Triangle Love Part 5

Poster By : Hannie@fanfictionloverz.wordpress.com

Author : AltRiseSilver

Cast :

Kim Kibum Super Junior

Zhoumi Super Junior-M

Han Taerin (OC)

Support Cast :

Shim Changmin TVXQ

Genre : Romance, Fantasy

Lenght : Chapter

Rating : PG 17

Previous Chapter : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4

No Silent Reader Please^^

Taerin menatap ponselnya sejenak. Satu jam lalu Kibum mengiriminya pesan dan meminta kedatangannya di sungai kecil tak jauh dari hanok Taerin namun hingga detik ini pria itu tidak kunjung datang. Taerin berdecak kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya.

Dimainkannya air yang mengalir dengan kaki kecilnya saat seseorang menutup kedua matanya. “Sudah tidak menghubungiku lalu sekarang kau ingin bermain denganku?” tanyanya dengan nada sedikit ketus namun hal itu malah membuat Kibum terkekeh pelan dan menurunkan tangannya.

Kibum mencari posisi yang nyaman di samping Taerin. Diliriknya wajah gadis manis itu yang sekarang tengah tertekuk karena kesal. “Maaf waktu itu aku pergi tanpa pamit padamu,” ucap Kibum membuat Taerin menoleh kearahnya. “Kau baik-baik saja sekarang?” tanya gadis itu dengan nada prihatin.

Kibum tersenyum simpul kemudian mengangguk pelan menjawab pertanyaan Taerin. Ia tahu kalau gadis itu mengkhawatirkannya. “Aku merindukanmu Taerin-ya,” Kibum menggenggam tangan Taerin erat kemudian mencium kening gadis itu sekilas.

JDER!

Cuaca cerah tadi tiba-tiba berubah menjadi mendung. Kibum dan Taerin memandang langit yang mulai menghitam. Rintik air hujan mulai turun perlahan kemudian berubah deras membuat keduanya buru-buru beranjak dan mencari tempat berteduh.

“Dingin?” tanya Kibum saat melihat Taerin mengusap kedua tangannya yang basah terkena air hujan saat mereka berteduh di bawah pohon rindang yang cukup membuat mereka aman.

Taerin mengangguk sambil terus menggosokkan kedua tangannya. Kibum merapatkan badannya kepada Taerin kemudian merangkul bahu gadis itu berharap dingin yang merayapi tubuh Taerin segera terganti dengan rasa hangat yang diberikan Taerin.

“Kibum-a, ada banyak pertanyaan yang menjejal pikiranku semenjak kau menghilang,” ucap Taerin memecahkan keheningan. Kibum diam, ia sudah tahu akan dicecar pertanyaan oleh Taerin saat mereka bertemu kembali.

“Apa kau mencintaiku seperti Zhoumi mencintaiku?” tanya Taerin kemudian membuat Kibum terkejut. Ia tidak menyangka Taerin malah akan menanyakan hal seperti ini. Dibenaknya menduga kalau Taerin akan menanyakan soal sayapnya waktu itu.

Kibum menoleh dan menatap Taerin yang sudah menatapnya lebih dulu. “Kau pasti lebih tahu daripada aku,” ucapnya sebelum mengecup bibir Taerin.

Hujan semakin deras turun membasahi bumi seakan mempersilahkan Taerin dan Kibum untuk terus memperdalam ciuman mereka. Jantung Taerin berpacu lebih cepat namun seberkas cahaya berwarna putih datang merusak konsentrasinya.

-ooOOoo-

Zhoumi meremas kedua tangannya. Wajahnya memerah karena menahan amarah sejak melihat Taerin dan Kibum bertemu di sungai tadi. Kepalanya menoleh kearah pintu hanok yang saat ini terbuka dan memunculkan sosok Taerin disana.

Zhoumi hendak menghampiri Taerin namun sosok Kibum tiba-tiba muncul mengikuti Taerin yang sekarang tengah tersenyum sambil menghampiri Zhoumi ditempatnya. “Sudah lama?” tanyanya yang kemudian duduk disamping Zhoumi sedangkan Kibum hanya berdiri menjaga jarak diantara keduanya.

“Hampir satu jam,” jawab Zhoumi sambil melirik Kibum dengan sinis. “Kemana saja kau?” tanya Zhoumi pada Kibum.

“Menyembuhkan lukaku,” jawab Kibum cepat tanpa menatap Zhoumi.

Taerin memandang keduanya heran. “Kalian sedang bertengkar?”

Zhoumi dan Kibum memandang Taerin cepat kemudian menjawab bersamaan, “Tidak.”

Taerin terkekeh pelan. Ia merasa dugaannya salah setelah mendengar respon keduanya. “Baiklah karena kalian sudah ada disini sepertinya aku akan mengatakan rencanaku untuk pergi berkemah ke tengah hutan besok pagi,” ucap Taerin penuh semangat namun Zhoumi dan Kibum tersentak di tempatnya.

“Kalian harus mau. Sudah hampir beberapa bulan aku tidak kemana-kemana dan aku bosan. Kalian harus menemaniku, mau tidak mau,” ucap Taerin lagi sambil menekankan kalimat terakhirnya.

Zhoumi menatap Kibum dan meminta jawaban darinya. “Aku boleh membawa temanku?” tanya Kibum tanpa menghiraukan tatapan Zhoumi padanya. Taerin berdehem lalu mengangguk. “Lebih banyak orang lebih baik,” jawabnya kemudian.

Siapa yang akan pergi bersama kita?

Seseorang yang bisa kita percayai.

Kibum dan Zhoumi saling berpandangan. Sebuah firasat datang dari kepala mereka masing-masing.

-ooOOoo-

Herse menarik tangan Ouranus kencang. Ada sesuatu yang menarik yang akan ditunjukkan dewi cantik itu kepada kekasihnya. “Jangan buru-buru Herse,” pinta Ouranus walau terus menyamakan langkah dengan Herse.

“Aku ingin cepat sampai,” rengek Herse manja membuat Ouranus terkekeh pelan kemudian menahan langkah Herse agar berhenti. Dewi itu menoleh sebal karena langkahnya dihentikan namun Ouranus tetap tersenyum. Ia mengelus lembut pipi Herse kemudian mengecup pipi itu.

“Aku masih ingin menghabiskan waktu yang lama denganmu, sayang,” bisiknya membuat roma Herse bergidik. “Jangan mulai lagi,” rengek Herse lagi namun sebuah senyuman tak bisa ditahannya.

“Kau melarangku?”

Herse menggeleng lalu mencium bibir Ouranus dalam. Mereka larut dalam ciuman mereka, mengalirkan perasaan yang selalu menggebu dihati keduanya.

Aether menepuk pundak Ouranus kencang menyadarkan dewa itu dari kenangannya bersama Herse. “Kau,” Kibum hendak memarahi Aether namun permintaan Herse tadi membuat dirinya mengurungkan niatnya tadi.

“Herse mengajak kita berkemah besok di hutan.”

“Pergi berkemah di hutan?” tanya Aether seperti meyakinkan lagi permintaan Ouranus padanya. “Iya, kau mau kan?” tanya Ouranus lagi.

Aether memalingkan wajahnya seperti berpikir. “Kenapa aku harus ikut?”

Kali ini giliran Ouranus yang memalingkan wajahnya saat mendapat tatapan bingung Aether. “Aku tidak tahu pasti tapi, firasatku dan Triton sangat tidak enak mendengar permintaan Herse tadi,” jawab Ouranus membuat kening Aether semakin berkerut.

“Apa Herse menanyakan soal sayapmu itu?”

Ouranus menggeleng. “Dia sama sekali tidak mengungkit masalah kemarin,” jawab Ouranus kemudian. Aether menggaruk kepalanya bingung. “Besok datang ke hanok Taerin. Kau harus ikut,” ucap Ouranus sebelum menghilang dari hadapan Aether membuat dewa itu mau tidak mau melaksanakan permintaan sahabatnya itu.

-ooOOoo-

Taerin mengepak semua bawaannya kedalam tas ranselnya. Zhoumi, Kibum dan Changmin –seseorang yang diajak Kibum kemarin sudah datang menjemputnya. “Ayo berangkat!” pekik Taerin saat keluar dari dalam hanoknya mengundang tawa ketiga pria tadi.

“Kau yakin dengan bawaanmu?” tanya Zhoumi sedikit khawatir saat melihat tas besar yang digendong Taerin. Gadis itu mengangguk yakin. “Kalau kesusahan membawanya, ada Changmin yang bisa membantu,” gurau Kibum yang disambut jitakan kecil di kepalanya oleh Changmin.

Taerin tergelak di tempatnya. Setelah memastikan semuanya sudah lengkap mereka memulai perjalanan mereka menuju hutan.

Zhoumi dan Kibum yang berada paling depan beberapa kali memastikan langkah Taerin yang pendek, walau Changmin ditugaskan untuk menemani Taerin kemana saja gadis itu pergi namun mereka berdua memiliki tingkat kewaspadaan yang sama.

“Apa yang akan terjadi padanya?” bisik Zhoumi pada Kibum sambil melirik kebelakang dan mendapatkan Taerin tengah tertawa dengan Changmin. “Entahlah, firasatmu?” Kibum bertanya balik lalu menoleh kebelakang seperti yang dilakukan Zhoumi tadi.

Zhoumi menggeleng menandakan ia juga tidak tahu apa yang akan terjadi. Keduanya kembali diam dan terus melangkah menjauh dari Changmin dan Taerin. “Kibum-a! Zhoumi-ya! Taerin hilang!” suara panik Changmin mengejutkan keduanya.

“Menghilang katamu! Bagaimana ia bisa menghilang padahal beberapa menit yang lalu kau masih tertawa bersamanya!” bentak Zhoumi yang sekarang berjalan menghampiri Changmin dan mencengkram baju pria itu.

“Zhoumi lepaskan. Kau tidak akan mendapat jawaban darinya,” pinta Kibum yang sekarang sudah berada disamping kedua pria itu. Zhoumi melepas cengkramannya.

“Dia memang masih ada di sampingku tadi namun saat aku menoleh lagi sosoknya sudah hilang,” jelas Changmin sambil mengelus lehernya yang sakit. Kibum memandang Zhoumi kemudian berpencar mencari Taerin. “Firasat mereka jadi kenyataan,” gumam Changmin sebelum melebarkan sayapnya dan ikut mencari Taerin.

-ooOOoo-

Taerin mengedarkan seluruh pandangannya. Seingatnya ia masih mengikuti langkah Kibum dan Zhoumi dan masih tertawa bersama Changmin namun sekarang ia sudah sendirian ditengah hutan yang tidak ia kenal.

Beberapa kali ia meneriakkan nama ketiga pria tadi namun tak ada yang menyahut. Ia berjalan gontai menyusuri hutan dengan ketakutan yang menyergap dihatinya. “Kalian dimana? Aku takut,” gumamnya. Suaranya bergetar. Ia ingin menangis sekarang.

“Kumohon datanglah, aku takut,” gumam Taerin sekali lagi kali ini airmatanya sudah mengalir dipipinya. Tubuhnya terkulai lemas dan akan terjatuh ke tanah saat seseorang menariknya kedalam sebuah pelukan.

“Jangan menghilang seperti tadi lagi,” suara yang dikenal Taerin mengalun di telinganya. Gadis itu tak mampu lagi untuk menimpali ucapan Zhoumi. Matanya perlahan terpejam membuat Zhoumi harus menahan tubuh Taerin yang terkulai lemas.

Ouranus, aku menemukan Herse. Cepat kemari!

Zhoumi mencoba berkomunikasi dengan Kibum dan tak lama Kibum –serta Changmin datang. “Aku tidak tahu. Aku menemukannya seperti ini,” kata Zhoumi saat mendapat tatapan bingung Kibum.

“Aku akan bertanya pada Zeus tentang ini,” Changmin mengeluarkan suaranya yang disetujui oleh Zhoumi. “Kita bawa pulang Herse, Zhoumi-ya.”

Zhoumi menggendong tubuh Taerin dan mengantarkan gadis itu pulang ke hanok dengan sejuta pertanyaan yang membingungkan. Kibum dan Changmin saling bertatapan melontarkan pertanyaan yang sama sebelum mereka berpisah dengan tujuannya masing-masing.

“Aku rasa ini menyangkut masa lalu yang belum terselesaikan,” gumam Kibum kepada Zhoumi yang sekarang menatapnya bingung.

To be Continued

maaf postingannya sedikit lama. Aku sedang mengalami writer’s block dan segala tugas kuliah yang menumpuk 😦 dan mian juga kalau alurnya agak sedikit aneh dan kalimatnya yang kurang pas untuk dibaca. Aku ngucapin makasih banget yang masih mau ngikutin FF aku ini. Silahkan tinggalkan komentar kalian ya dan sepertinya FF ini akan selesai secepatnya^^ sekali lagi terimakasih yang mau komen^^

8 thoughts on “Triangle Love Part 5

  1. Sempet nahan nafas syp yg nemuin taerin pertama , dan tenyata jrengjeng… Zhoumi *dancing* keke ~
    si taerin itu kaya masih terjebak di masa lalu ya eonni? ._.

    Tadi ada yg sempet bingungin jg, tp pas baca ulang sekali lg. Aku paham ^^
    next part 6 nya ditunggu eonni ~

  2. Ahh ak gemes sm taerin. Masa disukai dua namja tmpn skaligus trus mw memiliki keduanya jg. >_< kayaknya dimanjain bgt. Tp kasian jg si, dia hrs khlgn ingatan gt. Aether it changmin to. Wah jd seru 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s