Mr. Math, Saranghae (Part 2-END)

Author: HaeKyo

Cast:    – Park Hyumi

– Cho Kyuhyun

Other cast : – Kim Gael

– and other

Rating : G

Genre : Romance

Length : TwoShot

Previous Part : Part 1

Annyeong readers . . . saya kembali dengan FF yang gak nyambung, banyak TYPO, gak dapet FEELNYA, bahasa gak jelas, dan masih banyak lagi. Oh iya, nama Choi Wook Ki kuambil dari nama Donghae Oppa di drama It’s Okay, Daddy’s Daughter #taugak?.

FF ini pernah di publish di blog pribadi Author —>http://supershineeff20.wordpress.com/

________________________________

“ah . . . baiklah, bibi harus pergi. Jaga Wook Ki baik-baik Hyumi” Choi Ahjumma menepuk pundakku sambil tersenyum tidak jelas.

“apa kau menggosip tentang diriku selama ini? Ah . .  ternyata aku ini memang populer ya? Sampai-sampai yeoja pecinta matematika ini menggosip tentangku. Aish jinjja!” Kyuhyun berbicara dengan nada menyindirku. Lalu apa yang bisa aku lakukan, itu memang benar, aku hanya bisa menundukan kepalaku karena malu. Salah satu rahasiaku tentangnya kini telah ia ketahui.

“sudahlah ayo masuk” aku berjalan cepat ke lantai dua, meninggalkan Kyuhyun yang masih tertawa puas di depan pintu, menyebalkan.

“Wook Ki-ah . . . kau dimana? Aish . . . lelah sekali” aku menghempaskan tubuhku ke kasur milik Wook Ki.

“ah, noona. Kau sudah datang” celetuk Wook Ki yang entah datang dari mana asalnya, tiba-tiba saja dia ada di dini “noona, siapa namja yang duduk di sana?” aku memutar bola mataku mengikuti telunjuk Wook Ki “Omona!” teriakku, bahkan aku tak sadar kapan Kyuhyun masuk ke dalam “dia teman noona” jawabku singkat “kajja kita belajar, kau mau di dalam kamar atau di halaman belakang?” ucapku tanpa mengalihkan wajahku pada tumpukan buku di atas meja belajar Wook Ki. “kita belajar di kamar saja, aku  malas keluar” Wook Ki memanyunkan bibirnya, dia sangat menggemaskan andaikan saja dia adikku. “baiklah” ucapku tanpa melihatnya, aku membalikan tubuhku untuk memulai kegiatan. Tapi apa yang kudapati? Wook Ki malah bermain PSP dengan Cho Kyuhyun.

“Ya! Choi Wook Ki, sekarang waktumu belajar” teriakku

“tunggu sebentar noona, beri aku waktu satu jam saja . . . aku sedang melawan Kyuhyun Hyung” teriaknya juga. Jadi aku diacuhkan. Awas kau Cho Kyuhyun.

________________________________

1 minggu lagi perlombaan itu akan dilaksanakan. Yah . . . walaupun aku sudah siap jika terpilih untuk menjadi kandidat, tapi aku perlu belajar lagi. Apalagi si Kyuhyun, dia lebih sering bermain dengan PSPnya dari pada belajar, aish . . . namja itu sungguh menyebalkan. Sekarang saja dia sedang bermain dengan PSPnya, ingin rasanya aku berteriak padanya. Tapi itu percuma, dia tak akan pernah mendengarku, selain itu aku juga trauma dengan kejadian waktu di rumah Wook Ki.

Flashback

Author POV

“Ya! Kalian berdua, waktu kalian untuk bersantai sudah selesai jadi sekarang waktu untuk belajar. Kalian tau, kalian membuang waktu dua jam hanya untuk bermain game. Dan kau Choi Wook Ki, kau ingat pesan Eommamu, kan? Kau Cho Kyuhyun, kita harus belajar supaya dipilih menjadi perwakilan sekolah kita” Hyumi berbicara panjang lebar pada Wook Ki dan Kyuhyun, tapi sayangnya mereka berdua tak memerhatikan omelan Hyumi. Hyumi mendengus kesal karena tingkah laku mereka.

“Hei . . . Kalian berdua, cepatlah matikan benda penuh animasi itu. Baiklah, jika kalian ak mau mematikannya aku yang akan mematikan benda itu” Hyumi berjalan dengan langkah marah ke arah benda yang bernama PSP itu, tangannya sudah bergerak dengan cepat untuk menekan tombol ‘off’. Tapi ketika tangannya akan menekan tombol itu, Kyuhyun sudah menyambar tangannya. Karena tenaga Kyuhyun yang terlalu kuat tubuh Hyumi tersungkur dengan sangat keras ke lantai.

“Awh . . . Apo” rengeknya, mata Hyumi menatap tajam Kyuhyun. “Ya! Apa kau tak punya rasa kasian pada seorang yeoja, hah!” bentak Hyumi.

“itu salahmu sendiri” ucap Kyuhyun santai.

Author POV End

Flashback End

Sungguh mengerikan bukan, dia tak punya rasa bersalah sama sekali. Maka dari itu aku tak mau mengganggunya lagi =,=”.

“kajja kita belajar di halaman belakang” Kyuhyun berjalan mendahuluiku dengan membawa tas punggung hitamnya. Aku belum pernah ke halaman belakang rumahnya, itu karena rumahnya yang terlalu besar sehingga membuatku sangat malas untuk jalan-jalan.

Aku terkejut dengan keadaan halaman belakang rumahnya, sungguh indah. Disana-sini terdapat bunga yang sangat indah dan tertata rapi. Huwa . . . aku bisa betah untuk belajar berjam-jam di sini.

“kenapa kau tersenyum sendiri, jika orang lain melihatnya bisa-bisa kau dikira orang gila” cibirnya. Aku membulatkan mataku dan mendengus kesal.

“Aish . . . terserah kau mau bicara apa tentangku” aku menatap tajam padanya tapi dia hanya tersenyum manis, itu membuatku untuk berfikir dua kali jika ingin marah padanya. OMONA  . . . CHO KYUHYUN KAU MEMBUATKU JADI GILA ==”

Kami mulai berkutat dengan tumpukan buku super tebal berisi ribuan angka yang menurut Gaeul temanku ini sangat membosankan. Aish, aku tidak tau cara untuk mengerjakan soal no 50 puluh ini, eottokae?. Apa aku harus bertanya pada Kyuhyun? Tapi apa dia mau membantuku?

“ehm  . . .Kyuhyun-ssi” panggilku terbata-bata

“ne” dia memalingkan wajahnya.

“ehm . . . kau bisa mengerjakan soal no 50 ini?” tanyaku dengan penuh hati-hati, dia menatapku sekilas

“coba kulihat, begini saja kau tak bisa. Sudah kau kerjakan yang lain, biar aku yang mengerjakannya. Nanti jika sudah selesai akan kuberikan padamu” gertaknya. Aku tersenyum simpul. Lihatlah . . . dia sangat tampan saat serius dalam suatu hal, sampai-sampai mataku tak mau berhenti menatapnya.

“apa aku begitu tampan sampai-sampai kau tak mau berhenti menatapku seperti itu Hyumi-ah” sial . . . aku ketahuan. Aish . .  kenapa aku jadi salah tingkah sendiri, detak jantungku pun 2 kali lebih cepat dari biasanya.

“sudah selesai, cepat kau pahami. Aku mau masuk dulu, ambil minum”

________________________________

Sungguh, pelajaran hari ini sangat membosankan. Apalagi pelajaran Park Songsaengnim itu membuatku jadi bad mood. Semua murid sudah pulang hanya tinggal aku dan Kyu, Gael juga sudah pulang karena dia harus mengikuti ekstrakulikuler.

“Kyuhyun-ssi . . .” panggilku padanya yang masih asik dengan PSPnya itu.

“ne . . . wae” aish . . . bisakah dia melihatku?

“kajja kita pergi ke club, bukankah hari ini kita akan seleksi” bentakku, aku sungguh kesal dengan kelakuannya itu.

“ya! Kau ini kenapa?” tanyanya heran lalu pergi meninggalkanku. Aku memghembuskan nafas berat.

________________________________

“baiklah, hari ini kita akan melakukan test untuk penentuan kelompok siapa yang akan mengikuti perlombaan itu” Jung Soo Sunbae memberikan soal kepada setiap kelompok. Huft . . . aku sangat tegang, bagaimana jika aku dan Kyuhyun tak bisa ikut lomba. Andwe . . .  jangan berfikir seperti itu Hyumi . . . .

“Ya! Apa kau baik-baik saja, Hyumi-ah?” Kyuhyun tiba-tiba meletakkan tangannya di dahiku, aku terbelalak hebat, jantungku kembali berdetak lebih cepat. Mungkin mukaku sudah seperti udang rebus.

“ne . . . aku baik-baik saja. Cepat kerjakan soal ini” gertaku. Aku tak mau jika Kyu menyadari keadaanku yang memalukan ini.

“aish . . . kenapa soal satu ini susah sekali, kyu kau bisa mengerjakan soal ini?” aku menunjukan soal yang bagiku sangat sulit pada Kyu, aku yakin dalam waktu 1 menit saja pasti dia bisa menyelesaikan soal ini.

“aku sudah selesai, salin saja ini lalu kau bisa memahaminya sendiri bukan” Kyu menyodorkan kertas jawabannya. Aku segera menyalin jawaban Kyu lalu memahaminya.

“sekarang kumpulkan kertas jawaban kalian, lalu kalian boleh keluar terlebih dahulu. Jika sudah tercapai keputusannya, nanti akan ada pengumuman” semua anggota bergegas untuk mengumpulkan kertas jawaban mereka ke depan.

________________________________

Kyuhyun POV

Sambil menunggu hasil test keluar, Aku dan Hyumi duduk di taman sekolah. Aku tak bingung dengan hasil test itu, karena aku yakin aku pasti yang terpilih. Tapi lihatlah . . . yeoja di sebelahku ini tak henti-hentinya mengeluarkan keringat, mungkin dia tegang seperti saat test tadi.

“Kyuhyun-ssi  . .. aku takut” ia menggenggam tangannya dengan sangat erat.

“kau tak perlu takut hyumi-ah, aku yakin kita bisa. Jadi bisakah kau berhenti mengeluarkan keringatmu? Baju putihmu sudah hampir basah dan pakaian dalammu hampir kelihatan”

“Mwo? Aish . . . kau mesum sekali” dia memukul pelan kepalaku.

“Ya! Kau ini kenapa? Masih untung aku mau mengingatkanmu. Sudahlah pakai ini” aku menyodorkan jaket hitamku padanya dan dia hanya menurut. Entah kenapa Aku tak mau tubuhnya itu terlihat jelas oleh orang lain.

“SEMUA ANGGOTA MATH CLUB TOLONG BERKUMPUL” terdengar gemaan suara yang membuat aku langsung berdiri dari tempat dudukku. Aku berjalan mendahului Hyumi.

“Ya! Cho Kyuhyun, tunggu aku” teriaknya dari belakang.

Sesampainya di tempat tujuan, aku segera duduk di tempat dudukku lalu membuka PSP dan memainkannya lagi tanpa memperdulikan Jung Soo Sunbae berceramah sebelum mengumumkan hasil test.

“baiklah . . . kami sudah menentukan hasilnya, dan yang akan ikut lomba adalah . . . . Cho Kyuhyun dan Park Hyumi, selamat untuk kalian berdua” tepuk tangan dari semua terdengar sangat bising di telingaku, membuatku tak nyaman dengan keadaan ini.

“Kyuhyun-ssi . .. kita berhasil!” teriak Hyumi. Kenapa dia ikut-ikutan melakukan hal itu, mengganggu. “Ya! Cho Kyuhyun kau tak senang?”

“aku sudah biasa dengan hal ini” jawabku sok angkuh

“terserah kau saja” cibirnya.

“hyumi dan Kyuhyun kalian harus bersiap dan lebih giat belajar lagi, arraseo” pinta ketua cerewet itu.

“ne” jawab Hyumi dengan penuh semangat dan sebuah senyuman mengembang dia bibirnya.

________________________________

“Kyu . . . FAIGHTING” aku menyemanganti diriku di depan kaca sebelum berangkat untuk lomba.

“Kyu . . . cepat turun, Hyumi sudah menunggumu” Mwo? Yeoja itu, kenapa dia ke sini? Aish . . . pabo.

“ne Eomma” teriakku dari dalam kamar. Aku bergegas turun dari kamarku menuju lantai bawah.

“kajja kita berangkat” ucapku pada Hyumi setelah tiba di bawah.

“ah ne, Ahjumma . . . kami berangkat dulu, annyeong” Hyumi berpamitan pada Eommaku sambil membungkuk memberi hormat.

“kalian berdua FAIGHTING” Aish . . . apa-apaan Eomma ini,  bertingkah seperti anak kecil.

Kami berangkat ke sekolah dengan menaiki bus.

“Kyu, kau tak gugup?” tanya Hyumi tiba-tiba. Aku hanya menggeleng lalu mengatakan

“aku sudah biasa mengikuti lomba ini” ucapku dengan nada angkuh

“cih . . . terserah kau saja. Percuma aku bicara denganmu” cibirnya.

________________________________

“Ya! Park Hyumi bisakah kau tak gugup seperti itu” bentakku padanya. Dia sangat gugup sampai-sampai bajuku jadi lusuh karena genggamannya yang terlalu kuat.

“ah mianhae Kyuhyun-ssi, aku terlalu gugup” ucapnya dengan nada gemetar. Ya  . . . walaupun kami sudah mengerjakan soal dari test itu, tapi lihatlah gugupnya tak hilang-hilang.

“bagaimana . . . sekarang kau masih gugup?” aku memeluk tubuh Hyumi dengan tiba-tiba. Aku hanya ingin rasa gugupnya hilang, tak salah kan?.

“Kyu, apa yang kau lakukan? Semua orang melihat kearah kita” Hyumi berusaha untuk melepaskan pelukanku, tapi aku malah mengeratkannya.

“sekarang pengumumannya, kajja kita kesana” aku mendengar seorang peserta mengatakan itu dan aku langsung melepaskan pelukanku lalu bergegas jalan ke aula tempat pengumuman.

“baiklah . . . kalian semua sudah berkumpul. Kami akan mengumumkan juara perlombaan ini. Untuk juara tiga di raih oleh SMA . . . . Gangnam#author ngawur” gemuruh tepuk tangan dari semua peserta terdengar bising di telingaku.

“Juara dua di raih oleh SMA . . . . Daegu#ngawurlagi” tiba-tiba saja Hyumi menggenggamkan tangannya ke tanganku, aku tersenyum evil setelah melihat ini.

“dan  inilah saat yang di tunggu-tunggu, Juara satu perlombaan Matematika se-Seoul di raih oleh . . . . . SMA . . . . Donguk”

“huwa . . . . jinjja? Kyu kita menang . . .” Hyumi berlonjak kegirangan lalu menyeretku dengan brutal untuk mengambil piala itu.

________________________________

Setelah perlombaan itu, aku dan Hyumi kembali ke sekolah untuk menyerahkan piala. Dan sekarang kami sedang merayakannya di atap sekolah. Sebenarnya aku tak mau, tapi karena aku dipaksa. Ya . . . mau apa lagi.

“Kyu . . . kenapa kau tak makan . . ayo makan” pintanya sambil menjejalkan ttobokki#benergak? Ke mulutku. Aish . . . dia kasar sekali.

“Ya . . . pelan-pelan”

“Saranghaae Park Hyumi” ucapku pelan. Entah apa yang membuatku berani mengucapkan hal itu. Mengungkapkan perasaanku pada orang yang kusukai.

Hyumi POV

“Saranghaae Park Hyumi” aku tersentak kaget mendengar perkataan Kyuhyun tadi. Apa aku aku tak salah dengar? Seorang Cho Kyuhyun menyatakan perasaannya padaku? Ah  . . . pasti aku salah dengar.

“Ya! Park Hyumi, saranghae. Apa aku harus mengucapkannya dengan lebih keras. Aku tahu kau juga menyukaiku kan? Jika kau tak mengiyakan, berarti kau berbohong”

Kyuhyun benar, selama ini aku memang berbohong. Berbohong terhadap perasaanku padanya. Berbohong jika jantungku selalu tidak berdetak dua kali lebih cepat saat aku melihatnya. Berbohong jika aku tak gugup saat duduk di sampingnya. Semua ini penuh kebohongan, faktanya aku sangat menyukainya.

“nado saranghae Mr. Math” dan akhirnya aku mengungkapkan perasaanku padanya, sungguh lega 🙂

“jinjja?” kyuhyun mendekatkan wajahnya padaku dengan senyum evil, reflek aku menjauhkan wajahku darinya.

“Kyu, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya padaku. Sekarang ini jarak kami hanya lima senti. Hembusan nafas kami saling beradu. Sedetik kemudian bibir kami sudah saling bertautan. Baru saja 10 detik Gael tiba-tiba datang mengganggu acara kami berdua.

“Hyumi kau di panggil kepala sekolah . . .” kami menghentikan kegiatan memalukan ini.

“mianhae . . . aku mengganggu, aku pergi”

“ah ani Gael-ah . . . aku ikut denganmu” ucaoku dengan salah tingkah.

“Ya . . . Kim Gael kau sebaiknya pergi, kau tau kau mengganggu acaraku tadi” celetuk Kyuhyun dengan tampang tanpa dosa, aku langsung menatapnya dengan tatapan marah.

“wae? Apa ada yang salah denganku” aku hanya bisa menghembuskan nafas berat.

~END~

Ini Part 2 nya. Author uda usahain panjang. tapi kagak bisa 😦 ~~ MIAN *BOW*

32 thoughts on “Mr. Math, Saranghae (Part 2-END)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s