Triangle Love Part 6

Poster By : Hannie@fanfictionloverz.wordpress.com

Author : AltRiseSilver

Cast :

Kim Kibum Super Junior

Zhoumi Super Junior-M

Han Taerin (OC)

Support Cast :

Shim Changmin TVXQ

Genre : Romance, Fantasy

Lenght : Chapter

Rating : PG 17

Previous Chapter : Prolog | Part 1 | Part 2 | Part 3 | Part 4 | Part 5

No Silent Reader Please^^

Zhoumi meletakkan Taerin diatas tempat tidurnya. Gadis itu masih memejamkan matanya tak sadarkan diri. Kibum memperhatikan keduanya tanpa berkedip. “Apa yang akan terjadi lagi padanya?” Zhoumi mengalihkan pandangannya kepada Kibum membuat dewa itu terdiam tak tahu harus menjawab apa.

Rintik hujan mulai terdengar diluar hanok menambah suasana dingin dan kaku diantara keduanya. Zhoumi mendudukkan dirinya disamping tubuh Taerin sambil memandang wajah gadis itu lembut. “Jangan tinggalkan aku lagi Herse,” bisiknya perlahan membuat perasaan Kibum bergetar karena cemburu.

Hampir satu jam mereka larut dalam keheningan sampai akhirnya Changmin datang membawa kabar yang tidak pernah ingin mereka dengar. “Dewa kematian akan mengambil raganya. Kekuatan Ouranus untuk mereinkarnasi seorang dewa hanya bertahan beberapa tahun. Setelah waktunya dikehendaki, dewa kematian akan mengambil raga sementaranya,” jelas Changmin yang sekarang mendapat tatapan terkejut dua dewa dihadapannya.

“Lalu nyawanya?” Zhoumi mulai terlihat panik.

Changmin berdehem lalu menghembuskan nafasnya berat. Ia benar-benar memiliki beban untuk menyampaikan berita ini kepada dua dewa itu.

“Katakanlah,” suara Kibum mengejutkan Changmin. “Nyawa Herse akan menghilang. Itu berarti ia akan mati,” Zhoumi dan Kibum tercekat mendengar penjelasan Changmin barusan.

“Tidak adakah cara lain untuk menyelamatkannya?” tanya Zhoumi yang terdengar panik. Changmin mengangguk, “Seorang dewa harus merelakan tubuhnya.”

Kibum menghentakkan tubuhnya ke sandaran bangku dengan keras. Kesalahan di masalalunya membuat masalah baru dikehidupan sekarang. Ketiganya terdiam dan sibuk dengan pikirannya masing-masing. “Aku pergi dulu. Triton, tolong jaga Herse.”

Kibum bangkit dari duduknya kemudian menghilang dari hadapan Changmin dan Zhoumi yang saling berpandangan tak mengerti.

-ooOOoo-

“Dasar brengsek!” Ouranus mendaratkan tinjunya di wajah Triton dengan berang membuat dewa itu tersungkur lemas tanpa bisa membalas pukulan itu.

“Kau mengarang cerita dan menunjukkan bukti palsu hanya untuk mendapatkan Herse! Dasar brengsek!” Ouranus menghampiri Triton kemudian menghajar dewa itu membabi buta. Hatinya nanar saat tahu kekasihnya diperalat Triton.

“Aku mencintainya! Aku mencintainya melebihi dirimu!” Triton berteriak membuat Ouranus semakin berang menatap dewa dihadapannya. “Kau tidak berhak mencintainya kalau caramu seperti ini bodoh!”

“Ouranus!”

Dewa yang dipanggil itu hendak memukul Triton lagi namun sebuah suara mengejutkannya. Herse menghampiri kedua dewa yang bersitegang itu kemudian melerai mereka dengan paksa. “Jangan pernah memperlakukan Triton seperti itu!” pekiknya membuat Ouranus tercengang.

“Dia membohongimu,” ujar Ouranus sedikit lebih tenang. Herse yang sedang membantu Triton berdiri menatapnya. “Aku tidak peduli. Yang ada dipikiranku hanyalah pertanyaan kenapa kau melakukan ini padanya,” ucap Herse penuh kekecewaan.

Ouranus memandang Triton sengit. “Jangan pandangi dia seperti itu!” bentak Herse.

“Dia mencoba merebutmu dariku,” ucap Ouranus lagi. Perasaannya kacau melihat Herse lebih membela Triton dibanding dirinya. “Lalu apa ini yang kau lakukan untuk mempertahankanku?” tanya Herse masih dengan nada yang sama.

Ouranus terdiam. Kata-kata Zeus tentang takdir kekasihnya kembali terngiang dikepalanya. “M-Maafkan aku,” ucapnya terbata.

Herse mendengus sebal kemudian berjalan menjauhi Ouranus sambil menggandeng Triton. “Kau tidak akan pernah mendapatkan dirinya lagi, Ouranus.”

Ouranus menggeram ditempatnya mendengar bisikan Triton tadi. Kesabarannya tak bisa lagi dibendung, sebuah cahaya muncul dari tangannya menciptakan bunyi gemericik seperti api yang dinyalakan oleh korek. Ditatapnya punggung Triton yang semakin menjauh seperti membidik binatang buruan.

Ditunjuknya punggung Triton dengan tangannya yang memancarkan cahaya. “Mati kau Triton!”

DUAR!

Kibum membuka matanya perlahan. Kenangan masa lalunya kembali teringat mengingat masalah yang terjadi saat ini. Sedetik kemudian ia mulai mengutuki dirinya sendiri. “Bukan sepenuhnya salahmu, Ouranus.”

Kibum menoleh kearah sumber suara. “Aku juga berhak andil dalam kesalahan yang kuciptakan,” ucap Zhoumi yang sekarang duduk disamping Kibum dan memperhatikan langit. “Herse membutuhkan kita berdua. Zeus mengatakan—“

“Aku tahu. Kau tidak perlu mengatakannya lagi.”

Keduanya kembali terdiam, hanya rintik hujan gerimis yang menemani kebisuan mereka. “Aku suruh kau menjaaga Herse. Kenapa kemari?”

Zhoumi terkekeh pelan. “Ada Aether yang menjaganya.”

Lagi-lagi Kibum dan Zhoumi diam tak tahu harus membicarakan apa. “Aku menyesal pernah menyerangmu waktu itu,” ucap Kibum ditengah keheningan membuat Zhoumi berdehem sebelum memulai bicara, “Aku juga menyesal telah membohongi Herse dan membuatmu marah waktu itu,” ucap Zhoumi.

Keduanya saling berpandangan kemudian menyunggingkan senyum damai. “Tidak akan ada lagi perebutan?” tanya Zhoumi. Kibum menggeleng. “Tidak ada lagi rasa cemburu?”

Zhoumi menggeleng lalu tersenyum lebar yang diikuti oleh Kibum. Gerimis semakin mereda menciptakan pelangi kecil dan melunturkan keegoisan keduanya.

-ooOOoo-

Zhoumi dan Kibum melangkah masuk kedalam hanok Taerin dengan perasaan lega yang tidak pernah mereka rasakan. Namun perasaan itu menghilang saat mendapatkan sosok dewa kematian berada dihadapan Taerin yang masih tak sadarkan diri dan Changmin yang langsung menghampiri keduanya.

“Aku harus segera membawanya pergi,” suara dewa kematian menggelegar ditiap sudut hanok. Kibum melangkah mendekati dewa kematian itu. “Tidakkah kau menunggu beberapa hari lagi?” tanyanya.

Dewa kematian menggeleng cepat, “Kecuali kalian mau menyumbangkan raga untuknya,” ucap dewa itu kemudian membuat suasana kembali hening.

Changmin, Kibum dan Zhoumi saling berpandangan melontarkan pertanyaan yang sama. “Ambillah ragaku!”

To Be Continued

Annyeong^^ bagi readers yang suka baca FF ini , aku minta maaf banget karena untuk postingan selanjutnya akan jadi chapter terakhir dan untuk postingan itu aku akan protect. Buat kalian yang mau baca silahkan kunjungi page Password Request supaya bisa menghubungi aku. Aku juga akan kasih pw-nya hanya untuk yang komen ditiap partnya^^ makasih yang udah mau baca FF aku ini ya^^

8 thoughts on “Triangle Love Part 6

  1. Siapa??? siapa??? siapa yg mau nyumbangin raganya?
    zhoumi aja ya thor.. taerin biar sama kibum.. haha..
    #Plak

  2. siapa yg mw mmbrikan rga’a utk taerin?? smoga ntr akhir’a si Tearin ma zhoumi … 🙂
    panasaran.. ditunggu part slnjt’a

  3. Ini kh yg dimaksud slh st akn pergi
    Wha uda mau tamat pdhl aku lg suka sukanya ;-(
    ya ditnggu lanjtn’y thor. Pokoknya ending nya hrs th 😀 meski hny dgn st cr utk mendptkn’y. .8-)

  4. Eonniiiii… Jeongmal mianhae , aku baru sempet baca ff mu karna sibuk tgs sekolah >.<

    sejujur nya aku mau taerin sama zhoumi, gak tau knp hehe . Tp dari awal baca ff ini feeling aku blg taerin sama kibum dan yg relain raga nya itu si zhoumi .__. Tp gak tau jg hehe , aku tunggu aja deh last part nya. Fighting eonni!!! ^^ eonniiii hyuk di ss4 ina ganteng gila, badan nya kebentuk xp

Leave a Reply to Ani Risma Wati (@rineema) Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s