I Love You, Fany, Fany, Tiffany !!

Title:I Love You, Fany, Fany, Tiffany !!

Lenght: Oneshoot

Main Cast:

  • Siwon Super Junior
  • Tiffany SNSD

 

Genre: friendship, romance

Author: Kim Hyera

Rating: General

***

 

“Ketika jemarimu menggenggam erat tanganku, ku coba tuk bangkit dari semua keraguan. Menatap cakrawala biru yang membentang tanpa batas. Kau selalu menggenggam tangan ini agar diriku tak lagi jatuh. Ku harap genggaman ini tak akan pernah kau lepas, meski jarak dan waktu memisahkan kita nanti.” -Tiffany Hwang-

***

“Fany, Fany, Tiffany!!”

“Hey, kau tak perlu berteriak memanggil namaku. Kau kira aku tak dengar?”

“Maaf. Cepat naik ke boncengan belakang. Aku akan mengajakmu ke taman.”

Sepeda itu berjalan pelan melewati jalan beraspal yang di pagari oleh indahnya bunga krisan. Dua orang bocah kecil tersenyum senang menikmati cerahnya sore itu.

Si gadis, memeluk erat pada pinggang lelaki yang ada di kemudi, sedang sang lelaki terus berceloteh riang tentang sekolahnya hari ini. Saat sepeda putih itu berhenti di sebuah taman yang sepi, mereka segera turun dan duduk di sebuah bangku kayu panjang.

“Fany, Fany, Tiffany!!” teriak lelaki itu membuat gadis di sebelahnya memandang marah.

“Sudah kubilang, jangan berteriak memanggil namaku seperti itu. Aku masih bisa mendengar, Siwon-ah!” ucap sang gadis, kepada lelaki itu— Siwon.

“Aku tahu. Fany-ah, kalau kita besar nanti kau ingin kuliah di mana?” tanya Siwon memandang Tiffany penasaran.

“Aku ingin… Ah, iya kata Michelle Eonni kuliah di Amerika itu keren,” jawab Tiffany dengan senyuman mata bulan sabitnya.

“Begitukah? Tapi, jika kau pergi ke Amerika, aku tak punya teman lagi.” Siwon menunduk sedih. Ia memainkan jemarinya tanpa mau menatap Tiffany.

Tiffany memandang bocah itu heran. Lama mereka terdiam sampai akhirnya hatinya sedikit tergerak untuk merangkul Siwon. “Siwon-ah, kau tak usah sedih. Nanti kita kuliah sama-sama. Kita ‘kan teman, mana mungkin aku meninggalkanmu.”

Kedua bocah berumur 6 tahun itu tertawa bersama. Mencoba membayangkan masa depan mereka kelak. Sebuah bayangan yang masih samar untuk anak seusia mereka.

***

Langit sore mulai berganti warna, seiring luruhnya mentari. Semburat jingga dan biru menghiasi langit musim semi. Semilir angin yang berhembus, membuai setiap makhluk untuk sejenak melemaskan semua otot dan mengistirahatkan pikiran.

Seorang gadis cantik menuntun sepeda putihnya menyusuri jalanan beraspal. Rambut panjangnya terurai indah tertiup oleh angin sore. Ia masih mengenakan seragam SMA-nya.

Tak lama, suara mobil menderu dari belakang. Ia mencoba menepi dan berhenti berjalan, menunggu mobil itu lewat. Namun deru mobil itu berhenti tepat di hadapannya. Salah satu kacanya terbuka, menampakkan sang pemegang kemudi dengan seorang penumpang di sebelahnya.

“Hai, Fany,” sapa seorang gadis yang duduk di kursi penumpang.

Tiffany tersenyum manis, “Hai, kau pulang dengan Siwon, Yuri-ah?” tanya Tiffany yang hanya di balas dengan senyuman tipis oleh gadis bernama Yuri itu.

Tiffany membungkukkan tubuhnya sedikit dan melihat Siwon di kursi kemudi. Lelaki itu juga tersenyum tipis kearahnya. “Siwon-ah, ayo kita pulang. Aku ingin berendam air hangat,” ucap Yuri kemudian mengalihkan pandangannya ke Tiffany, kali ini bukan tatapan bersahabat, melainkan tatapan ketidaksukaan.

Mobil mewah itu langsung melaju meninggalkan Tiffany yang masih terdiam di tempat dengan memegang kemudi sepedanya. Ia mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu betul bahwa Yuri tak suka padanya. Dan ia juga tahu, sekarang Siwon lebih dekat dengan gadis cantik itu dibanding dirinya.

Kisah masa kecil mereka yang indah seakan benar-benar terhapus seiring berjalannya waktu. Tiffany tak menyangka bahwa Siwon tak pernah meneriaki namanya seperti dulu. Mengajaknya pulang dan berangkat sekolah bersama. Dan duduk di bangku kayu panjang favorit mereka di taman yang sepi itu.

Kini Tiffany benar-benar kehilangan sosok sahabatnya. Teman semasa kecilnya itu, yang selalu berceloteh riang dan memanggil namanya dengan teriakan ‘Fany, Fany, Tiffany!!’

Tiffany tersadar saat ini senja benar-benar telah larut. Ia segera manaiki sepeda putihnya dan mengayuhnya hingga sampai di depan pagar rumahnya. Ia masih sempat menoleh ke rumah sebelah, rumah Siwon tepatnya. Sosok sahabatnya itu baru saja masuk ke dalam rumah setelah sebelumnya menurunkan Yuri yang rumahnya berada di jalan seberang. Mereka bertiga adalah tetangga.

***

Tiffany meneguk susu putihnya hingga tandas. Ia segera menyambar tas sekolahnya dan menggendongnya di pundak. Ayahnya telah menunggu di depan pintu rumah dengan senyum manis. “Hati-hati di jalan, sayang,” pesan Ayahnya.

“Iya, Ayah. Tinggal selangkah lagi aku bisa menyusul Leo Oppa dan Michelle Eonni ke Amerika. Do’a kan aku mendapat beasiswa itu, ya , Ayah,” ucap Tiffany di jawab oleh anggukan pasti dari Ayahnya.

Tiffany mengeluarkan sepeda putih kesayangannya dari dalam garasi. Ia segera menuntun sepedanya keluar pagar rumahnya dan mulai mengayuhnya dengan semangat. Belum beberapa jauh ia mengayuh, sepeda itu berhenti tepat di depan seseorang.

“Oh, Siwon-ah hampir saja kau kutabrak!” seru Tiffany sembari mengelus dadanya.

“Lain kali jangan ngebut kalau naik sepeda. Ini masih pagi untuk menutup gerbang sekolah, jadi kau tak akan mungkin terlambat,” balas Siwon membuat Tiffany menundukkan kepalanya.

“Maafkan aku,” sesal Tiffany. Siwon menatap gadis itu dalam diam. Mereka belum juga beranjak dari tempat.

“Siwon-ah, kau berangkat dengan Yuri lagi?” tanya Tiffany sembari melongokkan kepalanya ke arah pagar rumah Yuri yang masih tertutup.

“Iya, tapi dia masih berdandan. Kau tahu lah, dia idola di sekolah,” jawab Siwon sembari melihat arloji mahalnya.

“Ya aku tahu, kau juga idola,” balas Tiffany sembari menyunggingkan senyum. Siwon tak menjawab, mereka kembali terdiam cukup lama.

“Fany-ah, ku dengar kau mengambil program beasiswa. Apa itu benar?”

Ne,” jawab Tiffany singkat.

“Kau benar-benar ingin mendapatkan beasiswa itu?”

“Ya, aku sangat membutuhkannya. Ayahku tak punya banyak uang untuk menyekolahkanku lagi, ia hanya seorang pedagang roti kecil-kecilan. Semua kakakku mendapat beasiswa untuk sekolah, aku juga harus mendapatkan itu,” jelas Tiffany panjang.

Siwon tersenyum kaku, mendengar penjelasan panjang Tiffany. Ia teringat semua kenangan kecil mereka. Kenangan-kenangan yang hampir memudar karena jarak yang memisahkan mereka.

“Siwon-ah!” seru seseorang dari belakang punggung Tiffany.

Yuri tersenyum manis ke arah Siwon. Penampilannya yang sangat seksi itu membuat semua mata lelaki tak berkedip melihatnya. Siwon memandang Yuri dengan sedikit malas. Ada perasaan enggan untuk mengakhiri percakapannya dengan Tiffany saat ini.

“Aku duluan,” ucap Tiffany kemudian kembali mengayuh sepedanya pergi dari hadapan Siwon.

Yuri tersenyum sinis memandang sosok Tiffany yang mulai menjauh. Ia melihat Siwon yang masih memandangi punggung gadis itu yang telah berbelok di tikungan komplek.

“Apa saja yang kau bicarakan dengan gadis miskin itu?” tanya Yuri kasar.

Siwon memandangnya sebal, “Urusanmu? Bukan ‘kan?” Siwon melengos pergi untuk mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi. Tadi ia sengaja mencegat Tiffany dengan berpura-pura berjalan tergesa keluar dari pagar.

“Ya! Jawab pertanyaanku Choi Siwon!”

***

Semua mata terus tersorot pada sosok idola sekolah yang sedang berjalan di koridor kelas. Siwon dan Yuri, di nobatkan menjadi Best Couple di sekolah. Cantik, tampan, pintar, kaya, mereka berdua memang sempurna.

Siwon selalu saja risih dengan pandangan memuja dari semua murid di sekolahnya. Ia segera berlari meninggalkan Yuri yang memandangnya marah. Siwon masuk ke dalam kelas dan bergabung dengan teman-temannya. Ia masuk ke dalam kelas anak konglomerat. Hal ini juga yang membuatnya jauh dari Tiffany.

“Hei, bro. Pagi-pagi sudah berkeringat seperti itu, habis lomba lari?” tanya Donghae, sahabatnya.

Aniya, seperti biasa aku menghindari tatapan memuja dari semua murid,” jawab Siwon di balas dengusan oleh Donghae.

“Harusnya kau bahagia menjadi idola seantero sekolah,” jawab Donghae kemudian kembali fokus dengan laptopnya.

Siwon mengendikkan bahunya, dapat ia dengar hentakan kaki kesal Yuri yang baru sampai di dalam kelas. Siwon tak ambil pusing dan mulai mengeluarkan buku-buku pelajarannya. Ia harus belajar tentang bisnis untuk meneruskan perusahaan Ayahnya.

***

Saat bel pulang berbunyi, Tiffany segera membereskan semua buku-bukunya. Ia menggendong tasnya dan berjalan menuju kelas tambahan. Di kelas itu, berkumpul anak-anak yang mengikuti tes beasiswa. Hari ini ia harus mengikuti tes dan jika lulus harapannya untuk kuliah tak sia-sia.

Tiffany menghembuskan nafasnya sejenak. Ia sudah belajar mati-matian untuk tes yang berlangsung selama tiga hari itu. Dari kejauhan, Siwon memandangnya dengan senyuman.

“Aku tahu kau pasti bisa Fany-ah,” gumam Siwon sebelum kehilangan sosok Tiffany yang masuk ke dalam kelas.

Seseorang menepuk pundaknya pelan, membuatnya menoleh. Yuri berdiri dengan menyilang tangannya di depan dada. Ia masih memandang Siwon kesal.

“Mau apa lagi kau?” acuh Siwon.

“Apa bagusnya gadis itu di banding aku? Aku jelas-jelas lebih cantik daripada dia,” ketus Yuri.

“Kau ini bicara apa?” Siwon pura-pura tak mengerti perkataan Yuri barusan.

“Choi Siwon, mengapa kau masih terus berusaha dekat dengan Tiffany? Dia tak ada apa-apanya di banding aku!! Mengapa kau masih sering bercerita tentang masa kecilmu itu padaku? Tentang gadis itu yang paling ku benci!” Yuri histeris di depan Siwon.

“Kau tanya kenapa? Karena dia sahabatku, dan kau adalah penghancur semuanya. Saat kau pindah di depan rumahku, kau menghasutku untuk menjauhi Tiffany dan bodohnya aku termakan semua omonganmu! Sekarang kau menang! Tiffany seolah benci denganku, ia menjauh dariku!” balas Siwon tak kalah kasar.

“Ya aku tahu itu, dan Tiffany tak akan mau berteman denganmu lagi. Selamat tinggal kata sahabat!! Lihatlah aku disini, aku mencintaimu Siwon-ah!!” seru Yuri.

“Tahu apa kau tentang cinta? Sekarang menjauh dari kehidupanku, aku akan mengejar Tiffany kembali. Bersiaplah kalah Kwon Yuri!” Kemudian Siwon melangkah pergi.

***

Usaha Siwon untuk kembali bersahabat dengan Tiffany benar-benar ia lakukan. Setiap hari ia selalu mengunjungi rumah Tiffany. Mengajarkannya pelajaran untuk ujian akhir. Semua itu ia lakukan dengan bersemangat.

Awalnya Tiffany heran dengan sikap Siwon yang tiba-tiba berubah. Tak pernah Siwon bermain ke rumahya setelah yang terakhir kali saat masih sekolah dasar dulu.

Seiring berajalannya waktu, Siwon merasa ada yang aneh di dalam dirinya. Jantungnya berdetak sangat keras saat Tiffany menyapanya, memujinya bahkan hanya menatapnya. Rasa itu semakin jelas saat Siwon memegang tangan Tiffany hanya untuk memastikan bahwa gadis itu baik-baik saja saat ujian praktek menanam.

Yuri mengeram marah melihat kedekatan Siwon dengan Tiffany. Usahanya untuk mendapatkan Siwon gagal total. Ia ingin sekali menjambak rambut Tiffany dan membuatnya buruk rupa di depan Siwon.

*

Hari itu setelah ujian praktek terakhir, Yuri menarik paksa tangan Tiffany untuk mengikutinya ke taman belakang sekolah. Hanya mereka berdua.

“Kau! Jauhi Siwon!” sentak Yuri menunjuk wajah Tiffany dengan telunjuknya.

“Maksudmu?”

“Kau berlagak polos? Gadis miskin sepertimu mana pantas berdiri di samping Siwon. Kau ingat? Sejak aku bertemu Siwon, ia lebih memilihku dari pada kau! Dia menjauhimu. Sekarang kau beri obat apa sampai dia mau berteman denganmu lagi?” Pipi Yuri seketika memanas saat sebuah tamparan Tiffany mendarat di wajah mulusnya.

“Jaga perkataanmu Kwon Yuri! Aku tidak sehina itu!! Kalau kau mau bersama Siwon silahkan ambil saja! Kau kira aku tak punya teman selain lelaki idamanmu itu!!”

Tiffany melangkah pergi, meninggalkan Yuri yang menagis. Yuri merasa kalah. Ia kesal pada dirinya sendiri.

Setelah hari itu, Tiffany sama sekali tak menjawab sapaan Siwon. Menatap wajah lelaki itu yang selalu tersenyum manis saat bertemunya. Tiffany ingin Yuri bahagia bersama Siwon. Meskipun Tiffany tahu, dengan melakukan hal seperti ini sama juga menyiksa dirinya sendiri. Tiffany tahu, rasa sayangnya pada Siwon telah tumbuh sejak dulu. Gadis itu mencintai Siwon.

***

Saat-saat yang Tiffany tunggu telah tiba. Hari di mana pengumuman beasiswanya keluar. Dengan berdesak-desakan Tiffany menyelip di antara ratusan siswa yang berdiri di depan mading. Tubuh kecilnya berhasil berada di depan mading dan mulai mencari namanya.

“Aku lulus!!” pekiknya girang saat namanya tertulis di urutan nomor sepuluh.

Tiffany segera keluar dari kerumunan yang semakin ramai. Segera ia meloncat senang dan bertepuk tangan. Usahanya selama ini tidak sia-sia. Hasil kerja kerasnya pasti membuat ayahnya bangga. Dari kejauhan sebuah senyum tertarik dari bibir Siwon. Ia tahu bahwa gadis yang ia cintai itu lulus. Terselip rasa sedih di hati Siwon. Tiffany akan meninggalkan Seoul untuk melanjutkan sekolahnya.

*

Setelah acara kelulusan, Tiffany memilih untuk mengurung dirinya di dalam rumah. Ia ingin merekam setiap sudut rumahnya karena ia akan lama tak kembali.

Sebuah ketukan di pintu rumahnya membuat Tiffany tersentak kaget. Ia sedang membereskan pakaiannya untuk keberangkatannya besok. Kaki indahnya segera melangkah menuju pintu dan memutar knop-nya perlahan.

Tubuhnya menegang melihat sosok yang berdiri di hadapannya. Jantungnya berdetak secara cepat. Sebuah rasa rindu membuat hatinya hangat. Alasannya mengurung diri di dalam rumah sebenarnya ingin melupakan semua kenangannya bersama lelaki di hadapannya— Choi Siwon.

“Maaf membuatmu terkejut. Apa kau sedang sibuk?” tanya Siwon membuat Tiffany tersadar.

“Ah… Ak— aku sedang bersantai. Ada apa?” jawabnya membuat senyum Siwon reka.

“Apa kau mau pergi keluar bersamaku?”

Tanpa ragu Tiffany mengangguk mantap. Ia mengunci rumahnya dan berjalan keluar dari pagar rumahnya. Sebuah sepeda putih membuat keningnya berkerut heran. Sepeda siapa?

“Ayo naik,” ucap Siwon kemudian duduk di atas sepeda itu.

“Ini sepedamu?” tanya Tiffany di jawab anggukan dari Siwon.

Dengan sedikit ragu, Tiffany duduk di boncengan belakang. Siwon mengayuh sepeda putih itu dengan perlahan, menikmati semilir angin sore. Tiffany merindukan saat-saat seperti ini. Memori masa kecilnya kembali terputar rapi. Di mana Siwon selalu menggoncengnya dengan sepeda dan kedua tangannya memeluk erat pinggang Siwon.

Kayuhan Siwon terhenti di sebuah taman sepi. Taman yang penuh kenangan masa kecil mereka. Mata Tiffany tak lepas dari taman kecil nan indah itu. Rasanya sudah begitu lama kakinya tak menginjak rumput hijau taman itu. Mendudukkan dirinya di bangku kayu panjang yang terletak di tengah taman.

Siwon menggandeng tangannya lembut. Menuntunnya berjalan menuju bangku kayu panjang favorit mereka.

“Kau masih ingat semuanya? Tentang tempat ini,” ucap Siwon.

“Aku tak pernah melupakannya. Semuanya terekam rapi di dalam kepalaku.”

Hening sejenak setelah itu. Siwon sibuk mengatur detak jantungnya yang tak beraturan. Tiffany masih terdiam sembari memperhatikan sekeliling taman yang sekarang di penuhi oleh bunga mawar.

“Fany-ah,” panggil Siwon membuat Tiffany menatap manik mata lelaki di sebelahnya. “Setelah ini kita akan terpisah lama. Kau dan aku akan menjadi jauh. Tapi sebelum kau pergi, aku ingin memberitahu sesuatu,” lanjut Siwon.

“Apa itu?” tanya Tiffany penuh penantian.

Saranghae, Fany-ah.”

Tubuh Tiffany menegang. Ia merasakan jantungnya akan keluar dari tempatnya. Ia masih tak percaya dengan ucapan Siwon beberapa detik yang lalu. Ternyata selama ini perasaan yang sama juga di rasakan oleh lelaki di hadapannya.

Ia tak segera menjawab, melainkan tetap diam dengan wajah terkejut. Ia memikirkan sekolahnya yang jauh dari tempat tinggalnya saat ini. Bagaimana hubungannya dengan Siwon jika jarak sejauh itu yang memisahkan?

Tiffany meraih tangan Siwon. Menggenggamnya erat mewakili perasaannya. “Kau mau menungguku?”

“Ya, aku tahu kau pasti memikirkan jarak di antara kita. Aku akan menunggumu sampai sekolahmu selesai,” ucap Siwon membuat Tiffany memeluknya erat.

“Aku akan menunggumu, Fany-ah.”

***

Korea baru saja di singgahi dengan musim semi yang sangat indah. Berbagai macam bunga bermekaran menghiasi setiap sudut kota. Seorang wanita cantik melangkah pasti keluar dari bandara. Sebuah senyuman selamat datang ia sunggingkan untuk negara yang amat sangat ia rindukan.

Sebuah taksi ia naiki untuk sampai ke tempat tujuan. Sepanjang perjalanan ia melihat keluar jendela. Sebuah baliho besar menarik perhatiannya. Sesosok  wajah yang sangat ia rindukan tersenyum manis di dalam baliho tersebut.

“Ia terkenal sekarang,” gumam Tiffany.

Tiffany turun dari taksi dan melangkah pasti menuju sebuah taman indah. Matanya memandang kesana-kemari, mencari sesuatu.

“Fany, Fany, Tiffany!! Sebuah teriakan membuatnya berbalik.

Sesosok pria tampan berdiri di hadapannya. Pria yang menjadi salah satu pengusaha terkenal di Negeri Gingseng tersebut. Menggenggam sebuket bunga lambang cinta dan menyunggingkan seuntai senyuman yang sangat manis untuknya. Membuat dentuman kuat dari dalam dada wanita itu semakin tak teratur

Di ulurkannya buket mawar yang sedari tadi di genggamnya. Menyerahkannya kepada wanita cantik itu yang pertahanannya akan runtuh sebentar lagi.

“Aku menunggumu, Fany-ah. Aku ingin jawabmu sekarang,” ucap pria itu memandang lekat manik mata Tiffany.

“Yes, I love you too,” jawab Tiffany kemudian hancurlah pertahanannya. Ia menangis haru kemudian masuk ke dalam dekapan hangat pria di hadapannya.

Siwon mencium puncak kepala kekasih hatinya saat ini dengan perasaan senang luar biasa. Penantiannya selama empat tahun tak sia-sia. Tiffany menjadi miliknya, hanya miliknya.

“I love you, Fany, Fany, Tiffany!!” bisiknya lembut tepat di telinga Tiffany. Membisikkan nama gadis itu dengan panggilan masa kecil kesukannya, sebelum memangut mesra bibir wanita yang paling berharga di dalam hidupnya.

***

“Pilihan itu tidak hanya satu, tapi beribu-ribu bahkan berjuta. Tapi hatiku hanya butuh satu, dirimu. Hati ku tak akan pernah salah memilihmu. Sebanyak apapun cinta yang menungguku, aku tetap menantimu. Cinta yang membuatku bertahan, menjadikanmu satu-satunya milikku.” –Choi Siwon-

 

-END-

 

A/N: Ini ff pertamaku yang pake cast SiFany. Maaf yah Yoonwonited semuaaaaa T.T aku juga suka sama couple ini#shipper gagal!! ditendang Yoonwonited sejagad raya# Aku gak bakal berpaling dari Yoonwon kok. Yoonwon jadi yg NO.1 di hatiku, tapi kali ini gak papa ya aku selingkuh(?) hehehe sekali ini aja sama SiFany couple*ngemis-ngemis/ditendang lagi T.T*. Oke deh daripada banyak bacot nih author bawel. Langsung aja yah sayang-sayang semua komentarnya 😀

 

41 thoughts on “I Love You, Fany, Fany, Tiffany !!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s