My Wife [2]

Poster By : Altrisesilver ^-^

~~~

Previous…

Aku tersenyum padanya. “Nona Hikari sayang, kurasa saat ini takdir sedang berpihak padaku. Aku menyukaimu dan tentu saja aku tidak akan mengabaikan kesempatan emas yang datang kearahku. Sekarang, kau sudah menjadi istriku. Dan dalam waktu dekat, akan ku pastikan bahwa kau juga akan jatuh cinta kepadaku.”

“APA?”

===


Aku menatap wajahnya yang saat ini sedang mengarahkan tatapan tajam kepadaku. Oh, ayolah. Memang apa yang salah dengan ucapanku barusan? Bukankah aku hanya mempertegas perasaanku terhadapnya? Kenapa wajahnya mesti menyiratkan kebencian begitu.

Aku berusaha untuk terus memperlihatkan senyuman terindahku padanya (?).  Bukankah semua wanita biasanya akan luluh pada senyuman yang menawan? Itulah yang sedang aku lakukan sekarang. Mencoba membuatnya luluh dengan semua pesona yang kumiliki. Lee Hyukjae, semangatlah!

“Kenapa kau melakukan ini semua Lee Hyukjae-ssi? Kau tau aku menyukai Lee Donghae, lantas kenapa kau melakukan ini semua?!” Suaranya yang penuh emosi membuat kesadaranku kembali sepenuhnya.

Baiklah, sekarang bukan saatnya untuk memamerkan pesonamu Lee Hyukjae. Aku mencoba memperbaiki gaya senyumanku ke arah yang lebih elegan, lalu berkata, “Aku menyukaimu. Ah, ralat. Aku mencintaimu. Apa alasan itu masih kurang untuk membuatmu mengerti?”

Kulihat dia mendengus dengan raut wajah menyepelekan. Ya Tuhan, bahkan ekspresi angkuhnya itu masih tetap membuatku terpesona. Kau memang luar biasa, Hikari chan.

“Kita belum pernah bertemu sebelum ini. Atas dasar apa kau mengatakan kalau kau mencintaiku hah? Jangan bercanda!”

Kalimat yang dilontarkannya itu cukup membuatku tersentak. Dia bilang apa? ‘Kita belum pernah bertemu?’ Belum pernah bertemu? Apa  dia benar-benar tidak pernah menyadari kehadiranku selama dua tahun terakhir ini? Oh, baiklah. Aku memang belum pernah menampakkan wajahku secara keseluruhan padanya selama ini. Tapi haruskah dia mengatakan itu?

Entah kenapa ada perasaan tidak enak saat dia menganggap perasaanku ini hanya main-main. Apakah dia begitu kesulitan untuk melihat keseriusan dalam ucapanku? Apakah tatapanku masih belum cukup menjelaskan bahwa aku benar-benar mencintainya?

Aku menatap wajahnya tajam. “Mungkin bagimu kita belum pernah bertemu. Tapi tidak bagiku. Dan asal kau tau saja, aku tidak pernah bermain-main dengan perasaanku. Sekarang kau bisa mengatakan kalau kau mencintai Lee Donghae. Tapi kelak, suatu hari nanti, akan kupastikan kalau nama itu akan segera terhapus hingga hanya ada nama Lee Hyukjae yang mengisi otak dan hatimu.” Aku menegaskan setiap kata yang keluar dari mulutku lalu pergi begitu saja –mengabaikan tatapan heran yang saat ini terpampang jelas di wajahnya. Jangan pernah bermain-main denganku, Nona Kumiko Hikari sayang.

Aku merebahkan diriku di kasur sambil terus memikirkan cara apa yang harus kulakukan untuk membuat gadis itu bertekuk lutut layaknya aku yang sudah dengan mudah bertekuk lutut di hadapannya.

Gadis itu angkuh, egois, dan keras kepala. Hal apa yang bisa membuat ketiga sifat itu hancur? Aku harus bisa menghancurkan sifat-sifat menyeramkannya itu untuk membuat dia jatuh ke dalam pesonaku. Oh, ayolah Lee Hyukjae, sekarang bukan saatnya untuk memamerkan diri. Ayo berpikir! Aku terus memutar otakku ke kiri dan ke kanan (?) sampai tiba-tiba ide gila itu menghampiriku.

Ah! Benar. Pemaksaan. Hanya itu satu-satunya cara untuk membuat seorang gadis bertekuk lutut. Sedikit pemaksaan pasti akan membuatnya menatapku.

Aku segera bangkit begitu menemukan semangatku kembali. Kumiko Hikari, pertarungan kita akan dimulai hari ini. Hahahah~

Aku membuka pintu kamar dan langsung mendapati gadis angkuh itu sedang berjalan ke arah ruang pakaian. “Apa yang kau lakukan?” tanyaku saat dia akan membuka pintu yang ada di depannya.

Gadis itu berhenti lalu menatapku dengan kedua mata sinisnya. “Apa kau tidak bisa lihat? Tentu saja aku akan membuka pintu. Wae?” tanyanya ketus. Gadis ini, apakah dia tidak bisa mengucapkan kalimat dengan nada yang enak di dengar?

Aku berusaha untuk tetap sabar. “Aku tau. Tapi untuk apa kau membuka pintu ruang pakaian?” tanyaku dan sukses membuatnya melongo sempurna. Memang ada apa dengan ucapanku barusan? Kenapa dia terlihat terkejut dengan ucapanku?  Ah, apa jangan-jangan dia belum tau kalau kamar tamu itu sudah kusulap menjadi ruang pakaian? Ahahhaha ini pasti akan sangat menyenangkan.

Tanpa menjawab pertanyaanku, gadis angkuh itu langsung membalikkan badannya lalu membuka pintu yang ada dihadapannya dengan sekali hentakan. Aku langsung tertawa begitu melihat ekspresi kagetnya itu. Astaga, kau benar-benar menggemaskan Hikari chan. Hahahah~

“Lee. Hyuk. Jae.” Desisnya sambil menatapku murka. “APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN KAMAR INI?”

Aku menghentikan tawaku sejenak, untuk menatap wajah menyeramkannya itu. “Wae? “ Tanyaku sok polos. “Apartemen ini kan milikku juga. Jadi aku memiliki hak penuh untuk merubah dekorasi apartemen ini kan?” Ujarku lalu kembali tertawa. Melihat ekspresi gadis itu benar-benar membuatku tidak tahan untuk terus tertawa.

Kumiko Hikari, apa yang akan kau lakukan sekarang hah? Kau jelas kalah langkah dariku. Aku sudah memperkirakan keadaan semacam ini dari awal. Dan aku, pasti tidak akan pernah membiarkan kau tidur di tempat lain, selain di kamar kita. Hahahaha

Setelah puas tertawa, aku berjalan ke arahnya, lalu bersender pada tembok dengan arah menyamping. Aku menatapnya tajam. “Bukankah sudah kubilang, kalau aku akan membuatmu jatuh cinta? Dan ini barulah langkah awal untuk mewujudkan rencanaku itu. Kau akan mulai mencintaiku, karena mulai hari ini dan seterusnya, kau akan tidur berdua denganku. O’ ?”

“MWOYAAAAAA?!!”

=== TBC ===

Pendek yah? Yaiyalah *plak* ^^v

Jadi ceritanya gantian, klo kemaren my husband yang super pendek, nah sekarang giliran my wife yang  super pendek. Hehehe

Akhirnya, dengan menggabungkan respon reader di beberapa tempat (?) saya mutusin untuk publish FF ini selang-seling.

Mungkin nantinya bakal bikin bingung. Maap yah~ mari kita bingung bersama ._. hahhaa

Kenapa selang-seling? Karena dari awal saya bikin project FF ini emamg niatnya pengen gitu. Hehehe

Kan jarang tuh author yang publish FF nya pake cara selang-seling gini. Makanya saya pingin nyoba2. Gimana sih rasanya bikin FF dengan sudut pandang yang berbeda, tapi memiliki alur yang sama?

Jujur aja, ini tantangan tersendiri buat saya. ^^

Semoga tulisan saya bisa berkembang dengan melakukan penulisan seperti ini.

Dan tentu saja, saya membutuhkan saran dan kritik dari kalian semuanya untuk membuat tulisan yang  lebih baik.

Jadi, jangan ragu-ragu untuk mengutarakan pendapat kalian di FF ini yah? (:

Kalau ada yang ngerasa bingung atau kurang sreg dengan jalan ceritanya, silahkan bilang.

Seperti biasa, buat yang mau baca plus komen di FF abstrak ini, MAKASIH BANYAK! :* 

Ohya, setelah ini giliran my husband part 3 yah? Hehehe

Saya udah bikin ampe 10 halaman loh. Lumayan panjang dari yang kemaren pokonya. LOL

Kapan di publishnya? Saya mau liat respon readers. Klo banyak yang komen, saya bisa publish besok.

Tapi………….. klo FF ini banyak di sider-in (?) saya ga tau mau publish kapan. Mungkin nunggu mood? Ahahaha~

see you~!

 

51 thoughts on “My Wife [2]

  1. wah,, ternyata eunhyuk oppa pintar juga yah..sdh mempersiapkn segala sesuatuny dgn baik.. cara apa lg ya yg akn eunhyuk oppa lakukan.. jd.penasarn 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s