And I Love You [Chapter 1]


Author : Iefabings

Casts :

  • Cho Kyuhyun (SJ)

  • Lee Donghae (SJ)

  • Song Hyerin (oc)

  • Hyoyeon (Girls’ Generation) *di part ini belum muncul, tapi termasuk main cast. Hihi…*

Genre : Romance, Sad

Rating : PG-15

Disclaimer : Donghae, Hyoyeon, Kyuhyun milik Tuhan, keluarga, SME, dan author *dicoret untuk menghindari amukan massa* Hyerin, plot, ide cerita dan hak cipta adalah milik saya, Iefabings seorang. Saya udah minta Harry Potter buat pasangin sihir anti plagiator. Jadi jangan sampe deh ada niatan plagiat kalo gak mau disihir kayak Dudley. *ekor di pantat. Wkwkwk…*

P.S : seperti yang sudah saya jelaskan di teasernya bahwa ide ff ini sudah lahir sejak lama. Kira-kira saat saya masih kelas 6 SD. *wuiiihhh… anak kecil udah mikir kayak ginian* Yaps, itu karena sejak SD kelas satu, atau bahkan sejak TK saya sudah sering ikutan eonnie saya nonton drama korea. Jadi bisa dibilang saya dewasa sebelum waktunya. Tapi, karena kemampuan menulis masih terbatas, waktu itu cerita ini cuma bisa dibayang-bayangin dalam khayalan doang *bisa dibilang nonton drama di otak sendiri lah* dan baru sekarang bisa menyajikannya dalam bentuk ff dengan cast seperti yang tertera di atas sana. Dulu sih, castnya gak jelas gitu, Cuma bayangan yeoja dan namja yang gak jelas wajahnya. akhirnya saya putuskan untuk memilih yeobo saya, eh, maksudnya bias saya sebagai main castnya. Aduh, kebanyakan P.S nih… ok, selamat baca!

^0^

Author pov

Senyum Hyerin mengembang, Kyuhyun masih terlelap. Dia meletakkan tasnya diatas meja tempat laptop Kyuhyun bertengger. Dibereskannya barang-barang diatasnya, lalu ke dapur untuk memasakkan sesuatu untuk namja yang sangat ia cintai. Dia memasak ikan dan telur karena Kyuhyun tidak suka sayur.

Kyuhyun, yang mendengar suara dari dapur terbangun. Dia turun dan mendapati yeoja yang sangat paling ia cintai sedang menggoreng ikan. Dia melingkarkan tangannya di pinggang Hyerin, dan membenamkan wajahnya dibahunya.

“Kau lembur lagi?”tanya Hyerin.

“Ne, launching game baru tinggal seminggu lagi. Aku harus pastikan tidak ada cela sedikitpun dari karyaku.,” bisik Kyuhyun.

“Jangan berbisik seperti itu, geli. Ikannya sudah matang. Ayo makan.”

Kyuhyun memakan masakan Hyerin yang disiapkan Hyerin tadi. Entah karena Hyerin yang pintar masak atau karena dia kelaparan, dia makan dengan sangat lahap.

“Kau tidak ikut makan?”tanya Kyuhyun dengan mulut penuh.

“Sudah tadi. Berapa hari kau tidak makan?”

“Baru sehari. Kalau makan masakanmu hampir seminggu.”

“Jadi kau makan apa?”

“Ramyun. Memangnya apa lagi?”

Hyerin geleng-geleng kepala. Ditatapnya wajah polos Kyuhyun di hadapannya. Dia selalu suka melihat Kyuhyun dengan wajah polos dan seperti bocah yang tak berdosa. Itu membuat perasaannya terisi ulang.

^0^

Kyuhyun Pov

Samar-samar, kudengar suara gaduh dari dapur. Aku sudah tahu tepatnya suara apa itu. Dan saat aku ke dapur dan melihat dia, yeoja yang sangat kucintai, aku langsung memeluknya dan membenamkan wajahku di pundaknya. Hampir seminggu aku tidak melihat wajah cantiknya. Tak perlu dikatakan lagi, aku sangat merindukannya.

“Kau lembur lagi?” tanya Hyerin.

“Ne, launching game baru tinggal seminggu lagi. Aku harus pastikan tidak ada cela sedikitpun dari karyaku.,” bisikku di telinganya.

“Jangan berbisik seperti itu, geli. Ikannya sudah matang. Ayo makan.”

Aku menurutinya dan duduk di meja makan semenatara dia menata masakannya. Bagiku, masakannya adalah yang terbaik, mengalahkan masakan eommaku sendiri karena eomma tidak pernah memasak untukku. Sejak usia dua minggu aku sudah tinggal di panti asuhan. Layaknya di drama-drama, aku ditinggal begitu saja di pintu panti asuhan dengan keranjang bayi dan kertas yang tertulis namaku. Cho Kyuhyun. Setidaknya itu yang ditinggalkan orang tua kandungku. Tapi Hyerin berhasil membuatku seolah terlahir kembali. Sejak pertama melihatnya aku sudah merasa bahwa dia adalah duniaku dan dia adalah tujuanku hidup.

“Kau tidak ikut makan?” tanyaku dengan mulut penuh.

“Sudah tadi. Berapa hari kau tidak makan?”

“Baru sehari. Kalau makan masakanmu hampir seminggu.”

“Jadi kau makan apa?”

“Ramyun. Memangnya apa lagi?” jawabku jujur.

Dia hanya geleng-geleng kepala. Tangannya merapikan rambut yang menutupi keningku. Setiap sentuhannya seolah mengisi ulang rasa sayangku padanya. Apa pun yang terjadi, menjadi apa pun dia, bahkan statusnya aku tidak peduli. Aku hanya begitu ingin memilikinya.

^0^

Hyerin pov

Aku merapikan rambut Kyuhyun yang berantakan. Dia kelihatan tampan bahkan dalam penampilannya yang berantakan. Kurasa aku mencintainya. Aku mengenalnya saat dia bekerja di perusahaan donghae oppa. Aku sering berkunjung, jadi sering juga bertemu dengannya. Dia sangat tampan dan aku yakin semua yeoja di korea pasti berkeinginan memilikinya dalam satu kali pandangan.

<flash back>

Author pov

“Hei, kau designer game yang baru itu kan?” sapa Hyerin.

“Benar, aku Cho Kyuhyun,” Kyuhyun mengulurkan tangannya.

“Kudengar kau lulusan terbaik di hardvard. Donghae oppa beruntung punya designer hebat sepertimu. Oh, iya, Kenalkan aku…”

“Song Hyerin,” potong Kyuhyun “Kau song Hyerin kan?”

“Bagaimana kau bisa tahu? Apa kau seseorang yang kukenal?”

“Kau memang tidak mengenalku, tapi aku tahu semua tentangmu.”

“Bagaimana bisa?”

Kyuhyun mendekat lalu berbisik. “Aku adalah pengangummu selama 18 tahun.”

<flash back end>

Kau pasti bisa bayangkan bagaimana melambungnya aku saat dia mengatakan itu. Dan saat itu juga aku…mungkin…langsung jatuh cinta padanya.

“Kyu, aku pergi dulu. Tadi oppa menelponku,” ucapku. Kyu hanya mengangguk. “Jangan makan ramyun lagi. Aku sudah siapkan makan malam, tinggal dihangatkan saja.”

“Arasseo, pergilah. Jangan biarkan Donghae-sshi menunggu.”

Aku mengmabil tasku. Sebelum keluar, aku menoleh padanya. Kyu mengerti lalu memelukku.

“Nanti aku lembur. Telepon aku sebelum tidur ya.”

Aku mengangguk, lalu meninggalkannya.

^0^

“Selamat siang, agasshi. Tuan muda Lee sudah menunggu di ruangannya. Silahkan.”

“Terima kasih, sekretaris Shin,”aku membuka pintu ruangan Donghae oppa. Dia sedang bersama karyawannya.

“Segera siapkan laporannya. Kau bisa pergi sekarang,” kata Donghae.

Karyawan itu memberi hormat padaku, lalu keluar. “Annyeong chagiya,” Donghae mengecup keningku.

Kalian pasti terkejut dengan ini kan? Donghae oppa adalah tunanganku. Aku menyayanginya seperti dia menyayangiku. Lalu Kyuhyun? Dia namjachinguku. Aku bertunangan dengan Donghae selama 2 tahun dan hampir setahun aku menjalin hubungan dengan Kyuhyun. Kalau kata orang aku sudah selingkuh.

Aku kenal Donghae oppa sejak kecil karena appa dan Lee ahjusshi bersahabat baik. Putri tunggal pemilik hotel Song dan putra sulung pemilik Lee corporation. Betapa sempurnanya pasangan ini. Aku tidak menolak, karena aku memang menyukai oppa. Dia tampan dan selalu melindungiku. Aku merasa nyaman di dekatnya.

Lalu aku bertemu dengan Kyuhyun. Aku berdebar setiap kali dia menatapku. Dia tahu aku adalah tunangan donghae oppa. Tapi kami melakukan kesalahan itu. Kami jatuh cinta. Awalnya aku merasa ragu antara menerima cintanya atau tidak. Aku tidak mau ada yang tersakiti karena tidak mungkin aku membatalkan pertunanganku dengan Donghae oppa. Selain karena itu akan berpengaruh buruk pada hubungan keluarga, aku juga masih mencintainya. Tapi di sisi lain aku tidak bisa membohongi diriku sendiri bahwa aku juga menyukai Kyuhyun. Jadi ku pustukan untuk menerima Kyuhyun, sebagai kekasih gelapku. *aduhai, bahasanyaaaaaa* Dan entah karena dia terlalu mencintaiku atau apa, dia menerimanya. Sejak saat itu pun aku belajar membagi hatiku untuk dua namja itu. Memang terkesan begitu serakahnya aku, tapi mau bagaimana lagi. Aku mencintai mereka.

^0^

Donghae pov

“Anneyong chagi,” ku kecup keningnya. Dia selalu terlihat cantik bagiku.

“Kenapa oppa memintaku kesini? Memangnya oppa tidak sibuk?” tanya Hyerin, lalu duduk di kursiku.

“Aku merindukanmu,” jawabku singkat.

“Aish, harusnya selesaikan dulu pekerjaan oppa. Kita kan bisa makan malam nanti,” dia membuka laptopku. Seperti biasa, dia bermain game.

“Kalau malam aku kan lembur. Tidak bisa makan malam romantis denganmu.”

“Memangnya dengan bertemu sekarang suasananya jadi romantis?” dia mengerucutkan bibirnya.

Aku tersenyum, ku acak-acak rambutnya.

“Oppa, jangan rusak rambutku,” keluhnya.

Walau kami dijodohkan, tapi sungguh aku mencintai Hyerin bahkan sejak dia sering mengajakku main boneka. Mungkin appa memahami bagaimana perasaanku pada Hyerin. Jadi appa meminta Song ahjusshi untuk menjodohkan kami. Aku bahagia saat itu, lebih-lebih karena Hyerin juga menerima perjodohan ini. Aku merasa benar-benar menjadi namja yang hidup dengan sempurna.

“Mana game baru yang akan di luncurkan minggu depan?” tanya Hyerin.

“Wae?”

“Aku mau main.”

“Tidak boleh, itu kejutan. Kau harus menunggu sampai minggu depan,” jawabku.

“Kenapa begitu?”

“Itu permintaan Kuyhyun-sshi. Aku kan harus menjaga kenyamanan designer terbaikku agar dia tidak pindah ke perusahaan lain.”

“Ugh, oppa pelit,” gerutunya. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya yang seperti anak kecil.

“Terserah apa katamu,”ucapku. “Tapi kau wajib datang di malam peluncuran game itu.”

“Tentu saja. Kapan aku tidak datang di acara peluncuran game baru?”

“Tapi kali ini kau bukan datang sebagai tamu, melainkan sebagai calon istri Direktur Lee. Kau harus selalu di dekatku. Arasseo?”

“Geurae, kalau perlu kau borgol tanganku agar aku tidak lari ke mana-mana,” ucapnya tanpa melihat wajahku karena terlalu fokus pada gamenya.

Aku tersenyum, ku acak-acak rambutnya lagi.

“Aish, sudah ku bilang hentikan. Rambutku bisa rusak, oppa,” keluhnya lagi.

“Siapa yang peduli? Ini kan rambutmu, bukan rambutku,” candaku.

“Yak, awas kau ya,” dia segera menyelesaikan gamenya lalu memburuku.

^0^

<flashback>

Author pov

Kyuhyun mengamati setiap gerakan Hyerin. Yeoja yang begitu dia kagumi kini berada di hadapannya. Lebih dari itu, dia sudah bisa merasakan bahwa rasa kagumnya itu tidak searah. Dia tahu Hyerin juga menginginkannya. Hanya saja masih ada satu tirai yang tidak bisa membuatnya memiliki Hyerin seutuhnya.

“Minuman special untuk yeoja yang special,” Kyuhyun mengulurkan segelas sampanye pada Hyerin. Mereka bersulang dan meminum sampanye mereka sampai habis.

“Gomawo, untuk minumannya dan untuk menemaniku,” Hyerin tersenyum, membuat Kyuhyun semakin mengaguminya.

“Kau terlihat cantik saat tersenyum,” kata Kyuhyun tanpa sadar.

“Mwo? Jadi kalau tidak tersenyum aku tidak cantik?”

“Bukan begitu,” Kyuhyun tertawa. “Aku hanya begitu bahagia karena sekarang kau tersenyum untukku.”

“Kau ini ada-ada saja. Bersyukurlah Donghae oppa sedang sibuk sekarang dan tidak bisa makan malam denganku. Kalau tidak, mana mungkin kau bisa menemani yeoja cantik sepertiku,” ucap Hyerin.

“Tentu saja aku sangat sangat bersyukur. Bukan hanya itu, aku juga bersyukur karena ramyunku habis. Kalau ramyunku tidak habis aku tidak mungkin ke sini dan menemukanmu sendirian dengan banyak makanan,” sambung Kyuhyun.

“Ramyun? Setiap hari kau makan ramyun?” Hyerin tampak terkejut.

“Ne, aku hanya bisa masak itu. Beginilah kalau namja hidup seorang diri,” Kyuhyun mengisi gelas mereka kembali.

“Omo, bagaimana kau bisa bertahan hidup? Apa kau baik-baik saja?”

“Kau mengkhawatirkanku?” tanya Kyuhyun dengan killing smilenya.

“Er… um… bukan begitu. Hanya saja ramyun itu kan tidak sehat…” wajah Hyerin memerah, berusaha mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“Mengenai ucapanku tadi. Aku bersungguh-sungguh,” suara Kyuhyun terdengar mulai serius.

“Mwo?”

“Bersamamu di sini, aku benar-benar bahagia. Aku berharap kita bisa selalu seperti ini,” Kyuhyun menatap Hyerin dalam.

“Apa yang kau bicarakan?” Hyerin kembali berusaha menghindari tatapan Kyuhyun.

Saat itu juga Kyuhyun menggenggam tangannya. Dia terkejut dengan perbuatan Kyuhyun itu sekaligus berdebar-debar. Dan anehnya dia tidak punya keinginan untuk melepaskan genggaman tangan Kyuhyun.

“Aku tahu aku sudah sangat kurang ajar dengan mengatakan ini. Tapi aku mencintaimu. Maukah kau menjadi yeojaku?”

Suhu tubuh Hyerin seketika menjadi tidak karuan. Ini benar-benar sudah sangat jauh. Selama ini dia sudah berusaha membuang jauh-jauh perasaan sukanya pada namja di hadapannya ini karena dia pikir itu mungkin hanya hasrat sesaat yang akan segera pergi. Tapi namja itu ternyata memiliki perasaan yang sama dengannya dan itu membuat harapannya kembali. Dan tiba-tiba saja dia ingin memiliki Kyuhyun juga. Tapi di sudut hatinya, dia sudah memiliki Donghae di tempat yang istimewa. Dia masih mencintainya.

“Kau tahu betul resiko mengatakan hal semacam itu padaku kan?”

“Tentu saja,” ucap Kyuhyun. “Aku sudah menunggu saat seperti ini sejak lama. Entah mengapa aku merasa sudah bosan terus menunggu. Walau aku mencoba menghapusmu dari pikiranku dan menggantinya dengan yeoja lain, justru semakin membuatku menggilaimu. Aku tidak peduli kau sudah menjadi milik Donghaesshi. Aku hanya mencintaimu dan ingin dicintai juga olehmu. Aku tidak butuh pengakuan dari siapapun. Aku hanya menginginkanmu.”

Hyerin bergetar, belum pernah ada seorang namja pun yang mengatakan hal itu padanya. Bahkan Donghae sekali pun. Raut wajahnya menyiratkan dia juga menginginkan Kyuhyun. Ya, dia menginginkannya. Mungkin tidak ada salahnya dia mencoba.

“Benarkah kau akan menerima semua yang mungkin terjadi nantinya? Kau rela menerima resiko apa pun?”

“Asal kau memberikan hatimu padaku.”

“Ku rasa, mulai hari ini kau tidak boleh makan ramyun lagi,” Hyerin melepaskan genggaman Kyuhyun.

“Wae?”

Hyerin tidak menjawab. Dia bangkit dan mengambil tasnya. Kyuhyun masih diam dalam posisinya, sedikit bingung dengan tingkah Hyerin itu.

“Apa yang kau lakukan? Kau tidak mau mengantar yeojamu pulang?” kata Hyerin.

Kyuhyun tersenyum, lalu ikut bangkit. Dia memberikan lengannya pada Hyerin yang langsung menggandengnya.

“Saranghaeyo, chagiya…” bisiknya.

<flashback end>

Kyuhyun tersenyum mengingat momen itu. Saat Hyerin bersedia memberikan hatinya, saat itu juga hidupnya terasa lengkap. Hyerin yang membuatnya seperti sekarang ini. Bukan dunia yang membawa Hyerin, tapi Hyerin yang membawa dunia padanya.

Neo gateun saram tto eopseo

Juwireul durebwado geujeo georodeongeol…

Ponselnya berdering, menampilkan nama ‘My Rin’ di layarnya.

“Kau belum tidur?” tanyanya.

‘Kapan aku bisa tidur sebelum mendengar nyanyianmu?’ Hyerin balik bertanya.

“Dasar,” kata Kyuhyun. Memang sudah kebiasaan Hyerin sejak menerima cinta Kyuhyun, harus dinyanyikan sebuah lagu sebelum tidur. “Lagu apa yang ingin kau dengarkan malam ini?”

‘Hmmmm… hm… hmmm’

“Yak, suara apa itu? Jelek sekali,” goda Kyuhyun.

‘Mwo? Jelek katamu? Aku sedang berpikir,’ kata Hyerin kesal.

“Jangan terlalu lama, kau harus segera tidur. Sudah malam.”

‘Aaahhh, terserah kau saja. lagu apa pun kalau dinyanyikan olehmu pasti bagus. Tunggu, aku pakai selimut dulu,’ kata Hyerin. ‘Sekarang, mulai.’

Kyuhyun menghela nafas, lalu mulai bernyanyi…(Hope is a dream)

“Selesai,” kata Kyuhyun, mengakhiri lagunya.

‘Sudah? Aku ingin lagi,’ rengek Hyerin.

“Waktunya tidur, pejamkan matamu, pikirkan aku, terlelaplah. Jangan lupa bawa aku dalam mimpimu,” kata Kyuhyun.

‘Padahal aku ingin mendengar nyanyianmu lagi,’ suara Hyerin terdengar kecewa. ‘Geurae… akan ku lakukan. Pejamkan mata…’ bisik Hyerin. ‘Pikirkan Cho… Kyu… hyun… Cho Kyuhyun, saranghaeyo, saranghamnida, sarang, saranghae…’

Kyuhyun tertawa mendengar suara bisikan Hyerin.

“Na… do… chagiya… nado, jeongmal saranghaeyo… tidurlah…” bisik Kyuhyun. “Good night.”

Dalam beberapa menit, Hyerin sudah tidak bersuara lagi. Hanya terdengar suara nafasnya yang menandakan dia sudah terlelap. Kyuhyun meletakkan ponselnya kembali setelah mematikan telponnya. Dia kembali ke hadapan laptopnya dan kembali sibuk dengan pekerjaannya.

^0^

Acara launching game terbaru yang diselenggarakan di Hotel Song mendapat sambutan baik. Banyak tamu yang datang, mulai dari pengusaha hingga maniak game yang masih berstatus pelajar. Banyak juga wartawan yang datang dan mewawancarai Donghae dan Kyuhyun.

“Ini adalah acara yang hebat. Direktur muda berkolaborasi dengan designer game yang juga masih sangat muda. Sungguh luar kerja sama yang luar biasa.”

“Kansahamnida, ini semua karena karya Kyuhyunsshi yang memang luar biasa. Perusahaan kami hanya memberi media agar karyanya lebih dikenal lagi. Kami juga berterima kasih pada semua orang yang berpartisipasi,” jawab Donghae rendah hati.

“Mengenai gamenya sendiri, Anda memakai nama KyuRin sebagai nama designer Anda. Bisa dijelaskan arti dari nama itu?” tanya seorang wartawan.

“Itu adalah permintaan dari Kyuhyunsshi sendiri. Jadi sebaiknya dia yang menjawab,” Donghae menepuk pundak Kyuhyun.

“Benar, itu permintaanku sendiri,” kata Kyuhyun.

“Lalu kenapa harus KyuRin? Bukankah itu terkesan seperti nama yeoja? Kami sempat mengira designernya adalah seorang yeoja dan terkaget saat tahu bahwa ternyata game ini adalah ciptaan seorang namja muda yang tampan,” kata wartawan itu.

“Nama itu adalah pemberian dari seseorang. Dia sangat berpengaruh dalam karierku sebagai gamer dan karena dia juga aku bisa seperti sekarang ini,” jawab Kyuhyun.

“Omo, aku sendiri baru tahu mengenai hal itu. Apakan orang ini sangat berarti untukmu? Yeoja? Jangan-jangan dia kekasihmu ya?” tanya Donghae.

Kyuhyun hanya tersenyum. Saat itu juga, Hyerin muncul di tengah keramaian dengan gaun putihnya yang anggun. Dia melambai entah pada Donghae atau pada Kyuhyun. Dua namja itu memiliki perasaan yang sama, bahwa Hyerin melambai padanya. Kyuhyun baru saja ingin melambai pada Hyerin, tapi dia langsung sadar ada Donghae di dekatnya dan itu artinya, dia harus mengalah. Donghae menghampirinya. Melihat itu Kyu hanya bisa tersenyum.

“Omo, itu tunangan Direktur muda Lee sekaligus putri tunggal pemilik hotel ini,” pekik salah satu wartawan.

Kyuhyun pun menjauh. Memang ada sedikit rasa sakit, tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menerima apa pun yang terjadi. Yang dia inginkan hanyalah mencintai dan memiliki Hyerin, walau tidak ada seorang pun yang tahu.

“Kemarilah, aku punya kejutan untukmu,” bisik Donghae pada Hyerin.

“Benarkah? Ku harap kejutan yang menyenangkan. Mana Kyuhyunsshi? Aku tidak melihatnya, sombong sekali dia tidak menyapaku,” kata Hyerin menoleh ke sana ke mari mencari Kyuhyun.

“Itu dia di sana,” tunjuk Donghae pada Kyuhyun yang sedang ngobrol dengan sekelompok tamu.

“Yak, Kyuhyunsshi. Kau tidak memberi salam padaku,” sapa Hyerin. Di depan semua orang, Hyerin dan Kyuhyun menggunakan sapaan formal untuk menutupi hubungan mereka. Sedikit menyusahkan memang, tapi itu harus tetap mereka lakukan untuk terus bertahan.

“Oh, annyeong, Song agasshi. Atau ku panggil Nyonya Lee?” canda Kyuhyun.

Mata Kyuhyun dan Hyerin bertemu, seolah saling mengatakan ‘akting yang bagus’. Donghae tidak pernah menyadari arti tatapan mereka sesungguhnya.

“Masih belum waktunya. Selamat atas peluncuran gamemu. Mulai sekarang kau harus selalu menciptakan game yang hebat untuk perusahaan Donghae oppa,” sahut Hyerin.

“Ara, saya akan berusaha dengan baik, Nyonya Lee,” jawab Kyuhyun dengan gaya sopannya. Lalu dia mendekat pada Hyerin dan berbisik. “Aku berharap perayaan yang lebih dari ini. Setelah acara ini, temani aku minum di apartemenku. Arasseo?”

“Aish, kau ini.”

“Yak, apa yang kalian bicarakan di depanku huh?” tanya Donghae.

“Haruskah aku mengatakannya? Bahwa malam ini aku ingin Nyonya Lee menemaniku minum karena dia tampil dengan sangat cantik,” jawab Kyuhyun.

Hyerin terkejut dengan ucapan Kyuhyun yang blak-blakan. Dia melirik Donghae dengan perasaan was-was.

“Aku tidak keberatan, bawa saja anak kecil yang manja ini. Selama kau tidak merasa kerepotan menghadapi tingkahnya yang seperti anak kecil,” jawab Donghae enteng.

“Oppa,” Hyering merengek sekaligus lega karena Donghae tidak menanggapi serius ucapan Kyuhyun.

“Sebenarnya malam ini bukan hanya untuk meluncurkan game baru,” sambung Donghae.

“Benarkah? Memangnya ada acara apa lagi?” tanya Kyuhyun.

“Kau lihat saja dari sini. Sebentar lagi kau akan tahu. Chamkanman,” kata Donghae lalu meninggalkan Hyerin dan Kyuhyun.

Hyerin mendekat pada Kyuhyun, menyikut lengannya.

“Yang tadi itu apa? Kau hampir membuatku mati karena jantungan,” ucap Hyerin lirih tanpa melihat wajahnya. Mereka berbicara tanpa melihat wajah satu sama lain agar tidak ada orang yang menyadarinya.

“Kau tidak perlu setegang itu. Donghaesshi bahkan tidak menanggapinya dengan serius kan?” Kyuhyun hanya tersenyum.

“Jangan lakukan yang seperti itu lagi. Arasseo?” kata Hyerin.

“Tapi aku serius dengan ucapanku tadi. Bagiku perayaan yang terpenting adalah bersamamu,” kata Kyuhyun.

“Nde, setelah acara ini di bar tempat kita biasa minum,” Hyerin mengakhiri pembicaraan mereka dan meninggalkan Kyuhyun.

Donghae baru saja memberi isyarat agar dia menghampirinya ke podium. Semua tamu melihat mereka berdua yang sedang bersandingan. Presdir Lee pun mengikuti mereka ke podium.

“Malam ini,” kata Presdir Lee. “Selain merayakan keberhasilan tugas pertama putraku dalam perusahaan,” dia menepuk punggung Donghae, “dan atas karya hebat Cho Kyuhyun, designer baru kami yang berbakat,” dia menunjuk Kyuhyun. Semua bertepuk tangan padanya dan Kyuhyun mengucapkan terima kasih. “Ada hal yang tidak kalah penting untuk kami umumkan pada malam ini.”

Semua tamu mulai bisik-bisik tetangga, mulai menerka-menerka dan menduga-duga kira-kira apa pengumuman pentingnya. Lebih-lebih karena Donghae dan Hyerin sedang berdiri di sana.

“Seperti yang kalian tahu acara ini juga dapat terselenggara berkat dukungan Hotel Song yang menyediakan tempat begitu megah untuk acara ini,” Presdir Lee menunjuk Presdir Song, appa Hyerin. “Dan mengenai hubungan persahabatan kami yang sudah terjalin sejak lama, kami ingin mempererat hubungan itu melalui anak-anak kami yang sekarang berdiri dengan serasinya di samping saya,” dia menoleh pada Hyerin dan Donghae. Mereka hanya tersenyum. “Kami putuskan untuk tidak mengulur waktu lagi dan akan menyelenggarakan upacara sekaligus pesta pernikahan bulan depan.”

Semuanya ber ‘omo’ ria sambil bertepuk tangan. Hyerin sedikit merasa bahagia akan pengumuman itu, tapi dia juga merasa ada sesuatu yang terasa aneh dalam dirinya. Donghae yang sudah tahu mengenai rencana itu sudah tidak begitu terkejut. Sementara itu, di barisan para tamu seorang namja tengah menahan rasa sakit yang berkecamuk di hatinya. Kyuhyun. Dia tidak tahu harus bahagia atau marah atau sedih atau kecewa. Dia hanya ikut bertepuk tangan seperti tamu yang lain. Dan dengan usaha yang cukup besar dia melemparkan senyumannya pada Hyerin dan Donghae.

Saat itulah Hyerin menyadari kenapa dia merasa aneh dengan perasaannya sendiri. Dia tidak pernah memperhitungkan ini sebelumnya. Tiba-tiba dia merasa bersalah pada Kyuhyun dan bingung apa yang akan dia lakukan selanjutnya. Dia menatap Kyuhyun, dan Kyuhyun hanya membalasnya dengan sebuah senyuman. Hyerin merasa sedikit tenang karena itu artinya Kyuhyun baik-baik saja.

TBC

^0^

P.P.S : eh, eh,eh, abang TBC udah nongol. Waduh, hambarkah? Gaje? Gak ada feelnya? Saya juga merasa gitu. Habis, biasa nulis komedi sih. Giliran nulis sad romance gini ya jadi aneh. Mohon komentarnya, saya akan berusaha lebih baik di part selanjutnya. KyuRin Tale? Udah rampung, tapi mau nuggu mood enakan dulu buat publish. Author masih galau akibat gak bisa nonton SS4. See You…

53 thoughts on “And I Love You [Chapter 1]

  1. biasanya kalo cinta segitiga namja nya kyu sama hae, yg menang selalu kyuhyun, ff ini siapa kah nanti yang menang 😀
    kalo dari hati sih milih kyu, tapi dianya jadi selingkuhan ><
    ff nya bagus ko, feel nya juga dapet, ya sudah aku mau cus ke part selanjutnya 🙂

  2. Baru kali ini baca ff…kyu bisa ngalah jadi selingkuhan pula…
    Ak suka banget ceritanya…hihihi…
    Kyu pasti sakit banget…
    Next chap cuz baca…hihihi…
    Gomawo author…

  3. Ommmooo hyeri tunangan sma hae oppa tp jg pcran sma kyu 😮 duuhhh gmna ksah mrka ?? Lanjutt thor 😉

  4. Omoo.. Baru kali ini aku liat kyu jadi cast selingkuhan. Sedih euy T.T kyu kamu yang sabar ya.. Kalo ga jadi sama hye rin sama aku aja.. *dibakarsparkyu*

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s