Good Reader [Side Story]

Author : Awsomeoneim

Genre : Romantic, Supranatural

Cast :

Main Cast :

ü  Park Sanghyun a.k.a Thunder MBLAQ

ü  Lee Sang Mun

Figuran :

ü  Seung Ho MBLAQ

ü  GO MBLAQ

ü  Song Victoria f(x)

Annyeong haseo, yeorobunnie~ Huah, akhirnya author ini muncul lagi!!

Yang kangen ayo sini peluk authooooorrrr *krik krik krik*

Okay, ngga apa-apa, karena masih ada bias para Silent Reader yang setia memeluk author… [tanda-tanda ngajakin perang, reader udah pada nyiapin linggis, obor, garpu tala (?)] v-_-v

Peace… karena itulah, mohon Read -> Comment -> Like

Komen anda semua sangat berguna bagi kesehatan jiwa dan raga author #eh

v So, nikmati, keep reading, and Keep comment! \^_____^/

AWAS!! JIKA ADA YANG BERNIAT JADI SILENT READER APALAGI MEMPLAGIAT, AYO TANDING SUMO SAMA JUARA INTERNASIONAL!!

Previous Part :

Part 1 | Part 2

 

‘Kenapa saat aku sudah tidak menginjakkan kaki di bumi baru aku bisa menikmati pemandangan malam seindah ini?’

‘Itu karena kau terlalu sibuk, heah untuk menonton TV 5 menit saja kau tidak punya waktu,’

‘Aku sangat menyesalinya. Hidupku hanya untuk bekerja dan bekerja. Dari satu stasiun TV ke stasiun TV yang lain,’

‘KKK~ Kau menyesal? Baru kali ini aku mendengarmu berkata demikian..’

‘Karena baru sekarang aku merasakannya. Seandainya aku punya kehidupan kedua, aku akan memilih untuk jadi namja biasa, yang punya banyak waktu untuk mewujudkan keinginannya,’

‘Bukankah menjadi Idol Terkenal adalah keinginanmu?’

‘Itu….yeah kuakui itu memang impianku. Tapi kurasa itu tidak akan bisa ditukar dengan…’

‘Aish.. sudahlah jangan banyak bicara. Aku sudah bosan mendengar angan-anganmu. Lebih baik, sambil kau menata keinginanmu untuk masa depan, kau bekerja sebagai scheduler,’

‘Scheduler? Pencabut nyawa?’

‘Penjemput nyawa lebih tepatnya. Kau mau tidak?’

‘Ha, apa bagusnya pekerjaan itu.. aku kan sudah mengatakan padamu bahwa aku sudah lelah bekerja, hyung!’

‘YYA! Ini berguna untuk memuluskan jalan untuk mencapai impianmu mendapatkan hidup kedua dari GO,’

‘Hidup kedua? GO tidak pernah membicarakan hal itu padaku,’

‘Jezzz..Dia tidak akan memberitaumu kalau kau tidak bertanya. Hidup kedua itu kesempatan hidup di dunia ini untuk yang kedua kalinya, di lingkungan dan pribadi yang berbeda. Bagaimana? Apakah kau tertarik?’

‘Apa bedanya dengan reinkarnasi yang akan kudapatkan nanti?’

‘Aish, bocah ini! Reinkarnasi adalah hidup di kehidupan yang sepenuhnya baru, orang-orang yang kau kenal sudah berubah posisinya. Tapi di kehidupan kedua, kau masih bisa bertemu anggota keluarga, teman, sahabat, rekan kerja dan semua orang yang kau kenal masih di posisi yang sama, hanya posisimu saja yang berbeda. Bisa disebut dengan memperbaiki kehidupan yang sebelumnya juga, ya begitulah…’

‘….. memperbaiki kehidupan yang sebelumnya?’

‘Mm… cepatlah pikirkan. Kebetulan di pengadilan ada posisi scheduler yang kosong, dan aku yakin kesempatan itu tidak akan bertahan lama,’

‘Dengan aku menjadi scheduler aku akan mendapat kehidupan kedua? Jeongmal?’

‘Kan sudah kukatakan sejak tadi seperti itu!!’

‘Sepertinya menarik…’

‘Baiklah, kau akan segera kudaftarkan, sekarang!’

‘YYA! Hyung, aku tidak bilang setuju!’

‘Sudah, kau tidak akan menyesal, kujamin itu!’

‘Tapi hyung…YYA!! Aish.. arwah itu seenaknya sekali. Mentang-mentang dia sudah senior!” aku memandang kepergian Senior Il Woo yang sudah menghilang di kegelapan malam.

‘Mm… apa benar yang ia katakan? Aku tidak akan menyesal? Tapi, apa yang perlu keperbaiki di kehidupan laluku? Kurasa aku sudah cukup baik menjadi manusia…’

+^_^+

Kenalkan, aku namja yang kini sudah menjelma jadi arwah tampan yang biasa dipanggil Thunder / Cheondung. Nyawaku terenggut di perjalanan menuju Rumah Sakit mengantarkan Sang Bae yang sedang terkilir setelah bermain futsal denganku. Okay, itu kesalahanku. Semua kesalahanku.

Mungkin itu salah satu hal yang akan aku perbaiki jika aku mendapatkan kehidupan keduaku. Apa yang akan kulakukan untuk memperbaikinya? Entahlah, itu akan kupikirkan ketika kehidupan keduaku sudah berjalan, seperti apa yang Il Woo Hyung katakan.

Kini aku sedang menyusuri koridor kantor pengadilan arwah. Tentu saja untuk menemui teman akrabku yang sebentar lagi akan menjadi bosku, ketika aku sudah menjabat sebagai scheduler. Hanya perasaanku atau tidak, tapi kurasa, semua orang yang berpapasan denganku menatapku lekat. Adakah yang salah denganku?

Aku terdiam agak lama setelah memasuki sebuah ruangan besar yang cukup ramai dan sibuk, yaitu kantor utama. Melihatku kebingungan, seorang yeoja menghampiriku dengan senyuman yang manis. Membuatku sedikit merinding…aku tidak pernah terlalu kenal orang-orang arwah-arwah disini.

Annyeonghaseo, boleh aku tau dimana ruang Mr. Jung? Jung Byunghee,” aku menyatakan tujuanku tepat setelah yeoja itu berdiri di hadapanku.

*Thunder*

“Oh, Mr. Jung Byunghee. Ruangannya ada di ujung lorong itu, kau pasti bisa menemukannya dengan mudah,” ia tersenyum lebih ramah, membalas senyumanku.

Arrayo… kamsahamnida agassi,

Ne, cheonmanemal seumnida. Kalau kau ingin tau hal lain, tanyakan saja padaku. Naneun Song Victoria imnida,”

*Song Victoria*

Aku menjabat tangannya disertai senyuman tipis yang kupunya, aku tidak biasa langsung akrab dengan orang asing, “Naneun Thunder imnida. Mannaseo bangapseumnida,”

Setelah sedikit perbincangan kaku, barulah Victoria mengijinkanku pergi. Sebenarnya wajahnya sangat cantik, hanya saja.. karena ia juga arwah kulit wajahnya menjadi sangat pucat…

TOK TOK TOK…

Kuketuk pelan pintu ganda di hadapanku yang ukurannya jauh dari kata normal. Membuatku serasa menjadi semacam amoeba jika ada yang melihat.

Setelah suara orang di dalam mengijinkanku masuk, aku memutar kenop pintu, dan mulai melangkah masuk. Kulihat GO sedang santai berdiri di depan mejanya. Ia pasti sudah tau aku akan datang.

*Jung Byunghee*

Ottokhe Jineseyo?” sapanya dengan sumringah dan segera memelukku erat.

Aku membalas sapaannya dengan pelukan erat, kurasa itu cukup.

“Thunder-ah, bagaimana rasanya tinggal di dunia arwah?”

ya~~ sinnada* [yah, ini menyenangkan]”

Geureyo?” ia menatapku dengan alis terangkat, meragukan jawabanku.

Ne, jeongmalyo. Nan coahheyo* [aku menikmatinya]. Aku tidak perlu pulang larut, punya banyak waktu untuk tidur, dan berkeliling ke ujung dunia bisa kulakukan kapanpun,” aku menjelaskan dengan penuh semangat. Memang itu yang kurasakan.

Arraseo.. kini kau bisa traveling sesukamu tanpa perlu membawa perlengkapan kesana kemari. Oh boleh aku tau ada apa kau ke kantorku lagi? Bukankah ini hari pertamamu menjadi scheduler? Ah, pasti kau kangen padaku, benar?”

Aku mendesis pelan mendengar pertanyaannya yang terakhir. Ya, baru kemarin aku kemari untuk meminta posisi scheduler yang kosong dan sekarang aku sudah kembali ke ruangan penuh buku filosofis ini lagi hari ini.

Hyung, sekalipun aku sudah menjadi arwah aku masih normal,”

Jawabanku membuatnya terkekeh sejenak, lalu kembali memasang wajah serius, menandakan aku harus segera menjawab pertanyaannya. Oya, aku lupa dia orang penting yang super sibuk di kantor ini.

“Apakah benar aku akan mendapatkan kehidupan keduaku setelah aku menyelesaikan kontrak scheduler itu?”

Ia meringis gemas mendengarku bertanya demikian, “Thunder-ah, bukankah sudah kujelaskan semua tentang scheduler dari akar sampai daunnya? Apakah itu kurang jelas? Ah, apa kau sudah tidak mempercayaiku lagi?”

Aku hanya memutar mataku mendengar berondongan pertanyaannya, “Bukan begitu, hanya saja.. aku merasa..”

TOK TOK TOK.. pintu ruangan GO diketuk dan kami menoleh bersamaan ke arah pintu tersebut, kemudian GO berkata, “Masuklah, Seung Ho.”

Aku menoleh kepada GO dengan tatapan, ‘Bagaimana kau bisa tau siapa yang berdiri di luar sana?’

Go hanya nyengir lalu kembali menatap pintu kantornya yang sudah dibuka oleh tangan seorang namja tinggi berponi coklat muda. Ia menggunakan sunglasses dan hoodie hitam. ‘Dia habis bepergian kemana?’

*Seung Ho*

Annyeong Byunghee-ssi,” ia menyapa GO lalu memiringkan kepalanya menatapku yang berada di sisi GO, “Nuguseyo?

‘Ia sedang bertanya kepadaku / GO?’

Che chingu Thunder ssirul sogaehaketseumnida,* [perkenalkan, dia temanku, Thunder]” GO menunjukku dengan dagunya tanpa mengalihkan tatapannya kepada Seung Ho, “Dia adalah scheduler yang harus kau latih selama seminggu ini.”

‘Dilatih? Seminggu? Kenapa seperti menjelang debut begini ada trainee segala?!’

Seung Ho mengangguk mengerti, tanpa menghilangkan wajah datarnya ia memandangku, “Mannaseo Bangapseumnida, Naneun Seung Ho imndia.”

Aku mengangguk kaku menatapnya, “Ne, nado bangapseumnida.”

Kemudian ada keheningan selama semenit di ruangan GO…

“Apalagi yang kau tunggu Thunder-ah? Kau bisa pergi sekarang dengan Seung Ho untuk menjalani pelatihanmu,” GO menatapku innocent.

“Ya mana kutau aku bisa pergi sekarang juga. Kau tidak mengatakan padaku sejak tadi,” aku menatapnya agak kesal, lalu mulai melangkah.

“YYA! Kau akan pergi dengan pakaian seperti itu?” tanya GO ketika aku sudah memunggunginya beberapa langkah.

Waegurae?* [memangnya kenapa?] aku nyaman dengan kaus ini,” ujarku tanpa membalikkan badan.

“Jeezz.. scheduler itu juga harus punya selera fashion yang bagus. Tck, biar aku mengubah sedikit penampilanmu,”

Kurasakan ia membalikkan badanku dengan cepat ke arahnya, dan… TADA… tanpa kusadari pakaianku sudah berubah menjadi seperti ini..

*Transformasi*

YYA! Baju macam apa ini?! Cepat kembalikan kausku yang tadi, aku tidak sudi keliling Seoul dengan pakaian macam ini!!” cercaku setelah aku menyadari berapa banyak perubahan yang kudapat.

“Ish, selera fashionmu kenapa jadi buruk? Bukankah kau sudah biasa memakai pakaian yang keren di atas panggung? Baju ini juga tidak kalah keren!” GO tidak mau kalah dengan argumenku.

“Keren apanya? Aku terlihat seperti gelandagangan dengan baju setengah compang-camping begini! Lihat, kulitku akan terbakar sinar matahari dan jadi belang-belang kalau seperti ini, kulitku ini asset berharga hyung..” ujarku panjang lebar. Kuyakin kepala GO hyung akan meledak setelah ini.

Namdongsaeng cerewet, kalau tidak suka dan takut kulitmu belang-belang, lepas saja bajunya dan berkeliaranlah keliling Seoul TOPLESS!!” dia berkata demikian dengan penuh tenaga sampai urat lehernya menonjol semua. Poor hyung

*Beginikah Maksud GO??*

Shireo!!” serta merta aku menolak ide gilanya. Aigooo kenapa menjadi scheduler saja begitu banyak cobaannya?!

“Makanya bergegaslah pergi, aku punya banyak urusan lain!”

I jit I jigeowo jugetseo!*[ini menyebalkan!] Cepat kembalikan kausku hyung, aku lebih suka berpakaian casual,”

“Sudah kubilang kan kalau…”

Hyung jebaaaal~ ya, chingu chodaneun ge mwoya?* [Kita teman, kan?]”

GO tersenyum lembut, tapi bukannya mengatakan, “Baiklah, berhenti merengek seperti itu.. aku kembalikan kausmu,”

Namun ia malah mengatakan, “Baiklah, berhenti merengek seperti itu.. aku akan segera mencabut proposal pengajuan kesempatan hidup keduamu, bagaimana? Choaeyo?”

Wajahku semakin kusut mendengarnya, Sialan sekali namja tua hyung ini!! Aku mendengus kesal sebelum berbalik memunggunginya dan berjalan dengan cepat menuju pintu ruangan ini.

Chegiral!* [sialan!]” umpatku sebelum membuka pintu itu dan melangkah keluar.

Samar-samar kudengar ia bilang, “Semoga sukses di hari pertamamu, Cheondung-ah~”

Aigoo dia membuatku makin ingin melempar pisau daging ke wajahnya!!

+^_^+

Aku terkekeh sendiri jika ingat betapa cerewetnya aku di hari pertama menjadi scheduler. Pasti sangat menyusahkan GO hyung..

Tapi tidak aku sangka aku akan melepaskan kesempatan hidup kedua yang sangat kuimpikan semudah ini. Aku melepas kesempatan itu sekaligus tugas sebagai scheduler untuk seorang yeoja terunik yang pernah kutemui. Ia seorang ‘Good Reader’ bernama Lee Sang Mun.

Kisah cinta terlarang kami yang membuatku harus melepaskan pekerjaan sebagai scheduler, dan akibat aku ingin selalu di sisinya aku harus menyerahkan kesempatan hidup keduaku untuknya. Membuatku tidak bisa bertemu dengannya lagi, dengan cara apapun.

Tapi, itu tidak masalah, kami pasti bisa bertemu selama yang kami mau di kehidupan kami selanjutnya! Ya, semua orang punya kesempatan reinkarnasi, tidak terkecuali kami kan? Baiklah, dugoboji!* [Tunggu saja!]

Aku memandangi serangkaian kalimat yang tertulis di halaman terakhir buku tebal yang kupegang, lalu kututup dan menyerahkannya pada seseorang di hadapanku.

“Kau lama sekali hanya untuk menulis takdir yang kau inginkan!” dengusnya sambil memandangi isi dari buku yang kuserahkan.

Aku tersenyum kecil, “Hm, aku memang tidak pandai menulis cerita romantis,” kilahku.

“Kalau begitu tulis saja cerita bergenre angst,” celetuknya sambil tetap membolak balik satu persatu halaman di buku yang sedang ia pegang.

“Kau mau aku jadi psikopat di kehidupan selanjutnya, Seung Ho-ah?!” aku meliriknya dari ujung mataku.

*Lirikan ala Thunder*

Seung Ho menutup buku di tangannya dan terkekeh kecil, lalu mengacungkan buku itu padaku,“Ceritanya tidak buruk, harusnya kau mencoba mendaftarkan diri jadi author.”

“Seung Ho-ah…neo jeongmal!!” aku mengurungkan niat untuk adu verbal di ruang kantornya yang lumayan luas dan kedap suara.

Kini Seung Ho menjabat sebagai pegawai di pengadilan arwah divisi kehidupan reinkarnasi, dan aku disini untuk memberikan jalan kehidupan yang kuinginkan padanya. Peraturannya, setiap arwah yang masa reinkarnasinya segera tiba, harus menyerahkan jalan takdir yang ia inginkan paling lambat 1 minggu sebelum ia bereinkarnasi.

Tapi saat ia dalam masa reinkarnasi, semua ingatannya tentang jalan takdir yang sudah ia buat akan dihilangkan dari memorinya. Di dalam jiwanya, yang tersisa hanya memori di kehidupan lalunya, hanya berupa kepingan-kepingan sekilas, itu hanya jika ia beruntung.

[begitulah peraturan reinkarnasi yang dibuat oleh author awesomeoneim, sekian ^^v]

Karena sudah tidak ada yang ingin kubicarakan dengannya aku ijin pergi padanya.

“Memangnya mau kemana kau? Buru-buru sekali,” ujarnya sambil bersandar di kursi empuknya.

“Memangnya mau apa aku tetap disini?” aku balik bertanya dengan nada bercanda.

“Apakah kau mau menengok kekasihmu sebelum kau bertemu dia lagi di kehidupan selanjutnya?” tawa kecilnya masih terdengar di akhir kalimat.

Aku hanya terdiam. Lee Sangmun.. sudah sekitar setengah abad aku tidak menengoknya. Mungkin sekarang ia sedang asyik bergurau dengan cucu-cucunya di taman belakang rumah sambil menikmati secangkir teh. Mungkin…

“Kenapa kau hanya diam Thunder-ah? Oh, apakah kau tidak ingin menengok sebentar jalan takdir yang Sang Mun-ssi inginkan?” Seung Ho mengubah nada bicaranya menjadi mirip ajhussi salesman.

*Seung Ho*

Mwo? Apa yang sedang kau bicarakan?” aku mengerutkan alis setelah mencerna apa yang ia tawarkan.

“Kau tidak tau kalau Sang Mun-ssi meninggal 5 bulan yang lalu akibat serangan jantung? Dia baru saja menyerahkan bukunya kepadaku 15 menit sebelum kau kemari, makanya kukira kau sudah bertemu dengannya dan ingin bertemu dengannya lag…”

Aku segera mengambil buku yang ada di genggaman Seung Ho dan membuka lembaran-lembarannya. Hm..tulisannya sangat rapi.

Kudengar Seung Ho mengomel di depanku, tapi tidak kuhiraukan. Aku sudah tenggelam di dalam karangan cerita yang dirangkai oleh Sang Mun, hingga tanpa sadar aku sudah tiba di halaman terakhir dan aku tidak dapat menahan senyum bahagiaku membaca kalimat akhir di buku itu.

‘Aku ingin bisa hidup bahagia selamanya dan tidak terpisahkan oleh namja bernama Park Sang Hyun, sampai kapanpun.’

Aish, yeoja ini membuatku kembali ingat dengan nama asli yang sudah berdebu di dalam otakku. Jeezz, aku jadi merinding membacanya. Kenapa yeoja selalu begitu lebay dalam menorehkan keinginan mereka?! Tapi tak apalah, yang penting Sang Mun ingin bersamaku, itu sudah cukup.

Aku tersenyum senang dan mengembalikan buku itu ke tumpukan buku lain yang serupa di atas meja Seung Ho hyung. Tapi Seung Ho hyung sudah tidak berada di balik mejanya. ‘Kemana dia?’

Kulihat ada secarik kertas berwarna kuning di mejanya, sepertinya untukku,

‘Hei arwah maknae, kalau kau sudah selesai membacanya, letakkan kembali buku itu di tempatnya. Aku ada urusan mendadak sehingga aku harus keluar ruangan. Aku tidak mau mengganggumu yang sedang asyik tenggelam dalam fantasy kehidupan selanjutnya.

‘Awas kalau mejaku berantakan dan buku yang sudah kau baca tadi tidak kembali ke tempat yang aku perintahkan, akan kutunda reinkarnasimu dan kuganti jalan takdirmu menjadi psikopat yang akan mati mengenaskan terhanyut di sungai Amazon lalu jadi santapan lezat para piranha!!

‘Ah, aku tidak tau di kehidupan selanjutnya masih ada piranha atau tidak, yang penting akhir hidupmu tidak akan jauh berbeda dengan apa yang aku tuliskan di atas tadi jika kau benar-benar tidak melakukan apa perintahku.

‘Arraseo, Park Sang Hyun?!

TTD : Seung Ho’

Aku mendecak kagum setelah membaca seluruh isi note itu. Bisa-bisanya mantan scheduler itu jadi secerewet ini.. Sudahlah, aku ingin jalan-jalan saja menikmati hari-hari akhirku di dunia arwah..

+^_^+

=Epilog=

“Kenapa kau tidak mau ikut audisi itu? Bukankah kau mahir dance?”

Yeoja yang sedang berdiri di ambang pintu ruang santaiku menampakkan wajah heran dengan alis berkerut, dia Lee Sang Mun.

Aku tersenyum tanpa beranjak dari kursi di belakang keyboardku, “Aku tidak suka disorot.”

*Park Sang Hyun*

Geotjimalyo! Aku lihat kau menulis ‘ingin menjadi terkenal dan dipuja banyak wanita’ di keterangan impianmu di formulir penerimaan mahasiswa baru,” yeoja itu berjalan mendekat ke arahku dengan tatapan mencibir.

“Aku juga membaca impianmu, ‘ingin mengetahui apa yang dipikirkan orang lain’ kalau begitu, kenapa kau tidak jadi Good Reader seperti kehidupan sebelumnya?” balasku.

Dia terdiam sejenak, “Aku…tidak mau kehilangan kau untuk kedua kalinya.”

Aku terkekeh mendengarnya, “Kalau begitu, kenapa kau masih tanya kepadaku kenapa aku tidak mau ikut audisi Boyband itu?”

Kini Sang Mun menatapku seakan berkata, ‘Oh kau benar…’ lalu ia memukul kepalanya pelan dan kudengar dengan lirih ia berkata, “Ish, kenapa aku begitu bodoh..”

Aku menahan tawa geli melihatnya seperti ini, aku menggenggam tangannya yang baru saja ia gunakan untuk memukul kepalanya sendiri, “Sudah merasa lebih baik nona Sang Mun? Kalau begitu.. kenapa kita tidak berjalan-jalan di luar dan menikmati udara segar musim semi? Kurasa akan sangat seru kalau kita bisa jalan-jalan sebentar di Sungai Han?”

Yeoja di hadapanku masih menatapku malu, “Ide bagus,” jawabnya singkat, “Lepaskan tanganku, aku tidak bisa mengambil jaketku kalau kau terus menggenggamnya.”

Aku melihat ke arah dia memandang lalu nyengir tanpa dosa, “Mana mungkin aku mau melepaskan tangan ini untuk kedua kalinya. Kau tau kan berapa lama aku harus menunggu waktu untuk kita bisa bertemu lagi..”

Dia langsung membuang muka dan mengambil jaketnya dengan tangan lain yang bebas lalu menarikku untuk segera berdiri, “Ppaliwa, kau bilang ingin mengajakku bersenang-senang di Sungai Han, kan? Ppaliwa!”

Tanpa melihatnya, kurasa dugaanku jika wajahnya sedang memerah adalah benar.. kkk~

=THE END=

Aigoooo… HUWAAA MIANHE, AKHIR ceritaNYA ABSURD *DEEP BOW*

author butuh komentar saran kesan dan pesaaaannn hayooook good reader!! \>_</

JANGAN JADI SIDER, PLEASE!!

11 thoughts on “Good Reader [Side Story]

  1. annyeong thor..baru pertama baca FF bertebaran piku2 kaya gini..bagus sih, jadi lebih bisa ngebayangin..abis aku ga apal member2 MBLAQ mian ^_^v…
    ah tgl 30 nie, apakah author lagi berada di meis bertemu abang2 multitalent itu?
    pas baca ada ill woo langsung ngebayangin ’49 days’ ! hehe tapi ceritanya keyen,jauh dari kata memplagiat drakor itu..
    eh boleh nanya thor? ‘good reader’ itu apa ya?
    keep write thor…salam hangat 😉

    • Annyeong chingu ^^
      Alhamdulillah yah, ada gunanya itu gambar-gambar author sebar 😀
      Huaaa sungguhan author ngga tau kalau mereka di MEIS tanggal 30 kemarin T^T tau udah selesai dari Twitter #upset kkk~ soalnya author agak ngga update mmasalah tanggal mereka konser, cuma tau aja mereka mau kesini. kenapa? Soalnya percuma juga, kemungkinan author bisa nonton konser mereka 0,1% =___=” *maaf jadinya curcol,kkk*

      Ua gomawo~ ^^
      Good reader itu apa bisa chingu baca di FFnya, judulnya sama Good Reader, ada 2 part.
      Mannaseo Bangapseumnida~

  2. daebak thor!
    aku suka gaya bahasanya author, apalagi banyak pict nya..
    ahhh thunderssi! author bisa bgt milih pictnya.
    ditunggu ya ff lainnya!

Leave a Reply to Kim Rei Na Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s