku , aku hanya merasa aku sudah cukup dewasa dan aku ingin hidup mandiri serta….”, bibirku terasa keluh untuk melanjutkan kalimatku.

Aku menelan ludah berat sebelum akhirnya melanjutkan ucapanku.

 

Aku menatap Appa dan Umma bergantian kemudian tersenyum getir.

 

” Bukan aku tidak menganggap kalian keluargaku, apapun yang terjadi Umma adalah ummaku, Appa adalah appaku, dan Fany…”, aku kembali menghela nafas.

 

” Fany adalah adik kecilku yang sampai kapanpun akan selalu ku sayangi.

Tapi, aku ingin mencari saudara-saudara jauh dari keluarga kandungku. Bagaimanapun aku ingin mengetahui lebih tentang keluargaku, bukan alasan keluarga kecilku meninggal. Lantas aku akan langsung menghilang begitu saja.

Kalian mengerti maksudku bukan?”, ucapku menatap kedua “orang tua”-ku bergantian dan tersenyum getir.

 

Umma terlihat semakin terisak di pelukan Appa. Sedangkan Appa terlihat jauh lebih tegar.

 

Appa membenarkan letak kacamatanya dan berkata, ” Jika itu maumu. Kami tak akan memaksanya. Jujur hal ini sedikitpun tak pernah terlintas di pikiran Appa, namun aku sangat mengerti. Dan Appa rasa ini memang hakmu Khun-ah .”, terang Appa bijaksana.

 

“Tapi, bukankah sebaiknya kau memberitahu Fany terlebih dahulu !”, ucap Umma setelah tangisnya mulai reda.

 

Aku menundukkan kepalaku, inilah hal terberat dalam keputusan besarku ini.

Aku, aku rasa, aku tidak sanggup.

 

Aku tidak mau ada kata kata perpisahan antara aku dan Tiffany.

 

Tiba-tiba…,

 

” Anyyeong semuaaa! Sudah berkumpul rupanya !”, sapa Tiffany yang tiba-tiba sudah berada di ujung tangga.

 

Sejak kapan?

Sejak kapan dia ada di sana?

Apakah ia mendengar semuanya?

Lantas kenapa ia masih ceria seperti itu?

Apa ia tidak merasa sedih?

 

” Waeyo?”, tanya Tiffany sambil memiringkan kepala sedikit.

 

Ternyata ia tidak tau.

Umma melirikku sebentar, lalu mengarahkan dagunya ke Tiffany.

Ya, aku tahu benar maksud Umma.

 

“Aku akan pergi dari sini”, ucapku sembari tetap menundukkan kepala. Aku tak sanggup melihat ekspresinya.

 

Yang aku tahu, kini ia sudah menangis di pelukanku.

 

” Oppa, oppa jangan pergi…”, ucapnya di sela air matanya yang kian membasahi bahuku.

 

Aku tidak dapat berkata apa-apa.

Hanya dapat membalas pelukannya sambil membelai rambutnya.

Mungkin, inilah pelukan terakhir kami…

 

TBC~

 

 

Anyyeonghaseo…. Maaf kalau FFnya nggak bagus. Maklum ini adalah FF perdana saya

. Untuk kelanjutannya gimana, ditunggu aja ya? Saya usahain updatenya nggak lama.

Kalau ada yang belum jelas boleh tanya, saya  akan jawab dengan senang hati.

 

Please

Don’t copas

Don’t bashing

Don’t be silent reader

66 thoughts on “[FF Freelance] Saranghae My Forbidden Love (Part 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s