Sensation of Love [Part 1]

Author : awsomeoneim

Genre : Romantic, Supranatural

Cast :

Main Cast :

ü  Kevin Woo (U-Kiss)

ü  Jang Eun Mi (OC)

ü  Ahn Jaehyo (Block B)

Support Cast :

  • Other Block B members
  • Other U Kiss members

Annyeong para BUDI dan ANIman 😀 Author comeback dengan FF fantasy first karya original author!!

/^,^/*\^.^/ Yeay!! *nyalain petasan LPG*

[ngisruhnya kumat parah]

Author lagi ngga mau berantem sama reader, jadi ngga ada sesi percakapan yang biasanya menyulut perang dunia ke 5.

|Reader : Ya bagus deh, idup gue tentrem thor!! 😛 |

So, read it and Hope you like it Guys!!

Leave Your COMMENT, jebal~!!

Di bawah langit seoul yang mendung seorang gadis berlarian kecil melintasi pinggiran jalanan seoul. Dibelakangnya turut berlari penuh semangat seekor rubah berbulu putih bersih. Tak lama kemudian, gadis dan rubah di belakangnya tiba di depan sebuah pintu rumah petak.

CKLEK, gadis berambut sesiku itu melangkahkan masuk dan membiarkan rubah dibelakangnya masuk, baru kemudian menutup pintu. Diseragam yang ia kenakan terdapat tanda nama yang bertuliskan Jang Eun Mi.

Sementara Eun Mi memasuki kamarnya untuk berganti baju, rubah yang mengikutinya duduk anteng di ruang tamu kecil di depan pintu sambil sesekali mengibaskan bulu-bulu halusnya yang agak basah. Ketika Eun Mi keluar menuju dapur, rubah putih itu beranjak melangkah dari tempatnya.

“Kau kedinginan huh?” Eun Mi menoleh sekilas kearah bawah sambil tangannya tetap sibuk mencuci sayuran yang diambilnya dari kulkas.

“….”

“Ah, sebentar lagi supnya matang, mungkin kau lapar,”

“….”

“Hm.. kau tetap manis walau tidak bisa berbicara ^^ Ah, aku lupa!! Tunggu di sini, aku akan membeli sesuatu yang hangat untukmu. Diam dan duduk manis di sini. Na ganda [aku pergi dulu]

Eun Mi segera  berjalan keluar dari dapur, selang beberapa detik terdengar suara pintu yang terbuka lalu tertutup kembali.

Rubah yang kini sendirian di rumah itu hanya mengerjapkan mata menatap kea rah pintu dimana Eun Mi keluar. Rubah itu tampaknya memikirkan sesuatu..

Jaehyo POV.

“Sialan! Klan kitsune sudah mengetahui berita mengenai Allerion ini, sigh!” aku menyabet kasar gelas minuman di hadapanku.

*Jaehyo*

“Koneksi mereka memang tidak mungkin tidak menangkap berita ini, Jaehyo. Kita harus bertindak cepat!” Namja dihadapanku tampak santai, dengan cueknya berkata demikian sambil memandang sekitar, namanya Taeil.

*Taeil*

“Yap! Jika perlu kita menculiknya saja sekarang!!” Sahutan terdengar dari arah pojok sofa, namja bernama P.O. duduk di sana.

*P.O.*

“Ide yang tidak buruk, dengan begitu kita bisa hidup damai dan tenang lebih cepat. Hyung, kau patut mempertimbangkan  ide itu,” Zico meletakkan gelasnya hampir bersamaan denganku, ia memandangku antusias.

*Zico*

“Kau kira ini permainan hide and seek? Menangkap dan jadi pemenang dengan simplenya?” Aku menatap dongkol wajah namja-namja di sekitarku.

“Lalu apa rencanamu, Leader?” Orang yang baru duduk di samping Taeil memandangku datar, namanya U-Kwon.

*U-Kwon*

“Habisi Leader Kistsune yang berada di dekat Allerion sasaran kita, mungkin. Dia sangat menganggu,”

Tawa keras penuh makna ejekan keluar dari mulut B-Bomb, namja yang lebih tua 9 hari dariku, “Idemu itu bahkan tidak mencapai tingkat 10% lebih baik dari ide P.O., Sir Ahn Jaehyo~”

*B-Bomb*

Aku diam menunggu yang lain bersuara, aku yakin ada 1 atau 2 orang yang akan mengatakan suatu hal.

Hyung…. Kurasa ada baiknya kita membaur dengan kehidupan ini sementara. Kita juga perlu bukti nyata yeoja itu Allerion sejati atau campuran. Jika kita membunuh langsung leader Kitsune, itu akan menimbulkan masalah yang lebih dari sekedar rumit,” dongsaeng di sampingku berceramah dengan runtutnya, namanya Kyung.

*Kyung*

Aku hanya mengangguk dan kembali menenggak wine dihadapanku, sementara B-Bomb menepuk bahu Kyung sambil berkata, “Kau lebih mudah darinya, tapi sangat memperhatikan langkah yang kita butuhkan, aku bangga padamu..” Setelah itu, ia menatapku dengan aura sinis.

“Baik, tadi itu karena emosiku sedang meningkat. Kurasa aku terlalu lelah,” aku bangkit dari sofa nyamanku, “Aku butuh istirahat. Sampai jumpa besok pagi, semuanya.”

Ne, have a nice dream, hyung~” suara Zico terdengar menenangkan di antara omelan B-Bomb dan gurauan member lain yang sibuk sendiri.

Aku mengunci diri di kamar bernuansa yang baru kutempati sejak 2 hari yang lalu.

*Kamar Jaehyo*

Di rumah nyaman ini, aku dan klan Siberian husky-ku tinggal sampai misi kami selesai. Misi yang cukup simple tapi menyangkut hajat hidup hampir keseluruhan klan kami. Baik dari segi martabat, kekuasaan dan keabadian.

Kami, yang baru melewati masa 1 abad kami diwajibkan memburu seorang Allerion yang memang hidup setiap 1 abad sekali. Allerion adalah seorang manusia ‘khusus’ bagi klan kami. Jika kami mendapatkannya, maka glory dan victory ada di tangan kami. Cukup mempersembahkannya di dalam upacara keagamaan, dan itu semua tercapai!

Tapi tentu saja tidak semudah mengedipkan mata untuk membawa seorang Allerion ke dunia kami. Karena kami harus bersaing dengan klan Kitsune / klan Rubah Putih yang ditugaskan untuk menjaga Allerion ini. Jika kami kalah, tamatlah riwayat klan Siberian husky. Seperti yang terjadi 10 abad lalu, dimana nenek moyangku harus berjuang melarikan diri dan mempertahankan eksistensi klan kami sementara anggota lainnya tewas di tangan iblis putih itu.

Kukira awalnya akan lebih mudah karena selama 10 abad terakhir klan kami tidak menunjukkan diri di hadapan kitsune, namun ternyata.. klan kitsune bahkan tiba di kota ini sama persis dengan kedatangan kami.

Tapi aku berjanji tidak akan melewatkan 1 detikku terbuang untuk kalah apalagi melepaskan Allerion berharga itu. Aku harus mendapatkannya!

Namun, alih-alih mengistirahatkan badanku di tempat tidur, aku memilih untuk berbaring di kursi malas di dekat perapian. Semoga dengan begini, konsentrasiku membaik dan aku dapat menyusun rencana secemerlang mungkin. Sudah cukup B-Bomb mencoreng wajahku sebagai leader di ruang santai tadi.

*Kursi Malas Jaehyo*

Eun Mi POV.

Hujan tidak jadi turun sama sekali. Padahal aku baru saja keluar dari minimarket sesudah membeli selembar selimut tebal dan nyaman untuk alas tidur ‘rubah asing’ yang ada di rumah agar dia tidak kedinginan.

Saat kumasuk ke dalam rumah, kulihat rubah itu dengan nyamannya tertidur si ambang pintu dapur. Sudah cukup hangatkah di sana? Aku mengangkat tubuh rubah itu, memindahkannya di atas selimut yang sebelumnya sudah kuletakkan di dekat alas tidurku. Untunglah ia tidak terbangun.

Aku mengangkat panci sup yangsudah mendidih. Menuangkan isinya perlahan-lahan ke mangkok besar yang ada di meja makan kecil. Setelah rampung, aku mulai menikmati makan siangku. Hm…mashitta~

Iseng, kulirik jam dinding di belakangku. Uwah, 30 menit lagi, les di sekolah di mulai!! Aku bergegas membereskan makananku, lalu berlalu ke kamar mandi.

Kevin POV.

Ku intip keadaan sekitar dengan membuka sedikit kedua kelopak mataku yang sedari tadi kututup erat. CKLEK, suara Jang Eun Mi membuka pintu kamar mandi tertangkap oleh telingaku, otomatis aku kembali memejamkan kedua mataku.

Kubiarkan gadis itu sibuk melangkah kesana – kemari. Sepertinya ia tidak bisa untuk diam bersantai selain saat tidur dan makan..

Kisaran 15 menit kemudian, pintu rumah sudah tertutup sempurna dengan hanya aku yang menghuni rumah mini ini. (lagi) Di hadapanku terdapat semangkuk sup yang masih hangat. Aku memandangi sekelompok sayuran yang mengambang di atas kuah bening dengan tenangnya. Apakah dia pikir rubah juga makan sup? Akh, masa bodohlah~

Aku segera duduk setelah merubah wujudku menjadi manusia.

*Kevin*

Aku mengendus makanan di hadapanku, hm..aromanya tidak buruk. Baru 4 suap, seseorang yang kukenal sudah duduk di sampingku dengan wajah kesal.

“Sepertinya kau menikmati sekali makan siangmu,” ujarnya sinis.

“Hm, memang. Wae?” ujarku cuek tanpa menghentikan sendokanku ke mulut.

Kurasakan angin berdesir agak kencang, padahal di dalam rumah.

“Okay, okay.. jangan marah begitu~ aku tidak mengacuhkanmu, aku hanya sedang konsentrasi makan,” aku menoleh sekilas padanya lalu mengangkat mangkok di hadapanku dan menyeruput kuahnya hingga tandas.

Hyung..”

“Ne?” aku mengusap bibirku dengan lap saputangan dari jas yang kukenakan.

“Kau sangat rakus..” lanjutnya.

*Pandangan Dongho ke Kevin*

Aku memandangnya datar, “Kau kesini untuk berkomentar atau menjengukku, Dongho-ah?”

“Tidak keduanya,” ia tetap tenang sekalipun aku memandangnya sedatar ini.

“So?” aku menanggapi jawabannya sambil merentangkan kedua tanganku, “Cepat katakan.. aku ngantuk sehabis makan, aku mau segera tidur lagi~”

YAK!! Enak sekali kau makan-tidur-jalan-makan-tidur, memangnya kau tidak ingat tugasmu apa dikirim ke sini huh?” bentakan khas yang sudah sangat kukenal menyadarkanku dari angan-angan tidur nyenyakku.

BLETHAK’ segera, sebuah jitakan mendarat mulus di kepalaku seusai kalimat itu selesai diucapkan.

AIGOO, APHOyaa~” rengekku sebal sambil menatap hyung sekaligus leader klan kitsune, Soohyun hyung.

“Mau lagi huh? Sini kuberi sampai kau benar-benar bangun!!” Soohyun hyung sudah memasang kuda-kuda, dan untungnya dengan sigap Dongho berdiri menahannya.

*Soohyun*

Hyung..sabarlah. Kevin hyung kan memang pemalas dan rakus, masa kau belum terbiasa dengan sikapnya itu?” ucapnya untuk meredam amarah Soohyun. Tapi tanpa dia sadari dia sedang menyulut kemarahanku!!

YAK!! Donghooo-ya, kau sudah bosan menjadi dongsaengku huh?!” aku reflek bangkit dari posisi dudukku yang nyaman.

Aish.. Kevin-ah, kau benar-benar mau membuat rumah Allerion ini jadi arena kickboxing huh?” Hyungku sudah menekuk kedua lenganku kebelakang punggungku, jadi aku tidak bisa mencekik Dongho, dia adalah Eli.

*Eli*

A..aigoo..aniyo hyung, aniy!! Mianhe, aku tidak bermaksud begitu, tolong lepaskan kedua tanganku..Argh, kau hampir, me..mematahkan..nya..” ujarku terbata seiring mengencangnya tekukannya pada tanganku.

“Jangan lepaskan dia sampai kita tiba di dorm, hyung. Lebih aman jika Kevin dikunci begitu,” suara kekehan senang terdengar dari dekat pintu. Aish, si Master English dan game di klanku ternyata juga sudah tiba di sini, dia adalah AJ.

*AJ*

YAK! Kenapa kau ikutan kemari? Kau menambah sesak rumah ini, AJ!!” omelku sambil tetap meronta.

“Kami terpaksa menyusul kalian, karena kalian lamban sekali,” Kiseop melangkah mendekat dengan tampang sebal.

 

*Kiseop*

“Yeorobun~ ayo cepat kita pergi dari sini, ada hal penting yang harus kita bicarakan, ingat? Atau mungkin kalian lebih suka beradu mulut di ruangan dengan kadar O2 tipis ini?” Seseorang yang bersandar di pintu masuk dengan wajah BT mengeluarkan unek-uneknya . Dia Hoon vocalist yang maniak olahraga.

*Hoon*

“Baiklah, kita harus segera pergi,” Soohyun hyung akhirnya mendapatkan kesempatan bicara lagi setelah sekian detik. Dongho juga sudah tidak mencekalnya (?) lagi.

Chamkaman..” ujarku saat kami, minus aku, sudah bersiap untuk berpindah dari ruangan ini.

“Ada apa namja tempramen?” tanggapan Eli hyung di belakangku sangat tidak kuharapkan untuk kudengar tapi..apa daya..

“Kalau kalian semua ada di sini, siapa yang menjaga markas?”

Pertanyaanku barusan segera membuat Soohyun hyung tersentak dan menatap membernya satu per satu, meminta jawaban. Terutama kepada kitsune yang paling akhir datang -> Hoon.

“Tenang saja, ada Alexander hyung . Sekarang Ki Bum hyung sedang menjaga Eun Mi ssi,” Hoon menjelaskan dengan nada ‘ayolah cepat kembali ke markas, aku sudah tidak betah berada di ruangan ini!!’

Soohyun hyung mengangguk puas lalu tanpa aba-aba ia pergi duluan, disusul member yang lain. Aku juga mengikuti mereka.

Jang Eun Mi ssi, maaf aku harus meninggalkanmu sebentar, aku akan segera kembali.

Author POV.

Jam pelajaran tambahan berbunyi seiring dengan selesainya Mr. Seo menuliskan catatan pentingnya di whiteboard.

“Baiklah, cukup sekian pertemuan kita hari ini. Belajarlah dengan rajin dan penuh semangat, FIGHTING!!”

FIGHTING!!”

Songsaenim mata pelajaran Kimia memang terkenal sangat enerjik sekalipun ia tergolong songsaenim senior di SMU tersebut.

Eun Mi selesai mencatat dan mulai membereskan barang-barangnya. Tiba-tiba seseorang di sampingnya mencolek bahunya.

“Jang Eun Mi ssi, bolehkah aku meminjam catatanmu? Aku tidak bisa mencatat karena kacamataku tertinggal di rumah,” suara dalam seorang namja yang sudah agak familiar di telinganya tertangkap oleh indra pendengarannya.

Ne? Oh, tentu,” Eun Mi kembali mengeluarkan buku catatan yang sudah tersimpan rapi di dalam tasnya.

Aah~ dahaengieyo, [syukurlah]” seru namja tersebut sambil tersenyum lebar, “kamsahamnida.”

Cheonmaneyo Jaehyo ssi~” Eun Mi tersenyum sekilas sebelum kembali memasukkan beberapa barangnya.

“Kau mau pulang bareng denganku?” tanya Jaehyo sambil mengiringi Eun Mi berjalan keluar kelas.

Eun Mi menggeleng kecil, “Aniyo, tidak perlu. Rumahku dekat kok dari sini.”

Jinjya?” Jaehyo menaikkan satu alisnya.

Nde..” Eun Mi menggerakkan kepalanya supaya mengangguk untuk meyakinkan Jaehyo.

“Kau berjalan kaki?” Tanya Jaehyo lagi.

Aniy, aku menaiki bus,”

“Jam segini biasanya sudah tidak ada bus yang beroperasi untuk kawasan disini,” ujar Jaehyo sambil melihat jam tangan di tangan kirinya.

Jeongmal?” dari raut wajah Eun Mi terlihat sekali ia kecewa.

Eun Mi tidak pernah pulang sesore ini sebelumnya, karena ini juga pertama kalinya ia mengikuti les sore hari.

“Untuk itulah aku menawarimu tumpangan,” jaehyo berhenti melangkah, memberikan Eun Mi jeda untuk memikirkan ulang tawarannya.

“Jang Eun Mi ssi, tidak usah kaku begitu. Kau pikir aku akan menculikmu?” Jaehyo memiringkan kepalanya, menatap Eun Mi face-to-face karena Eun Mi lebih pendek darinya.

“Ah, bukan begitu maksudku.. tapi aku hanya..kita kan.. baru bertemu,” sergah Eun Mi malu-malu.

Aish..ternyata ini yang membuatmu ragu. Kita kan sudah jadi teman 1 kelas sejak tadi pagi. Anggap saja ini untuk kita lebih mengakrabkan diri,” timpal Jaehyo yang merasa telah menemukan sumber keraguan Eun Mi.

K..Keuroom..”

“Anggap saja ini ucapan terima kasihku karena kau mau meminjamkan catatan kimiamu padaku, otte?” Jaehyo memberikan pilihan lain kepada Eun Mi yang masih tampak ragu.

“M… ok,” akhirnya Eun Mi menganggukkan kepalanya dan memilih mengammbil tawaran Jaehyo.

“Akhirnya kau memilih pilihan yang tepat, Jang Eun Mi ssi~” ujar Jaehyo sambil melangkah mendekat ke motornya.

“Apa maksudmu Ahn Jaehyo ssi?”

“Lihat, langit mulai gelap. Kalau kau memilih untuk berjalan kaki karena tidak ada bus, itukan lebih berbahaya,” Jaehyo menyungginggkan sebuah senyuman hangat sebelum menyerahkan sebuah helm berwarna hitam kepada Eun Mi.

Eun Mi menerima helm itu dan tersenyum faham.

Beberapa saat kemudian, motor milik Ahn Jaehyo sudah melaju membelah jalanan Seoul. Tidak jauh dari bangunan SMU tadi seseorang berambut merah berdiri di salah satu gedung pencakar langit tampak tersenyum puas.

“Jika kau berhasil dengan taktik ini, baru aku akan benar-benar mengakui bahwa, otakmu masih bekerja dengan baik, Jaehyo ssi~ kkk~

TBC.

 

Mianhe kalau masih abal-abal dan strange dan blablabla~

AYO KOREKSI AUTHOR!!

LEAVE YOUR COMMENT, PLEASE GOOD READER!!

😀

(pictnya memang sengaja author banyakan, per personil, untuk lebih mengenalkan. Terima kasih atas perhatiannya. Saranghaeyo~kitsune)

29 thoughts on “Sensation of Love [Part 1]

  1. waaaa….. bagus thor !! gak sabar buat lanjutannya !! U-kiss ganteng ganteng fotonya ,, kekekke ~ gamawo !!

  2. Wuish keren.. Br kali ini aku dpt ff yg bnyk fotonya (?) 😀
    ow yaya, tmben” sy bs nangkap ceritanya dgn baik. Lanjuut thor 😎
    dongho kok lbi sangar ya? Err garang maksudnya ^^v. Trakhir lht dia msh imut” mirip hyun bin 😀 #ngaco deh..

    • Iya, kenalin ini author pict <- maniak pict
      Syukurlah ceritanya bisa dimengerti 🙂
      Waktu author ketemu dia udah pasang muka begitu, jadi ya… *lirik ati-ati ke dongho #plakkk*

  3. wahh… FFnya bagus thor.
    Gak sbar buat next partnya… Aku ngefans bget sma Kevin oppa jdi pleasee jgn lma2 yach thor.
    Gomawo 🙂

    • Allerion itu manusia terpilih yang adanya cuma 1 abad sekali. Dia bisa ngasi victory dan glory buat klan siberian husky kalau dia dijadikan tumbal di acara keagamaan kelompok itu.

      Nah, untuk menghindari terbunuhnya si allerion, dia dijaga sama klan kitsune (rubah putih)

      Kalau Allerion sampai jatuh ke tangan siberian husky, maka kelompok kitsune akan lenyap, sampai 1 abad kemudian baru ada lagi penerusnya. sebaliknya, kelompok siberian husky bisa hidup abadi dan berkuasa.

  4. uhuhuhu awal yang baik thor … itu si Eun Mi ko bisa jadi Algeon*?*[apalah itu] … dia punya keturunan itu kah?

    • wah maaf chingu, iya kalau FF ini ngga ada lanjutannya.
      Maaf atas kekeliruan informasi dari balasan komentar yang sebelumnya ya, ini FF punya saya dan memang tidak dilanjutkan karena writer’s block.
      Sekali lagi maaf ya chingu…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s