Triangle Love Part 3

Poster By : Hannie@fanfictionloverz.wordpress.com

Author : AltRiseSilver

Cast :

  • Kim Kibum Super Junior
  • Zhoumi Super Junior-M
  • Han Taerin (OC)

Genre : Romance, Fantasy

Lenght : Chapter

Rating : PG 17

Previous Chapter : Prolog | Part 1 | Part 2

No Silent Readers, Please

“Takdir Herse itu unik, Ouranus,” Zeus membuka pembicaraan dirinya dengan Ouranus dengan perkataan yang tidak bisa dimengerti oleh Ouranus, membuat dewa itu mengerutkan keningnya dan menanti kalimat selanjutnya yang keluar dari mulut Zeus.

“Selamanya dia tidak akan bisa memilih antara kau atau Triton,” ucapnya lagi yang sekarang berhasil membuat Ouranus tersentak ditempatnya.

Ia diam, sibuk mencerna perkataan Zeus tanpa berani menimpalinya. “Triton itu sebenarnya dewa yang baik, hanya saja ambisinya untuk mendapatkan Herse yang membuatnya seperti itu,” kali ini Zeus menatap Ouranus yang masih terdiam sambil tersenyum.

“Apa Triton tahu hal ini?” tanya Ouranus akhirnya.

Zeus menggeleng perlahan lalu membuang muka ke arah lain seperti menerawang sesuatu. “Triton tidak boleh tahu tentang ini, ambisinya akan semakin kuat untuk menghancurkan takdir itu dan mendapatkan Herse,” jawab Zeus.

Ouranus mendesah pelan mendengar jawaban Zeus. Jujur, ia tidak mengerti kenapa takdir kekasihnya itu akan serumit ini dan kenapa Zeus membiarkan semuanya berjalan sampai sekarang. Keduanya masih terdiam di tempatnya tanpa mau membicarakan tentang takdir dewi cantik Olympus itu.

-ooOOoo-

Taerin menjitak kepalanya sendiri saat suara peramal itu mulai memasuki kepalanya lagi. Sudah hampir dua minggu namun perkataan peramal di pasar malam waktu itu terus mengganggu kesehariannya.

Ditambah lagi, Zhoumi sekarang menghilang entah kemana. Taerin berdecak lalu mencoba memfokuskan pikirannya ke buku yang tengah dibacanya. “Argh!” teriak Taerin gemas karena masih saja belum bisa berkonsentrasi, kali ini ia menjambak kecil rambutnya.

“Kau kenapa?” suara Kibum menghentikan aksi-jambakan-rambut-Taerin secara tiba-tiba dari belakang gadis itu.

Gadis itu terkesiap lalu menoleh ke belakang dan tersenyum lebar memamerkan deretan giginya membuat Kibum tergelak sebelum menghampiri bangku kosong disamping Taerin. “Kau sedang membaca apa?” tanya Kibum saat ia melihat sebuah buku di hadapan Taerin membuat gadis itu melirik buku yang tadi sempat dibacanya.

“Mitologi Yunani,” jawab gadis itu cepat lalu berpura-pura membaca.

“Boleh kulihat?” tanya Kibum sedikit penasaran pada Taerin yang dijawab anggukan kepala dan sodoran buku ke hadapannya. “Triangle Love. Kisah Cinta Segitiga Dewa Yunani,” Kibum membaca judul buku tadi lirih. Matanya membulat.

Diliriknya Taerin dengan ekor matanya.

“Kibum-a, aku boleh menceritakan sesuatu?” tanya gadis itu lirih membuat Kibum menyingkirkan buku tadi dari pikirannya. “Peramal di pasar malam waktu itu memberitahukan aku sesuatu yang mengejutkanku,” ucapnya pelan membuat Kibum menduga-duga perkataan selanjutnya yang akan terlontar dari bibir gadis disampingnya.

“Dia bilang takdirku bukanlah di bumi dan aku ditakdirkan mencintai dua orang pria,” lanjut Taerin dengan perlahan agar Kibum bisa mencerna perkataannya. “Dan saat membaca buku itu, aku merasa diriku seperti Herse,” lanjutnya lagi tanpa memberi jeda untuk Kibum menimpali.

Kibum menelan ludahnya dengan susah payah saat mendengar kenyataan yang dilontarkan Taerin. “Taerin-ya,” Kibum bergumam tak jelas nyaris terdengar seperti bisikan.

“Sebenarnya siapa aku Kibum-a?” tanya Taerin tak memperdulikan panggilan Kibum untuknya. Ia menatap Kibum dengan seksama dan tak memberikan ruang untuk Kibum memalingkan wajahnya. “Aku seperti saat 5 tahun lalu,” ucapnya kemudian menundukkan kepala.

Kibum menanti lagi kalimat demi kalimat dari Taerin yang sekarang mengangkat kepalanya dan menatap pepohonan di halaman hanoknya. “Aku tidak mengenal siapa diriku, aku tidak yakin apakah tubuhku yang sekarang ini adalah diriku dan tiap aku melihat punggungku saat itu aku merasa ada sesuatu disana yang sekarang sudah hilang,” jelas Taerin panjang membuat Kibum semakin diam dalam pikirannya.

“Aku selalu bermimpi berada diruang yang gelap dan sendirian, aku selalu berharap ada yang menemukanku dan mengatakan kalau semua baik-baik saja tapi,” Taerin menggantungkan kalimatnya.

“Aku tidak pernah menemukan siapa-siapa disana. Aku selalu sendirian,” ucap Taerin lagi.

“Sampai saat perkataan peramal waktu itu mengingatkanku atas semua yang terjadi padaku. Kibum-a, bisakah kau bantu aku menemukan jawabannya?” tanya Taerin yang sekarang menatap Kibum dengan penuh harapan membuat pria itu tidak bisa berkutik. Lidahnya masih kelu, pikirannya masih kacau antara menjelaskan semua rahasia yang dia simpan atau harus terus menyembunyikannya.

“Kibum-a,” Taerin mulai merajuk sambil menyentuh lengan Kibum membuat desiran darah keduanya mengalir lebih cepat dari biasanya.

“Bagaimana aku bisa membantumu?” tanya Kibum akhirnya.

Taerin terdiam, ia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukan oleh Kibum. Mereka masih saling berpandangan dalam diam. “Cium aku,” kata Taerin tiba-tiba membuat Kibum tersentak dan mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“Apa ada hubungannya menjawab pertanyaanmu dan sebuah ciuman?” tanya Kibum yang masih tidak mengerti.

Taerin mengangkat bahunya. “Aku tidak tahu tapi, aku ingin sekali kau melakukannya,” jawab gadis itu polos. Kibum menunduk sejenak memikirkan permintaan Taerin kemudian mendekatkan wajahnya ke wajah Taerin.

Dingin. Itulah kesan pertama yang Taerin rasakan saat bibir mereka menyatu dan perlahan bertaut semakin dalam. Gadis itu memejamkan matanya dan menikmati setiap sentuhan dibibirnya.

Sekelebat cahaya muncul entah darimana dan perlahan seperti membentuk sebuah gambaran yang kabur di kepala Taerin. Ia juga mendengar suara perempuan memanggil dua orang nama yang berbeda, Ouranus dan Triton.

Perlahan tangan kekar Kibum memeluk pinggang Taerin dan mendekatkan gadis itu ketubuhnya. Ciuman mereka semakin dalam dan tak ada yang berniat melepaskannya satu sama lain. Taerin mulai menikmati sentuhan lembut Kibum di punggungnya sedangkan potongan-potongan gambar di kepalanya terus muncul menyusun sebuah gambar yang hampir jelas.

“Triton, aku mencintaimu seperti aku mencintai Ouranus. Kumohon jangan ada kecemburuan lagi diantara kita,” suara perempuan yang memanggil Ouranus dan Triton tadi terdengar lagi di telinga Taerin.

“Apa kau tidak bisa memilih? Aku lebih mencintaimu,” kali ini suara seorang laki-laki yang di yakini Taerin adalah suara Triton terdengar.

“Aku mencintai kalian berdua. Kumohon mengertilah,” suara perempuan itu lagi.

“Kau mau mati hah?!” kini suara di telinga Taerin berganti dengan suara laki-laki yang belum pernah didengarnya. “Ouranus jangan!!”

Taerin tersentak lalu melepas ciuman Kibum dengan kasar. Tanpa disadarinya ia mendorong kuat tubuh Kibum membuat pria tadi hampir terjatuh dari duduknya.

Nafasnya memburu, ditatapnya lantai hanok yang terbuat dari kayu sambil terus mengatur nafasnya. “Gweanchana?” tanya Kibum khawatir melihat sikap Taerin sekarang. Ditariknya wajah Taerin hingga menatapnya.

“Kenapa? Kenapa aku hanya mendengar suara-suara tanpa melihat gambarnya?” tanya Taerin setelah ia yakin nafasnya sudah kembali teratur. Kibum mengelus pipi gadis itu lembut. “Mungkin belum saatnya kau mengingat semuanya Taerin,” jawab Kibum berusaha tenang walau sebenarnya ia panik mendapat kenyataan bahwa Taerin akan segera mengingat masa lalunya.

Taerin menundukkan kepalanya lagi, kali ini Kibum membiarkannya. Hembusan angin bertiup sedikit kencang membuat buku diatas meja tadi terbuka perlahan. Taerin melirik sekilas buku tadi kemudian mengambilnya cepat saat mengingat satu hal.

Ia membalik cepat halaman demi halaman hanya untuk melihat halaman paling belakang buku itu sedangkan, Kibum hanya mampu melihatnya sambil terus mengatur emosinya yang turun naik.

Taerin membaca kalimat demi kalimat di halaman itu sambil menunjukinya. “Dibuku ini, kenapa tidak diceritakan akhir cerita cinta mereka bertiga? Kenapa disini hanya menceritakan tentang kisah pertempuran Triton dan Ouranus tanpa menceritakan bagaimana nasib cinta ketiganya?” tanya Taerin yang kemudian memalingkan wajahnya kepada Kibum.

“Tunggu dulu,” Taerin menghentikan gerakan bibir Kibum yang akan mulai menjawab. Ditatapnya lagi buku tadi dan dicarinya nama yang baru saja ia sebutkan.

“Triton. Ouranus.”

“Apa yang kau ingat Taerin?” tanya Kibum memberanikan diri.

“Aku mendengar suara perempuan memanggil nama Ouranus dan Triton tadi. Aku juga mendengar berbagai percakapan yang tidak aku mengerti,” jawab Taerin. Ia sekarang menopang kepalanya dengan tangan sambil memikirkan semua hal yang dirinya tak mengerti. Ia memejamkan matanya dan mulai mencari potongan-potongan gambar tadi namun hasilnya gagal.

“Kau baik-baik saja Taerin-ya?” tanya Kibum lagi kali ini nadanya lebih khawatir dari sebelumnya. Taerin membuka matanya lalu mengangguk pelan. “Istirahatlah, kau terlalu banyak berpikir,” ucap Kibum yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Taerin.

-ooOOoo-

Zhoumi menatap lekat pria dihadapannya dengan tatapan marah. Sudah hampir dua minggu pertanyaannya tak kunjung dijawab. “Aku bertanya kepadamu untuk yang terakhir kalinya. Apa yang kau ketahui dan tidak kuketahui?” tanya Zhoumi dengan nada sedikit berang.

Kibum yang juga masih menatapnya lekat membuka bibirnya. “Sudah kubilang. Kau mengetahui apa yang kuketahui,” jawabnya tenang membuat amarah Zhoumi tak tertahan lagi.

Tangannya yang kekar mengepal kuat dan siap menghajar Kibum. “Aku bertanya sekali lagi Kibum-a. Apa yang kau ketahui dan tidak kuketahui?”

Lagi-lagi Kibum menjawabnya dengan jawaban yang sama dengan nada yang setenang tadi. Zhoumi menggeram, dihantamnya kepalan tangannya ke wajah Kibum dengan kuat membuat tubuh Kibum tersungkur karena tidak siap menerima sebuah pukulan tiba-tiba itu. Disapunya sudut bibirnya yang robek kecil dan mengeluarkan sedikit darah segar.

“Jangan pernah bermain-main denganku!” pekik Zhoumi sambil berjalan menghampiri tubuh Kibum yang masih tersungkur dan mengarahkan bogem mentahnya lagi ke wajah Kibum bertubi-tubi.

“Kenapa tidak melawan? Bukankah kau yang dulu sering menghajarku hah?!” pekik Zhoumi lagi.

Tubuh Kibum melemah, wajahnya babak belur dihajar Zhoumi seperti tadi. Bukannya tidak bisa membalas namun ia tidak mau membalasnya, ia akan mengeluarkan kekuatan yang tidak mungkin bisa Zhoumi lawan.

“Katakan apa yang ingin aku dengar, Ouranus!!” pekik Zhoumi lagi membuat langit menggelegar dan awan hitam mulai menyelimuti langit saat ini. Kibum menelan ludahnya susah payah, wajahnya benar-benar sakit sekarang. “Tidak ada yang perlu kau ketahui,” jawab Kibum dengan kesusahan.

Zhoumi kembali menggeram dan siap memukul wajah Kibum lagi namun gerakan tangannya di tangkap oleh Kibum. “Jangan biarkan aku memberikanmu sebuah pukulan yang tidak akan bisa kau lawan, Triton.”

“Seperti pukulan yang kau berikan pada Herse?!”

“Itu bukan mauku!!” Kibum mendorong tubuh Zhoumi menjauh dari tubuhnya agar ia bisa bangkit dan membalas pukulan Zhoumi padanya tadi. Ia bangkit dengan terhuyung dan merasakan sakit di sekujur tubuhnya.

“Apa dewa sepertimu pantas mencintai Herse?!” pekik Zhoumi lagi membuat Kibum semakin geram. “Lalu kau sendiri apa pantas mencintai Herse?!” Kibum membalas pertanyaan yang sama kepada Zhoumi membuat kedua kini sama-sama menggeram marah.

“Kau yang membuatnya seperti sekarang!”

“Tapi, kau yang selalu memancing kemarahanku!!” pekik Kibum lagi membuat angin semakin kencang berhembus dan hujan mulai turun membasahi bumi. Zhoumi mengepalkan tangannya lagi dan kembali menghajar Kibum yang masih terhuyung ditempatnya.

Serangan bertubi-tubi diluncurkan Zhoumi untuk Kibum, amarahnya tak terbendung lagi. Ia muak dengan Kibum dan segala sesuatu yang tidak ia ketahui. “Kalau kau memang tidak ingin mengatakannya. Aku sendiri yang akan memberanikan diri bertanya pada Zeus.”

Kibum tidak menjawab sampai Zhoumi menghilang dari hadapannya. Ia merintih kesakitan dan hanya memanggil nama Taerin dengan lirih berharap gadis itu mendengar rintihannya.

-ooOOoo-

Taerin menatap hujan dari dalam hanoknya. Sudah 3 jam sejak kepulangan Kibum tadi namun hatinya masih penuh pertanyaan akan siapa sosoknya yang sebenenarnya.

“Taerin,” Taerin menoleh kebelakang dan tidak menemukan siapapun disana saat ia mendengar seseorang memanggil namanya. “Taerin,” suara itu datang lagi namun kali ini lebih jelas membuat Taerin semakin yakin ada seseorang yang memanggilnya.

Taerin memandang pohon besar yang terletak 200 meter dari hanoknya lalu segera mencari payung dan keluar dari hanok menuju pohon itu.

Ia berjalan tergesa-gesa saat suara itu semakin keras ditelinganya dan terdengar seperti rintihan. Taerin mengedarkan pandangannya saat sampai di pohon besar itu mencari seseorang dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok Kibum tak jauh dari pohon itu dengan wajah bersimbah darah.

Ia berjalan mendekati Kibum dan matanya menangkap sesuatu yang pernah ia lihat waktu itu. Seluruh persendiannya melemas, ia jatuhkan dirinya didekat tubuh Kibum dan memberanikan dirinya untuk menyentuh sesuatu di punggung Kibum itu.

“Taerin. Tolong aku,” suara Kibum mengejutkan Taerin.

“Kau kenapa Kibum?” tanya Taerin dengan takut. Kibum tak menjawab, ia masih merintih kesakitan karena air hujan mengenai lukanya.

Mendengar rintihan Kibum itu, Taerin mencoba membopong tubuh Kibum dan membawanya ke dalam hanoknya sambil memikirkan pertanyaan yang tepat untuk Kibum tentang sayap yang menempel di punggung pria itu.

To Be Continued

7 thoughts on “Triangle Love Part 3

  1. Makin bingung aku nebak end nya syp yg nanti bakal sama taerin . 50:50 menurut aku , tp perasaan ku kok gak enak ya -_-

    waktu taerin baca2 buku yg yunani itu dan kaget , jadi inget ff yg aku baca . Agak mirip , beda nya kalo ini dewa dia kerajaan hehe

    serem jg ya liat zhoumi marah , sampe cuaca berubah gitu..
    Omo , jadi herse pernah di pukul ouranus :O

    yaelah ngiri bgt aku taerin di perebutkan 2 namja gitu -..-
    lanjut ya eonni ^o^

  2. wah! wah! wah!
    akhrnya taerin liat sayap kibum juga.. ahaha..
    kibum penuh dgn rahasia.. -_-
    jadi bukan zhoumi aja yg dibikin penasaran,. aku jugaaaaaaaa!!! ToT

  3. ahh.. sbnr’a apa yg trjdi sma mrka dlu sich?? trus si kibum tuw ngrahsiain apa???
    jgn blng klo yg bkl prgi tuw si zhoumi*soktau
    trus yg mncul di prolog tuw si taerin ya??*soktaulgiaQ
    nice ff chingu.. 🙂
    ditunggu part slnjt’a.. jgn lma2 ya..?

  4. Wah makin ke klimaks aj ni . Jd kibum lebi kuat dari Gantleman Mimi ??. Wha horeee 😀 *dibantai mitangs*
    makasi makasi bgt buat authornya. Uda buat ff yg cast nya kibum oppa 😀 mengobati kerinduann sy. Kyaa bumie ^^*

  5. Makin keren dan bkin pnsaran..
    Rada bngung sih awal’nya, abis nama yunani smua -.-a
    Baca next part dulu aa..hahha

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s