KyuRin Tale : The Day

 

Author : Iefabings

Cast : Cho Kyuhyun (SJ), Song Hyerin (oc)

Support Cast : Super Junior, aunty Cho *waaah, naek jabatan jadi support cast nih*, Minwoo

Genre : Romance, comedy

Rating : PG-13

P.S : Dari judulnya pasti udah pada nebak semua kira-kira part ini isinya apa. Hehehe… Happy Reading…

^0^

Hyerin pov

Seisi sekolah masih belum terbiasa dengan kejadian kemarin. Tiap aku berjalan pasti mereka langsung bisik-bisik tetangga. Aku sadar sekarang bahwa menjadi terkenal itu sangat tidak enak. Lebih tepatnya terkenal karena mendapat bunga dari orang terkenal itu yang tidak menyenangkan.

“Lihat, sekarang semua penghuni sekolah mengenalmu, Rin-ah,” bisik Hani.

“Kuharap ini segera berakhir karena aku benar-benar tidak nyaman.”

“Setidaknya Yubin dan Yoonhee tidak berani mengatai kita lagi,” sambung Hyoki. Memang benar, di antara ketidaknyamanan ini memang masih ada sisi baiknya.

“Eh, itu, itu, Kang Minwoo,” pekik salah seorang yeoja yang ku rasa adik kelas kami.

“Dia mau kemana lagi?”

“Itu kan kelas Hyerin eonnie.”

“Iya, dan itu Hyerin eonnie dan dua temannya di depan.”

Minwoo berjalan dengan pose kerennya seperti biasa dan saat melihat aku, Hyoki dan Hani di depan kelas dia tersenyum.

“Annyeong, Hyerinsshi. Masih ingat aku?” sapanya. Tentu saja aku ingat dia. Bagaimana mungkin aku melupakan orang yang sudah membuatku dibicarakan seisi sekolah?

“Ne,” jawabku singkat.

“Bisa kita bicara sebentar?” dan tanpa minta persetujuanku dia menarik tanganku begitu saja. Yeojadeul menjadi gaduh lagi. Dan aku? Lalu aku harus bagaimana lagi, ya tentu ku ikuti saja dia.

Minwoo membawaku ke taman di belakang sekolah. Sepi. Tapi bisa ku rasakan puluhan pasang mata sedang mengawasi kami.

“Sebenarnya apa yang mau kau katakana? Mereka pasti berpikiran yang tidak tidak. Mereka mengawasi kita,” kataku pelan.

“Aku tahu,” ucapnya. Sebenarnya dia memang cukup tampan, tapi tidak cukup membuatku terpesona seperti yeoja yang lain. Kalau Yubin yang ada di posisiku sekarang dia pasti akan pamer padaku selama sebulan.

“Jadi?”

“Mengenai yang kemarin itu…” sudah ku duga pasti ada yang salah dengan kejadian kemarin.

“Benar dugaanku, bunga itu sebenarnya bukan untukku kan? Tapi terima kasih kau telah membantuku memberi pelajaran pada Yubin dan Yoonhee. Apa kau ingin aku mengembalikan bunga itu?” tanyaku.

“Bukan begitu maksudku. Bunga itu memang untukmu.”

“Mwo? Kau tidak salah?”

“Iya, bunga itu memang untukmu. Tapi itu bukan dariku,” jelasnya.

“Lalu kenapa kemarin…”

“Seseorang menitipkannya padaku. Mungkin itu pengagum rahasiamu. Aku hanya membantunya memberikannya padamu. Kemarin aku tidak bisa menjelaskannya padamu karena… kau tahu kan, semua menatap ke arah kita saat itu dan ku pikir itu bukan saat yang tepat. Jadi ya, begitu,” ucapnya. Lalu bunga itu sebenarnya dari siapa? Aku semakin tidak mengerti.

“Gwenchana, tapi apa kau kenal orang itu?”

“Tidak, lebih tepatnya aku tidak melihat wajahnya karena dia memakai kaca mata hitam dan masker.”

Penampian yang aneh, dan seingatku aku tidak punya kenalan yang seaneh itu kecuali Donghae oppa. Dan ku rasa tidak mungkin Donghae oppa yang memberiku bunga kan?

“Hyerinsshi…” Minwoo melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Oh… ya… kalau tidak ada yang mau dibicarakan lagi, aku mau ke kelas,” ucapku.

“Chankanman, masih ada yang ingin ku katakan,” dia menahanku.

“Mwo?”

“Um… waktu ku berikan bunga padamu kemarin, yang di dekatmu itu temanmu ya?” tanyanya.

“Ne, mereka berdua temanku.”

“Bisa kau kenalkan aku dengannya?” dia tampak malu-malu mengatakan itu. Omo, Kang Minwoo menyukai salah satu sahabatku? Ini bahkan lebih baik dari yang ku duga.

“Kau menyukai temanku ya?” godaku. Dia tersenyum malu dan menggaruk-garuk lehernya. “Yang mana? Yang bertubuh mungil atau yang agak tinggi?”

“Um… dia ikut ekskul basket,” ucapnya.

“Uwaaaaaaa, kau menyukai Hyoki? Kalu itu, kau bisa dekati dia kapan saja. Kau kan kapten tim basket. Jadi kau tidak perlu bantuanku,” kataku senang.

“Benarkah? Dia suka namja yang seperti apa?” tanyanya.

“Sebenarnya kau cukup menarik, tapi ku rasa kau harus mengalahkan pesonanya Choi Siwon.”

“Jinja? Dia menyukai Siwon Super Junior?”

“Ne, jadi selamat berjuang ya, Minwoo,” ku tepuk pundaknya perlahan dan meninggalkannya.

Hyoki dan Hani masih setia menungguku di depan kelas.

“Bagaimana, apa yang dia katakan?” Hani langsung menanyaiku.

“Seharusnya dia bicara padamu, Hyoki. Bukan aku,” jawabku.

“Aku?” Hyoki tampak tidak mengerti dengan yang ku bicarakan.

Aku hanya tersenyum. Biarlah dia semakin penasaran.

^0^

Kyuhyun pov

Masih 18 jam lagi tapi jantungku seperti sedang balapan. Apa aku terlalu gugup? Atau terlalu bersemangat? Yang jelas semua ini karena si kurus cungkring tapi manis itu. Setelah berpikir ribuan kali, ku ketuk juga pintu kamar Donghae hyung. Dari semua member, dia yang paling mengerti hal begini.

“Ada apa? Aku sedang tidak ingin main sekarang, kau ajak Eunhyuk saja,” kata Donghae sebelum aku sempat berbicara.

“Harusnya kau dengar aku bicara dulu,” kataku agak kesal.

“Ara,” dia membiarkanku masuk kamarnya. Aku duduk di sisi tempat tidurnya.

“Mengenai besok…”

“Sudah ku bilang kau tinggal bawa dia ke tempat yang sudah kita tentukan dan serahkan pada kami. Jangan sampai ini gagal karena kesalahanmu sendiri,” lagi-lagi dia bicara sebelum kupinta.

“Aish, dengarkan aku dulu, hyung. Aku belum selesai bicara,” kataku.

“Mian, kupikir kau akan mengubah rencana. Jadi kau mau bicara apa?”

“Menurutmu selama di mobil apa yang harus ku lakukan? Maksudku, kau tahu kan, tiap kami bertemu pasti berakhir dengan dia marah-marah atau menjambak rambutku. Kalau benar begitu, pasti semua ini sia-sia kan?”

“Makanya jangan cari gara-gara. Kau harus bersikap lebih manis, simpan dulu energi jahatmu itu,” ucapnya.

“Aku memang tidak sepertimu yang selalu bersikap romantis. Makanya ku tanyakan padamu.”

“Um…” Donghae tampak berpikir. “Kau menyanyikan lagu romantis saja untuknya.”

“Apa itu akan berhasil?”

“Tentu saja, semua yeoja suka namja yang romantis. Dan salah satu cara bersikap romantis adalah dengan lagu.”

“Tapi dia kan yeoja yang aneh. Lagi pula aku tidak mungkin bisa menyanyi dengan indah karena dia pasti akan mengoceh terus dengan mengataiku atau adu mulut denganku.”

Donghae kembali berpikir. “Kalau begitu pakai mp3 saja. Putar lagu romantis di mobilmu.”

Kurasa idenya tidak begitu buruk.

“Yang itu saja kalau begitu, gomawo,” ku tinggalkan kamarnya. Tapi tetap saja jantungku ini tidak bisa tenang. Aku ingin cepat-cepat pagi, lalu cepat-cepat siang agar aku bisa bernafas lega.

^0^

Mengajak Hyerin ikut, putar lagu romantis di mobil, lalu masuk Kona Beans, dan selesai. Ku ingat-ingat kembali rencana yang telah ku susun bersama hyungdeul. Hari ini aku akan… um… menyatakan perasaanku pada Hyerin. Aku tidak pernah menduga akan sesulit ini karena aku begitu gugup. Siapa yang mengira aku, Cho Kyuhyun dibuat gugup oleh seorang yeoja aneh seperti Song Hyerin. Aku juga tidak mengerti bagaimana aku bisa selalu merindukannya dan bagaimana aku selalu ingin di dekatnya walau dia selalu menjambakku dan marah-marah. Mungkin karena dia memiliki kepribadian yang unik. Mungkin juga karena wajahnya yang bulat. Entahlah, yang jelas dia sudah menempati tempat yang istimewa di sini.

“Kenapa mengelus dadamu seperti itu? Kau kena serangan jantung?” seperti biasa dia menyapaku dengan kalimat sapaan yang belum pernah orang lain lontarkan padaku. Tapi dia benar, aku memang terkena serangan jantung dan itu semua karena dia.

“Tepat sekali, aku terkena serangan jantung karena melihat hantu kurus di hadapanku,” jawabku.

“Cih, untuk apa ke sini? Kau sedang tidak ada jadwal? Mau menghabiskan cemilanku lagi?”

“Jadi kau sudah tahu rupanya, hahaha…”

“Dasar setan, kau harus mengganti cemilanku sekarang. Gara-gara ulahmu aku tidak bisa menaikkan berat badanku lagi,” dia berdiri, aku sudah tahu kalau dia sudah siap memukul kepalaku.

“Chankanman,” ku tahan tangannya. “Baik, akan ku ganti sekarang. Aku datang ke sini memang untuk meminta maaf dan menggantinya jadi ikut aku ke suatu tempat.”

Dia agak terkejut dan kecewa karena tidak berhasil memukulku. Tapi akhirnya menjawab, “Baiklah, aku akan ganti baju dan ikut denganmu tapi kau harus mengganti tiga kali lipat.”

“Mwo? Kenapa jadi naik tiga kali lipat?”

“Kalau tidak mau…”

“Siapa bilang aku tidak mau. Kau cepat ganti baju sana, akan ku tunggu di sini,” ku balikkan badannya sebelum dia berubah pikiran. Terserahlah asal dia mau ikut denganku sekarang. Jangankan tiga kali lipat, Hyerin. Hari ini kau akan mendapatkan mimpi dari semua yeoja di dunia, menjadi yeojachingu Cho Kyuhyun. Kekeke…

^0^

Hyerin pov

Aku semakin tidak mengerti sikap setan ini. Kemarin dia bersikap sangaaaaat mengesalkan. Hari ini dia bersikap sangaaaaat baik. Jantungku jadi tidak beraturan saat di dalam mobil. Dan sialnya, dia memutar lagu romantis. Sebenarnya dia kenapa?

“Aish, lagu apa itu?” ku matikan lagunya dan kuganti dengan ipodku. Ku putar lagu Avril Lavigne keras-keras. “Begini kan lebih baik.”

She’s like so whatever, you can do so much better

I think we should get together now…

“Begini kau bilang bagus?” Kyuhyun mematikan musiknya. “Ini hanya ‘noise’, bukan musik.”

“Avril bukan ‘noise’. Dia punya karakter, tidak cengeng seperti musik yang kau putar tadi,” balasku, mulai menaikkan suaraku.

“Tapi musik ini sangat…” dia juga menaikkan suaranya, tapi terhenti. “Ah, sudahlah. Terserah kau saja. Aku sedang tidak berselera adu mulut denganmu,” ucapnya pelan. Aku semakin merasa aneh dengannya. Apa yang sedang menyetir sekarang ini benar-benar Cho Kyuhyun?

“Kau… Kyuhyun bukan?” tanyaku takut-takut.

“Apa maksudmu?”

“Yaaaa… kau… dari tadi bersikap sangat aneh. Aku hanya memastikan kau benar-benar Kyuhyun karena kau terlalu baik hari ini.”

“Maksudmu selama ini aku jahat?” tanyanya, dan aku mengangguk.

Dia kelihatan ingin marah, tapi hanya menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

“Sebenarnya kau kenapa?” tanyaku lagi.

“Er… kita hampir sampai.”

Aku tahu dia hanya mengalihkan pembicaraan. Aku pun mengalihkan pandanganku ke jalanan yang kami lewati. Aku seperti mengenal daerah ini. Bukankah ini Apgujeong? Kyuhyun mengurangi kecepatannya, dan aku mulai mendapat firasat buruk. Apa ini jalan menuju Kona Beans?

“Kyu, kita… mau kemana?”

“Lihat café di depan itu, kita akan ke sana,” jawab Kyu sambil menunjuk café yang sangat sangat ku kenal.

Itu memang Kona Beans. Bagaimana Kyuhyun tahu tempat ini? Dan kalau ketiga aunty itu sedang di sana, matilah aku. Ahjumma-ahjumma kan cerewet, jadi besar kemungkinan mereka akan membocorkan isi hatiku pada Kyuhyun. Ottokhe?

“Kenapa ke café ini? Kan banyak café yang lain, Kyu. Kita ke tempat lain saja, aku tahu tempat jajangmyeon yang enak,” ucapku.

“Di Kona Beans lebih baik, kau bisa pesan apa saja sepuasnya di sana. Dan aku juga tidak perlu bayar mahal untuk itu,” jawab Kyuhyun.

“Bagaimana bisa?”

“Karena café ini punya eommaku, Leeteuk hyung, dan Cutemin.”

Jderrrr! Apa aku tidak salah dengar? Eommanya Kyuhyun, Leeteuk dan Sungmin oppa? Apa yang dia maksud adalah ketiga aunty itu? Benar juga, nama mereka, aunty Park, aunty Lee, dan aunty… Cho! Pasti aunty Cho itu eommanya Kyuhyun. Jadi… aku… waktu itu menceritakan perasaanku pada eommanya Kyuhyun langsung? Ku rasa aku benar-benar akan mati. Kalau aunty Cho tahu bahwa namja yang ku sukai adalah anaknya sendiri… tidak, dia tidak boleh tahu.

Tapi terlambat, mobil Kyuhyun sudah berhenti di Kona Beans. Aku tidak berani turun dan memilih tetap menempel di kursi mobil.

“Kau sedang apa? Ayo turun!” Kyuhyun membukakan pintu mobil tapi aku tetap diam. “Aish, kau benar-benar menyusahkan,” kini dia membuka seatbeltku. Aku masih diam. “Ayo turuuuun,” dia mulai menarik tanganku. Aku keluar dengan paksa. Dia mengandeng tanganku.

“Um… chankanman. Ponselku ada di dalam mobil. Kau duluan saja,” ku lepaskan genggaman tangannya.

“Ara, ku tunggu di dalam,” syukurlah dia akhirnya memasuki café itu. Ku lihat dia menyapa aunty Cho dengan panggilan eomma. Apa yang harus ku lakukan sekarang?

Aku memutar otakku. Berpikirlah Hyerin… kau harus menyelamatkan diri sebisa mungkin. Tapi aku tidak bisa menyelamatkan diri sendirian. Aku butuh bantuan. Ku buka kontak ponselku. Ku cari semua nama yangmungkin bisa menyelamatkanku. Harin eonnie.

‘Yeobose…’

“Eonnieeeee, sekarang ada dimana? Bisa jemput aku ke Apgujeong?” langsung ku serbu eonnie sebelum dia selesai bilang yeoboseo.

‘Tentu saja tidak bisa. Aku sedang kuliah. Eh, sudah dulu, dosen eonnie datang.’ Pip.

Ottokhe, ottokhe? Harin eonnie tidak bisa, kalau begitu Eunhye.

“Kau sedang dimana? Mau eonnie jemput?” aku tidak mungkin memintanya menjemputku. Jadi alasan yang cukup bagus adalah menjemput Eunhye.

‘Jemput apanya? Aku baru selesai latihan dance dan sekarang harus latihan vocal. Sudah, aku sibuk!’ Pip lagi. Huaaaaaaaaa, kenapa semua orang jadi jahat padaku? Eunchae? Huaaaaaaa, dia sedang camping bersama guru kelas dan teman-temannya. Ottokheeeeee?

Aku kembali menelusuri kontak ponselku. Lalu aku teringat pada sesorang, ani, dua orang. Di saat seperti ini mereka pasti bisa menolongku. Langsung ku conference call.

‘Ada apa, Rin-ah?’ sahut mereka berdua bersamaan.

“Uwaaaaaa, Hyoki-ah, Hani-ah, kalian memang malaikat penyelamatku…..”

^0^

Kyuhyun pov

Dengan susah payah aku menahan diri untuk tidak bertengkar dengannya. Akhirnya tiba di Kona Beans tanpa dijambaki olehnya. Tapi dia tidak juga turun. Kenapa lagi dia?

“Kau sedang apa? Ayo turun!” ku buka pintu mobil, tapi dia tidak bergerak. “Aish, kau benar-benar menyusahkan,” sebenarnya aku senang melakukan ini, membukakan seat beltnya. Semoga dia tidak mendengar suara detak jantungku. Dia tetap diam. “Ayo turuuuun,” ku tarik tangannya dan akhirnya dia turun.

“Um… chankanman. Ponselku ada di dalam mobil. Kau duluan saja,” ucapnya, melepaskan genggamanku.

“Ara, ku tunggu di dalam,” ucapku.

Aku memasuki Kona Beans. Eomma sudah menungguku di dalam sana bersama Lee ahjumma dan hyungdeul. Aku sudah menceritakan semua pada eomma. Dan dia begitu antusiasnya saat tahu aku menyukai seorang yeoja. Menurutnya itu berkah dari Tuhan karena selama ini aku hanya berkencan dengan game.

“Eomma, apa semua sudah siap?”

“Tentu saja. Mana yeoja itu? Aku sudah tidak sabar untuk segera menemuinya,” dia melihat ke belakang punggungku.

“Dia ada di luar, sebentar lagi juga masuk. Jangan berlebihan, dia pasti merasa tidak nyaman kalau eomma bersikap seperti itu.”

“Tapi ini benar-benar… aish, rasanya aku ingin menangis. Cepat bawa yeoja itu kemari,” dia meremas-remas tanganku.

“Aigoo, baru mau punya yeojachingu sudah begitu. Bagaimana kalau kau menikah nanti, Kyu,” celetuk Sungmin hyung.

“Jadi, mana Hyerin?” tanya Leeteuk hyung. Benar juga, sebenarnya dia kemana?

“Hyerin? Namanya Hyerin?” eomma bertanya pada Leeteuk hyung.

“Ne, Song Hyerin. Apa ahjumma mengenalnya?”

“Sepertinya…” ucapan eomma terhenti karena ponselku berbunyi. Satu pesan dari Hyerin?

From : Rin-ahjumma

Kyu, aku lupa ada janji dengan Hyoki dan Hani. Jadi lain kali saja kau ganti cemilan yang kau habiskan itu. Aku sudah memaafkanmu, tenang saja.

Mwo? Tenang saja dia bilang? Tujuanku mengajakmu ke sini bukan hanya untuk itu, Hyerin babo! Sekarang sia-sia sudah rencana yang ku buat dengan hyungdeul dan itu semua karena kebaboanku sendiri yang meninggalkannya tadi. Kalau tahu begini tadi aku tidak akan melepaskan tangannya. Aku segera keluar, mencari-cari tubuh kurusnya. Sial, dia sudah pergi.

“Ada apa Kyu?” Sungmin menepuk pundakku.

“Gagal sudah, dia pergi,” ucapku lemas.

“Bagaimana bisa? Kau sudah membawanya ke sini tadi kan?”

“Aku meninggalkannya tadi dan sekarang dia pergi karena ada janji dengan temannya.”

“Sayang sekali, padahal sudah sejauh ini. Sabar ya, Kyu,” seperti biasa, dia menepuk-nepuk pundakku dan itu sama sekali tidak membuat keadaan lebih baik.

Aku kembali ke dalam, dan eomma langsung memburuku, “Dimana dia?”

“Dia ada janji dengan temannya, lain waktu ahjumma pasti bisa bertemu dengannya,” sahut Sungmin hyung.

Padahal aku sudah mempersiapkan ini sebaik mungkin. Aku bahkan meminta eomma menyiapkan berbagai cake kesukaannya, dan kopi dengan krim berbentuk hati. Tidak hanya itu, aunty Lee dan Park juga sudah menata meja khusus untuk kami agar suasananya semakin romantis. Lihat kan, aku sudah seromantis ini demi Hyerin, tapi dia pergi begitu saja. Lalu sekarang bagaimana?

“Jadi kue-kue ini bagaimana?” tanya Shindong.

“Kau tidak dengar? Hyerin sudah pergi. Kau habiskan saja sendiri,” gerutuku.

Tanpa banyak bicara, Shindong hyung langsung melahap kue yang sudah ditata dengan cantik.

^0^

P.P.S : Author berevil laugh ria. Langsung sembunyi di kolong tempat tidur sebelum dibantai readers. Sengaja dibuat gak jadi, biar gak cepet jadiannya. *evil laugh lagi* Author sendiri cuma sayang sama kuenya, kenapa dihabisin Shindong oppa? Kenapa gak dibagi ke aku? *narik baju Shindong oppa* Bagaimana kalau saya buat KyuRin gak jadi-jadi aja?*lagi-lagi evil laugh* Gak kok, bercanda. Hehehe… Sebenarnya part jadiannya kepanjangan, jadi saya bagi dua. Tenang, tenang, KyuRin bakal tetap jadian kok. *Jangan buru-buru demo, apalagi bakar rumah*Walau di kehidupan nyata sebenarnya Kyu sudah jadian sama author *tendang ke gurun sahara* Hehehe… *evil laugh bareng Kyu oppa*

37 thoughts on “KyuRin Tale : The Day

  1. pendeeeek bgd sii thor *garuk2aspal
    kasiian rencnanyaa kyu bataal
    tapiii aq seneeeeenggg *evillaugh haaa
    *dgetokauthor

  2. Kyaaaaaaa!!! Hyerin knp kmu kburrr??!! Aq pdhal udh brhrap kyu bsa lbih normal dri kncan ma game.a #pdhal gk rela stngah mati

  3. aigoo ,kyu udh mau nembak tpi gak jadi hm. salahkan kona beans*eh* cnda ya thor hehe , pinter bnget sih thor bikin readers penasaran u,u

  4. Dasar hyerin babo hehehehe, dy udah keburu malu th hahaahah, kasian kyu udah siap2in dgn matang eh ga jd.

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s