Super Junior’s Love Story {3# Yesung – Saejin}

Author: Ulfah_Naziah

Title: Super Junior’s Love Story {3# Yesung-Saejin}

Cast(s):

  • Kim Jongwoon (Yesung)
  • Song Saejin

Support Cast: Beberapa member SJ

Genre: Romance

Rating: PG-14

Length: Oneshot

Warning: Mohon maaf bila masih ada typo, berarti itu typo nakal, ngumpet dari penglihatan mata saya. It’s just fanfiction ya ^^

A/N:Itu posternya jelek banget ya? Maklum itu ngeditnya ngedadak, sekitar sepuluh menit. Maaf juga baru bisa publish sekarang, lagi-lagi gara-gara pak writer block. Salahin tuh sama dia. Kekeke~ Happy reading, semoga suka. Jangan lupa comment ^^

Prolog| Story 1| Story 2

Story

“Yesung-ssi, lepas. Lepaskan tanganku, Yesung-ssi..” Seruan keras seorang perempuan dari belakang tidak membuat Yesung melepaskan cengkraman tangannya dilengan perempuan tersebut. Dia malah semakin mempererat cengkramannya.

Yesung terus menariknya berjalan memasuki lift, dia lalu menekan lantai satu. Yesung hanya diam, wajahnya datar tidak menunjukan ekspresi apapun. Dia terus saja mencengkram lengan perempuan itu sampai mereka berada dilantai satu dan keluar dari apartement.

Yesung melepaskan cengkraman tangannya dan menatap lelah kearah perempuan itu.

“Dengar, Song Saejin..” Yesung membalikan tubuh perempuan yang ternyata bernama Song Saejin itu kehadapannya, dia lalu memegang kedua bahu Saejin dan menatapnya lembut.

Sesaat dia hanya menatap wajah gadis yang sudah mengisi ruang hatinya selama lebih dari dua tahun itu, dia lalu menghela napas.

“Kau harus mengerti dengan pekerjaanku. Bukankah kau tahu, Yesung yang ada didepan kamera itu bukan Yesung yang berada dihadapanmu sekarang. Dia hanya bekerja karena skrip, tuntutan perusahaan dan sutradara yang memerintahkannya..” Jelas Yesung.

Dia hanya ingin kalau Saejin –kekasihnya- tahu dan mengerti bahwa pekerjaannya menjadi seorang artis mengharuskannya mempunyai dua sisi yang berbeda. Sisi yang mengharuskannya tampak mengagumkan, baik, sempurna dimata orang lain. Ya, sisi Kim Yesung yang berada didepan kamera. Dan sayangnya Saejin masih belum mau mengerti dengan pekerjaannya itu.

Seperti tadi saat Yesung bersama member Super Junior mengisi sebuah acara, dia diharuskan untuk lebih dekat dengan aktris perempuan. Bahkan mereka disuruh berperan layaknya sepasang kekasih sungguhan dan terpaksa Yesung harus memenuhinya. Sekali lagi, itu hanya demi perusahaan dan ke-profesionalannya menjadi seorang publik figur.

Tapi Saejin tidak mengerti itu, dia marah ketika dia melihat ada adegan dimana Yesung diharuskan untuk mencium bibir aktris perempuan itu. Ya, Saejin masih belum bisa mengerti posisi namja itu sekarang. Kejadian itulah yang membuat pertengkaran ini terjadi, sehingga Yesung harus membawa gadis itu keluar dorm karena tidak ingin menganggu member yang lain karena pertengkaran mereka.

Yesung menghela napas sekali lagi, dia lalu menatap Saejin lekat-lekat. Gadis itu hanya menundukan wajahnya dan menggigit bibir bawahnya. Yesung lalu mendongakkan wajah Saejin dan memandang langsung kemanik matanya.

“Kau harus tahu. Aku, Kim Jongwoon akan selalu mencintai Song Saejin. Apapun yang terjadi, kau tidak perlu mempercayai ucapan orang lain, kau tidak perlu mempercayai penglihatan orang lain.

Yang harus kau percayai hanya aku, orang yang selalu mencintaimu sampai kapan pun” Ucap Yesung, dia menatap lekat-lekat manik mata Saejin, menegaskan kalau dia bersungguh-sungguh dalam ucapannya.

Perlahan-lahan Saejin menarik ujung bibirnya untuk tersenyum, dan tak lama dia pun mengangguk. Ya, sekarang dia percaya kalau laki-laki yang sedang menatapnya sekarang tidak akan pernah mengkhianati cintanya.

Selama ini dia hanya takut kalau Yesung merasa bosan atau lelah dengan hubungan mereka. Walau bagaimana pun Saejin adalah perempuan biasa-biasa saja bila dibandingkan dengan aktris-aktris perempuan yang selama ini dekat dengan Yesung.

Dia sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Itulah yang selama ini selalu ada dipikiran Saejin.

Yesung tersenyum lembut, dia mengelus rambut Saejin sayang. Dia bersumpah, dia sangat mencintai perempuan yang sekarang berada dihadapannya ini. Dia lalu mulai mendekatkan wajahnya kewajah Saejin, jarak mereka perlahan semakin mendekat. Saejin sudah terlebih dahulu menutup kedua matanya, dan itu membuat Yesung tersenyum kecil.

Bibir mereka pun perlahan mulai bertemu, sebelum Yesung mulai mencium Saejin, suara blitz kamera dan cahayanya membuat Yesung menolehkan wajahnya kebelakang.

JEPRET~

Sekali lagi suara itu terdengar, Yesung mencari-cari asal suara itu dan disudut pohon itu berdiri seorang pria dengan kamera Nikkon ditangannya dan dia berhasil mengambil gambar dirinya bersama Saejin yang sedang berciuman.

Yesung mulai meneguk ludahnya panik, jangan bilang kalau pria itu….wartawan?

“Ya! Tunggu..” Seru Yesung ketika melihat pria itu mulai pergi, pria itu sama sekali tidak menghiraukan seruan Yesung. Dia hanya terus berjalan dengan agak tergesa dan lama kelamaan bukan lagi berjalan melainkan berlari. Yesung yang melihat itu segera berlari mengejarnya.

“Ahjussi, itu tidak seperti yang anda lihat. Aku mohon jangan sebarkan foto itu..” Seru Yesung mencoba berlari mengejar pria itu yang sudah jauh berada didepannya.

“Ahjussi, akan aku berikan apapun yang kau mau, asalkan kau tidak menyebarkan foto itu kemedia” Seruan Yesung itu berhasil membuat pria itu menghentikan larinya dan menatap Yesung meremehkan.

“Apapun heh? Sebegitu berharganya foto ini untukmu? Tapi sayang aku tidak akan memberikannya padamu, media akan membayarku jauh lebih tinggi” Serunya menyeringai, setelah itu dia menghentikan salah satu taksi yang lewat dan masuk kedalam.

Perlahan taksi itu mulai berjalan pergi, meninggalkan Yesung yang hanya diam dengan wajah pucat. “Bagaimana ini?”

****

Yesung sama sekali tidak bisa tidur semalaman, dia terus saja memikirkan tentang pria itu atau kita sebutlah sebagai wartawan yang telah berhasil memotret dirinya bersama Saejin. Dan yang lebih parahnya lagi mereka sedang berciuman.BERCIUMAN.

Yesung tidak pernah berpikir kalau ini akan terjadi, dia sudah berpacaran dengan Saejin lebih dari dua tahun dan selama itu hubungan mereka baik-baik saja. Maksudnya belum sama sekali tercium media, tapi kenapa sekarang bisa terjadi?

Ini semua karena kesalahan dirinya yang terlalu ceroboh membawa Saejin keluar dorm mereka dan yang lebih parahnya lagi Yesung tidak memikirkan akibatnya ketika mencium Saejin ditempat umum, meskipun itu hanya diluar dorm mereka. Tapi ternyata masih banyak saja wartawan yang berkeliaran.

“Yesung, neo jinjja pabo..” Umpatnya pada diri sendiri, dia lantas bangkit dari tidurnya dan meregangkan tangannya beberapa kali.

“HYUNG, APA YANG KAU LAKUKAN SEMALAM?” Teriak Sungmin dari luar kamar Yesung, namja itu hanya menghela napas sekali, dia lantas bangkit dan berjalan gontai keluar kamar.

Diluar Yesung bisa melihat wajah pucat ketiga member –Sungmin, Kyuhyun dan Ryeowook- yang menatap kearah layar televisi. Yesung lalu mengalihkan tatapannya kearah televisi, untuk melihat apa yang terjadi.

Yesung Super Junior ternyata mempunyai sebuah skandal dengan seorang wanita, kemarin malam seorang wartawan yang tidak ingin disebutkan namanya melihat Yesung tengah berciuman diluar apartement mereka –sampai saat ini kami tidak mengetahui identitas wanita tersebut- berikut adalah foto yang wartawan itu dapat semalam.

Yesung segera mengambil remote dan mematikan televisi itu, dia lalu duduk disofa dan memijat pelipisnya. Tiba-tiba kepalanya terasa sangat pusing.

Ketiga member masih saja menatap Yesung ingin tahu. Lagi, Yesung hanya bisa menghela napas melihat ketiga dongsaengnya menatapnya seperti itu. Sudah berapa kali dia menghela napas pagi ini?

“Kau harus menjelaskannya, hyung..” Ucap Ryeowook, dia lalu duduk disebelah Yesung. Hal yang sama juga di ikuti oleh Kyuhyun dan Sungmin. “Apa itu semua benar? Kau tidak mungkin melakukan hal seceroboh itu bukan?” Tanya Kyuhyun.

“Tapi sayangnya semua itu benar. Aku melakukan sebuah kecerobohan” Ucap Yesung putus asa, dia masih saja memijat pelipisnya yang terasa pening.

“Apa itu waktu hyung membawa Saejin noona keluar semalam?” Tanya Sungmin, Yesung mengangguk sebagai jawaban,

“Kau dalam masalah besar hyung” Ucap Kyuhyun prihatin.

“Ya..” Ya, Yesung dalam masalah besar sekarang. Bagaimana reaksi perusahaan mendengar kabar ini? Bahkan bagaimana reaksi ELFs mendengar ini, apa mereka bisa menerima semua ini atau malah sebaliknya?

Dan yang paling dia khawatirkan saat ini adalah gadisnya –Saejin- dia sangat khawatir kalau banyak orang yang akan mencela atau bahkan menyakiti Saejin. Setelah tahu gadis itulah yang berciuman dengannya tempo hari.

Memikirkan itu membuat kepala Yesung tambah pusing. Aisshh~ kenapa dirinya bisa melakukan hal ceroboh seperti tadi malam?

Tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar, Leeteuk masuk dengan wajah murka sambil membawa sebuah Koran ditangannya. Dia lalu melempar Koran itu kehadapan Yesung.

“Apa yang sekarang sedang kau lakukan hah?” Leeteuk menatap marah kearah Yesung, namja itu hanya diam dan mengambil Koran yang dilemparkan oleh Leeteuk tadi dan membacanya. Isi yang sama seperti yang tadi ada ditelivisi. Artikel tentang dirinya, skandalnya.

“Mian hyung, aku membuat sebuah kecerobohan..” Yesung hanya bisa menunduk

“Ya, kecerobohan yang sangat fatal. Apa kau tahu, sekarang sudah banyak wartawan yang menunggu penjelasanmu diluar dorm. Apa kau tahu itu?” Leeteuk menaikan satu oktaf nada bicaranya, dia benar-benar kesal pada namja ini yang sekarang hanya bisa menunduk. Kenapa Yesung bisa seceroboh itu?

Yesung mendongakkan wajahnya sedikit terkejut. “Mwo? Wartawan?”

“Ya, bahkan para ELF juga ada disana” Cibir Leeteuk, Yesung menggerakan kedua bola matanya gelisah.

Bagaimana ini? Apa yang harus dia lakukan sekarang? Sebentar lagi dia dan member Super Junior harus mengisi sebuah acara dan itu berarti dia harus keluar dan menemui para wartawan. Dan Yesung belum siap kalau harus menjawab pertanyaan dari para wartawan.

Yesung menjambak rambutnya frustasi “Bagaimana ini?” Tanya Yesung bingung, dia tidak menyangka masalahnya akan menjadi serumit ini.

Leeteuk menghela napas, raut wajahnya tidak semarah tadi. Dia lalu menepuk pundak Yesung mencoba menyemangati.

“Tenanglah, kita semua akan membantumu..”

——

Yesung kembali menghela napas untuk yang kesekian kalinya, dia meremas-remas kedua tangannya cemas. Sekarang dia sedang berada didalam lift bersama member Super Junior lainnya.

“Tenanglah hyung, semuanya akan baik-baik saja” Ucap Ryeowook merasa khawatir melihat Yesung yang dari tadi hanya menghela napas.

Yesung tersenyum gamang kearah dongsaengnya itu.

Ting~

Pintu lift terbuka dan bersamaan dengan itu puluhan blitz kamera menyambut mereka. Para wartawan sibuk mengambil foto Yesung yang saat itu sengaja memakai kacamata dan topi untuk menutupi wajahnya.

“Apa benar skandal itu, Yesung-ssi?”

“Siapa nama perempuan itu Yesung-ssi?”

“Apakah kau benar-benar berpacaran dengannya?”

“Tolong lah bicara Yesung-ssi, tolong beri konfirmasi pada kami..”

Yesung tidak memperdulikan puluhan pertanyaan dari para wartawan itu yang dilayangkan untuknya. Dia hanya menunduk dan terus berjalan, dia sama sekali tidak berniat menjelaskan mengenai skandalnya itu, Yesung lalu mempercepat langkahnya dan cepat-cepat memasuki van Super Junior diikuti member lain dibelakangnya.

“Hah~ Gila! Para wartawan itu ganas sekali..” Celetuk Kyuhyun begitu dia masuk kedalam van.

“Aku tidak mau berurusan dengan wartawan-wartawan itu..” Timpal Eunhyuk dan itu membuat Leeteuk harus menjitak kepalanya sekali. Dia lalu menyuruh Eunhyuk berhenti berbicara dan menunjuk Yesung melalui isyarat matanya.

Yesung hanya diam sambil menunduk, dia sama sekali belum melepaskan topi dan kacamata yang menutupi wajahnya.

Eunhyuk mengangguk dan menutup mulutnya, sampai mobil van itu melaju dan membawa mereka kegedung KBS.

****

Saejin sama sekali tidak nyaman ditatap seperti itu oleh puluhan orang yang dilewatinya, seperti sekarang dia sedang menunggu bus dihalte. Sebagian orang-orang disana –yang kebanyakan anak SMA yang akan berangkat sekolah. Mereka menatap Saejin dari atas sampai bawah, seperti sedang menilai. Dan setelah itu mereka akan mulai berbisik-bisik dan menatap Saejin meremehkan.

Saejin mencoba untuk mengacuhkannya, dia kemudian masuk kedalam bus yang berhenti. Didalam, dia sama sekali tidak kebagian tempat untuk duduk dan terpaksa dia hanya berdiri.

Tidak jauh berbeda dengan dihalte, didalam bus pun sama. Orang-orang sibuk berbisik-bisik dan menatap kearah Saejin dengan tatapan mencela, Saejin hanya menghela napas dan berusaha untuk menutup kupingnya rapat-rapat mencoba untuk tidak mendengarkan pembicaraan mereka. Dan sudah jelas pembicaraan itu tentang dirinya dan kekasihnya –Yesung-. Ya, Saejin sudah melihat tentang skandal dirinya dan Yesung tadi pagi, waktu dia tidak sengaja menonton acara infotaiment.

Saejin bergegas turun dari dalam bus, ketika bus itu sudah sampai ditempat tujuannya. Kalau lama-lama didalam sana bisa membuat kuping Saejin panas.

Saejin melangkah dengan sedikit agak tergesa, dia sudah terlambat ketempat berkerja. Semoga saja anak-anak tidak akan marah karena menunggu dia datang. Ya, Saejin adalah seorang guru TK, dan dia bekerja disebuah sekolah TK di Seoul. Dia baru saja menjadi seorang guru sekitar dua bulan yang lalu.

“Annyeong~~ anak-anak..” Ucap Saejin ceria begitu dia membuka pintu kelasnya, anak-anak yang berada didalam menoleh dan langsung berhamburan memeluk Saejin.

“Saem, kau lama sekali..” Ucap salah satu murid, Saejin tersenyum dan mengacak rambut anak itu gemas.

“Aigoo~ mianhe. Soesangnim ada urusan tadi. Ayo, kita mulai belajar..” Saejin menuntun anak-anak itu kembali kedalam kelas. Mengajar adalah salah satu cara yang bisa membuat suasana hati Saejin menjadi lebih baik.

****

Yesung sama sekali tidak fokus tadi selama ferform Mr.Simple dibackstage, dia beberapa kali melakukan kesalahan baik dalam hal dance atau pun menyanyi. Pikirannya sepenuhnya terpusat kepada Saejin dan skandalnya sekarang.

“Hyung..” Yesung mendongak begitu dia merasakan seseorang menepuk bahu kanannya. Ternyata Minho.

“Kau terlihat tidak fokus tadi, kau baik-baik saja hyung?” Seru Key dibelakang Minho. Yesung mengangguk sebagai jawaban dan tersenyum meyakinkan kearah mereka.

“Soal..sakandal itu, apakah itu benar hyung?” Celetuk Jonghyun, Yesung hanya tersenyum gamang kearah mereka. Dan itu membuat member SHINee menyimpulkan bahwa senyuman itu sebagai jawaban ‘Ya’.

“Hmm, bagaimana comeback kalian tadi. Lancar?” Tanya Yesung mengalihkan pembicaraan, si magnae Taemin mengangguk dengan antusias.

“Para fans bahkan sudah membuat fanchartnya..” Taemin terlihat antusias sekali dan itu mampu membuat Yesung menjadi tersenyum.

“Baguslah, ayo kita berfoto bersama. Aku secara resmi akan mendukung kalian..” Yesung lalu mengeluarkan Iphonenya dan menyuruh salah satu staff yang tidak sengaja lewat diruang tunggu mereka untuk mengambilkan gambar mereka berenam.

Sang leader Onew berada didepan, Taemin berdiri paling kanan disebelahnya Minho yang sedang meminum sebuah minuman dan ditengah ada Yesung dan disebelahnya ada Key dan Jonghyun. Mereka lalu tersenyum dan cheers.

Setelah itu mereka lalu mengucapkan terima kasih pada salah satu staff itu. Yesung lalu mengupload foto itu ke acc twitternya.

“Hyung, kami pergi lebih dulu. Ada schedule lainnya..” Pamit Onew, Yesung mendongak dan mengangguk. “Ne..”

“Kalau begitu kami pamit pergi dulu, annyeong sunbaedeul” Pamit kelima member SHINee kesemua member SJ yang ada diwaiting room itu. Leeteuk mengangguk dan tersenyum, setelah itu kelima member keluar dari ruangan.

Setelah selesai dengan twitternya, Yesung kembali memasukan Iphonenya kesaku celananya, dia lalu menghela napas berat.

“Merasa lebih baik?” Tanya Leeteuk menghampiri Yesung, dia lalu duduk disamping namja itu. “Buruk..”

“Wartawan sudah banyak diluar, menunggumu..” Yesung hanya mengangguk mengiyakan.

“Sudah mencoba menghubungi Saejin?” Seolah merasa diingatkan, Yesung tersentak dan menepuk jidatnya sekali, dia lalu mengeluarkan handphonenya dan menekan speed dial 1 untuk menghubungi gadis itu.

Kenapa dia sampai lupa untuk menghubungi gadis itu? Nada sambung mulai terdengar, dan tak lama sambungan pun terhubung.

“Saejin-ah..”

****

“Saejin-ah..” Suara Yesung terdengar begitu gadis itu mengangkat sambungan telponnya.

“Ne, Yesung-ssi..” Jawab Saejin, dia menjepitkan(?) handphonenya diantara telinga dan bahunya, dia lalu membantu salah satu muridnya untuk memotong sandwich, sekarang memang jam istirahat makan siang. Dia lalu membantu menyuapkan potongan sandwich itu kedalam mulut muridnya.

“Enak?” Tanya Saejin, anak itu mengangguk. “Eung~”

“Kau sedang mengajar, Saejin-ah?”

“Ani~ ini istirahat jam makan siang, aku membantu muridku makan” Ucap Saejin, dia lalu mulai menyuapkan potongan sandwich itu kedalam mulut muridnya kembali.

“Apa aku mengganggu?”

“Aniyo~~” Ucap Saejin cepat, dia lalu menyuruh muridnya itu untuk melanjutkan makan sendiri, setelah itu dia lalu bangkit dan berjalan kembali kemejanya.

“Apa kau baik-baik saja?”

“Tentu saja, nan gwaenchana..”

“Soal skandal kita…” Saejin mengerutkan kedua alisnya ketika tidak juga mendengar kelanjutan ucapan Yesung.

“Yesung-ssi?” Panggil Saejin, ketika mereka hanya diam selama beberapa saat.

“Hmm, apa tidak ada yang menyakitimu sampai sejauh ini?” Saejin sedikit menegakan posisi duduknya begitu dia mendengar pertanyaan dari Yesung.

Sampai sejauh ini belum ada yang menyakiti gadis itu, tapi kalau menatap dengan tatapan menusuk itu sudah banyak. Seperti tadi pagi ketika gadis itu berada dihalte dan didalam bus. Ya, sampai sejauh ini.

“Tidak ada yang menyakitiku, tenang saja..” Balas Saejin tersenyum, walau Yesung tidak akan mungkin melihat senyumannya itu.

Yesung terlihat menghembuskan napas lega dan Saejin bisa mendengar itu. “Syukurlah, besok kau ada acara?” Saejin terlihat mengingat-ngingat apakah besok dia ada acara atau tidak dan sepertinya memang dia sedang tidak mempunyai acara.

“Tidak, ada apa?”

“Aku ingin mengajakmu makan di Handel&Gretel. Kau bisa?”

“Ne, aku bisa” Balas Saejin tersenyum senang, sudah lama Yesung tidak mengajaknya makan bersama. Namja itu selalu sibuk dengan jadwalnya bersama member SJ, sehingga tidak mempunyai waktu untuk sekedar makan bersama.

“Kalau begitu aku tutup telponnya, Saejin-ah. Annyeong..”

“Annyeong..” Saejin menutup telponnya begitu Yesung mematikan lebih dulu sambungan telpon mereka. Saejin masih mempertahankan senyumannya, dia lalu bangkit berdiri.

“Anak-anak istirahatnya sudah selesai, ayo kembali belajar..”

“Ne, saem~~” Koor anak-anak kompak.

——

“Ne, hati-hati anak-anak..” Saejin melambaikan tangannya kesebagian muridnya yang telah dijemput pulang oleh orang tuanya masing-masing. Hanya tinggal satu orang muridnya lagi yang belum pulang, masih menunggu orang tuanya dating.

“Sujin-ah, kau belum pulang?” Tanya Saejin, dia lalu menghampiri Sujin duduk dibangku. Gadis kecil yang bernama Saejin itu mengangguk, wajahnya terlihat murung.

“Oenni belum datang menjemput, saem..” Rajuk gadis kecil itu, dia mengerucutkan bibirnya kesal. “Bagaimana kalau saem menemanimu sampai oenni Sujin datang kesini. Otteo?” Tawar Saejin, Sujin terlihat mengangguk antusias.

Senyuman mulai menghiasi wajahnya kembali, Saejin tersenyum dan mengacak rambut Sujin gemas.

“Saem..”

“Ya, Sujin-ah..” Saejin menoleh dan menatap lembut gadis cilik itu.

“Apa saem punya pacar?” Tanya Sujin, dia menatap wajah Saejin lekat-lekat dengan tatapan polosnya. Saejin tersenyum kecil dan mengacak rambut gadis cilik itu lagi. “Ne..”

“Apa dia tampan?”

“Hmm~” Saejin memegang dagunya, berpose seolah tengah berpikir. Sedetik kemudian dia mengangguk. “Ne, dia tampan. Tampan sekali..” Mata Sujin seketika berbinar.

“Apa saem mencintainya?” Dan tanpa berpikir panjang Saejin mengangguk mantap. “Saem sangat mencintainya Sujin-ah, seperti saem mencintai Sujin dan murid lainnya..” Ucap Saejin diakhiri senyuman tulus darinya.

“Sujin-ah..” Panggil seorang anak SMA,Sujin menoleh dan tersenyum senang.

“Oenni~” Panggilnya, tapi kemudian dia menatap lekat-lekat kearah Saejin dan menatap tidak suka. Dia lalu menarik tangan Sujin menjauhi Saejin.

“Jauhi dia, Sujin-ah. Dia orang yang jahat..” Ucap kakaknya, Saejin mengerutkan alis tidak mengerti. Jahat? Apa yang dilakukannya sehingga membuat kakaknya Sujin berpikiran kalau dia jahat? Dia merasa dia tidak pernah melakukan hal yang salah pada kakak Sujin, dia bahkan belum mengenal gadis SMA itu.

“Saem tidak jahat oenni~~ saem orang yang baik..” Sanggah Sujin tidak terima.

“Dia adalah wanita yang merebut Yesung oppa dari kami. Ayo pulang Saejin-ah, wanita ini wanita murahan..” Cibir kakak Sujin, dia lalu menarik tangan Sujin pergi dari sekolah itu.

Saejin hanya tersenyum kecut, ternyata kakak Saejin itu adalah ELFs dia adalah salah satu orang yang tidak terima akan skandal Yesung. Saejin lalu menghela napas dan mulai melangkah pergi meninggalkan sekolah tempat mengajarnya itu.

“Bukankah itu perempuan yang berciuman dengan Yesung oppa?”

“Ya benar, dia terlihat sangat jelek. Tidak cocok sekali dengan Yesung oppa yang tampan”

Saejin berusaha tidak mendengarkan obrolan dua orang gadis SMA yang duduk dibangku bus belakangnya, dia lebih menyibukan dirinya mengutak-atik handphonenya.

“Dia wanita murahan, benar kan?”

“Ya benar, dan juga menjijikan..” Setelah itu mereka berdua tertawa, Saejin menutup matanya untuk beberapa saat, menenangkan dirinya. Dia sudah cukup sakit hati dikatakan murahan oleh dua orang itu, apa salah kalau dia mempunyai hubungan dengan Yesung –pangeran mereka.

Yesung juga laki-laki normal, dia butuh dicintai. Bukan hanya oleh fansnya saja tapi dia juga butuh orang spesial yang mendukungnya, mencintainya. Seharusnya mereka mengerti itu.

Saejin bangkit dari duduknya, langkahnya sedikit dia sentakan. Dia lalu menatap tajam kedua murid sekolah itu, kedua gadis itu hanya menatap dengan tatapan mencibir. Dan membuat Saejin menggertakan giginya kesal.

“Ya! Kalian berdua, apa kalian tidak diajarkan sopan santun disekolah?” Seru Saejin kesal, orang-orang yang ada didalam bus itu mulai melirik kearah mereka dan Saejin tidak memperdulikannya.

“Sopan santun hah? Aku tidak perlu memakai sopan santun pada wanita perebut seperti kau. Dasar wanita murahan..” Cibir yeoja yang memakai bandana biru, dia menatap Saejin meremehkan. Saejin lalu melangkah menghampiri kedua gadis itu dan tanpa menunggu lama dia lalu menampar wajah gadis yang memakai bandana biru itu.

“Jaga bicaramu anak kecil, aku ini lebih tua dari pada kau..” Seru Saejin kesal, gadis berbandana biru itu memegang pipinya yang memerah dia lalu menatap marah kearah Saejin.

“Dasar wanita jalang..” Ucapnya, dan setelah itu dia lalu menjambak rambut Saejin keras, menyebabkan Saejin tersungkur jatuh kebawah.

Saejin berusaha melepaskan tangan gadis itu yang menjambak rambutnya tapi sia-sia karena teman gadis berbandana biru itu membantunya menjambak rambut Saejin. Karena kesal, Saejin membalas menjambak rambut gadis itu, pertengkaran saling berjambak(?) pun dimulai.

Para penumpang yang ada didalam bus itu tidak ada yang berniat menghentikan mereka, para penumpang itu hanya diam dan menonton. “Dasar wanita murahan, kau merebut Yesung oppa dari kami..” Ucap gadis berbandana biru itu emosi, dia menjambak rambut Saejin lebih keras membuat Saejin sedikit meringis kesakitan.

“Aku tidak merebut siapapun dari kalian, Yesung-ssi berhak menentukan cintanya..” Sanggah Saejin, dia masih berusaha melepaskan tangan gadis itu dari rambutnya. Tapi sepertinya kedua gadis itu tidak perduli, mereka terus saja menjambak rambut Saejin.

CKIT~ Tiba-tiba bus itu berhenti dan tak lama supir bus itu mulai bangkit dari kursinya dan melangkah kearah mereka.

“Hentikan, keluar kalian. Bus ini bukan ajang untuk bertengkar” Seru supir bus itu tegas, dia menunjuk pintu pertanda menyuruh mereka segera keluar.

“Kubilang keluar!” Bentaknya, dan itu membuat kedua gadis SMA itu menghentikan aksinya menjambak rambut Saejin. Dengan terpaksa mereka bangkit, kedua gadis itu menatap marah sekilas kearah Saejin setelah itu mereka berdua berjalan keluar dari dalam bus.

“Agassi, gwaencahanayo?” Tanya supir itu pada Saejin, dia lalu membantu gadis itu untuk berdiri. Saejin mengangguk dan mulai merapikan rambut dan bajunya yang berantakan. “Ne, ahjussi..”

“Kedua gadis itu memang keterlaluan” Supir itu terlihat geleng-geleng kepala ketika dia mengingat kembali kejadian betapa brutalnya kedua anak SMA itu menjambak rambut Saejin. Saejin hanya tersenyum menanggapi, dia lalu sedikit membungkukan badannya kearah para penumpang lain. Meminta maaf telah menyebabkan keributan didalam bus ini, para penumpang satu persatu terlihat duduk kembali kebangkunya.

“Kau yakin kau baik-baik saja Agassi?” Tanya supir itu sekali lagi ketika dia melihat luka cakaran dipelipis kanan Saejin.

“Ne, maaf telah merepotkanmu ahjussi.” Ahjussi itu terlihat mengangguk dan tersenyum, setelah itu dia berbalik dan berjalan kebangku kemudinya kembali. Sementara Saejin dia kembali duduk dibangkunya dan meringis sesekali menahan sakit akibat cakaran kedua gadis SMA tadi dipelipisnya.

****

Yesung berjalan gontai kearah dorm mereka, dia benar-benar merasa lelah. Setelah tadi dia bersembunyi-sembunyi keluar untuk menghindari para wartawan yang selalu ada dimana saja. Dan itu benar-benar sangat melelahkan.

Sungmin menekan kombinasi password disebelah pintu mereka dan tak lama pintu pun terbuka. Mereka lalu masuk, Ryeowook mulai menyalakan saklar lampu apartement mereka dan ketika lampu menyala puluhan surat terhampar begitu saja didekat pintu. Namja itu segera memungut surat-surat itu dibantu Ryeowook dibelakangnya.

“Yesung hyung, semua surat ini ditunjukan untukmu..” Kata Ryeowook begitu dia membaca hamper seluruh surat itu ditunjukan kepada hyungnya itu.

Yesung mengernyit tapi kemudian dia berjongkok untuk mengambil salah satu surat itu. Ya, surat itu ditunjukan untuknya. Dia lalu membukanya dan mulai membaca isinya.

To: Yesung oppa

Oppa~ kenapa kau melakukan ini pada kami, kenapa kau berpacaran dengan perempuan lain tanpa sepengetahuan kami. Kami benar-benar sangat kecewa. T^T

“Cih~ memang siapa mereka? Mereka tidak berhak mengatur hidup kita” Decih Kyuhyun dibelakang, ketika dia ikut membaca surat yang dibaca Yesung. Yesung menoleh dan sedikit membenarkan perkataan Kyuhyun. Ya, seorang fans seharusnya selalu mendukung semua yang dilakukan oleh idolanya, termasuk ikut mendukung bila idolanya bahagia bersama dengan perempuan yang dicintainya. Bukanya seperti ini.

Yesung lalu menolehkan lagi pandangannya kesurat itu dan melanjutkan lagi bacaannya.

Oppa~ kau menyakiti hati kami. Kau tahu itu? Maaf tapi sepertinya mulai sekarang aku akan menjadi anti fansmu dan bahkan anti fans Super Junior. Aku tidak akan pernah mengingat bahwa aku pernah dan bahkan sangat menyayangi dan mengidolakanmu Yesung oppa

Yesung menghela napas begitu dia selesai membaca surat itu, dia kemudian memijat pelipisnya. “Hyung banyak yang menjadi antifans kita karena skandalmu. Otteokhaeyo?” Ucap Ryeowook setelah dia selesai membaca surat-surat yang semuanya ditunjukan untuk Yesung.

Isi sebagian surat itu hampir sama dengan isi surat yang dibaca Yesung tadi. Yesung hanya bisa menyandarkan kepalanya disofa, kepalanya sekarang benar-benar terasa sangat pusing. Masalah skandalnya belum selesai, kenapa masalah baru harus muncul kembali? Rasanya kepala Yesung benar-benar akan meledak.

“Mollayo~” Ucapnya putus asa, dia tidak tahu harus melakukan apa. Itu hak setiap orang menjadi antifans dirinya, dia tidak mempunyai hak untuk mencegah itu. Dia memejamkan matanya mencoba meredamkan rasa pusing yang tiba-tiba menyerang kepalanya.

DRRTT~ DRRTT~

Yesung merasakan getaran disaku celananya, dia lantas mengambil handphonenya. ‘Saejin calling’ terpampang jelas dilayar Iphonenya, dia lantas menekan tombol hijau untuk mengangkat telponnya.

“Yeoboseyo, Saejin-ah..” Ucap Yesung menegakan duduknya.

“Yesung-ssi aku…takut” Lirih Saejin, suaranya terdengar bergetar. “Ada apa? Apa ada yang menyakitimu?” Tanya Yesung panik.

“Diluar pintu rumah banyak wartawan, mereka terus memanggil-manggil namaku..” Yesung sedikit melebarkan matanya tidak percaya wartawan-wartawan itu sekarang sudah mengetahui kekasihnya dan bahkan mereka sudah mengetahui rumah Saejin. Para wartawan-wartawan itu benar-benar gila!

“Kau hanya perlu diam, jangan sekalipun keluar rumah. Kalau perlu kau jangan keluar dari kamarmu. Arraseo?”

“Tapi..tetap saja aku merasa takut. Aku harus bagaimana?”

“Jangan takut, kau hanya perlu menutup kupingmu rapat-rapat. Jangan dengarkan suara mereka yang memanggil namamu..”

“Tapi..”

“Aku akan menemanimu sampai kau tertidur jangan putuskan sambungan telpon ini. Arrayo?”

“Ne..” Yesung mengangguk dan tersenyum. Walau Saejin tidak akan mungkin melihatnya, dia lalu bangkit dan mulai berjalan kekamarnya, masih dengan handphone yang menempel ditelinga kanannya.

Kyuhyun, Sungmin dan Ryeowook menatap bingung kearah Yesung tapi kemudian mereka mengangkat bahu dan melanjutkan lagi membereskan surat yang tercecer dilantai dorm mereka.

—–

“Yesung-ssi..”

“Ne?”

“Banyak yang mengirimkan surat padaku, isi surat itu semuanya mencela, memarahiku dan menyuruhku untuk putus darimu” Ucap Saejin, suaranya terdengar lirih ditelpon. Yesung menghela napas, dia sekarang benar-benar tidak tahu harus melakukan apa.

“Apa..berpacaran denganmu adalah suatu kesalahan?” Yesung seketika tersentak. Kenapa Saejin bisa berpikiran seperti itu?

“Aniyo! Aku tidak pernah mempunyai pikiran seperti itu. Bagiku, mengenalmu adalah suatu keajaiban dalam hidupku dan menjadi pacarmu adalah keajaiban-keajaiban lainnya. Saejin, you’re miracle for me..” Ucap Yesung tulus, tidak ada jawaban dari Saejin disebrang sana. Lantas Yesung melanjutkan lagi ucapannya.

“Meskipun banyak orang yang menentang hubungan kita, meskipun semua orang didunia ini menentang hubungan kita sekalipun tapi aku akan tetap mempertahankannya. Karena aku Kim Jongwoon akan selalu mencintai gadis bernama Song Saejin..”

“Yesung-ssi..”

“Kau akan membantuku mempertahankan hubungan kita bukan?” Tanya Yesung, tidak ada jawaban selama beberapa detik tapi kemudia terdengar sebuah jawaban sederhana yang membuat senyum terkembang diwajah tampannya.“Ne oppa..”

“Hyung, manager memanggilmu..” Tanya Ryeowook tiba-tiba masuk kekamar mereka, Yesung menoleh dan mengernyit tapi sedetik kemudian dia mengangguk.

“Saejin-ah, aku harus menutup telponnya sekarang. Manager memanggilku, apa tidak apa-apa?” Tanya Yesung.

“Gwaencana, aku sudah merasa jauh lebih baik. Aku akan tidur sekarang”

“Ne, jaljayo..”

“Hmm~” Yesung lalu memutuskan sambungan telpon mereka dan memasukan kembali handphonenya kesaku celananya. Dia lantas bangkit dari ranjangnya dan berjalan keluar.

“Manager hyung..” Panggil Yesung begitu dia melihat managernya itu duduk disofa, manager menoleh dan menyuruh Yesung untuk duduk.

“Wae hyung?” Tanya Yesung, managernya itu hanya menatap Yesung terlihat ragu untuk mengatakannya atau tidak.

“Tentang skandalmu… perusahaan..” Perasaan Yesung mulai tidak enak, dia tahu perusahaan mulai bergerak cepat untuk menyelesaikan skandal ini.

“Perusahaan menyuruhmu untuk mengadakan konferensi pers dan mengatakan kalau skandalmu itu hanya sebuah kebohongan belaka. Dan kau harus bilang bahwa kau sama sekali tidak mempunyai pacar dan terpaksa kau harus memutuskan pacarmu, itu semua demi karirmu..” Jelas manager diakhiri helaan napas berat darinya.

Sebenarnya managenya itu tidak setuju dengan rencana perusahaan. Dia sudah tahu kalau selama ini hamper semua member Suju sudah memiliki seorang kekasih dan dia langsung mendukung selama itu tidak akan mengganggu karir mereka.

“Mwoya? Aku tidak bisa dan aku tidak mau!” Ucap Yesung tegas, dia tidak bisa terima itu. Dia sudah berjanji pada Saejin akan mempertahankan hubungan mereka.

“Tapi Yesung-ah, ini sudah menjadi keputusan perusahaan. Kau tidak bisa menolaknya..”

“Tapi aku tidak mau!”

“Tapi kau tidak bisa menolaknya”

“Aarrggh~” Yesung menjambak rambutnya frustasi, sekarang apa yang harus dia lakukan?

****

Saejin berjalan dengan agak tergesa, dia terlambat datang ke Handel&Gretel untuk bertemu dengan Yesung dan makan bersama dengan namja itu. Dari tadi dia sibuk mengendap-ngendap untuk bisa keluar dari rumahnya tanpa para wartawan itu harus menyadarinya.

Saejin mengatur napasnya ketika dia sudah berada didepan Handel&Gretel, napasnya naik turun akibat berlari tadi. Dia sudah melihat Yesung didalam yang tengah duduk disalah satu kursi dan menatapnya. Yesung tersenyum dan melambaikan tangannya kearah Saejin gadis itu balas tersenyum.

Ketika dia hendak melangkah seseorang menghentikan langkahnya. Saejin berbalik, ternyata kedua gadis SMA waktu itu yang berada didalam bus yang menjambak rambutnya dan mencakar wajahnya. Saejin masih ingat jelas kejadian itu dan dia akan selalu mengingatnya.

Tiba-tiba salah satu gadis itu menampar wajah Saejin dan gadis yang satunya melemparkan terigu dan telur kewajah dan tubuh Saejin. Yesung yang melihat itu tersentak dan segera keluar dari restoran itu.

“Apa yang kalian lakukan hah?” Tanya Yesung marah, dia memeluk Saejin yang mulai menangis. “Y-yesung oppa..” Ucap salah satu gadis itu kaget, tidak menyangka kalau Yesung berada disana.

“Kalian benar-benar… Aisshh~” Yesung lalu memapah Saejin masuk kedalam, dia lalu membawa Saejin kedapur dan menundukannya disalah satu kursi. Jongjin yang tidak sengaja lewat, terkejut melihat Saejin.

“Noona, waeyo?” Tanya Jongjin, Saejin hanya menggeleng air matanya masih saja keluar. “Tadi ada yang melempar Saejin dengan terigu dan telur” Jawab Yesung dia mulai menepuk-nepuk baju Saejin mencoba membersihkan terigu yang menempel dibajunya.

“Kenapa bisa begitu?” Yesung menoleh dan menatap adiknya itu “Mungkin akibat skandal itu. Jongjin tolong ambilkan kain untuk membersihkan wajah Saejin” Titah Yesung mengalihkan pembicaraan, Jongjin mengangguk dan mulai mengambil selembar kain dan memberikannya pada hyungnya itu.

Yesung berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Saejin yang sedang duduk, dia lalu mulai membersihkan wajah Saejin lembut. “Aku mohon jangan menangis Saejin, kau lebih cantik kalau tersenyum..” Yesung menghapus air mata yang menetes dari mata gadis itu menggunakan tangannya, dia lalu memeluk tubuh gadis itu.

Dia tidak perduli kalau terigu dan telur akan menempel dibajunya karena yang dia perdulikan sekarang adalah keadaan gadis itu.

“Jangan takut, aku akan selalu ada disampingmu. Kita akan menghadapi ini semua bersama, arra?” Saejin mengangguk dan merapatkan pelukannya dia jauh merasa lebih nyaman berada didalam pelukan kekasihnya itu.

“Hmm, bagaimana kalau kita makan disini. Disini terlihat jauh lebih romantis dari pada diluar..” Yesung melepaskan pelukannya dan mengacak rambut Saejin sayang. Saejin mengangguk dan tersenyum. “Ne..”

****

…A few days later..

“Kau sudah siap hyung?” Tanya Donghae, Yesung menarik napas sekali kemudian menghembuskannya perlahan. “Ya..”

Hari ini adalah hari diadakannya konferensi pers. Para wartawan dari tadi sudah datang memenuhi ruangan dengan laptop didepannya, siap mencatat semua yang diucapkan Yesung nanti.

“Kau harus mengatakan kalau kau sebenarnya tidak punya pacar. Kau ingat bukan?” Titah manager, Yesung tidak menjawab dia hanya tersenyum gamang.

“Uri Yesungie hwaiting~~” Koor para member menyemangati, Yesung mengangguk dan tersenyum dia kemudian membuka pintu ruangan itu.

Puluhan blitz kamera menyambutnya ketika dia membuka pintu, mereka berlomba mengambil gambar Yesung. Yesung melangkah dengan mantap menuju kemeja yang sudah disiapkan.

“Maaf karena menunggu penjelasan dari saya, sekarang saya akan menjelaskan tentang kebenaran skandal itu” Yesung memulai pembicaraan melalui mic yang tersedia dimeja itu.

“Apakah benar tentang skandal itu?” Tanya salah satu wartawan, Yesung sedikit melirik kearah manager yang berada disudut ruangan, managernya itu terlihat tegang. Yesung tersenyum dan mengalihkan lagi tatapannya kedepan.

“Ya, skandal itu benar, saya sudah mempunyai seorang kekasih” Jawab Yesung mantap, manager terlihat terkesiap kaget. Yesun sudah mengambil keputusan, dia tidak ingin menyembunyikan hubungannya dia tidak ingin menuruti keinginan perusahaan yang menyuruhnya untuk memutuskan Saejin dan mengatakan kalau dia tidak mempunyai pacar.

Dia tidak perduli kalau nanti dia akan dihujat habis-habisan oleh fansnya atau karirnya akan berakhir. Sekarang yang dia inginkan hanya semua orang tahu bahwa dia telah mempunyai seseorang yang sangat dicintainya, Song Saejin.

“Apa benar nama perempuan itu Song Saejin. Kau sudah berpacaran sejak kapan dengannya?” Tanya salah satu wartawan yang lainnya. “Ne, dia bernama Song Saejin. Aku sudah berpacaran dengannya selama lebih dari dua tahun. Dia perempuan yang sudah membuatku merasakan apa yang namanya dicintai dan mencintai”

“Dari perkataanmu tadi yang mengatakan kalau kau sudah berpacaran dengannya selama lebih dari dua tahun. Itu berarti kau sudah menyembunyikan statusmu pada ELF sekaligus membohongi mereka. Apakah itu benar?” Pertanyaan yang sulit dilontarkan oleh salah satu wartawan yang memakai kacamata. Yesung menarik napas dan menghembuskannya perlahan.

“Ne, justru itu sekarang aku ingin meminta maaf kepada seluruh ELFs khususnya para fansku karena telah menyembunyikan hubunganku selama ini. Dan aku berharap kalian akan mendukung hubungan kami kedepannya, aku percaya kalian mampu berpikir dewasa. Khamsahamnida..” Yesung bangkit dan membungkukan badannya beberapa kali kearah kamera dan para wartawan dan setelah itu dia berjalan keluar dari ruangan itu.

****

“Ne, justru itu sekarang aku ingin meminta maaf kepada seluruh ELFs khususnya para fansku karena telah menyembunyikan hubunganku selama ini. Dan aku berharap kalian akan mendukung hubungan kami kedepannya, aku percaya kalian mampu berpikir dewasa. Khamsahamnida..” Saejin mematikan televise begitu dia mendengar pernyataan terakhir dari Yesung, dia sama sekali tidak bisa menghilangkan senyum yang terkembang dibibirnya.

DRRTT~ DRRTT~

Saejin segera mengangkat telponnya dan menempelkan handphonenya itu ketelinga kanannya.

“Saejin-ah..” Yesung, Ya namja itu yang menelpon Saejin begitu dia selesai dengan konferensi persnya.

“Ne oppa”

“Kau memanggilku ‘oppa’ sekarang?”

“Hmm~ ne..” Ucap Saejin tertawa renyah. “Saejin-ah, kau menontonku bukan? Bagaimana aku tadi, apa aku melakukan kesalahan?” Tanya Yesung, terdengar jelas ada nada gugup dalam suaranya.

“Ani, kau melakukan suatu hal yang sangat hebat..”

“Syukurlah..” Terdengar hembusan napas lega disebrang sana. “Kau tahu oppa? Aku benar-benar bahagia sekarang, aku mungkin wanita terberuntung didunia ini yang bisa dicintai olehmu. You’re my lucky..”

“You’re my miracle Song Saejin” Jawab Yesung, seketika wajah Saejin bersemu merah. Kalau saja Yesung melihat muka memerah Saejin sekarang. Lalu mereka pun melanjutkan obrolan mereka.

****

…1 week later…

“Oppa~” Saejin menyandarkan kepalanya dibahu Yesung. “Hmm~” Gumam Yesung, mereka sedang berada dipadang rumput di Daegu –kampung halaman Saejin-

Mereka menikmati semilir angin yang berhembus dipadang rumput luas itu. Sejak konferensi pers seminggu yang lalu, semuanya berubah. Para fans sudah mulai bisa menerima Saejin sebagai kekasih dari Yesung Super Junior. Mereka yang awalnya menjadi antifans karena skandal ini akhirnya kembali menjadi fans Yesung kembali.

Bahkan mereka sangat mendukung sekali hubungan Yesung-Saejin, bahkan mereka membentuk fansclub untuk mendukung hubungan mereka ini. Dan untuk orang-orang yang pernah menyakiti Saejin, mereka semua meminta maaf termasuk kedua gadis SMA itu.

Dan untuk perusahaan, mereka akhinya mengijinkan hubungan mereka –walau dengan Yesung harus memohon-. Perubahan selama seminggu ini mampu membuat semuanya berubah dalam hal positif dan mereka sangat mensyukuri akan hal itu. Akhirnya semua orang bisa menerima hubungan mereka.

“Saranghae Yesung oppa” Ucap Saejin malu-malu, Yesung menoleh dan menatap lembut langsung kemanik mata gadis itu.

“Bolehkah aku menciummu?” Tanya Yesung meminta ijin, Saejin mendongak dan mengangguk malu-malu. Dia lalu mulai memejamkan matanya begitu dia merasakan bibir Yesung mulai menyentuh bibirnya.

Aku bersumpah aku tidak akan melepaskan keajaiban dalam hidupku. You’re my miracle, Song Saejin.

Aku bersumpah aku akan terus menjaga keberuntungan dalam hidupku ini. You’re my lucky, Kim Jongwoon

~FIN~

Fuih~ *lap keringet*

Sumpah ya, ini oneshot terpanjang yang pernah aku tulis. Semoga kalian suka, dan semoga nggak ngebosenin. Amin~

Nah, sekarang waktunya komen ^^

9 thoughts on “Super Junior’s Love Story {3# Yesung – Saejin}

  1. wah, keren TOP
    suka dh sama kta”nya ya klo kita harus mendukung bias kita trmasuk kebahagiaan dan cinta mereka ^^

  2. uwahhhhhhhh…. keren banget, menjadi seorang artis memang sulit apalagi menyangjut kehidupan pribadi….. tp lebih sulit menakui kebenaran apalagi kebenaran itu sudah menjadi skandal yg bs mengancam bahkan merubah jalan hidup seseorang…….. mantap thor….

  3. Wah….
    Kirain yesung bakal ngikutin perusahaan ny, tp sprtny dsni konflikny lbh sederhana
    Tp suka dy ttp milih jujur
    Suka ff ny

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s