Just The Way You Are Part 3

Title   :: Just The Way You Are Part 3

Genre   :: Romance, Friendship, Family

Length   :: Chaptered

Rating   :: G

Main Cast   :: Kim Seoeun (OC), Kang Minhyuk of CN Blue

Other Cast   :: Lee Haejin (OC), Member of CN Blue

Disclaimer   :: This story and plot is mine

a/n   :: ini juga dipublish di blog pribadi saya,, happy reading..maaf untuk typo..

Previous Part   :: [Part 1]. [Part 2]

http://lovelylovelife.wordpress.com

―――――――――――――――――――――――――――――――――

Seoeun POV

“Nanti aku dan Yong oppa akan membantu, tenang saja. Ia sudah berjanji padaku.” Katanya. Aku hanya mengangguk saja.

“Nih nomer Minhyuk, ku forward yah.” Katanya saat sudah mendapat pesan dari Yonghwa oppa. Aku langsung semangat dan saat handphoneku berdering aku langsung membukanya dan menyimpan nomer Minhyuk dengan nama ‘nae kyeopta namja’. Aku langsung bersiap mengiriminya pesan. Pendekatan siap di mulai.

To : Nae kyeopta namja^^

Annyeong Minhyukkie~

-kim seoeun-

Yes, terkirim juga. Haha. Kita lihat seperti apa tanggapan Minhyuk. kkk~

“Kau sedang apa?” Tanya Haejin.

“Mengirim pesan ke Minhyuk.” Jawabku santai.

“Mwo? Kau mengiriminya pesan? Cepat sekali. Kau benar-benar nekat.” Kata Haejin. Ah biarlah. Aku hanya menjawab dengan mengangkat bahuku.

Drrtt drrtt

Handphoneku bergetar ada pesan, omo, Minhyuk, ia membalas pesanku.

“Haejin~ah, Minhyuk membalas pesanku. Yippi.” Seruku kesenangan. Langsung saja kubuka pesannya.

From : Nae kyeopta namja^^

Eh? Seoeun noona?

Annyeong noona, kau dapat nomerku darimana?

Eh? Aduh jawab apa ini?

“Haejin~ah, ottokhae? Aku harus bilang apa? Aku harus bilang dapat dari kau atau Yonghwa oppa?” tanyaku sambil menggoyang-goyang tubuh Haejin yang sedang berada di sebelahku sambil mengintip pesan dari Minhyuk tadi.

“Hhh, kau sih ada-ada saja. Bilang saja dariku. Kalau bilang dari Yong oppa kita akan susah koordinasi.” Jawabnya.

“Ah benar juga, baiklah akan kubilang darimu.” Kataku.

Minhyuk POV

Aku sedang tiduran di ranjangku saat tiba-tiba handphoneku bergetar.

Drrtt drrtt

Ah pesan masuk.

From : No Name

Annyeong Minhyukkie~

-kim seoeun-

Eh? Seoeun noona? Dapat nomerku darimana dia? Ku simpan dulu deh nomer noona.

To : Seoeun noona~

Eh? Seoeun noona?

Annyeong noona, kau dapat nomerku darimana?

Darimana ya noona dapat nomerku? Dan lagi untuk apa dia mengirimiku pesan?

“Joahae.”

“Aniyo, aku serius. Aku memang menyukaimu. Walaupun kita baru kenal kemarin. Jangan tanya kenapa karena akupun tak tahu kenapa aku bisa suka padamu. Kau hanya harus tahu satu hal. Aku menyukaimu dan aku akan membuatmu juga menyukaiku. Atau bahkan mencintaiku.”

“Gwaenchana. Kau cukup tahu perasaanku. Maaf kalau aku terlalu frontal. Aku hanya ingin kau tahu saja kalau aku akan berusaha untuk merebut hatimu juga. Aku tidak perduli dengan perbedaan umur. Lagipula kurasa kau hanya lebih muda beberapa bulan dariku. Kurasa itu tidak masalah. Semoga saja kau tidak terganggu dengan semua usaha-usahaku untuk merebut hatimu. Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk merebut hatimu tapi juga tanpa membuatmu risih atau terganggu dengan keberadaanku di sekitarmu. Otte?”

“Ah ya, dan dalam hal ini aku tidak menerima penolakan. Karena ini pertama kalinya aku menyatakan perasaanku lebih dulu pada seorang namja, lebih muda dariku pula. Jadi aku ingin membuatnya berhasil dengan baik.”

Omo, jadi noona serius dengan hal itu? apa ini juga salah satu usahanya merebut hatiku? Ottokhae? Aigoo, aku pusing.

Drrtt drrtt

From : Seoeun noona~

Aku dapat nomermu dari Haejin.

Kau sedang apa Minhyukkie~?

Ps : aku akan memanggilmu Minhyukkie atau Hyukkie okeyy J

Heee??? Dari Haejin noona? Ish, noona kau bikin aku ribet deh, mereka berdua memang sama-sama aneh, pantas bisa sahabatan. Ckck

To : Seoeun noona~

Oh, dari Haejin noona

Aku sedang istirahat noona, kami baru pulang.

Yah, memang benar kan aku baru pulang belum lama. Ahh, aku aneh berkirim pesan begini apalagi setelah yang terjadi di studio. Hhh.

Drrtt drrtt

From : Seoeun noona~

Oh kau baru pulang, yasudah istirahat saja

Jaljayo Hyukkie~ J

Syukurlah noona mau mengerti, ia tidak memaksaku untuk tetap berkirim pesan, kuakui ini sifat yang baik. Aku memutuskan untuk tidak membalas pesan noona lagi, yah selain aku masih bingung aku juga memang lelah.

***

Drrtt drrtt

Astaga, apa-apaan sih, pagi-pagi sudah ada pesan saja. Menyebalkan. Siapa lagi yang mengirim pesan pagi-pagi begini.

From : Seoeun noona~

Morning Hyukkie~

Wake up! the sun is going up

Jangan lupa sarapan yaaa J

Ya ampun Seoeun noona, ia benar-benar membuktikan semua ucapannya. Aduh, tapi aku masih ngantuk, tapi sudah tidak bisa tidur lagi. Haish, aku mengacak-acak rambutku frustasi. Ah, nonton tivi sajalah.

“Eh hyung sudah bangun?” tanyaku saat melihat Yonghwa hyung sudah duduk lebih dulu di depan tivi.

“Hmm, aku mau mengantar Haejin ke kampus pagi ini. kau sendiri? Tumben sudah bangun? Gwaenchana?” tanyanya balik.

Ottokhae? Apa aku harus cerita pada Yonghwa hyung tentang Seoeun noona atau tidak ya? Ah lebih baik tidak usah, sepertinya aku masih bisa mengatasi noona.

“Nan gwaenchana hyung, entahlah, aku tiba-tiba terbangun dan tidak bisa tidur lagi. Kau menemui Haejin noona jam berapa?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Oh, nanti masih dua jam lagi sih, hanya takut telat, kacau nanti kalau aku telat mengantarnya ke kampus, nanti ia bisa ngamuk-ngamuk. Kau sendiri tahu kalau Haejin mengamuk seperti apa.” Jelasnya. Memang benar Haejin noona kalau sudah mengamuk benar-benar menyeramkan, tidak ada yang bisa mengendalikannya, seperti iblis betina.

“Makanya hyung kalau punya yeoja pilih-pilih, sudah tahu yeojamu itu terkadang seperti iblis betina masih saja di pilih. Ckckck.” Kataku.

PLETAAKKK!!!

“Hyung appo, kau akhir-akhir ini sering sekali memukulku sih.” Kataku sambil mengelus-elus kepalaku yang tadi kena jitakan darinya.

“Salah sendiri kenapa kau mengatai yeojaku seperti itu, masih untung kau kujitak, kalau Haejin yang mendengar langsung pasti ia akan langsung memcekikmu tanpa ampun.” Sahutnya. Aku hanya bergidik ngeri, yah itulah Haejin noona, ia memang baik, sangat baik malah tapi kalau sifat evilnya lagi keluar euh benar-benar menyebalkan dan harus jauh-jauh darinya kalau masih ingin hidup.

“Lagian akhir-akhir ini kok hyung jadi sering mengantar noona ke kampusnya? Memangnya mobil noona kenapa?” tanyaku. Yah setahuku noona itu yeoja yang mandiri dan termasuk berani, jadi kalau tidak dalam keadaan terpaksa dan ia masih bisa melakukan semuanya sendiri ia tidak akan meminta tolong dan menyusahkan orang lain, ia kan anti menyusahkan orang lain dan hutang budi.

“Mobilnya suka aneh katanya, memang sih, akhir-akhir ini mobilnya beberapa kali mogok dan ada kerusakan, jadi kubilang untuk tidak menggunakan mobilnya dulu, kalau aku sempat aku yang akan mengantar jemputnya atau lebih baik ia bareng Seoeun atau naik taksi dan bus, aku khawatir kalau ia membawa mobil dalam keadaan mobilnya seperti itu, apalagi kau tahu kan ia hobi mengebut, ah ya Haejin dan Seoeun itu sama-sama ratu jalanan, mereka selalu hobi kebut-kebutan.” Jelas hyung. Eh Seoeun noona suka kebut-kebutan? Kalau Haejin noona memang jago kebut-kebutan. Malah terkadang ia dan hyung bertengkar sambil mengebut dan anehnya tidak menabrak. Dan setahuku kemampuan mengebut hyung masih di bawah noona. Ckckck, pasangan yang berbahaya.

“Seoeun noona suka kebut-kebutan hyung?” tanyaku heran, yah agak aneh saja mengetahui yeoja seperti Seoeun noona hobi kebut-kebutan. Hyung mengangguk.

“Kemampuan mereka sama, kalau ada kebut-kebutan di jamin mereka pasti menang, dan kemampuanku berada di bawah dua orang yeoja, yaitu yeojaku dan sahabat yeojaku. Menyedihkan.” Ow, berarti Seoeun noona memang hebat, karena kalau hyung bilang kemampuan hyung di bawah mereka dan kemampuan noona sama dengan Haejin noona berarti tidak ada yang perlu diragukan lagi, aku menemukan satu lagi factor mereka bisa bersahabat, sama-sama hobi mempertaruhkan nyawa.

“Ah hyung, lalu apa Seoeun noona kalau sedang marah dan mengamuk juga seperti Haejin noona?” tanyaku, aku harus mulai mencari informasi tentang Seoeun noona sedikit demi sedikit. Yah untuk menentukan sikapku ke depannya terhadap Seoeun noona.

“Kalau marah? Setahuku sih mereka hampir sama, tidak beda jauh, tapi untuk kadarnya Haejin lebih sulit ditenangkan. Seoeun juga hampir sama seperti Haejin kalau marah dan mengamuk.” Jelas hyung, kau mengangguk. Memang tidak aneh mereka sahabatan, sama-sama evil juga. Aigoo, kenapa aku mendapat penyataan cinta dari yeoja yang agak evil dan sahabat dari seorang iblis betina?

“Kenapa kau bertanya tentang Seoeun terus?” Tanya Yonghwa hyung tiba-tiba.

“Eh? Aniyo, hanya ingin tahu saja.” Jawabku.

“Oh, kupikir kau menaruh perhatian pada Seoeun. Karena kau seperti sedang mencari tahu tentangnya sih.” Celetuknya. Aku langsung kaku mendengarnya, apa segitu ketahuannya ya kalau aku sedang mencari tahu tentang Seoeun noona?

“Heh? Ahaha kau ada-ada saja hyung, pagi-pagi sudah mulai bercanda. Ahaha.” Kataku sambil tertawa yang sangat dipaksakan.

Kami akhirnya menghabiskan waktu di pagi ini dengan menonton tivi, sambil menunggu semua member berkumpul.

“Minhyuk~ah, aku pergi dulu ya, sudah waktunya mengantar Haejin. Annyeong.” Kata Yonghwa hyung.

“Oke hyung, annyeong.”

Seoeun POV

Sudah lebih dari dua bulan aku melakukan pendekatan dengan Minhyuk, tapi kenapa sepertinya ia masih biasa saja? Ia memang menanggapi saat aku menelepon atau mengiriminya pesan, ia tidak pernah sombong atau mengabaikanku, aku juga sering menemuinya dan kami tetap mengobrol kalau bertemu, tapi aku merasa ia tetap menganggapku sebagai noonanya. Apakah tidak bisa berubah? Apa memang aku tidak akan pernah bisa merebut hatinya?

Aku memang mengatakan akan terus berusaha mendapatkan hatinya, dan bagiku sekarang sudah memakan waktu yang lumayan lama untuk seorang yeoja yang melakukan pendekatan terlebih dahulu. Tapi aku tidak akan menyerah, aku akan benar-benar terus berusaha sampai aku mendapat kata penolakan langsung darinya.

Sore tadi aku meneleponnya lagi, dan ia bilang CN Blue akan terbang ke Sydney bersama artis lain, dan banyak yeoja cantik di sana. Huwee. Oke, bukan aku saja yang galau, Haejin juga, tapi kan ia dan Yonghwa oppa berpacaran, tidak perlu takut Yonghwa oppa akan berselingkuh, toh Yonghwa oppa bukan tipe namja yang gampang tergoda oleh yeoja, lain dengan Minhyuk, Minhyuk masih bebas, karena itu aku khawatir, bagaimana kalau ia tergoda dengan artis-artis itu, kesempatanku akan semakin kecil. Jujur saja, aku bahkan belum menyiapkan diri dan mentalku kalau nanti pada akhirnya Minhyuk tetap tidak bisa menerima perasaanku dan menolakku. Apakah aku kuat, biar bagaimana dalam kasus ini aku yang terang-terangan mengejarnya.

Haejin bilang, kalau aku memang serius untuk mengejarnya ya aku harus terus berusaha, dan karena aku sudah memutuskan baru akan menyerah kalau ia terang-terangan tidak menanggapiku atau menolakku maka sebelum hal itu terjadi aku akan tetap berusaha merebut hatinya.

Minhyuk POV

Hah, sudah dua bulan lebih Seoeun noona berusaha mendekatiku, oke aku bohong kalau aku tidak ada perasaan padanya, sejauh ini aku menyukainya, yah ia memang selalu berada di sekitarku, ia selalu menghubungiku, menanyakan keadaanku, ia selalu perhatian padaku, dan aku memang sempat terganggu dengan hal itu, tapi sekarang aku biasa saja, toh semua yang dilakukannya masih dalam tahap yang wajar. Hanya saja aku baru sebatas suka dengannya, sebagai teman dan seorang dongsaeng pada noonanya tentu saja, entahlah, untuk menganggapnya sebagai seorang yeoja aku belum bisa, aku juga tidak tahu kenapa.

Yang aku herankan dari semua ini adalah kenapa noona tidak berhenti dan menyerah saja, aku tidak enak kalau harus menolaknya terang-terangan, bagaimanapun aku masih memikirkan perasaannya sebagai seorang yeoja. Seorang yeoja akan merasa sakit saat semua pengorbanan dan usahanya mendapat penolakan kan? Makanya aku menunggu noona yang menyerah dengan sendirinya.

Kami sekarang sedang di Sydney, kemarin noona sudah meneleponku yah seperti biasa menanyakan keadaanku, ia juga berpesan agar aku menjaga diri selama di sini, aigoo aku sudah 21 tahun sudah pasti bisa menjaga diri, yang membuatku kaget ia terang-terangan bilang takut aku akan tergoda dengan artis-artis yang ikut ke Sydney juga, ia takut hal itu terjadi bahkan sebelum ia sempat mendapatkan hatiku, noona satu itu benar-benar kelewat ekspresif dan frontal.

Aku juga sudah menceritakan hal ini pada Yonghwa hyung, ia bilang terserah padaku, semua keputusan ada di tanganku, ia hanya berpesan untuk tidak sembarangan mengambil keputusan, kalau memang pada akhirnya aku ingin menolaknya maka gunakan cara yang baik jangan sampai menyakitinya, tapi ia juga bilang noona itu seorang yeoja yang baik, seorang namja harusnya bersyukur mendapatkan yeoja yang sudah jelas sangat mencintainya dan tidak malu untuk menunjukkan hal yang dirasakannya. Aihh molla, aku bingung.

Seoeun POV

“Seoeun~ah, nanti antar aku yuk ke Incheon.” Ajak Haejin saat kami sedang di café kampus.

“Eh? Mau apa? Kau mau liburan?” tanyaku.

“Maksudku bandara Incheon.” Jelasnya. Oh bandara, ku pikir ia mau ke pantainya. Mau apa ia?

“Mau apa kau? Menjemput Yonghwa oppa? Memangnya mereka pulang sekarang?” tanyaku.

“Ani. Menjemput sepupuku.” Jawabnya.

“Sepupu?” aku berpikir tentang jawaban Haejin, omo, jangan bilang… “Haejin~ah, jangan bilang yang kau maksud sepupu itu dia?” tanyaku takut-takut, God, aku mohon jangan. Tapi sepertinya Tuhan tidak mengabulkan doaku, Haejin mengangguk.

“Selama ini kan ia sibuk syuting dan minggu lalu ia dari Kanada mengunjungi keluarga kami sekalian liburan. Kami sudah lama tidak bertemu dan ia bilang ia juga kangen dengan seorang yeoja yang sangat dicintainya.” Jelas Haejin dengan ekspresi wajah yang err… kelewat ekspresif.

“Astaga berlebihan sekali sih kau, mau apalagi ia datang sih? Shiroe, kau pergi saja sendiri.” Kataku.

“Ayolah Seoeun, temani aku ya. Masa kau tega pada sahabatmu yang satu ini sih? Temani aku ya?” pintanya dengan puppy eyesnya. Hah, kalau ia sudah mengeluarkan jurus puppy eyesnya susah untuk ditolak.

“Ara, aku antar tapi habis itu aku tidak mau ikut acara kalian, aku hanya akan mengantarmu menjemputnya tidak lebih, aku belum siap, dan kau tahu kenapa.” Tegasku.

“Arasseo nona Kim.” Sahutnya sambil tertawa penuh kemenangan.

***

“Ya! Haejin~ah. Mana sepupumu itu? lama sekali.”

“Molla, seharusnya sih sudah landing, kita tunggu saja deh, nanti juga dia menelepon atau mendatangi kita.” Jawabnya.

“Kenapa bukan kau saja yang menelepon sih?” tanyaku kesal, aku malas menunggu yang tidak jelas begini.

“Aku malas meneleponnya, sudah tunggu saja.” Sahutnya santai. Ish, benar-benar deh.

“Annyeong yeojadeul.” Sapa seseorang sambil menepuk pundak kami berdua. Saat menoleh, eh? Dia?

――――――――――――――TBC ――――――――――――――――

14 thoughts on “Just The Way You Are Part 3

  1. ah,akhirnya keluar jg,dan maaf thor baru komen.
    Asik deh,seoeun mulai melancarkan aksi pedekate, dan itu siapa itu yg dijemput?namja apa yeoja?
    Lanjut thor, jangan lama2.hehehe

  2. Siapa ya yang dijemput sama seoeun, kok kayanya dia ogah ogahan gitu jemputnya.
    Apakah mantannya? Penasarannn..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s